cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 430 Documents
Pewarisan Karakter Kualitatif Populasi F2 Persilangan Seroja IPB X Peter Pepper dalam Rangka Perakitan Cabai Hias di Universitas Siliwangi Hakim, Abdul; Benatar, Gilang Vaza; Yuliyani, Leny
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.101473

Abstract

Cabai, selain dimakan, dapat pula berfungsi sebagai tanaman hias yang mempunyai nilai keindahan. Berbagai nilai estetika yang dapat diambil antara lain adalah karakter pemendekan ruas, posisi bunga, dan warna buah muda. Pola warisan karakter itu diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan seleksi. Informasi itu dimanfaatkan agar proses seleksi menjadi lebih efisien. Ciri pemendekan ruas pada tanaman cabai akan menjadikan bentuk tajuknya menjadi perdu, hal ini tentunya sangat menarik karena buah cabai akan terkelompok, posisi bunga dan warna buah muda juga dapat meningkatkan keindahan tanaman cabai hias. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai pola pewarisan karakter kualitatif yang berhubungan dengan pemendekan ruas, posisi bunga, dan warna buah muda sebagai kriteria seleksi dalam proses pemilihan calon cabai hias. Tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah populasi tetua betina (P1) Seroja IPB yang memiliki karakter pemendekan ruas, posisi bunga tegak, dan warna buah hijau kekuningan, sedangkan tetua jantan (P2) Peter Pepper memiliki karakter buah berwarna hijau tua dan bentuk buah yang unik. Populasi dari tanaman cabai yang digunakan terdiri dari P1, P2, F1, dan F2. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-kuadrat untuk menetapkan rasio Mendel dalam populasi F2. Temuan penelitian mengindikasikan semua karakter yang dipengaruhi oleh satu gen. Seluruh karakter diatur oleh satu gen dengan rasio 3 (dominan): 1 (resesif). Karakter pemendekan ruas, posisi bunga tegak, dan warna buah hijau tua adalah karakter yang bersifat resesif. Karakter resesif ini akan berguna sebagai kriteria seleksi karena tanaman hasil seleksi yang ditanam di generasi berikutnya tidak akan mengalami segregasi, sehingga tanaman akan lebih cepat seragam.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Bawang Bombay Merah (Allium cepa L.) terhadap Total Fenolik dan Aktivitas Antioksidan Tanaman Telang (Clitoria ternatea L.) Anggarani, Mirwa Adiprahara; Mahfudhah, Dzikra Nasyaya
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.101541

Abstract

Pemanfaatan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) sebagai langkah optimalisasi budidaya tanaman bunga telang (Clitoria ternatea L.) yang khasiatnya telah dikenal massif di tengah-tengah masyarakat diperlukan untuk semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas bunga telang, sehingga nilai ekonomi bunga telang juga akan semakin bertambah, utamanya dalam konteks budidaya tanaman dan pengembangan industri pertanian. Penggunaan ZPT alami yang lebih ramah lingkungan dan harga terjangkau jika dibandingkan dengan ZPT sintetik yang berpotensi mencemari lingkungan dalam jangka panjang menjadi salah satu opsi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ZPT alami bawang bombay merah (Allium cepa L.) terhadap total fenolik dan aktivitas antioksidan bunga telang. Budidaya bunga telang dilaksanakan di Desa Burneh, Bangkalan Madura pada bulan Juni 2023 sampai Oktober 2023. Metode penelitian ini berbasis kuantitatif, dengan rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, yakni variasi konsentrasi ZPT terdiri dari 0% sebagai kontrol, 1%, 3%, 5%, 7%, dan 10%, dimana masing-masing konsentrasi direplikasi 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ZPT alami berpengaruh positif terhadap total fenolik dan aktivitas antioksidan bunga telang, dimana hasil tertinggi diperoleh pada variasi konsentrasi ZPT 10% dengan total fenolik sebesar 21,570 mgGAE/g ekstrak dan nilai IC50 sebesar 51,04 ppm yang termasuk kategori antioksidan kuat.
Keragaman Karakteristik Pembungaan dan Hasil Beberapa Hibrida Semangka (Citrullus lanatus Thunb. Matsum. & Nakai) Hasil Persilangan Puncak Aswat, Amarilla; Dewi Hayati, PK; Sutoyo, Sutoyo; Gustian, Gustian; Hidayat, Cecep Taupik; Kuswandi, Kuswandi
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.102596

