cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 409 Documents
Pencegahan Perilaku Penggunaan Vape Pada Remaja Melalui Program TEGAS (Tolak Rokok Elektrik, Generasi Aman Sehat): Studi Kasus Pada Siswa SMP GIKI 3 Surabaya Reski Wardayani Wahid; Pulung Siswantara
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1143

Abstract

Penggunaan rokok elektrik (vape) pada remaja mengalami peningkatan signifikan dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat karena tingginya paparan media sosial, persepsi bahwa vape lebih aman dibanding rokok konvensional, serta pengaruh teman sebaya. Remaja merupakan kelompok rentan terhadap perilaku adiktif sehingga diperlukan intervensi promotif dan preventif yang sesuai dengan karakteristik perkembangan usia mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi berbasis edutainment melalui Program TEGAS (Tolak Rokok Elektrik, Generasi Aman Sehat) terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, niat pencegahan vape, dan keterampilan asertif siswa SMP GIKI 3 Surabaya. Penelitian menggunakan desain action research dengan pendekatan edukasi interaktif selama dua hari pada siswa kelas VIII dan IX. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, survei kuesioner, dan evaluasi pretest-posttest. Intervensi meliputi edukasi bahaya vape, permainan edukatif, video interaktif, diskusi kelompok, dan roleplay perilaku asertif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai bahaya vape, peningkatan sikap positif terhadap pencegahan penggunaan vape, serta peningkatan niat siswa untuk menolak penggunaan vape setelah mengikuti kegiatan. Selain itu, sebagian besar siswa mampu mempraktikkan keterampilan asertif dalam simulasi penolakan ajakan penggunaan vape. Pendekatan edutainment dinilai efektif meningkatkan partisipasi, keterlibatan emosional, dan pemahaman siswa terhadap pesan kesehatan. Program TEGAS dapat menjadi alternatif strategi promosi kesehatan remaja berbasis sekolah untuk mencegah perilaku penggunaan rokok elektrik.
Uji Stabilitas Fisik Formula Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Ikbal Ikbal; Nurul Hikmah; Azima M
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1144

Abstract

Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder, antara lain alkaloid, flavonoid, saponin, dan steroid, yang memiliki potensi aktivitas antibakteri sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam sediaan antijerawat. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh perbedaan konsentrasi asam stearat dan trietanolamin terhadap sifat fisik krim ekstrak etanol daun pandan wangi, serta menentukan formula dengan tingkat stabilitas fisik terbaik. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, kemudian ekstrak diformulasikan ke dalam tiga variasi formula, yaitu F1 (8% : 2%), F2 (10% : 3%), dan F3 (12% : 4%). Pengujian stabilitas fisik mencakup pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat yang dilakukan sebelum dan setelah penyimpanan dalam climatic chamber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula tidak mengalami perubahan pada warna, aroma, maupun bentuk sediaan. Rata-rata nilai pH mengalami sedikit peningkatan dari 5,03 menjadi 5,31, viskositas menurun dari 37.000 cPs menjadi 30.000 cPs, daya sebar relatif stabil dari 5,23 cm menjadi 5,19 cm, dan daya lekat mengalami penurunan ringan dari 6,4 detik menjadi 6 detik. Secara umum, perubahan tersebut masih berada dalam rentang yang dapat diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi emulgator berpengaruh terhadap karakteristik fisik krim, dengan formula F3 menunjukkan stabilitas fisik yang paling optimal.
Dampak Program Makan Bergizi (MBG) Terhadap Kejadian Underweight Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima Juraidin; Darmin; Nurismutiaraquranis; Abel Oktaviani; Harlina Natalia; Ros Diani; Airin; Aldy
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1145

Abstract

Masalah gizi balita seperti  Underweight pada balita merupakan salah satu masalah gizi yang dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan anak. Kondisi ini terjadi akibat kurangnya asupan gizi yang cukup dalam jangka waktu tertentu sehingga berat badan anak berada di bawah standar usianya. Salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah gizi balita adalah melalui Program Makan Bergizi (MBG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Program Makan Bergizi (MBG) terhadap kejadian underweight pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional. Populasi penelitian berjumlah 868 balita usia 12–59 bulan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita merupakan penerima MBG, yaitu sebanyak 726 balita (83,6%), sedangkan yang tidak menerima MBG sebanyak 142 balita (16,4%). Status underweight menunjukkan bahwa mayoritas balita berada pada kategori normal, yaitu sebanyak 799 balita (92,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p=0,000 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara Program Makan Bergizi dengan kejadian underweight pada balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Program Makan Bergizi memberikan dampak positif dalam membantu menurunkan kejadian underweight pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima.
Analisis Praktik Klinik Keperawatan dengan Intervensi Terapi Okupasi Tie Dye Dalam Penurunan Halusinasi Khoirun Nisa Indriani; Milkhatun; Dwi Rahmah Fitriani; Arief Budiman
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1146

