cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8,377 Documents
Pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) dan Likuiditas terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2020–2024 Nurhidayanti, Helmi; Haeruddin, M. Ikhwan Maulana; Aslam, Annisa Paramaswary; Anwar, Anwar; Nurman, Nurman
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3310

Abstract

Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Likuiditas terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2024. Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh M. Ikhwan Maulana Haeruddin dan Annisa Paramaswary Aslam). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) dan likuiditas terhadap kinerja keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar dalam indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh langsung CSR dan likuiditas dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan, serta melihat bagaimana tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial dan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya dapat berkontribusi terhadap peningkatan profitabilitas perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Data dikumpulkan melalui dokumentasi laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar dalam indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda untuk menguji pengaruh langsung variabel Corporate Social Responsibility (CSR) dan likuiditas terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diukur menggunakan Return on Assets (ROA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) dan likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan pertambangan. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi pengungkapan tanggung jawab sosial dan semakin baik kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, maka semakin meningkat pula tingkat profitabilitas perusahaan.
Memberdayakan Low-Carbon Behavior melalui Sustainable Leadership dan Green Intellectual Capital di Indonesia Halim, M.; Siswanti, Yuni; Amrina, Dania Hellin; Nisa, Risya Khaerun; Martini, Aldini Nofta; Sudirman, Wahyu Febri Ramadhan; Siahaan, Nur Halimah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3313

Abstract

Pemerintah di seluruh dunia menghadapi tekanan yang semakin besar untuk menurunkan emisi karbon dan menyelaraskan diri dengan komitmen iklim global. Dalam konteks Indonesia, aparatur sipil negara (ASN) memegang peran strategis dalam mengimplementasikan kebijakan yang mendukung pembangunan rendah karbon di berbagai lembaga publik. Meskipun sustainable leadership (SL) diakui penting dalam mendorong perilaku pro-lingkungan, mekanisme spesifik yang menghubungkan kepemimpinan dengan low-carbon behavior (LCB) karyawan masih kurang mendapat perhatian empiris. Studi ini bertujuan mengisi kesenjangan tersebut dengan menguji peran mediasi green intellectual capital (GIC) dalam hubungan antara SL dan LCB. Penelitian ini menggunakan desain survei kuantitatif terhadap 348 ASN dari kementerian, pemerintah daerah, dan lembaga publik di Indonesia. Data dianalisis menggunakan partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4, disertai serangkaian uji ketahanan untuk mengatasi common method bias, bias non-respons, serta memeriksa potensi endogenitas guna memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SL tidak berpengaruh langsung terhadap LCB, tetapi hubungannya sepenuhnya dimediasi oleh GIC. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepemimpinan berkelanjutan mendorong perilaku pengurangan karbon terutama melalui pembentukan pengetahuan, kemampuan, nilai, dan sistem organisasi yang berorientasi pada keberlanjutan. Dengan demikian, studi ini memperluas perspektif berbasis sumber daya (resource-based view) dengan memberikan bukti bahwa SL dapat memperkuat aset intelektual hijau organisasi yang pada akhirnya mendorong perilaku karyawan menuju praktik rendah karbon. Secara praktis, penelitian ini menegaskan pentingnya investasi berkelanjutan dalam pengembangan kepemimpinan hijau, program pelatihan, serta manajemen pengetahuan lingkungan sebagai strategi kebijakan untuk mempercepat pencapaian target nol bersih Indonesia.
Tinjauan Yuridis Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan Manaroinsong, Mutiara; Mustika, Firman; Ngion, Christania
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3314

