cover
Contact Name
Rizki Rahmah Fauzia
Contact Email
kikirahmah88@gmail.com
Phone
+6285315718481
Journal Mail Official
kikirahmah88@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perjuangan Nomor 10a, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon 45131, Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
ISSN : 25982583     EISSN : 26861062     DOI : https://doi.org/10.58365
Core Subject : Health,
Praeparandi Journal, Journal of Pharmacy and Science (ISSN print 2598-2583, e-ISSN: 2686-1062) is a scientific publication covering pharmacology and clinical pharmacy, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmaceutical and pharmaceutical preparation technology, social pharmacy, and pharmaceutical services . published by the YPIB Cirebon College of Pharmacy twice a year, namely in July-August and January-February. This praeparandi is intended as a publication medium to display quality research articles in the categories of original research articles, scientific views/literature reviews, reviews, and case reports related to the health sector, especially pharmaceutical science. All submissions will be reviewed by experts
Articles 102 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LIPSTIK PEWARNA BUAH NAGA MERAH (Hylocereus costaricensin L.) DENGAN METODE DPPH (1,1- difenil-2-pikrilhidrazil) Zakiyah, Fitri
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah naga merah (Hylocereus costaricensin L.) mengandung flavonoid antosianin, termasuk dalam flavonoid yang digunakan sebagai pewarna alami dan sekaligus memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan lipstik pewarna sari buah naga merah (Hylocereus costaricensin L.) dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Buah naga merah diambil sarinya dengan cara memeras . Sari yang diperoleh kemudian dibuat sediaan pewarnalipstik dengan konsentrasi ekstrak 5%, 10% dan 15% dan diujiaktivitas antioksidannya dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji antioksidan metode DPPH menunjukkan bahwanilai IC50 pada formula I, II, dan III berturut-turut adalah 132, 046 ppm ; 119,803 ppm ; dan 104,978 ppm. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa lipstik pewarna sari buah naga merah (Hylocereus costaricensin L.) memiliki aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dengan intensitas sedang (101-150ppm). Hasil uji analisa regresi linier menunjukkan bahwa nilai R2 mendekati 1 sehingga model regresisemakin baik dan memenuhi kriterialinieritas (layak).
PENGARUH PEMBERIAN VIDEO EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN SWAMEDIKASI DALAM MEMILIH DAN MENGGUNAKAN OBAT BATUK PADA MASYARAKAT PEKALANGAN KECAMATAN PEKALIPAN KOTA CIREBON Pandanwangi, Siti; Ali, Taufik; Suharmono, Soni; Meriska, Caroline
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 5 No 2 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi (Self Medication) atau pengobatan sendiri merupakan upaya yang paling banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan atau gejala penyakit sebelum mereka memutuskan untuk mencari pertolongan ke pusat pelayanan kesehatan atau petugas kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh sebelum dan sesudah pemberian video edukasi tentang swamedikasi dalam memilih dan menggunakan obat batuk terhadap pengetahuan masyarakat di Pekalangan Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon tahun 2021.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design type one group pretest-posttest (tes awal-tes akhir kelompok tunggal), diterapkan terhadap 100 responden masyarakat di Pekalangan Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon. Pada penelitian ini analisa data menggunakan aplikasi SPSS versi 25, uji t-tes berpasangan (Paired Samples Test) didapatkan nilai sig. (0,00 < 0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh pemberian video edukasi terhadap pengetahuan swamedikasi dalam memilih dan menggunakan obat batuk pada masyarakat yang tinggal di Pekalangan Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon tahun 2021
R UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK BIJI COKLAT (Theobroma cacao L.) DENGAN KONSENTRASI 8% TERHADAP LUKA SAYAT DAN LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus Novergicus) FAUZIA, RIZKI RAHMAH; AYATULOH, AJI FAHMI
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Biji Coklat (Theobroma cacao L.) merupakan tanaman yang berasal dari family sterculiaceae adalah tanaman yang ditemukan memiliki berbagai macam manfaat diantaranya yaitu dapat menyembuhkan luka. Kandungan senyawa kimia yang terdapat pada biji Coklat (Theobroma cacao L.) yang dapat menyembuhkan luka yaitu flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah Salep Ekstrak biji Coklat (Theobroma cacao L.) memiliki efektivitas penyembuhan luka sayat dan luka bakar pada tikus putih jantan (Rattus Novergicus), untuk mengetahui perbedaan efektivitas salep ekstrak biji Coklat (Theobroma cacao L.) dengan konsentrasi 8% terhadap luka sayat dan luka bakar pada tikus putih jantan (Rattus Novergicus) serta untuk mengetahui stabilitas salep ekstrak biji Coklat (Theobroma cacao L.) selama penyimpanan pada suhu dan waktu tertentu. Dalam penelitian ini proses ekstraksi biji Coklat (Theobroma cacao L.) menggunakan cara maserasi dengan pelarut alkohol 70%. Hasil ekstraksi akan di formulasikan dalam bentuk salep dengan konsentrasi 8%. Tikus yang digunakan sebanyak 9 ekor. Tikus yang dibuat luka sayat dan luka bakar dioleskan salep ekstrak biji Coklat (Theobroma cacao L.) pada pagi dan sore hari. Data yang diperoleh kemudian dianalisa denganuji Anova satu arah menggunakan aplikasi SPSS 16.0. Hasil analisa uji anava didapat bahwa Fhitung>Ftabel (3,359>3,105) menunjukan bahwa salep ekstrak biji Coklat (Theobroma cacao L.) mempunyai efektivitas terhadap luka sayat dan tidak efektif terhadap luka bakar yaitu Fhitung<Ftabel (0,801<3,075). Salep ekstrak biji Coklat (Theobroma cacao L.) dengan konsentrasi 8% menunjukan hanya efektif terhadap luka sayat. Hasil stabilitas sediaan salep ekstrak biji Coklat (Theobroma cacao L.) stabil pada suhu 4oC, dan 40oC Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu salep ekstrak biji Coklat (Theobroma cacao L.) dengan konsentrasi 8% hanya efektif terhadap luka sayat. Hasil stabilitas sediaan salep ekstrak biji Coklat (Theobroma cacao L.) stabil selama penyimpanan. ABSTRACT Chocolate Seed (Theobroma cacao L.) is a plant originating from the family sterculiaceae is a plant that is found to have a variety of benefits such as that can heal wounds. The content of chemical compounds found in the seeds of Chocolate (Theobroma cacao L.) that can heal the wound is flavonoids. The purpose of this study was chocolate seed extract ointment (Theobroma cacao L.) has the effectiveness of wound healing and burns in male rats (Rattus Novergicus). To determine the difference in effectiveness of the brown seed extract (Theobroma cacao L.) with a concentration 8% on incisions and burns in male white rats (Rattus Novergicus). And to determine the stability o the chocolate seed extract (Theobroma cacao L.) during storage at a certain temperature and time. In this experiment the extraction of chocolate beans (Theobroma cacao L.) using maceration with 70% alcohol solvent. Extraction results will be formulated in the form of an ointment with a concentration of 8%.The mice used were 9 tails. Mice made from cut wounds and burns were applied to chocolate seed extract (Theobroma cacao L.) in the morning and evening. The data obtained was then analyzed by one-way ANOVA test using the SPSS 16.0 application. The results of the ANOVA test showed that Fcount> Ftable (3.359> 3.105) showed that Chocolate seed extract (Theobroma cacao L.) ointment had effectiveness against incisions and was not effective against burns ie Fcount<Ftable (0.801 <3.075). Chocolate ointment extract (Theobroma cacao L.) with a concentration of 8% showed only effective against incisions.the results of stability of chocolate seed extract oinment (Theobroma cacao L.) is stable at 4oC and 40oC. The conclusion is chocolate ointment extract (Theobroma cacao L.) with a concentration of 8% only effective against incisions. The results of stability of chocolate seed extract oinment (Theobroma cacao L.) is stable.