Abstract

Gangguan kesehatan jiwa, khususnya skizofrenia dengan gejala halusinasi, merupakan masalah serius yang berdampak pada fungsi individu dan lingkungan sosial. Halusinasi pendengaran sering memicu perilaku maladaptif seperti berbicara sendiri, kecemasan, hingga risiko perilaku kekerasan. Data di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda menunjukkan tingginya angka kasus skizofrenia dengan halusinasi, sehingga diperlukan intervensi yang efektif tidak hanya secara farmakologis tetapi juga nonfarmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi okupasi tie dye dalam menurunkan gejala halusinasi pada pasien skizofrenia. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan praktik klinik keperawatan pada satu pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Intervensi diberikan selama 4 hari berturut-turut dengan observasi menggunakan instrumen Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Hasil menunjukkan adanya penurunan signifikan skor halusinasi dari 34 (kategori sangat berat) menjadi 10 (kategori ringan), disertai berkurangnya gejala seperti mendengar bisikan, melamun, dan perilaku mondar-mandir. Simpulan penelitian ini adalah terapi okupasi tie dye efektif dalam menurunkan gejala halusinasi dan dapat dijadikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang inovatif dalam praktik keperawatan jiwa.
Penerapan Terapi Non-Farmakologi Untuk Mengatasi Fatigue Pada Pasien Paliatif: Studi Literatur Siti Nurdiyanah; Nurul Huda
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1147

Abstract

Latar Belakang: Fatigue adalah gejala umum pada pasien paliatif, terutama pada pasien dengan kanker. Pengelolaan fatigue melalui terapi non-farmakologi, seperti terapi fisik, psikologis, dan mind-body interventions, mendapatkan perhatian dalam perawatan paliatif karena memiliki sedikit efek samping dibandingkan pengobatan farmakologi. Tujuan: Penelitian ini mengevaluasi efektivitas berbagai terapi non-farmakologi dalam mengelola fatigue pada pasien paliatif. Metode: Tinjauan literatur sistematis dilakukan dengan mengumpulkan artikel-artikel yang relevan dari berbagai basis data, termasuk PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Sembilan artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis untuk mengevaluasi temuan terkait terapi non-farmakologi. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terapi fisik, seperti aktivitas fisik moderat, terapi psikologis seperti CBT dan mind-body interventions, efektif dalam mengurangi fatigue pada pasien paliatif. Terapi musik dan aromaterapi juga menunjukkan pengurangan signifikan dalam gejala fatigue serta peningkatan kualitas hidup pasien. Selain itu, Baduanjin, Tai Chi Qigong, eurythmy therapy, somatic acupressure, dan laser auriculotherapy juga terbukti bermanfaat. Kesimpulan: Terapi non-farmakologi terbukti efektif dalam mengelola fatigue pada pasien paliatif. Implementasi yang lebih luas memerlukan pelatihan lebih lanjut bagi tenaga kesehatan.
Evaluasi Biaya Dan Ekonomi Dalam Layanan Kesehatan: Literartur Review Masriawati; Karimin; Sartini Risky
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1149

