cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 542 Documents
Uji Efektivitas Gel Ekstrak Etanol Kulit Batang Matoa (Pometia Pinnata) Terhadap Penyembuhan Luka Diabetes Melitus Yusmayani Bahri; Muhammad Asri SR; Agriawan Sudirman
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1611

Abstract

Kulit batang matoa (Pometia pinnata) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid yang memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri sehingga berpotensi membantu penyembuhan luka diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas gel ekstrak etanol kulit batang matoa terhadap penyembuhan luka pada tikus model diabetes melitus yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan rancangan sediaan gel ekstrak kulit batang matoa (Pometia Pinnata) dengan variasi kosentrasi formula Gel 5%, 10% dan 15% serta sedian formulasi dioleskan dua kali sehari selama 10 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penutupan luka pada hari ke-10 berturut-turut untuk formulasi gel 5% (61,67%), 10% (67,22%), 15% (79,44%), control positif (98,33%) dan control negative (47,78%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa formulasi gel ekstrak etanol kulit batang matoa konsentrasi 15% memberikan efektivitas terbaik dalam mempercepat penyembuhan luka diabetes melitus.
Hubungan Pengalaman Kerja Dan Akses Internet Terhadap Implementasi Rekam Medis Elektronik Di Fasyankes: Meta Analisis Aem Ismail; Sri Lestari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1612

Abstract

Latar Belakang: Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di fasilitas pelayanan kesehatan sangat penting untuk meningkatkan mutu pelayanan, namun keberhasilannya dipengaruhi kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung. Tujuan: menganalisis dan mengestimasi besaran hubungan pengalaman kerja tenaga kesehatan dan akses internet dengan keberhasilan implementasi RME melalui pendekatan meta-analisis. Subjek dan Metode: Studi tinjauan sistematis dan meta-analisis dengan kriteria PICO: tenaga kesehatan (P), pengalaman kerja dan akses internet (I), tanpa pengalaman kerja dan akses internet (C), serta implementasi RME (O). Pencarian artikel tahun 2021–2026 menggunakan database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan SpringerLink. Kriteria inklusi meliputi studi cross-sectional dengan adjusted Odds Ratio (aOR). Kelayakan artikel dinilai dengan instrumen CEBM, diseleksi melalui diagram PRISMA, dan dianalisis menggunakan Review Manager 5.3. Hasil: Meta-analisis 7 studi menunjukkan tenaga kesehatan berpengalaman kerja memiliki peluang 2.04 kali lebih besar mengimplementasikan RME dibanding yang tidak berpengalaman (aOR=2.04; 95% CI=1.53–2.71; p=0.0001). Analisis 7 studi lainnya menunjukkan tenaga kesehatan dengan akses internet berpeluang 1.64 kali lebih besar menerapkan RME dibanding yang tidak memiliki akses (aOR=1.64; 95% CI=1.27–2.11; p=0.0001). Kesimpulan: Pengalaman kerja dan ketersediaan akses internet secara signifikan meningkatkan peluang keberhasilan implementasi RME di fasilitas pelayanan kesehatan.
Faktor Psikososial dan Pengetahuan yang Mempengaruhi Kepatuhan Pengobatan pada Pasien hipertensi di RSUD Kuala Kurun Febri Kurniawati; Bayu Budi Laksono
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1616

Abstract

Kepatuhan pengobatan merupakan faktor penting dalam keberhasilan pengendalian hipertensi. Faktor psikososial dan pengetahuan diduga memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat pengetahuan, dukungan keluarga, dan self-efficacy terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi di RSUD Kuala Kurun. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 287 pasien hipertensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, dukungan keluarga, Medication Adherence Self-Efficacy Scale-Revised (MASES-R), dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Analisis data meliputi analisis univariat dan uji Pearson Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 36–45 tahun (36,2%), berjenis kelamin laki-laki (63,4%), berpendidikan SMA (34,1%), dan bekerja sebagai petani (37,3%). Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (54,0%), dukungan keluarga kurang (44,3%), self-efficacy rendah (66,6%), serta kepatuhan minum obat tinggi (64,1%). Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,007), dan self-efficacy (p=0,012) berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan minum obat. Kesimpulan: Faktor pengetahuan serta faktor psikososial berupa dukungan keluarga dan self-efficacy berhubungan signifikan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi di RSUD Kuala Kurun. Upaya peningkatan kepatuhan perlu mengintegrasikan edukasi pasien, penguatan dukungan keluarga, dan peningkatan self-efficacy dalam pengelolaan hipertensi.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Terhadap Pengobatan di Komunitas Pedesaan : Peran Pengetahuan, Dukungan Keluarga, dan self eficacy Raya Raya; Bayu Budi Laksono
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1619

