cover
Contact Name
Sumianto
Contact Email
anto.uptt@gmail.com
Phone
+6285274742619
Journal Mail Official
jurnalirje@gmail.com
Editorial Address
https://irje.org/index.php/irje/EditorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Research Journal on Education
ISSN : 27759482     EISSN : 27758672     DOI : 10.31004/irje.v3i1.357
Indonesian Research Journal on Education is intended as a medium for scientific studies of research results, thoughts, and critical-analytic studies regarding research in the field of education and learning. This is part of the spirit of disseminating knowledge resulting from research and thoughts for service to the wider community. In addition, it is also a source of reference for academics in the field of education and learning, social, and humaniora. Indonesian Research Journal on Education publishes papers regularly three times in a year, in Januari, Mei, and September. All publications in the Indonesian Research Journal on Education journal are open, allowing articles to be available online for free without subscription. Indonesian Research Journal on Education is a multidisciplinary journal, recognizes various approaches, disciplines, methodologies and paradigms. This relates to basic education in general with special attention to improving pedagogical practices, curricular development, and theoretical perspectives. Indonesian Research Journal on Education accepts scientific articles with the scope of research on: A. Education Science Family 1. Sub-Group of Education Science a. Elementary School Teacher Education b. Early Childhood Education (ECE) c. Special Education d. Out of School Education e. Kindergarten Teacher Education f. Educational Psychology g. Educational Measurement and Evaluation h. Curriculum Development i. Education Technology j. Education Administration (Education Management) k. Curriculum and Educational Technology l. Guidance and Counseling m. Other relevant study topics 2. Social Science Education Sub-Cluster a. Pancasila and Citizenship Education b. History Education c. Economic Education d. Geography Education e. Sociology and Anthropology Education f. Accounting Education g. Business Administration Education h. Office Administration Education i. Japanese Language Education j. Sociology Education (Social Science) k. Koperasi Education l. Population and Environmental Education m. Other relevant study topics 3. Sub-Groups Of Math And Science Education Science (MIPA) a. Biology Education b. Mathematics Education c. Physics Education d. Chemistry Education e. Science Education f. Other relevant study topics 4. Sports And Health Education Sub-Cluster a. Physical Education, Health and Recreation b. Physical and Health Education c. Sports and Health Education d. Sports coaching education e. Sports Science f. Other relevant study topics 5. Sub-Area Of Language And Literature Education a. Indonesian Language, Literature and Regional Education b. English Language (and Literature) Education c. Arabic Language (and Literature) Education d. Javanese Language (and Literature) Education e. Chinese Language (and Literature) Education (Mandarin) f. Other relevant study topics 6. Technology And Vocational Education Sub-Cluster a. Mechanical Engineering Education b. Building Engineering Education c. Electrical Engineering Education d. Automotive Engineering Education e. Informatics Education f. Family Welfare Education (culinary, fashion, makeup, etc.) g. Technology and Vocational Education h. Other relevant study topics 7. Sub-Family Of Arts Education a. Drama, Dance and Music Education b. Fine Arts Education c. Music Education d. Dance Education e. Skills and Crafts Education f. Other relevant study topics B. Social Sciences, Humanities 1. Social Science Sub-Cluster a. Communication Science b. Journalism c. Hubungan Masyarakat d. Advertising e. Television and Movies f. Communication and Media Management g. Islamic Broadcasting Communication h. Social Welfare Science i. Sociology j. Other relevant study topics 2. Humanities Sub-Group a. Humanities b. Legal Science c. Development Studies (Development Planning, Region, City) d. Cultural Studies e. Archaeology f. Tourism g. Other relevant study topics Note: Articles have main citations and have not been published online or previously in print.
Articles 2,601 Documents
Pengaruh Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi, Budaya Organisasi, dan Stres Kerja pada Kinerja Karyawan Sukmayanti, Ni Luh Made; Widhiyani, Ni Luh Sari
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1438

