cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5,931 Documents
Representasi Makna Budaya Feminisme Dalam Web Series Netflix Gadis Kretek (Analisis Semiotika Roland Barthes) Zakiah, Nurul; Yulianti, Elis
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8710

Abstract

Ketidakadilan gender masih menjadi isu krusial dalam kehidupan sosial, terutama karena adanya stereotip negatif terhadap perempuan yang bersumber dari ideologi patriarki. Kondisi ini melahirkan gerakan feminisme hingga gerakan tersebut berkembang menjadi suatu budaya sebagai respons atas dominasi struktural yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat. Feminisme merupakan gerakan yang lahir dari perjuangan perempuan dalam menuntut kesetaraan hak dan keadilan dengan laki-laki. Perlawanan terhadap stereotip perempuan akibat ideologi patriarki juga dapat direpresentasikan melalui media populer seperti web series, salah satunya melalui platform Netflix. Atas dasar itu, penelitian ini memilih web series Gadis Kretek sebagai objek kajian. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji representasi budaya feminisme pada tokoh perempuan dalam web series Netflix Gadis Kretek melalui pendekatan analisis semiotika Roland Barthes dengan model two orders of signification yang terdiri atas makna denotatif, konotatif, dan mitos. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Dasiyah merepresentasikan budaya feminisme melalui keberanian melawan norma patriarki, kemandirian ekonomi, menunjukkan kebebasan berekspresi sebagai hak atas otonomi tubuhnya, dan keterlibatan dalam ranah maskulin seperti meracik saus kretek serta kemampuannya dalam memimpin usaha keluarga. Representasi feminisme tersebut berhasil dikaji melalui analisis semiotika Roland Barthes, yang menegaskan bahwa Gadis Kretek tidak hanya mengangkat sejarah industri kretek, tetapi juga menyuarakan perjuangan perempuan dalam menuntut kesetaraan gender. Artinya, Representasi budaya feminisme tersebut menegaskan bahwa Gadis Kretek tidak hanya mengangkat sejarah industri kretek, tetapi juga menyuarakan perjuangan perempuan dalam menuntut kesetaraan gender sekaligus memberikan kontribusi bagi diskursus feminisme di Indonesia.
Internalisasi Nilai Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge Dalam Pembentukan Perilaku Etis Akuntan Syariah Ramadhani, Sri; Nurhayati, St; Qalsyum, Fibryani; Azis, Intan; Inna, Hasna; Yusriani, Yusriani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8711

Abstract

The rapid growth of the Islamic financial industry in Indonesia requires sharia accountants to possess not only technical competence but also strong ethical integrity. This study aims to examine the internalization of Bugis-Makassar cultural values, namely Sipakatau, Sipakalebbi, and Sipakainge’, in shaping the ethical behavior of sharia accountants. The research employs a descriptive qualitative approach through library research by analyzing Lontara manuscripts, particularly Latoa, as well as anthropological literature, Islamic accounting ethics, and contemporary professional ethics studies. The findings reveal that Sipakatau (humanizing others) encourages accountants to uphold honesty, transparency, and accountability in financial reporting. Sipakalebbi (mutual respect) strengthens professionalism, respect for ethical standards, and responsible behavior in carrying out professional duties. Meanwhile, Sipakainge’ (mutual reminding) functions as a moral control mechanism that supports whistleblowing practices, fraud prevention, and ethical organizational culture. These cultural values operate as a form of soft control that complements formal ethical standards established by professional accounting institutions and Islamic financial regulations. Furthermore, the integration of local wisdom with Islamic ethical principles contributes to the development of accountants who are trustworthy, professional, and socially responsible. Therefore, the study concludes that the incorporation of Bugis-Makassar cultural values into sharia accounting ethics is strategically important for strengthening accountability, professionalism, and public trust in Islamic financial institutions in Indonesia.
Analisis Keterkaitan Ekonomi Publik terhadap Pendapatan Nasional dan Strategi Pengendalian Inflasi Indonesia Fardianti, Yolanda; Riofita, Hendra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8713

