cover
Contact Name
Achmad Riyanto
Contact Email
ariyanto@ub.ac.id
Phone
+62341-562454
Journal Mail Official
jtresda@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.167, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27982386     EISSN : 27983420     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jtresda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air is a scientific journal published regularly twice per year by Water Resources Engineering Department, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Articles 612 Documents
Perencanaan Pengendalian Banjir Sungai Muzoi Nias Utara Menggunakan Program HEC-RAS 6.2 Nuhana, Shafia Farhan; Runi Asmaranto; M. Amar Sajali
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.37

Abstract

Salah satu daerah yang mengalami dampak banjir yaitu pada Sungai Muzoi. Saat ini, kondisi Sungai Muzoi telah mencapai titik kritis, di mana kapasitasnya tidak lagi memadai untuk menampung debit air yang meningkat selama musim hujan. Penelitian ini bertujuan merencanakan pengendalian banjir menggunakan tanggul sebagai solusi struktural. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi berdasarkan Permen PU No. 12 Tahun 2014 dan pemodelan hidraulik dengan HEC-RAS. Debit banjir dihitung menggunakan distribusi Log Pearson Type III dan Hidrograf Satuan Sintesis Nakayasu, dengan kala ulang Q1, Q25, dan Q50. Hasil pemodelan menunjukkan tinggi genangan berkisar antara 8,3 hingga 8,6 meter, lebih rendah dibanding data historis berkisar antara 8,863 - 9,000 meter. Pada wilayah Faruo, tanggul direncanakan dibangun di sisi kanan dan sisi kiri sungai, dimulai dari patok 214 hingga patok 197 sisi kanan dan kiri dengan menyesuaikan dengan lokasi rawan genangan berdasarkan hasil pemodelan. Sementara itu, di wilayah Totoi, pembangunan tanggul dilakukan di kedua sisi sungai, tepatnya pada patok 147 hingga patok 129 sisi kanan dan sisi kiri, karena wilayah ini merupakan kawasan pemukiman padat yang rentan terdampak banjir. Debit rencana tercatat sebesar 429,37 m³/det (Q1th), 1.107,94 m³/det (Q25th), dan 1.248,94 m³/det (Q50th).
Studi Perencanaan Penentuan Anggaran Biaya Proyek (ABP) dan Penjadwalan Pelaksanaan Proyek PLTM Pusaka-1 Ridayani, Aline Tabina; Pitojo Tri Juwono; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.54

Abstract

Kebutuhan energi listrik di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Salah satu upaya pemenuhannya adalah dengan pemanfaatan energi baru terbarukan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM). Desa Pusaka Jaya di Kabupaten Cianjur merupakan wilayah yang memiliki potensi besar untuk pembangunan PLTM. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan anggaran biaya proyek (ABP) dan penjadwalan pelaksanaan pembangunan PLTM Pusaka-1. Metode yang digunakan meliputi perhitungan volume pekerjaan, analisis harga satuan pekerjaan (AHSP), dan perencanaan anggaran biaya langsung. Selanjutnya dilakukan penjadwalan dan optimasi durasi proyek dengan dua metode percepatan, yaitu fast track dan crashing. Metode fast track diterapkan melalui penyesuaian logika ketergantungan antar aktivitas pada lintasan kritis, sementara metode crashing dilakukan dengan meningkatkan durasi kerja harian, seperti melalui penambahan jam lembur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode crashing lebih optimal dalam mengefisiensikan waktu proyek meskipun memerlukan tambahan biaya langsung, sedangkan metode fast track lebih ekonomis namun terbatas dalam pengurangan durasi. Studi ini menyimpulkan bahwa metode crashing memberikan hasil paling optimal berdasarkan evaluasi waktu pelaksanaan dan alokasi sumber daya proyek.
Analisis Tren Jangka Panjang Curah Hujan dan Evaporasi sebagai Dasar Pengelolaan Sumber Daya Air di Waduk Wonorejo Kurnia Sari, Faradila; Sri Wahyuni; Donny Harisuseno; Wiwik Yunarni Widiarti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.45

