cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 409 Documents
Analisis Hubungan Green Training terhadap Kinerja RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Anry Hariadhin Depu; Eneng; Siti Nuraeni; La Ode Liaumin Azim
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1108

Abstract

Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan memiliki kontribusi penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui penerapan praktik kerja yang ramah lingkungan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah green training, yaitu pelatihan yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku pegawai dalam mendukung efisiensi sumber daya, pengelolaan limbah, serta budaya kerja berwawasan lingkungan. Permasalahan kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara, hanya 343 dari 1.152 tenaga kesehatan (21,38%) yang mengikuti pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Green Training terhadap Kinerja RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 297 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Variabel green training diukur berdasarkan aspek pemahaman materi pelatihan, relevansi pelatihan, dukungan organisasi, dan penerapan perilaku kerja ramah lingkungan, sedangkan kinerja rumah sakit dinilai berdasarkan aspek efektivitas kerja, efisiensi pelayanan, kepatuhan terhadap prosedur, dan kualitas layanan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green training memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja RSUD Bahteramas dengan nilai p = 0,000 dan nilai koefisien hubungan sebesar (φ) = 0,829). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas green training berpotensi mendukung perbaikan kinerja rumah sakit melalui penguatan kompetensi dan perilaku kerja ramah lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan program green training secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi manajemen sumber daya manusia dan tata kelola rumah sakit yang berorientasi pada keberlanjutan.
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Terhadap Penggunaan Sunscreen di Klinik Kecantikan DMR Gatot Subroto Banjarmasin Dwi Ramadhayanti; Saftia Aryzki; Erlina Syamsu; Setia Budi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1112

Abstract

Pendahuluan: Paparan sinar ultraviolet (UV) merupakan faktor resiko utama terjadinya gangguan kulit, terutama di negara tropis seperti di Indonesia. Penggunaan sunscreen merupakan salah satu upaya penting untuk melindungi kulit dari dampak sinar matahari, namun efektivitasnya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penggunaannya. Faktanya, masih terdapat pasien yang belum memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang optimal terkait penggunaan sunscreen yang benar. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap pasien terhadap penggunaan sunscreen di Klinik Kecantikan DMR Gatot Subroto Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 69 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling melalui penyebaran kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 50,7%, kategori cukup  30,4% dan kategori baik 18,8%. Sikap responden terhadap penggunaan sunscreen berada pada kategori negatif sebesar 56,5%, sedangkan sikap positif sebesar 43,5%. Simpulan: Pada penelitian ini, pasien di Klinik Kecantikan DMR Gatot Subroto Banjarmasin memiliki tingkat pengetahuan yang kurang dan sikap yang negatif terhadap penggunaan sunscreen.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Gastritis di Wilayah Kerja Puskemas Mantangai, Kalimantan Barat Marleni; Dian Pitaloka Priasmoro
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1113

Abstract

Gastritis merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering terjadi di masyarakat dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk stres. Stres diketahui dapat meningkatkan sekresi asam lambung yang berpotensi memicu gastritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis di wilayah kerja Puskesmas Mantangai. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat stres dan kejadian gastritis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami tingkat stres sedang (85%) dan gastritis kategori sedang (56,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,89 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa gastritis merupakan kondisi multifaktorial yang tidak hanya dipengaruhi oleh stres, tetapi juga oleh faktor lain seperti pola makan dan gaya hidup.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Carbopol terhadap Karakteristik Fisik Emulgel Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) Maratus Sholikhah; Meyla Dhesfaiza Putri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1114

Abstract

Salah satu tanaman yang memiliki berbagai aktivitas farmakologi adalah daun salam karena kandungan senyawanya yang meliputi flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi formula emulgel ekstrak daun salam melalui variasi konsentrasi carbopol serta mengevaluasi sifat fisiknya. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tiga formula yaitu F1 (carbopol 1%), F2 (1,5%), dan F3 (2%). Evaluasi sediaan yang diterapkan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, tipe emulsi, sineresis, dan stabilitas awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki bentuk semisolid, berwarna coklat kehijauan, berbau khas ekstrak, dan homogen. Nilai pH seluruh formula berada pada 6,3 yang masih sesuai dengan pH kulit. Daya sebar mengalami penurunan dari F1 (6,20 ± 0,25 cm), F2 (5,15 ± 0,22 cm), dan F3 (4,80 ± 0,20 cm) seiring dengan peningkatan viskositas dari ketiga formula. Seluruh formula menunjukkan tipe emulsi minyak dalam air dan stabil secara fisik dalam pengujian stabilitas awal. Nilai sineresis menurun seiring peningkatan carbopol yang menunjukkan peningkatan kestabilan sistem gel. Dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi carbopol telah berpengaruh terhadap sifat fisik emulgel khususnya pada parameter viskositas, daya sebar, dan sineresis. Formula dengan konsentrasi carbopol lebih tinggi akan memberikan stabilitas yang lebih baik namun menurunkan daya sebar sehingga diperlukan keseimbangan untuk memperoleh formula yang optimal.
Analisis Perbedaan Kadar Asam Urat dan Gula Darah Puasa pada Wanita Dewasa Normal-Weight Lean dengan Normal-Weight Obesity dan Obesitas Berusia 30-45 Tahun Dyane Vatricia; Desmawati; Fika Tri Anggraini
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1117