Abstract

Varietas semangka hibrida memiliki produktivitas dan keseragaman yang tinggi sehingga diminati oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beberapa hibrida hasil persilangan antara galur inbrida dengan varietas Serif Saga Agrihorti (SSA) sebagai tetua jantan. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan, melibatkan 12 hibrida hasil topcross dan Serif Saga Agrihorti (SSA) sebagai satu varietas pembanding. Semua genotipe ditanam di lapangan dengan mengikuti praktik agronomi semangka yang standar. Karakteristik yang diamati meliputi waktu berbunga jantan dan betina, umur panen, serta diameter dan bobot buah, ketebalan kulit buah, tingkat kemanisan, dan jumlah biji fertil dan biji steril. Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Variabilitas genotipik dan fenotipik, heritabilitas dan koefisien korelasi genotipik dan fenotipik  karakter, diestimasi berdasarkan partisi nilai ragam dari ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan variabilitas genetik yang luas pada karakter umur berbunga jantan dan betina, serta bobot buah. Nilai duga heritabilitas yang tinggi diperoleh pada karakter umur berbunga jantan dan betina, bobot buah, diameter buah dan jumlah biji fertil. Empat genotipe hibrida yaitu G1, G6, G8, dan G10, menunjukkan bobot buah dan tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan varietas SSA. Berdasarkan heritabilitas yang tinggi pada karakter bobot buah, maka keempat hibrida ini berpotensi untuk dikembangkan menjadi varietas semangka hibrida baru atau dimanfaatkan sebagai populasi dasar untuk perakitan varietas bersari bebas. 
Induksi dan Regenerasi Embrio Somatik Empat Jenis Ubi Kayu Menggunakan Beberapa Konsentrasi Pikloram Rahman, Nur Hamidar; Azizi, Alfia Annur Aini; Hartati, Sri; Saribanon, Nonon
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.103053

Abstract

Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan tanaman pokok penting di negara tropis. Di Indonesia, komoditas ini merupakan bahan pangan yang sangat popular dan banyak digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai produk pangan olahan dan industri. Produksi kalus embriogenik yang dapat beregenerasi akan berguna dalam program pemuliaan bioteknologi untuk perbanyakan tanaman. Frekuensi tinggi pada pembentukan kalus embriogenik merupakan langkah kunci dalam sistem regenerasi ubi kayu khususnya untuk mendukung program pemuliaan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pikloram terhadap pembentukan kalus dan regenerasi embrio somatik pada empat jenis ubi kayu. Leaf lobe yang berasal dari kultur in vitro digunakan sebagai eksplan untuk menginduksi kalus embriogenik pada media dasar MS dengan empat tingkat konsentrasi pikloram yaitu 3 mg/l, 5 mg/l, 10 mg/l, dan 12 mg/l. Evaluasi efisiensi produksi embrio somatik dilakukan berdasarkan persentase kalus embriogenik yang terbentuk dalam setiap perlakuan. Kalus embrio somatik selanjutnya dipindahkan ke media maturasi MSN ( 1 mg/ml MS+NAA +1 mg/l  CuSO4.) Setelah tumbuh kotiledon pada media MSN, dipindahkan ke media MS yang mengandung 1 mg/l BAP.  Pendewasaan tunas dilakukan pada media MS tanpa ZPT selama 5 -7 minggu. Aklimatisasi dilakukan pada media tanam yang terdiri dari tanah:kompos (1:1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan media MS yang mengandung pikloram pada konsentrasi 3 mg/l, 5 mg/l, 10 mg/l, dan 12 mg/l dapat menginduksi pembentukan kalus dari eksplan leaf lobe ubi kayu Adira 4, Carvita 25, Manggu dan Menti menghasilkan persentase eksplan berkalus 100 %, sedangkan pada media kontrol (tanpa pikloram)  tidak menghasilkan kalus. Pada semua konsentrasi pikloram yang diuji, keempat jenis ubi kayu dapat membentuk kalus embriogenik. Persentase pembentukan kalus embriogenik tertinggi yaitu sebesar 83,3% diperoleh pada media MS yang mengandung 5 mg/l pikloram untuk Carvita 25 dan Menti. Waktu tercepat untuk pembentukan kalus  embriogenik  adalah 12 hari dan paling lama adalah 51 hari. Formulasi media untuk regenerasi ubi kayu melalui jalur embrio somatik yang diperoleh dari penelitian ini akan bermanfaat untuk produksi bibit ubi kayu dan juga bisa digunakan untuk transformasi genetik untuk perbaikan kualitas ubi kayu.
Pengaruh Kombinasi Pupuk NPK dan Mikoriza Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merril) Varietas Devon 1 Zaenul Maknun; Dyah Weny Respatie; Haviah Hafidhotul Ilmiah
Vegetalika Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.82229

