cover
Contact Name
Ali Rahman
Contact Email
ali@uinsgd.ac.id
Phone
+6285721730810
Journal Mail Official
conferences.uinbandung@gmail.com
Editorial Address
Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jl. AH Nasution No.105 Cibiru, Bandung 40614
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Gunung Djati Conference Series
ISSN : 27746585     EISSN : -     DOI : -
Gunung Djati Conference Series merupakan penyedia layanan publikasi dan konferensi berbagai bidang keilmuan yang diterbitkan oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian. Penerbit ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan. Informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui ‘peer-review process’ setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel, kemudian penerbit menyerahkan semua template ke pelaksana konferensi keilmuan. Penerbitan artikel ini dilakukan sesuai kegiatan yang dilaksanakan oleh penyelenggara konferensi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,880 Documents
EFEKTIVITAS ADSORBEN KULIT SINGKONG DALAM PENGUJIAN KUALITAS AIR DI WILAYAH PADALARANG MELALUI METODE ADSORPSI NINIK YUNINGSIH; PUTRI SRI HARYATI; ANIS ENDAH DESTAWATI; ARLIANTY MARLINDA PUTRI
Gunung Djati Conference Series Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kulit singkong (Manihot esculenta) sebagai adsorben alami dalam memperbaiki kualitas air berdasarkan tiga parameter utama, yaitu pH, kadar Fe²⁺, dan kekeruhan. Proses adsorpsi dilakukan terhadap air tercemar yang memiliki kadar awal Fe²⁺ sebesar 245,74 mg/L, pH 4,4 (bersifat asam), dan kekeruhan 25,5 NTU. Setelah proses adsorpsi selama 60 menit menggunakan adsorben kulit singkong, diperoleh hasil bahwa pH meningkat menjadi 6,96; kadar Fe²⁺ menurun signifikan hingga 0,02 mg/L dan nilai kekeruhan menurun menjadi 10 NTU. Pengukuran kadar Fe²⁺ dilakukan menggunakan metode titrasi redoks dengan KMnO₄. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit singkong memiliki efektivitas tinggi dalam menurunkan kandungan Fe²⁺ dan menstabilkan pH air, di mana keduanya telah memenuhi standar baku mutu air menurut Permenkes No. 32 Tahun 2017, yaitu kadar Fe maksimal 1,0 mg/L dan pH antara 6,5–8,5. Namun, parameter kekeruhan belum memenuhi batas standar yang ditetapkan, yaitu maksimal 5 NTU. Temuan ini menunjukkan bahwa kulit singkong merupakan alternatif adsorben yang potensial, terutama untuk pengolahan air dengan kandungan logam besi tinggi. Untuk meningkatkan efektivitas penurunan kekeruhan, perlu dilakukan optimasi proses atau kombinasi dengan metode lain seperti koagulasi atau filtrasi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemanfaatan limbah organik lokal sebagai solusi murah dan ramah lingkungan dalam pengolahan air rumah tangga.
PERAN MAGGOT SEBAGAI PENGURAI SAMPAH ORGANIK DI MAN BANDUNG BARAT: SOLUSI PAKAN TERNAK LELE HANI CAHYA MAULANI
Gunung Djati Conference Series Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah menjadi permasalahan yang mengkhawatirkan karena volume produksi hariannya. Diperlukan pengolahan berkelanjutan untuk menguranginya, terutama sampah organik yang berasal dari sisa makanan siswa. Salah satu metode untuk mengolah sampah organik adalah dengan memanfaatkan larva maggot Black Soldier Fly (BSF). Model pengelolaan sampah organik berbasis maggot dapat mengurangi volume sampah secara signifikan, sekaligus menghasilkan produk yang bernilai, seperti pakan ternak dan pupuk organik. Proses ini melibatkan beberapa tahap, dimulai dari pengumpulan sampah organik, pengolahan menggunakan maggot, hingga pemanfaatan hasil akhir. Maggot mampu menguraikan sampah organik dengan cepat dan efisien, mengubahnya menjadi biomassa yang berguna. Selain itu, pemanfaatan maggot dalam pengelolaan sampah sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yang berfokus pada pengurangan limbah, penggunaan kembali, dan daur ulang material.Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas penguraian sampah organik dengan maggot dan dijadikan pakan budidaya lele yang ada di madrasah. Lalat Black Soldier Fly (BSF) memiliki kandungan nutrisi protein yang mencapai 45-50% dan lemak yang mencapai 24-30%, sehingga dapat dijadikan pakan ternak bernutrisi tinggi. Maggot akan mengurangi pengeluaran pembelian pakan. Dengan penangganan sampah memberikan dampak positif terhadap ligkungan menjadi bersih dan sehat serta dapat mendorong semangat warga madrasah dalam berwirausaha. pengelolaan sampah organik berbasis maggot merupakan langkah strategis dalam mencapai tujuan ekonomi sirkular di MAN Bandung Barat. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KARBON AKTIF DARI KULIT DURIAN (Durio zibethinus Murr.) TERMODIFIKASI KITOSAN-ALGINAT SEBAGAI ADSORBEN ION LOGAM TIMBAL(II) SUSI ANNISAH; Vina Amalia; YUSUF ROHMATULLOH
Gunung Djati Conference Series Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karbon aktif kulit durian merupakan bahan yang memiliki kemampuan dalam menyerap berbagai senyawa dan dikenal sebagai material adsorben yang efektif. Namun, untuk meningkatkan efektifitas dan kapasitas adsorpsi terhadap ion logam berat seperti timbal, diperlukan modifikasi karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan adsorpsi karbon aktif termodifikasi kitosan-alginat terhadap ion logam timbal serta menentukan kapasitas dan efisiensi adsorpsinya. Proses sintesis dimulai dengan aktivasi karbon aktif dari limbah kulit durian menggunakan H3​PO4​. Setelah itu, dilakukan modifikasi dengan pembentukan beads melalui pencampuran hidrogel kitosan dengan CaCl2​ dan hidrogel alginat dengan karbon aktif. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan adanya pergeseran dan penambahan gugus fungsi spesifik pada karbon aktif teraktivasi dan termodifikasi, seperti munculnya regangan asimetris gugus karboksilat (COO-) dari alginat pada 1425,05 cm-1 dan bilangan gelombang 1167 cm-1 yang mengidentifikasi gugus fungsi C-N yang dihasilkan dari kitosan yang mengindikasikan keberhasilan modifikasi permukaan. Uji adsorpsi menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi tertinggi karbon aktif termodifikasi sebesar 62,1905 mg/g dicapai pada variasi massa 0,02 g. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa adsorben karbon aktif kulit durian termodifikasi kitosan-alginat lebih sesuai dengan model isoterm Freundlich yang menandakan bahwa adsorpsi bersifat heterogen.
LOTION TABIR SURYA BERBAHAN DASAR EKSTRAK ETANOL DAUN BASIL HIJAU (Ocimum basilicum) HASNA RIZKIA RAMADHANI; NUNUNG KURNIASIH; TINA DEWI ROSAHDI
Gunung Djati Conference Series Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paparan sinar ultraviolet (UV) secara berlebihan dapat menyebabkan penuaan dini, hiperpigmentasi, hingga kanker kulit. Di sisi lain, penggunaan tabir surya berbahan kimia sintetis sering menimbulkan iritasi, sehingga diperlukan bahan alami yang lebih aman. Daun basil hijau (Ocimum basilicum) mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti flavonoid, tanin, dan terpenoid yang berpotensi sebagai pelindung UV dan antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa fitokimia dalam ekstrak etanol daun basil hijau, mengevaluasi mutu fisik lotion yang diformulasikan, serta menilai tingkat kesukaan panelis terhadap lotion tersebut. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol redes, kemudian dilakukan skrining fitokimia untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder. Lotion diformulasikan dengan konsentrasi ekstrak 0%, 1%, 2%, dan 3% (F0–F3), lalu dilakukan evaluasi mutu berdasarkan parameter SNI 16-4399-1996, seperti uji pH, daya sebar, homogenitas, stabilitas emulsi, bobot jenis, serta cemaran mikroba. Uji kesukaan dilakukan terhadap 40 panelis yang menilai aroma, warna, dan tekstur sediaan. Hasil skrining menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun basil hijau mengandung flavonoid, tanin, saponin, steroid, terpenoid, dan alkaloid. Seluruh formulasi lotion memenuhi standar mutu SNI, dengan pH berkisar 7,1-7,9, homogenitas baik, dan cemaran mikroba di bawah batas maksimum. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa formulasi F2 (2% ekstrak) paling disukai berdasarkan aroma, warna, dan tekstur. Dengan demikian, ekstrak etanol daun basil hijau berpotensi digunakan sebagai bahan aktif alami dalam formulasi lotion tabir surya.
