cover
Contact Name
Mohamad Aprianto Paneo
Contact Email
apriyanto07@ung.ac.id
Phone
+6282292479459
Journal Mail Official
pharmsociety@ung.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 06, Kota Tengah, Kota Gorontalo, 96128, Gorontalo, Indonesia.
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society
ISSN : -     EISSN : 28295064     DOI : 10.37905/phar.soc.v2i3.20816
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society merupakan Jurnal yang dirilis oleh Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo. Pengembangan Jurnal ini bekerja sama dengan Organisasi Profesi Ikatan Apoteker Indonesia Provinsi Gorontalo Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society menerima publikasi dari dosen, mahasiswa dan semua kalangan yang terkait dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kefarmasian dan bidang-bidang ilmu lainnya. Jurnal ini telah memiliki nomor e-ISSN 2829-5064 dan tentunya dengan kehadiran jurnal ini dapat membantu dalam menyebarluaskan ide-ide, kegiatan pengabdian, dan hasil penelitian yang dapat diterapkan untuk menangani permasalahan ataupun problematika yang ada di masyrakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society berfokus pada : Pelayanan kepada masyarakat. Pelatihan (Training), Pemecahan masalah (Problem solving), dan Keterbaharuan teknologi tepat guna Pemberdayaan Masyarakat Peningkatan wilayah tertinggal/kurang maju Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Articles 96 Documents
Pijat Refleksi dan Kompres Hangat Jahe sebagai Pendukung Perawatan Lansia Diabetes dan Asam Urat Yusuf, Nur Ayun R.; Basir, Ita Sulistiani; Otolomo, Putri Nirwana; Pakaya, Amelisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i2.32014

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami penyakit degeneratif seperti diabetes melitus dan asam urat, yang berdampak pada kualitas hidup dan kemandirian mereka. Berdasarkan pengkajian keluarga Tn. A.S di Desa Pilohayanga, diketahui bahwa salah satu anggota keluarga lansia mengalami nyeri sendi dan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan fisik dan pemeliharaan kesehatan keluarga melalui pendekatan komplementer berupa pijat refleksi dan kompres hangat dengan air jahe. Metode yang digunakan terdiri dari edukasi kesehatan, praktik pijat refleksi, dan pemberian kompres hangat, disertai pemantauan kadar glukosa darah dan evaluasi nyeri. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2024 pukul 09.30 WITA-11.30 WITA, bertempat di desa Pilohayanga dengan target peserta adalah keluarga dengan anggota keluarga lansia. Jumlah peserta yang hadir saat penyuluhan berjumlah 5 orang. Hasil evaluasi menunjukkan hasil yang positif terhadap perbaikan kondisi fisik dan peningkatan pemahaman keluarga terhadap pengelolaan penyakit kronis. Setelah tiga hari diberikan intervensi, terjadi penurunan skala nyeri dari 6 menjadi 2, peningkatan kualitas tidur, serta peningkatan relaksasi dan kenyamanan fisik lansia. Edukasi berulang juga meningkatkan partisipasi keluarga dalam manajemen diabetes, ditandai dengan peningkatan kemandirian pada kategori KM2 untuk masalah DM. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan terapi komplementer dapat menjadi strategi efektif dan aman dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dengan penyakit kronis, serta mendorong keterlibatan keluarga dalam perawatan berkelanjutan.
Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat dan Pencegahan Bahaya Malaria di Desa Padengo Kecamatan Popayato Barat Bahri, Ratni Bt. Hj.; Hi Palla, Wahyu Fikriansyah; Maharani, Andi Fathiah Rizky; Lasindrang, Moh. Tri Loisen; Samuel, Siti Nurhasana; Dunggio, Anggriyani; Laiya, Nurmiftatul; Ishak, Agil; Mamonto, Vita Sari; Sitohang, Malika Elta Gracia; Pakaya, Moh. Zulfikar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i1.31202