UJI EFEKTIVITAS ANALGETIK SIRUP INFUSA BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica) PADA MENCIT PUTIH JANTAN , stf1; Zuniarto, Ahmad Azrul; Pandanwangi TW, Siti; Zanki, Alfriani Melia
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sirup infusa buah Asam Jawa (Tamarindus indica L.) yang memiliki efektivitas analgetik pada mencit putih jantan. Buah Asam Jawa telah banyak digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional seperti digunakan untuk pereda rasa nyeri (analgetik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas analgetik dari sirup infusa buah asam Jawa pada mencit putih jantan dan mengetahui dosis yang paling efektif sebagai analgetik.Penelitian ini dilakukan dengan mengekstraksi buah asam Jawa metode infudasi Hewan uji yang digunakan 15 ekor dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan, masing-masing terdiri dari 3 ekor mencit. Kelompok I digunakan sebagai kontrol negatif (aquades). Kelompok II sebagai kontrol positif (norages sirup 250 mg/5ml). Kelompok III, IV, V sebagai kontrol perlakuan yang diberi infusa buah asam jawa dengan dosis berurutan 50 mg/kgBB; 100 mg/kgBB; dan 150 mg/kgBB. Selang 5-10 menit diberi perlakuan secara oral. Data yang didapatkan berupa jumlah jentikan ekor Grotto-Sulman yang diamati pada mencit.Berdasarkan hasil Area Under Curva menghasilkan adanya peningkatan ambang nyeri yang ditimbulkan mencit putih jantan. Sedangkan hasil uji Krusakal Wallis diperoleh bahwa adanya efektifitas analgetik sirup infusa buah asam Jawa. Dan hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa infusa buah asam jawa mempunyai efek analgetik yang paling efektif pada dosis 150 mg/kgBB. Senyawa yang memberikan efek analgetika yaitu flavonoid, fenol dan gliserol.
UJI EFEKTIVITAS HAIRTONIC EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) TERHADAP PERTUMBUHAN RAMBUT KELINCI JANTAN Anna Pradiningsih; Ririn Rismawati
PRAEPARANDI : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 1 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : PRAEPARANDI : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penumbuh rambut Hairtonic ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) terhadap kelinci jantan. Pengujian dilakukan dengan mengukur panjang rambut setiap hari ke-7, 14, 21 dan 28 hari, yang dibagi menjadi 6 daerah pengolesn, yaitu Hairtonic ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) konsentrasi 5%, Hairtonic ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) konsentrasi 7%, Hairtonic ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) konsentrasi 9%, kontrol positif (Hairtonic merk X), kontrol negatif (Basis Hairtonic) dan Kontrol normal tanpa pengolesan. Hasil penelitian menunjukan adanya efek penumbuh rambut pada Hairtonic ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) dengan konsentrasi 5%, 7%, 9% dan kontrol positif. Hasil data statistik diuji normalitas dan homogenitas dengan aplikasi SPSS versi 21 yang dilanjutkan dengan uji Uji Kruskal-Wallis yang menunjukan formula hairtonic ekstrak biji alpukat memiliki efektivitas sebagai penumbuh rambut pada kelinci selanjutnya dilakukan uji Uji MannWhitney untuk uji perbandingan antar kelompok hasilnya Hairtonic ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) konsentrasi 7% dan 9% memiliki efek penumbuh rambut sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol positif.
Uji Aktivitas Antioksidan Gel Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) dengan Metode DPPH dan METODE ABTS Ayu Nuari, Ris; Azrul Zuniarto, Ahmad; Putri Maulida, Rachma
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) merupakan salah satu tanaman yang kaya akan antioksidan, salah satu zat yang terkandung di dalamnya adalah flavonoid dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) dengan metode DPPH dan ABTS, untuk mengetahui pada konsentrasi berapa aktivitas antioksidan gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) yang paling baik dan untuk mengetahui apakah gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) memenuhi persyaratan dan stabil dalam penyimpanan. Kulit Jeruk Nipis diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh kemudian dibuat sediaan gel dengan konsentrasi ekstrak 10%, 12,5%, 15% dan diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH dan metode ABTS menggunakan spektrofotometri UV-Vis serta stabilitas fisiknya dengan metode Cycling Test selama 6 siklus atau 12 hari. Hasil uji aktivitas antioksidan gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) metode DPPH menunjukkan bahwa nilai IC50 pada konsentrasi 10%, 12,5%, 15%, dan basis gel berturut-turut adalah 72,25 ppm ; 67,401 ppm ; 67,647 ppm ; 73,772 ppm. Dan hasil pada metode ABTS menunjukkan bahwa nilai IC50 pada konsentrasi 10%, 12,5%, 15%, dan basis gel berturut-turut adalah 79,378 ppm ; 38,721 ppm ; 35,153 ppm ; 44,304 ppm. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak kulit Jeruk Nipis memiliki aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan Metode ABTS, Ketiga konsentrasi Gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) memiliki aktivitas antioksidan yang lemah dengan metode DPPH dan metode ABTS, dan hasil uji stabilitas gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) dengan berbagai parameter uji (uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji sineresis) menunjukkan bahwa semua formulasi pada suhu dan waktu tertentu.