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ekonomi publik dan pendapatan nasional serta meneliti dampak inflasi dan strategi pengendaliannya di Indonesia. Studi ini menerapkan metode kualitatif melalui penelitian pustaka. Informasi diperoleh dari berbagai sumber akademis seperti jurnal, buku referensi, artikel penelitian, dan publikasi resmi yang berhubungan dengan ekonomi publik, PDB, inflasi, serta kemajuan ekonomi digital di Indonesia. Analisis data dilakukan secara kualitatif-deskriptif melalui pengumpulan, pengkajian, perbandingan, dan sintesis berbagai teori serta hasil penelitian yang relevan dengan topik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa ekonomi publik berperan krusial dalam menaikkan pendapatan nasional melalui pengaturan fiskal, kebijakan moneter, dan pengelolaan sumber daya ekonomi yang efisien. Kebijakan pemerintah yang berupa pengeluaran negara, perpajakan, serta pengendalian uang beredar terbukti dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi secara nasional. Di samping itu, inflasi yang meluas bisa mengurangi kemampuan beli masyarakat, menghalangi investasi, memperbesar biaya produksi, serta berdampak pada stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Advancements in digital technology and financial technology also have a positive impact on the efficiency of economic transactions and enhance financial inclusion for the community. Strategi pengendalian inflasi di Indonesia dilaksanakan melalui kolaborasi antara pemerintah dan Bank Indonesia, penguatan sektor riil, pengaturan distribusi barang, serta optimalisasi ekonomi digital. Dengan demikian, kolaborasi antara kebijakan ekonomi publik dan pemanfaatan teknologi ekonomi menjadi elemen krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan pendapatan nasional, serta memacu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.
Pengaruh Kebijakan Moneter dan Fiskal terhadap Tingkat Pengangguran serta Implikasinya pada Pendapatan Nasional dan Inflasi Delfitri, Mutia; Riofita, Hendra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8714

Abstract

Studi ini menyelidiki dampak kebijakan moneter dan fiskal terhadap tingkat pengangguran di Indonesia dalam rentang waktu 2010–2025. Kebijakan moneter dinilai dengan melihat variabel suku bunga dan penawaran uang (basis uang), sementara kebijakan fiskal dievaluasi lewat belanja pemerintah dan pendapatan pajak. Studi ini menerapkan metode vector autoregression (VAR) menggunakan data deret waktu yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS). Pendekatan VAR dipilih karena dapat menggambarkan hubungan dinamis antara variabel ekonomi makro baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kebijakan moneter yang ekspansif berdampak signifikan dalam mengurangi angka pengangguran. Penurunan suku bunga sebesar 1% dapat menurunkan tingkat pengangguran sekitar 1,2% lewat peningkatan investasi dan konsumsi publik. Selain itu, bertambahnya jumlah uang beredar juga mendorong kegiatan ekonomi dan penciptaan peluang kerja baru. Sebaliknya, kebijakan fiskal terbukti berhasil melalui efek pengganda dari belanja pemerintah, terutama di sektor infrastruktur dan program padat karya yang meningkatkan kebutuhan tenaga kerja. Kebijakan perpajakan yang lebih adaptif juga memberikan kesempatan bagi sektor bisnis untuk meningkatkan produksi.Implikasi studi menunjukkan bahwa penurunan angka pengangguran berperan dalam peningkatan pendapatan nasional sesuai dengan hukum Okun, dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 2–3%. Akan tetapi, peningkatan kegiatan ekonomi juga berpotensi menyebabkan inflasi 1–2% karena dorongan permintaan agregat, seperti yang dijelaskan dalam kurva Phillips. Karena itu, sinergi yang harmonis antara kebijakan moneter dan fiskal sangat penting untuk menjaga kestabilan ekonomi, mengontrol inflasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di era pemulihan setelah pandemi.
Implementasi Sistem Informasi Akademik Melalui Platform E-Semesta Di Uin Syarif Hidayatullah Jakarta: Perspektif Mahasiswa Terhadap Infrastruktur, Literasi Digital, dan Kebijakan Hilma, Ibni Nur; Mardya, Salwa Nabila; Ayda, Hesti Nur; Gibra, Reksha Azrie; Kusumaningrum, Hesti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8716

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi sistem informasi akademik melalui platform E-Semesta di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan fokus pada persepsi mahasiswa terhadap efektivitas penggunaannya dalam mendukung kegiatan akademik. Permasalahan penelitian berkaitan dengan optimalisasi penggunaan sistem yang dipengaruhi oleh aspek infrastruktur teknologi, tingkat literasi digital mahasiswa, serta dukungan kebijakan institusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketiga aspek tersebut terhadap pemanfaatan E-Semesta sebagai sistem informasi akademik terpadu di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 36 mahasiswa dari berbagai fakultas sebagai responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi E-Semesta secara umum berada pada kategori cukup baik, namun pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal. Dari aspek infrastruktur, masih ditemukan kendala berupa ketidakstabilan jaringan internet, lambatnya akses sistem, serta performa server yang belum konsisten pada waktu tertentu. Dari aspek literasi digital, mahasiswa dinilai memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mengakses dan mengoperasikan sistem, meskipun pemanfaatan berbagai fitur yang tersedia masih belum maksimal. Sementara itu, dukungan kebijakan institusi dinilai cukup membantu dalam menunjang implementasi sistem, tetapi masih terdapat kekurangan dalam sosialisasi penggunaan, kejelasan prosedur layanan, dan penyediaan dukungan teknis bagi pengguna. Secara keseluruhan, efektivitas implementasi E-Semesta dipengaruhi oleh keterpaduan antara kualitas infrastruktur, kompetensi digital mahasiswa, dan dukungan kebijakan institusi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan yang berkelanjutan pada ketiga aspek tersebut agar sistem informasi akademik dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan mendukung pelayanan pendidikan tinggi secara optimal.
Perbandingan Material Pengganti Tahan Korosif pada Pipa Flowline Carbon Steel CO2 dan H2S di PT Migas Maulana, Rayhan; Mario, Didi; Kurniati, Zahra Junie; Herlambang, Aldillah; Alfernando, Oki
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8717