Abstract

Batasan umur seseorang untuk menikah sebelum adanya perubahan peraturan ialah 19 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun untuk perempuan, namun dalam kondisi ini banyak sekali isu hukum terhadap pernikahan di bawah umur sehingga diajukannya JudicialReview ke Mahkamah Konsitiusi. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya terjadi kesepakatan yaitu batasan umur untuk melakukan perkawinan adalah 19 tahun baik untuk laki-laki maupun perempuan, yang mana tercantum dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Fokus penelitian ini adalah Bagaimana norma-norma dan syarat Perkawinan dibawah umur, Tinjauan Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan dibawah umur secara yuridis. Metode penelitian ini menggunakan penelitian normatif, tipe penelitian mengunakan tipe deskriptif, dan menggunakan pendekatan masalah secara normatif yuridis. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan bahan hukum primer dan sekunder. Setelah data dikumpulkan maka akan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian serta pembahasan menunjukkan bahwa kedudukan perkawinan di bawah umur setelah perubahan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan adalah sah karena sesuai dengan peraturan yang digunakan dan adanya upaya hukum yang dapat dilakukan jika terjadi pelanggaran terhadap pasangan yang ingin menikah di bawah umur yaitu dengan cara mengajukan permohonan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama dimana tempat perkawinan dilangsungkan sesuai dalam Pasal 15 Kompilasi Hukum Islam.
Analisis Pengaruh Pendidikan, Kesehatan, dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia Batu Bara, Radja Marihat; Irsyad, Ferozi Ramdana; Octaviani, Windi; Putri, Dwi Nabilla; Hidayat, Nasrullah; Dalimunthe, Muhammad Bukhori
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat pengangguran terbuka di Indonesia. Pengangguran tetap menjadi masalah fundamental dalam pembangunan ekonomi karena secara langsung terkait dengan kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan data panel dari 34 provinsi di Indonesia yang mencakup periode 2020–2024, dianalisis menggunakan Model Efek Tetap (FEM) melalui perangkat lunak E-Views 10.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki dampak yang signifikan dan positif terhadap tingkat pengangguran terbuka, dengan nilai probabilitas 0.0379. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan tingkat pendidikan belum diimbangi dengan kesempatan kerja yang memadai, sehingga menimbulkan fenomena ketidakcocokan pekerjaan. Kesehatan memiliki dampak yang signifikan dan negatif terhadap pengangguran terbuka dengan nilai probabilitas 0.0014, yang berarti kondisi kesehatan masyarakat yang lebih baik berkontribusi pada penurunan tingkat pengangguran. Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga memiliki dampak signifikan dan negatif dengan nilai probabilitas 0,0000, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi mendorong penciptaan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran terbuka. Secara bersamaan, ketiga variabel independen tersebut secara signifikan mempengaruhi pengangguran terbuka, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai Prob (F-statistic) sebesar 0,000000. Nilai R² yang disesuaikan sebesar 0,8549 menunjukkan bahwa 85,49% variasi pengangguran terbuka dapat dijelaskan oleh pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi. Temuan ini mendukung Teori Modal Manusia, yang menekankan pentingnya berinvestasi dalam pendidikan dan kesehatan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja, serta Hukum Okun, yang menyoroti peran pertumbuhan ekonomi dalam mengurangi pengangguran.
Resilient Coastal Communities of Bontang Kuala: The Role of Digital Communication Strategy in Post-Crisis Recovery Ibrizah, Ziya; Nurrohman, Rosyid; Sarifuddin, Andri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3318

Abstract

This study explores the role of digital communication strategies in strengthening the resilience and post-crisis recovery of coastal communities, with a specific focus on Bontang Kuala, a floating settlement in East Kalimantan, Indonesia. Employing a qualitative descriptive approach and a case study design, the research examines how localized digital practices support socio-economic adaptation in a vulnerable coastal setting. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and secondary sources, then analyzed thematically using NVivo. Findings reveal that digital platforms particularly WhatsApp, Facebook, and Instagram have become crucial tools for coordination, economic revitalization, and social solidarity during recovery periods. Community-led digital initiatives, such as online tourism campaigns and crowdfunding, demonstrated the potential of digital media to enhance collective action and restore livelihoods. However, digital inequality persists due to uneven access, literacy gaps, and connectivity limitations, particularly among older fishermen and women entrepreneurs. The study concludes that digital communication functions not merely as a technological solution but as a social mechanism fostering collaborative resilience and adaptive learning. The results offer theoretical contributions to digital resilience communication and practical implications for inclusive digital transformation policies in coastal regions.
Social Media Engagement Strategy in the Match Industry: A Case Study of PT. Lintas Cindo Bersama Irawan, Wahyu Purno
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3319

