cover
Contact Name
Noor Cholifah
Contact Email
lppm@umkudus.ac.id
Phone
+6281329350720
Journal Mail Official
lppm@umkudus.ac.id
Editorial Address
Sekertariat LPPM Universitas Muhammadiyah Kudus, Jalan Ganesha 01, Purwosari, Kudus
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdimas Indonesia
ISSN : 26544822     EISSN : 26542544     DOI : https://doi.org/10.26751/jai
Jurnal ABDIMAS Indonesia (JAI) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Kudus. Jurnal ini pertama kali di terbitkan tahun 2019 terbit 2 kali dalam tahunya dan di harapakan jurnal ini mampu terus konsisten terbit di tahun selanjutnya. Jurnal ini dapat di akses secara terbuka di halaman web http://ejr.stikesmuhkudus.ac.id/index.php/jai. Jurnal abdimas merupakan jurnal pengembangan dan menambah ilu pengetahuan dan teknologi yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berhubungan dengan kesehatan pendidikan lingkungan sosial ekonomi, pelatihan, kewirausahaan, teknologi tepat guna, pemberdayaan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 51 Documents
CEGAH SENDIRI STUNTING SISWA PAUD JUNIOR SKB UNGARAN Purbowati Purbowati; Dyah Kartika Wening
Jurnal ABDIMAS Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia dini atau prasekolah berusia 3-6 tahun. Usia ini merupakan periode emas anak dalam pertumbuhan dan perkembangan sehingga perlu dilakukan penilaian status gizi secara rutin guna memantau pertumbuhannya. Masalah gizi kronis pada balita yang dapat terjadi yaitu stunting. Stunting adalah gangguan pertumbuhan linier yang disebabkan karena ketidakcukupan asupan zat gizi kronis atau penyakit infeksi kronis maupun berulang. Pada masa pandemi covid-19 kegiatan belajar dilakukan secara daring dari rumah, begitu pun pemantauan status gizi rutin di sekolah tidak dapat dilaksanakan. Peran orang tua sangat diharapkan dapat melakukan pemantauan tinggi badan anak secara mandiri. Sehingga perlu dilakukan kegiatan edukasi dan pelatihan pemantauan tinggi badan pada orang tua agar dapat diterapkan di rumah secara mandiri. Sasaran kegiatan ini yaitu orang tua siswa PAUD Junior SKB Ungaran. Kegiatan dilaksanakan pada bulan April 2021 bertempat di Aula SKB Ungaran Kabupaten Semarang. Program yang ditawarkan antara lain edukasi stunting, pelatihan pengukuran tinggi badan beserta ploting status gizi, dan pembagian stiker pengukur tinggi badan dan grafik pertumbuhan. Hasil evaluasi kegiatan yaitu terdapat peningkatan pengetahuan orang tua tentang deteksi stunting dari sebelum dan sesudah edukasi, orang tua antusias dan aktif mengikuti pemaparan materi dan pelatihan pemantauan tinggi badan anak, orang tua dapat mempraktikan pemantauan tinggi badan anak di rumah masing-masing.
CEGAH SENDIRI STUNTING SISWA PAUD JUNIOR SKB UNGARAN Purbowati Purbowati; Dyah Kartika Wening
Jurnal ABDIMAS Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia dini atau prasekolah berusia 3-6 tahun. Usia ini merupakan periode emas anak dalam pertumbuhan dan perkembangan sehingga perlu dilakukan penilaian status gizi secara rutin guna memantau pertumbuhannya. Masalah gizi kronis pada balita yang dapat terjadi yaitu stunting. Stunting adalah gangguan pertumbuhan linier yang disebabkan karena ketidakcukupan asupan zat gizi kronis atau penyakit infeksi kronis maupun berulang. Pada masa pandemi covid-19 kegiatan belajar dilakukan secara daring dari rumah, begitu pun pemantauan status gizi rutin di sekolah tidak dapat dilaksanakan. Peran orang tua sangat diharapkan dapat melakukan pemantauan tinggi badan anak secara mandiri. Sehingga perlu dilakukan kegiatan edukasi dan pelatihan pemantauan tinggi badan pada orang tua agar dapat diterapkan di rumah secara mandiri. Sasaran kegiatan ini yaitu orang tua siswa PAUD Junior SKB Ungaran. Kegiatan dilaksanakan pada bulan April 2021 bertempat di Aula SKB Ungaran Kabupaten Semarang. Program yang ditawarkan antara lain edukasi stunting, pelatihan pengukuran tinggi badan beserta ploting status gizi, dan pembagian stiker pengukur tinggi badan dan grafik pertumbuhan. Hasil evaluasi kegiatan yaitu terdapat peningkatan pengetahuan orang tua tentang deteksi stunting dari sebelum dan sesudah edukasi, orang tua antusias dan aktif mengikuti pemaparan materi dan pelatihan pemantauan tinggi badan anak, orang tua dapat mempraktikan pemantauan tinggi badan anak di rumah masing-masing.
