cover
Contact Name
Niken Widyastuti Hariati
Contact Email
niken.widyastuti.hariati@gmail.com
Phone
+6285299299060
Journal Mail Official
jurnalgizi.poltekkesbjm@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Gizi, Jl. H. Mistar Cokrokusumo No.1A, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Riset Pangan dan Gizi
ISSN : -     EISSN : 26219204     DOI : 10.31964
Core Subject : Health,
Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil - hasil penelitian pangan dan gizi, yang meliputi bidang teknologi pangan, gizi klinik, gizi masyarakat dan food service.
Articles 113 Documents
Pengaruh Edukasi Gizi Menggunakan Media Video Animasi dengan Media Video Biasa Terhadap Pengetahuan dan Sikap Tentang Obesitas Pada Remaja (Studi di SMA Negeri 3 Banjarbaru) Candra Selvia; Magdalena
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i1.179

Abstract

Meningkatnya prevalensi obesitas disebabkan oleh salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah gizi remaja yaitu tingkat pengetahuan gizi. Riskesdas 2018 menyebutkan proporsi obesitas nasional remaja 15-18 tahun di Indonesia pada 2013 sebesar 26,6% meningkat menjadi 31,0% pada 2018. Pada Provinsi Kalimantan Selatan, terjadi kenaikan obesitas 2,4% pada 2013 menjadi 3,17% pada 2018 dengan prevalensi 26,04%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi menggunakan video animasi dengan video biasa terhadap pengetahuan dan sikap tentang obesitas pada remaja di SMA Negeri 3 Banjarbaru. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment (experiment semu) dengan rancangan pre-test dan post-test with control group. Responden berusia 16 tahun pada kelompok kasus 62.50% dan 56.25% kontrol, 87.5% jenis kelamin perempuan, 18.75% kelas X-4 kelompok kasus dan 18.75% kelas X-2 kontrol, Ada pengaruh edukasi gizi menggunakan video animasi dan video biasa terhadap pengetahuan dan sikap tentang obesitas, Ada perbedaan pengetahuan dan sikap tentang obesitas pada hasil pre dan post test pada remaja di SMA Negeri 3 Banjarbaru setelah dilakukan edukasi gizi menggunakan video animasi dan video biasa. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh edukasi gizi menggunakan media video animasi dengan media video biasa terhadap pengetahuan dan sikap tentang obesitas pada remaja di SMA Negeri 3 Banjarbaru.
Hubungan Pola Makan, Konsumsi Makanan dan Minuman Iritatif dengan Kejadian Dispepsia Risa Ellenczynska; Magdalena
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v4i2.180

Abstract

Dispepsia adalah kumpulan gejala yang terdiri dari rasa nyeri atau tidak nyaman di epigastrium, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, rasa perut penuh, sendawa yang bersifat kronik [1]. WHO (2015) kasus dispepsia di dunia mencapai 13-40% dari total populasi setiap negara [2]. Kejadian dispepsia lebih banyak ditemukan pada usia muda dan jenis kelamin perempuan. Pola makan, konsumsi makanan dan minuman iritatif merupakan faktor risiko terjadinya dispepsia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan, konsumsi makanan dan minuman iritatif dengan kejadian dispepsia di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Barakat Cangkal Bacari Banjarbaru. Jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh klien di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Barakat Cangkal Bacari Banjarbaru. Sampel diambil menggunakan Teknik Total Sampling sebanyak 60 orang. Data primer berupa karakteristik responden, pola makan, konsumsi makanan dan minuman iritatif, dan kejadian dispepsia diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Responden dengan pola makan teratur yaitu sebesar 90%. Responden dengan kategori jarang sekali mengonsumsi makanan dan minuman iritatif yaitu sebesar 46,7%. Responden yang mengalami kejadian dispepsia yaitu sebesar 61,7%. Hasil uji statistik Chi Square menunjukkan ada hubungan antara pola makan dengan kejadian dispepsia (p=0,001), dan ada hubungan konsumsi makanan dan minuman iritatif dengan kejadian dispepsia (p=0,000. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara pola makan, konsumsi makanan dan minuman iritatif dengan kejadian dispepsia.
Hubungan Pengetahuan Gizi, Uang Saku dan Pengaruh Teman Sebaya dengan Perilaku Konsumsi Mi Instan: (Studi pada Santriwati Pondok Pesantren Darussalam di Pasayangan Martapura) Nadia Humairo; Mahpolah; Siti Mas’odah
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v4i2.183

