cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
sehat.jurnalkesehatanterpadu1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Telp. (0762) 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
ISSN : -     EISSN : 29854687     DOI : https://doi.org/10.31004
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on
Articles 296 Documents
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU : SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW Deslia Nurvita Utami; Sri Wahyuningsih
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61085

Abstract

Tuberkulosis paru masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang berat, baik di tingkat nasional maupun global, dengan Indonesia menempati posisi kedua dunia dalam beban kasus dan estimasi 969.000 kasus baru pada tahun 2022. Kajian ini disusun untuk mengidentifikasi dan merangkum faktor-faktor yang berkaitan dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru berdasarkan literatur Indonesia terbitan 2020-2025, menggunakan pendekatan Systematic literature review yang mengacu pada pedoman PRISMA. Penelusuran pustaka dilakukan pada basis data SINTA dan Scopus untuk terbitan tahun 2020-2026, dan dari 25 artikel yang teridentifikasi pada tahap awal, proses seleksi PRISMA menyisakan 21 artikel studi primer yang lolos kriteria inklusi, dengan penilaian kualitas menggunakan Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Checklist. Sintesis menunjukkan enam faktor paling konsisten berkaitan dengan kepatuhan pengobatan tuberkulosis, yaitu dukungan keluarga (67% studi; OR=3,51), keaktifan Pengawas Minum Obat (62%; menaikkan kepatuhan 3,0-3,2 kali), motivasi pasien (52%; koefisien mediasi beta=0,775), efek samping Obat Anti Tuberkulosis (52%; penyebab ketidakpatuhan pada 42% kasus), pengetahuan pasien (48%), serta keterjangkauan dan jarak ke fasilitas kesehatan (38%). Analisis Structural Equation Modeling turut memperlihatkan bahwa dukungan keluarga bekerja melalui jalur mediasi motivasi dalam membentuk kepatuhan. Dukungan keluarga dan peran PMO terbukti sebagai penentu paling dominan terhadap kepatuhan pengobatan tuberkulosis di Indonesia, sehingga penguatan dukungan sosial, optimalisasi fungsi PMO, dan pengelolaan proaktif efek samping OAT perlu menjadi prioritas program penanggulangan tuberkulosis nasional demi mencapai target eliminasi tahun 2030.
PEMANFAATAN SMARTPHONE DAN KECERDASAN BUATAN DALAM ASESMEN FORWARD HEAD POSTURE: TINJAUAN LITERATUR Komang Tri Yudartha Widnyana; Ni Putu Shinta Utari Dewi; Vida Nanda Chattalia; Dewa Ayu Mirah Ardrini
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61190

Abstract

Forward Head Posture (FHP) merupakan salah satu gangguan postur yang prevalensinya terus meningkat akibat penggunaan smartphone, kebiasaan sedentari, dan perubahan pola kerja maupun belajar. Pengukuran Craniovertebral Angle (CVA) merupakan metode yang umum digunakan untuk mengidentifikasi tingkat keparahan FHP. Perkembangan teknologi smartphone dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menghadirkan metode asesmen postur yang lebih praktis, ekonomis, dan berpotensi mendukung layanan fisioterapi berbasis digital. Artikel ini bertujuan untuk meninjau perkembangan pemanfaatan smartphone dan AI dalam asesmen FHP menggunakan CVA. Penelitian ini merupakan literature review dengan menelaah artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data Google Scholar dan PubMed. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi, yaitu publikasi berbahasa Inggris tahun 2021–2025 yang membahas FHP, CVA, smartphone, photogrammetry, atau AI dalam asesmen postur. Sebanyak 13 artikel utama dianalisis secara deskriptif melalui sintesis naratif untuk mengidentifikasi karakteristik teknologi, validitas, reliabilitas, serta implikasi klinis dalam praktik fisioterapi. Sebagian besar studi menunjukkan bahwa metode berbasis smartphone dan photogrammetry memiliki reliabilitas yang baik hingga sangat baik serta validitas yang memadai dalam pengukuran CVA. Teknologi AI berbasis markerless computer vision juga menunjukkan potensi dalam meningkatkan efisiensi asesmen postur secara otomatis. Meskipun demikian, standardisasi prosedur pengukuran dan validasi pada berbagai populasi masih diperlukan. Smartphone dan AI merupakan teknologi yang menjanjikan sebagai alternatif asesmen FHP menggunakan CVA karena praktis, ekonomis, dan berpotensi mendukung layanan fisioterapi, termasuk tele-rehabilitation.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM RUJUK BALIK (PRB) PADA PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI PUSKESMAS TITI PAPAN Husnida Putriyana Hutabarat; Dewi Agustina; Nofi Susanti
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61297

