cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 542 Documents
Perilaku Konsumsi Minuman Kemasan Sebagai Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronik pada Siswa SMA Kota Bengkulu Ikhsan Ikhsan; Titin Aprilatutini; Tessa Kapia Ulandari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1649

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat secara global. Perubahan pola konsumsi remaja, terutama meningkatnya konsumsi minuman berpemanis seperti minuman bersoda dan minuman berenergi, diduga berkontribusi terhadap peningkatan faktor risiko GGK melalui mekanisme gangguan metabolik dan penurunan fungsi ginjal. Informasi mengenai pola konsumsi minuman kemasan pada remaja di Indonesia, khususnya di Provinsi Bengkulu, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku konsumsi minuman kemasan sebagai faktor risiko penyakit ginjal kronik pada siswa SMAN 1 Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 90 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportional strafed random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data  deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Sebagian besar responden berusia 16 tahun (46,9%), berjenis kelamin perempuan (53,1%), dan memiliki status ekonomi keluarga sedang (66,3%). Sebanyak 50,0% responden jarang mengonsumsi minuman bersoda, 54,4% jarang mengonsumsi minuman berenergi, sedangkan 45,6% hanya mengonsumsi air putih sebanyak 1000 – 1999 ml per hari. Sebagian besar responden (91,9%) tidak memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga. Meskipun mayoritas siswa berada pada kategori jarang mengonsumsi minuman berpemanis, masih terdapat kelompok remaja yang mengonsumsi minuman tersebut setiap hari serta memiliki konsumsi air putih yang belum optimal.
Paparan Media Digital dan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja di SMK Kesehatan di Surakarta Atur Semartini; Lilik Ariyanti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1660

Abstract

Perilaku seksual berisiko pada remaja dapat menimbulkan dampak negatif pada kesehatan dan kehidupan remaja. Salah satu faktor yang memicu perilaku seksual pranikah pada remaja adalah keberadaan media digital. Media digital memungkinkan remaja memperoleh berbagai informasi dengan cepat, salah satunya informasi dan konten terkait pornografi dan seksualitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan paparan media digital dan perilaku seksual berisiko pada siswa SMK Kesehatan di Surakarta. Penelitian cross sectional ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 119 siswa SMK Kesehatan di Surakarta yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis datamenggunakan uji statistik secara univariat guna memperoleh karakteristik responden serta distribusi masing-masing variabel penelitian yang disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square (χ²) guna mengetahui hubungan antara paparan media digital dengan perilaku seksual pada remaja. Hasil penelitian menunjukkan 61,3% responden ada dalam paparan tinggi media digital, namun hanya 3,4% responden yang memiliki perilaku seksual berisiko. Uji statistik mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara paparan media digital dan perilaku seksual berisiko pada remaja dengan nilai p = 0,01. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media digital merupakan salah satu faktor yang berisiko terhadap perilaku seksual remaja, namun media digital bukan satu-satunya faktor yang berperan dalam perilaku seksual pada remaja.
Systematic Literature Review: Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Pembayaran Iuran Pada Peserta PBPU JKN Feri Irawan; Kusuma Estu Werdani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1681

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih menghadapi rendahnya kepatuhan pembayaran iuran pada peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang berdampak pada keberlanjutan pembiayaan program. Artikel ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pembayaran iuran peserta PBPU melalui sintesis bukti ilmiah dari penelitian terkini. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan systematic review. Penelusuran artikel dilakukan pada basis data PubMed dan Garuda menggunakan model PICO serta mengikuti alur PRISMA. Artikel yang diterbitkan pada tahun 2021–2025 diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh lima artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil kajian memperlihatkan bahwa kepatuhan pembayaran iuran dipengaruhi oleh kemampuan dan kemauan membayar, karakteristik sosiodemografi, pola pengeluaran rumah tangga, literasi JKN, sikap terhadap risiko kesehatan, pemanfaatan layanan kesehatan, kepuasan peserta, serta kondisi wilayah tempat tinggal. Seluruh faktor tersebut saling berkaitan sehingga kepatuhan pembayaran iuran bersifat multidimensional. Kajian ini menegaskan bahwa peningkatan kepatuhan peserta PBPU memerlukan strategi yang mengintegrasikan pendekatan ekonomi, edukasi, dan peningkatan mutu layanan kesehatan sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih efektif.
Perubahan Kualitas Thrombocyte Concentrate Berdasarkan Kadar Glukosa, LDH dan MPV Selama Penyimpanan Hari ke- 1, 3 dan 5 Nur Hasirin; Suci Indah Astuti; Muhammad Fahmi Aminuddin; La Ode Marsudi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1694