Abstract

Devon 1 is a high-yielding soybean variety with high isoflavone content. To increase the growth and yield of Devon 1 soybean variety, the use of environmentally friendly    fertilizers is needed. This study aims to determine the optimal combination of NPK fertilizer and mycorrhizal to increase the growth and yield of Devon 1 soybean variety. The research was conducted from October 2021 to January 2022 at Tri Dharma Experimental Farm, Faculty of Agriculture UGM, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. This study used a single factor randomized complete block design (RCBD) with three blocks as replications. The treatments were as follows: no fertilizer or control, 100% NPK, mycorrhizal, 25% NPK + mycorrhizal, 50% NPK + mycorrhizal, and 75% NPK + mycorrhizal. The results showed that the treatment combination of 75% NPK + mycorrhizal produced the highest leaf area and shoot dry weight at six weeks after planting, the highest seed yield (3.16 t.ha-1), and the highest flavonoid content (367 μg.g-1).
Tanggapan Pertumbuhan dan Hasil Varietas Jagung Hibrida terhadap Pemupukan Nitrogen dalam Sistem Agroforestri Surya Adam Yoga Aditya; Dody Kastono; Taufan Alam
Vegetalika Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.99532

Abstract

The main issue with hybrid maize is its low nitrogen uptake, ranging from 30% to 50%. This study aims to improve nitrogen fertilization efficiency by selecting hybrid maize varieties in an agroforestry system. The research was conducted from January to April 2024 at the Menggoran Forest Management Resort (RPH Menggoran), Playen, Gunungkidul, Yogyakarta. A split-plot experimental design was employed, with 15 hybrid maize varieties as the main plot and urea fertilization as the subplot. The results revealed that nitrogen fertilization in the agroforestry system increased grain weight by 25%–68% compared to no fertilization. The highest grain weight was observed in the Pertiwi 6 and KS-89 Monster varieties, even without nitrogen fertilization. Meanwhile, the ADV Jago, Bomber R101, Turbo B-59, Si Tampan, and Twinn 1 varieties produced high grain weights when nitrogen fertilizer was applied.
Keragaman Genetik Aksesi Tanaman Kunyit (Curcuma longa L.) Berdasarkan Penanda Molekuler Simple Sequence Repeat (SSR) Muthia Hanin Afidani; Noor Farid; Eka Oktaviani
Vegetalika Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.99927

Abstract

A plant breeding program for turmeric (Curcuma longa L.) development is required to fulfil the pharmaceutical industry's demand. Understanding genetic diversity is the initial step in selecting the parents in plant breeding. Selection assisted by molecular markers, specifically Simple Sequence Repeat (SSR), can be used to obtain genetic information. However, genetic information on turmeric based on SSR markers in Indonesia is still limited. This study aimed to determine the genetic diversity and relationship of six accessions of turmeric using 4 (four) SSR primers. This study was conducted from October 2023 to January 2024 at the Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman. The result showed that the CuMiSat-19, CuMiSat-20, and CuMiSat-29 primers were informative based on the electrophoresis band polymorphism. The CuMiSat-19 primer generated the highest PIC value (0,88), followed by CuMiSat-20 (0,80) and CuMiSat-29 (0,74). While CuMiSat-23 did not produce polymorphism, the PIC value was 0. The dendrogram classified six turmeric accessions into the two clusters with a Jaccard correlation coefficient range of 0.11-0.33. Cluster I consisted of accession A (Ponorogo), accession C (Gresik), accession D (Indramayu), and accession B (Semarang). Cluster II grouped accession E (Banyumas) and accession F (Bogor). Based on the polymorphism and similarity coefficient, turmeric accessions have a wide range of genetic diversity. Turmeric in different clusters is a potential germplasm that can be utilized to broaden genetic diversity in plant breeding programs.
Optimasi Waktu Aplikasi Dan Jenis Trichoderma Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung Dan Perkembangan Penyakit Hawar Pelepah (Rhizoctonia Solani) Pada Jagung Varietas Lokal Momala Rida Iswati; Nurul Khozib; Angry Pratama Solihin; Asnawi Asnawi
Vegetalika Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.100118