LOTION TABIR SURYA BERBASIS EKSTRAK ETANOL DAUN BASIL UNGU (Ocimum basilicum var. Purpurascens) NAFITA IZZATUL ULYA; NUNUNG KURNIASIH; TINA DEWI ROSAHDI
Gunung Djati Conference Series Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis memiliki paparan sinar matahari tinggi sepanjang tahun, yang dapat meningkatkan risiko gangguan kulit seperti penuaan dini hingga kanker. Lotion tabir surya umum digunakan sebagai pelindung, namun banyak yang masih mengandung bahan kimia sintetis berisiko efek samping dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, penggunaan bahan alami yang lebih aman dan ramah lingkungan menjadi fokus dalam pengembangan lotion tabir surya. Penelitian ini bertujuan menganalisis sediaan lotion tabir surya berbasis ekstrak etanol daun basil ungu. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol, kemudian dilanjutkan dengan uji fitokimia untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder. Formulasi lotion dibuat dalam empat variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 0% untuk F0, 1% untuk F1, 2% untuk F2, dan 3% untuk F3. Evaluasi mutu sediaan lotion dilakukan sesuai SNI 16-4399-1996 tentang sediaan tabir surya melalui uji karakteristik fisik, mikrobiologis, serta preferensi pengguna melalui uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Warna lotion mengalami perubahan seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, dari putih (F0) menjadi hijau tosca (F3), dengan aroma khas daun basil ungu pada formula F1 hingga F3. Tekstur semua sediaan tergolong lembut dan bentuknya berupa krim kental. Seluruh formula memiliki karakteristik homogen, pH dalam rentang 7,2–7,4, daya sebar 6,5–6,8 cm, stabilitas emulsi antara 82,94–87,06%, dan cemaran mikroba jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan. Uji hedonik menunjukkan bahwa formula F1 paling disukai dari segi warna, sedangkan F2 lebih disukai dari segi tekstur dan aroma. Meskipun demikian, seluruh formula memiliki bobot jenis yang melebihi standar SNI (0,95–1,05 g/mL), sehingga perlu diperhatikan dalam pengembangan lebih lanjut.
FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina) ASAL MANOKWARI RAHEL SITOMPUL; SUSILOWATI; FAISAL; SANIA L. YOMAKI; INDRI RUMBAY
Gunung Djati Conference Series Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun Afrika (Vernonia amygdalina) merupakan tanaman obat yang dikenal memiliki berbagai kandungan senyawa bioaktif seperti alkaloid dan flavanoid, yang berperan sebagai antioksidan, antimikroba, antibakteri dan antimalaria. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi golongan metabolit sekunder serta mengevaluasi aktivitas antibakteri dari ekstrak etil asetat daun Afrika yang tumbuh di wilayah Manokwari, Papua Barat. Penelitian ini juga mempertimbangkan kemungkinan adanya perbedaan profil fitokimia akibat pengaruh unsur hara dan karakteristik tanah lokal. Ekstraksi dilakukan melalui metode maserasi dengan pelarut etil asetat, dilanjutkan dengan uji fitokimia kualitatif terhadap alkaloid (Positif pada pereaksi Dragendorff) dan flavanoid (positif pada uji Shinoda). Selanjutnya, uji antibakteri dilakukan terhadap dua bakteri uji, yaitu Escherichia coli (Gram negatif) dan Staphylococcus aureus (Gram positif) menggunakan metode difusi cakram. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat daun Afrika memiliki aktivitas antibakteri lebih kuat terhadap S. Aureus, dengan zona hambat tertinggi sebesar 9,1 cm pada konsentrasi 1000 µg/mL, sedangkan terhadap E. Coli, zona hambat maksimum sebesar 1,21 cm. Temuan ini mendukung potensi pemanfaatan daun Afrika sebagai agen antibakteri alami sekaligus sumber senyawa bioaktif untuk pengembangan obat herbal.
