cover
Contact Name
Rina Saputri
Contact Email
apt.rinasaputri@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
sainsmedisina@wpcpublisher.com
Editorial Address
Komplek Kelapa Sawit No.13 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sains Medisina
ISSN : -     EISSN : 29641853     DOI : -
Sains Medisina merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article tentang penemuan obat, sistem penghantaran obat, pengembangan obat, evaluasi sediaan kosmetik dan makanan. Jurnal ini mencakup bidang-bidang khusus seperti kimia obat, farmakologi, farmakognosi, fitokimia, farmakokinetik, farmakodinamik, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Articles 227 Documents
Analisis Zat Pewarna Dan Pengawet Pada Pedagang Cincau Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Ayin, Anisa Putri Ayu M.; Rahmadani, Rahmadani; Darsono, Putri Vidiasari; Hidayah, Nur
Sains Medisina Vol 2 No 1 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Cincau hitam memiliki banyak manfaat namun juga mempunyai resiko yang tidak aman untuk dikonsumsi sehari-hari karena berdasarkan hasil data studi pendahuluan, 2 sampel cincau hitam positif mengandung natrium benzoate dan negatif mengandung rodhamin b. Menurut BPOM, batas maksimum pada kedua zat tersebut yaitu 1g/kg. Natrium benzoate memiliki efek samping keram perut dan kebas dimulut. Tujuan : Mengetahui kandungan dan kadar serta kesesuaian batas Rhodamin B maupun Natrium Benzoat pada cincau hitam yang dijual di Kota Banjarmasin. Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Analisis data pada penelitian ini adalah menggunakan pengujian univariate. Hasil : Natrium benzoate yang diperoleh pada sampel pasar modern 1 sebesar 0,0935 g/kg, sampel pasar modern 2 sebesar 0,01185 g/kg, sampel pasar tradisional 1 sebesar 0,01635 g/kg, sampel pasar tradisional 2 sebesar 0,01685 g/kg, dan sampel pasar tradisional 3 sebesar 0,01485 g/kg. Rhodamin B yang diperoleh dari seluruh sampel menunjukan hasil negatif. Simpulan : Seluruh sampel positif mengandung natrium benzoate namun masih berada dibawah batas maksimum yang ditetapkan yaitu 1g/kg. Sedangkan rhodamin b semua hasil menunjukan nilai yang negatif.
Perbandingan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) Berdasarkan Perbedaan Metode Ekstraksi Kusuma D, Muhammad Chandra Hadi; Hakim, Ali Rakhman; Audina, Mia; Rohama, Rohama
Sains Medisina Vol 2 No 1 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tumbuhan yang secara empiris di jadikan sebagai obat yaitu tanaman ketapang (Terminalia catappa L) yang digunakan untuk mengobati penyakit seperti, kurap dan kudis. Hal ini dibuktikan dengan beberapa penelitian yang mengatakan bahwa daun ketapang ternyata memiliki efek kesehatan sebagai antioksidan, antibakteri. Beberapa senyawa yang telah teridentifikasi dari ekstrak daun ketapang yang memiliki potensi sebagai antijamur dan antibakteri adalah flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total pada kedua metode maserasi dan ultrasonik. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimental untuk mengetahui kadar flavonoid total yang terkandung pada ekstrak daun ketapang berdasarkan perbedaan metode ekstraksi. Hasil penelitian didapatkan kadar Flavonoid total pada masing-masing metode yaitu, metode maserasi sebesar 1,14%, dan pada metode ultrasonik sebesar 2,52% . Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa kadar flavonoid paling tinggi berada pada metode ultrasonik, yaitu sebesar 2,52%. Terdapat hasil yang memiliki pengaruh perbedaan pada kedua metode yang digunakan terhadap kadar flavonoid.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Dry Shampoo Anti Ketombe Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) Hadhrianor, Hadhrianor; Malahayati, Siti; Alawiyah, Tuti; Budi, Setia
Sains Medisina Vol 2 No 2 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i2.311