Abstract

This study explores how PT. Lintas Cindo Bersama, a traditional match manufacturing company in Indonesia, adopts social media engagement strategies to strengthen its communication and organizational responsiveness in the digital era. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, online observations, and document analysis conducted over one year. The findings reveal that engagement in a low-involvement product industry is structured around three interrelated dimensions: maintaining consistency in managing social interactions, creating audience-specific content, and utilizing social media as a source of strategic insight. These strategies enable the company to cultivate authenticity, reliability, and responsiveness, fostering a meaningful relationship with audiences and reinforcing brand legitimacy. The study highlights that social media engagement, when systematically managed, functions not only as a marketing tool but also as a relational and strategic capability that supports organizational adaptation and learning. Theoretically, this research extends the Social Media Engagement Framework of Panagiotopoulos et al into the traditional manufacturing context, emphasizing the multidimensional nature of engagement as communication, sensing, and value co-creation. Practically, the results offer insights for legacy industries on how to leverage digital platforms to maintain relevance, innovate communication processes, and build sustainable stakeholder relationships. Overall, this study demonstrates that even in low-engagement sectors, strategic and authentic social media use can transform brand identity and organizational responsiveness in the face of ongoing digital transformation.
Analisis Penggunaan Energi Terbarukan untuk Operasional Alat Berat Tambang di Lokasi Terpencil di Indonesia Idhan, Muh Arif
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3323

Abstract

Penelitian ini menganalisis tantangan utama penerapan energi terbarukan untuk operasional alat berat tambang di lokasi terpencil Indonesia. Dengan desain campuran—wawancara mendalam, survei, dan pemodelan techno-ekonomi—studi ini mengevaluasi kelayakan tenaga surya dan angin pada konfigurasi mikrogrid hibrida diesel. Fokus analisis mencakup keandalan pasokan saat beban puncak, intermitensi, kebutuhan penyimpanan energi, efisiensi konversi, keselamatan kerja, serta hambatan logistik. Aspek ekonomi dinilai melalui CAPEX/OPEX, levelized cost of energy, dan sensitivitas harga solar, sementara aspek sosial menilai penerimaan pemangku kepentingan, kesiapan keterampilan, dan pola kemitraan lokal. Hasil menunjukkan hambatan utama meliputi variabilitas sumber daya, degradasi baterai, serta ketidakpastian regulasi untuk proyek off-grid skala tambang. Namun, potensi penghematan bahan bakar dan penurunan emisi gas rumah kaca signifikan ketika PLTS dipadukan dengan sistem manajemen energi cerdas, penjadwalan beban, dan penyimpanan berbasis lithium. Integrasi operasional yang paling efektif dicapai melalui skema microgrid modular dengan cadangan genset, opsi penukaran baterai untuk haul truck listrik, serta pemanfaatan biodiesel/HVO sebagai jembatan transisi. Secara kuantitatif, skenario optimal menunjukkan peningkatan ketersediaan daya, penurunan konsumsi solar, dan biaya energi yang kompetitif pada faktor kapasitas surya >18% dan akses layanan pemeliharaan lokal. Rekomendasi meliputi standardisasi desain, kontrak PPA off-grid, insentif fiskal untuk penyimpanan energi, peningkatan kapasitas teknis operator daerah, serta peta jalan monitoring kinerja berbasis indikator keandalan, biaya, dan emisi. Temuan ini menawarkan arah strategi teknologi dan kebijakan guna mempercepat transisi energi bersih yang andal, efisien, dan kontekstual bagi operasi tambang terpencil di Indonesia.
Pengaruh Koordinasi Rantai Pasok dan Intgrasi Rantai Pasok terhadap kinerja UMKM : Variabel Kinerja Rantai Pasok sebagai Mediasi hadinda, hadinda; Waileruny, Hulawa Theresia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3325

Abstract

Penelitiani in bertujuan untuk menganlisis pengaruh koordinasi rantai pasok dan integrasi rantai pasok terhadap kinerja UMKM melalui kinerja rantai pasok pada UMKM Kota Ambon. Jumlah populasi pada pebelitian ini yaitu 49 UMKM dengan seluruh populasi dijadikan sampel. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan alat analisis SmartPLS4. Analisis data pada penelitian ini dimulai dengan uji validitas dan reliabilitas yang menunjukan bahwa mnasing-masing variabel melebihi 0,5 dan AVE >0,5. Hasil uji hipotesis pada penelitian ini  yaitu  hipotesis pertama menunjukan bahwa pengaruh koordinasi rantai pasok tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja rantai pasok. Hipotesis dua menunjukkan bahwa pengaruh koordinasi rantai pasok tidak berpengaruh positif dan dignifikan terhadap kinerja UMKM. Hipotesis tiga yaitu pengaruh integrasi rantai pasok berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja rantai pasok. Hipotesis keempat yaitu tidak ada pengaruh integrasi rantai pasok terhadap kinerja UMK. Hipotesis lima yaitu kinerja rantai pasok berpengaruh positif terhada kinerja UMKM. Hipotesis enam yaitu koordinasi rantai pasok tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM mnelalui kinerj rantai pasok. Hipotesis tujuh yaitu integrasi internal berpengaruh positif dan sdignifikan terhadap kinerja UMKM melalui kinerja rantai pasok. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi UMKM khususnya pada bagian koordinasi rantai pasok serta integrasi rantai pasok dalam meningkatkan kinerja rantai pasok dan kinerja UMKM.
Pengaruh Penerapan Teknologi Iot Pada Monitoring Kualitas Air Tambang Terhadap Efisiensi Pengelolaan Lingkungan Di Area Pertambangan Idhan, Muh Arif
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3326

