cover
Contact Name
MUHAMMAD IQBAL AL GHOZALI
Contact Email
tugasku44@gmail.com
Phone
+628998894014
Journal Mail Official
tugasku44@gmail.com
Editorial Address
Blok Selasa RT/RW 01/03 NO. 73, Desa Jatitengah Kecamatan Jatitujuh , Kab. Majalengka, Provinsi Jawa Barat, 45458
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Action Research Journal Indonesia (ARJI)
ISSN : 27749290     EISSN : 27750787     DOI : 10.61227
Core Subject : Education,
ARJI is a journal that publishes the results of scientific research in the field of education using classroom action research methods. The ARJI journal is published every 3 months, namely in March, June, September and December. The ARJI journal has been published since March 2019. The ARJI journal already has the E-ISSN (2775-0787) and P-ISSN (2774-9290) numbers.
Articles 346 Documents
School Quality Assurance Feedback: Its Role in Promoting the Teaching Process in Public Secondary Schools in Temeke Municipality, Tanzania Theresa , Mutemi, D.; Mwila, Prospery M.
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.366

Abstract

This study was conducted in Temeke District, Dar es Salaam, Tanzania, to examine the role of school quality assurance feedback in improving the teaching process in public secondary schools. The research was driven by concerns regarding the effectiveness of school quality assurance visits conducted by School Quality Assurance Officers (SQAOs), as student learning outcomes in the district continue to underperform despite ongoing assessments. Guided by Scientific Management Theory and the Context, Input, Process, and Product (CIPP) Evaluation Model, the study employed a qualitative case study design. A purposive sample of twenty-seven (27) participants was selected, with data collected through in-depth, face-to-face interviews and documentary analysis. Thematic analysis was used to organize, interpret, and present the data through direct quotations and narrative descriptions. The findings revealed that school quality assurance assessment is a crucial component of the education system, with feedback reports playing a significant role in enhancing teaching practices. However, the study identified key operational challenges. These included an insufficient number of officers per school visit, inadequate time spent during visits, and delays in the preparation and dissemination of feedback reports due to heavy workloads. While schools generally implement feedback recommendations, district-level responses remain limited. The study recommends increasing the number of officers and extending the duration of school visits, promoting the adoption of School Self-Evaluation (SSE) systems, and enhancing staffing and operational efficiency within the School Quality Assurance Directorate. These measures are essential for strengthening the quality assurance framework and improving educational outcomes in Temeke District’s public secondary schools.
Status of Kiswahili Remedial Teaching Exercise in Public Secondary Schools in Temeke Municipality, Tanzania Lukas, Shukuru; Mwila, Prospery M.
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.367

Abstract

Remedial teaching strengthens students' basic academic skills, such as the ability to read, write, analyse, and interpret. It also assists students who struggle in certain subjects to catch up and master areas not mastered before, empowers students who lag, develops interpretation skills, and helps students with critical thinking skills. This study was guided by a mixed approach and a cross-sectional survey design to analyse the status of Kiswahili remedial teaching in Temeke Municipality public secondary schools. The sample size of this study was 131 participants selected from ten secondary schools, including 10 heads of schools, 20 Kiswahili teachers, 100 students, and 1 municipal education officer selected from the population through simple random and purposive sampling. Questionnaires and interviews were used to collect data from the participants. The results reveal that the Kiswahili remedial teaching intervention enables facilitators and students to correct learning problems, enhance coverage of the subject matters that were unable to be completed in the classroom teaching and learning process, prepare learners for their final examinations, and help slow-learning students and those falling behind in their learning at school and those at risk of dropping out of studies. Moreover, the study finds that teaching material, lack of motivation, and overcrowded classes hinder much progress in students’ performance. apart from ensuring the availability of learning resources, remedial teachers should fulfil the requirement of getting to know each of their students personally to delve into the depths of their souls and consider the external details of their life.
Perkembangan Emosi dan Keterampilan Komunikasi Pada Siswa Speech Delay di Sekolah Dasar Dewi, Nadila; Zahra, Siti Nabila; Sugiant, Aulia Citra; Wulandari, Annisa Sri; Ernandi, Deby; Herawati, Herawati
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.368

