cover
Contact Name
Rizki Rahmah Fauzia
Contact Email
kikirahmah88@gmail.com
Phone
+6285315718481
Journal Mail Official
kikirahmah88@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perjuangan Nomor 10a, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon 45131, Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
ISSN : 25982583     EISSN : 26861062     DOI : https://doi.org/10.58365
Core Subject : Health,
Praeparandi Journal, Journal of Pharmacy and Science (ISSN print 2598-2583, e-ISSN: 2686-1062) is a scientific publication covering pharmacology and clinical pharmacy, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmaceutical and pharmaceutical preparation technology, social pharmacy, and pharmaceutical services . published by the YPIB Cirebon College of Pharmacy twice a year, namely in July-August and January-February. This praeparandi is intended as a publication medium to display quality research articles in the categories of original research articles, scientific views/literature reviews, reviews, and case reports related to the health sector, especially pharmaceutical science. All submissions will be reviewed by experts
Articles 102 Documents
UJI EFEKTIFITAS ANALGETIK SUSPENSI DAUN SONGGOLANGIT (Tridax procumbens L.) PADA MENCIT M.Si., Apt., Rahma Nafi’ah,; M. Farm., Apt., Asep Suparman.,; Gunawan, Deby
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 1 (2017): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian Uji Efektivitas Analgetik Suspensi Daun Songgolangit (Tridax procumbens L) Pada Mencit, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh efek analgetik suspensi daun songgolangit (Tridax procumbens L) pada mencit dan pada konsentrasi berapa efektif sebagai analgetik. Pengujian dilakukan dengan menggunakan suspensi daun songgolangit (Tridax procumbens L) dengan beberapa konsentrasi (20%, 40% , 60%) dan diberikan dengan cara oral (sonde) yang sebelumnya mencit telah dibuat sakit dengan diinduksi asam asetat secara intra peritoneal. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa suspensi daun songgolangit (Tridax procumbens L) berpengaruh terhadap efek analgetik pada semua konsentrasi (20%, 40%, 60%), terjadinya jumlah geliat untuk masingmasing konsentrasi adalah 20% : 107,3, 40% : 106, 60% : 59, k(+) : 54,6, dan k(-) : 205,3 dan hipotesis dari penelitian ini adalah H0 : suspensi daun songgolangit (Tridax procumbens L) tidak berhasiat sebagai analgetik pada konsentrasi tertentu. H1 : suspensi daun songgolangit (Tridax procumbens L) berhasiat sebagai analgetik pada konsentrasi tertentu. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan suspensi daun songgolangit (Tridax procumbens L) sudah memiliki dan menunjukan efek analgetik maka semakin kental efektivitasnya semakin tinggi.
AKTIFITAS ANTIBAKTERI SABUN CAIR EKSTRAK DAUN MELINJO (GNETUM GNEMON L) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Yuliantini, Arin; Nafi'ah, Rahma
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun melinjo memiliki kandungan resveratrol yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Telah dilakukan penelitian uji aktifitas antibakteri sabun cair ekstrak daun melinjo (Gnetum gnemon L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode in-vitro perforasi pada media nutrien agar dengan melihat diameter zona hambat pada konsentrasi ekstrak 10%, 20% dan 30% b/v. Dari hasil pengamatan didapatkan bahwa konsentrasi 30% memiliki nilai zona hambat mendekati kontrol positif. Selanjutnya ekstrak daun melinjo 30% diformulasikan dalam bentuk sediaan sabun cair. Hasil formula diuji aktifitas antibakterinya dan stabilitas penyimpanan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sabun cair ekstrak daun melinjo memiliki persen efektif dibanding kontrol positif sebesar 84,81%. Sedangkan hasil uji stabilitas penyimpanan meliputi : organoleptis, pH, viskositas, kenaikan tinggi busa pada suhu 00C, 250C dan 400C menunjukkan bahwa sediaan kurang stabil pada penyimpanan selama empat minggu
Uji Aktivitas Antibakteri Serbuk Instan Perasan Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia, Swingle) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Anjastika, Luky Septiansyah; Haryati, Ety; Kholifah, Nurul
