cover
Contact Name
Rizki Rahmah Fauzia
Contact Email
kikirahmah88@gmail.com
Phone
+6285315718481
Journal Mail Official
kikirahmah88@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perjuangan Nomor 10a, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon 45131, Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
ISSN : 25982583     EISSN : 26861062     DOI : https://doi.org/10.58365
Core Subject : Health,
Praeparandi Journal, Journal of Pharmacy and Science (ISSN print 2598-2583, e-ISSN: 2686-1062) is a scientific publication covering pharmacology and clinical pharmacy, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmaceutical and pharmaceutical preparation technology, social pharmacy, and pharmaceutical services . published by the YPIB Cirebon College of Pharmacy twice a year, namely in July-August and January-February. This praeparandi is intended as a publication medium to display quality research articles in the categories of original research articles, scientific views/literature reviews, reviews, and case reports related to the health sector, especially pharmaceutical science. All submissions will be reviewed by experts
Articles 102 Documents
HUBUNGAN KETEPATAN PERESEPAN ANTIBIOTIKA BERDASARKAN METODE GYSSENS TERHADAP PERBAIKAN KLINIS PADA PNEUMONIA KOMUNITAS DI RS SWASTA KOTA YOGYAKARTA Muhlis, Muhammad; A. P, Dyah; Novalinda, Rhiska
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 1 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.525 KB) | DOI: 10.58365/ojs.v6i1.186

Abstract

Penggunaan antibiotika yang tidak rasional pada pasien community acquired pneumonia (CAP) dapat menyebabkan terjadinya DRP. Ketepatan peresepan antibiotika dapat meningkatkan keberhasilan terapi serta mencegah munculnya DRP antibiotika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan ketepatan peresepan antibiotika terhadap perbaikan klinis pasien pneumonia komunitas yang menjalani rawat inap di RS Swasta Kota Yogyakarta. Penelitian ini dirancang secara observasional analitik dengan data retrospektif, data berupa rekam medis pasien dewasa dengan diagnosa pneumonia komunitas yang menjalani rawat inap pada periode Januari-Juli 2020, evaluasi ketepatan peresepan antibiotika menggunakan metode Gyssens. Perbaikan klinis yang diamati berupa jumlah leukosit, Respiratory Rate (RR).suhu tubuh, Length of Stay (LOS). Hubungan ketepatan peresepan antibiotika terhadap perbaikan klinis di analisis dengan chi-square. Hasil penelitian didapat 46 pasien dengan 57 peresepan antibiotika, peresepan antibiotika yang tepat sebanyak 13,5% dan tidak tepat sebanyak 86,5%. Hasil uji nilai signifikansi ketepatan peresepan antibiotika terhadap parameter perbaikan klinis jumlah leukosit (p = 0,200 > 0,05); respiratory rate (p = 0,592 > 0,05); suhu tubuh (p = 0,307 > 0,05); LOS (p = 0,200 > 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara ketepatan peresepan antibiotika terhadap perbaikan jumlah leukosit, suhu tubuh, respiratory rate (RR), dan length of stay (LOS).
