cover
Contact Name
Heni Indrayani
Contact Email
al-misykah@radenfatah.ac.id
Phone
+6285369830773
Journal Mail Official
Al-misykah@radenfatah.ac.id
Editorial Address
Program Studi Al-Quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin and Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir
ISSN : -     EISSN : 28093305     DOI : https://doi.org/10.19109/almisykah
Kajian Al-Qur’an, Ilmu Al-Qur’an, Living Qur’an, dan Metodologi Kajian Al-Qur’an dan Tafsir.
Articles 71 Documents
Ekspektasi Orang Tua Terhadap Anak Perspektif Tafsir Virtual: Kajian Akun Instagram @quranreview Pelu, Nadhlif; Firdaus, Nadya Fitri
Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2025): Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/almisykah.v6i2.26697

Abstract

These day, parents’ expectations of their children often draw scrutiny from various quarters. This is because some of these expectations contain realistic demands and others tend to be unrealistic. In the Qur’an, parents’ expectations of their children are not expessed, but are prayed for through prayer. These expectations tend to lead to parents’ good wishes for their children in the afterlife. If we look at the context of life today, the reality is much different. The majority of today’s parents have high expectations of their children and even verbalize them. This will certainly burden the psychological and academic conditions of children. The purpose of this research is to analyze parents’ expectations of their children from perspective of the science of the Qur’an and tafseer, and how the concept is presented in the content of the @quranreview Instagram account. This research is qualitative and use content analysis. The results show that there is significant difference between the expectations of parents as stated in the Qur’an and the current social reality. Parents’ expectations through the Qur’anic approach prioritize prayer nd sincerity. But when viewed through a modern social approach, these expectations often contain unrealistic burdens, so that the child gets inner pressure in meeting these high expectations
Analisis Rasm dalam Manuskrip Mushaf Al-Qur’an LSM MJ 004 Surat Al-Isra’ Di Perpustakaan Masjid Lasem Sholihah; Zusrul Hana; Ahmad Saerozi
Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2025): Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/almisykah.v6i1.27921

Abstract

penelitian ini menelusuri mushaf Al-Qur'an LSM MJ 004 yang disimpan di Museum Masjid Jami' Lasem, Rembang, Jawa Tengah, dengan fokus pada latar belakang sejarah rasm  Utsmani serta penerapan-penerapan kaidah penulisannya. permasalahan utama yang diangkat adalah munculnya perbedaan bacaan Al-Qur'an pada masa Khalifah Utsman bin Affan yang mendorong standarisasi mushaf melalui penyusunan mushaf Utsmani. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dua metode utama: field research melalui observasi langsung dan wawancara dilokasi manuskrip, serta library research melalui studi  pustaka literatur terkau rasm utsmani. hasil analisi menunjukkan bahwa mushaf LSM MJ 004 menggunakan kombinasi anatara rasm Utsmani dan rasm imla'i, dengan dominasi penetrapan rasm utsmani. dalam surah Al-Isra', ditemukan 27 lafaz yang mencermikan perpaduan kedua rasm tersebut. kaidah-kaidah rasm ustmani yang diterapakan mengacu kepada enam kaidah utama menurut imam Jalaluddin as-suyuthi dalam al-itqon fi ulum al-Qur'an yaitu kaidah hadzf, al-ziyadah, al-hamzah, badal. washal wa fashl, dan kaidah ma fihi qira'atani wa kutiba 'ala ihdahuma. kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa meskipun terdapat pengaruh rasm imla'i, mushaf ini secara keseluruhan tetap menunjukkan karakateristik kuat dari rasm utsmani.
Konsep Kebenaran Persepektif Ulul Albab Nazila, Hikmatun; Suci Ramadhona; Muhammad Thariq Arsyad; Komarudin Sassi
Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2025): Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/almisykah.v6i1.28794