Abstract

Tidak semua anak memiliki perkembangan komunikasi yang optimal, kondisi yang sering ditemui adalah keterlambatan bicara. Di SDIT Azzhahiriyah terdapat salah satu anak yang mengalami keterlambatan bicara yaitu FH. Gangguan ini dapat mempengaruhi perkembangan kognitif, sosial, emosional anak dan dapat menimbulkan hambatan dalam bersosialisasi serta beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana keterlambatan bicara mempengaruhi perkembangan emosi dan kemampuan komunikasi anak di sekolah dasar. Manfaat dari penelitian ini adalah agar guru, orang tua, dan tenaga pendidik lainnya lebih memahami tentang komunikasi dan emosi anak dengan keterlambatan bicara, serta diharapkan dapat menemukan solusi yang tepat untuk membantu anak tersebut berkembang secara optimal, baik dalam aspek akademik maupun sosial. Hasil dari penelitian ini adalah keterlambatan bicara pada anak terjadi ketika perkembangan bicara tidak sesuai dengan usianya. FH mengalami gejala seperti menghindari kontak mata, bicara tidak jelas, sulit menyusun kalimat, dan lebih mengandalkan komunikasi nonverbal. Kesulitan tersebut dapat menimbulkan rasa frustasi dan tantrum. Oleh karena itu, dukungan dari orang tua, guru, dan lingkungan sangat penting. Dengan terapi bicara dan stimulasi komunikasi yang konsisten, dapat semakin meningkatkan rasa percaya diri anak speech delay dalam berkomunikasi
Analisis Perilaku Pada Anak Gangguan Spektrum Autisme di SD IT Azzhahiriyah Jamilah, Siti; Mahendra, Desi Aida; Halimatussadiah; Salsabila, Nida Elsa; Siregar, Yulia Elfrida Yanty
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.369

Abstract

Anak berkebutuhan khusus adalah anak-anak yang mengalami kesulitan dalam pertumbuhan karena keterbatasan fisik, intelektual, dan sosial emosional. Autisme adalah salah satu anak yang berkebutuhan khusus. Anak autisme memiliki kelainan pada perkembangan saraf yang mempengaruhi cara mereka berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain serta dengan dunia sekitar mereka. Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Azzhahiriyah adalah institusi pendidikan yang berfokus pada meningkatkan kualitas siswa. Anak berkebutuhan khusus dengan gangguan emosi sering mengalami perilaku menyakiti diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku menyakiti diri sendiri pada anak berkebutuhan khusus dengan gangguan emosi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal, yaitu kecemasan, kemarahan, dan kesulitan mengatur emosi, faktor eksternal, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat, dan faktor interaksi, yaitu interaksi antara anak dan lingkungannya. Penelitian ini dapat membantu mengembangkan strategi intervensi yang efektif untuk mengurangi perilaku menyakiti diri sendiri pada anak berkebutuhan khusus dengan gangguan emosi.
Integrasi Nilai Keislaman dalam Manajemen Mutu Pendidikan Yuliyana, Dewi; Hendrawati, Titi
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.370

Abstract

Manajemen mutu pendidikan merupakan suatu pendekatan sistematik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan. Dalam konteks lembaga pendidikan Islam, manajemen mutu tidak hanya ditujukan pada pencapaian standar akademik semata, tetapi juga harus mencerminkan nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar pijakan lembaga tersebut. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai Islam dalam manajemen mutu menjadi aspek penting yang harus diperhatikan agar pendidikan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul dalam akhlak dan spiritualitas. Nilai-nilai keislaman seperti amanah, kejujuran, tanggung jawab, keadilan, serta semangat ihsan dan istiqamah harus menjadi ruh dalam setiap proses manajerial, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, maupun evaluasi mutu pendidikan. Integrasi nilai-nilai ini dapat memperkuat budaya mutu di lingkungan pendidikan dan menciptakan atmosfer kerja yang harmonis, produktif, dan bermakna. Dengan demikian, orientasi mutu pendidikan berbasis Islam bukan hanya menekankan pada hasil (output) dan dampak (outcome), tetapi juga pada proses yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan model manajemen mutu pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara menyeluruh dalam praktik kelembagaan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi kasus pada lembaga pendidikan Islam, sehingga diperoleh gambaran nyata mengenai implementasi nilai-nilai keislaman dalam budaya mutu sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa lembaga yang berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam manajemen mutu cenderung memiliki iklim sekolah yang lebih positif dan mampu mempertahankan keberlanjutan mutu secara konsisten.
Gambar Seri Sebagai Media Literasi : Analisis Hak dan Perlindungan Pendidikan bagi Anak Tunarungu Sriwidiastuty, Asi; Handoyo, Eko; Waluyo, Edi
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.371

