cover
Contact Name
Yusmaniarti
Contact Email
yusmaniarti8@gmail.com
Phone
+6281368411554
Journal Mail Official
journal.jpki2.ppmi@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Perum taman Asri 1 Blok B12 RT 31 RW 06 Gandus Palembang Sumatera Selatan 30149
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS
Published by CV ALINA
ISSN : -     EISSN : 29863104     DOI : https://doi.org/10.59407/jpki2.v1i1.6
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS (JPKI2) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Ekonomi, Hukum,Teknik, kedokteran, Pertanian, Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Komputer, Ilmu Kesehatan Masyarakat,Kehutanan, Ilmu Budaya, Peternakan,Psikologi.
Articles 723 Documents
PENDAMPINGAN PERAWAT KLINIS MELALUI TEKNIK EDUKASI MULTIMEDIA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KOMUNIKASI DAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP Yuswardi Yuswardi; Hajjul Kamil; Aina Fitri
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 3 (2026): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i3.4263

Abstract

Kualitas komunikasi perawat merupakan determinan penting kepuasan pasien selama menjalani perawatan, namun pelaksanaannya di ruang rawat inap masih sering belum optimal akibat beban kerja tinggi dan keterbatasan waktu interaksi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi perawat klinis dalam meningkatkan kualitas komunikasi terapeutik melalui teknik edukasi multimedia guna meningkatkan kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Bedah Wanita RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Kegiatan dilaksanakan pada 27 Oktober–15 November 2025 oleh tim pengabdi dibantu mahasiswa praktik profesi Ners sebagai pengumpul data dan pendukung teknis pelaksanaan, melibatkan 18 perawat pelaksana, 21 pasien pada pengukuran sebelum, dan 18 pasien pada pengukuran sesudah intervensi.. Metode pengabdian dilaksanakan melalui lima tahap: asesmen kebutuhan dan penentuan prioritas masalah dengan metode NCMSAM dalam Focus Group Discussion (FGD), perencanaan dan pengembangan media edukasi multimedia (poster, leaflet, dan video role play komunikasi terapeutik), pelatihan tatap muka, pendampingan lapangan berbasis bedside coaching, serta evaluasi struktur-proses-hasil menggunakan kuesioner kepuasan pasien sebelum dan sesudah pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator kepuasan pasien terhadap komunikasi perawat, dari rentang 61,9–90,5% sebelum pendampingan menjadi 90,5–100% setelah pendampingan, dengan tiga dari enam indikator mencapai kepuasan sempurna (100%), dan peningkatan kepuasan paling krusial terjadi pada indikator kesediaan perawat meluangkan waktu khusus untuk berkomunikasi dengan pasien, meningkat dari 61,9% menjadi 100%. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis edukasi multimedia yang dipandu langsung oleh dosen efektif meningkatkan kualitas komunikasi perawat dan kepuasan pasien dalam waktu singkat, serta dapat direplikasi pada ruang rawat inap lain dengan permasalahan komunikasi serupa.
PENDAMPINGAN PENGUATAN SISTEM PENCATATAN PENERIMAAN KAS BERBASIS QRIS DALAM MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERNAL PADA UMKM CAFE BOUNDS Rasya Ammila Sari; Nugraeni Nugraeni
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i4.4069

Abstract

Penggunaan QRIS pada usaha kecil belum selalu diikuti pencatatan penerimaan kas yang tertib. Cafe Bounds telah menerima pembayaran tunai dan QRIS, tetapi transaksi masih dicatat secara manual dengan format yang belum seragam. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membantu mitra menata pencatatan penerimaan kas dan memperkuat pengendalian internal sederhana. Pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi kondisi awal, penyusunan format pencatatan, sosialisasi, simulasi pengisian, dan evaluasi. Data diperoleh melalui observasi, diskusi, dokumentasi, pemeriksaan hasil pencatatan, serta lembar evaluasi yang memuat sepuluh indikator. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu menggunakan format harian yang memisahkan transaksi tunai dan QRIS, mencatat pengeluaran, serta menyusun rekap penerimaan. Seluruh sepuluh indikator evaluasi akhir dinyatakan tercapai. Pada salah satu periode pencatatan, penerimaan tunai berjumlah Rp261.000 dan penerimaan QRIS sebesar Rp966.000, sehingga total penerimaan mencapai Rp1.227.000. Pengeluaran yang terdokumentasi sebesar Rp194.000 menghasilkan selisih penerimaan dan pengeluaran sebesar Rp1.033.000. Pendampingan ini memberi dasar pencatatan yang lebih terstruktur, tetapi penerapannya masih bergantung pada kedisiplinan mitra karena belum terintegrasi dengan aplikasi kasir dan bukti transaksi otomatis.
IMPLEMENTASI INOVASI BARCODE SEBAGAI MEDIA EDUKASI DALAM MENINGKATKAN PATIENT SAFETY PADA UPAYA PENCEGAHAN RISIKO JATUH DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM BANDA ACEH Andara Maurissa; Aina Fitri; Martina Martina; Mariatul Kiftia
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 3 (2026): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i3.4143