Abstract

Konsep kebenaran dalam perspektif Ulul Albab menjadi penting untuk dikaji di tengah arus globalisasi informasi yang seringkali menimbulkan kebingungan antara kebenaran dan kebatilan. Ulul Albab dalam Al-Qur'an digambarkan sebagai sosok berilmu yang mampu memadukan daya pikir rasional dengan kepekaan hati dalam memahami tanda-tanda kebenaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna kebenaran dalam surah Ar-ra'd ayat 19 melalui pendekatan historis dan metode tafsir tahlili. Kajian dimulai dari penelusuran asbabun nuzul ayat, lalu dilanjutkan dengan penafsiran oleh para mufasir klasik dan kontemporer, serta dianalisis relevansinya dalam konteks kehidupan modern. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kebenaran tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga ditangkap melalui kesadaran intelektual dan spiritual. Ulul Albab merupakan representasi manusia ideal yang mampu mengintegrasikan Wahyu dan akal untuk mencapai kebenaran yang sejati. Dalam konteks kontemporer, nilai-nilai Ulul Albab relevan untuk membentuk karakter berpikir kritis, adil, dan berorientasi pada nilai-nilai transendental. Penelitian ini menegaskan bahwa kebenaran yang hakiki hanya dapat dicapai melalui
Telaah Prinsip Al-‘Ibratu bi ‘Umūmil Lafzhi dalam Ushulut Tafsir Perspektif Tafsir Keindonesiaan Aulia, Evi; Eva Aulia, Evi; Dasuki , Ahmad; Nor Aisyah; Nadia Andini
Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2025): Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/almisykah.v6i1.28881

Abstract

Artikel ini mengkaji penerapan prinsip penafsiran al-‘ibratu bi ‘umūmil lafzhi lā bi khuṣūṣis sabab dalam konteks keindonesiaan, dengan fokus pada penafsiran M. Quraish Shihab terhadap Surah Al-Mā’idah ayat 38. Melalui pendekatan studi pustaka kualitatif, penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip yang menegaskan keumuman lafaz Al-Qur’an, meskipun memiliki sebab turunnya yang khusus, menjadi jembatan antara teks Al-Qur’an yang universal dengan realitas sosial hukum Indonesia yang majemuk. Quraish Shihab menegaskan bahwa hukum dalam ayat tersebut bersifat umum, tetapi penerapannya memerlukan persyaratan yang ketat, keadilan peradilan, dan pertimbangan sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan kontekstual Quraish Shihab menghadirkan model tafsir transformatif yang tetap berlandaskan teks, namun terbuka terhadap dinamika lokal. Tafsir seperti ini mencerminkan upaya intelektual Nusantara untuk mengaktualkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam realitas Indonesia.
Telaah Prinsip Al-‘Ibratu bi ‘Umūmil Lafzhi dalam Ushulut Tafsir Perspektif Tafsir Keindonesiaan Aulia, Evi; Dasuki, Ahmad; Evi Aulia, Evi; Dasuki , Ahmad; Nor Aisyah; Nadia Andini
Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2025): Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/almisykah.v6i1.29516

Abstract

Artikel ini mengkaji penerapan prinsip penafsiran al-‘ibratu bi ‘umūmil lafzhi lā bi khuṣūṣis sabab dalam konteks keindonesiaan, dengan fokus pada penafsiran M. Quraish Shihab terhadap Surah Al-Mā’idah ayat 38. Melalui pendekatan studi pustaka kualitatif, penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip yang menegaskan keumuman lafaz Al-Qur’an, meskipun memiliki sebab turunnya yang khusus, menjadi jembatan antara teks Al-Qur’an yang universal dengan realitas sosial hukum Indonesia yang majemuk. Quraish Shihab menegaskan bahwa hukum dalam ayat tersebut bersifat umum, tetapi penerapannya memerlukan persyaratan yang ketat, keadilan peradilan, dan pertimbangan sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan kontekstual Quraish Shihab menghadirkan model tafsir transformatif yang tetap berlandaskan teks, namun terbuka terhadap dinamika lokal. Tafsir seperti ini mencerminkan upaya intelektual Nusantara untuk mengaktualkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam realitas Indonesia.
Representasi Nilai Ikhlas Dalam Film Qodrat 2 (Studi Tematik Ayat Ikhlas) Lulu Khairunnisa; Islamiyah
Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2025): Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/almisykah.v6i1.29623