PENTINGNYA EDUKASI GIZI SEIMBANG UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Atun Wigati; Fariza Yulia Kartika Sari; Tri Suwarto
Jurnal ABDIMAS Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah keadaan paling umum dari bentuk kekurangan gizi (PE/mikronutrien), yang mempengaruhi bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir, terkait dengan ukuran ibu, gizi selama ibu hamil, dan pertumbuhan janin , stunting pada anak balita merupakan salah satu indikator status gizi kronis yang dapat memberikan gambaran gangguan keadaan sosial ekonomi secara keseluruhan di masa lampau dan pada 2 tahun awal kehidupan anak dapat memberikan dampak yang sulit diperbaiki. Salah satu faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi stunting yaitu status ekonomi orang tua dan ketahanan pangan keluarga. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Balai Desa Ngembal Kulon pada kader kesehatan, ibu balita dan batita dengan memberikan pengarahan pentingnya gizi seimbang untuk pencegahan stunting manfaat gizi seimbang, macam – macam gizi seimbang. Hasil yang diharapkan pada pengabdian ini adalah para kader kesehatan, para ibu dan keluarga yang mempunyai balita dapat merubah perilaku dan pola pikir cara memberikan asupan makanan pada anak dengan melihat kebutuhan gizi yang seimbang untuk mencegah stunting sehingga pertumbuhan anak sesuai dengan usianya.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN BLACK GARLIC PADA IBU PKK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT HIPERTENSI Heny Siswanti; Sri Karyati; Anny Rosiana Masithoh
Jurnal ABDIMAS Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah istilah medis dari penyakit tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat mengakibatkan berbagai komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa sekaligus meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, bahkan kematian. Black Garlic telah dievaluasi penggunaannya dapat digunakan untuk pengobatan penyakit tekanan darah tinggi. Data dari Puskesmas Mayong 1 pada tahun 2020 jumlah penderita Hipertensi desa Pelang kecamatan Mayong kabupaten Jepara berjumlah 157. Sehingga perlu edukasi konsumsi Black Garlic mengingat khasiatnya yang besar dalam mencegah dan mengobati hipertensi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi pembuatan Black Garlic secara mandiri untuk kemudian dikonsumsi untuk pencegahan hipertensi. Uji laboratorium menunjukkan hasil Black Garlic memiliki prosentase antioksidan dan phenol yang lebih tinggi daripada bawang putih.Praktek langsung pembuatan Black Garlic oleh ibu PKK desa Pelang didapatkan hasil proses pembuatan selama kurun waktu 14 hari berupa olahan bawang putih yang telah terfermentasi menjadi bawang hitam (Black Garlic). Rasa Black Garlic yang manis dan asam dengan tekstur yang kenyal seperti Jenang atau dodol yang bisa dikonsumsi sehari-hari untuk memperlancar peredaran darah sehingga dapat mencegah penyakit hipertensi.
EDUKASI PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN DBD DAN STUNTING DI DESA CENDONO KABUPATEN KUDUS Mu'adzah Mu'adzah; Avira Budianita; Hasriyani Hasriyani; Arief Adi Saputro; Fania Nurul Khoirunnisa
Jurnal ABDIMAS Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Cendono Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Permasalahan kesehatan di Desa Cendono tidak jauh beda dengan permasalahan kesehatan Nasional, suhu yang tropis menyebabkan banyaknya kasus DBD. Selain itu kasus stunting yang tak kunjung usai, sudah menjadi perhatian nasional, idak terkecuali di kabupaten Kudus. Indonesia merupakan wilayah yang kaya akan tanaman, tidak terkecuali tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan, seperti tanman herbal. Dalam upaya memberikan kesadaran dalam memelihara kesehatan serta lingkungan, dilakukan edukasi tanaman herbal sebagai strategi pencegahan DBD dan stunting di Desa Cendono Kabupaten Kudus. Dimana setelah dilakukan edukasi pengetahuan masyarakat di Desa Cendono bertambah dan mampu untuk menerapkan ilmu yang diperoleh.