EVALUASI TOKSISITAS EKSTRAK KULIT BATANG MAJAPAHIT (Crescentia cujete) TERHADAP Artemia Sallina LEACH DAN IDENTIFIKASI SENYAWA MENGGUNAKAN LC-MS ELEN VIKELAVIANIS; ARIF SANTOSO; RAHMA DIYAN MARTHA
Gunung Djati Conference Series Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi kimia untuk kanker dapat menimbulkan efek samping yang merugikan. Berdasarkan beberapa penelitian, tanaman obat Crescentia cujete memiliki aktivitas antikanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antikanker dari kulit batang Majapahit terhadap mortalitas larva Artemia salina Leach menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Infusa kulit batang Majapahit dianalisis kandungan senyawa kimianya menggunakan LCMS (Liquid Chromatography Mass Spectrometry), dan analisis toksisitas dilakukan dengan memberikan infusa kulit batang pada konsentrasi 100 ppm hingga 1000 ppm terhadap larva udang yang telah menetas dan diamati selama 24 jam. Mortalitas larva dihitung dalam bentuk nilai probit. Data kemudian dimasukkan ke dalam Excel untuk memperoleh nilai LC50 yang menunjukkan potensi antikanker. Hasil identifikasi senyawa dengan analisis LCMS menemukan empat senyawa kimia dengan puncak tertinggi yaitu kaempferol-3-O-rhamnosida, hesperidin, asam galat, dan rutin. Hasil uji toksisitas akut infusa kulit batang Majapahit terhadap mortalitas Artemia salina Leach menunjukkan aktivitas antikanker dengan nilai LC50 < 1000 ppm, yaitu sebesar 324,339 ppm. Konsentrasi 400 ppm menunjukkan efek toksik yang dapat mewakili nilai LC50.
COOKIES BERBAHAN TEPUNG BIJI KECIPIR (Psopocarpus tetragonolobus L.) DAN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL NAJLA RAFIFAH DLIAULHAQ; NUNUNG KURNIASIH; ASSYIFA JUNITASARI
Gunung Djati Conference Series Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cookies merupakan kue kering berbentuk bulat kecil, bertekstur renyah, dan memiliki rasa manis atau sedikit gurih. Umumnya cookies yang beredar menggunakan bahan utama tepung terigu, namun penggunaannya sebagian besar bergantung pada impor gandum. Selain itu, produk cookies umumnya memiliki kandungan gluten yang tinggi, tetapi rendah kandungan serat dan protein. Sehingga diperlukan alternatif bahan baku lokal yang memiliki potensi gizi dan fungsional yang tinggi untuk mensubstitusi tepung terigu, seperti biji kecipir dan ubi jalar ungu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar proksimat dan mengetahui daya terima cookies berbahan tepung biji kecipir dan ubi jalar ungu. Cookies dengan kombinasi tepung biji kecipir dan ubi jalar ungu dibuat dengan beberapa formulasi yaitu A1 (30%:70%), A2 (40%:60%), A3 (50%:50%), A4 (60%:40%), dan A5 (70%:30%). Pada penelitian ini analisis proksimat yang dilakukan yaitu analisis kadar air (termogravimetri), abu (pengabuan langsung), lemak (soxhletasi), protein (Kjeldahl), karbohidrat (by difference), dan serat kasar (gravimetri) serta uji organoleptik. Hasil analisis proksimat abu, lemak, karbohidrat dan serat kasar akan dibandingkan dengan SNI 01-2973-1992, sedangkan hasil analisis proksimat air dan protein akan dibandingkan dengan SNI 2973:2022. Hasil analisis proksimat yang diperoleh yaitu formulasi A1 (30%:70%) memiliki kandungan abu terendah dan karbohidrat tertinggi masing-masing sebesar 1,21% dan 70,89%, sedangkan formulasi A5 (70%:30%) memiliki kandungan air terendah sebesar 2,93% dan kandungan protein, lemak, dan serat kasar tertinggi masing-masing sebesar 12,72%; 23,24%; dan 5,36%. Hasil uji organoleptik menunjukan cookies dengan penambahan tepung biji kecipir dan ubi jalar ungu yang paling disukai panelis pada parameter warna, rasa, dan tekstur yaitu cookies A3 secara berturut-turut 4,03; 3,77; dan 4,17. Sedangkan untuk parameter aroma terdapat nilai yang sama yaitu pada cookies A3 dan A4 sebesar 3,63.
