cover
Contact Name
Darah Ifalahma
Contact Email
darah_ifa@udb.ac.id
Phone
+6282223455008
Journal Mail Official
sikesnas@udb.ac.id
Editorial Address
JL. KH. SAMANHUDI NO. 93 SONDAKAN LAWEYAN SURAKARTA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional
ISSN : -     EISSN : 2964674X     DOI : https://doi.org/10.47701/sikenas.vi
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional (SIKesNas) adalah prosiding ilmiah di Bidang Kesehatan yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa surakarta. Prosiding ini digunakan sebagai media bagi para akademisi dan peneliti untuk melakukan diseminasi hasil penelitian dan mempublikasikan karya ilmiahnya serta menjadi sumber referensi bagi pengembangan ilmu dan pengetahuan bidang kesehatan. Prosiding ini terbit satu kali dalam setahun, memuat artikel hasil penelitian, review article/ literature review, ataupun case report, yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Articles 306 Documents
OPTIMALISASI KELAS IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN DEPRESI POST PARTUM Marni, Marni; Husna, Putri Halimu; Yudhianto, Kresna Agung
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3930

Abstract

Latar Belakang:Depresi post partum merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang terjadi pada ibu setelah melahirkan yang dapat berpengaruh pada aktifitas ibu, kegiatan menyusui dan merawat bayinya. Ibu yang mengalami depresi post partum dapat menyakiti dirinya sendiri maupun anaknya yang baru dilahirkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelas ibu hamil dalam mencegah depresi post partum Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study dengan post test study. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum sebanyak 40 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah sampel yang didapat sebanyak 20 orang. Tingkat depresi post partum diukur menggunakan Edinburg Post Partum Depression Scale (EPDS). Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariate dan multivariate dengan regresi logistik. Hasil: Responden yang mengalami depresi post partum adalah sebanyak 6 orang dan yang tidak depresi sebanyak 14 orang. Responden yang mengalami depresi 5 diantaranya tidak mengikuti kelas ibu hamil. KIH memiliki pengaruh sebesar 51,4% terhadap tingkat depresi dengan nilai signifikansi sebesar 0,011 dan Odds Ratio sebesar 0,033. Kesimpulan: Kelas ibu hamil berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat depresi post partum. Penanganan lanjutan tingkat depresi post partum sangat penting untuk dilaksanakan serta koordinasi lintas sektoral perlu dilakukan
UJI EFEKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA (Carica Papaya L.) SERTA GAMBARAN HISTOPATOLOGI USUS MENCIT PUTIH (Mus Musculus) Kurniawati, Siti Agustina
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3931

Abstract

Diare merupakan penyakit yang berbasis lingkungan dan terjadi hampir di seluruh daerah geografis di dunia. Daun pepaya mengandung senyawa alkaloid karpain, karikaksantin, violaksantin, papain, saponin, flavonoid, dan tannin. Daun papaya diketahui memiliki kandungan tanin. Tanin sebagai pengkhelat mempunyai efek spasmolitik yang dapat mengkerutkan usus sehingga gerak peristaltik usus berkurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efektivitas antidiare pemberian ekstrak etanol daun pepaya (Carica Papaya L) serta gambaran histopatologi usus mencit putih (Mus Musculus). Desain penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium. Metode yang digunakan untuk mengekstraksi kandungan kimia dalam daun pepaya adalah dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji efektifitas antidiare dilakukan dengan menggunakan hewan uji mencit untuk mengetahui efek ekstrak daun pepaya. Penelitian ini menggunakan mencit jantan yang diinduksi dengan oleum ricini yang kemudian diberi perlakuan dengan kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak etanol daun pepaya pada dosis 200 mg/KgBB, 400 mg/KgBB dan 800 mg/KgBB . Parameter yang diamati yaitu uji fitokimia, uji feses dan uji histopatologi. Dari hasil penelitian ini pada kelompok perlakuan ekstrak etanol daun pepaya dengan dosis 800 mg/KgBB menunjukkan hasil berat feses dan frekuensi diare yang hampir sama dengan kelompok perlakuan loperamid. Hasil analisis penelitian dengan menggunakan Uji One Way Anova didapatkan p < 0,05, hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna. Dan juga adanya pengaruh pemberian ekstrak etanol daun pepaya (Carica Papaya L.) terhadap perubahan gambaran histopatologi usus mencit yaitu mukosa usus yang menipis pada beberapa area disertai beberapa kripta yang rusak karena infiltrasi sel radang yang masih padat.
PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI Widiastuti, Yuni Puji; B.I, Muhammad Khabib; Arisdiani, Triana
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3932

Abstract

Lata rbelakang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan program yang sedang gencar dianjurkan pemerintah. Menyusu dan bukan menyusui merupakan gambaran bahwa IMD bukan program ibu menyusui bayi tetapi bayi yang harus aktif menemukan sendiri putting susu ibu. IMD merupakan hak setiap bayi yang baru lahir, namun realitanya tidak semua bayi mendapatkannya. Meskipun pemerintah telah menghimbau tentang hal ini namun belum semua tempat pelayanan kesehatan melakukan IMD dalam setiap persalinan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan inisiasi menyusu dini di rumah sakit. Desain penelitian ini adalah Deskriptif Survei. Sampel sebanyak 53 responden dengan tehnik total sampling. Analisis statistik menggunakan statistic diskriptif. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan responden tidak melaksanakan IMD sesuai dengan SPO. Diskusi Pelaksanaan IMD membutuhkan kebijakan internal rumah sakit yang mendukung IMD, sumber daya tenaga kesehatan yang kompeten dan sarana prasarana serta kesiapan ibu, suami dan keluarga sehingga IMD bias dilakukan pada setiap bayi baru lahir.
KEBUTUHAN PETUGAS PENDAFTARAN RAWAT JALAN BERDASARKAN METODE ABK-KES DI UPTD PUSKESMAS JATEN 1 KARANGANYAR TAHUN 2024 Cahyaningrum, Nopita; Wulandari, Fitria Ika; Rahayuningsih, Lilik Anggar Sri; Aprilliana, Dinda Ayyu Dwi
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3933

