cover
Contact Name
Rina Saputri
Contact Email
apt.rinasaputri@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
sainsmedisina@wpcpublisher.com
Editorial Address
Komplek Kelapa Sawit No.13 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sains Medisina
ISSN : -     EISSN : 29641853     DOI : -
Sains Medisina merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article tentang penemuan obat, sistem penghantaran obat, pengembangan obat, evaluasi sediaan kosmetik dan makanan. Jurnal ini mencakup bidang-bidang khusus seperti kimia obat, farmakologi, farmakognosi, fitokimia, farmakokinetik, farmakodinamik, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Articles 227 Documents
Nanoemulgel: Inovasi Terbaru dalam Penghantaran Obat secara Topikal dengan Teknologi Nano Athallah, Muhammad Muzhaffar; Adjeng, Andi Nafisah Tendri; Andrifianie, Femmy; Sayoeti, Muhammad Fitra Wardana; Ciptaningrum, Sekar Rahmasari Ratna; Widodo, Alya Rahmah
Sains Medisina Vol 2 No 6 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i6.439

Abstract

Penghantaran obat topikal merupakan tantangan besar, terutama untuk obat-obatan lipofilik yang sering menghadapi masalah kelarutan dan penetrasi kulit. Nanoemulgel muncul sebagai inovasi terbaru yang menggabungkan keunggulan nanoemulsi dan gel, memberikan solusi potensial untuk meningkatkan bioavailabilitas obat. Literatur review ini merangkum potensi nanoemulgel sebagai sistem penghantaran obat melalui pencarian database Google Scholar untuk artikel yang diterbitkan antara tahun 2014 hingga 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanoemulgel menawarkan penetrasi yang lebih baik dibandingkan formulasi konvensional, berkat ukuran partikel yang lebih kecil dan stabilitas yang tinggi. Selain itu, nanoemulgel mampu meningkatkan efektivitas pengiriman obat dengan mengurangi iritasi pada kulit dan memperpanjang waktu tinggal obat di area aplikasi. Temuan ini memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan lebih lanjut dalam aplikasi klinis nanoemulgel sebagai alternatif yang lebih efektif dalam pengobatan topikal berbagai kondisi kulit dan penyakit sistemik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas jangka panjang nanoemulgel dalam konteks klinis.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Tingkat Pendidikan Terhadap Perilaku Penyimpanan Obat Di Rumah Pada Pasien Puskesmas Kabupaten Lampung Tengah Widyaningrum, Diah Ayu; Rasmi Zakiah Oktarlina; Mirza Junando; Dwi Aulia Ramdini
Sains Medisina Vol 2 No 6 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i6.453

Abstract

Penyimpanan obat sebaiknya dilakukan secara tepat kerena dapat memengaruhi stabilitas dan kualitas obat. Tingkat pengetahuan dan tingkat pendidikan merupakan faktor-faktor yang dapat memengaruhi perilaku penyimpanan obat di rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat pendidikan terhadap perilaku penyimpanan obat di rumah. Metode yang digunakan merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode asosiatif dan studi cross-sectional (potong lintang). Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dengan responden berupa pasien atau pendamping pasien yang berkunjung ke Puskesmas Gedung Sari dan Puskesmas Karang Anyar, Kabupaten Lampung Tengah. Hasil penelitian ini diolah menggunakan perangkat lunak statistik dengan metode uji Fisher-Exact. Hasil penelitian didapatkan 192 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang telah dianalisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan tingkat pendidikan terhadap perilaku penyimpanan obat di rumah pada pasien di Puskesmas Kabupaten Lampung Tengah. Hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku penyimpanan obat di rumah didapatkan p-value sebesar 0,000 dan hubungan tingkat pendidikan terhadap perilaku penyimpanan obat di rumah didapatkan p-value sebesar 0,000. Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penyimpanan obat di rumah pada pasien di Puskesmas Kabupaten Lampung Tengah.
Literature Review: Kajian Potensi Interaksi Obat Antidiabetes Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Komplikasi Hipertensi Natanael, Jessica; Damayanti, Ervina; Himayani, Rani; Oktafany, Oktafany
Sains Medisina Vol 2 No 6 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i6.468