Abstract

Ketombe terjadi pada 50% populasi orang dewasa di seluruh dunia dan banyak terjadi pada pria daripada wanita. Daun sirsak (Annona muricata L.) adalah salah satu tanaman yang mudah hidup di bagian tropis. Bagian tanaman yang sering digunakan adalah pada daun karena memiliki banyak khasiat bagi kulit, dan daun sirsak memiliki kandungan senyawa alkaloid, tanin, saponin, dan flavonoid yang memiliki fungsi sebagai antijamur. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk membuat formulasi dan evaluasi sediaan dry shampoo anti ketombe ekstrak daun sirsak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formulasi yang optimal dan pengaruh variasi konsentrasi berdasarkan hasil evaluasi fisikokimia sediaan dry shampoo anti ketombe ekstrak daun sirsak. Eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode quasy-experimental tanpa kelompok kontrol dengan menggunakan rancangan one-group posttest only design. Variasi konsentrasi etanol 70% berpengaruh secara signifikan terhadap daya sebar semprotan, pH, dan waktu kering sediaan. Kedua formula telah memenuhi syarat uji organoleptis dan homogenitas. Berdasarkan hasil evaluasi, formula yang lebih optimal adalah formula 2 karena hasil evaluasi daya sebar semprotan, pH, dan waktu kering mendekati nilai tengah tiap syarat yang ditentukan. Variasi konsentrasi etanol 70% tidak menunjukkan perbedaan signifikan terhadap organoleptis dan homogenitas, tetapi menunjukkan perbedaan signifikan terhadap daya sebar, pH, dan waktu kering, serta formula yang optimal adalah formula 2.
Uji Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Batang Dan Daun Kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.F) Bedd) Pada Mencit Jantan Galur Swiss Webster Fauzia, Husna; Yuniar, Cindra Tri; Nuari, Doni Anshar
Sains Medisina Vol 2 No 2 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i2.312

Abstract

Diare adalah buang air besar encer dengan atau tanpa darah atau lendir, dapat pula disertai frekuensi defekasi yang meningkat dan merupakan gejala dari penyakit-penyakit tertentu atau gangguan lainnya. Penelitian Khair (2012) dan Yosika (2014) menyebutkan Kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.F.) Bedd) dapat digunakan sebagai obat tradisional karena mengandung golongan senyawa flavonoid dan tanin yang di antaranya berfungsi mengobati diare. Penelitian ini melakukan pengujian aktivitas antidiare ekstrak etanol batang dan daun kelakai dengan metode proteksi terhadap oleum ricini dan metode transit intestinal pada mencit jantan galur Swiss Webster. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak etanol batang dan daun kelakai dosis 400 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, dan 100 mg/kgBB memiliki aktivitas antidiare dengan menurunkan bobot feses, menurunkan frekuensi defekasi meningkatkan konsistensi feses, mengurangi lamanya diare, serta menekan waktu muncul diare berbeda bermakna terhadap kontrol (p ≤ 0,05) dengan disertai kecenderungan penekanan gerakan peristaltik usus.
Formulasi Scrub Bubuk Kunyit (Curcuma domestica Val.) Dengan Variasi Konsentrasi Kapur Sirih Nurpermatasari, Adhisty; Manalu, Desy M. Boang; Faisal, Ahmad Purnawarman; Lavinur, Lavinur
Sains Medisina Vol 2 No 2 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i2.313

Abstract

Kunyit (Curcuma domestica Val.) sering digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk menjaga kesehatan dan daya tarik kulit karena kandungan antioksidannya yang dapat mengatasi permasalahan kulit kusam karena terpapar sinar matahari dan melawan radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bubuk kunyit (Curcuma domestica Val.) dapat digunakan sebagai formula body scrub, serta konsentrasi formula body scrub bubuk kunyit dan kapur sirih yang memenuhi kriteria body scrub terbaik. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah Eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Polteknik Kesehatan Kemenkes Medan Jurusan Farmasi dengan menguji kombinasi bubuk kunyit dengan kapur sirih sebagai sediaan body scrub sebanyak 5 formula. Hasil uji evaluasi sediaan body scrub berdasarkan uji organoleptis, bentuk body scrub sangat encer hingga kental, berwarna merah bata hingga orange muda, bau aromatis. Homogen, pH 4,72 – 8,78, daya sebar 5 cm – 6,5 cm dan tidak menimbulkan iritasi. Uji stabilitas pada uji organoleptis tidak menunjukkan perubahan, pada uji pH mengalami kenaikan pada sediaan body scrub. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bubuk kunyit (Curcuma domestica Val.) dan kapur sirih dapat diformulasikan sebagai body scrub.
Formulasi Sediaan Minuman Jelly Buah Bit (Beta vulgaris L.) Sebagai Antianemia Faisal, Ahmad Purnawarman; Nasution, Pratiwi Rukmana; Sinaga, Maya Handayani; Adrea, Desvita
Sains Medisina Vol 2 No 2 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i2.314

