cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8,377 Documents
Tinjauan Yuridis Perlindungan Hukum Masyarakat Adat Dalam Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Lisa, Merdian; Haskar, Edi; Chofa, Fery
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6890

Abstract

Proyek Strategis Nasional (PSN) merupakan proyek maupun program prioritas yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga badan usaha yang memiliki sifat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya ini bertujuan menciptakan pemerataan pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta akselerasi pembangunan di berbagai daerah. Salah satu implementasi nyatanya adalah pengembangan program Food Estate di Merauke yang secara legalitas ditetapkan melalui Perpres Nomor 109 Tahun 2020, Keppres Nomor 15 Tahun 2024 tentang Satuan Tugas Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol, serta Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2023. Secara normatif, negara telah memberikan jaminan pengakuan sekaligus perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat melalui berbagai instrumen peraturan perundang-undangan. Namun, dalam tataran praktik, pelaksanaan PSN—khususnya Food Estate di Merauke—menimbulkan persoalan yuridis yang kompleks karena dinilai berpotensi kuat bertentangan dengan hak konstitusional masyarakat hukum adat. Permasalahan ini mencakup sengketa hak atas tanah ulayat, minimnya partisipasi bermakna, hingga terancamnya keberlanjutan lingkungan hidup lokal. Penelitian ini merupakan penelitian hukum dengan spesifikasi deskriptif analitis yang bertujuan menganalisis tinjauan yuridis terhadap perlindungan hukum masyarakat adat dalam pelaksanaan proyek tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa regulasi, dokumen resmi, serta literatur hukum sebagai bahan analisis utama. Hasil kajian diharapkan memberikan kontribusi konseptual signifikan terhadap penguatan kerangka perlindungan hukum bagi masyarakat adat di Indonesia.
Transformasi Digital Administrasi Pemerintahan dalam Kerangka Negara Hukum: Analisis Konstitusional terhadap Implementasi SPBE di Indonesia Safa, Muhammad Saddam; Jumanudin, Jumanudin; Fahlevi, Anugrah Ryandra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6893

Abstract

Transformasi digital administrasi pemerintahan melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan bagian integral dari agenda reformasi birokrasi nasional yang bertujuan meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan kualitas pelayanan publik. Dalam perspektif hukum tata negara, digitalisasi administrasi tidak semata-mata dipahami sebagai inovasi teknologi atau modernisasi sistem kerja birokrasi, melainkan sebagai proses konstitusional yang harus tetap tunduk pada prinsip negara hukum, asas legalitas, pembatasan kekuasaan, serta jaminan perlindungan hak asasi manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode literature review sistematis terhadap peraturan perundang-undangan dan 45 sumber literatur utama yang dipublikasikan pada periode 2013–2025. Analisis dilakukan melalui klasifikasi tematik terhadap isu negara hukum, AUPB, perlindungan data pribadi, dan akuntabilitas digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi SPBE berkontribusi signifikan terhadap penguatan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB), khususnya dalam aspek keterbukaan, efisiensi, dan akuntabilitas berbasis sistem elektronik. Namun demikian, digitalisasi administrasi juga memunculkan tantangan konstitusional, antara lain risiko pelanggaran perlindungan data pribadi, ketimpangan akses akibat kesenjangan digital, serta persoalan akuntabilitas algoritmik dalam pengambilan keputusan administratif berbasis otomatisasi. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi regulasi, penguatan tata kelola dan keamanan data, serta mekanisme pengawasan konstitusional yang efektif agar transformasi digital administrasi pemerintahan tetap selaras dengan prinsip supremasi konstitusi dan perlindungan hak konstitusional warga negara dalam kerangka negara hukum Indonesia.
Implementasi Prinsip Kearifan Lokal Dalam Hukum Lingkungan Sebagai Instrumen Konservasi Hutan Oleh Masyarakat Hukum Adat Ilman, La; Humulhaer, Siti; Kalibia, Muhammad Umar; Raunas, Ide; Harmoko, Harmoko; Giri, Raden
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip kearifan lokal dalam hukum lingkungan sebagai instrumen konservasi hutan oleh Masyarakat Hukum Adat (MHA). Di tengah kegagalan hukum formal yang bersifat top-down dalam menekan laju deforestasi yang masif, kearifan lokal muncul sebagai sistem hukum yang hidup (living law) dengan efektivitas yang jauh lebih tinggi di tingkat tapak. Melalui kacamata penelitian sosio-legal, kajian ini membedah interaksi kompleks antara norma adat dengan regulasi lingkungan nasional yang sering kali tumpang tindih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal, seperti praktik Sasi di Maluku dan Hutan Larangan di berbagai wilayah Nusantara, memiliki struktur hukum yang mapan dan sistematis. Struktur ini mencakup aspek preventif untuk mencegah kerusakan, aspek kuratif untuk pemulihan, hingga penerapan sanksi sosial-spiritual yang memberikan efek jera secara psikologis dan sosiologis lebih kuat dibandingkan sanksi pidana negara. Meskipun pasca Putusan Mahkamah Konstitusi No. 35/PUU-X/2012 peluang transformasi nilai adat ke dalam instrumen konservasi formal semakin terbuka lebar, implementasinya masih terhambat oleh rigiditas administratif dan ego sektoral birokrasi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kedaulatan MHA atas wilayah adatnya merupakan kunci utama bagi keberlanjutan ekosistem hutan dan mitigasi perubahan iklim. Diperlukan sinkronisasi kebijakan yang secara radikal menempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan. Model konservasi kolaboratif yang berbasis pada kearifan lokal ini diyakini mampu menjawab tantangan krisis iklim global sekaligus mewujudkan keadilan ekologis yang substansial di Indonesia.  
Transformasi Digital Pemilu dan Implikasinya terhadap Prinsip Konstitusional: Suatu Tinjauan Hukum Tata Negara Saniati, La; Jumanudin, Jumanudin; Fahlevi, Anugrah Ryandra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6895