Abstract

Studi terbaru mengenai peningkatan obesitas di seluruh dunia terkait erat dengan peningkatan risiko penyakit kronis. Risiko kardiometabolik pada Normal-Weight Lean (NWL), Normal-Weight Obesity (NWO) dan obesitas masih kurang diteliti di Indonesia. penelitian ini bertujuan untuk menganalis perbedaan kadar asam urat dan gula darah puasa (GDP) pada individu NWL dibandingkan dengan NWO dan obesitas akibat adanya pengaruh persentase lemak tubuh atau Body Fat Percentage (BFP) berlebih pada NWO dapat mengakibatkan inflamasi tingkat rendah dan respon oksidatif, Penelitian secara cross sectional terhadap 107 orang wanita berusia 30-45 tahun di Kota Padang, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek diukur tinggi badan, berat badan, dan BFP dengan bioelectrical impedance analysis (BIA) dan sampel darah diperiksa untuk menganalisis asam urat dan GDP⸺analisis statistic data univariat dan bivariat dilakukan secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan wanita NWO sejumlah 20 orang (18,7%) dengan mayoritas berusia 38,4±5,0 tahun, sudah menikah dengan tingkat pendidikan terakhir SMA/sederajat, dan tidak bekerja. Rerata BFP subjek adalah 34,9%, dan IMT 27,5 kg/m2. Rerata kadar asam urat NWO yaitu 5,06 ± 0,66 mg/dL dan rerata kadar GDP pada NWO yaitu 76,84 ± 14,4 mg/dL. Hasil uji statistik non parametrik dengan uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar asam urat (p= 0,061) dan GDP (p=0,797) antara responden NWL dengan NWO dan obesitas. Kesimpulan penelitian adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik kadar asam urat dan GDP antara NWL, NWO dan obesitas pada wanita berusia 30-45 tahun.
Faktor-Faktor Promosi Kesehatan terhadap Penguatan Gerakan Masyarakat dalam Bidang Kesehatan: Studi kasus di perusahaan Singkong Di Lampung Utara Tahun 2025 Yeni Rosita; Ahmad Fikri; La Ode Liaumin Azim
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1118

Abstract

Salah satu industri yang mengubah singkong menjadi tepung tapioka, yang juga menjadi Lokasi praktik bagi mahasiswa Poltekkes Tanjungkarang dari Jurusan Kesehatan Lingkungan, memiliki kewajiban untuk menjalankan promosi tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Meskipun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa tantangan yang berdampak pada efisiensinya. Penelitian awal mencatat adanya 22 insiden kecelakaan kerja sepanjang tahun 2024, dan sebagian pekerja mengungkapkan ketidaknyamanan saat menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), sehingga hanya enam dari sepuluh pekerja yang diwawancarai menggunakan APD secara sepenuhnya. Pelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebijakan berwawasan kesehatan, lingkungan yang mendukung, reorientasi pelayanan kesehatan, dan keterampilan individu terhadap gerakan masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 60 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen memiliki hubungan yang signifikan dengan gerakan masyarakat, yaitu kebijakan K3 (p=0,002), lingkungan (p=0,004), pelayanan kesehatan (p=0,011), dan keterampilan individu (p=0,002). Kesimpulan penelitian ini adalah faktor kebijakan dan keterampilan individu memiliki pengaruh yang kuat dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Disarankan adanya penguatan kebijakan berbasis masyarakat serta peningkatan literasi kesehatan guna mendorong gerakan masyarakat yang berkelanjutan.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Pendaftaran Di UPTD Puskesmas Karangrejo Cindy Nirmala Putri; Yessiana Luthfia Bahri; Sigit Andriyanto; Etanaulia Marsim
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1119