SINTESIS ZEOLIT SNX MENGGUNAKAN SUMBER SILIKA DARI RUMPUT GAJAH (Pennisetum Purpureum) SEBAGAI KATALIS DALAM ESTERIFIKASI ASAM OLEAT MUHAMAD RIFKI RESNA PERMANA; WAGIN ROSABRUARI; ATTHAR LUQMAN IVANSYAH; SONI SETIADJI
Gunung Djati Conference Series Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katalis telah banyak diaplikasikan di industri karena katalis dapat meningkatkan efisiensi dalam proses pengolahan, seperti dalam produksi biodisel. Zeolit merupakan katalis heterogen, salah satunya adalah zeolit NaX dapat disintesis dari biomassa, seperti dari rumput gajah (Pennisetum purpureum). Zeolit SnX diperoleh dari impregnasi NaX dengan SnCl2. Impregnasi NaX bertujuan untuk meningkatkan situs aktif katalitik, yang mana kedua zeolit ini diujikan pada esterifikasi asam oleat. Metode hidrotermal digunakan untuk menyintesis zeolit NaX dari silika yang bersumber dari rumput gajah. Zeolit NaX dan zeolit SnX dikarakterisasi menggunakaninstrumen XRD dan SEM. Hasil XRD mengkonfirmasi zeolit NaX memiliki 2 theta khas pada 6 – 40°, sedangkan zeolit SnX memiliki 2 theta khas pada 26 – 54° dan menunjukkan kesesuain puncak-puncaknya dengan database IZA. Hasil SEM menunjukkan zeolit NaX memiliki bentuk tetrahedral terpenggal (truncated tetrahedral), sedangkan zeolit SnX memiliki bentuk bulatan. Hasil uji esterifikasi asam oleat dengan variasi berat katalis yang dikatalisis oleh zeolit SnX adalah dapat menurunkan kadar FFA optimum sebesar 74,15%, sedangkan dengan variasi mol etanol penurunan kadar FFA optimum sebesar 85,23%. Dengan demikian zeolit SnX dapatdigunakan sebagai katalis pada percobaan reaksi esterifikasi asam oleat untuk mendapatkan biodiesel karena zeolit SnX dapat menurunkan kadar FFA dalam asam oleat dengan cukup besar.
PENGARUH Na2CO3 DAN NaOH DALAM PEMURNIAN GARAM UNTUK KOSMETIK SRI RAHAYU GUSMARWANI; ANGEL RIZKYARTHA KANAYA
Gunung Djati Conference Series Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garam dapur (NaCl) merupakan bahan baku esensial dalam industri kosmetik, terutama digunakan dalam formulasi produk seperti scrub, sabun mandi, dan masker wajah karena kemampuannya dalam memberikan tekstur, efek abrasif ringan, serta berperan sebagai pengental atau pengikat. Namun, kualitas garam yang digunakan dalam industri kosmetik harus memenuhi standar kemurnian tinggi, khususnya rendahnya kandungan ion-ion pengotor seperti kalsium (Ca2+) dan magnesium (Mg2+). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemurnian garam dengan menghilangkan pengotor logam alkali tanah menggunakan proses rekristalisasi yang dibantu dengan penambahan natrium karbonat (Na2CO3) dan natrium hidroksida (NaOH), serta perlakuan pencucian larutan brine. Variabel yang divariasikan dalam penelitian ini adalah volume penambahan Na2CO3, yaitu sebesar 1,0; 2,0; dan 3,0 mL, pada volume dan konsentrasi larutan brine yang konstan. Proses rekristalisasi dilakukan untuk memisahkan kristal NaCl dari larutan pengotor, diikuti dengan pencucian brine guna mengurangi sisa-sisa larutan yang tertinggal di permukaan kristal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencucian brine efektif menurunkan kadar air dari semula 13,33% menjadi rentang 3,33–6,16%, yang berkontribusi terhadap peningkatan daya simpan garam. Kadar NaCl meningkat signifikan dari 90,54% padagaram awal menjadi hingga 99,37% setelah perlakuan, menunjukkan tingkat pemurnian yang tinggi. Pengotor logam Ca2+ dan Mg2+ juga mengalami penurunan drastis masing-masing hingga 0,0412% dan 0,010011%, mendekati atau telah memenuhi batas maksimum yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk garam konsumsi dan kosmetik. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi penggunaan Na2CO3 dan NaOH berperan penting dalam presipitasi ion Ca2+ dan Mg2+ sebagai endapan tak larut, seperti CaCO3 dan Mg(OH)2, yang kemudian dapat dipisahkan melalui filtrasi dan pencucian. Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemurnian garam serta mengurangi kadar air dan ion pengotor, sehingga menghasilkan produk garam yang sesuai untuk digunakan sebagai bahan baku dalam formulasi kosmetik. Pemurnian ini juga berpotensi memperpanjang daya simpan garam karena kadar air yang rendah dapat mencegah deliquesensi dan pertumbuhan mikroorganisme.

