cover
Contact Name
Hadi Rohyana
Contact Email
jispeidaqu@gmail.com
Phone
+628978380006
Journal Mail Official
jispeidaqu@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cipondoh Makmur Raya, RT.003/RW.009, Cipondoh Makmur, Kec. Cipondoh, Kota Tangerang, Banten 15148
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
JISPE Journal of Islamic Primary Education
ISSN : 27743934     EISSN : 27745619     DOI : 10.51875/jispe.v3i2
Core Subject : Education,
JISPE Journal of Islamic Primary Education is an electronic journal published by The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of Institut Daarul Quran Jakarta Indonesia, The JISPE journal is dedicated to the study of Madrasah Ibtidaiyah education or Basic Education which focuses on and covers the scope of Class Management, Computer Education and Instructional Technology, Curriculum Development, Islamic Education, Psychological Education, Art Education, Foreign Language Teaching, Guidance and Counseling, Mathematics Education, Measurement and Evaluation, Music Education, Science Education, Social Science Education, Special Education, Sports Education. Review processing using the system provided by OJS. It is published twice a year, in July and December.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 79 Documents
PERAN PEDAGOGI KONVENSIONAL DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM MADRASAH IBTIDAIYAH DI ERA DIGITAL Afriantoni; Octarina, Vina; Putri, Darsy Dwi; Aswara; Ramadhani, Wulan
JISPE Journal of Islamic Primary Education Vol. 6 No. 02 (2025): JISPE Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jispe.v6i02.865

Abstract

This study aims to explore the contribution of traditional pedagogy to the development of the Madrasah Ibtidaiyah curriculum in the digital era. Data were collected through teacher interviews, analysis of curriculum documents, and field documentation. The research findings indicate that traditional pedagogy continues to play a crucial role in shaping students' character and morals, while digital learning serves as a complement and reinforcement. The synergy between conventional methods and digital technology produces a curriculum that balances Islamic values and 21st- century competencies. This study emphasizes that traditional pedagogy does not need to be replaced, but rather revitalized to align with the development of a digital-based curriculum in Madrasah Ibtidaiyah.
INTEGRASI TES FORMATIF DAN SUMATIF DALAM PENELITIAN TINDAKAN KELAS UNTUK DIAGNOSIS MEMBANTU BELAJAR PAI-BP DI MADRASAH IBTIDAIYAH Nadya Rizki Amanda; Fitriani, Wahidah
JISPE Journal of Islamic Primary Education Vol. 6 No. 02 (2025): JISPE Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jispe.v6i02.871

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan tes formatif dan tes sumatif dalam mendiagnosis kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam jenjang sekolah dasar. Permasalahan pembelajaran muncul karena hasil evaluasi pembelajaran hanya berfokus pada penilaian akhir yang memberikan informasi terbatas mengenai proses belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan selama semester ganjil tahun ajaran 2025 di sebuah sekolah dasar dengan subjek sebanyak 26 siswa. Penelitian terdiri atas tiga siklus yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan tes formatif berbasis indikator kompetensi, tes sumatif setiap akhir siklus, serta observasi dan catatan perkembangan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kedua jenis tes ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kelemahan konsep, kesalahan pengerjaan, serta perkembangan kemampuan siswa dari satu siklus ke siklus berikutnya. Nilai rata-rata kelas menunjukkan peningkatan berkelanjutan pada setiap siklus, dan ketuntasan belajar mencapai peningkatan signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi tes formatif dan tes sumatif menghasilkan diagnosis pembelajaran yang lebih akurat sehingga mampu mendukung pengambilan keputusan tindak lanjut pembelajaran yang lebih efektif.
SUPERVISI MANAJERIAL DALAM PENINGKATAN MUTU FASILITAS DAN LINGKUNGAN BELAJAR DI PONDOK PESANTREN RAUDLOTUL MUTA'ALLIMIIN Latifah, Hilmiyatul; Asy’ari, Hasyim; Ratnaningsih, Sita
JISPE Journal of Islamic Primary Education Vol. 6 No. 02 (2025): JISPE Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jispe.v6i02.884