Abstract

Thrombocyte Concentrate (TC) disimpan maksimal lima hari pada suhu 20–24°C dengan agitasi kontinu. Selama penyimpanan, terjadi platelet storage lesion yang menurunkan kualitas TC. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan kualitas TC berdasarkan kadar glukosa, Lactate Dehydrogenase (LDH), dan Mean Platelet Volume (MPV) selama penyimpanan hari ke-1, 3, dan 5. Penelitian eksperimental dengan rancangan repeated measures ini menggunakan 30 kantong TC (purposive sampling). Kadar glukosa dan LDH diukur menggunakan Cobas c311, sedangkan MPV menggunakan Sysmex XN-1000. Uji statistik disesuaikan dengan distribusi data. Hasil menunjukkan rerata glukosa menurun signifikan dari 456,63±40,86 mg/dL (hari ke-1) menjadi 443,27±47,66 mg/dL (hari ke-3) dan 429,00±50,35 mg/dL (hari ke-5) (p<0,001). Rerata LDH meningkat dari 151,03±41,23 U/L menjadi 173,30±60,03 U/L dan 180,40±67,25 U/L (p<0,001), serta rerata MPV meningkat dari 8,11±0,51 fL menjadi 8,96±0,57 fL dan 10,59±0,79 fL (p<0,001). Disimpulkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap penurunan kualitas TC melalui perubahan metabolik, kerusakan membran, dan perubahan morfologi trombosit.
Review Artikel: Pengaruh Variasi Polimer pada Mikrokapsul Terhadap Laju Pelepasan Zat Aktif Yanti Windasari; Devi Ratnasari; Elyona Ganis Azka Safuha; Novani Aulia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1703

Abstract

Mikroenkapsulasi merupakan teknologi formulasi yang digunakan untuk mengendalikan profil pelepasan obat pada sediaan farmasi. Proses ini dilakukan dengan membungkus zat aktif ke dalam matriks polimer berukuran mikrometer yang berfungsi melindungi zat aktif dari degradasi dan mengatur kecepatan pelepasannya. Artikel review ini bertujuan menjelaskan temuan penelitian mengenai pengaruh jenis polimer terhadap laju pelepasan zat aktif dalam mikrokapsul. Kajian dilakukan melalui metode systematic review terhadap delapan artikel yang diterbitkan pada tahun 2015–2025, bersumber dari database Google Scholar, MDPI, dan PubMed. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan jenis polimer berpengaruh signifikan terhadap laju pelepasan obat. Polimer hidrofilik seperti natrium alginat dan NaCMC, mempercepat pelepasan obat melalui peningkatan penyerapan air dan porositas matriks. Sebaliknya, polimer hidrofobik seperti PLGA memperlambat pelepasan melalui pembentukan lapisan padat dan proses degradasi yang lambat. Kombinasi polimer dengan sifat berbeda, seperti PLGA dengan PVP, mampu menghasilkan sistem pelepasan terkontrol yang stabil. Dengan demikian, mikroenkapsulasi dengan variasi polimer terbukti efektif mengatur pelepasan obat sesuai kebutuhan terapi dan memperpanjang durasi kerja zat aktif dalam sediaan farmasi.
Efektivitas Pelatihan Abdominal Effleurage Massage dan Akupresur terhadap Kemampuan Self-Management Dismenorea pada Mahasiswa Andi Sri Ulfi; Megawati Sibulo
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1708

Abstract

Pendahuluan: Dismenorea primer merupakan keluhan nyeri haid yang umum dialami mahasiswa usia reproduktif dan berdampak signifikan terhadap aktivitas akademik serta kualitas hidup, sehingga diperlukan strategi self-management yang efektif dan aman tanpa bergantung pada terapi farmakologis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan abdominal effleurage massage dan akupresur (SP6, SP8, LR3, dan CV4) terhadap peningkatan kemampuan self-management dismenorea pada mahasiswa dengan dismenorea primer. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental melalui pendekatan one-group pretest–posttest design, melibatkan 25 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Skala nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dan kemampuan self-management diukur menggunakan instrumen Adolescent Dysmenorrhea Self-Care Scale (ADSCS) sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Paired Sample t-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rerata skor ADSCS meningkat dari 84,84 (SD = 13,39) pada pretest menjadi 102,24 (SD = 16,19) pada posttest, dengan hasil uji t(24) = 4,128 dan p = 0,001 (p < 0,05), serta effect size (Cohen's d) sebesar 0,826 yang tergolong besar. Selain itu intervensi juga menurunkan derajat nyeri dari skala berat 32,0% menjadi 0,0%. Simpulan: Pelatihan abdominal effleurage massage dan akupresur efektif meningkatkan kemampuan self-management dismenorea secara signifikan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer bagi mahasiswa dengan dismenorea primer.
Implementasi Konseling pada Pelayanan Antenatal Terpadu : Studi Kualitatif di Puskesmas Galur II Kulon Progo Nurrul Ainy; Ainin Rahmanawati; Ahmad Yani Noor; Naera Zhafira Azkiati Zamzami
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1709