Abstract

Program Rujuk Balik (PRB) merupakan bagian dari pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi pasien penyakit kronis dengan kondisi stabil agar memperoleh pelayanan lanjutan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Implementasi PRB di Puskesmas Titi Papan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, pengambilan obat melalui apotek jejaring, dan gangguan sistem informasi pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi PRB pada peserta JKN di Puskesmas Titi Papan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif. Informan dipilih secara purposive, terdiri dari kepala puskesmas, dokter umum, tenaga kefarmasian, dan pasien PRB. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PRB telah mengikuti prosedur sesuai ketentuan, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan, penerbitan resep, hingga pengambilan obat di apotek jejaring. Pengendalian program dilakukan melalui monitoring berkala dan koordinasi dengan BPJS Kesehatan. Namun, jumlah tenaga kesehatan masih belum memadai karena pelayanan sembilan penyakit kronis hanya ditangani oleh satu dokter umum. Fasilitas pelayanan dinilai cukup memadai, meskipun sistem komputer sering mengalami gangguan. Ketersediaan obat PRB belum sepenuhnya optimal karena masih terjadi keterlambatan dan kekosongan beberapa jenis obat. Disimpulkan bahwa implementasi PRB di Puskesmas Titi Papan telah berjalan cukup baik, tetapi diperlukan penambahan tenaga kesehatan, penguatan sistem informasi, dan peningkatan koordinasi dengan BPJS serta apotek jejaring agar pelayanan lebih efektif dan berkesinambungan.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN TERHADAP KEMAMPUAN PERAWATAN MANDIRI DISMENORE (STUDI PADA SANTRIWATI KEDUNGLO) Sischa Bangkit Puspita; Nahdrotul Ghoustiya
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61340

Abstract

Nyeri menstruasi (dismenore) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar maupun ibadah, terutama pada santriwati yang memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan. Edukasi kesehatan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan perawatan mandiri dalam mengatasi dismenore. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan kemampuan perawatan mandiri mengatasi nyeri menstruasi pada santriwati Pondok Kedunglo. Disain penelitian kuasi eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 santriwati yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik, pengetahuan, sikap, dan kemampuan perawatan mandiri. Analisis data menggunakan uji t berpasangan dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan meningkat dari kategori cukup baik (64%) menjadi baik (76%), sikap positif meningkat dari 47% menjadi 60%, sedangkan kemampuan perawatan mandiri kategori baik meningkat dari 0% menjadi 53%. Rata-rata skor kemampuan perawatan mandiri meningkat dari 27,63 menjadi 38,13. Hasil uji paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah intervensi (t = -8,123; p < 0,001). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan berupa paparan teori dan praktik dengan evaluasi teratur yang dilakukan peneliti selama 1 bulan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan perawatan mandiri dalam mengatasi nyeri menstruasi pada santriwati Pondok Kedunglo.
PENGARUH CONTINUING PROFESSIONAL DEVELOPMENT (CPD) TERHADAP PENGEMBANGAN DIRI PERAWAT Sridama Yanti Harahap; Dior Manta Tambunan
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61489

Abstract

Continuing Professional Development (CPD) merupakan proses pembelajaran berkelanjutan yang dilakukan secara sistematis untuk mempertahankan, meningkatkan, dan mengembangkan kompetensi profesional tenaga kesehatan sepanjang masa kariernya. CPD mencakup berbagai aktivitas pembelajaran formal maupun informal yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap profesional, serta kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi pengaruh CPD terhadap pengembangan diri perawat. Metode penelitian adalah studi kuantitatif dengan rancangan pra-eksperimental yang menerapkan pendekatan one-group pretest–posttest. Populasi adalah seluruh peserta pelatihan Kardiovaskuler, Hemodialisis, dan NICU/PICU selama 3 – 6 bulan sebanyak 100 orang. Tetapi Responden yang bersedia menjadi sampel dalam penelitian ini sampai posttest hanya 42 orang. Uji bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat pretest, mayoritas pengembangan diri perawat berada dalam kategori baik dan cukup sebanyak 21 orang (50%) serta posttest adalah sangat baik (59,5%). Ada pengaruh yang signifikan antara nilai pretest dan posttest pada variabel pengembangan diri pearwat dengan nilai p yang diperoleh adalah <0,001 (α <0,05) yang menunjukkan adanya perubahan nilai setelah CPD. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh CPD terhadap pengembangan diri perawat. Semoga Rumah Sakit menyusun kebijakan pengembangan kompetensi dan sistem jenjang karier. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menambahkan variabel kinerja dan tingkat kepuasan perawat dalam jumlah sampel yang lebih besar.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN CITRA TUBUH PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI Alfonsius Ade Wirawan; Ni Kadek Diah Purnama
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.29111