Abstract

Transformasi digital dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan bagian dari perkembangan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi yang bertujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Dalam konteks Indonesia, digitalisasi pemilu tercermin melalui penggunaan Sistem Informasi Data Pemilih (SIDALIH), Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP), serta berbagai sistem administrasi berbasis daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan transformasi digital pemilu dalam perspektif hukum tata negara serta implikasinya terhadap prinsip-prinsip konstitusional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstitusi tidak membatasi metode teknis penyelenggaraan pemilu, sehingga digitalisasi dimungkinkan sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip kedaulatan rakyat dan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Namun demikian, digitalisasi juga menimbulkan tantangan konstitusional, khususnya terkait keamanan siber, perlindungan data pribadi, transparansi sistem, dan kesenjangan akses teknologi. Selain itu, belum adanya standar audit teknologi yang terintegrasi dan mekanisme pengawasan independen terhadap sistem digital berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap hasil pemilu. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi digital pemilu harus ditempatkan dalam kerangka negara hukum dan demokrasi konstitusional, dengan menekankan pentingnya regulasi yang adaptif, penguatan infrastruktur keamanan informasi, serta peningkatan literasi digital masyarakat. Dengan demikian, teknologi dapat berfungsi sebagai instrumen penguatan demokrasi, bukan sebagai faktor yang mengurangi substansi kedaulatan rakyat dan perlindungan hak konstitusional warga negara.
Paradigma Baru Penanganan Kejahatan Narkotika antara: Rehabilitatif atau Retributif Jumanudin, Jumanudin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6896