UJI EFEKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA SUSPENSI EKSTRAK UMBI SARANG SEMUT (Hydnophytum formicarum Jack.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR S.Si., M.App.S, Dr. Drs. Tatang Hermawan,; S.Si., M.Farm., Apt, Fitri Zakiah,; Andrianie, Jacky Yoana
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 1 (2017): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus adalah suatu gangguan kronis yang bercirikan hiperglikemia (glukosa darah terlampau meningkat). Terkait kandungan flavonoid dan tanin yang dimilikinya, sarang semut diduga dapat menurunkan kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menegetahui efektivitas suspensi ekstrak umbi sarang semut sebagai antihiperglikemia dan pada dosis berapa yang paling efektif sebagai antihiperglikemia. Penelitian ini menggunakan hewan coba tikus putih jantan galur wistar sebanyak 15 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu suspensi ekstrak umbi sarang semut dosis 2,5 g/kgBB, dosis 5 g/kgBB, dosis 10 g/kgBB, suspensi glibenklamid (kontrol positif) dan suspensi CMC 2% (kontrol negatif).Seluruh kelompok diinduksi aloksan dan diberi sukrosa 10% terlebih dahulu sampai dengan kadar glukosa darahnya mencapai >135 mg/dL. Perlakuan diberikan selama 10 hari dimana pada hari ke 7 dan ke 14 diukur kadar gula darah yang sebelumnya telah puasa selama 18 jam. Hasil pengukuran kadar gula darah yang diperoleh dianalisis menggunakan metode One Way Anova kemudian dilanjutkan dengan Paired T-Test. Dari penelitian yang sudah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa suspensi ekstrak umbi sarang semut efektif sebagai antihiperglikemia serta pada dosis 5 g/kgBB d
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG CARA PENYIMPANAN OBAT SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN VIDEO PADA SISWA SMAN 1 BEBER CIREBON Fauzia, Rizki Rahmah; Karsidin, Bambang; Dewi, Herlina Putri
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 5 No 1 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahap penyimpanan obat merupakan bagian dari pengelolaan obat untuk menjaga mutu obat-obatan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan tentang cara penyimpanan obat sebelum dan sesudah pemberian video pada SMAN 1 Beber.Penelitian ini di lakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian video dengan mengisi kuesioner. Soal kusioner yang digunakan di uji terlebih dahulu menggunakan uji validitas dan reliabilitas, dan data di analisis menggunakan uji median.Analisa data uji median menunjukan tidak ada perbedaan tingkat pengetahuan antara hasil pre-test dan post-test tetapi walaupun tidak ada perbedaan namun nilai rata-rata post-test > dari nilai rata-rata pre-test
A UJI AKTIVITAS PASTA GIGI KITOSAN DARI LIMBAH KULIT UDANG SEBAGAI ANTI JAMUR TERHADAP Candida albicans Zuniarto, Ahmad Azrul; Tanujaya, Jojon
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang formulasi pasta gigi kitosan dari limbah kulit udang yang berfungsi sebagai antijamur. Adapun penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antijamur terhadap Candida albicans, serta untuk mengetahui kestabilan sediaan pasta gigi selama penyimpanan. Kitosan diperoleh dari limbah kulit udang melalui proses (deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi kitin menjadi kitosan) dan diformulasi dalam bentuk pasta gigi dengan konsentrasi 0%, 0,25%, 0,5%, dan 0,75%. Pengujian aktivitas daya hambat terhadap Candida albicans dilakukan dengan metode sumuran menggunakan perforator ukuran 0,6 cm. Uji stabilitas menggunakan metode Cycling Test. Hasil data pengukuran daya hambat pada uji aktivitas antijamur hari ke-1 dan hari ke-2 dianalisis dengan Uji Anova Satu Arah dengan tingkat kepercayaan 99%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasta gigi yang mengandung kitosan 0,25%, 0,5% dan 0,75% menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dengan rata-rata diameter hambatan (cm) berturut-turut 0,712 cm, 0,836 cm, 0,896 cm. Dengan hasil uji-t yaitu nilai sig > 0,01. Kesimpulan bahwa pasta gigi kitosan dari limbah kulit udang mempunyai aktivitas sebagai anti jamur terhadap Candida albicans dengan konsentrasi 0,75% dan pasta gigi kitosan stabil pada penyimpanan pada suhu 4 C dan 40 C selama 12 hari. ABSTRACT Research has been carried out on chitosan toothpaste formulations from shrimp skin waste that function as antifungals. As this study to determine aktivity antifungal against Candida albicans, as well as to determine the stability of the preparation dentifrice during storage. Chitosan was obtained from shrimp shell waste through a process (deproteination, demineralization and deacetylation of chitin to chitosan) and formulated in the form of toothpaste with concentrations of 0%, 0.25%, 0.5%, and 0.75%. Testing inhibitory activity on Candida albicans was carried out by the well method using a 0.6 cm perforator. Stability testing uses the Cycling Test method . The results of the inhibitory measurement data on the 1st day and 2nd day antifungal activity test were analyzed by One-way Anova Test with a 99% confidence level. The results showed that toothpaste containing 0.25% chitosan, 0.5% and 0.75% inhibited the growth of Candida albicans mushrooms with an average diameter of resistance (cm), respectively 0.712 cm, 0.836 cm, 0.896 cm2 . With the results of the t-test, the sign value > 0.01. The conclusion that the toothpaste chitosan from shrimp shell waste has as antifungal activity against Candida albicans at a concentration which is equivalent to the positive control (K +) and toothpaste chitosan stable during storage.
