cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 209 Documents
Uji Efektivitas Lotion Ekstrak Daun Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth) dalam Mempercepat Penyembuhan Luka Sayat Latif, Auliah Rahmi; Anggriani, Dea; Yesrun, Yesrun; Aisyah, Aisyah; Sarwa, Cici; Narwastu, Narwastu
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1103

Abstract

Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth) merupakan salah satu spesies dari famili Asteraceae yang secara empiris telah digunakan masyarakat sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol daun sembung rambat ke dalam sediaan lotion serta mengevaluasi aktivitas serta konsentrasi paling efektif dalam penyembuhan luka sayat pada hewan uji. Sediaan lotion dipilih karena memiliki keunggulan berupa daya serap yang baik, tidak lengket, dan nyaman saat diaplikasikan pada kulit. Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut etanol 96% yang kemudian diformulasikan menjadi empat variasi konsentrasi lotion, yaitu 0% (F1/Kontrol Negatif), 5% (F2), 10% (F3), dan 15% (F4). Pengujian aktivitas dilakukan secara in vivo pada hewan uji kelinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula F3 (10%) memiliki efektivitas penyembuhan paling optimal dibandingkan kelompok lainnya, dengan rerata persentase kesembuhan luka mencapai 93,3% pada hari ke-10. Berdasarkan Analisis statistik diketahui adanya perbedaan signifikan (p < 0,05) antara kontrol negatif (F1) terhadap seluruh kelompok perlakuan (F2, F3, dan F4), yang membuktikan potensi nyata ekstrak daun sembung rambat dalam penyembuhan luka. Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan antar variasi konsentrasi ekstrak.
Aplikasi Posisi Semi Recumbent Terhadap Saturasi Oksigen Dan Tingkat Kenyamanan Pada Anak Dengan Pneumonia Di Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2025 Zata, Oza Khoirul; Novikasari, Linawati; Setiawati, Setiawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1107

Abstract

Pendahuluan: Pneumonia merupakan penyebab utama kematian anak dengan sekitar 740.000 kematian balita (14% dari total kematian global). Di Indonesia, kasus pneumonia pada anak meningkat dari 715.760 pada 2023 menjadi 857.483 pada 2024. Salah satu intervensi keperawatan mandiri adalah posisi semi-recumbent untuk meningkatkan oksigenasi dan meningkatkan kenyamanan pasien. Tujuan: Mengetahui pengaruh posisi semi-recumbent terhadap saturasi oksigen dan tingkat kenyamanan pada anak dengan pneumonia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 12 anak dengan pneumonia di Ruang Alamanda yang diambil secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Saturasi oksigen diukur menggunakan pulse oximeter, dan tingkat kenyamanan dinilai menggunakan Comfort Behavior Scale. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil: Rata-rata saturasi oksigen meningkat dari 94,75% (hipoksia ringan) menjadi 96,50% (normal), dan kenyamanan meningkat dari 1,67 (tidak nyaman) menjadi 2,58 (nyaman). Uji statistik menunjukkan bahwa posisi semi-recumbent berpengaruh signifikan terhadap peningkatan saturasi oksigen (p = 0,002) dan kenyamanan (p = 0,015) pada anak dengan pneumonia. Kesimpulan: Posisi semi-recumbent berpengaruh signifikan dalam meningkatkan saturasi oksigen dan kenyamanan anak dengan pneumonia. Intervensi ini efektif, mudah, dan aman sehingga direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis rutin. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain pre-eksperimental one-group pre-test-post-test, dilakukan pada 10 Desember 2025–10 Januari 2026 di ruang anak Alamanda RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung, dengan sampel minimal 12–25 responden.
Kista Arachnoid Besar dengan Gangguan Kognitif tanpa Defisit Fokal: Laporan Kasus Rahima, Shahifa Audy; Sumada, I Ketut; Yuliani, Desie; Jayanthi, Ni Made Kurnia Dwi; Gondowardaja, Yoanes
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1110

Abstract

Pendahuluan: Kista arachnoid merupakan lesi kistik non-neoplastik berisi cairan menyerupai cairan serebrospinal yang terletak di antara lapisan membran arachnoid. Sebagian besar bersifat jinak dan sering ditemukan secara insidental. Pada sebagian kecil kasus, kista dapat berkembang menjadi sangat besar dan menimbulkan efek massa pada jaringan otak di sekitarnya. Presentasi Kasus: Seorang perempuan muda mengeluh nyeri kepala hebat yang awalnya dirasakan sejak sekitar 4 bulan sebelumnya, dengan pola hilang-timbul dan semakin memberat. Nyeri kepala disertai mual dan muntah 1 kali. Pasien juga mengalami kesulitan berkonsentrasi dan penurunan daya ingat sejak 1 bulan terakhir. Pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan defisit fokal. Pemeriksaan kognitif menggunakan MoCA-INA menunjukkan skor 19/30 yang mengarah pada gangguan kognitif. CT scan kepala tanpa kontras menunjukkan lesi hipodens yang menyerupai cairan serebrospinal di regio fronto-parieto-temporal kiri dengan efek massa, sesuai dengan kista arachnoid intrakranial besar. Pasien menjalani tindakan cystoperitoneal shunt dan pada evaluasi pascaoperasi keluhan nyeri kepala telah menghilang. Simpulan: Kista arachnoid besar merupakan kondisi yang jarang dan dapat memberikan manifestasi minimal tanpa defisit neurologis fokal, namun disertai gangguan fungsi kognitif.
Implementasi Program Kesehatan Masyarakat Dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular Dan Peningkatan Kesehatan Reproduksi Di Padukuhan Ngebel Pebrianti, Dea; Prismalinda; Safadilla, Endy; Aditya, Stefanus
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1041