Abstract

Penanganan tindak pidana narkotika di Indonesia selama ini masih didominasi oleh pendekatan retributif yang berorientasi pada pemidanaan penjara. Pendekatan tersebut menempatkan pengguna narkotika sebagai pelaku kejahatan yang harus dihukum, sehingga penegakan hukum lebih menitikberatkan pada pemberian sanksi pidana. Namun, peningkatan jumlah penyalahguna narkotika dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa strategi yang semata-mata represif belum mampu memberikan efek jera maupun menekan angka peredaran dan penyalahgunaan secara signifikan. Kondisi ini menuntut adanya pergeseran paradigma menuju pendekatan yang lebih komprehensif dan berorientasi pada rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran paradigma dari pendekatan retributif ke rehabilitatif dalam kebijakan penanggulangan tindak pidana narkotika serta implikasinya terhadap sistem peradilan pidana di Indonesia. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, melalui analisis terhadap ketentuan hukum positif serta doktrin yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif peraturan perundang-undangan telah menyediakan mekanisme rehabilitasi medis dan sosial bagi pengguna narkotika. Akan tetapi, implementasinya belum optimal karena aparat penegak hukum masih cenderung mengedepankan pemidanaan penjara dibandingkan rehabilitasi. Pendekatan rehabilitatif dinilai lebih sejalan dengan prinsip keadilan restoratif dan perspektif kesehatan masyarakat, karena memandang pengguna sebagai korban ketergantungan yang memerlukan pemulihan. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan antara pendekatan retributif dan rehabilitatif guna mewujudkan sistem peradilan pidana yang berkeadilan, menjamin kepastian hukum, serta memberikan kemanfaatan sosial yang lebih luas.
Upaya Mewujudkan Bisnis Rumahan yang Berkelanjutan melalui Praktik Produksi dan Pencatatan yang Efisien Salsabila, Sabrina Ratu; Putranto , Rachmad Sukma
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi praktik produksi yang efisien dan sistem pencatatan keuangan harian terhadap keberlanjutan bisnis rumahan dalam konteks usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini dilakukan di Dapur Snack Ratu—sebuah UMKM kuliner berbasis rumah tangga di Sidoarjo, Jawa Timur. Teknik pengumpulan data mencakup observasi partisipatif, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi, yang secara komprehensif merekam dinamika operasional harian usaha. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa implementasi strategi produksi berbasis sistem batch, pengelolaan bahan baku dengan prinsip First In First Out (FIFO), serta pencatatan transaksi secara konsisten melalui media manual dan digital, mampu meningkatkan efisiensi operasional dan ketahanan finansial usaha. Selain itu, integrasi media sosial sebagai alat pemasaran serta kemampuan adaptif terhadap tantangan eksternal turut memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha. Hasil studi ini menekankan pentingnya penerapan prinsip-prinsip manajerial sederhana namun sistematis sebagai fondasi strategis dalam membangun UMKM yang resilien, adaptif, dan berorientasi jangka panjang di tengah dinamika pasar yang kompetitif.
Analisis Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Profesi Ners di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Fitri, Milla Nur; Puswati, Desti; Maulinda, Dini; Adelia, Gita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6900