Abstract

Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pemantauan kualitas air di area pertambangan telah terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan lingkungan. Sistem pemantauan real-time yang berbasis IoT memungkinkan deteksi perubahan kualitas air secara cepat dan akurat, sehingga tindakan korektif dapat diambil lebih tepat waktu. Dalam penelitian ini, teknologi IoT digunakan untuk memantau berbagai parameter kualitas air, seperti pH, suhu, turbidity, dan logam berat, yang sebelumnya dipantau secara manual. Industri pertambangan, yang memainkan peran penting dalam ekonomi global, sering kali menghadapi tantangan besar dalam hal dampak lingkungan, khususnya terkait dengan pengelolaan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan IoT mengurangi ketergantungan pada pengambilan sampel manual dan mempercepat proses analisis data. Sistem ini juga memungkinkan analisis yang lebih mendalam, meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya air dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. pemantauan kualitas air di area pertambangan dilakukan melalui pengambilan sampel air secara manual, yang kemudian diuji di laboratorium untuk mengetahui parameter-parameter kualitas air seperti pH Walaupun penelitian ini menunjukkan tren peningkatan efisiensi, uji t menunjukkan bahwa perbedaan antara efisiensi pengelolaan lingkungan sebelum dan setelah penerapan IoT belum signifikan secara statistik. Penelitian ini menyarankan pengintegrasian teknologi IoT dengan kecerdasan buatan (AI) untuk analisis prediktif dan sistem peringatan dini guna meningkatkan pemantauan dan pengelolaan kualitas air di masa depan.
Komparatif Pengelolaan Limbah Batuan Tambang Menggunakan Teknologi Recycle dan Bioremediasi untuk Meningkatkan Kualitas Lingkungan Idhan, Muh Arif
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3327

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengelolaan limbah batuan tambang menggunakan teknologi bioremediasi untuk menurunkan kandungan bahan kimia berbahaya serta dampaknya terhadap ekosistem lokal. Limbah batuan sering memuat logam berat seperti arsenik, merkuri, dan kadmium yang berpotensi mencemari tanah dan perairan serta mengganggu kesehatan biota. Bioremediasi diterapkan melalui pemanfaatan konsorsium mikroorganisme oksidasi-reduksi yang mampu mengubah spesiasi dan menurunkan konsentrasi logam. Rancangan penelitian meliputi uji laboratorium skala batch dan kolom, dengan waktu kontak 28 hari, kontrol steril, serta pemantauan pH, Eh, dan total padatan terlarut. Kinerja dinilai berdasarkan kadar terlarut pasca-perlakuan, uji toksisitas akut, dan neraca massa. Hasil menunjukkan efektivitas tinggi: penurunan arsenik 50%, merkuri 40%, dan kadmium 30%. Analisis statistik (ANOVA, p<0,05) mengonfirmasi perbedaan signifikan dibanding kontrol. Dibanding teknologi recycle yang berfokus pada pemilahan dan pemanfaatan kembali fraksi mineral bernilai, bioremediasi lebih menonjol dalam penurunan beban toksik, sedangkan recycle unggul pada reduksi volume limbah dan pemulihan material. Analisis biaya awal menempatkan bioremediasi sebagai opsi menengah dengan kebutuhan pemeliharaan rendah dan footprint energi kecil. Keterbatasan penelitian meliputi variabilitas komposisi limbah dan potensi re-mobilisasi pada perubahan kondisi geokimia. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi strategi pengelolaan limbah tambang yang lebih aman, adaptif, dan berkelanjutan. Bioremediasi layak dipertimbangkan sebagai komponen utama skema pengelolaan terpadu. Implementasi lapangan direkomendasikan melalui pilot-scale in situ pada timbunan batuan sisa, integrasi dengan penutup geomembran, serta pemantauan jangka panjang untuk memastikan stabilitas imobilisasi logam dan kinerja hidrologi.