UJI PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN CAIR VCO (VIRGIN COCONUT OIL) DAN SABUN CAIR MCT (MEDIUM CHAIN TRYGLISERIDA) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Susanti, Nina Pratiwi; Subagja, Subagja; Primadi, Yahya Ade
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.331 KB) | DOI: 10.58365/ojs.v6i2.202

Abstract

Pembuatan sabun cair dapat dibuat dari bahan alami yaitu kelapa. Salah satu produk kelapa yang saat ini berkembang dan diminati adalah Minyak Kelapa Murni atau Virgin Coconut Oil (VCO). VCO mengandung asam-asam lemak jenuh diantaranya Medium Chain Fatty Acid (MCFA) dan Medium Chain Trygliserida (MCT). Tujuan Penelitian untuk mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri antara sabun cair VCO dengan sabun cair MCT terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode difusi sumuran dengan media pertumbuhan nutrient agar. Variabel X dan Z yaitu VCO (Virgin Coconut Oil) dan MCT (Medium Chain Trygliserida) diformulasikan menjadi sediaan sabun cair pada konsentrasi 15%, 30% dan 45% (Percobaan dilakukan pada 5 cawan petri) dan variabel Y yaitu adanya daya hambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus dilihat dari adanya zona bening. Zona bening yang didapatkan untuk masing-masing kelompok perlakuan yaitu VCO (15%) 13,20mm, VCO (30%) 19,76mm dan VC0 (45%) 21,41mm sedangkan MCT (15%) 16,90 mm, MCT (30%) 21,56mm dan MCT (45%) 24,27mm. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas antibakteri antara sabun cair VCO (Virgin Coconut Oil) dengan sabun cair MCT (Medium Chain Trygliserida) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Sabun Cair MCT memiliki aktivitas antibakteri yang paling besar jika dibandingkan dengan sabun cair VCO.
UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK DAUN LAMTORO (Leucaena Glauca L. Benth) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN Zuniarto, M.Farm., Apt., H. Ahmad Azrul; Alfiah, Evi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun Lamtoro (Leucaena Glauca L. Benth) merupakan tanaman yang berasal dari famili fabaceae adalah tanaman yang ditemukan memiliki berbagai macam manfaat diantaranya yaitu dapat menyembuhkan luka. Kandungan senyawa kimia yang terdapat pada daun Lamtoro (Leucaena Glauca L. Benth) yang dapat menyembuhkan luka yaitu flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah salep ekstrak daun Lamtoro (Leucaena Glauca L. Benth) memiliki efektivitas terhadap luka sayat pada tikus putih jantan, untuk mengetahui konsentrasi salep ekstrak daun Lamtoro (Leucaena Glauca L. Benth) yang paling efektif terhadap penyembuhan luka sayat pada tiku putih jantan serta untuk mengetahui salep ekstrak daun Lamtoro (Leucaena Glauca L. Benth) yang memiliki stabilitas terbaik pada penyimpanan pada suhu dan waktu tertentu. Dalam penelitian ini proses ekstraksi daun Lamtoro (Leucaena Glauca L. Benth) menggunakan cara maserasi dengan pelarut alkohol 70%. Hasil ekstraksi akan di formulasikan dalam bentuk salep dengan konsentrasi 10%, 15%, 30%. Tikus yang dibuat luka sayat dioleskan salep ekstrak daun Lamtoro (Leucaena Glauca L. Benth) pada pagi dan sore hari. Hasil dari kesembuhan luka sayat kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji ANOVA satu arah serta uji t-test. Salep ekstrak daun Lamtoro (Leucaena Glauca L. Benth) menunjukan efektivitas terhadap luka sayat, dan salep ekstrak daun lamtoro dengan konsentrasi 15% dan 30% yang memiliki perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif. Hasil stabilitas sediaan salep ekstrak daun Lamtoro (Leucaena Glauca L. Benth) stabil pada suhu 0oC, 25oC, sedangkan pada suhu 60oC tidak stabil.