Abstract

Pendidikan inklusif untuk anak tunarungu menghadapi berbagai tantangan dalam proses komunikasi dan pembelajaran. Salah satu solusi potensial adalah penggunaan gambar seri sebagai media literasi visual yang dapat membantu menjembatani hambatan komunikasi dan memperkuat kapasitas literasi anak tunarungu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis dan holistik peran gambar seri sebagai media literasi visual yang mampu menjembatani hambatan komunikasi serta memperkuat kapasitas literasi anak tunarungu di sekolah khusus di Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Penelitian dilaksanakan di tiga sekolah khusus bagi anak tunarungu di Kalimantan Tengah selama 2 bulan dari Maret-April 2025, dengan melibatkan 3 siswa tunarungu sebagai sampel utama. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah, observasi kelas, dan analisis dokumen pembelajaran yang menggunakan gambar seri. Sumber data sekunder diperoleh dari kajian literatur terkait pendidikan inklusif dan penggunaan media visual dalam pendidikan anak tunarungu. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik untuk menggali pola dan temuan utama yang berkaitan dengan efektivitas gambar seri dalam meningkatkan literasi anak tunarungu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambar seri berfungsi efektif dalam mengurangi hambatan komunikasi dan meningkatkan pemahaman materi ajar, serta berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan literasi visual anak tunarungu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan gambar seri sebagai media literasi visual memberikan dampak positif dalam meningkatkan interaksi dan pemahaman materi pelajaran anak tunarungu di sekolah inklusif. Implikasi dalam penelitian ini sangat signifikan dalam memperkuat pendekatan pembelajaran inklusif di sekolah-sekolah yang melayani anak-anak tunarungu.
An Investigation into the Effect of Written Corrective Feedback on the Performance of Intermediate Writers of English Vazifeshenas, Maryam
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.373

Abstract

In the last three decades, several researchers have investigated the effects of corrective feedback on language learners’ oral and writing performance. The mixed results of the empirical studies conducted by scholars throughout the world calls for more investigations to uncover the unknown aspects of corrective feedback. The present study attempted to disclose the benefits of written corrective feedback by comparing its effects with those of the oral corrective feedback. The present study focused on different writing components which are content, organization, language use, vocabulary, and mechanics. Thirty-four intermediate English language learners of two intact classes, who were selected based on convenience sampling, participated in this study. The students of one of these classes received oral corrective feedback and the students of the other class were provided with written corrective feedback. The results indicated that both oral and written corrective feedback improved second language students’ writing ability. However, written corrective feedback was significantly more successful in improving the participants’ writing ability. The findings also indicated that written corrective feedback was significantly superior to oral corrective feedback in the three areas of organization, language use, and mechanics. In the two areas of vocabulary and content, the differences were not significant, however.
Analisis Implementasi Sekolah Ramah Anak Berbasis Islam Terhadap Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Anak Maharani, Okvi; Handoyo, Eko; Waluyo, Edi
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.375

Abstract

Sekolah sebagai tempat memperoleh ilmu pengetahuan harus menjadi tempat yang menjamin dan melindungi terpenuhinya hak anak. Dengan semakin banyaknya kasus yang terjadi di dunia pendidikan, sekolah dengan berbasis nilai-nilai islam memberi warna baru dalam pemenuhan hak anak.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi program Sekolah Ramah Anak berbasis nilai-nilai Islam dalam memenuhi hak anak dan memberikan perlindungan optimal di lingkungan sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di Sekolah Dasar Islam yang telah menerapkan program ini. Subjek penelitian yaitu kepala sekolah, siswa, guru, dan orang tua. Penelitian dilakukan selama rentang waktu tiga bulan. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif dari Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai keislaman, seperti kasih sayang (rahmah), keadilan (‘adl), dan penghormatan terhadap martabat manusia (karamah insaniyah), memperkuat efektivitas pelaksanaan Sekolah Ramah Anak. Program ini berkontribusi positif dalam menjamin hak anak atas pendidikan, perlindungan dari kekerasan, partisipasi aktif, serta kesehatan dan kesejahteraan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan kebijakan internal sekolah yang berbasis syariat Islam yang moderat dan berorientasi pada pemenuhan hak anak. Penelitian ini juga merekomendasikan pelatihan berkelanjutan bagi pendidik untuk memahami prinsip perlindungan anak dalam konteks pendidikan Islam
Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Peserta Didik: Studi Deskriptif Kelas X pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di SMAN 1 Kota Tangerang Wardani, Aisyah Sekar Tri; Jamaludin, Ujang; Damanhuri, Damanhuri
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.376