Abstract

Evaluasi ekonomi menjadi instrumen krusial dalam pengambilan keputusan di sektor kesehatan guna memastikan alokasi sumber daya yang terbatas dapat menghasilkan luaran kesehatan yang optimal. Pertumbuhan biaya pelayanan kesehatan menuntut adanya analisis yang mendalam terhadap efisiensi berbagai intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai penerapan evaluasi biaya dan ekonomi dalam layanan kesehatan berdasarkan literatur terkini. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Pencarian literatur dilakukan melalui database elektronik dengan fokus pada artikel yang dipublikasi antara tahun 2020 hingga 2025. Sebanyak 15 artikel relevan dipilih yang mencakup topik evaluasi ekonomi seperti Cost-Effectiveness Analysis (CEA), Cost-Utility Analysis (CUA), serta analisis dampak ekonomi dari teknologi digital dan intervensi klinis. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital, termasuk Artificial Intelligence (AI), terbukti secara signifikan meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya layanan. Intervensi spesifik seperti operasi metabolik, artroplasti sendi panggul, dan layanan farmasi klinik menunjukkan efektivitas biaya yang lebih baik dibandingkan terapi konvensional. Di sektor perawatan kritis (ICU), evaluasi ekonomi melalui parameter QALY (Quality-Adjusted Life Year) membantu mengidentifikasi intervensi yang memberikan peningkatan kualitas hidup yang signifikan bagi pasien. Lebih lanjut, intervensi preventif pada kesehatan mental dan pendekatan person-centered care terbukti lebih efisien secara ekonomi dalam jangka panjang dibandingkan model kuratif tradisional. Evaluasi ekonomi memberikan bukti empiris bahwa efisiensi biaya dapat dicapai tanpa mengurangi kualitas layanan kesehatan. Penggunaan metode CEA dan CUA yang tepat, dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi kesehatan digital, merupakan strategi utama bagi manajemen rumah sakit dan pengambil kebijakan dalam menciptakan sistem kesehatan yang berkelanjutan.
Hubungan Shift Konvensional dengan Beban Kerja, Kinerja Perawat dan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit RSUD Drs Haji Amri Tambunan Dewi Sartika Br Tarigan; Dwight Mahaputera Marulitua Hutapea; Refi Ikhtiari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1150

Abstract

Pendahuluan: Sistem kerja shift pada perawat berpotensi memengaruhi beban kerja, kinerja, dan kepuasan pasien. Hubungan antarvariabel tersebut masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan shift kerja dengan beban kerja perawat, hubungan kinerja perawat dengan tingkat kepuasan pasien, serta hubungan shift kerja dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap rumah sakit. Metode: hubungan shift kerja dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap rumah sakit. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan responden perawat dan pasien rawat inap. Hasil: Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Chi-Square dan uji korelasi. Distribusi shift kerja perawat relatif merata, dengan mayoritas bekerja pada shift pagi sebanyak 23 responden (36,5%). Beban kerja perawat sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 38 responden (60%). Kinerja perawat mayoritas berada pada kategori baik sebanyak 45 responden (71,5%). Tingkat kepuasan pasien menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasa puas terhadap pelayanan keperawatan di ruang rawat inap sebanyak 29 responden (46%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja dan beban kerja perawat (p = 0,034). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja perawat dan tingkat kepuasan pasien (p = 0,004; r = 0,194). Namun, hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja konvensional dan tingkat kepuasan pasien (p = 0,006). Simpulan: Shift kerja berhubungan signifikan dengan beban kerja perawat, dan kinerja perawat berhubungan signifikan dengan tingkat kepuasan pasien. Namun, shift kerja tidak berhubungan langsung dengan kepuasan pasien, yang mengindikasikan bahwa kepuasan pasien lebih dipengaruhi oleh kualitas kinerja dan pelayanan keperawatan dibandingkan pembagian shift kerja itu sendiri.
Penerimaan Dan Penggunaan Teknologi Kesehatan (Technology Acceptance Model / Tam) (Systematic Review) Ilda Riski Ismail; Sidarsyah; Sartini Risky
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1152

Abstract

Transformasi digital dalam sektor kesehatan memerlukan pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan pengguna agar implementasi teknologi dapat berjalan efektif. Technology Acceptance Model (TAM) merupakan kerangka kerja yang paling luas digunakan untuk menganalisis perilaku adopsi ini melalui variabel kegunaan dan kemudahan penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan sintesis literatur mengenai faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan dan penggunaan teknologi kesehatan, mulai dari sistem informasi rumah sakit (SIMRS) hingga aplikasi kesehatan mobile (mHealth), dengan menggunakan kerangka kerja TAM. Penelitian ini menggunakan metode literature review terhadap 25 artikel ilmiah dan laporan resmi (periode 2020–2025) yang mencakup studi di tingkat nasional (Indonesia) maupun global. Data dianalisis secara tematik berdasarkan variabel-variabel TAM dan hasil temuan utama dari setiap studi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa Perceived Usefulness (PU) merupakan prediktor paling dominan dalam menentukan niat penggunaan teknologi kesehatan, terutama pada sistem SIMRS dan telehealth. Perceived Ease of Use (PEOU) dan faktor Trust (kepercayaan) menjadi variabel pendukung yang signifikan pada teknologi berbasis mobile dan farmasi digital. Faktor eksternal seperti pelatihan pengguna terbukti meningkatkan adopsi, sementara resistensi pengguna masih menjadi hambatan utama dalam implementasi Rekam Medis Elektronik (RME). Secara global, meskipun teknologi kesehatan meningkatkan efisiensi dan outcome klinis, ketimpangan akses (equity) masih menjadi tantangan besar dalam distribusi teknologi di berbagai wilayah. Penerimaan teknologi kesehatan tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis kemudahan sistem, tetapi sangat bergantung pada persepsi pengguna terhadap manfaat nyata dan tingkat kepercayaan pada sistem. Diperlukan strategi yang komprehensif, termasuk pelatihan berkelanjutan dan kebijakan pemerataan akses, untuk memastikan keberhasilan transformasi digital kesehatan.
Hubungan Anemia Dan Kek Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian BBLR Di Puskesmas Wonosamodro Surani; Luluk Khusnul Dwihestie; Sri Handayani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1153