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh efektivitas sistem informasi akuntansi, budaya organisasi dan stres kerja pada kinerja karyawan PT. BPD Bali Cabang Tabanan. Populasi penelitian sebanyak 105 orang karyawan dengan sampel sebanyak 86 orang yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Teknik analisis data yaitu analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menujukkan bahwa sistem informasi akuntansi dan budaya organisasi berpengaruh positif pada kinerja karyawan, sedangkan stres kerja berpengaruh negatif pada kinerja karyawan PT BPD Bali Cabang Tabanan.
Peran Investasi terhadap Kebijakan Proyek Strategis Nasional:: Rempang Eco City dan Implikasinya terhadap Lingkungan Fatmawati, Livia
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1439

Abstract

Konflik yang terjadi di Pulau Rempang, Batam merupakan bentuk representasi dari rumitnya pengelolaan pertanahan yang terjadi di berbagai daerah, salah satunya yang terjadi di Pulau Rempang, Batam yaitu konflik sengketa pertanahan antara masyarakat, dan pemerintah. Rempang merupakan daerah yang memiliki potensi tinggi terhadap pembangunan industri, oleh karenanya Pulau Rempang tepat dijadikan sebagai pembangunan untuk Eco City atau kota ramah lingkungan yang dirancang dan dikembangkan pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, namun dalam pembangunan tersebut terdapat pengaruh terhadap kebijakan proyek strategis nasional terhadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Peran Investasi Terhadap Kebijakan Proyek Strategis Nasional Rempang Eco City dan Implikasinya Terhadap Lingkungan. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian hukum Normatif atau Normatif Legal Research, dalam bahasa Belanda disebut Normatif Juridisch Onderzoek Penelitian Hukum Normatif, penelitian tersebut hanya berfokus pada Studi kepustakan, yang menggunakan sumber bahan Hukum Primer berupa penelaah Undang-Undang serta bahan Hukum Sekunder berupa Dokumen Ilmiah, Jurnal, Artikel, dan Sumber Internet. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa dalam pembangunan Proyek Strategis Nasional Rempang Eco City memberikan peran penting terhadap meningkatnya investasi baru di lingkungan yang baru pula, namun pembangunan tersebut memberikan dampak positif dan negatif bagi lingkungan dan masyarakatnya, meningkatnya lapangan kerja serta, pendukung fasilitas dan infrastruktur yang baik, tentu hal tersebut juga dapat memperburuk struktur lingkungan, dan kehilangan mata pencarian para sektor nelayan.
Hubungan Self Esteem dengan Self Disclosure pada Mahasiswa Pengguna Second Account Instagram Salsa, Avira Berlianna; Jumaini, Jumaini; Sari, Tesha Hestyana
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1440

Abstract

Penggunaan second account Instagram berdampak pada peningkatan kepercayaan diri dan bisa dengan bebas melakukan self disclosure. Self esteem disebut sebagai salah satu faktor yang bisa mempengaruhi self disclosure. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan self esteem dengan self disclosure pada mahasiswa pengguna second account Instagram. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan kepada 96 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel pada penelitian ini diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Kuesioner yang digunakan yaitu Coopersmith Self Esteem Inventory (CSEI) oleh Coopersmith (1967) dan Revised Self Disclosure Scale (RSDS) oleh Wheelees (1976). Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Berdasarkan 96 responden sebagian besar berada pada usia 22 tahun sebanyak 28 responden (29,2%) dan mayoritas responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 82 responden (85,4%). Tingkat self esteem paling banyak pada kategori tinggi yaitu 36 responden (37,5%) dan tingkat self disclosure paling banyak pada kategori sedang yaitu 36 responden (37,5%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self esteem dengan self disclosure pada mahasiswa pengguna second account Instagram dengan p value (0,006) < α (0,05).  Semakin tinggi self esteem seseorang maka semakin tinggi pula self disclosurenya melalui second account Instagram. Perlunya seorang individu untuk meningkatkan self esteem agar semakin percaya diri ketika melakukan self disclosure.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Resiliensi pada Penyandang Disabilitas Fisik:: Literature Review Wisesa, I Made Narendra Nanta; Valentina, Tience Debora
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1442