Abstract

Perkembangan digital berdampak pada penyebaran Islam hingga ke industri film. Salah satunya film Qodrat 2 film horror Indonesia yang disutradarai Charles Gozali. Banyak ayat, doa, dan dzikir yang mengiringi film ini. Ikhlas dalam film ini tidak hanya terfokus pada ikhlas kepada segala kesulitan yang menghampiri, tetapi juga pesan ikhlas yang lebih luas dan dalam. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengungkapkan dan menjelaskan nilai-nilai ikhlas dalam film Qodrat. Kajian ini menggunakan penelitian library research, dengan melakukan analisis isi serta dikaitkan dengan konsep maqashid syariah. Menggunakan metode tematik dengan langkah-langkah yang dirumuskan oleh 'Abd al-Hayy al-Farmawi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna ikhlas yang terkandung di dalam film Qodrat 2 senafas dengan penafsiran Penyajian nilai ikhlas dalam film sesuai pada QS. al-Hijr ayat 40, QS. al-Ikhlas, dan QS. al-Hajj ayat 31. QS. al-Hajj ayat 31, salah satu ayat yang menggambarkan adegan Azizah yang depresi karena kematian putra dan suaminya serta mendapatkan kesulitan setelah memohon pertolongan kepada iblis. Tokoh digambarkan dengan jiwa yang tidak tenang dipenuhi rasa bersalah. Azizah kehilangan arah dan arti hidup ”seakan-akan dia jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh”.
Transformasi Sosial dan Relasi Budaya dalam Perkembangan  Kajian Teoritis Tafsir di Indonesia Ni'am, Ahmad Miftahun; Miftahun Ni'am, Ahmad
Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2025): Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/almisykah.v6i1.29979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana teknologi digital memberikan manfaat sekaligus tantangan bagi kajian tafsir di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi dan analisis wacana untuk mengkaji bagaimana transformasi sosial dan relasi budaya dalam era digital mempengaruhi perkembangan kajian tafsir. Hasil dari peneliatin ini menunjukkan bahwasanya kajian tafsir yang sebelumnya terbatas pada majelis ilmu dan institusi akademik kini semakin luas melalui media sosial, yang tadinya pembelajaran dilaksanakan secara langsung menjadi tidak langsung lewat konten gambar, video dan berbagai tulisan di berbagai website.  Tokoh agama dan akademisi kini bersaing dengan kecerdasan buatan dan berbagai content creator yang kurang mendalami ilmu tafsir. Kredibilitas sumber menjadi tantangan utama, karena meningkatnya kesalahan penafsiran pada konten yang tersebar. Hal ini mengharuskan masyarakat untuk lebih selektif dalam menyaring informasi agar tidak terjebak dalam memahami ayat al-Qur’an.  Dari segi dampak sosial, kajian tafsir kini tidak hanya berkembang dalam lingkungan akademik dan pesantren, tetapi juga di ruang digital yang lebih inklusif. Secara keseluruhan, transformasi sosial dan relasi budaya digital memberikan dampak yang kompleks terhadap perkembangan tafsir di Indonesia. Sementara teknologi membuka akses dan mempercepat penyebaran ilmu, tantangan terkait kredibilitas sumber, etika diskusi, serta selektivitas dalam menerima informasi tetap harus menjadi perhatian utama agar kajian tafsir tetap menarik, ilmiah dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Nilai-Nilai Keberagaman dalam QS. al-Hujurat [49]: 13:Kajian Hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman Ana Syelviana; Rezwandi
Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2025): Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/almisykah.v6i2.31466

Abstract

This study examines the values of diversity contained in QS. al-Hujurat [49]: 13 using Fazlur Rahman's double movement hermeneutic approach. By using the literature review method, this study analyzes how the double movement method can interpret the meaning of verses from their historical context to find universal moral values that can be applied in modern life. The results of the study show that QS. al-Hujurat [49]: 13 contains very important values of diversity, namely: recognizing and respecting human diversity, understanding that diversity is part of Allah SWT's plan, teaching the importance of knowing and understanding differences and emphasizing that a person's nobility is not determined by nation, tribe, or social status, but by piety and devotion to Allah SWT. then the relevance of QS. al-Hujurat [49]: 13 in this modern context is respecting differences, caring and bridging between cultures.
Konsep Tawakal dalam Tafsir Al Wasith : Studi Surah Al Ma'arij Muhammad Zaky Siregar; Patur Rahman
Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2025): Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/almisykah.v6i2.33426