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 5 No 2 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit gigi dan mulut adalah 10 penyakit utama di Indonesia. Streptococcus mutans adaalah mikroorganisme yang telah menjadi penyebab utama penyakit Karies gigi. Seiring dengan berkembangnya jaman yang semakin maju secara tidak langsung mempengaruhi pola konsumsi makanan dan minumannya yaitu ingin serba instan oleh karena itu berkembang pula makanan dan minuman kesehatan salah satunya adalah minuman serbuk instan. Tanaman herbal memiliki potensi besar sebagai obat pencegah infeksi gigi dan mulut salah satunya adalah jeruk nipis (Citrus aurantifolia, Swingle). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri serbuk instan perasan kulit buah jeruk nipis terhadap bakteri Streptococcus mutans. Metode pembuatan serbuk instan menggunakan metode Foam mat drying. Evaluasi sediaan meliputi mutu kimia, mutu fisik dan mutu organoleptik. Uji stabilitas sediaan menggunakan metode dipercepat selama 1 bulan dengan suhu penyimpanan 40 C, 250 C dan 400 C. Metode penelitian secara eksperimental menggunakan metode difusi sumuran dalam medium nutrien blood dan darah segar. Hasil penelitian menunjukan serbuk instan perasan kulit buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia, swingle) memiliki aktivitas anti bakteri terhadap Streptococcus mutans dengan konsentrasi 20%, 30% dan 40% yaitu 5,34 mm, 6,40 mm, dan 7,93 mm. Daya aktivitas terbesar terdapat pada konsentrasi 40% yaitu 7,93 mm. Pengolahan data dilakukan dengan uji Kruskall Wallis dan uji Mann-Whitney
R UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR SABUN CAIR INFUSA BATANG NANAS (Ananas comosus L.) TERHADAP JAMUR Candida albicans NUARI, RIS AYU; RACHMAWATY, DIANY
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antijamur infusa buah batang nanas (Ananas comosus) serta untuk mengetahui konsentrasi infusa buah batang nanas yang paling efektif yang dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida Albicans dan untuk mengetahui aktivitas antijamur infusa buah batang nanas (Ananas comosus) yang diformulasikan kedalam bentuk sediaan sabun cair. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium Mikrobiologi STF YPIB Cirebon dengan menggunakan metode eksperimen yang meliputi : jamur Candida Albicans, beberapa konsentrasi infusa buah batang nanas (Ananas comosus) dengan variasi konsentrasi 4%, 8%, dan 12%. serta kontrol positif sabun cair antiseptik merk X dan kontrol negatif basis sabun cair. Hasil dari penelitian ini adalah sabun cair infusa batang nanas (Ananas comosus) dengan konsentrasi 4% memiliki rata-rata daya hambat sebesar 0,54cm, konsentrasi 8% memiliki rata-rata daya hambat 0,73 cm, konsentrasi 12% memilki rata-rata daya hambat sebesar 1,62, kontrol positif memiliki rat-rata daya hambat sebesar 1,75cm, dan kontrol negatif memiliki rata-rata daya hambat 0,38 cm. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah infusa buah batang nanas (Ananas comosus) yang diformulasikan kedalam bentuk sediaan sabun cair memiliki aktivitas antijamur terhadap pertumbuhan jamur Candida Albicans. infusa batang buah nanas (Ananas comosus) yang paling efektif yang dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida Albicans adalah konsentrasi 12%. ABSTRACT This study aims to determine the antifungal of pineapple stem fruit infusa (Ananas comosus) and to determine the most effective concentration of pineapple stem infusion that can inhibit fungal growth of Candida Albicans and to determine the antifungal activity of pineapple stem anus (Ananas comosus) formulated into dosage forms liquid soap. This research was conducted in the STF YPIB Cirebon Microbiology laboratory using an experimental method which included: mushroom Candida Albicans, several concentrations of pineapple stem fruit infusa (Ananas comosus) with variations in concentrations of 4%, 8%, and 12%. and positive control of brand X liquid antiseptic soap and negative control of liquid soap base. The results of this study are pineapple stem infusion liquid soap (Ananas comosus) with a concentration of 4% has an average inhibition of 0.54cm, a concentration of 8% has an average inhibition of 0.73 cm, a concentration of 12% has an average the inhibitory power is 1.62, the positive control has an average inhibition of 1.75 cm, and the negative control has an average inhibition of 0.38 cm. The conclusion in this study is the pineapple stem fruit infusion (Ananas comosus) formulated into liquid soap preparations has antifungal activity against the growth of fungi Candida Albicans. The most effective pineapple stem (Ananas comosus) infusion that can inhibit fungal growth of Candida Albicans is a concentration of 12%.