Abstract

Perubahan iklim global telah memengaruhi pola curah hujan dan laju evaporasi, yang berdampak langsung terhadap ketersediaan air pada sistem waduk. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi wilayah yang bergantung pada waduk sebagai sumber utama air baku dan irigasi, termasuk Waduk Wonorejo di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Oleh karena itu, diperlukan kajian berbasis data historis untuk memahami tren iklim lokal dan dampaknya terhadap sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren jangka panjang curah hujan dan evaporasi guna mendukung perencanaan pengelolaan sumber daya air yang adaptif dan berkelanjutan. Analisis dilakukan menggunakan data observasi curah hujan dan evaporasi selama periode 2004 hingga 2023, dengan pendekatan analisis secara temporal bulanan dan tahunan untuk mengidentifikasi pola perubahan iklim lokal yang relevan terhadap dinamika hidrologi regional. Metode analisis menggunakan grafik trendline pada Microsoft Excel untuk mengidentifikasi arah tren (naik atau turun) berdasarkan kemiringan garis linier. Hasil analisis menunjukkan adanya perubahan pola iklim lokal yang berpengaruh terhadap dinamika neraca air waduk. Informasi ini menjadi penting dalam mendukung pengambilan keputusan operasional waduk, seperti pengaturan bukaan pintu air, penjadwalan distribusi air irigasi, serta penyusunan strategi konservasi air yang responsif terhadap perubahan iklim. 
Studi Alternatif Perencanaan Pengendalian Banjir Sungai Petung di Pasuruan Setiawan, Dodi Bagus; Prasetyorini, Linda; Sajali, M. Amar
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.50

Abstract

Banjir merupakan peristiwa meluapnya air yang melebihi kapasitas normal saluran, sehingga menggenangi wilayah daratan. Provinsi Jawa Timur, menurut data BNPB tahun 2024, menempati peringkat kedua dalam kejadian banjir terbanyak di Indonesia. Salah satu wilayah terdampak adalah Sungai Petung yang mengalir melalui Kota dan Kabupaten Pasuruan. Kejadian banjir signifikan terjadi pada 6 Mei 2023 dengan genangan setinggi 0,6 meter. Studi ini bertujuan merancang upaya pengendalian banjir di Sungai Petung melalui normalisasi sungai dan pembangunan tanggul. Tahapan perencanaan meliputi analisis debit banjir rancangan menggunakan HEC-HMS, pemodelan banjir dan pengendaliannya menggunakan HEC-RAS, serta estimasi rencana anggaran biaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa debit banjir rancangan untuk kala ulang 25 tahun (Q25) sebesar 122,59 m³/s dan kala ulang 50 tahun (Q50) sebesar 154,92 m³/s. Hasil pemodelan menunjukkan adanya luapan di beberapa titik, sehingga dibutuhkan normalisasi dan pembangunan tanggul. Tanggul direncanakan dengan dua pendekatan, yaitu konvensional dan Building with Nature (BWN). Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk skenario normalisasi dan tanggul konvensional adalah Rp11.685.730.000, sedangkan untuk normalisasi dan tanggul BWN adalah Rp7.546.420.000.
Studi Kesiapan Modernisasi Irigasi di Daerah Irigasi Padi Pomahan dan Daerah Irigasi Menturus Kabupaten Mojokerto Berdasarkan Metode Rapid Appraisal Procedure (RAP) Ayu, Khania; Sayekti, Rini; Prayogo, Tri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.28

Abstract

Kesiapan modernisasi irigasi menggambarkan sejauh mana suatu daerah irigasi memenuhi syarat dan siap untuk melaksanakan modernisasi sistem irigasi secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Penilaian ini meliputi lima pilar Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi (IKMI) berdasarkan kuesioner metode Rapid Appraisal Procedure (RAP) untuk menilai kesiapan modernisasi irigasi di Daerah Irigasi Padi Pomahan dan Menturus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode Rapid Appraisal Procedure (RAP), sementara penentuan prioritas pilar dilakukan dengan pendekatan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP), sedangkan evaluasi tingkat kesiapan diterapkan dengan pendekatan Simple Additive Weighting (SAW). Hasil penelaahan data bahwa pilar ketersediaan air dan sistem pengelolaan memiliki bobot tertinggi di kedua daerah, namun skor Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi (IKMI) masih berada kategori “cukup” dengan nilai 76,25% untuk Padi Pomahan dan 78,75% untuk Menturus. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan modernisasi irigasi harus ditunda dan didahului dengan upaya penyempurnaan sistem selama 1–2 tahun ke depan.
Studi Kesiapan Modernisasi Irigasi Berdasarkan Metode Rapid Appraisal Procedure (RAP) pada Daerah Irigasi Kedungkandang dan Daerah Irigasi Molek Kabupaten Malang Mutiasari, Tarisa; Sayekti, Rini; Prayogo, Tri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.38