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI KOMPOS DI DESA GARUNG LOR DENGAN MENGGUNAKAN TAKAKURA HOME METHOD Zaenal Fanani; Dwi Astuti
Jurnal ABDIMAS Indonesia Vol 1, No 1 (2019): Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan merupakan sesuatu yang patut menjadi perhatian, karena keberlangsungan hidup lingkungan adalah keberlangsungan hidup manusia. Salah satu permasalahan lingkungan sekarang adalah mengenai sampah, karena sampah dihasilkan oleh setiap individu terus-menerus tiap harinya, baik itu sampah organik maupun nonorganik. Sampah baru dihasilkan setiap harinya, sedangkan tempat untuk menampung sampah tersebut tidak bertambah. Penumpukan sampah jika dibiarkan dapat mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit dan juga merusak keindahan lingkungan. Penumpukan sampah dapat dihindari dengan mengolah kembali sampah yang dihasilkan. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos. Takakura Home Method merupakan salah satu cara yang praktis dan mudah untuk membuat kompos. Dengan pengetahuan tentang manfaat keranjang Takakura untuk mengolah kompos, serta perlakuan yang tepat terhadap sampah organik. Masyarakat dapat mengaplikasikan keranjang Takakura untuk menghasilkan kompos dari sampah organik. Pada beberapa tahun terakhir, pengelolaan sampah di Desa Garung Lor Kaliwungu Kudus masih belum optimal. Dengan aplikasi model pengelolaan sampah organik, warga desa dapat memperoleh manfaat secara ekonomi. Pelaksanaan ipteks bagi masyarakat berupa Takakura Home Method, dapat mewujudkan warga desa yang kreatif dalam mengolah dan memanfaatkan limbah sampah untuk menopang kesehatan serta bernilai ekonomi.
GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) DI POSYANDU PRAMBATAN LOR KALIWUNGU KUDUS Noor Cholifah; Rusnoto Rusnoto
Jurnal ABDIMAS Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang terjadi dewasa ini adalah rendahnya pengetahuan dalam menjaga kesehatan tubuh, sikap yang buruk dalam menyikapi pentingnya melakukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah terjadinya suatu penyakit. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Aksi GERMAS ini juga diikuti dengan memasyarakatkan perilaku hidup bersih sehat dan dukungan untuk program infrastruktur dengan basis masyarakat dan perilaku penerapan GERMAS di kehidupan sehari-hari. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah Pemberdayaan Posyandu dalam peningkatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kecamatan Poasia Dan Kambu, Kota Kendari agar menjadi masyarakat yang sehat dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan sosialisasi atau ceramah yang didukung interaksi kesehatan serta media leaflet. Minat ibu-ibu posyandu untuk menerapkan GERMAS sangat besar, sehingga penyuluhan tersebut mudah diterima dan dapat menciptakan sikap yang positif terhadap pesan yang disampaikan yang mempengaruhi perilaku ibu-ibu posyandu.
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN IBU DAN BAYI MELALUI PENDEKATAN DAN EDUKASI GIZI Fania Nurul Khoirunnisa; Durrotun Munafiah; Nor Asiyah
Jurnal ABDIMAS Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masa postpartum merupakan masa yang dimulai sejak plasenta lahir sampai semua organ reproduksi kembali seperti semula dimana selama masa tersebut diperlukan pemantauan terhadap ibu. Penanganan yang kurang baik selama masa postpartum dapat menimbulkan berbagai masalah. Status gizi yang baik dan seimbang sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan kesehatan ibu post partum dimana membantu proses metabolisme, pemeliharaan dan berperan dalam pembentukan jaringan baru serta memengaruhi kualitas ASI (Air Susu Ibu). Menilai pentingnya nutrisi pada masa postpartum bagi ibu dan bayi maka edukasi tentang gizi perlu disampaikan kepada ibu nifas sebagai salah satu bagian dari asuhan komprehensif. Dalam memberikan asuhan, Bidan hendaknya mampu memberikan asuhan secara komprehensif, antara lain melalui layanan kebidanan dengan pendekatan continuity of care. Konsep ini sangat penting diterapkan untuk mengatasi masalah kesehatan pada masa reproduksi, masa kehamilan, persalinan dan masa nifas (pascapersalinan). Edukasi gizi sebagai bagian dari asuhan komprehensif masa nifas dan menyusui merupakan upaya promotif sekaligus preventif sehingga ibu dapat menerapkan pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai kebutuhannya Kata Kunci: Kesehatan Ibu dan Bayi, Edukasi, Gizi Abstract Postpartum period is the period that starts from the birth of the placenta until all reproductive organs return to normal, during which time monitoring of the mother is required. Poor handling during the postpartum period can cause various problems. A good and balanced nutritional status is needed to accelerate the recovery of post partum maternal health which helps the metabolic process, maintenance and plays a role in the formation of new tissues and affects the quality of breast milk (Mother's Milk). Assessing the importance of nutrition in the postpartum period for mothers and babies, education about nutrition needs to be conveyed to postpartum mothers as part of comprehensive care. In providing care, midwives should be able to provide comprehensive care, including through midwifery services with a continuity of care approach. This concept is very important to be applied to overcome health problems during the reproductive period, during pregnancy, childbirth and the puerperium (post-partum). Nutrition education as part of comprehensive care during the puerperium and breastfeeding is a promotive as well as preventive effort so that mothers can implement the fulfillment of nutritional needs according to their needs. Keywords: Maternal and Infant Health, Education, Nutrition