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang menjadi tantangan di dunia kesehatan termasuk di Indonesia. Kabupaten Pohuwato menjadi salah satu provinsi di Gorontalo termasuk zona merah malaria dengan 1816 kasus dalam 3 tahun terakhir, dengan 13 kasus di Kecamatan Popayato Barat dan 1 kasus di Desa Padengo. Observasi menunjukkan masih banyak pekarangan rumah dengan genangan air berisi jentik-jentik, dan masih banyak Masyarakat yang belum memahami bahwa demam dapat menjadi salah satu gejala malaria, sehingga kerap dianggap sebagai penyakit ringan biasa. Tujuan program pengabdian ini adalah melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan melakukan upaya pencegahan sumber penyakit malaria di Desa Padengo. Metode yang digunakan adalah edukasi upaya pencegahan malaria melalui dua tahap, yakni: (1) sosialisasi rumah ke rumah tentang upaya pencegahan dan cara penyebaran malaria terkait tempat tinggal dan gaya hidup, serta (2) Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Program dilaksanakan selama tiga hari, yaitu 15-16 Maret 2025 untuk kegiatan sosialisasi kesehatan dan pada 21 Maret 2025 untuk kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk. Mahasiswa KKS-T IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerja sama dengan Puskesmas Popayato Barat berhasil membersihkan 15 lokasi genangan air dan menaburkan lebih dari 20 bungkus obat Abate. Adapun kegiatan sosialisasi kesehatan berhasil menambahkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya malaria dan cara mencegahnya, mulai dari pemberantaan sarang nyamuk hingga pengobatan dini terhadap gejala awal malaria. Diharapkan masyarakat tetap menjaga dan berpartisipasi dalam kegiatan pencegahan bahaya malaria baik di lingkungan keluarga, rumah, hingga masyarakat luas.
Pelatihan Pembuatan Serbuk Poliherbal Kombinasi Rimpang Jahe, Kunyit Dan Serai Di Desa Windujaya Fauziah, Fauziah; Rahmawati, Nur; Kurniasih, Khamdiyah Indah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i2.31264

Abstract

Masyarakat Desa Windujaya masih banyak yang belum mengetahui tentang manfaat poliherbal dan minimnya pengetahuan tentang pengolahan tanaman obat tradisional. Tanaman seperti jahe, kunyit, temulawak, dan serai telah lama dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, dan meredakan peradangan. Pelatihan pembuatan minuman herbal fungsional yang dilaksanakan di Desa Windujaya,  bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, dengan meningkatkan kreativitas mereka dalam mengolah tanaman herbal lokal menjadi produk bernilai jual. Pelatihan ini juga bertujuan untuk membuka peluang usaha baru yang dapat mendukung ekonomi keluarga dan memperkenalkan produk kesehatan alami kepada masyarakat luas. Metode yang diterapkan dalam pelatihan ini mencakup dua komponen utama, yaitu edukasi dan praktik langsung. Pada tahap edukasi, peserta diberi pengetahuan tentang manfaat berbagai tanaman herbal yang digunakan dalam pembuatan minuman, serta cara pengolahannya yang tepat untuk menjaga kandungan nutrisinya. Tahap praktik melibatkan pengolahan tanaman herbal menjadi minuman instan yang dapat diseduh untuk menghasilkan minuman fungsional yang tidak hanya sehat, tetapi juga mudah diproduksi dan dikonsumsi. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan peserta, yang dapat dilihat dari antusiasme tinggi ibu-ibu PKK dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Mereka juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat kesehatan dari setiap tanaman yang digunakan. Program ini menghasilkan produk poliherbal dari kombinasi rimpang jahe, kunyit, dan serai yang diformulasikan untuk manfaat kesehatan alami. Program ini juga memberi kesempatan bagi masyarakat desa untuk mengenal lebih dalam mengenai produk kesehatan alami, yang dapat menjadi alternatif yang lebih sehat dibandingkan dengan produk-produk olahan lainnya yang banyak beredar di pasaran. Walaupun pelatihan ini sudah memberikan keterampilan dasar dalam pembuatan produk, pengetahuan tentang cara memasarkan produk, memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas, serta mengelola usaha kecil sangat penting untuk memastikan keberhasilan jangka panjang. Oleh karena itu, pelatihan lanjutan mengenai strategi pemasaran dan manajemen usaha sangat dibutuhkan untuk meningkatkan potensi usaha ini dan mencapai hasil yang maksimal.
Implementasi Pendidikan Kesehatan dan Senam Kaki untuk Cegah Komplikasi Diabetes Mellitus pada Lansia Sartika, Sartika; Zainuddin, Zainuddin; Hunowu, Sri Yulian; Indra, Indra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i2.31363