Abstract

This study examines the implementation of managerial supervision in improving the quality of facilities and learning environments at the Madrasah Ibtidaiyah of Pondok Pesantren Raudlotul Muta’allimiin. The research focuses on how the Kiai’s value based vision is translated into supervisory practices, how administrative actors navigate structural constraints, and how students experience the impact of supervision. Using a qualitative approach with a single case study design, data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis. The data were analyzed thematically through processes of reduction, presentation, and verification. The findings reveal three major themes. First, managerial supervision serves as a value translation process in which the Kiai’s spiritual vision particularly regarding cleanliness, discipline, and moral responsibility is transformed into daily supervisory procedures. Second, supervisory practices are challenged by structural limitations such as constrained budgets and delayed facility repairs, resulting in gaps between evaluation and follow-up actions. Third, supervision successfully fosters participatory resonance among students, marked by a shift from extrinsic compliance toward intrinsic responsibility in maintaining their learning environment. The study concludes that the quality of educational facilities in pesantren is shaped by the interplay of spiritual values, transformational leadership, and institutional capacity to act on supervisory findings. Effective managerial supervision, therefore, requires not only procedural accuracy but also sustained value alignment and resource readiness to ensure continuous improvement.
PANCASILA DI PERSIMPANGAN ZAMAN: RELEVANSI NILAI IDEOLOGI NASIONAL DALAM PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI Rizky Ramadhania, Sasikirana; Rahman, Nashera; Al Pawaz, Jilly Abda; Slam, Zaenul
JISPE Journal of Islamic Primary Education Vol. 6 No. 02 (2025): JISPE Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jispe.v6i02.900

Abstract

Pancasila, sebagai ideologi dan filsafat dasar negara Indonesia, memainkan peran fundamental dalam pendidikan dasar, khususnya dalam membentuk karakter dan identitas siswa sejak usia dini. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan di era globalisasi, dengan fokus khusus pada pendidikan dasar (sekolah dasar/sekolah dasar Islam). Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka, memanfaatkan analisis historis dan deskriptif tentang perkembangan Pancasila sebagai ideologi dan implementasinya dalam pendidikan dasar. Temuan menunjukkan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai ideologi nasional di tengah arus globalisasi yang membawa berbagai tantangan berbasis nilai, sosial, dan budaya. Pancasila menunjukkan ketahanan ideologis karena sifatnya yang terbuka dan dinamis serta landasannya pada nilai-nilai kemanusiaan universal. Tantangan utama terletak bukan pada substansi Pancasila itu sendiri, tetapi pada internalisasi dan aktualisasi nilai-nilainya yang lemah dalam kehidupan sosial, khususnya di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, revitalisasi Pancasila melalui pendidikan kontekstual, reflektif, dan aplikatif merupakan kebutuhan strategis untuk menjaga keberlanjutan identitas nasional.
PENERAPAN TEORI BELAJAR CLASSICAL CONDITIONING DAN OPERANT CONDITIONING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH IBTIDAIYAH Bawadi, Ahmad Jihad; Alip Rahadian; Wahidah Fitriani
JISPE Journal of Islamic Primary Education Vol. 6 No. 02 (2025): JISPE Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jispe.v6i02.920

Abstract

Islamic Religious Education is a consciously designed and implemented effort to foster and care for students so that they are able to understand all aspects of Islamic teachings, internalize them in life goals, and then practice them in everyday life so that Islam becomes a way of life. The purpose of this study is to determine learning theories that are always closely related to the realm of psychology because discussing the learning process means discussing humans as individuals. The type of research used in this study is a qualitative research type with a descriptive analysis approach through library research. The results of the study show that according to Ivan Pavlov, the classical conditioning theory explains that new reflexes can be formed by presenting certain stimuli before the reflex appears. In the context of education, providing stimuli in the form of awards or prizes to students can increase their learning motivation. According to Skinner, operant conditioning is a form of conditioning where individuals produce responses or behaviors (called operants), which are learned through reinforcement from the environment. Operants can be words or actions that arise as a result of interaction with external situations. According to Albert Bandura, social learning theory in Islamic Religious Education (PAI) learning. This theory focuses on learning through observation (observational learning), where students learn by observing the behavior, attitudes, and outcomes experienced by the observed model. The integration of these two approaches (Classical and Operant Conditioning) provides practical advantages in Madrasah Ibtidaiyah: classical conditioning helps build emotional readiness and religious routines, while operant conditioning strengthens and maintains moral habits through well-designed consequences.
PEMBIASAAN PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN MELALUI KEGIATAN SHOLAT DUHA DI SDIT AT TAUFIQ AI ISLAMY TASIKMALAYA Sidik, Muslim; Marwan, Iis; Mulya, Gumilar; Fadjarajani , Siti
JISPE Journal of Islamic Primary Education Vol. 6 No. 02 (2025): JISPE Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jispe.v6i02.935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembiasaan pendidikan karakter disiplin melalui kegiatan shalat Dhuha di SDIT At Taufiq Al Islamy Tasikmalaya. Pendidikan karakter disiplin merupakan aspek penting dalam membentuk kepribadian siswa sejak usia dini, khususnya melalui kegiatan keagamaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan shalat Dhuha secara rutin efektif menumbuhkan kedisiplinan siswa, termasuk ketepatan waktu, ketaatan pada aturan, tanggung jawab, dan kesadaran dalam melaksanakan ibadah keagamaan secara sukarela. Faktor pendukung keberhasilan program ini meliputi peran guru sebagai teladan, dukungan kebijakan sekolah, dan kerja sama antara sekolah dan orang tua. Oleh karena itu, pembiasaan shalat Dhuha dapat menjadi strategi efektif untuk menanamkan karakter disiplin pada siswa di sekolah dasar Islam.
TANTANGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF DAN KOMUNIKASI ANAK DENGAN EPILEPSI DALAM PEMBELAJARAN INKLUSIF DI SD NEGERI 8 TULAKAN Zaenal, Lena Rhosita; Lestari, Indah; Widjanarko, Moch.
JISPE Journal of Islamic Primary Education Vol. 6 No. 02 (2025): JISPE Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jispe.v6i02.955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perkembangan kognitif, bahasa, dan sosio-emosional pada anak usia sekolah dasar dengan epilepsi atonik dalam konteks pembelajaran inklusif. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus hipotetis yang dikembangkan dari observasi lapangan dan wawancara dengan guru dan orang tua di SD Negeri Tulakan 8, penelitian ini mengkaji hambatan perkembangan pada anak dari perspektif psikologi perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epilepsi atonik memengaruhi perhatian, memori kerja, dan komunikasi ekspresif, yang pada gilirannya memengaruhi partisipasi sosial dan keterlibatan belajar anak di kelas reguler. Temuan ini menegaskan bahwa hambatan perkembangan pada anak dengan epilepsi bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh kualitas dukungan lingkungan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penempatan epilepsi atonik sebagai fenomena perkembangan dan penyajian studi kasus kontekstual di sekolah dasar negeri inklusif di daerah non-perkotaan, yang memperkuat pendekatan holistik dan berorientasi anak terhadap psikologi perkembangan.
GAMIFIKASI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA: MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF SISWA MI QUDSIYYAH KUDUS Albab, Ulil; Pratama, Galih Cahya
JISPE Journal of Islamic Primary Education Vol. 6 No. 02 (2025): JISPE Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jispe.v6i02.967