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN IBU DAN BAYI MELALUI PENDEKATAN DAN EDUKASI GIZI Fania Nurul Khoirunnisa; Durrotun Munafiah
Jurnal ABDIMAS Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa postpartum merupakan masa yang dimulai sejak plasenta lahir sampai semua organ reproduksi kembali seperti semula dimana selama masa tersebut diperlukan pemantauan terhadap ibu. Penanganan yang kurang baik selama masa postpartum dapat menimbulkan berbagai masalah. Status gizi yang baik dan seimbang sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan kesehatan ibu post partum dimana membantu proses metabolisme, pemeliharaan dan berperan dalam pembentukan jaringan baru serta memengaruhi kualitas ASI (Air Susu Ibu). Menilai pentingnya nutrisi pada masa postpartum bagi ibu dan bayi maka edukasi tentang gizi perlu disampaikan kepada ibu nifas sebagai salah satu bagian dari asuhan komprehensif. Dalam memberikan asuhan, Bidan hendaknya mampu memberikan asuhan secara komprehensif, antara lain melalui layanan kebidanan dengan pendekatan continuity of care. Konsep ini sangat penting diterapkan untuk mengatasi masalah kesehatan pada masa reproduksi, masa kehamilan, persalinan dan masa nifas (pascapersalinan). Edukasi gizi sebagai bagian dari asuhan komprehensif masa nifas dan menyusui merupakan upaya promotif sekaligus preventif sehingga ibu dapat menerapkan pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai kebutuhannya
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA BAE KECEMATAN BAE KUDUS Heny Siswanti; Ana Zumrotun Nisak; Shinta Dwi Kurnia
Jurnal ABDIMAS Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA BAE KECEMATAN BAE KUDUS Heny Siswantia,*, Ana Zumrotun Na, b ,Shinta Dwi Kurniab henysiswanti@umkudus.ac.id , anazumotun@umkudus.ac.id .shintadwi@umkudus.ac.id aUniversitas Muhammadiyah Kudus Desa Pelang Mayong, Jepara, Indonesia bUniversitas Muhammadiyah Kudus, Indonesia Abstrak Stunting merupakan masalah gizi yang disebabkan karena kekurangan asupan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yang merupakan masa kritis, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.. Pevalensi stunting di Indonesia mencapai angka 37,2%, dengan kata lain terdapat 93 juta kasus stunting terjadi di Indonesia. Dari anak dibawah 3 tahun di desa Puskesmas Bae terdapat 23% anak mengalami stunting slah satunya Desa Bae. Dari permasalahan tersebut perlu adanya keterlibatan keluarga dan peran serta masyarakat sehingga program dapat berjalan. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pada Kader Gizi Anak, Pengetahuan tentang gizi anak, pertumbuhan dan perkembangan anak, cara menyajikan makanan batita yang baik, pembuatan media promosi yang menarik tentang gizi anak supaya lebih mudah dipahami serta pencegahan stunting. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan memberi pengetahuan para ibu untuk pemberian makanan yang tepat sesuai dengan usia anaknya dan mengetahui tahapan normal proses tumbuh kembang seorang anak. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan kegiatan ini terdapat 25 kader Gizi serta membuat menu sehat untuk batita,. Setelah dilakukan pendampingan duta gizi anak, dilakukan pula pendataan gizi anak, dimana didapatkan hasil angka stunting di Desa Bae mengalami penurunan. Dan kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan batita dan keluarga. Kata Kunci: Kader, Gizi, Stunting Abstract Stunting is a nutritional problem caused by a long-term lack of nutritional intake during the first 1000 days of life (HPK) which is a critical period, resulting in growth disorders in children, namely the child's height is lower or shorter (dwarf) than the standard age. stunting in Indonesia reached 37.2%, in other words there were 93 million cases of stunting occurring in Indonesia. Of the children under 3 years old in the Bae Health Center village, 23% of the children were stunted, one of them was in Bae Village. From these problems it is necessary to have family involvement and community participation so that the program can run. This community service activity aims to provide training for Child Nutrition Cadres, Knowledge of child nutrition, child growth and development, how to serve good toddler food, making attractive promotional media about child nutrition to make it easier to understand and stunting prevention. This activity is aimed at increasing the knowledge of posyandu cadres and giving mothers the knowledge to provide proper food according to their child's age and to know the normal stages of a child's growth and development process. The results obtained after this activity were 25 Nutrition cadres and made a healthy menu for toddlers. After assisting the child nutrition ambassador, a child nutrition data collection was also carried out, which resulted in a decrease in the stunting rate in Bae Village. And this community service activity is very useful for improving the health of toddlers and families. Keywords: Health Cadres, Nutrition, Stunting.