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia) yang rentan terhadap komplikasi akibat perubahan fisiologis. Kurangnya pengetahuan tentang pencegahan DM dan minimnya aktivitas fisik seperti senam kaki memperburuk risiko komplikasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman lansia mengenai DM serta keterampilan melakukan senam kaki diabetes sebagai salah satu strategi nonfarmakologis untuk pencegahan komplikasi. Metode pelaksanaan berupa pendidikan kesehatan berbasis ceramah interaktif dan demonstrasi praktik senam kaki kepada peserta Prolanis di Desa Bubeya, Kecamatan Suwawa. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat pemahaman peserta setelah diberikan pendidikan kesehatan. Sebelum intervensi, terdapat beberapa aspek pengetahuan peserta yang masih kurang, terutama terkait pentingnya aktivitas fisik dan karakteristik penyakit tidak menular. Namun setelah intervensi, lebih dari 90% peserta mampu memahami definisi DM, gejala, kadar gula darah normal, pencegahan komplikasi, serta pentingnya melakukan senam kaki secara rutin. Demonstrasi senam kaki diabetes juga diterima dengan baik oleh peserta dan mampu meningkatkan keterampilan mereka dalam menjaga sirkulasi darah dan mencegah komplikasi ulcus diabetik. Partisipasi aktif peserta selama kegiatan menunjukkan efektivitas pendekatan ceramah interaktif yang dikombinasikan dengan praktik langsung. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dan praktik senam kaki merupakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan perilaku pencegahan komplikasi DM pada lansia. Edukasi berkelanjutan serta pendampingan oleh kader kesehatan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan perilaku sehat ini di tingkat komunitas
Pelatihan Pembuatan Jamu Antidiare Berbasis Tanaman Lokal di Desa Monano Kecamatan Monano Kabupaten Gorontalo Utara Hasan, Hamsidar; Madania, Madania; Ramadani, Fika Nuzul; Anggai, Rifka Anggraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i2.31308

Abstract

Penyakit Diare merupakan penyakit yang menular dan ditandai dengan gejala-gejala seperti perubahan bentuk dan konsistensi tinja menjadi lembek hingga mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dari pada biasanya disertai dengan muntah-muntah, sehingga menyebabkan penderita mengalami kekurangan cairan dalam tubuh atau dehidrasi yang pada akhirnya apabila tidak mendapatkan pertolongan segera dapat menyebabkan terjadinya keparahan hingga kematian. Masalah diare masih menjadi isu kesehatan masyarakat, terutama di daerah pedesaan atau daerah dengan akses kesehatan terbatas.. Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian pada sebagian anak di negara berkembang seperti Indonesia. Diare sangat erat kaitannya dengan terjadinya kasus stunting. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tanaman lokal yang berkhasiat sebagai obat antidiare.   Memberikan keterampilan praktis dalam meracik jamu dari bahan lokal.  Mendorong kemandirian masyarakat dalam pengobatan awal berbasis kearifan lokal. Metode pengbdian terdiri dari 3 tahap, tahap pertama, yaitu observasi tanaman lokal yang ada di Desa tersebut, Penelusuran data awal tentang prevalensi penyakit diare termasuk data dari puskesmas. Tahap kedua, pemberian kuisioner sebelum penyampaian materi terkait arti diare, Bahaya diare kalau tidak ditangani dengan cepat, manfaat tanaman yang ada disekitar, dan teknik pembuatan jamu antidiare, Tahap ke tiga, memberikan praktek langsung cara pembuatan jamu antidiare sekaligus pemberian kuisioner setelah sosialisasi. Hasil yang diharapkan masyarakat bisa melakukan swamedikasi untuk pengobatan diare dengan memanfaatkan tanaman lokal/ disekitar tempat tinggalnya. Hasil pengabdian dijelaskan terjadi peningkatan pengetahuan tentang diare dan tanaman yang berpotensi sebagai ramuan untuk diare sebesar 32%. Hal ini menunjukkan Masyarakat sudah melakukan swamedikasi untuk membuat  jamu ataupun ramuan untuk obat antidiare
Edukasi Latihan Aktivitas Fisik dalam Mengontrol Gejala Osteoartritis pada Lansia Mursyidah, Andi; Maryadi, Maryadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i2.31405