Abstract

Masyarakat Kabupaten Banjar sering mengonsumsi mi instan. Berdasarkan data Riskesdas 2018 menunjukkan proporsi masyarakat di Kabupaten Banjar yang mengkonsumsi mi instan ≥ 1 kali perhari yakni sebanyak 6,32%, dan konsumsi 1-6 kali perminggu sebanyak 64,4% angka ini lebih besar dari konsumsi provinsi Kalimantan Selatan yakni 60,1%. Angka kejadian penyakit yang berhubungan dengan faktor resiko dari seringnya konsumsi mi instan juga terus meningkat seperti hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi, uang saku dan teman sebaya dengan perilaku konsumsi mi instan pada Santriwati Pondok Pesantren Darussalam yang kos di Pasayangan Martapura. Jenis penelitian observasional analitik, dengan desain cross sectional. Populasi semua santriwati pondok pesantren Darussalam yang Kos di Pasayangan Martapura sebanyak 78 orang. Sampel diambil berdasarkan jumlah total sampling. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman pada α = 0,05. Didapatkan pengetahuan gizi santriwati paling banyak pada kategori sedang 52.6%, uang saku santriwati sebagian besar paling banyak ≥ rata-rata yaitu 79.5% dan pengaruh teman sebaya santriwati paling banyak ≥ rata-rata 52.6%. Berdasarkan hasil uji bivariat menunjukkan ada hubungan bermakna pengetahuan gizi dengan perilaku santriwati kos dalam mengonsumsi mi instan (p) 0,000, ada hubungan bermakna uang saku dengan perilaku santriwati kos dalam mengonsumsi mi instan (p) 0,031, ada hubungan bermakna pengaruh teman sebaya dengan perilaku santriwati kos dalam mengonsumsi mi instan (p) 0,000. Kesimpulan, ada hubungan bermakna pengetahuan gizi, uang saku dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku santriwati kos dalam mengonsumsi mi instan.
Hubungan Pengetahuan, Sikap Ibu dan Ketersediaan Sarana Air Bersih dengan Kejadian Diare pada Balita Fatimatu Zahra; Aprianti; Rosihan Anwar
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i2.185

Abstract

Diare merupakan penyebab kematian nomor dua didunia pada anak dibawah umur lima tahun, Data menunjukkan puskesmas Sungai Tabuk 3 menduduki urutan pertama yang memiliki prevalensi diare pada balita tertinggi di Kabupaten Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap ibu dan ketersediaan sarana air bersih dengan kejadian diare pada balita. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasionalanalitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang bertempat tinggal diwilayah kerja puskesmas sungai tabuk 3 dengan sampel 95 oramg menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data pengetahuan, sikap, ketersediaan sarana air bersih dan kejadian diare didapatkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 64% balita diare, 45% pengetahuan responden baik, 64,2 sikap responden sedang dan 63% responden memiliki sarana air bersih . Analisis hasil uji statistik Chi-Square didapatkan ada hubungan pengetahuan (p < 0.036),  sikap (p < 0.000) dan ketersediaan sarana air bersih (p < 0.000) dengan kejadian diare pada balita diwilayah kerja puskesmas sungai tabuk 3. Para orang tua disarankan memahami pencegahan, penyebab, dan cara penanganan diare pada balita.
Tingkat Pemahaman Gizi Dan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Diet Penderita Diabetes Melitus Siti Khurata A'yuni; Rijanti Abdurrachim
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i1.186

Abstract

Berdasarkan data Risdeskas 2013, prevalensi penyakit diabetes mellitus sebesar 1,3% kemudian meningkat pada tahun 2018 yaitu sebesar 1,8%. Pada tahun 2021, kasus diabetes mellitus di Tanah Laut termasuk dalam peringkat 5 peringkat 5 besar yaitu sebanyak 4214 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  hubungan tingkat pemahaman gizi dan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet penderita diabetes mellitus di Poliklinik RSUD Hadji Boejasin. Jenis penelitian ini observasional analitik, dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua penderita diabetes mellitus tipe 2 yang telah mendapatkan konseling gizi. Pengumpulan data dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji kolerasi Rank Spearman pada α 0,05. Hasil penelitian didapatkan tingkat pemahaman gizi yang baik yaitu 60%, sebagian besar penderita mendapat dukungan keluarga yaitu 60%, kepatuhan diet yaitu sebagian besar patuh 56%, pada hubungan signifikan antara tingkat pemahaman gizi dan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet penderita diabetes mellitus didapatkan p < 0,05 ada hubungan signifikan. Peneliti menyimpulkan ada hubungan antara tingkat pemahaman gizi dan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet penderita diabetes di Poliklinik RSUD Hadji Boejasin.
Hubungan Persepsi, Aktivitas Fisik, Pola Makan, dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Nur Hikmah; Mahpolah; Niken Widyastuti Hariati
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i2.187