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan pendaftaran merupakan tahap awal dalam proses pelayanan kesehatan yang berperan penting dalam membentuk persepsi serta tingkat kepuasan pasien. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan pendaftaran berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan (SERVQUAL), yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Metode penelitian:Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan survei analitik dan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien yang melakukan pendaftaran di UPTD Puskesmas Karangrejo dengan sampel sebanyak 93 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil:Penelitian menunjukkan bahwa dimensi  tangibles didapatkan nilai OR 5,17(CI 95% 2,12-12,61) p=0,001.Dimensi  reliability  didapatkan nilai OR 14,66(CI 95% 5,32-40.39).Dimensi  responsiveness  didapatkan nilai OR 13,66(CI 95% 4,99-37,41) p=0,001.Dimensi  Assurance  didapatkan nilai OR 18,00(CI 95% 6,28-51,52) p=0,001.Dimensi  Empathy  didapatkan nilai OR 6,59(CI 95% 1,97-22.09) p=0,001.Seluruh dimensi berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien. Kesimpulan dan saran:Dimensi empathy dan responsiveness terbukti menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi kepuasan pasien. Hal ini mengindikasikan bahwa sikap ramah, perhatian, kesigapan, serta kemampuan petugas dalam merespons kebutuhan pasien secara cepat dan tepat merupakan aspek yang paling menentukan dalam membentuk kepuasan pasien. Oleh karena itu, peningkatan mutu pelayanan yang berfokus pada penguatan sikap empati dan daya tanggap petugas sangat diperlukan guna mencapai standar kepuasan pasien sesuai ketentuan nasional (>90%).
Efektivitas Finger Hold Dan Hand Massage Dalam Menurunkan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Hemoroid Grade IV: Studi Kasus Ardito Dicky Pilang Gusbriananda; Dian Hudiyawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1120

Abstract

Pendahuluan: Salah satu komplikasi setelah tindakan hemoroidektomi yaitu munculnya nyeri akut akibat proses pembedahan pada jaringan tubuh. Penatalaksanaan nyeri secara optimal dapat dilakukan melalui kombinasi terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Teknik relaksasi finger hold dan hand massage merupakan metode nonfarmakologis yang efektif dalam mengurangi nyeri. Metode: Studi kasus ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk mengevaluasi tingkat nyeri pada pasien pasca hemoroidektomi setelah dilakukan finger hold dan hand massage selama 10 menit sekali pertemuan dalam waktu 3 hari. Hasil: Implementasi menunjukkan penurunan gejala nyeri, ditandai dengan berkurangnya ekspresi meringis dan meningkatnya ketenangan pasien. Skala nyeri yang semula 6 menurun menjadi 3 setelah intervensi. Teknik ini tidak hanya membantu menurunkan intensitas nyeri, tetapi juga memberikan efek relaksasi psikologis yang mendukung proses penyembuhan. Simpulan: Berdasarkan hasil tersebut, intervensi finger hold dan hand massage dapat dijadikan alternatif terapi nonfarmakologis dalam manajemen nyeri post operasi hemoroid.
Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja UPT Puskemas Mantangai Risa Antriani; Aloysia Ispriantari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1121

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dipengaruhi oleh faktor psikologis, salah satunya adalah stres. Tingkat stres yang tinggi dapat memicu peningkatan tekanan darah melalui respons fisiologis tubuh yang berlangsung secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Mantangai. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan kejadian hipertensi diukur menggunakan tensimeter dan stetoskop berdasarkan klasifikasi PERKI. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kelompok usia 36–45 tahun sebanyak 18 responden (30,0%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 responden (61,7%), dan memiliki tingkat pendidikan SMA sebanyak 23 responden (38,3%). Sebagian besar responden memiliki tingkat stres rendah sebanyak 23 responden (38,3%) dan berada pada kategori hipertensi stadium 1 sebanyak 23 responden (38,3%). Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kejadian hipertensi dengan nilai p = 0,004 dan koefisien korelasi r = 0,365, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi rendah hingga sedang. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi. Semakin tinggi tingkat stres yang dialami individu, maka semakin tinggi pula risiko terjadinya hipertensi. Oleh karena itu, pengelolaan stres perlu menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi.
Studi Fenomenologi Pengalaman Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis terkait Kecemasan terhadap Kematian di Rumah Sakit Islam Purwokerto Ririn Dwi Yuniarti; Nur Isnaini; Sri Suparti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1122

Abstract

Pendahuluan : Gagal ginjal kronik merupakan penyakit progresif yang membutuhkan terapi hemodialisis secara berkelanjutan dan berdampak pada kondisi fisik maupun psikologis pasien, termasuk kecemasan terhadap kematian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis terkait adaptasi, perubahan kondisi fisik, serta kecemasan terhadap kematian. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan berjumlah 10 orang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan metode Colaizzi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu pengalaman awal dan proses adaptasi terhadap hemodialisis, dampak terhadap kondisi fisik dan aktivitas sehari-hari, kecemasan terhadap kematian, peran dukungan sosial dan keyakinan, serta penerimaan diri dan kepasrahan kepada Tuhan. Kesimpulan: Pengalaman pasien yang menjalani hemodialisis bersifat multidimensionaln meliputi aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Dukungan sosial serta coping religius berperan penting dalam meningkatkan penerimaan diri dan stabilitas emosional pasien.