Abstract

Resiliensi erat kaitannya dengan penyandang disabilitas fisik karena penyandang disabilitas fisik mengalami kesulitan dalam beraktivitas, sering mendapat diskriminasi dari lingkungan sekitar sehingga penyandang disabilitas fisik lebih memilih untuk menarik diri. Penyandang disabilitas fisik cenderung mengalami gejala depresi dibandingkan dengan individu normal. Melihat permasalahan tersebut, muncul pertanyaan hal apa yang mempengaruhi resiliensi pada penyandang disabilitas fisik sehingga tulisan ini dibuat bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi resiliensi pada penyandang disabilitas fisik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Artikel yang digunakan dalam penulisan kajian literatur berasal dari ScienceDirect dan Google Scholar dengan kriteria inklusi (1) memaparkan artikel berbahasa Indonesia atau Inggris, (2) dipublikasikan pada tahun 2017 - 2022, (3) membahas tentang faktor - faktor yang mempengaruhi resiliensi penyandang disabilitas fisik, (4) membahas tentang resiliensi disabilitas fisik bawaan  dan/atau non bawaan, dan (5) dapat diunduh sehingga ditemukan hasil yaitu terdapat empat faktor internal yang berpengaruh yaitu regulasi emosi, self-efficacy, coping skills, dan fleksibilitas kognitif dan dua faktor eksternal yang berpengaruh yaitu dukungan orangtua dan dukungan teman sebaya. Resiliensi pada penyandang disabilitas fisik tidak ditentukan dari satu faktor saja melainkan banyak faktor yang dikelompokkan menjadi faktor internal dan eksternal. Diharapkan individu penyandang disabilitas fisik dapat memperhatikan faktor internal dan eksternal dalam membantu mencapai resiliensi.
Peran Orang Tua dalam Pencegahan Kenakalan Remaja di Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Putri, Angelina; Hadiningrum, Sri
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1443

Abstract

Research ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran orang tua dalam upaya pencegahan kenakalan remaja serta menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi peran orang tua di Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini berfokus pada subjek yang dipilih melalui metode purposive sampling, termasuk orang tua, remaja, tokoh masyarakat, serta tokoh agama setempat. Data dianalisis memanfaatkan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.Hasil research menjelaskan bahwasanya orang tua memainkan peran krusial dalam mencegah kenakalan remaja melalui pemantauan perkembangan fisik dan emosional anak, pemberian pendidikan agama sejak dini, serta pengajaran sopan santun dan tanggung jawab. Orang tua juga membagikan dukungan emosional serta mendorong anak agar mandiri dalam pengambilan keputusan. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas ini meliputi kedekatan emosional antara orang tua serta anak, keterlibatan aktif dalam kehidupan anak, dan dukungan dari komunitas. Temuan ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam membimbing remaja supaya tumbuh sebagai manusia yang bertanggung jawab serta terhindar dari perilaku negatif.
Gambaran Loneliness pada Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi Kencan Daring Malinda, Dewi; Nugroho, Indra Prapto; Tarigan, Angeline Hosana Zefany; Fadhli, Muhammad; Aden, Dimas Ashari Septa
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran loneliness pada dewasa awal yang menggunakan aplikasi kencan daring. Partisipan dalam penelitian ini adalah sebanyak 159 orang dengan kriteria yaitu pengguna aplikasi kencan daring dan berusia 18-24 tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala loneliness yang mengacu pada aspek yang dikemukakan oleh Gierveld dan Tilburg (2006) yaitu emotional loneliness dan social loneliness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa loneliness pada dewasa awal yang menggunakan aplikasi kencan daring berada pada kategori tinggi yang terlihat dari hasil kategorisasi yang telah dilakukan.
Rasionalisasi Orang Tua dalam Memberikan Kegiatan Bimbingan Belajar pada Anak Usia Prasekolah:: Studi Kasus Les Privat Zosmed di Pekanbaru Evsya, Salza Jazila; Marnelly, T. Romi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1445