Abstract

Pendahuluan: Penyakit tidak menular (PTM) dan masalah kesehatan reproduksi masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Padukuhan Ngebel sebagai wilayah perkotaan dengan karakteristik populasi yang heterogen menghadapi berbagai permasalahan kesehatan yang memerlukan intervensi komprehensif. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan komunitas yang dilaksanakan selama lima minggu (9 Juni - 12 Juli 2025). Metode pengumpulan data meliputi survei door to door, analisis SWOT, musyawarah masyarakat desa (MMD), dan implementasi program intervensi kesehatan. Sasaran penelitian mencakup 562 KK dengan 1.671 jiwa di 9 RT Padukuhan Ngebel. Hasil: Identifikasi masalah menunjukkan bahwa kurangnya kesadaran wanita usia subur (WUS) tentang deteksi dini kanker serviks (IVA) dan kanker payudara (SADARI), rendahnya cakupan pemeriksaan IVA, tingginya angka kejadian pernikahan dini, serta rendahnya kesadaran lansia tentang pencegahan PTM menjadi masalah prioritas. Implementasi program meliputi: (1) Pemeriksaan IVA gratis diikuti 10 WUS, (2) Posyandu lansia dengan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, (3) Penyuluhan kontrasepsi kepada 45 WUS, (4) Perintisan Posyandu remaja, dan (5) Edukasi kesehatan reproduksi kepada 89 remaja. Kesimpulan: Program kesehatan masyarakat berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku kesehatan masyarakat. Rekomendasi kebijakan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program melalui penguatan kapasitas kader kesehatan dan kemitraan multi sektor.
Pengaruh Waktu Pemberian Obat Amlodipin Pada Pagi Dengan Malam Hari Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kediri Tusshaleha, Lelie Amalia; Yuliana, Depi; Rahmat, Syamsul; Rahayu, Lale Budi Hutami; Sari, Parida Purnama
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1104

Abstract

Hipertensi memerlukan manajemen terapi tepat guna mencapai target tekanan darah yang stabil. Salah satu fokus optimasi terapi adalah kronoterapi mengenai penentuan waktu pemberian amlodipin 5 mg antara pagi atau malam hari. Penelitian ini membandingkan efektivitas kedua waktu pemberian tersebut melalui pendekatan kuantitatif komparatif pada 30 responden di Puskesmas Kediri. Responden dibagi menjadi dua kelompok intervensi yang diamati selama sepuluh hari dengan pemantauan tekanan darah rutin. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji non-parametrik Mann-Whitney U untuk melihat perbedaan efektivitas antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan secara statistik tidak terdapat perbedaan bermakna antara pemberian pagi maupun malam hari p=0,198 untuk sistolik dan p=0,279 untuk diastolik). Namun, nilai Mean Rank kelompok malam lebih rendah dibandingkan kelompok pagi, yang secara klinis mengindikasikan tren penurunan tekanan darah yang cenderung lebih besar. Sebagai kesimpulan, meskipun secara statistik setara, pemberian amlodipin pada malam hari menawarkan keunggulan klinis dalam mengontrol lonjakan tekanan darah pagi hari (morning surge) selaras dengan prinsip ritme sirkadian tubuh.
Pengukuran Persepsi Pasien Penderita DM Tipe II Dengan Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) Di Puskesmas Awayan Hombing, Nurhani Br; Wijaksono, Muhammad Arief
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1136

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat. Data Riset Kesehatan Dasar 2018 mencatat 53.806 penderita di Kalimantan Selatan. Di Kabupaten Balangan, kasus mencapai 7.589 orang pada 2020 dan terus meningkat. Di Puskesmas Awayan, jumlah penderita naik dari 241 orang (2022) menjadi 598 orang (2023). Persepsi pasien berperan penting dalam pengelolaan penyakit dan kepatuhan pengobatan sehingga perlu diukur sebagai dasar intervensi. Tujuan: Mengetahui persepsi pasien Diabetes Melitus tipe II terhadap penyakitnya menggunakan instrumen Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) di Puskesmas Awayan. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan univariat. Sampel berjumlah 30 pasien Diabetes Melitus tipe II pada Agustus–September 2025, diambil dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner B-IPQ dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Rata-rata skor persepsi sebesar 6,73 (kategori tinggi). Aspek perhatian, waktu, dan emosi memiliki skor tertinggi, menunjukkan pemahaman bahwa penyakit bersifat kronis dan berdampak emosional. Namun, 63,3% responden masih memiliki persepsi negatif. Penyebab utama yang diyakini adalah pola makan tidak teratur, konsumsi gula berlebih, dan stres. Kesimpulan: Pasien memiliki kesadaran yang baik, tetapi masih memandang penyakit sebagai kondisi berat dan sulit dikendalikan. Edukasi berkelanjutan diperlukan untuk memperbaiki persepsi dan mendukung pengelolaan optimal.
Self Care Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Awayan Herlina, Tati; Manto, Onieqie A. D.
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1137