Abstract

Abstrak   Penelitian kualitatif ini mengkaji konsep tawakal dalam Tafsir Al-Wasith karya Syekh Muhammad Sayyid Thantawi, khususnya pada penafsiran Surah Al-Ma'arij. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan, dengan data primer dari Tafsir Al-Wasith dan data sekunder dari berbagai sumber relevan lainnya. Temuan penelitian mengungkap bahwa Thantawi menafsirkan karakteristik negatif manusia dalam ayat 19-21 yaitu gelisah (halu'a), berkeluh kesah (jazu'a), dan kikir (manu'a) sebagai realitas psikologis-spiritual yang inheren. Thantawi memposisikan shalat yang kontinu dan khusyuk (ayat 22-23) sebagai mekanisme terapi spiritual untuk membangun disiplin diri dan kesadaran transendental. Penelitian menyimpulkan bahwa dalam pandangan Thantawi, tawakal muncul sebagai puncak proses transformatif sebuah kondisi jiwa yang aktif dan tenang setelah melakukan ikhtiar maksimal, yang merepresentasikan respons spiritual yang matang terhadap fluktuasi kehidupan. Kajian ini berkontribusi pada pengembangan model konseling spiritual terpadu berbasis nilai-nilai Qur'ani.
Environmental Degradation In Raja Ampat And The Reforestation Initiative Of Jerhemy Owen: A Qur'anic Perspective On The Dialectic Of Corruption And Restoration In QS. Al-A'Raf: 56 Wildana Anjuma, Kunti; Mukaromah, Kholila
Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2025): Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/almisykah.v6i2.33437

Abstract

        Raja Ampat is recognized as one of the world’s most biodiverse marine and tropical forest conservation areas. However, in recent years, this region has faced severe ecological pressures due to massive natural resource exploitation, particularly through nickel mining activities conducted by PT Gag Nikel. Ironically, amid environmental degradation driven by short-term economic interests, there are still individuals who consciously choose to contribute to ecological restoration efforts, such as reforestation initiatives across various regions of Indonesia. One notable figure is Jerhemy Owen, a content creator and environmental activist, who launched a mission entitled Wenanam—meaning “we plant”—with the goal of planting 10,000 trees throughout Indonesia. Although his actions did not take place directly in Raja Ampat, his movement serves as a moral symbol that hope for ecological recovery remains alive. This phenomenon illustrates the dialectic between fasād (corruption) and iṣlāḥ (restoration) as articulated in the Qur’an, particularly in Surah Al-A‘rāf verse 56, which warns against spreading corruption on earth after God has set it right, and calls for living with a spiritual consciousness grounded in fear (khauf) and hope (ṭamaʿ) in His mercy. This article employs a qualitative method using a thematic tafsir (tafsīr mawḍū‘ī) approach and contextual analysis, referencing classical exegetical sources such as Tafsīr al-Ṭabarī and al-Qurṭubī, as well as contemporary commentaries like Tafsīr al-Misbah and Tafsīr Maudhū‘ī. The study focuses on the ecological paradox in which nature, which ought to be preserved, is instead exploited, while certain individuals strive to repair it with sincerity and moral commitment. As some destroy forests, others are willing to plant thousands of trees as a form of moral responsibility. The findings show that environmental exploitation in Raja Ampat constitutes a violation of the Islamic ecological principle of balance (mīzān), while Jerhemy Owen’s reforestation efforts exemplify the actualization of iṣlāḥ. Therefore, integrating Qur’anic interpretation with environmental activism is essential to constructing an ethical framework for ecological responsibility that is relevant, solution-oriented, and responsive to both local and global environmental crises.