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 59 (2025): Prosiding Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) ke-10 Tahun 2025 Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025 Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020 Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019 Vol. 60 (2025): The 10th Conference Series Learning Class: Religious and Social Humaniora Vol. 55 No. 1 (2025): International Conference on Language Learning and Literature (ICL3) Vol. 54 No. 3 (2025): Mathematics Education on Research Publication (MERP) III Vol. 52 (2025): The 9th Conference Series Learning Class: Religious and Social Humaniora Vol. 50 (2025): The 3rd Students Conference of Social Science, Political Science, and Public Adminis Vol. 56 (2025): Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 51 (2025): SCOPE – Sustainability Conference on People and Environment Vol. 47 (2024): Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) ke-9 Tahun 2024 Vol. 45 (2024): The 2nd Annual Islamic Education Management Conference 2024 Vol. 44 (2024): Seminar Nasional (SEMNAS) Kimia Tahun 2024 Vol. 38 (2024): Seminar Nasional Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) 2023 Vol. 46 (2024): The 8th Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education Vol. 43 (2024): The 7th Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education Vol. 41 (2024): The 6th Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education Vol. 39 (2024): The 2nd Students Conference of Social Science, Political Science, and Public Adminis Vol. 42 (2024): Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 40 (2024): Mathematics Education Research Publication II Vol. 37 (2024): Conference on Participation and Development in Community Creative Industries (CPD-CC Vol. 30 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi ke-4 Tahun 2023 Vol. 36 (2023): Annual Islamic Education Management Conference 2023 Vol. 35 (2023): Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) Tahun 2023 Vol. 34 (2023): Prosiding Seminar Nasional Kimia Tahun 2023 Vol. 33 (2023): Seminar Nasional Pertanian 2023 Vol. 18 (2023): Prosiding Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) Tahun 2022 Vol. 32 (2023): The 5th Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education Vol. 31 (2023): The 4th Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education Vol. 28 (2023): The 3rd Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education Vol. 27 (2023): The 1st Students Conference of Social Science, Political Science, and Public Adminis Vol. 26 (2023): The 1st Arabic Language Learning International Conference (ALLICO) Vol. 21 (2023): The 1st Nurjati Conference Vol. 20 (2023): The 2nd Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education Vol. 19 (2023): The 4th Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies (CISS) Vol. 29 (2023): Conference on Islamic Civilization (CIC) Vol. 25 (2023): Seminar Isu Kontemporer Vol. 24 (2023): Multidisciplinary Research Vol. 23 (2023): Religious Studies Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak Vol. 15 (2022): Prosiding Seminar Nasional Kimia Tahun 2022 Vol. 14 (2022): Mercusuar 2022: Studi Keislaman dan Pemberdayaan Umat Vol. 7 (2022): Seminar Nasional Kimia 2021 Vol. 10 (2022): Islamic Religions Education Conference (IRECON) Series 1 Vol. 9 (2022): The 3rd Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies (CISS) Vol. 8 (2022): The 2nd Conference on Ushuluddin Studies Vol. 17 (2022): Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education Vol. 16 (2022): CATAH: Conference Article of Takhrij Al-Hadith Vol. 13 (2022): The Conference on Islamic Early Childhood Education (CIECE) Vol. 12 (2022): Mathematics Education on Research Publication (MERP I) Vol. 11 (2022): Conference Series Learning Class Vol. 6 (2021): Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) 6 Tahun 2021 Vol. 3 (2021): Mini Seminar Kelas Data Mining 2020 Vol. 2 (2021): Seminar Nasional Tadris Kimiya 2020 Vol. 4 (2021): The 1st Conference on Ushuluddin Studies Vol. 5 (2021): Proceedings Conference on Chemistry and Hadits Studies Vol. 5 (2021): Proceedings Conference on Chemistry and Hadith Studies Vol. 1 (2021): Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies (CISS) More Issue