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia yang disebabkan oleh insufisiensi insulin parsial atau total. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Valliyot et al. pada tahun 2013 menunjukkan bahwa orang yang memiliki riwayat hipertensi berisiko 5 kali lebih besar menderita diabetes melitus dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki riwayat hipertensi. Pengobatan diabetes melitus bersamaan dengan komplikasi hipertensi dapat berhasil jika ditangani dengan terapi yang tepat, namun jika tidak berhasil akan mengakibatkan adanya interaksi obat pada penggunaan kombinasi obat untuk kedua penyakit tersebut. Interaksi obat terjadi ketika obat berinteraksi dengan makanan, minuman, zat kimia, atau obat lain yang mengubah efek obat yang diberikan bersamaan atau hampir bersamaan. Studi ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mengetahui potensi interaksi obat pada pasien diabetes melitus dengan komplikasi hipertensi. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menggunakan database Google Scholar dengan rentang tahun artikel tahun 2015 sampai tahun 2024. Dari hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa kombinasi obat yang paling banyak mengalami interaksi adalah metformin dan amlodipin dengan mekanisme interaksi obat yang paling banyak adalah farmakodinamik serta tingkat keparahan interaksi obat yang terjadi paling banyak pada kategori moderate.
Pengaruh Pengadukan Maserasi Terhadap Kadar Flavonoid Total Daun Jeruju (Acanthus ilicifolius L) Hakim, Ali Rakhman; Saputri, Rina; Jannah, Ghina Raudhatul; Syifa, Nur
Sains Medisina Vol 3 No 1 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i1.360

Abstract

Daun jeruju (Acanthus ilicifolius L) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak diteliti karena kandungan senyawa metabolitnya yang bermanfaat untuk kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak daun jeruju mengandung berbagai senyawa metabolit seperti triterpenoid, saponin, alkaloid, fenolik, flavonoid, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengadukan pada maserasi terhadap kadar flavonoid total ekstrak etanol daun jeruju. Penelitian ini menggunakan tiga jenis maserasi yaitu maserasi normal, maserasi dengan pengadukan pada jam ke 0-6, dan maserasi dengan pengadukan pada jam 18-24. Pengadukan dengan magnetic stirrer kecepatan 500 rpm. Hasil dari pengujian didapatkan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun jeruju yaitu 7.14 ± 0.21 mg QE/g untuk maserasi normal, 5.64 ± 0.17 mg QE/g untuk maserasi pengadukan jam ke 0-6, dan 5.94 ± 0.29 mg QE/g untuk maserasi pengadukan jam ke 18-24. Simpulan dari penelitian ini metode maserasi normal memiliki kadar flavonoid total yang lebih tinggi dari metode maserasi termodifikasi pengadukan.
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Keji Beling Dan Binahong Terhadap Pertumbuhan Bakteri Penyebab Infeksi Ulkus Diabetikum HARLITA, TIARA DINI; AINA, GANEA QORRY; RUKMANA, DITA IRIANTI
Sains Medisina Vol 3 No 1 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i1.457