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) merupakan salah satu indikator utama mutu pelayanan rumah sakit yang memerlukan inovasi berkelanjutan untuk meminimalkan kejadian yang tidak diinginkan, khususnya risiko jatuh pada pasien rawat inap. Hasil identifikasi di ruang rawat Rumah Sakit Umum Banda Aceh menunjukkan bahwa edukasi mengenai pencegahan risiko jatuh masih belum optimal dan media informasi yang tersedia bagi pasien serta keluarga masih terbatas. Kegiatan ini bertujuan mengimplementasikan inovasi barcode sebagai media edukasi untuk meningkatkan penerapan patient safety pada upaya pencegahan risiko jatuh. Metode yang digunakan meliputi observasi, Focus Group Discussion (FGD), edukasi, demonstrasi, diskusi interaktif, serta implementasi media inovatif berupa barcode yang terintegrasi dengan video edukasi, poster, dan pemasangan segitiga kuning sebagai penanda pasien berisiko jatuh. Sasaran kegiatan meliputi mahasiswa profesi Ners, perawat pelaksana, dan pasien di ruang rawat Rumah Sakit Umum Banda Aceh. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100% pasien baru telah dilakukan penilaian risiko jatuh menggunakan Skala Morse, 100% pasien memperoleh edukasi mengenai pencegahan risiko jatuh, 100% dilakukan penilaian ulang sesuai perubahan kondisi dan setiap pergantian shift, serta 75% pasien telah terpasang penanda risiko jatuh berupa gelang dan segitiga kuning. Implementasi barcode mempermudah akses informasi bagi pasien dan keluarga, meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan terhadap prosedur keselamatan pasien, serta mendukung digitalisasi edukasi kesehatan di rumah sakit. Kegiatan ini menunjukkan bahwa inovasi barcode efektif sebagai media edukasi dalam memperkuat budaya patient safety dan meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.
PENDAMPINGAN DIGITALISASI KEUANGAN DAN OPTIMALISASI PEMASARAN TOKO IKAN YANFISH KLATEN Muhammad Radju Syirajuddin; Tutut Dewi Astuti
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i4.4152

Abstract

Sektor perdagangan ikan hias di Kabupaten Klaten memiliki potensi ekonomi tinggi, namun terkendala manajemen operasional konvensional. Toko Ikan Yanfish Klaten menghadapi kendala pencatatan keuangan manual dan pemanfaatan Instagram yang belum optimal. Pengabdian ini bertujuan melakukan pendampingan aplikasi BukuWarung untuk digitalisasi keuangan serta optimalisasi Instagram melalui metode participatory mentoring yang meliputi tahap observasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat ketercapaian 100% pada seluruh target indikator yang ditetapkan. Melalui pendampingan ini, mitra telah mampu mencatat 100% transaksi harian secara digital, mengakses laporan laba rugi otomatis, dan mengamankan dokumentasi data pada aplikasi BukuWarung. Dalam aspek pemasaran, profil Instagram mitra kini terisi lengkap (100%) mencakup deskripsi usaha, kontak, dan informasi produk, serta berhasil memenuhi target minimal dua unggahan konten promosi terstruktur selama periode pendampingan. Digitalisasi ini secara nyata meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing pemasaran digital mitra melalui penguasaan teknologi finansial dan media social.
JAJAN PINTAR, TUBUH SEHAT: EDUKASI INTERAKTIF PEMILIHAN JAJANAN SEHAT UNTUK MENINGKATKAN LITERASI GIZI MURID SEKOLAH DASAR Wisda Widiastuti; Fitra Deny; Nilas Warlem; Berri Rahmadhoni; Aryaldi Zulkaraini
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 3 (2026): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i3.4188