Abstract

Bit mengandung berbagai macam zat gizi, salah satunya vitamin C. Vitamin C saling terkait dengan zat besi, bila kebutuhan zat besi tidak tercukupi maka vitamin C tidak mampu meningkatkan penyerapan zat besi dan mengganggu sintesis hemogblobin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi sediaan jelly drink pada buah bit (Beta vulgaris L.) dan untuk mengetahui konsentrasi terbaik jelly drink buah bit (Beta vulgaris L.) berdasarkan beberapa uji yang banyak diminati oleh panelis. Metode penelitian ini dilakukan dengan eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan. Formulasi minuman jeli dengan perbandingan konsentrasi buah bit dan air yaitu, 1:15, 1:20 dan 1:25 serta penambahan karagen 0,4%, gula 12% dan perisa apel secukupnya. Kemudian dilakukan uji evaluasi fisik, uji viskositas, dan uji hedonik. Hasil penelitian ini menunjukkan sediaan minuman jeli sudah sesuai dengan SNI dari segi warna, aroma, rasa dan tekstur. Tingkat kekenyalan sediaan minuman jeli tergantung pada jumlah konsentrasi air yang diberikan. Kemudian minuman jeli F1 memiliki pH 6,80, F2 6,98, F3 7,04. Uji hedonik sediaan minuman jeli sangat suka menurut para panelis. Kesimpulan penelitian ini adalah buah bit dapat diformulasikan menjadi minuman jeli. Minuman jeli yang terpilih yaitu pada konsentrasi 1:15 dengan nilai 9,35.
Evaluasi Penggunaan Obat Demam Tifoid Pada Pasien Rawat Inap Di RSUD Praya Januari 2021 – Desember 2022 Tusshaleha, Lelie Amalia; Saptahadi, Lalu Iman; Ramdaniah, Putri; Rahmat, Syamsul; Ananda, Putri Dwi
Sains Medisina Vol 2 No 2 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i2.349

Abstract

Demam tifoid merupakan bagian penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh kuman sanmonella tyhpi. Dan merupakan salah satu penyakit yang menular . Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat data yang diperoleh pada tahun 2018 dalam 12 bulan terakhir, demam tifoid klinis dapat dideteksi di Provinsi NTB dengan prevalensi 1,9%. Dan tersebar di seluruh kabupaten atau kota. Dan berdasarkan sumber dari Dinkes NTB (2017), Penyakit demam tifoid masuk kedalam 10 kasus penyakit terbanyak di Kabupaten Lombok Tengah dan demam tifoid berada di urutan ke 7 dengan jumlah kasus 2.665 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengetahui penggunaan obat demam tifoid pada pasien rawat inap di RSUD Praya, berdasarkan dari jenis obat, tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat obat. Tujuan penelitian ini dibagi dua yaitu, tujuan umum melalui evaluasi penggunaan obat demam tifoid pada pasien rawat inap di RSUD Praya, penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi penggunaan obat demam tifoid pada pasien rawat inap di RSUD Praya. Tujuan khusus untuk mengetahui jenis obat yang paling banyak diresepkan di RSUD Praya kabupaten Lombok Tengah Januari 2021 – Desember 2022, dan untuk mengevaluasi penggunaan obat demam tifoid pada pasien rawat inap di RSUD Praya, berdasarkan dari jenis obat, tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat obat. Penelitian ini menggunakan jenis non eksperimental dengan menganalisis data secara deskriftif, dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada pasien demam tifoid rawat inap di RSUD Praya januari 2021 – desember 2022 . Dari 55 pasien diperoleh tepat indikasi 54 pasien (98%) dan tidak tepat indikasi 1 pasien (2%), tepat dosis ada 48 pasien (87%) dan tidak tepat dosis ada 7 pasien (13%) , dan tepat obat ada 55 pasien (100%). Jenis obat yang paling banyak di resepkan untuk terapi antibiotik adalah ceftriaxone 37 pasien (58%), dan untuk pengobatan simptomatik yang paling banyak di resepkan adalah paracetamol sebanyak 48 pasien (26%), dan berdasarkan penelitian di RSUD Praya, bahwa penggunaan obat demam tifoid pada pasien rawat inap sudah berdasarkan kriteria tepat indikasi 54 pasien (98%), tepat dosis 48 pasien (87%), dan tepat obat 55 pasien (100%).
Skrining Fitokimia Dan Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix D.C) Terhadap Staphylococcus aureus Fitriyanti, Fitriyanti; Zannah, Meryatul; Nazarudin, Muhammad
Sains Medisina Vol 2 No 3 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i3.356