Abstract

Korosi pada pipa flowline berbahan carbon steel merupakan permasalahan utama dalam sistem produksi minyak dan gas karena dapat menurunkan integritas material dan menyebabkan kegagalan operasi. Material ini memiliki ketahanan korosi yang rendah, terutama pada lingkungan yang mengandung CO₂, H₂S, air, dan ion klorida, sehingga mempercepat terjadinya korosi merata maupun lokal seperti pitting. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja duplex stainless steel 2205 dan stainless steel 316L sebagai material alternatif pengganti carbon steel. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap jurnal nasional dan internasional terkait sifat mekanik dan ketahanan korosi material. Hasil kajian menunjukkan bahwa duplex stainless steel 2205 memiliki ketahanan korosi dan kekuatan mekanik yang lebih unggul, serta tahan terhadap stress corrosion cracking karena struktur mikro dua fase dan nilai PREN yang tinggi, sehingga lebih sesuai untuk lingkungan migas yang agresif. Sementara itu, stainless steel 316L juga memiliki ketahanan yang baik terhadap korosi, khususnya pitting corrosion, sehingga dapat digunakan pada kondisi korosif menengah. Namun, kedua material tersebut tetap berpotensi mengalami kegagalan akibat faktor non-material seperti cacat mikrostruktur, proses fabrikasi, dan kualitas pengelasan. Oleh karena itu, pemilihan material harus mempertimbangkan kondisi operasi, metode manufaktur, serta kontrol kualitas. Berdasarkan hasil perbandingan, duplex stainless steel 2205 direkomendasikan sebagai material utama untuk meningkatkan keandalan dan umur pakai pipa flowline.
Analisis Manajamen Risiko Operasional Pada PT Telkom Indonesia Berdasarkan Framework ISO 31000 Ariati, Nining; Kamandanu, Arya; Nurkholik, Wahyu; Farid, Muhammad Naufal Al; Putri, Keilla Nadia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8718

Abstract

Transformasi digital pada industri telekomunikasi telah meningkatkan kompleksitas operasional perusahaan dan  memperbesar eksposur terhadap berbagai risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis. Perkembangan teknologi digital, peningkatan kebutuhan konektivitas, dan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layanan berbasis internet menuntut perusahaan telekomunikasi untuk memiliki sistem manajemen risiko yang terstruktur, adaptif, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko operasional pada PT Telkom Indonesia berdasarkan framework ISO 31000. Tujuan penelitian diarahkan pada identifikasi risiko utama, evaluasi prioritas risiko, dan  perumusan strategi mitigasi yang sesuai bagi perusahaan dalam menghadapi dinamika industri digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui dokumen sekunder berupa laporan tahunan perusahaan, laporan keberlanjutan, publikasi resmi, serta literatur ilmiah yang berkaitan dengan risiko operasional pada sektor telekomunikasi. Analisis dilakukan menggunakan tahapan ISO 31000 yang meliputi penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, dan perlakuan risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko utama perusahaan meliputi gangguan jaringan, ancaman keamanan siber, kegagalan sistem informasi, kesalahan proses internal, perubahan regulasi, dan risiko reputasi. Strategi mitigasi yang efektif memerlukan integrasi antara penguatan infrastruktur teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengawasan internal yang berkelanjutan, dan tata kelola perusahaan yang adaptif. Manajemen risiko operasional merupakan fondasi dalam menjaga ketahanan dan keberlanjutan perusahaan telekomunikasi di tengah percepatan transformasi digital.
Analisis Kebijakan Penanganan Sampah dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Di Perkotaan: Studi Kasus Kota Kupang Johan, Mariano Alfarado O.; Jeharu, Hendrikus A.; Tay, Alfian F.U; Kolin, Stefanus M.; Lakapu, Edwin N.; Usfal, Wiliberd Reven De P.; Babu, Egidius F.; Banunaek, Gilberd O.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8720