Abstract

Kepatuhan terhadap pengobatan merupakan faktor penting dalam pengendalian hipertensi. Faktor kognitif dan psikososial, seperti pengetahuan, dukungan keluarga, dan self-efficacy, diduga berperan dalam membentuk kepatuhan pasien, khususnya di komunitas pedesaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan, dukungan keluarga, dan self-efficacy dengan kepatuhan terhadap pengobatan pada pasien hipertensi di komunitas pedesaan wilayah kerja Puskesmas Lamunti. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 364 pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Lamunti dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan hipertensi, kuesioner dukungan keluarga, Medication Adherence Self-Efficacy Scale-Revised, dan Morisky Medication Adherence Scale-8. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menemukan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (72,5%), dukungan keluarga kurang (62,6%), self-efficacy rendah (69,2%), dan kepatuhan pengobatan tinggi (54,9%). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa dukungan keluarga berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan terhadap pengobatan (p=0,001), sedangkan pengetahuan (p=0,246) dan self-efficacy (p=0,118) tidak berhubungan secara signifikan. Dukungan keluarga merupakan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan terhadap pengobatan pada pasien hipertensi di komunitas pedesaan. Intervensi peningkatan kepatuhan perlu mengoptimalkan keterlibatan keluarga melalui pendekatan family-centered care dalam pengelolaan hipertensi.
Kajian Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Dokter dan Tingkat Pengetahuan Masyarakat di Kelurahan Sikumana Charolus Candra Gong; Tadeus A.L. Regaletha; Cahyani Purnasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1622

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang sering digunakan masyarakat untuk mengatasi infeksi bakteri, tetapi penggunaannya tanpa resep dokter masih tinggi dan berisiko meningkatkan resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat dan menggambarkan pola penggunaan antibiotik tanpa resep dokter di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Peneliti mengambil 97 responden dari 10 RW di Kelurahan Sikumana menggunakan teknik cluster sampling, kemudian mengumpulkan data menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat berada pada kategori cukup baik (41%), sedangkan pola penggunaan antibiotik tanpa resep dokter juga berada pada kategori cukup baik (35%). Sebagian responden masih menganggap antibiotik dapat mengobati flu, batuk, dan demam, sedangkan sebagian lain masih menggunakan antibiotik tanpa konsultasi dokter (35,05%), memberikan antibiotik kepada anggota keluarga lain (45,36%), dan menyimpan antibiotik untuk digunakan kembali (64,95%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Kelurahan Sikumana memerlukan edukasi berkelanjutan dari tenaga kesehatan, khususnya apoteker, agar praktik swamedikasi antibiotik yang tidak rasional dapat berkurang.
Efektivitas Antibiotik dan Tantangan Resistensi pada Infeksi Saluran Kemih: Tinjauan Naratif Nisriyati Fiddina; Anggita Mira Azhari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1625