Abstract

Orang tua keduanya bekerja sekarang ini merupakan hal yang lumrah. Orang tua muda yang bekerja dan memiliki anak berusia balita tentunya harus diperhatikan perkembangan dan masa keemasannya. Adanya rasa tanggung jawab itu, dirasakan juga sesama orang tua bekerja tadi, alhasil ada opsi yang menjadi rekomendasi antar sesama rekan kerja. Yaitu, kegiatan bimbingan belajar untuk anak usia prasekolah di les privat zosmed. Adapun tujuan penelitian ini adalah, untuk mengetahui bagaimana rasionalisasi awal pemberian kegiatan dan hasil setelah pemberian kegiatan bimbingan belajar pada anak usia prasekolah. Jenis penelitian ini termasuk kedalam kualitatif deskriptif dengan metode yang digunakan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini orang tua bekerja yang memberikan kegiatan bimbingan belajar pada anak usia prasekolah lebih dari satu tahun di les privat zosmed. Serta satu orang tenaga pengajar dari les privat zosmed di pekanbaru. Untuk mendapatkan informasi peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini alasan rasional orang tua bekerja memberikan anak mereka kegiatan bimbingan belajar di usia anaknnya prasekolah adalah untuk pemenuhan tanggung jawab terhadap stimulasi dan perkembangan anaknya disaat mereka bekerja. Hasil yang didapatkan setelah pemberian kegiatan dalam bentuk file pdf dalam google drive. faktor bekerja menjadikan orang tua jarang untuk bisa bertemu langsung dengan tenaga pengajar. Kegiatan anak usia prasekolah tidak ada tuntutan serius selagi itu masih dalam stimulasi yang sesuai dengan umur anaknya. Laporan belajar yang diberikan hanya tidak terlalu difokuskan selebihnya mengenai hasil orang tua lebih memilih untuk melihat dan merasakan langsung bagaimana perkembangan anak mereka.
Proses Pemebelajaran Bahasa Indonesia Siswa Autis di SLB Negeri Batu Bara Ochtriyani, Dinda; Ginting, Rafael Lisinus
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi proses pembelajaran bahasa Indonesia siswa autis di SLB N Batu Bara. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas dan orang tua siswa. Objek dalam penelitian ini adalah 2 orang siswa autis Data penelitian dikumpulkan dengan pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi. Penelitian ini menggambarkan bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi siswa autis yang dilakukan oleh guru x dan y pada saat mengajar serta bagaimana usaha kepala sekolah dan guru dalam mengatasi kendala tersebut. Dengan menggunakan metode studi kasus dan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini dapat difokuskan pada perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi proses pembelajaran bahasa Indonesia yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia sebagaimana adanya. Proses pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya proses pembelajaran Bahasa Indonesia kepada siswa autis Di SLB N Batu Bara iala mencakup kepada beberapa aspek yaitu perencanaan pembelajaran yang dimana guru menyiapkan modul pembelajaran, namun materi disesuaikan dengan mengurangi atau menurunkan tingkat kesulitan yang tidak dapat diakses oleh peserta didik berkebutuhan khusus, kemudian pada pelaksanaan pembelajaran guru terlebih dahulu melakukan assemen terhadap peserta didik berkebutuhan khusus untuk menentukan alat, metode atau media pembelajaran yang sesuai, untuk metode yang diberikan kepada peserta didik guru menggunakan metode ABA (Applied Behavior Analysis) dimana guru menerapkan metode ini dengan Mengenal Huruf dan Kata: Menggunakan kartu bergambar untuk memperkenalkan huruf dan kata. Setiap kali anak bisa menyebutkan huruf atau kata dengan benar, berikan penghargaan atau sebuah pujian. Kemudian Latihan Bicara: Ajarkan anak untuk merespons pertanyaan sederhana atau menyebutkan benda-benda di sekitarnya. Berikan dukungan verbal atau isyarat fisik bila diperlukan, lalu kurangi bantuan tersebut seiring dengan perkembangan anak. Dan Evaluasi pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus dilakukan melalui tes yang disesuaikan dengan kemampuan mereka, serta dengan mencatat perkembangan selama proses pembelajaran berlangsung.
Gambaran Seks Bebas pada Remaja Awal di Wilayah Kota Ternate Selatan Saleh, Husnul Hasanah N.; Kahar, Amalia SJ
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1448