Abstract

Anak usia sekolah merupakan kelompok yang rentan mengonsumsi jajanan tinggi gula, garam, dan lemak karena kemudahan akses serta kurangnya pemahaman dalam memilih makanan yang sehat. Kebiasaan tersebut berpotensi meningkatkan risiko obesitas, diabetes melitus, dan penyakit tidak menular lainnya pada masa mendatang. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi sejak dini untuk meningkatkan literasi gizi dan membentuk perilaku memilih jajanan yang lebih sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai pemilihan jajanan sehat melalui program edukasi "Jajan Pintar, Tubuh Sehat". Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 07 Koto Jepang dengan melibatkan 55 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dengan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, permainan edukatif, simulasi pemilihan jajanan sehat, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan siswa dari 63,1 ± 10,4 sebelum edukasi menjadi 89,3 ± 7,2 setelah edukasi, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (p < 0,001). Selain itu, terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam mengenali jajanan sehat, memahami dampak konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta membiasakan perilaku makan yang lebih sehat. Tingginya partisipasi dan antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa metode edukasi yang interaktif mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Program "Jajan Pintar, Tubuh Sehat" terbukti efektif sebagai media edukasi dalam meningkatkan literasi gizi anak usia sekolah dan berpotensi menjadi salah satu strategi promotif untuk mendukung pencegahan penyakit tidak menular sejak usia dini melalui kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan perguruan tinggi.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENYEBAB GAGAL GINJAL PADA ANAK USIA 6-12 TAHUN DI DUSUN NGELO DESA SUKORAME KABUPATEN TRENGGALEK Dodik Arso Wibowo; Lilik setiawan; Wahyu tanoto
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i4.4212

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal bisa menyerang pada anak usia 6-12 tahun yang terjadi akibat zat kimia berbahaya yang terkandung dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh anak. Ibu yang tidak memiliki pengetahuan mengenai penyebab gagal ginjal pada anak kemungkinan besar mengalami keterbatasan informasi terkait faktor penyebab gagal ginjal pada anak. Penting bagi ibu memiliki pengetahuan tentang penyebab gagal ginjal pada anak agar tidak meningkat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang penyebab gagal ginjal pada anak usia 6-12 tahun di dusun Ngelo desa Sukorame Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek.Desain penelitian Deskriptif, populasi ibu yang memiliki anak usia 6-12 tahun berjumlah 112 ibu, sampel berjumlah 36 responden, dengan teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling. Penelitian dilaksanakan tanggal 17 Maret – 12 April 2025 di Dusun Ngelo Desa Sukorame Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek. Dengan variabel tunggal yaitu Pengetahuan ibu tentang penyebab gagal ginjal pada anak usia 6-12 tahun, instrument penelitian menggunakan kuesioner, data dianalisa dengan rumus persentase dan diinterprestasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian dari 36 responden, sebagian besar responden yaitu 26 responden (72%) memiliki pengetahuan baik, sebagian kecil dari responden yaitu 6 responden (17%) memiliki peran cukup dan sebagian kecil responden yaitu 4 responden (11%) ibu memiliki pengetahuan kurang. Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu yaitu, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, penghasilan perbulan, jumlah anak, pernah mendapatkan informasi tentang penyakit gagal ginjal, sumber informasi yang di dapat. Untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang kurang diharapkan pemerintah desa memberikan penyuluhan pada ibu dan ibu dapat memperbanyak informasi tentang penyebab gagal ginjal melalui media elektronik, media cetak maupun tenaga kesehatan.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA BERBASIS NILAI ISLAM MELALUI PEMBENTUKAN KADER SANTRI SEHAT DI PONDOK PESANTREN NURUDDIN Ani Triana; Nelly Karlinah; Hetty Ismainar; Pandu
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i4.4238

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek penting dalam pembentukan perilaku hidup sehat, namun edukasi kesehatan reproduksi di lingkungan pondok pesantren masih terbatas akibat minimnya akses informasi, anggapan bahwa topik tersebut bersifat tabu, serta belum tersedianya program edukasi yang terstruktur. Kondisi tersebut juga ditemukan di Pondok Pesantren Nuruddin, Desa Sungai Sarik, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri tentang kesehatan reproduksi remaja melalui edukasi berbasis nilai Islam, membentuk kader santri sehat sebagai peer educator, serta menghasilkan media edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, koordinasi dengan pihak pesantren, penyuluhan menggunakan ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, pemutaran video edukasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan juga mencakup pelatihan dan pembentukan kader santri sehat. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan santri meningkat dari 51,3 pada pre-test menjadi 81,3 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 30 poin. Selain itu, terbentuk 10 kader santri sehat yang dipersiapkan sebagai pendidik sebaya, serta dihasilkan modul, leaflet, poster, dan video edukasi berbasis nilai Islam sebagai media pembelajaran. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi yang mengintegrasikan pendekatan partisipatif, peer education, dan nilai-nilai Islam efektif meningkatkan pengetahuan santri sekaligus mendukung keberlanjutan promosi kesehatan reproduksi di lingkungan pondok pesantren
HEALTH EDUCATION ABOUT STUNTING AT THE AMANAH MEKAR SERUMPUN COMMUNITY HEALTH CENTER Hastuti Marlina; Sherly Vermita Warlenda
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 3 (2026): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i3.4245