UJI FORMULASI ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL DARI EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) DENGAN VARIASI KONSENTRASI HPMC (Hidroksipropil metilselulosa) DENGAN METODE DPPH (2,2–diphenyl–l- picrylhydrazil) , stf1; Zakiah, Fitri; Karsidin, Bambang; Muslimah, Fitri Nisa
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji formulasi antioksidan gel ekstrak biji Alpukat dengan variasi konsentrasi HPMC dengan metode DPPH. Biji Alpukat banyak digunakan masyarakat untuk mengatasi penyakit seperti hipertensi, gangguan pencernaan, dan salah satunya sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi dan stabilitas fisik yang baik, daya antioksidan dan adanya pengaruh perbedaan HPMC terhadap antioksidan.Pengujian antioksdian dilakukan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Biji alpukat diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%. Evaluasi gel meliputi organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, viskositas, sineresis dan uji iritasi.Hasil penelitian ekstrak biji alpukat memiliki nilai IC50 sebesar 26,46 ppm Konsentrasi ekstrak yang digunakan pada gel sebesar 2,5% dengan konsentrasi HPMC 1% (F1), 1,5% (F2) dan 2% (F3) dengan nilai IC50 sebesar 38,20 ppm (F1), 56,43 ppm (F2), 128,26 ppm (F3). Sediaan gel yang memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi pada F1. Semua formula memiliki stabilitas fisik yang baik. Berdasarkan uji regresi linier menggunakan aplikasi SPSS menunjukan adanya pengaruh perbedaan HPMC terhadap viskositas dan daya antioksidan.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KRIM EKSTRAK KULIT PEPAYA (Carica papaya L.) DENGAN METODE DPPH (2,2-difenil-1-pikril hidrazil) Subagja M.Si., Apt.; M. Azka Hanapi
PRAEPARANDI : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 1 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : PRAEPARANDI : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat aktivitas radikal bebas. Salah satu tanaman di Indonesia yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan adalah buah pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sediaan krim esktrak kulit pepaya (Carica papaya L.) yang diukur dengan menggunakan metode DPPH. Ekstrak kulit buah pepaya (Carica papaya L.) diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut alkohol 70% dan dibuat sediaan krim menggunakan variasi konsentrasi esktrak kulit pepaya (Carica papaya L.) pada formula I, II, dan III yaitu 5%, 10%, dan 20%. Pengujian aktivitas antioksidan krim ekstrak kulit buah pepaya (Carica papaya L.) menggunakan metode DPPH dengan larutan pembanding vitamin C. Vitamin C dibuat seri konsentrasi 1, 2, 4, 6, dan 8 ppm didapatkan persentase hambatan 2,58%, 8,27%, 25%, 30,34%, dan 36,37%. Evaluasi krim meliputi uji organoleptis, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji homogenitas, dan uji iritasi. Stabilitas krim menggunakan metode Cycling test pada suhu 4 dan 40 . Analisis penelitian menggunakan One Way ANOVA spss versi 21. Langkah awal dalam analisis data melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% (0,05) dapat disimpulkan bahwa krim esktrak kulit pepaya (Carica papaya L.) pada formula I, II, dan III tidak efektif sebagai antioksidan. Kata Kunci : Antioksidan, Ekstrak Kulit Pepaya (Carica papaya L.), DPPH (2,2- difenil-1-pikril hidrazil)
Uji Aktivitas Antioksidan Krim Ekstrak Daun Teh Hijau (Camelia sinensis) dengan Metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril hidrazil Karsidin, Bambang; Subagja, Subagja; Permatasari, Dewi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat aktivitas radikal bebas. Salah satu tanaman di Indonesia yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan adalah daun teh hijau (Camelia sinensis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sediaan krim esktrak daun teh hijau (Camelia sinensis) yang diukur dengan menggunakan metode DPPH. Ekstrak daun teh hijau (Camelia sinensis) diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut alkohol 70% dan dibuat sediaan krim menggunakan variasi konsentrasi ekstrak daun teh hijau (Camelia sinensis) pada formula I, II, dan III yaitu 2%, 4%, dan 6%. Kemudian di uji aktivitas antioksidannya menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa krim ekstrak daun teh hijau pada konsentrasi 6% memiliki aktivitas antioksidan paling optimal dengan nilai IC₅₀ sebesar 167,579 ppm yang termasuk dalam kategori antioksidan lemah.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TABLET HISAP KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DAN RIMPANG JAHE (Zingiber officinale) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Haryati, Ety; Sari, Rizka Noviana; Nurpatmawati, Nurpatmawati; Zakiyah, Fitri
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.445 KB) | DOI: 10.58365/ojs.v6i2.205

Abstract

Tanaman sirih hijau (Piper betle L.) dan rimpang jahe (Zingiber officinale) memiliki kandungan tanin, saponin dan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri. Mempertimbangkan kemudahan dalam pemakaian maka ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dan jahe (Zingiber officinale) dibuat sediaan tablet hisap yang lebih praktis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri tablet hisap kombinasi ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dan rimpang jahe (Zingiber officinale) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini adalah eksperimental. Tablet hisap dibuat dengan formula X1 perbandingan ekstrak daun sirih hijau dan rimpang jahe 2:2, formula X2 dengan perbandingan 3:1 dan formula X3 dengan perbandingan 1:3. Kontrol positif yang digunakan kloramfenikol 50 μg dan kontrol negatif yang digunakan tablet hisap tanpa ekstrak daun sirih hijau dan rimpang jahe. Aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan mengukur zona bening pada media agar padat. Hasil zona bening dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan Post Hoc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona bening yang dihasilkan untuk masingmasing formula yaitu X1 (10mm), formula X2 (8,09 mm), formula X3 (16,02 mm), kontronegatif (3,22 mm) dan kontrol positif (16,27 mm). Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa tablet hisap kombinasi esktrak daun sirih hijau (Piper betleL.) dan rimpang jahe (Zingiber officinale) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan formula X3 yang memiliki aktivitas antibakteri paling besar dengan nilai sig (0,517 > 0,05).