PENGUASAAN KONSEP PADA MATERI BIOFARMASI MELALUI PENERAPAN METODE DISKUSI Susanti, Nina Pratiwi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 2 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin pesatnya perkembangan sains dan teknologi saat ini menjadikan sains sebagai salah satu mata kuliah yang penting dalam pembangunan generasi bangsa agar dapat berkontribusi dan bersaing di abad ke-21. Ada beberapa keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa untuk menghadapi kehidupan di abad ke-21 diantaranya keterampilan belajar dan berinovasi yang meliputi keterampilan berpikir kritis dan penyelesaian masalah, berpikir kreatif dan inovatif, kemampuan dalam berkomunikasi dan berkolaborasi; terampil dalam menggunakan media, teknologi, informasi dan komunikasi (TIK); serta kemampuan dalam menjalani kehidupan dan karir. Untuk menerapkan keterampilan tersebut kita membutuhkan sebuah penelitian yang tujuannya untuk mengetahui peningkatan kemampuan penguasaan konsep mahasiswa setelah mahasiswa memperoleh pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi pada materi Biofarmasi. Penelitian ini menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini melibatkan mahasiswa semester v reguler B di STF YPIB Cirebon sebanyak 36 mahasiswa. Dalam penelitian ini hanya menggunakan satu kelas untuk menerapkan pembelajaran yaitu metode diskusi. Instrumen yang digunakan berupa tes penguasaan konsep yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran. Data diolah dengan menggunakan SPSS versi 16. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa rata-rata hasil nilai belajar pretest (64) dan hasil posttest (78) berbeda signifikan (Sig.(2-tailed) 0,00 lebih kecil dari 0.05 maka dapat dinyatakan terdapat peningkatan rata-rata hasil nilai belajar. Peningkatan penguasaan konsep melalui penerapan metode diskusi diperoleh N-Gain (0,22). Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa metode diskusi dapat meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa.
Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT (Medium Chain Triglyceride) terhadap Candida albicans Rahmah Fauzia, Rizki; Siroh Khusnia, Putri
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MCT (Medium Chain Triglyceride) merupakan suatu jenis lemak jenuh rantai sedang yang memiliki kandungan yang terdiri dari asam kaproat, asam kapriliat, asam kaprat dan asam laurat yang berkhasiat sebagai anti jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur terhadap Candida albicans serta pada konsentrasi berapa MCT yang paling aktif digunakan sebagai antijamur terhadap Candida albicans. Uji aktivitas antijamur sabun cair MCT dilakukan dengan metode difusi sumuran dengan diameter 6 mm dengan media nutrient agar selama 2 x 24 jam pada suhu 30º C – 37º C. Sabun Cair MCT ini dibuat dengan konsentrasi 15%,30%, 45% dan sebagai kontrol positif adalah sabun cair Dettol. Metode stabilitas yang digunakan yaitu stabilitas dipercepat dengan parameter organoleptic, pH, berat jenis dan viskositas. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun cair MCT memiliki aktivitas sebagai antijamur terhadap Candida albicans yang ditunjukkan oleh zona hambat yang dihasilkan yaitu konsentrasi 15% (0,91 cm), 30% (1,00 cm), 45% (1,02 cm), k+ (1,03 cm) dan k- (0,58 cm). Hasil uji Kruskall-Wallis didapatkan nilai sig 0,000 < 0,05, artinya sabun cair mct mempunyai aktivitas antijamur terhadap Candida albicas. Sedangkan berdasarkan hasil uji Mann Whitney didapatkan nilai dari konsentrasi 25% , 30%, 45 % secara berturut-turut yaitu sig < 0.05 (0.001) , sig > 0.05 (0,372) dan sig > 0.05 (0,542). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sabun cair MCT mempunyai aktifitas antijamur terhadap Candida albicans dengan konsentrasi yang paling aktif adalah pada konsentrasi 30%.