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that significantly impacts human capital, necessitating integrated interventions at the grassroots level, such as in the Amanah Mekar Serumpun Community Health Center (Puskesmas). This topic was chosen based on the urgency of improving public health literacy and strengthening the role of cadres and health workers in early detection of toddler growth to reduce regional stunting prevalence. This community service activity employed a pre-experimental design with a One-Group Pretest-Posttest Design, combined with interactive health education, processing of local foods rich in animal protein, and quantitative evaluation using structured questionnaires and gain score analysis with 30 participants. The implementation evaluation demonstrated that this discovery-based educational intervention significantly improved mothers' cognitive capacity and cadres' psychomotor skills in independently conducting anthropometric measurements according to standard operating procedures. Overall, this program proved effective in increasing family nutrition awareness and addressing barriers to nutritional adaptation at the household level. However, the limited duration of the intervention underscores the need for follow-up development programs, including digital-based village nutrition clinic models, to ensure continuous and real-time monitoring of toddler growth.
PENDAMPINGAN MASA PUBERTAS REMAJA MELALUI PROGRAM PARENTING BERBASIS SDGs UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN DAN PENDIDIKAN BERKUALITAS Lila Pangestu Hadiningrum; Muhamad Amirul Lutfi; Aisyika Nurul Ain Rahma Al Dafa; Martastia Nugraheni; Siti Purnamasari; Nur Afriliani Ilham; Nazilah Ayu Pujirahmawati
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i4.4250

Abstract

Masa pubertas merupakan periode transisi yang ditandai oleh perubahan fisik, psikologis, sosial, dan emosional yang memerlukan pendampingan dari lingkungan keluarga, khususnya orang tua. Namun demikian, masih banyak orang tua yang mengalami kesulitan dalam memberikan informasi dan pendampingan terkait pubertas karena keterbatasan pengetahuan, budaya tabu, serta rendahnya keterampilan komunikasi dengan remaja. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan seperti perilaku berisiko, rendahnya kesehatan reproduksi, gangguan kesehatan mental, hingga konflik dalam keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pendampingan masa pubertas serta meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan kesehatan remaja melalui program parenting berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Anggrek Putih Kalisogo, Desa Banyuurip, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten dengan melibatkan 17 orang tua dan 40 remaja. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan edukasi, evaluasi, dan refleksi bersama masyarakat. Evaluasi dilakukan menggunakan desain one group pretest-posttest melalui instrumen tes pengetahuan sebanyak 10 butir soal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada kedua kelompok sasaran. Pada kelompok orang tua (n=17), nilai rata-rata meningkat dari 48 menjadi 82 (kenaikan 34 poin), sedangkan pada kelompok remaja (n=40), nilai rata-rata meningkat dari 51 menjadi 76 (kenaikan 25 poin). Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi efektif meningkatkan kapasitas orang tua dalam mendampingi masa pubertas sekaligus meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 5 (Gender Equality) melalui penguatan kapasitas keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi remaja.
PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR DESA DALAM PENATAAN ADMINISTRASI DAN KEUANGAN DESA DI DESA AIR KOTOK KECAMATAN PEMATANG TIGA KABUPATEN BENGKULU TENGAH Supawanhar Supawanhar; Sri Suharti; Ovita Charolina
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i4.4269

Abstract

Pemerintah Desa Air Kotok, Kecamatan Pematang Tiga, Kabupaten Bengkulu Tengah masih menghadapi berbagai kendala dalam penataan administrasi pemerintahan dan administrasi keuangan desa, terutama terkait rendahnya pemahaman aparatur mengenai pengelolaan dokumen administrasi, pengarsipan, serta administrasi keuangan sesuai ketentuan yang berlaku. Kondisi tersebut berpotensi menghambat terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan administrasi pemerintahan dan administrasi keuangan desa melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, praktik, serta pendampingan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2026 dengan melibatkan 25 orang aparatur dan pemangku kepentingan Desa Air Kotok. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test berupa kuesioner yang terdiri atas delapan indikator kompetensi administrasi pemerintahan dan administrasi keuangan desa. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan rata-rata skor dan persentase peningkatan hasil belajar peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pemahaman peserta meningkat dari 57,5% sebelum pelatihan menjadi 88,3% setelah pelatihan atau mengalami peningkatan sebesar 30,8%. Selain meningkatkan kompetensi aparatur desa, kegiatan ini juga mendorong terciptanya penataan administrasi yang lebih sistematis, pengelolaan administrasi keuangan yang lebih tertib, serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model pelatihan dan pendampingan dapat menjadi alternatif strategi peningkatan kapasitas aparatur desa yang dapat direplikasi pada desa lain dengan karakteristik yang serupa.