UJI EFEKTIVITAS ANALGETIK SUSPENSI EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) M. MKes, Apt, Nurpatmawati,; Fadilah, Feri
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lengkuas (Alpinia galanga L.) merupakan salah satu tanaman yang dikenal oleh masyarakat memiliki efek farmakologis sebagai obat. Lengkuas telah banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai obat nyeri (analgetik), diuretik, dan antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah suspensi ekstrak rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.) efektif sebagai analgetik dan untuk mengetahui pada konsentrasi berapakah suspensi ekstrak rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.) yang efektif sebagai analgetik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih jantan dengan berat badan 200 gram sebanyak 15 ekor, di bagi 5 kelompok secara random. Kelompok I diberi 2 ml suspensi ekstrak rimpang lengkuas konsentrasi 10% secara oral, Kelompok II diberi 2 ml suspensi ekstrak rimpang lengkuas konsentrasi 12,5% secara oral, Kelompok III diberi 2 ml suspensi ekstrak rimpang lengkuas konsentrasi 15% secara oral, Kelompok IV diberi 2 ml suspensi ibuprofen secara oral, dan Kelompok V diberi 2 ml larutan suspensi CMC Na 1% secara oral, lalu diamkan selama 10 menit. Setelah didiamkan selama 10 menit semua kelompok tikus diinduksi dengan asam asetat 3% (0,2 ml) intra peritonium. Kemudian hitung jumlah geliat setiap 10 menit selama 1 jam. Data yang diperoleh dianalisis dengan anova satu arah dan dengan AUC (Area Under Curve). Hasil penelitian menunjukan suspensi ekstrak rimpang lengkuas dengan konsentrasi 12,5% dan 15% memiliki efektivitas sebagai analgetik pada tikus putih jantan. Simpulan bahwa ekstrak rimpang lengkuas memiliki efektivitas analgetika pada tikus putih jantan.
UJIEFEKTIVITAS KRIM KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH DAN EKSTRAK PELEPAH PISANG AMBON (Musa Paradisiaca var. Sapientum L.) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) Nafi'ah, Rahma; Fauziyah, Rizki Rahmah; Sahputri, Cintya Ayu
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh kontak dengan suhu tinggi seperti api, air, panas, listrik, bahan kimia dan radiasi juga boleh sebab kontak dengan suhu rendah (frosbite).Salah satu tanaman di Indonesia yang mempunyai efektivitas sebagai luka bakar adalah kulit buah dan pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. Sapientum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan konsentrasi yang paling efektif terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan. Serta mengetahui stabilitas formulasi krim kombinasi kulit buah dan pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. Sapientum L.). Ekstrak kulit buah dan ekstrak pelepah pisang ambon (Musa paradisiacavar. Sapientum L.) diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut alkohol 70% dan dibuat sediaan krim kombinasi ekstrak kulit buah dan ekstrak pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. Sapientum L.) dengan variasi konsentrasi pada formula X1 10% : 10%, X210% : 15% dan X3 10% : 20% dengan kontrol positif (Krim “X”). Analisa data menggunakan uji kruskall-Wallis yang dilanjutkan uji Mann-Whitney.Berdasarkan ujikruskall-Wallis diperoleh nilai sig 0,002 (sig<0,05) yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga krim kombinasi ekstrak kulit buah dan ekstrak pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. Sapientum L.) memiliki efektivitas terhadap luka bakar pada tikus putih jantan. Pada uji Mann-Whitney diperoleh nilai sig kelompok X1 sebesar 0,117 (sig > 0,05), nilai sig X2 sebesar 0,020 (sig < 0,05) sedangkan nilai sig X3 sebesar 0,111 (sig > 0,05) yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok X2 dengan kontrol positif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Sediaan krim kombinasi ekstrak kulit buah dan pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum L.) konsentrasi 10% : 15% lebih efektif dalam menyembuhkan luka bakar buatan pada tikus putih jantan. Krim kombinasi ekstrak kulit buah dan ekstrak pelepah pisang ambon stabil dalam penyimpanan suhu 4° dan 40°C selama 12 hari

Page 6 of 11 | Total Record : 102