Abstract

Pembelajaran matematika seringkali menantang bagi siswa, membutuhkan pendekatan kreatif dan inovatif untuk membantu mereka memahami konsep dan menumbuhkan antusiasme belajar. Dengan kemajuan teknologi dan tuntutan pembelajaran abad ke-21, pendidik dituntut untuk mengintegrasikan metode yang meningkatkan keterlibatan siswa. Studi ini bertujuan untuk mengimplementasikan pendekatan berbasis gamifikasi untuk meningkatkan pemikiran kreatif dalam kemampuan berhitung siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian data kuantitatif. Pengumpulan data kuantitatif dalam studi ini menggunakan hasil tes pemecahan masalah pemikiran kreatif. Pengaruh signifikan gamifikasi terhadap pemikiran kreatif dapat dilihat dari nilai R-square, yaitu 0,975, atau 97,5%. Sisanya 2,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Selanjutnya, tiga indikator digunakan: 1) Kelancaran, 2) Fleksibilitas, dan 3) Kebaruan. Pertanyaan dengan sampel 32 siswa MI Qudsiyyah Kudus memperoleh rata-rata hasil siswa di setiap kategori, termasuk yang memiliki pemikiran kreatif tinggi sebesar 32,5%, pemikiran kreatif sedang sebesar 55%, dan 12,5% pada kategori pemikiran kreatif rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan gamifikasi 5 poin tercepat berpengaruh terhadap pemikiran kreatif, sehingga proses pembelajaran dapat menjadi pilihan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas Matematika. Dengan demikian, penggunaan gamifikasi 5 poin tercepat dapat menjadi strategi pembelajaran yang relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan saat ini.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA PLATFORM CANVA DALAM TRANSFORMASI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU SEKOLAH DASAR Maulida, Rusyda; Puspitasari, Tita
JISPE Journal of Islamic Primary Education Vol. 6 No. 02 (2025): JISPE Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jispe.v6i02.1041

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) technology has created new opportunities for the development of instructional media in primary education. However, its utilization by teachers still faces several challenges, particularly related to design skills, time efficiency, and the suitability of learning media to students’ characteristics. This study aims to examine the use of AI features on the Canva platform in developing instructional media at SD Daarul Qur’an Internasional, focusing on ease of use, teachers’ work efficiency, transformation of work patterns, and technical and pedagogical challenges encountered. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through classroom observations, in-depth interviews with all teachers, and documentation analysis of instructional media products. Data were analyzed interactively using the Miles and Huberman model and validated through triangulation and member checking. The findings indicate that Canva AI is easy to use for teachers with diverse levels of digital competence, significantly improves time efficiency, and facilitates a transformation in teachers’ roles from manual content creators to more strategic and creative instructional designers. The instructional media produced are more varied, visual, and adaptive to the characteristics of primary school students. The main challenges identified include internet connectivity stability and the need to adjust AI-generated language to suit students’ cognitive development levels. This study concludes that Canva AI has strong potential to serve as a catalyst for pedagogical transformation in primary education when supported by adequate infrastructure and continuous professional development for teachers.