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat gambaran seks bebas pada remaja awal di wilayah Kota Ternate Selata ditinjau dari karakteristik usia dan pendidikan. Responden yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu 214 orang yang tersebat di SMP dan SMA wilayah kota Ternate Selatan dengan responden terbanyak berada di Tingkat Pendidikan SMP. Gambaran seks bebas remaja awal di wilayah ternate selatan berada pada kategori rendah 31 responden (15%), pada kategori sedang berjumlah 169 responden (78%) dan kategori tinggi berjumlah 14 responden(4,8%). Hal ini menujukan bahwa remaja awal yang berada di wilayah Ternate Selatan memiliki gambaran seks bebas yang cukup baik dari pengetahuan maupun sikap. Untuk melihat perbedaan variabel bebas yang dicantumkan maka dilakukan uji T. Hasil menunjukan bahwa uji t (t-test) dari variabel seks bebas tingkat pendidikan SMP diperoleh mean 1,093 dan nilai t sebesar 0,534. Sedangkan mean pada tingkat pendidikan SMA sebesar 1,093 dan nilai t sebesar 0,534 . hal ini menunjukan bahwa tidak ada perbedaan gambaran seks bebas ditinjau dari tingkat pendidikan pada remaja. Uji normalitas diperoleh indeks normalitas Kolmogorov Smirnov-Z sebesar 1,596 dengan taraf signifikan 0.012 (P>0.05), yang artinya tidak ada perbedaan distribusi data antara sampel dengan populasi.
Analisis Penggunaan Bahasa pada Anak Tidak Sekolah (ATS) di Masyarakat Bajo Kecamatan Lemito Monoarfa, Fidya; Aries, Nur Sakinah; Ismail, Reska Putri
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa pada Anak Tidak Sekolah (ATS) di masyarakat Bajo, Kecamatan Lemito, serta mengidentifikasi faktor-faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak-anak. Masyarakat Bajo dikenal sebagai komunitas pesisir yang memiliki mata pencaharian utama di sektor perikanan, yang sering kali menyebabkan anak-anak tidak melanjutkan pendidikan formal karena orang tua lebih mengutamakan keterlibatan dalam pekerjaan keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Penelitian dilakukan terhadap anak-anak ATS di masyarakat Bajo serta orang tua dan aparat desa setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa pada anak-anak ATS lebih banyak dipengaruhi oleh konteks pekerjaan dan kehidupan sehari-hari di lingkungan pesisir. Kosa kata yang digunakan sebagian besar berhubungan dengan aktivitas perikanan, kehidupan di laut, bahasa daerah dan bahasa gaul (Slank) yang diserap dari media sosial. Sementara penguasaan bahasa formal yang biasanya diperoleh melalui pendidikan formal cenderung terbatas. Keterbatasan akses terhadap pendidikan formal berdampak pada perkembangan bahasa anak, baik dari segi struktur, kosakata, maupun fungsi komunikasi. Bahasa yang digunakan lebih bersifat praktis dan langsung terkait dengan kebutuhan keluarga, yang mencerminkan dinamika sosial-budaya masyarakat Bajo.