Abstract

Modernisasi irigasi merupakan upaya strategis dalam meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan keberlanjutan sistem irigasi guna mendukung ketahanan pangan nasional. Penelitian ini memiliki tujun sebagai penentuan skala prioritas dalam kesiapan modernisasi pada Daerah Irigasi Kedungkandang dan Irigasi di Daerah Molek di Kabupaten Malang dengan menggunakan metode Rapid Appraisal Procedure (RAP) yang dipadukan dengan pendekatan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) serta Simple Additive Weighting (SAW). Penilaian dilakukan berdasarkan lima pilar Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi (IKMI), yaitu: Ketersediaan Air, Infrastruktur Irigasi, Sistem Pengelolaan, Institusi Pengelola, dan Sumber Daya Manusia. Data diperoleh melalui survei kuesioner terhadap delapan kelompok responden yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan irigasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa masing-masing daerah irigasi mempunyai ciri serta tingkat kesiapan yang berbeda untuk menghadapi proses modernisasi. Daerah Irigasi Kedungkandang menunjukkan prioritas utama pada aspek infrastruktur irigasi, sedangkan Daerah Irigasi Molek membutuhkan peningkatan signifikan pada aspek sumber daya manusia. Hasil penelitian ini memberikan masukan penting bagi pemangku kebijakan dan tahapan implementasi modernisasi irigasi secara bertahap dan berbasis kebutuhan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyusunan strategi pengembangan irigasi yang lebih adaptif dan partisipatif di masa mendatang.
Studi Penjadwalan Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan Diversion Tunnel dan Cofferdam Bendungan di Muara Juloi Kalimantan Tengah dengan Menggunakan Microsoft Project 2016 vania, clarizka; Juwono, Pitojo Tri; Marsudi, Suwanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.42

Abstract

Pembangunan Bendungan Muara Juloi di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, merupakan bagian dari inisiatif pembangunan infrastruktur nasional yang bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya air dalam rangka penyediaan energi terbarukan, pengendalian banjir, serta mendukung pengembangan wilayah. Proyek pembangkit listrik tenaga air ini direncanakan memiliki kapasitas sebesar 340 MW dan mencakup pekerjaan konstruksi yang kompleks, seperti pengalihan aliran sungai (diversion tunnel) dan cofferdam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjadwalan konstruksi pada pekerjaan diversion tunnel dan cofferdam dengan menggunakan Microsoft Project 2016, yang meliputi penentuan kebutuhan tenaga kerja dan alat berat, estimasi biaya langsung, serta evaluasi alternatif penjadwalan untuk mencapai efisiensi waktu dan sumber daya. Metodologi yang digunakan dalam studi ini adalah pengolahan data proyek aktual yang meliputi volume pekerjaan, spesifikasi material, durasi, dan urutan kegiatan, yang diperoleh dari konsultan perencana. Acuan biaya didasarkan pada daftar harga satuan Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyesuaian jadwal, seperti penambahan jam kerja dan alat berat, berdampak signifikan terhadap durasi proyek dan alokasi sumber daya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam perencanaan proyek konstruksi dan menunjukkan efektivitas penggunaan perangkat lunak penjadwalan untuk meningkatkan pengambilan keputusan dan kinerja proyek
Efisiensi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Kelurahan Ledok Kulon Kabupaten Bojonegoro Ardia Trianita, Dinda; Yuliani, Emma; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.26