Abstract

Keji beling (Strobilanthes crispus (L.) Blume) dan binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) merupakan tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat sebagai alternatif pengobatan, karena memiliki kandungan senyawa bioaktif antibakteri. Penelitian bertujuan menguji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol keji beling dan binahong terhadap pertumbuhan Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus secara in vitro. Jenis penelitian adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap satu faktor. Uji dilakukan dengan metode Kirby Bauer menggunakan perbandingan 1:1 dengan 4 variasi konsentrasi (25 mg/mL, 50 mg/mL, 75 mg/mL, dan 100 mg/mL). Kontrol positifnya yaitu Ciprofloxacin 5 µg dan Ceftriaxone 30 µg. Analisis data penelitian ini menggunakan One Way ANOVA dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol keji beling, binahong, dan kombinasi kedua ekstrak tersebut memiliki aktivitas antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan K. pneumoniae, P. aeruginosa, dan S. aureus. Kombinasi ekstrak etanol keji beling dan binahong memiliki aktivitas antibakteri paling besar pada konsentrasi 100 mg/mL yaitu 105,5% terhadap pertumbuhan K. pneumoniae, 52,83% terhadap pertumbuhan P. aeruginosa, dan 12,5% terhadap pertumbuhan S. aureus.
Molecular Docking Senyawa Flavonoid Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Reseptor Estrogen Alfa (RE-α) Sebagai Kandidat Obat Antikanker Payudara Khudzaifi, Muhamad; Kalsum, Saskia Amini; Nisak, Ana Zumrotun
Sains Medisina Vol 3 No 1 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i1.462

Abstract

Daun sirsak sudah lama dipercayai penggunaanya sebagai obat tradisional. Salah satu senyawa yang ditemukan dalam daun sirsak adalah flavonoid. Senyawa flavonoid memiliki potensi sebagai sitoksik. Tamoxifen sebagai obat antikanker payudara memiliki efek samping berupa kanker endometrium, sehingga diperlukan pengembangan lebih lanjut terkait obat antikanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa flavonoid daun sirsak yang paling berpotensi sebagai antikanker payudara berdasarkan binding energy. Penelitian eksperimental berbasis in silico ini menggunakan sampel hasil isolasi daun sirsak yang berasal dari penelitian sebelumnya. Dengan menggunakan software Autodock Vina, ligan senyawa uji akan dilakukan docking terhadap reseptor estrogen alfa (PDB ID: 3ERT) dengan native ligand berupa 4-hydroxytamoxifen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa flavonoid daun sirsak dapat berpotensi sebagai antikanker payudara. Hal ini ditunjukkan dengan nilai docking terhadap resptor estrogen alfa bernilai negatif. Senyawa uji yang terbaik secara berurutan berdasarkan binding energy yaitu geniestein, daidzein, catechin, kaempferol, epicatechin, argetinine, glycitein, robinetin, tangeretin, quercetin, isoferulic acid. Kesimpulan, senyawa uji yang paling berpotensi yaitu geniestein dengan nilai docking -9.0 kcal/mol. Nilai ini mendekati nilai docking native ligand sebesar -9.8 kcal/mol.
Review: Efektivitas Daun Nangka Sebagai Antibakteri Purba, Gemi Sabrina; Oktoba, Zulpakor; Soleha, Tri Umiana; Adjeng, Andi Nafisah Tendri
Sains Medisina Vol 3 No 1 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i1.489

Abstract

Infeksi merupakan masalah kesehatan yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Biasanya, penyakit infeksi diobati dengan antibiotik, tetapi penyalahgunaan antibiotik yang umum terjadi dapat menyebabkan resistensi, membuat bakteri menjadi tidak peka terhadap pengobatan tersebut. Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam.) ialah salah satu tanaman yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional untuk mengobati beragam penyakit akibat infeksi bakteri. Dalam review artikel ini dibahas mengenai komposisi metabolit sekunder yang terkandung dalam daun nangka guna memahami kemajuan riset terkait potensi daun nangka yang berfokus pada eksplorasi senyawa-senyawa bioaktif yang berperan dalam aktivitas antimikroba. Metode yang digunakan yaitu studi literatur dengan data yang didapat berasal dari artikel dengan alat pencarian informasi literature Google Scholar dan PubMed dengan rentang tahun 2017 sampai 2023. Hasil didapat dan disimpulkan bahwa ekstrak daun nangka mengandung senyawa-senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin. Escherichia coli, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus, dan Propionibacterium acnes merupakan contoh bakteri yang perkembangbiakannya terhambat secara signifikan oleh ketiga senyawa yang diteliti.
Efektivitas Penyembuhan Luka Mencit Diabetes Dengan Pemberian Ekstrak Kombinasi Keji Beling Dan Binahong Aina, Ganea Qorry; Kusumawati, Nursalinda Kusumawati; Harlita, Tiara Dini
Sains Medisina Vol 3 No 1 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i1.491