Abstract

Konseling bagi ibu hamil merupakan komponen penting dalam pelayanan antenatal terpadu. Hal ini bertujuan untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kesiapan persalinan, namun efektivitas pelaksanaannya di tingkat Puskesmas seringkali menghadapi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan manfaat konseling antenatal dalam pencegahan komplikasi kehamilan, deteksi dini masalah kesehatan, dan peningkatan kesiapan persalinan. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif melalui wawancara mendalam dan studi dokumen. Sebanyak 10 partisipan yaitu tenaga kesehatan di Puskesmas Galur II terlibat dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling antenatal berperan signifikan dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan, mendorong kepatuhan kunjungan ANC minimal empat kali, serta memicu kesiapsiagaan persalinan melalui perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi. Namun, rata-rata durasi konseling yang dilakukan tidak berlangsung lama disebabkan oleh keterbatasan jumlah tenaga kesehatan dan tingginya beban pasien per hari, sehingga membatasi kedalaman materi konseling. Oleh karena itu, perlu adanya pengaturan manajemen waktu layanan serta pelatihan peningkatan kapasitas bagi tenaga kesehatan guna mengoptimalkan kualitas pelayanan antenatal terpadu.
Studi Literatur: Hubungan antara Asupan Zat Gizi Makro, Status Gizi, dan Fungsi Kognitif pada Anak Usia Sekolah Nizrina Gadzani Firmansyah; Al Mukhlas Fikri; Ratih Kurniasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1728

Abstract

Fungsi kognitif pada anak usia sekolah dipengaruhi oleh asupan zat gizi makro dan status gizi yang berperan penting dalam perkembangan otak. Namun, hasil penelitian terdahulu masih menunjukkan variasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bukti ilmiah mengenai hubungan antara asupan zat gizi makro, status gizi, dan fungsi kognitif pada anak usia sekolah. Penelitian menggunakan metode literature review dengan menelaah artikel ilmiah dari basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect terbitan tahun 2020–2025. Sebanyak tujuh artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa asupan protein, karbohidrat, dan lemak berhubungan dengan fungsi kognitif, khususnya memori, perhatian, konsentrasi, dan fleksibilitas kognitif. Status gizi baik juga cenderung berhubungan dengan fungsi kognitif yang optimal, meski beberapa studi menemukan hasil tidak signifikan akibat variasi karakteristik subjek, indikator status gizi, serta kebiasaan makan seperti sarapan. Kesimpulannya, asupan zat gizi makro dan status gizi berperan penting terhadap fungsi kognitif anak usia sekolah, walaupun dipengaruhi oleh faktor biologis dan lingkungan. Penelitian longitudinal lebih lanjut diperlukan untuk memperkuat hubungan kausal antarvariabel.
Health seeking behavior Masyarakat Dayak Dalam Memilih Ritual Balian Sebagai Pengobatan Tradisional M Fajriannor; Khairatun Nisa; Nadya Novianty; Norul Hikmah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1740

Abstract

Praktik pengobatan tradisional melalui ritual balian masih menjadi pilihan sebagian masyarakat Dayak di Kalimantan Selatan meskipun pelayanan kesehatan modern telah tersedia. Keputusan mencari pengobatan tidak hanya dipengaruhi aspek medis, tetapi juga faktor sosial budaya, kepercayaan, dan pengalaman pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis health seeking behavior masyarakat Dayak dalam memilih ritual balian sebagai pengobatan tradisional di kaki Gunung Haur Bunak, Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan dipilih secara purposive sampling, terdiri atas pasien, tokoh balian, dan tokoh masyarakat sebagai informan triangulasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dua faktor utama, yaitu attitude toward health service dan knowledge about disease. Kemudahan akses, biaya terjangkau, pelayanan cepat, dan prosedur sederhana membentuk persepsi positif terhadap ritual balian. Pengetahuan penyakit dipengaruhi pengalaman, kepercayaan terhadap tokoh balian, dukungan keluarga, dan nilai budaya yang diwariskan. Disimpulkan bahwa pemilihan ritual balian merupakan hasil interaksi faktor pelayanan, budaya, kepercayaan, pengalaman, dan keluarga. Promosi kesehatan masyarakat adat perlu mempertimbangkan nilai budaya lokal.
Pengaruh Kehamilan Remaja Dan Status Gizi Terhadap Luaran Perinatal Di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat Mari Maryati; Juda Julia Kristiarini; Hargianti Dini Iswandari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1750

Abstract

Latar belakang: Luaran perinatal seperti BBLR, prematuritas, asfiksia neonatorum, dan kematian bayi masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Kehamilan remaja dan status gizi ibu diduga berhubungan dengan luaran perinatal. Tujuan: Menganalisis hubungan kehamilan remaja dan status gizi ibu hamil dengan luaran perinatal di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Metode: Penelitian Retrospective Cohort dengan pendekatan observasional analitik melibatkan 980 ibu hamil. Analisis menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik biner. Hasil: Kehamilan remaja dan status gizi berhubungan signifikan dengan BBLR, prematuritas, asfiksia neonatorum, dan kematian bayi (p<0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa status gizi merupakan faktor paling dominan terhadap luaran perinatal. Kesimpulan: Kehamilan remaja dan status gizi ibu berhubungan dengan luaran perinatal, dengan status gizi sebagai faktor yang paling dominan. Upaya perbaikan gizi ibu dan pencegahan kehamilan remaja diperlukan untuk meningkatkan luaran perinatal.