Abstract

Pada mahasiswa profesi ners, tuntutan akademik yang padat disertai kewajiban praktik klinik yang intensif menuntut kemampuan pengelolaan diri yang baik. Apabila kemampuan tersebut belum berkembang secara optimal, kondisi ini dapat meingkatkan kecenderungan munculnya prokratinasi akademik, yaitu perilaku menunda pengerjaan tugas akademik yang berdampak negatif terhadap capaian belajar, kondisi psikologis, serta pembentukan sikap profesional mahasiswa. Tujuan penelitian untuk menganalisis prokrastinasi akademik mahasiswa profesi ners di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analisis deskriptif. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 188 orang. Data dikumpulkan dengan  kuisioner prokrastinasi akademik, Hasil pengujian menunjukkan seluruh item pernyataan valid dengan nilai r hitung > 0,30 serta memiliki reliabilitas tinggi dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,853. Analisis data univariat dengan hasil mayoritas mahasiswa berada pada kategori prokrastinasi akademik rendah sebesar 40,4%. Berdasarkan analisis pada setiap aspek, mahasiswa tidak menunjukkan penundaan memulai dan mengerjakan tugas (51,1%), 51,6% mahasiswa tidak mengalami kelambanan dalam mengerjakan tugas akademik, 53,7% sesuai antara rencana dan pelaksanaan tugas, serta 52,7% cenderung tidak mengalihkan perhatian pada aktivitas lain yang dianggap lebih menyenangkan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik pada mahasiswa profesi ners didominasi kategori rendah, di mana mayoritas mahasiswa tidak menunda, tidak mengalami kelambanan, memiliki kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan tugas, serta tidak cenderung melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan. Institusi pendidikan disarankan untuk mempertahankan pembinaan manajemen waktu dan regulasi diri mahasiswa.
Pengaruh Keaktifan Siswa terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Penjumlahan dan Pengurangan Kelas 1 MI Mluweh Jayanti, Fitri; Aji, Waskito; Muhammad, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ada atau tidaknya pengaruh keaktifan siswa terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas 1 MI Mluweh Tahun Pelajaran 2025/2026, khususnya pada materi penjumlahan dan pengurangan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya keterlibatan sebagian siswa dalam proses pembelajaran yang diduga berdampak pada capaian hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas 1A MI Mluweh yang berjumlah 19 siswa, sehingga penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket untuk mengukur tingkat keaktifan siswa serta tes hasil belajar untuk mengetahui capaian akademik siswa. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan dalam pengambilan data. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Koefisien determinasi sebesar 70,5% mengindikasikan bahwa variasi hasil belajar dapat dijelaskan oleh keaktifan siswa, sedangkan 29,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, maka semakin optimal hasil belajar yang dicapai. Oleh karena itu, guru perlu menciptakan pembelajaran yang interaktif dan mendorong partisipasi aktif siswa.
Pengaruh Ketersediaan Fitur Aplikasi New Sumut Mobile terhadap Loyalitas Nasabah pada Bank Sumut Syariah KCP Stabat Nurhalizah, Siti; Febriyanni, Rani; Yusri, Diyan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketersediaan fitur aplikasi new sumut mobile terhadap loyalitas nasabah pada bank sumut syariah kcp stabat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif untuk menganalisis pengaruh antara variabel independen dan variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah Bank Sumut KCP Stabat yang menggunakan aplikasi new sumut mobile sebanyak 1.100 nasabah, dengan sampel ditentukan menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh sebanyak 92 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket atau kuesioner dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan bantuan software spss melalui uji deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas,uji asumsi klasik, uji regresi linier sederhana, uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Ketersediaan Fitur Aplikasi New Sumut Mobile (X) diperoleh nilai  thitung 12, 812 > ttabel 1,987 dan nilai signifikansi (sig.) 0,001 < 0,05, hal ini menunjukkan bahwa variabel Ketersediaan Fitur Aplikasi New Sumut Mobile berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Nasabah dan hasil nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,646, menunjukkan bahwa variabel Ketersediaan Fitur Aplikasi New Sumut Mobile terhadap Loyalitas Nasabah sebesar 64,6%. Sementara itu, sisanya  sebesar 35,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Temuan ini menegaskan bahwa ketersediaan fitur yang lengkap, mudah digunakan, dan sesuai kebutuhan nasabah pada aplikasi New Sumut Mobile memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan loyalitas nasabah.
Desain dan Analisis Ekonomi Teknik Pada Pengembangan Fasilitas Ecotourism Di Sungai Blorong, Kendal Utami, Maharani Mega; Zahra, Sabila; Adi, Henny Pratiwi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6903

Abstract

Kawasan Sungai Blorong di Kabupaten Kendal memiliki potensi strategis untuk dikembangkan sebagai kawasan ecotourism berbasis aktivitas air dan rekreasi alam. Penelitian ini bertujuan merancang fasilitas ecotourism serta menganalisis kelayakan ekonomi pengembangannya dari aspek ekonomi teknik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Perencanaan desain fasilitas dilakukan menggunakan perangkat lunak SketchUp untuk memvisualisasikan tata letak kawasan, sarana pendukung, serta infrastruktur utama. Analisis biaya meliputi penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan perhitungan variabel biaya yang terdiri atas biaya investasi awal (biaya modal) serta biaya operasional dan pemeliharaan (O&P). Variabel manfaat dianalisis dalam bentuk tangible benefit seperti pendapatan tiket, sewa fasilitas, dan parkir, serta intangible benefit berupa peningkatan kualitas lingkungan dan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar. Evaluasi kelayakan ekonomi menggunakan metode Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Internal Rate of Return (IRR) dengan tingkat suku bunga 5%. Hasil analisis menunjukkan total biaya investasi sebesar Rp 853.962.273,00, nilai NPV sebesar Rp 467.580.053,00, BCR sebesar 1,23, serta IRR sebesar 14,27%. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa proyek layak secara ekonomi karena NPV bernilai positif, BCR lebih dari 1, dan IRR melebihi tingkat suku bunga yang digunakan. Analisis sensitivitas menunjukkan proyek tetap layak pada seluruh skenario perubahan variabel utama, dengan kinerja ekonomi tertinggi pada kondisi kenaikan manfaat sebesar 10% dan biaya tetap. Dengan demikian, pengembangan ecotourism Sungai Blorong dinilai prospektif serta berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.