Abstract

Latar Belakang. BBLR menimbulkan peningkatan kesakitan dan kematian, BBLR diduga mempunyai hubungan  LILA ibu dan kadar Hb. Data Puskesmas Wonosamudro pada tahun 2023 terdapat 383 kelahiran hidup dengan jumlah BBLR 34 bayi.  Pada tahun 2024 terdapt 294 kelahiran hidup  dimana jumlah  BBLR 35, data tahun 2025  dari 310 kelahiran hidup jumlah BBLR 36. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan anemia dan KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Puskesmas Wonosamodro. Metode. Desain survai analitik pendekatan case-control study, kemudian data ditelusur secara retrospektif. Populasi seluruh kelahiran di Puskesmas Wonosamudra pada bulan Januari sampai Desember 2025 sejumlah 310 kelahitan hidup. Sampel bayi BBLR Januari-Desember 2025 sejumlah 36 ditambah dengan 36 bayi tidak BBLR (1:1). Penelitian ditelusuri dengan data sekunder. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian. Anemia pada ibu hamil di Puskesmas Wonosamodro mayoritas tidak anemia yaitu 48 responden (66,7%). Ada hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR dan ada hubungan KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR (0,000<0,05). Simpulan. Ada hubungan anemia dan KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Puskesmas Wonosamodro. Bidan dapat melakukan edukasi tentang faktor penyebab BBLR pada ibu.
Analisa Penerapan Familiar Auditory Sensory Training terhadap Tingkat Kesadaran pada Pasien Stroke Hemoragik di Ruang ICU RSUD Kota Sabang Abdul Hacki; Chandra Siswanto Gaho; Deka Novia; Ferryan Aqmal; Dwight Mahaputera Marulitua Hutapea
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1154

Abstract

Pendahuluan: Stroke hemoragik merupakan kondisi akibat pecahnya pembuluh darah di otak yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial dan penurunan tingkat kesadaran. Pasien stroke dengan penurunan kesadaran memerlukan intervensi nonfarmakologis tambahan, salah satunya yaitu Familiar Auditory Sensory Training (FAST). Terapi ini menggunakan stimulasi suara keluarga atau orang terdekat untuk membantu meningkatkan respons sensorik dan kesadaran pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Familiar Auditory Sensory Training (FAST) terhadap peningkatan tingkat kesadaran pada pasien stroke hemoragik di ruang ICU RSUD Kota Sabang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada pasien stroke hemoragik di ruang ICU RSUD Kota Sabang tahun 2025. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan pengukuran tingkat kesadaran menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS). Intervensi FAST diberikan selama 10 menit sekali sehari selama 3 hari berturut-turut. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat kesadaran pasien setelah penerapan FAST. Pada hari pertama nilai GCS pasien tetap pada skor 6 (E2VtM4). Hari kedua terjadi peningkatan menjadi GCS 7 (E3VtM5), dan hari ketiga meningkat menjadi GCS 9 (E4VtM5). Selain peningkatan kesadaran, pasien juga menunjukkan respons yang lebih baik terhadap stimulasi verbal dan perubahan hemodinamik yang lebih stabil. Simpulan: Penerapan Familiar Auditory Sensory Training (FAST) dapat membantu meningkatkan tingkat kesadaran pada pasien stroke hemoragik di ruang ICU. Terapi ini dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam pemantauan neurologis pasien dengan penurunan kesadaran.