Abstract

Pendahuluan: Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan prevalensi diabetes melitus di Provinsi Kalimantan Selatan cukup tinggi dengan 53.806 penderita. Di Kabupaten Balangan, pada tahun 2020 tercatat 7.589 kasus, dengan penambahan 260 kasus baru pada 2021. Di Puskesmas Awayan, jumlah penderita meningkat dari 241 orang pada 2022 menjadi 598 orang pada 2023. Peningkatan ini menegaskan pentingnya pelaksanaan self-care pada pasien diabetes melitus tipe II. Tujuan: Mengetahui gambaran pelaksanaan self-care pada pasien diabetes melitus tipe II yang berobat di Puskesmas Awayan. Metode: Penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional pada 30 responden. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA) dan dianalisis secara univariat untuk memperoleh distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Mayoritas responden berusia 45–59 tahun (50%), berjenis kelamin laki-laki (73,3%), berpendidikan SMP (46,7%), dan bekerja sebagai pedagang (63,3%). Nilai rata-rata skor SDSCA sebesar 56,10 termasuk dalam kategori tinggi. Sebagian besar responden berada pada kategori self care cukup (50%), diikuti oleh baik (43,3%) dan kurang (6,7%). Aspek diet dan kepatuhan minum obat relatif baik, sedangkan aktivitas fisik, pemantauan gula darah, dan perawatan kaki masih belum optimal.
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif, Cuci Tangan dan Penggunaan Air Bersih terhadap Kejadian Diare Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Puskesmas Kalianda Tahun 2024 Kariny, Elsy Juni Andri; Fuaida, Fatmah Indriana; Sari, Nadya Dwita Fatma
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1151

Abstract

Pendahuluan: Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia, karena dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak di bawah usia 5 tahun (Kemenkes RI, 2022). Setiap tahun, angka kematian pada anak mencapai 91.000, dengan penyebab utama berupa infeksi gastroenteritis, yaitu penyakit diare (WHO, 2024). Di Kabupaten Lampung Selatan, tercatat 546 kasus diare pada bayi, dengan 75 kasus (7,59%) terjadi di UPTD Puskesmas Kalianda pada tahun 2024. Kondisi ini menunjukkan bahwa diare masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian, terutama terkait faktor-faktor yang memengaruhi kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hal tersebut. Metode: Metode penelitian ini menggunakan rancangan sectional. Populasi penelitian sebanyak 130 bayi berusia 0-12 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden. Hasil: Uji bivariat menunjukkan nilai chi-square untuk pemberian ASI eksklusif (p = 0,024), kebiasaan cuci tangan ibu (p = 0,010), dan penggunaan air bersih (p = 0,026). Kesimpulan: terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif, kebiasaan cuci tangan ibu dan penggunaan air bersih dengan kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan di UPTD Puskesmas Kalianda.
Dukungan Petugas Kesehatan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Di Puskesmas Awayan Umairah, Umairah; Rahman, Subhannur
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1155

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus menjadi tantangan kesehatan yang signifikan di Indonesia. IDF Atlas 2021 mencatat 19,5 juta penderita dan diproyeksikan meningkat menjadi 28,6 juta pada 2045. Di Kalimantan Selatan, kasus meningkat dari 15.880 (2022) menjadi 26.667 (2023). Di Kabupaten Balangan, kasus naik dari 768 menjadi 799. Puskesmas Awayan mengalami lonjakan dari 241 kasus (2022) menjadi 598 kasus (2023). Kondisi ini menegaskan pentingnya dukungan petugas kesehatan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pasien Diabetes Melitus. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan petugas kesehatan terhadap kepatuhan minum obat pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Awayan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 30 responden menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square menggunakan SPSS versi 26. Hasil: Mayoritas responden berusia 45–59 tahun (50%), berjenis kelamin laki-laki (73,3%), berpendidikan SMP (46,7%), dan bekerja sebagai pedagang (63,3%). Dukungan terhadap petugas kesehatan tinggi (53,3%) dan kepatuhan minum obat juga tinggi (53,3%). Uji Chi-Square menunjukkan p-value 0,000 (<0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan petugas kesehatan dan kepatuhan minum obat. Semakin tinggi dukungan yang diberikan, semakin tinggi kepatuhan pasien.