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi bakteri yang paling sering terjadi secara global dan menjadi penyebab utama penggunaan antibiotik.  Penggunaan antibiotik yang tidak rasional menyebabkan meningkatnya resistensi antimikroba di berbagai negara. Kondisi ini menjadi tantangan dalam praktik klinis karena dapat menyebabkan kegagalan terapi, peningkatan komplikasi, serta meningkatnya beban ekonomi pada sistem kesehatan. Tinjauan ini bertujuan untuk menelaah penggunaan antibiotik pada infeksi saluran kemih serta mengevaluasi pola resistensi antimikroba yang berkembang pada uropatogen. Metode menggunakan pendekatan narrative review dengan menelusuri artikel ilmiah dari database PubMed, Scopus, dan ScienceDirect dalam rentang waktu tahun 2020 hingga 2026.  Hasil tinjauan menunjukkan bahwa Escherichia coli merupakan patogen utama penyebab ISK yang diperkirakan menyebabkan sekitar 75–80% ISK pada populasi rawat jalan. Fosfomisin trometamol, nitrofurantoin, pivmecillinam, dan nitroxoline merupakan pilihan terapi utama yang direkomendasikan pada localized UTI sedangkan pada systemic UTI terapi menekankan pentingnya kultur urin dan uji sensitivitas pada pasien. Peningkatan resistensi terhadap antibiotik fluoroquinolone dan trimetoprim-sulfametoksazol dilaporkan secara luas di berbagai wilayah. Penggunaan antibiotik pada ISK harus dilakukan secara rasional dan berbasis bukti dengan mempertimbangkan pola resistensi lokal serta prinsip antibiotic stewardship guna meningkatkan efektivitas terapi dan menekan perkembangan resistensi antimikroba.
Pengaruh Pemberian Infusa Akar Kuning Terhadap Kadar ALT dan AST Pada Mencit Diabetes Hesti Wira Sakti; I Gede Andika Sukarya; Tiara Dini Harlita; Joko Sapto Pramono
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1633

Abstract

Pendahuluan: Penyakit metabolik jangka panjang ditandai hiperglikemia akibat gangguan masalah sekresi dikenal dengan diabetes melitus. Stres oksidatif disebabkan oleh hiperglikemia persisten mengakibatkan kerusakan hepatosit, ditandai peningkatan dari aktivitas enzim Alanine Aminotransferase (ALT) dan Aspartate Aminotransferase (AST). Akar kuning (Coscinium fenestratum) mengandung flavonoid dan berberin yang berfungsi sebagai antioksidan dan senyawa pelindung hati. Tujuan: Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi adanya pengaruh dari mencit diabetes yang diberikan infusa akar kuning terhadap aktivitas enzim ALT dan AST. Metodologi: Penelitian dilakukan dengan menerapkan metode eksperimen posttest only control group design. Mencit jantan berjumlah 32 ekor diinduksi aloksan, lalu dikelompokkan menjadi kelompok kontrol DM dan kelompok perlakuan yang memperoleh infusa akar kuning sebanyak 1 mL dua kali sehari. Kadar ALT dan AST diperiksa menggunakan metode kinetik, lalu dianalisis dengan uji independent t-test. Hasil : Rerata kadar ALT dalam kelompok kontrol DM adalah 94,19 U/L dan pada kelompok perlakuan sebesar 80,00 U/L. Rerata kadar AST pada kelompok kontrol DM adalah 239,50 U/L dan pada kelompok perlakuan sebesar 225,30 U/L. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik pada aktivitas enzim ALT dan AST antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p>0,05). Kesimpulan: Pemberian infusa akar kuning tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kadar ALT dan AST pada mencit diabetes.
Deteksi Bakteri Pada Pus Jerawat Mahasiswa Di Lingkungan Kampus Kurnia Makmur Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur Lengken Seilpina Lestari; Tiara Dini Harlita; I Gede Andika Sukarya; Agus Evendi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1634

Abstract

Pendahuluan: Jerawat (acne vulgaris) merupakan penyakit kulit inflamasi yang sering terjadi pada remaja dan dewasa muda akibat peningkatan produksi sebum, penyumbatan folikel, serta kolonisasi bakteri. Identifikasi bakteri pada pustula jerawat penting untuk mengetahui profil mikrobiologi lesi sebagai dasar pengelolaan jerawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bakteri yang diisolasi dari pus jerawat mahasiswa di Kampus Kurnia Makmur Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik accidental sampling. Sebanyak 20 sampel pus jerawat dikultur pada media Brain Heart Infusion Broth (BHIB), Blood Agar (BA), MacConkey Agar (MC), Mannitol Salt Agar (MSA), dan Deoxyribonuclease Agar (DNase). Identifikasi bakteri dilakukan berdasarkan karakteristik koloni, pewarnaan Gram, dan uji biokimia, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: Seluruh sampel menunjukkan pertumbuhan pada media BHIB, sedangkan pertumbuhan pada BA dan MC masing-masing sebesar 95% dan 5%. Dari 24 isolat yang diperoleh, bakteri Gram positif mendominasi (96%), terdiri atas Staphylococcus epidermidis (33%), Bacillus sp. (30%), Staphylococcus aureus (25%), dan Cutibacterium acnes (8%), sedangkan bakteri Gram negatif hanya Klebsiella pneumoniae (4%). Simpulan: Bakteri Gram positif merupakan kelompok bakteri yang paling banyak diisolasi dari pus jerawat mahasiswa, dengan S. epidermidis sebagai spesies yang paling dominan.
Analisis Faktor Yang Memengaruhi Kepatuhan Minum Obat Pasien Lansia Diabetes Melitus Tipe 2 Puskesmas Sikumana Fiyona Geraldine Nalle; Magdarita Riwu; Cahyani Purnasari; Syahrir
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1638