Abstract

Daun jeruk purut memiliki kandungan flavonoid, saponin, triterpenoid   dan tanin yang dapat berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji daya hambat ekstrak daun Jeruk Purut (Citrus hystrix  D.C)   terhadap Staphylococcus aureus . Ekstrak daun Jeruk Purut  (Citrus  hystrix  D.C)  diperoleh  dari  proses  maserasi  dengan  etanol  70%  selanjutnya divariasi konsentrasinya, 10%, 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Uji aktivitas  metode pengujian secara difusi sumuran menggunakan media Mueller Hinton Agar (MHA). Hasil menunjukkan ekstrak etanol 70% daun Jeruk Purut dengan konsentrasi 80% dan 100% memiliki aktivitas antibakteri paling baik dengan kategori sangat kuat yaitu dengan rata-rata zona hambat sebesar 19,827 mm dan 20,831 mm terhadap Stapylococcus aureus, sedangkan pada konsentrasi 10% 20%, 40%, dan 60% diperoleh zona hambat dalam kategori kuat. Konsentrasi efektiv ekstrak etanol 70% daun Jeruk Purut jika dibandingkan dengan kontrol positif yaitu Tetrasiklin untuk menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus adalah pada konsentrasi 80% dan 100% yang tergolong sangat kuat.
Review: Studi Etnofarmasi Pemanfaatan Tumbuhan Berkhasiat Obat Untuk Penyakit Hipertensi Oleh Beberapa Etnis Di Indonesia Novriana, Dina; Oktoba, Zulpakor; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Triyandi, Ramadhan
Sains Medisina Vol 2 No 4 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i4.380

Abstract

Etnofarmasi merupakan bagian dari bidang ilmu farmasi yang mengupayakan pemahaman mendalam tentang penggunaan tumbuhan obat serta mempelajari cara komunitas etnis atau masyarakat tertentu dalam memanfaatkan berbagai jenis tumbuhan obat. Dalam artikel ini dibahas mengenai tumbuhan obat serta metode pengobatan yang digunakan oleh beberapa etnis di Indonesia di antaranya yaitu diantaranya etnis Melayu, Togian, Kutai, Bajo, Moronene, Bugis, Suku Anak Dalam, Kaili Ledo, Dayak Banyandu, Buton, Gorontalo, Mori, Paser, dan Osing. Studi ini diharapkan akan bermanfaat untuk penelitian selanjutnya terutama dalam penemuan obat baru atau alternatif pengobatan dalam penanganan penyakit terutama hipertensi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan data yang didapatkan  berasal dari artikel dengan alat pencarian informasi literatur Google Scholar dengan rentang tahun artikel yaitu  tahun 2015 sampai  tahun 2023. Hasil yang didapat disimpulkan bahwa terdapat 42 spesies tumbuhan dari 31 famili yang digunakan dalam penanganan hipertensi oleh beberapa etnis di Indonesia.
Review Artikel: Pemanfaatan Kulit Jeruk Sebagai Antioksidan dalam Sedian-Sediaan Farmasi Wardani, Farah Dwi; Sukohar, Asep; Afriyani, Afriyani; Oktarlina, Rasmi Zakiah
Sains Medisina Vol 2 No 4 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i4.383

Abstract

Kulit jeruk telah lama dikenal mengandung senyawa bioaktif, termasuk antioksidan. Dengan kandungan senyawa antioksidan yang melimpah, seperti fenolik, flavonoid, asam askorbat, polifenol, dan terpene dapat memberikan perlindungan yang efektif terhadap efek negatif radikal bebas dengan cara menetralkan radikal bebas yang menyebabkan stress oksidatif dan merusak DNA serta sel-sel tubuh. Dalam  memanfaatkan senyawa-senyawa yang terkandung di dalamnya maka dibuat sediaan farmasi. Penelitian ini menggunakan metode penelusuran artikel menggunakan basis data ilmiah seperti Pubmed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci kulit jeruk, antioksidan, dan sediaan farmasi dengan jurnal terbitan sepuluh tahun terakhir.  Hasil dari studi article review menunjukkan beberapa jenis kulit jeruk yang memiliki aktivitas antioksidan seperti kulit jeruk kalamansi, kulit jeruk nipis, kulit jeruk manis, dan kulit jeruk purut yang mengandung senyawa seperti limonene, flavonoid, β-pinene yang memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat yang diuji menggunakan metode DPPH. Dalam memanfaatkan senyawa-senyawa yang terkandung di dalamnya dapat dimanfaatkan dalam formulasi sediaan farmasi, seperti masker gel, lipbalm, serum,  spray gel, lotion, krim, gel, dan splash mask yang memiliki stabilitas sediaan yang baik. Beberapa sediaan juga diuji aktivitas antioksidan dan menggunakan metode DPPH dan pengukuran absorbansi menggunakan spektrofotometer UV-VIS dan didapatkan hasil sediaan  memiliki aktivitas antioksidan dari sedang hingga kuat.

Page 8 of 23 | Total Record : 227