Abstract

Kota Banjarbaru menempati peringkat ke-3 pada kasus dan peringkat ke-2 pada kematian penderita DM di seluruh wilayah Kalimantan Selatan dari tahun 2017-2018. Berdasarkan data Puskesmas Landasan Ulin menunjukan angka peningkatan kasus pada tahun 2016 ada 266 penderita dan pada tahun 2018 meningkat menjadi505 penderita. DM tipe 2 yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi seperti kerusakan mata, ginjal, pembuluh darah, syaraf dan jantung. Tujuan untuk mengetahui hubungan persepsi, aktivitas fisik, pola makan, dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 pada masyarakat di wilayah Puskesmas Landasan Ulin. Jenis penelitian observasional analitik, dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 110 orang diambil dengan cara purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Korelasi Rank Spearman pada α 0,05. Tidak ada hubungan bermakna antara persepsi (p=0,083) dan pola konsumsi protein (p=0,215) dengan kejadian diabetes melitus tipe 2, ada hubungan bermakna antara aktivitas fisik (p=0,002), pola makan (p=0,004), pola konsumsi karbohidrat (p=0,049),  lemak  (p=0,003),  serat  (p=0,004),  dan  IMT (p=0,000) dengan kejadian diabetes melitus tipe 2. Disarankan masyarakat dapat menerapakan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan dengan makanan bergizi seimbang dan memperbanyak aktivitas fisik seperti berolahraga.
Pengaruh Penggunaan Garam Rumput Laut Terhadap Mutu Kimia, Mutu Mikrobiologis dan Mutu Sensoris Ikan Sepat Siam (Trichogaster Pectoralis) Asin Kering Inayah Safwah; Ermina Syainah; Siti Mas'odah
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i2.192

Abstract

Hipertensi dapat disebabkan oleh konsumsi makanan yang mengandung tinggi natrium salah satunya seperti ikan asin. Ikan asin merupakan makanan yang sangat digemari dan menjadi satu diantara sekian banyak warisan kuliner tradisional yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat Kalimantan Selatan. Di Kalimantan Selatan, berdasarkan data dari bidang P2PTM Dinas Kesehatan Provinsi Tahun 2021, hipertensi termasuk dalam 5 penyakit terbanyak urutan pertama dengan jumlah kasus sebanyak 110.649. Penggunaan garam rumput laut dapat menjadi salah satu alternatif garam yang aman di konsumsi pada penderita hipertensi sehingga dapat digunakan dalam mengembangkan produk ikan asin rendah natrium. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan garam rumput laut dengan konsentrasi garam yang berbeda terhadap kadar garam, cemaran mikrobiologi dan daya terima ikan sepat siam asin kering. Jenis penelitian ini bersifat eksperimen yaitu membuat ikan asin menggunakan garam rumput laut dengan konsentrasi yang berbeda-beda yaitu 10 sampai dengan 20%. Analisis data ini menggunakan uji Friedman dan Anova. Penelitian menunjukkan ada pengaruh perbedaan konsentrasi garam rumput laut terhadap kadar garam, cemaran mikrobiologi dan daya terima ikan sepat siam asin kering. Adapun pada perlakuan P1 (10%) dengan kadar garam 1,28%, P2 (15%) dengan kadar garam 1,52% dan pada P3 (20%) dengan kadar garam (2,23%). Kemudian pada cemaran mikroba pada ikan sepat siam asin kering ini telah memenuhi syarat mutu SNI 01-2721-2009 yaitu maksimal 1,0 x 105. Ada pengaruh konsentrasi garam rumput laut terhadap mutu kimia pada ikan sepat siam asin kering. Dan tidak ada pengaruh konsentrasi garam rumput laut terhadap mutu sensoris pada ikan sepat siam asin kering.
Kajian Sifat Sensorik Biskuit dengan Substitusi Tepung Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiaca Linn) dan Tepung Terigu Sofiyatinreni
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i2.194

Abstract

Kulit pisang kepok merupakan bahan buangan (limbah buah pisang) yang cukup banyak jumlahnya. Namun, pemanfaatan kulit pisang kepok sangat jarang karena adanya sifat organoleptik yang kurang disukai. Pembuatan biskuit dengan substitusi tepung kulit pisang kepok diharapkan dapat meningkatkan daya terima kulit pisang kepok dan dapat dijadikan sebagai makanan selingan (snack) yang lebih sehat dan bergizi. Mengetahui pengaruh substitusi tepung kulit pisang kepok dan tepung terigu terhadap sifat sensorik Biskuit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 aras perlakuan substitusi tepung kulit pisang kepok dan tepung terigu (30:70%, 40:60% dan 50:50%). Data sifat organoleptik dikumpulkan dengan uji organoleptik metode hedonic dengan 5 skala dan diolah secara statistic menggunakan Analysis of Varians (One Way Anova) pada tingkat kepercayaan 95% (ɑ<0,05). Ada pengaruh yang signifikan (p<0,05) terhadap warna, aroma, rasa dan overall pada biskuit. Perlakuan terbaik substitusi tepung kulit pisang kapok dan tepung terigu (40 %: 60 %) menghasilkan tingkat kesukaan terhadap tektur, warna dan aroma dalam kategori suka dan rasa agak suka. Biskuit dengan substitusi tepung kulit pisang kepok dan tepung terigu perlakuan 40 %: 60 % berpengaruh secara signifikan terhadap sifat sensorik biskuit yang dihasilkan.
Pengaruh Edukasi Gizi Seimbang dengan Media Video Motion terhadap Tingkat Pengetahuan, Perilaku Gizi Seimbang dan Kebiasaan Konsumsi Junk Food pada Remaja Rina Shopia; Mahpolah; Mas’odah, Siti
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v6i1.169