Abstract

Kemoterapi memiliki efek samping bagi pasien. Efek samping tersebut menyebabkan perubahan fisik dan dapat mempengaruhi citra tubuh pasien kanker. Buruknya citra tubuh pasien berdampak pada masalah lain pasien seperti pasien menarik diri dari lingkungan sosial, depresi hingga mempengaruhi kualitas hidupnya. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang diketahui dapat mempengaruhi citra tubuh pasien. Dukungan keluarga yang baik dipercaya dapat meminimalisir gangguan citra tubuh yang dialami pasien kanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan citra tubuh pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 124 pasien kanker yang menjalani kemoterapi di RSUP. Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner demografi, dukungan keluarga dan body image scale (BIS). Hasil uji statistik menggunakan Spearman Rho  menunjukkan nilai p sebesar 0,000 dan nilai korelasi sebesar -0,405. Dengan demikian, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima pasien, maka semakin positif citra tubuh pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan citra tubuh pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Diharapkan keluarga dapat mempertahankan dan meningkatkan dukungan keluarga agar citra tubuh pasien juga dapat dipertahankan dan ditingkatkan.  
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMILIHAN KONTRASEPSI IUD : LITERATURE REVIEW Lailatul Kamariah; Is Susiloningtyas
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.59656

Abstract

Penggunaan intrauterine device (IUD) sebagai metode kontrasepsi jangka panjang yang sangat efektif, reversibel, dan tidak memerlukan kepatuhan harian masih lebih rendah dibandingkan kontrasepsi hormonal jangka pendek. Rendahnya pemilihan IUD berkaitan dengan keterbatasan pengetahuan, persepsi mengenai efek samping, serta keterlibatan suami dalam pengambilan keputusan reproduksi. Kajian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan ibu dan dukungan suami dengan pemilihan kontrasepsi IUD. Penelitian menggunakan desain literature review dengan penelusuran artikel pada Google Scholar, PubMed, dan ProQuest. Artikel dibatasi pada penelitian primer berbahasa Indonesia atau Inggris, tersedia dalam teks lengkap, terbit tahun 2021–2026, tidak terduplikasi, dan membahas pengetahuan ibu atau dukungan suami dalam pemilihan maupun penggunaan IUD. Data diekstraksi menggunakan lembar telaah yang mencakup penulis, lokasi, desain, sampel, instrumen, analisis statistik, dan temuan utama, kemudian disintesis secara naratif. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria, dengan desain yang didominasi cross-sectional serta analisis chi-square dan regresi logistik. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu yang baik berhubungan dengan pemilihan IUD, karena meningkatkan pemahaman mengenai efektivitas, keamanan, manfaat, dan efek samping. Dukungan suami berupa persetujuan, pemberian informasi, dukungan emosional, dan keterlibatan dalam diskusi juga meningkatkan kemungkinan penggunaan IUD. Meskipun terdapat temuan yang tidak signifikan pada sebagian kecil studi, pola keseluruhan menunjukkan konsistensi hubungan kedua faktor tersebut. Edukasi kontrasepsi perlu diberikan kepada ibu dan suami secara bersamaan agar keputusan penggunaan IUD didasarkan pada informasi yang benar dan kesepakatan pasangan.
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN LOGISTIK KAMAR OBAT MENGGUNAKAN METODE TURN OVER RATIO (TOR) DI RUMAH SAKIT X Muthia Azdzikra; Afif Kurniawan; Yura Witsqa Firmansyah; Hilda Dea Revani
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60724