UJI EFEKTIVITAS MINYAK BIJI ALPUKAT (Perseae americana,Mill) SEBAGAI PENAMBAH DAYA INGATTERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Pradiningsih, Anna; Liveta, Desi Maypriyanti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Alpukat (Perseae americana, Mill) berasal dari Amerika Tengah, zat aktif yang terkandung dalam biji Alpukat (Perseae americana) adalah Omega-3. Omega 3 adalah asam lemak tidak jenuh.Mekanisme omega-3 terhadap pertumbuhan otak adalah sebagai antioksidan yang dapat mendegenerasi sel-sel otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan pada kadar berapa minyak biji Alpukat (Perseae americana, Mill) dapat menambah daya ingat pada mencit putih jantan (Mus musculus). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian eksperimental. Dengan hewan uji yang digunakan adala mencit putih jantan sebanyak 15 mencit yang dibagi dalam 5 kelompok. Uji dilakukan dengan menggunakan metode statistik dengan berbagai dosis minyak biji Alpukat ((Perseae americana, Mill)) 5 ml /kg bb, 25 ml/kg bb, dan 50 ml/kg bb, Syrup encephabol, dan aquadest. Hasil penelitian diperoleh perbedaan pada setiap konsentrasi minyak biji Alpukat(Perseae americana, Mill), dosis paling efektif dalam meningkatkan daya ingat pada mencit putih jantan adalah 50 ml/kg bb, karena semakin besar dosis yang digunakan makan peningkatan daya ingat semakin efektif.Analisa data menghasilkan bahwa dengan menggunakan Uji Mann Whitney ketiga dosis memiliki perbedaan yang bermakna dengan kontrol positif.
Perbandingan Kadar Fenolik Total Antara Seduhan Daun Tin ( Ficuc crica L.) dan Teh Kombucha Daun Tin (Ficuc carica L.) Karsidin, Bambang; Subagja, Subagja; Alfarizi, Revaldi Alfarizi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 1 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.455 KB) | DOI: 10.58365/ojs.v6i1.180

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Perbandingan Kadar Fenolik Total Antara Seduhan Daun Tin (Ficus carica L.) Dan Teh Kombucha Daun Tin (Ficus carica L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar fenolik total antara seduhan daun tin (Ficus carica L.) dan teh kombucha daun tin (Ficus carica L.). Tanaman tin (Ficus carica L.) merupakan tanaman yang berasal dari Asia Barat dan merupakan spesies dari kawasan Mediterania. Tanaman tin merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan karena mengandung metabolit sekunder di seluruh bagian tanamannya seperti pada bagian daun. Daun tin (Ficus carica L.) mengandung senyawa fenolik dan senyawa metabolit sekunder lainnya seperti flavonoid, tanin, dan saponin. Kadar senyawa fenolik dapat dianalisa menggunakan spektrofotometri UV-Visible. Penentuan kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan standar asam galat dan dinyatakan dalam mg ekivalen asam galat (GAE) per gram simplisia. Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa seduhan daun tin memiliki kadar fenolik total sebesar 126,3 mg GAE/g, dan kadar fenolik total teh kombucha daun tin sebesar 227,7 mg GAE/g. Maka kesimpulan yang diperoleh bahwa perbandingan kadar fenolik total pada seduhan daun tin berbanding teh kombucha daun tin adalah 0,5 : 1.

Page 8 of 11 | Total Record : 102