Abstract

Luka diabetes merupakan salah satu komplikasi dari penyakit diabetes mellitus. Luka ini terjadi akibat kerusakan sistem saraf dan pembuluh darah yang diakibatkan dari hiperglikemia yang tidak terkontrol. Tanaman binahong dan keji beling merupakan tanaman yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional untuk pasien diabetes mellitus. Penelitian ini menggunakan metode true experimental dimana dilakukan 2 macam pengamatan yaitu pengamatan diameter luka dan juga pengamatan makroskopis terhadap kondisi luka mencit diabetes. Pemberian topikal kombinasi ekstrak keji beling dan binahong (1:1) terbukti dapat mempercepat penyembuhan luka mencit diabetes. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan ekstrak yang dapat secara signifikan memperkecil diameter luka dan memperbaiki kondisi luka mencit diabetes pada hari ke 15 dibandingkan dengan kontrol.
Review: Evaluasi Uji Mutu Fisik Tablet Hisap Rahman, Akmal Fadhlir; Eprariana, Eprariana; Maulida, Maulida; Raida, Raida; Rahmadani, Syifa Askila; Latifah, Nor
Sains Medisina Vol 3 No 2 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i2.520

Abstract

Sediaan tablet merupakan bentuk padat yang terdiri dari campuran zat aktif obat dan bahan tambahan lainnya, yang dipadatkan melalui proses pengepresan. Berdasarkan cara kerja dan tempat pemberiannya, tablet dapat diklasifikasikan menjadi berbagai jenis, seperti tablet salut, tablet yang dilarutkan dalam air, dan tablet yang dihisap. Tablet hisap adalah bentuk sediaan padat yang mengandung zat aktif obat dan eksipien, umumnya dengan rasa yang menyenangkan, yang dirancang untuk melepaskan obat secara perlahan saat dihisap. Studi literatur ini berfokus pada evaluasi fisik tablet, meliputi pengujian organoleptik, keseragaman bobot dan ukuran, kekerasan, kerapuhan, serta waktu hancur. Studi literatur yang dilakukan dengan meninjau artikel ilmiah dari tahun 2014 hingga 2024 menunjukkan bahwa evaluasi fisik tablet hisap umumnya mencakup uji organoleptik, keseragaman bobot dan ukuran, waktu hancur, kekerasan, serta kerapuhan. Namun, ditemukan beragam pendapat mengenai persyaratan yang ideal untuk setiap uji tersebut.
Pencegahan Anemia Pada Saat Menstruasi Di SMA Negeri 17 Medan Tahun 2023 Indarsita, Dina; Simangunsong, Dame Evalina S; Zega, Meidar Dwi Alfani
Sains Medisina Vol 3 No 2 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i2.521

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin (HB) dalam darah lebih rendah dari normal. Remaja putri rentan anemia dikarenakan masa pubertas, dimana kebutuhan zat besi meningkat karena pertumbuhan yang pesat, dan pada saat menstruasi yang dialami setiap bulan yang membuatnya kehilangan banyak darah. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pencegahan anemia pada saat menstruasi di SMA Negeri 17 Medan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel pada  penelitian ini adalah siswi kelas XI sebanyak 63 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner,  diolah dengan distribusi frekuensi dan disajikan dalam bentuk teks naratif. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada 46% remaja SMA Negeri 17 Medan yang tahu bagaimana mencegah anemia pada saat menstruasi. Diharapkan remaja putri lebih baik lagi dalam melakukan pencegahan anemia pada saat menstruasi dan mengikuti program yang dilaksanakan oleh UKS sekolah.

Page 10 of 23 | Total Record : 227