Abstract

Prevalensi lansia terus mengalami peningkatan yang diperkirakan akan berdampak juga pada peningkatan penderita osteoartritis. Hal ini karena seiring bertambahnya usia akan meningkatkan risiko terjadinya osteoartritis. Hal ini akan memberikan dampak negatif terhadap produktifitas lansia, meningkatnya beban kesehatan dan beban keluarga, hingga dapat berdampak negatif pada kondisi ekonomi. Oleh karena itu perlu adanya tindakan pencegahan dan pengelolaan dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan lansia dalam mencegah maupun mengelola gejala mengganggu yang dapat ditimbulkan oleh osteoartritis. Beberapa studi merekomendasikan pemberian edukasi terapi aktivitas fisik pada lansia, karena dinilai efektif dalam mencegah terjadinya kekambuhan dan mengontrol gejala osteoartritis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman lansia tentang osteoartritis serta cara mengontrol mencegah dan mengontrol gejala melalui latihan aktivitas fisik. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan kepada seluruh lansia di Panti Griya Jannati Kota Gorontalo. Kegiatan ini menggunakan metode edukasi dan praktik terapi latihan aktivitas fisik secara langsung yang gerakannya telah disesuaikan dengan ketersediaan alat dan kemampuan lansia. Hasil kegiatan memberikan gambaran peningkatan pengetahuan dan pemahaman lansia tentang osteoartritis dan kemampuan lansia dalam melakukan gerakan terapi aktivitas fisik untuk mencegah dan mengelola gejala yang ditimbulkan oleh penyakit osteoartritis. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu rekomendasi bagi lansia yang dapat dimasukkan ke dalam program kegiatan rutin lansia, karena murah, mudah, dan aman untuk dilakukan, serta memiliki manfaat yang baik bagi lansia.
Edukasi Hipertensi dan Penyuluhan kepada Peserta Bakti Sosial Pemeriksaan Kesehatan di Apotek Siaga Kota Bandar Lampung Makhdalena, Makhdalena; Fauziyah, Ageng Hasna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i2.31472

Abstract

Usia Harapan Hidup merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan terutama dibidang kesehatan. Bangsa yang sehat ditandai dengan semakin panjangnya usia harapan hidup penduduknya. Dengan bertambahnya usia tentu akan terjadi perubahan secara fisiologis terutama pada lansia, serta akan timbul berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah penyakit tidak menular yang pada saat ini menjadi prioritas dunia kesehatan secara global yaitu hipertensi. Hipertensi merupakan penyakit dengan peningkatan tekanan darah di atas nilai normal dengan tekanan darah sistolik pada tubuh seseorang lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg.  Menurut American Society of Hypertension (ASH), hipertensi adalah suatu sindrom atau kumpulan gejala kardiovaskuler yang progresif akibat dari kondisi lain yang kompleks dan saling berhubungan. Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) adalah salah satu organisasi profesi kesehatan saat ini mulai mencanangkan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat terkait penggunaan obat yang baik dan benar. Penatalaksanaan yang bisa dilakukan untuk mengontrol hipertensi yaitu penatalaksanaan farmakologi terapi dengan menggunakan obat-obat hipertensi. Selain itu, tanaman herbal banyak dimanfaatkan sebagai terapi pencegahan dan pengobatan yang digunakan secara turun temurun yang dibuktikan secara empiris. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan kepada peserta bakti sosial pemeriksaan kesehatan di Apotek Siaga Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah ceramah langsung. Untuk mengetahui hasil kegiatan pengabmas maka dilakukan evaluasi pengetahuan peserta pengabmas berupa pemberian pretest dan posttest sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan hipertensi dilakukan. Hasil evaluasi menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan mengenai penggunaan obat hipertensi dan herbal pada peserta sebesar 96 %.
Pengobatan Gratis dan Khitanan Massal oleh Tenaga Kesehatan Lintas Profesi di Desa Saleman Maluku Mahulauw, Muhammad Azril Hardiman; Mewar, Djulfikri; Ibrahim, Marisa Anggia; Lihi, Maryam
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i2.31865