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pertumbuhan penduduk perkotaan yang berdampak pada bertambahnya volume sampah di berbagai kota di Indonesia, termasuk Kota Kupang. Permasalahan pengelolaan sampah di Kota Kupang menjadi semakin kompleks akibat keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya anggaran pengelolaan, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Meskipun pemerintah daerah telah menetapkan berbagai kebijakan formal terkait pengelolaan sampah, implementasi kebijakan tersebut masih menghadapi berbagai kendala di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan penanganan sampah di Kota Kupang, mengidentifikasi faktor penghambat dan faktor pendukung implementasi kebijakan, serta mengevaluasi peran pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif dengan metode campuran (mixed methods). Data diperoleh melalui analisis terhadap 12 dokumen kebijakan, wawancara mendalam dengan 8 informan kunci, serta survei kuesioner kepada 250 rumah tangga yang tersebar di lima kelurahan di Kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan sampah telah mengadopsi prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R), namun implementasinya belum optimal karena lemahnya koordinasi antarinstansi, keterbatasan infrastruktur TPS3R, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah. Hanya sekitar 42% rumah tangga yang secara rutin memisahkan sampah organik dan anorganik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan mekanisme pembiayaan inovatif, penguatan koordinasi multi-pemangku kepentingan, serta pendidikan lingkungan hidup yang terintegrasi guna meningkatkan efektivitas kebijakan pengelolaan sampah di Kota Kupang secara berkelanjutan.
LetsGrow Health: Prediksi Risiko Stunting pada Anak Menggunakan Algoritma Random Forest Berbasis Data WHO Putri, Riska Aini; Hadi, Muhammad Abdul; Maulana, Fuad; Akram, Dzaky; Septianingrum, Nathasa; Gunawan, Gunawan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8721

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan serius di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia, karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, produktivitas, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti asupan nutrisi yang tidak memadai, pola asuh, sanitasi, serta akses layanan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan metode deteksi dini yang akurat, cepat, dan efisien untuk membantu mengidentifikasi risiko stunting sejak awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model prediksi risiko stunting berbasis machine learning menggunakan algoritma Random Forest berdasarkan data standar World Health Organization (WHO), serta merancang integrasinya ke dalam aplikasi mobile LetsGrow Health sebagai sarana edukasi dan deteksi dini bagi masyarakat. Dataset penelitian mencakup variabel usia, jenis kelamin, tinggi badan, dan berat badan anak. Data diproses melalui tahap pra-pemrosesan, meliputi perhitungan Z-score menggunakan metode LMS, pengkodean data, serta pelabelan otomatis sesuai klasifikasi WHO. Model kemudian dilatih dan dievaluasi menggunakan confusion matrix dan classification report untuk mengukur performa klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Random Forest memiliki performa yang sangat baik dengan tingkat akurasi sebesar 98%, presisi 90%, recall 98%, dan F1-score 94%. Temuan ini menunjukkan bahwa model mampu mendeteksi risiko stunting secara efektif dan berpotensi diterapkan pada aplikasi mobile guna mendukung upaya pencegahan stunting melalui deteksi dini dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi anak.
Rekonstruksi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Berbasis Historical Empathy untuk Membangun Literasi Peradaban Siswa di MI Nurul Huda Mejagong Pemalang pada Era Digital Mumtazah, Ayu Arfin; Kurniawati, Anisa Alaina; Zulaifa, Eka Tafiya; Adhila, Ghina; Nafisah, Fina Durotun; Ashshiddiqi, Muhammad Alim; Ibadi, Lifin Araril; Rifyati, Dian
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8722

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang dituntut lebih inovatif, bermakna, dan kontekstual. Pembelajaran SKI tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi sejarah, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan literasi peradaban siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode role-play berbasis empati sejarah dalam memperkuat literasi peradaban siswa pada mata pelajaran SKI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di MI Nurul Huda Mejagong, Pemalang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode role-play berbasis empati sejarah mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Siswa menjadi lebih mudah memahami peristiwa sejarah Islam karena mereka terlibat langsung dalam memainkan peran tokoh-tokoh sejarah. Selain itu, metode ini membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai perjuangan, kepemimpinan, kerja sama, dan toleransi yang terkandung dalam sejarah peradaban Islam. Pembelajaran menjadi lebih interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa sehingga mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu pembelajaran dan kurangnya rasa percaya diri sebagian siswa, guru mampu mengatasinya melalui strategi pembelajaran yang kreatif dan motivatif. Dengan demikian, metode role-play berbasis empati sejarah dinilai efektif dalam mengembangkan pembelajaran SKI sekaligus memperkuat literasi peradaban siswa di era digital.