Abstract

Meningkatnya jumlah industri tahu dan aktivitas rumah tangga di Kelurahan Ledok Kulon, Kabupaten Bojonegoro menyebabkan beban pencemar pada air limbah yang diolah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Ledok Kulon semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit air limbah yang masuk ke dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Ledok Kulon, besarnya kandungan BOD, COD, TSS, pH, total coliform, nitrit, sulfat, serta temperatur yang terdapat di dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Ledok Kulon, kinerja tiap unit, serta efisiensi removal IPAL terhadap air hasil olahan. Metode yang digunakan berupa sampling dan pengujian terhadap air limbah yang diambil pada masing-masing unit IPAL yang kemudian dilakukan analisis terkait beban organik/Organic Loading Rate (OLR), waktu retensi/Hydraulic Retention Time (HRT), dan pembebanan hidrolik/Hydraulic Loading Rate (HLR). Hasil menunjukkan debit ait limbah mencapai 926,69 m3/hari yang melebihi kapasitas desain 500 m3/hari. Dari hasil uji laboratorium terhadap sampel air limbah pada inlet IPAL, outlet biofilter anaerobik dan aerobik, serta outlet IPAL hanya parameter COD dan total yang tidak memenuhi standar baku mutu Permen LHK No. 68 Tahun 2016 yaitu COD >100 mg/L dan total coliform >3000 jumlah/100 mL.
Studi Manajemen Konstruksi Proyek Dermaga Ujung Surabaya dengan Implementasi Building Information Modeling (BIM) Wijaya, Andrian Ahmad; Pitojo Tri Juwono; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.44

Abstract

Dermaga Ujung merupakan dermaga yang berlokasi di Kota Surabaya, dermaga ini direncanakan untuk ditingkatkan kapasitasnya agar bisa digunakan oleh kapal yang berkapasitas lebih besar. Perencanaan proyek yang masih menggunakan cara konvensional dengan software 2D Computer-Aided Design (CAD)  yang tidak terintegrasi membuat perencanaan kurang efisien sehingga memperlambat durasi pengerjaan desain rencana. Oleh sebab itu, studi ini bertujuan memberikan alternatif solusi penerapan Building Information Modeling (BIM) untuk meningkatkan efisiensi perencanaan proyek sekaligus memberikan alternatif penjadwalan yang dapat mengurangi durasi dan biaya proyek. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan BIM dapat menjadi solusi keterbatasan data dan meningkatkan efisiensi pembuatan desain dan perhitungan volume pekerjaan dengan hasil rencana pekerjaan pengerukan sebesar 116.967,775 m3, kemudian alternatif percepatan penjadwalan dengan penambahan lembur merupakan yang paling optimal dan dapat menurunkan durasi proyek hingga 11,765% dengan biaya proyek berkurang sebesar 0,943% dibandingkan dengan estimasi awal. Manfaat dari studi ini dapat memberikan rekomendasi penggunaan BIM untuk efisiensi perencanaan dan alternatif percepatan yang optimum untuk meningkatkan kecepatan penyelesaian proyek dan pengurangan biaya proyek.
Studi Penentuan Kesiapan Modernisasi Irigasi Berdasarkan Skala Prioritas Pada Daerah Irigasi Sampean Baru Dan Daerah Irigasi Banyuputih Kabupaten Situbondo Fernadhi Malika Wildan Pratama; Sayekti, Rini; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.53

Abstract

Modernisasi irigasi merupakan upaya untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem irigasi melalui pendekatan teknis, kelembagaan, dan pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesiapan modernisasi irigasi di dua daerah irigasi kewenangan pusat di Kabupaten Situbondo, yaitu Daerah Irigasi Sampean Baru dan Banyuputih, dengan menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) dan Simple Additive Weighting (SAW). Penilaian didasarkan pada lima pilar utama Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi (IKMI), yaitu ketersediaan air, infrastruktur irigasi, sistem pengelolaan, institusi pengelola, dan sumber daya manusia. Data diperoleh melalui kuesioner RAP (Rapid Appraisal Procedure) yang diolah dengan pendekatan berbasis logika fuzzy untuk mendapatkan bobot prioritas, kemudian dilakukan penilaian skor akhir menggunakan metode SAW. Hasil menunjukkan bahwa DI Sampean Baru memiliki nilai IKMI sebesar 80,24 dan tergolong paling siap dalam menghadapi modernisasi, sedangkan DI Banyuputih memiliki nilai IKMI sebesar 77,06 dan masih memerlukan perbaikan, terutama pada aspek ketersediaan air dan infrastruktur. Prioritas peningkatan difokuskan pada pilar infrastruktur irigasi di kedua daerah, serta peningkatan sarana penunjang untuk mendukung pengelolaan yang lebih efisien. Penelitian ini menegaskan pentingnya penilaian objektif dan terstruktur dalam merancang strategi modernisasi irigasi yang berkelanjutan.