Abstract

Pendidikan gizi yang tidak efektif berdampak pada pengetahuan remaja yang kurang tentang gizi seimbang, sehingga menyebabkan perilaku yang negatif. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode edukasi gizi untuk meningkatkan pengetahuan, perilaku  dan kebiasaan konsumsi junk food. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi dengan media video motion terhadap tingkat pengetahuan, perilaku gizi seimbang dan kebiasaan konsumsi  junk food pada remaja. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan rancangan pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini seluruh remaja di Posyandu Remaja yang berusia 12-19 tahun. Penentuan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak 94 orang. Analisis data uji yang digunakan adalah Uji Wilcoxon dan Uji Mann Whitney. Berdasarkan kategori sebelum edukasi tingkat pengetahuan 42% kelompok eksperimen, 51% kontrol, perilaku gizi seimbang kelompok eksperimen 66%, 57% kontrol, kebiasaan konsumsi junk food kelompok eksperimen 34%, kontrol, 46%. Sedangkan sesudah edukasi tingkat pengetahuan 100% kelompok eksperimen maupun kontrol, perilaku gizi seimbang 93% kelompok eksperimen, 89% kontrol, kebiasaan konsumsi junk food 53% kelompok eksperimen, 48% kontrol. Berdasarkan Uji Wilcoxon pada kelompok eksperimen ada pengaruh bermakna tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (p: 0,000), perilaku gizi seimbang (p: 0,000), kebiasaan konsumsi junk food (p: 0,000). Pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah edukasi tingkat pengetahuan (p: 0,000), perilaku gizi seimbang (p: 0,000), sedangkan tidak ada pengaruh bermakna kebiasaan konsumsi junk food (0,375). Berdasarkan penelitian sesudah edukasi ada perbedaan antara kelompok eksperimen dan kontrol terhadap tingkat pengetahuan, perilaku gizi seimbang, tetapi tidak ada perbedaan terhadap kebiasaan konsumsi. Responden lebih mempelajari tentang gizi seimbang dan kepada peneliti selanjutnya lebih mencari tahu batasan materi pada kelompok kontrol.
Hubungan Pengetahuan Ibu, Pola Asuh dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Wasting pada Balita Hawazen, Hawazen; Nurhamidi; Anwar, Rosihan
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v6i1.172

Abstract

Balita adalah orang yang rentan terkena masalah gizi salah satunya adalah wasting karena pada usia tersebut mereka sudah mulai mengenal dan mengikuti pola makan orang dewasa. Wasting merupakan masalah gizi yang terjadi pada balita di usia 0-59 bulan. Balita yang mengalami ini umumnya memiliki berat badan yang tidak sesuai dengan tinggi badannya. Wasting juga di sebabkan oleh beberapa faktor yang sangat komplek mulai dari rumah tangga, lingkungan, pengaruh masyarakat, sosial ekonomi budaya, bahkan praktik pemberian makan anak serta adanya penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pola asuh ibu dan sanitasi lingkungan dengan kejadian wasting pada balita di Wilayah Kerja Puskemas Martapura Barat Kabupaten Banjar. Metode penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah balita usia 0-59 bulan dengan sampel penelitian 101 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian ini yaitu pengetahuan ibu, pola asuh, sanitasi lingkungan dan kejadian wasting. Pengambilan data dengan cara kuesioner dan wawancara serta analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan 43,6% balita mengalami wasting, 58,4% pengetahuan ibu kurang, 60,4% pola asuh cukup dan 50,5% sanitasi lingkungan kurang baik. Penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan ibu (r<0,000), pola asuh (r<0,008), dan sanitasi lingkungan (r<0,000) dengan kejadian wasting. Bagi ibu atau orang tua harus memperhatikan pemenuhan gizi balita, memanfaatkan pengetahuan yang ada untuk dapat mengolah dan memilih makanan yang bergizi dan berkualitas baik serta menentukan jenis makanan dan jumlah makanan dan jadwal makan sesuai dengan kebutuhan anak seusianya, yang terpenting pemenuhan nutrisi dengan prinsip gizi seimbang dan beragam.  

Page 8 of 12 | Total Record : 113