Abstract

Maize sheath blight disease caused by Rhizoctonia solani is one of the important maize plant diseases and threatens the potential of local maize production. One of the control efforts is with the biological agent Trichoderma. The type and time of application of Trichoderma are the keys to effective control. This study aims to identify the combination of treatments between the type and time of optimal Trichoderma application. This study was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with a treatment combining the type of Trichoderma (T1 = T. asperellum TZ11MO1, T2 = T. harzianum) with the treatment time (W1 = before planting, W2 = after planting) so that the combination of treatments becomes T1W1, T1W2, T2W1, T2W2 added with positive (K+) and negative (K-) controls and repeated four times. The results showed that the combination of treatments of the type and time of application of Trichoderma had the same effect on the growth of maize plants and the T1W1 treatment showed the best effect as a biological agent on the incubation period, disease incidence and intensity of R. solani sheath blight disease attacks on the Momala variety.
Evaluasi Pertumbuhan dan Produktivitas Tiga Calon Kultivar Hibrida Jagung Manis (Zea mays L. Var. Saccharata) Hafinda Niantama; Erlina Ambarwati, S.P., M.P.; Rani Agustina Wulandari
Vegetalika Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.101451

Abstract

Plant characteristics are typically qualitative and quantitative traits that can be used as a standard for comparing other plants. The purpose of this study is to evaluate the growth and yield performance of three sweet corn promising hybrid cultivars and determine which sweet corn promising hybrid cultivars perform similarly to five commercial sweet corn hybrids as a control. The research was conducted at Karang Asam, Sendangtirto, Berbah, Sleman on November 2023–January 2024. The genotypes tested included three promising sweet corn hybrid cultivars, ANPF1 01, ANPF1 02, and ANPF1 03, as well as five commercial sweet corn hybrids used as control cultivars: Talenta, Jambore, So Sweet, Royal 76, and RS 8. The genotypes were distributed in a randomized complete block design with four replications. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). If there were any significant differences, Tukey's HSD test was used at a 95% confidence level. The results showed that the promising hybrid cultivars ANPF 01, ANPF 02, and ANPF 03 performed similarly in terms of growth, yield, and quality (sweetness) to the five control commercial hybrids. ANPF 01, ANPF 02, and ANPF 03 are potential hybrid cultivars that could increase the diversity of sweet corn hybrid cultivars.
Korelasi Karakter Morfologis dengan Fisiologis Biji Famili Asteraceae di Kaki Gunung Ungaran Olivia, Theresia Bianca Lucretia; Suedy, Sri Widodo Agung; Saptiningsih, Endang
Vegetalika Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.102886

Abstract

The Asteraceae family has a wide distribution supported by its adaptive capabilities, including seed morphological traits that influence physiological performance. This study aims to determine the morphological characteristics, physiological performance of seeds, and their correlation in members of the Asteraceae family at the foothills of Mount Ungaran. The findings of this study can also be applied and provide opportunities for further research on seed physiology, particularly in Asteraceae species. The observed parameters in this study include morphological traits (growth habit, achene type, achene length, pappus type, and pappus length) and physiological traits (maturation period, imbibition, germination percentage, germination rate, mean germination time, and vigor) in Asteraceae species at the foothills of Mount Ungaran. The study employs analysis of variance (ANOVA) and Principal Component Analysis (PCA) to assess the significant influence of species differences on seed physiological traits and the strong correlation between morphological and physiological characteristics. Species variation significantly affects seed trait diversity, with morphology playing a crucial role in determining physiological performance and supporting adaptive strategies for survival.