Abstract

Pengelolaan persediaan logistik kamar obat merupakan aspek penting dalam mendukung pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pengendalian persediaan yang tidak optimal dapat menyebabkan kekurangan stok (stock out) maupun kelebihan stok (overstock) yang berdampak pada efektivitas pelayanan dan efisiensi biaya. Salah satu metode yang digunakan untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian persediaan adalah Turn Over Ratio (TOR), yaitu indikator yang menggambarkan tingkat perputaran persediaan obat dalam periode tertentu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian persediaan logistik kamar obat menggunakan metode TOR di RS X. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif yang didukung data kuantitatif. Sampel penelitian berupa data persediaan dan pemakaian obat periode April 2025–April 2026 serta lima informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Nilai TOR dihitung dengan membandingkan jumlah pemakaian obat terhadap rata-rata persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metformin memiliki nilai TOR tertinggi sebesar 12,22 kali per tahun, diikuti Sukralfat sebesar 10,55 kali per tahun, dan Mefinal sebesar 8 kali per tahun. Sementara itu, Asam Mefenamat (1,2), Cetirizin (6,4), Candesartan (5,18), dan Ondansetron (3,69) memiliki nilai TOR di bawah standar sehingga menunjukkan perputaran persediaan yang lambat dan potensi penumpukan stok. Disimpulkan bahwa pengendalian persediaan logistik kamar obat di RS X belum sepenuhnya optimal. Evaluasi TOR secara berkala, peningkatan akurasi perencanaan kebutuhan, serta penguatan monitoring persediaan diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan logistik dan menjamin ketersediaan obat.
INTERVENSI GIZI BERBASIS MORINGA UNTUK LANSIA HIPERTENSI DI DESA RAMBONG, KABUPATEN ACEH BARAT Salma Alfina Putri Nada; Defi Selvianita; Putri Amalina Nafisa; Lia Awwalul Majida; Wiji Indah Lestari; Wanda Khairun Nasirin
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk efektivitas intervensi gizi berbasis kelor melalui edukasi hipertensi dan pemberian makanan tambahan (PMT) perkedel kentang daun kelor rendah garam terhadap pengetahuan dan tekanan darah lansia di Desa Rambong, Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan desain intervensi komunitas dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, dengan total 21 lansia yang berpartisipasi dalam penelitian. Intervensi dilakukan melalui edukasi gizi tentang hipertensi dan pemberian PMT berupa perkedel kentang daun kelor rendah garam. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase.66,7% responden berjenis kelamin perempuan (66,7%) berusia 60–74 tahun (81,0%). Sebelum intervensi, sebanyak 66,7% lansia mengalami hipertensi. Status gizi normal ditemukan pada 61,9% responden, namun masih ditemukan masalah gizi kurang dan gizi lebih. Setelah intervensi, proporsi lansia dengan tekanan darah normal meningkat dari 33,3% menjadi 52,9%, sedangkan proporsi hipertensi menurun dari 66,7% menjadi 47,1%. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan, yang disebabkan oleh pergeseran skor dari kategori rendah pada pretest menjadi kategori tinggi pada post-test, dengan 50,0% peserta memperoleh skor maksimal. Intervensi gizi berbasis kelor yang dikombinasikan dengan edukasi hipertensi mampu meningkatkan pengetahuan lansia dan mendukung perbaikan status tekanan darah. Pemanfaatan daun kelor sebagai pangan lokal fungsional berpotensi menjadi strategi yang efektif dan berkelanjutan dalam upaya pengendalian hipertensi pada lansia di masyarakat.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO K3 DI RUANG FILING RS BUNDA SEJATI Ressa Yesika; Puteri Fannya; Daniel Happy Putra; Dina Sonia
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60969

Abstract

Manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan upaya sistematis untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan potensi bahaya guna mengurangi risiko kecelakaan kerja serta mencegah penyakit akibat kerja. Ruang filing rekam medis di rumah sakit memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat memengaruhi keselamatan dan kesehatan petugas dalam melaksanakan pekerjaannya. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko K3 di ruang filing perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko yang dapat mengganggu keselamatan kerja petugas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko K3 di ruang filing RS Bunda Sejati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penilaian tingkat risiko dilakukan menggunakan matriks risiko berdasarkan tingkat kemungkinan (likelihood) dan tingkat keparahan (severity). Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap tiga petugas filing serta kepala unit rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat risiko K3 yang dikelompokkan ke dalam kategori risiko fisik dan risiko ergonomis. Risiko dengan prioritas tertinggi adalah sakit pinggang dan kelelahan otot akibat postur kerja yang kurang ergonomis. Prioritas berikutnya adalah risiko tergores saat mengambil atau mengembalikan berkas rekam medis ke rak, sedangkan risiko lainnya meliputi tertimpa berkas rekam medis akibat rak yang penuh serta terjatuh dari tangga saat mengambil berkas pada rak yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, masih terdapat risiko K3 di ruang filing RS Bunda Sejati yang memerlukan pengendalian sesuai dengan hierarki pengendalian risiko agar keselamatan dan kesehatan kerja petugas dapat ditingkatkan.