GAMBARAN SWAMEDIKASI TERHADAP RHEUMATOID ARTHITIS PADA MASYARAKAT KABUPATEN MAJALENGKA Zakiah, Fitri; Azmi, Laela
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya obat-obatan yang dijual di pasaran memudahkan seseorang melakukan pengobatan sendiri terhadap keluhan penyakitnya, karena relatif lebih cepat, hemat biaya, dan praktis tanpa perlu periksa ke dokter. Namun untuk melakukan pengobatan sendiri dibutuhkan informasi yang benar agar dapat dicapai mutu pengobatan sendiri yang baik, yaitu tersedianya obat yang cukup dengan informasi yang memadai akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu pengobatan sendiri yang sering dilakukan oleh masyarakat adalah Rheumatoid Arthitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan alasan masyarakat melakukan pengobatan sendiri terhadap Rheumatoid Arthitis dan untuk mengetahui tingkat persentase pengetahuan penggunaan pengobatan sendiri terhadap Rheumatoid Arthitis. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode analisa deskriptif. Gambaran pengetahuan alasan ini mengenai pengetahuan tentang obat, dosis, waktu konsumsi, efek samping, dan sumber informasi yang diperoleh. Adapun cara yang dilakukan adalah dengan observasi partisipasi terhadap 44 responden. Hasilnya adalah pengaruh pengetahuan masyarakat dalam melakukan pengobatan sendiri sebagian besar berdasarkan informasi obat yang didapat dari orang-orang terdekat yang sudah membeli obat Rheumatoid Arthitis sebelumnya dan lebih dari 50% jumlah responden berjenis kelamin wanita yang mengerti dan paham akan obat, dosis, waktu konsumsi, dan efek samping yang benar. Simpulan yang didapatkan adalah sebagian masyarakat mengetahui akan obat, dosis, waktu konsumsi, dan efek samping dari obat Rheumatoid Arthitis tetapi sayangnya informasi tersebut tidak didapatkan dari tenaga kesehatan.
Uji Efektifitas Salep Ekstrak Daun Handeuleum (Graptophyllum pictum L.) Sebagai Antiinflamasi Terhadap Luka Sayat Pada Tikus Putih Jantan Zakiah, Fitri; Karlina, Lina
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Handeuleum adalah tanaman obat yang dikenal memiliki khasiat penyembuhan untuk luka dalam dan luka luar seperti jerawat, wasir, luka akibat senjata tajam dan luka bakar. Telah dilakukan pemeriksaan ekstrak etanol daun Handeuleum hasil maserasi dengan etanol 96% yang meliputi susut pengeringan, pemeriksaan kadar air, pemeriksaan kadar abu, dan golongan senyawa kimia. Sebelunya dari uji pendahuluan dikethui bahwa ekstrak daun Handeulem efektif sebagai antiinflamasi pada konsentrasi 5%. Sebagai pengembangan dari ekstrak tersebut maka dibuat dan diformulasikan sediaan topikal yaitu salep dengan basis tertentu untuk diuji antiinflamasi terhadap luka sayat pada tikus jantan.. Salep dibuat dengan konsentrasi ekstrak daun Handeuleum 2,5 %, 5% dan 10 %, dengan basis yang digunakan adalah hidrokarbon dan serap. Selanjutnya dilakukan evaluasi salep meliputi organoleptik, pH, viskositas, sifat alir, daya sebar, aktivitas antibakteri dan uji iritasi. Hasil ekstrak kental daun Handeulem berwarna hijau dengan rendemen 27,67 %, dengan bentuk kental berwarna hijau kehitaman dan golongan senyawa kimianya flavanoid, fenol, saponin dan tanin. Salep ekstrak daun Handeuleum efektif sebagai antiinflamasi terhadap luka sayat pada tikus jantan. Evaluasi sediaan, pH dan daya sebar memenuhi syrat sedian salep,homogenitas dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Hasil uji stabilitas menyatakan bahwa sediaan tersebut stabil dalam pengujian pada suhu kamar dan 40℃ selama 3 bulan.Pengolahan data menggunakan statistik dengan software SPSS v19.0.