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang banyak diderita lansia dan berisiko tinggi menimbulkan komplikasi. Keberhasilan terapi DM sangat bergantung pada kepatuhan minum obat, sedangkan ketidakpatuhan dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien. Hingga saat ini belum ada penelitian mengenai faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien lansia DM tipe 2 di Puskesmas Sikumana. Tujuan: Mengetahui faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien lansia DM tipe 2 di Puskesmas Sikumana, meliputi faktor demografi (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lama terdiagnosis, dan penyakit penyerta) pengetahuan, dan dukungan keluarga. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional pada 91 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner demografi, DKQ, MARS-5, dan HDFSS, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square/Fisher's Exact Test. Hasil: Sebanyak 57 responden (62,6%) tidak patuh dan 34 responden (37,4%) patuh minum obat. Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia (p=1,000), jenis kelamin (p=0,364), tingkat pendidikan (p=0,192), lama terdiagnosis (p=0,393), penyakit penyerta (p=0,647), dan pengetahuan (p=0,499) dengan kepatuhan minum obat. Sebaliknya, dukungan keluarga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kepatuhan minum obat (p=0,022). Simpulan: Dukungan keluarga merupakan satu-satunya faktor yang signifikan mempengaruhi kepatuhan minum obat pasien lansia DM tipe 2 di Puskesmas Sikumana.
Evaluasi Perhitungan Overhead Cost IGD Berbasis Activity Based Costing Dalam Meningkatkan Efisiensi Biaya Rawat Jalan I Gede Pramana Yogi Angestu; Rian Andriani; Mira Veranita
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1646

Abstract

Pendahuluan: Perhitungan biaya pelayanan kesehatan yang akurat merupakan faktor penting dalam mendukung efisiensi pengelolaan rumah sakit. Penggunaan metode perhitungan biaya tradisional dalam mengalokasikan biaya overhead sering menimbulkan distorsi biaya karena tidak mempertimbangkan konsumsi aktivitas secara spesifik. Tujuan: Untuk mengevaluasi penerapan Activity-Based Costing (ABC) dalam perhitungan overhead cost Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan efisiensi biaya rawat jalan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi, serta analisis dokumen keuangan rumah sakit. Analisis dilakukan melalui identifikasi aktivitas, pengelompokan aktivitas ke dalam cost pool, penentuan cost driver, pembebanan biaya menggunakan metode ABC, dan triangulasi sumber data. Hasil:Metode Activity-Based Costing mampu mengalokasikan biaya overhead secara lebih proporsional berdasarkan aktivitas yang mengonsumsi sumber daya dibandingkan metode tradisional. Informasi biaya yang dihasilkan menjadi lebih akurat sehingga mendukung pengambilan keputusan manajerial, evaluasi efisiensi penggunaan sumber daya, serta penyusunan tarif pelayanan yang lebih rasional. Implementasi metode ABC masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sistem informasi manajemen rumah sakit, kompleksitas aktivitas pelayanan, dan kesiapan sumber daya manusia. Simpulan: Penerapan Activity-Based Costing berpotensi meningkatkan efisiensi biaya rawat jalan melalui penyediaan informasi biaya yang lebih akurat dan dapat dijadikan dasar dalam pengendalian biaya serta perencanaan keuangan rumah sakit.