Abstract

Permasalahan yang dijelaskan pada penelitian ini yaitu pada pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang bersifat teoritis kurang melibatkan strategi yang interaktif atau berbasis pratek sehinggan menyebabkan peserta didik cenderung bosan dan mengantuk yang dapat menghambat keterampilan sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pembelajaran berdiferensiasi dapat mengembangkan keterampilan sosial peserta didik pada mata pelajaran pendidikan Pancasila kelas X di SMA Negeri 1 Kota Tangerang. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan oleh peneliti dengan cara mengumpulkan data melalui melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Guru Pendidikan Pancasila dan Peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif model Miles & Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, penggunaan media, serta evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru melakukan asesmen diagnostik dan merancang materi serta moda pembelajaran yang bervariasi sesuai kebutuhan peserta didik. Tahap pelaksanaan melibatkan kegiatan dan latihan yang bervariasi, interaksi aktif, umpan balik berkelanjutan, serta pembentukan kelompok berdasarkan kesiapan, minat, dan profil belajar. Penggunaan media pembelajaran yang digunakan beragam, termasuk poster, maket, alat musik, dan properti lainnya, yang memungkinkan peserta didik mengekspresikan diri secara kreatif dan mendukung proses pembelajaran yang lebih inklusif dan kondusif. Evaluasi dilakukan melalui penilaian aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, serta tindak lanjut pembelajaran yang menekankan penguatan motivasi dan refleksi.  Secara keseluruhan, strategi pembelajaran berdiferensiasi di SMAN 1 Kota Tangerang dapat berkontribusi positif dalam mengembangkan keterampilan sosial peserta didik kelas X seperti komunikasi, kolaborasi, dan kerja sama dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dan acuan bagi wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru pendidikan Pancasila untuk memodifikasi strategi pembelajaran, sumber daya, dan evaluasi mereka agar lebih sesuai dengan kebutuhan, minat, dan profil belajar peserta didik.
Analisis Pemenuhan Hak Anak dalam Program Sekolah Ramah Anak : Literatur Review Bambang, Bambang; Handoyo, Eko; Waluyo, Edi
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.377

Abstract

Program Sekolah Ramah Anak (SRA) diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif, serta memastikan hak-hak dasar anak, termasuk hak atas pendidikan yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi, terlindungi dengan baik. Namun, meskipun banyak sekolah di Indonesia yang telah mengimplementasikan program ini, masih terdapat berbagai tantangan dalam pemenuhan hak anak, termasuk keterbatasan infrastruktur, kurangnya pemahaman mengenai hak-hak anak di kalangan pendidik, dan pengawasan yang kurang optimal. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk menyelidiki bagaimana program SRA  diterapkan untuk melindungi hak-hak anak di lingkungan pendidikan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah ulasan narrative literature review terhadap lima belas artikel ilmiah yang dipilih secara purposif menggunakan kata kunci "pemenuhan hak anak" dan "sekolah ramah anak" melalui Google Scholar. Data yang diperoleh dari artikel-artikel tersebut kemudian dianalisis menggunakan teknik tabulasi data, perbandingan hasil penelitian, serta penarikan kesimpulan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai keberhasilan dan tantangan dalam implementasi program SRA. Hasil kajian menunjukkan bahwa program SRA secara umum mampu membuat lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif, dan mendorong anak untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pendidikan. Keterlibatan orang tua, partisipasi guru, dan dukungan kebijakan dan anggaran pemerintah memastikan program ini sukses. Namun demikian, masalah seperti kekurangan infrastruktur, kurangnya pemahaman sekolah tentang hak anak, dan sistem pengawasan yang buruk masih ada. Sebagai bagian dari pendekatan yang berkelanjutan untuk pemenuhan hak anak, penelitian ini menyarankan penguatan kebijakan, peningkatan pelatihan guru, dan pelibatan masyarakat yang lebih luas untuk mendukung keberlanjutan program SRA. Dampak temuan penelitian menunjukkan bahwa Program Sekolah Ramah Anak (SRA) berhasil meningkatkan kesadaran akan hak anak, mengurangi kekerasan di sekolah, dan meningkatkan partisipasi anak dalam pembelajaran. Saran tindak lanjut mencakup penguatan kebijakan, peningkatan pelatihan guru, keterlibatan orang tua, serta penguatan sistem pengawasan dan evaluasi untuk mendukung keberlanjutan program SRA.