Analisis Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien Infeksi Saluran Pernafasan Akut di Puskesmas X Rustanti, Mega; Zuniarto, Ahmad Azrul; Nuari, Ris Ayu; Joharudin, Ade
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 1 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.018 KB) | DOI: 10.58365/ojs.v6i1.191

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) in developing countries is a cause of death. Drug Related Problems (DRPs) are unexpected events, in the form of patient experiences involving drug therapy. The purpose of this study was to determine the percentage of occurrence of each DRPs which included indications without drugs, drugs without indications, inaccuracy in drug selection, low doses, high doses, drug interactions, drug side effects and patient compliance levels, in infection treatment therapy. acute respiratory tract in ARI patients at X Health Center. Data collection using random sampling technique. Analysis of the incidence of drug related problems was carried out by comparing the results of the study with standard books descriptively. The results of the study from 85 cases of ARI patients who met the inclusion criteria showed the incidence of DRPs in the category of no indication without drugs as many as 18 cases (12.94%), there were drugs without indications as many as 5 cases (5.88%), inaccuracy in the selection of drugs, no cases involving occurred, low doses were 13 cases (15.29%), high doses were 9 cases (10.58%), drug interactions were 10 cases (11.76%), while for DRPs the category of drug side effects was the most nausea with the percentage of 50.0% and the DRPs level of patient compliance is low with a percentage of 60.40%.
FORMULASI GRANUL SIRUP KERING AMOKSISILIN DENGAN BAHAN PENGIKAT PATI JAGUNG (Zea mays L.) Karsidin, M.Si, Bambang; M.Si., Apt., Lidya Indahyani,; Yulianah, Ryan
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 1 (2017): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sumber pati adalah jagung. Pati yang telah mengalami gelatinasi dapat membentuk pasta dari granula-granula pati yang mengembang. Dalam kondisi panas, pasta masih memiliki kemampuan mengalir yang fleksibel dan tidak kaku. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan penelitian menggunakan pati jagung gelatinasi sebagai pengikat secara granulasi basah dengan menggunakan amoksisilin sebagai bahan obat. Gelatin merupakan suatu bahan yang mempunyai potensi besar sebagai bahan pengikat granul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pati jagung sebagai bahan pengikat terhadap karakteristik fisik sirup kering amoksisilin dengan bahan pengikat pati jagung (Zea mays L.). Dalam penelitian ini dibuat tiga formula sirup kering dengan penambahan bahan pengikat pati jagung yang konsentrasinya dibedakan yaitu formula I 5%, formula II 10%, dan Formula III 15%. Metode pembuatan sirup kering dengan menggunakan metode granulasi basah. Granul kering diuji kadar air, waktu alir, sudut diam dan pengetapan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sirup kering amoksisilin dengan bahan pengikat pati jagung (Zea mays L.) dapat dibuat menjadi bentuk sediaan sirup kering secara granulasi basah dengan menggunakan bahan pengikat pati jagung (Zea mays L.) konsentrasi 15%.

Page 7 of 11 | Total Record : 102