Abstract

Pengabdian masyarakat sebagai wujud dari kepedulian atau rasa kemanusiaan terhadap sesama dapat dikemas dalam bentuk bakti sosial, misalnya pembagian sembako, cek kesehatan gratis, penyaluran pakaian layak pakai, sosialisasi atau bantuan pendidikan, dan salah satunya juga khitan/sunatan massal. Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan kali ini merupakan bentuk kerjsa sama yang dilakukan antara STIKes Maluku Husada dengan Pemerintah Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini masalah kesehatan Masyarakat di desa Saleman dan mengkhitan massal anak laki-laki yang belum baligh sehingga Upaya pencegahan akan masalah kesehatan dapat dideteksi sedini mungkin. Pengabdian dilakukan dengan promosi kegiatan pengabdian kepada aparat desa Saleman dan media sosial bagi yang berminat mendaftar ke aparat desa. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan beberapa tenaga kesehatan di puskesmas setempat, beberapa operator khitan, panitia, mahasiswa, serta pserta pengobatan gratis dan khitan. Dalam pelaksanaanya, kegiatan ini berhasil menarik partisipasi aktif dari Masyarakat desa, menciptakan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan anak, serta menumbuhkan semangat gotong royong. Sebagian besar Masyarakat desa saleman sudah megetahui pentingnya menjaga kesehatan dan khitan bagi anak namun kurangnya tenaga kesehatan yang kompeten dan biaya yang dikeluarkan tinggi serta akses ke fasilitas kesehatan yang jauh menjadi kendala untuk melakukan pengobatan dan khitan.
Pemberdayaan Ibu dan Keluarga melalui Makanan Tradisional untuk Menurunkan Risiko Stunting di Desa Pangeya Wulansari, Ika; Nurrhohwinta Djuwarno, Endah; Puspita Sari Haji Jafar, Cindy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34177

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Boalemo dengan prevalensi mencapai 29,9% (SSGI, 2024). Desa Pangeya merupakan salah satu wilayah dengan kasus stunting cukup tinggi, yaitu 13 anak balita pada tahun 2024–2025. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya pengetahuan ibu hamil dan ibu dengan anak usia 0–2 tahun mengenai gizi seimbang serta pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber nutrisi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan ibu dan keluarga melalui edukasi serta demonstrasi pengolahan makanan tradisional bergizi sebagai upaya menurunkan risiko stunting. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pre-test dan post-test pengetahuan, serta praktik pembuatan makanan tradisional berbasis bahan pangan lokal seperti jagung, kacang hijau, pisang, dan beras. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai stunting dan gizi seimbang, serta keterampilan dalam mengolah makanan tradisional yang bernilai gizi tinggi. Respon peserta sangat positif, ditunjukkan dengan partisipasi aktif, keinginan untuk mengulang praktik di rumah, serta komitmen memanfaatkan pangan lokal dalam menu keluarga. Kesimpulannya, pemberdayaan ibu dan keluarga melalui makanan tradisional terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran gizi masyarakat, sehingga berpotensi menjadi strategi berkelanjutan dalam upaya pencegahan stunting di tingkat desa.
Diversifikasi Olahan Ikan Tuna Menjadi Keripik Amplang Sebagai Upaya Intervensi Gizi dan Pencegahan Stunting di Desa Modelomo Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo Tuloli, Teti Sutriyati; Paneo, Mohamad Aprianto; Jumantrin, Nur Fitriah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i2.33813

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama di wilayah pesisir dan pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap pangan bergizi. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Modelomo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terkait pencegahan stunting melalui edukasi gizi seimbang dan pelatihan diversifikasi pangan lokal. Salah satu inovasi yang diusung adalah pemanfaatan ikan tuna lokal menjadi camilan fungsional berbentuk keripik amplang. Ikan tuna dipilih karena mengandung protein berkualitas tinggi dan asam lemak omega-3 yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan interprofesional (IPE) yang melibatkan tenaga dari bidang farmasi, kedokteran, keperawatan, dan kesehatan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan tatap muka, praktik pembuatan produk, dan evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap peserta terhadap konsumsi pangan bergizi dan pemanfaatan hasil laut lokal. Selain dampak gizi, kegiatan ini juga berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan, melalui pengembangan keterampilan usaha berbasis rumah tangga. Kesimpulannya, intervensi edukatif berbasis pangan lokal melalui pendekatan kolaboratif lintas profesi terbukti efektif dalam meningkatkan literasi gizi masyarakat serta membuka peluang ekonomi baru. Program ini berpotensi menjadi model intervensi gizi berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting dan penguatan ketahanan pangan lokal.

Page 8 of 10 | Total Record : 96