Abstract

UPTD Puskesmas Jaten 1 Karanganyar terletak di jalan Solo-Sragen, Jetis Jaten, Karanganyar dengan hari kerja dimulai dari hari senin sampai hari sabtu. Pada 3 tahun terakhir jumlah kunjungan pasien di UPTD Puskesmas Jaten 1 Karanganyar terjadi peningkatan yang cukup signifikan yaitu pada tahun 2021 sebanyak 10.580 pasien, tahun 2022 sebanyak 13.996 pasien dan tahun 2023 sebanyak 18.284 pasien. Terdapat 3 petugas pendaftaran pasien rawat jalan yang melayani bagian pendaftaran dan merangkap tugas dengan menangani bagian assembling dokumen, pengambilan dokumen pada rak filing, dan pengembalian dokumen pada rak filing. Serta terdapat 8 tugas penunjang yang rutin dilakukan oleh kedua petugas pendaftaran. Selain itu terdapat 1 petugas pendaftaran yang akan memasuki masa purna tugas pada bulan juni tahun 2024. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. subjek dalam penelitian ini adalah 3 petugas pendaftaran rawat jalan dan objek dalam penelitian ini adalah beban kerja petugas pendaftaran rawat jalan. Instrumen penelitian dalam penelitian ini berdasarkan Notoatmodjo (2018) yaitu dengan menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara, alat tulis dan alat hitung. Hasil penelitian ini adalah fasyankes berjenis puskesmas dan SDMK berjenis petugas pendaftaran rawat jalan, waktu kerja tersedia mendaptkan hasil sebesar 1.209 jam/tahun atau 72.504 menit/tahun, total standar beban kerja petugas pendaftaran rawat jalan sebesar 2.817.830, nilai FTP mendapatkan hasil 37,4% sehingga menghasilkan STP sebesar 1.8. Dan hasil perhitungan kebutuhan SDMK dalam penelitian ini mendapatkan hasil sebesar 2 petugas. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan peneliti menggunakan metode ABK-Kes mendapatkan hasil 2 petugas untuk pendaftaran rawat jalan. Pada bulan januari sampai mei 2024 jumlah petugas pendaftaran rawat jalan berjumlah 3 petugas namun mulai bulan juni 2024 terdapat 1 petugas pendaftaran rawat jalan yang memasuki masa purna tugas. Oleh sebab itu, pihak UPTD Puskesmas Jaten 1 Karanganyar tidak perlu adanya penambahan petugas pendaftaran rawat jalan. Dikarenakan mulai bulan juni 2024 jumlah petugas pendaftaran rawat jalan sudah sesuai.
TINJAUAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA PADA BAGIAN PENDAFTARAN BERDASARKAN BEBAN KERJA DENGAN METODE ABK KES DI PUSKESMAS WURYANTORO WONOGIRI TAHUN 2024 Rahayuningsih, Lilik Anggar Sri; Triutomo, Arif Nugroho; Cahyaningrum, Nopita; Cahyani, Elvira Sinta
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3934

Abstract

Puskesmas Wuryantoro merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang memiliki 2 petugas pendaftaran. Di dalam pelayanan petugas pendaftaran melayani pendaftaran pasien RJ, RI dan IGD dalam satu loket pendaftaran. Jumlah kunjungan pasien pada tahun 2021 sebanyak 30.509 pasien. Tahun 2022 sebanyak 36.071 pasien. Dan tahun 2023 sebanyak 40.097 pasien. Jumlah kunjungan pasien yang semakin meningkat menjadi faktor bertambahnya beban kerja petugas. Permasalahan lain yang ditemukan adalah belum adanya petugas pendaftaran yang berlatar belakang rekam medis sehingga kegiatan pelayanan dilakukan oleh fungsional umum. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey deskriptif, dengan pendekatan cross sectional. Subjek yang digunakan yaitu 2 petugas pendaftaran dan objek yaitu bagian pendaftaran di Puskesmas Wuryantoro Wonogiri. Metode pengumpulan data dengan metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian didapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yaitu puskesmas, memiliki Waktu Kerja Tersedia (WKT) per tahun sebesar 75.000 menit/tahun, standar beban kerja sebesar 300.312,9, nilai Faktor Tugas Penunjang (FTP) sebesar 5,92%, dan Standar Tugas Penunjang (STP) sebesar 1,06 dan Hasil perhitungan kebutuhan SDMK sebanyak 3 petugas. Dapat disimpulkan bahwa kebutuhan tenaga kerja dengan metode ABK Kes berjumlah 3 petugas. Saran yang dapat peneliti berikan adalah perlu adanya penambahan 1 petugas dan meningkatkan kompetensi petugas dengan pendidikan tambahan tentang rekam medis.
PREDIKSI INDIKATOR PELAYANAN KEBIDANAN DENGAN METODE SINGLE EXPONENTIAL SMOOTHING Rahmawati, Eni Nur; Nurdiyansyah, Andi Karisma; Fatwa, Sagita Wasilatul
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3935

Abstract

Prediksi dimanfaatkan untuk memperkirakan di masa depan berdasarkan informasi dan data yang tersedia dari masa lalu. Metode single exponential smoothing merupakan metode ramalan yang menggunakan data dari masa lalu untuk meramalkan nilai masa depan. Permasalahan yang ada di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta diketahui adanya penurunan jumlah kunjungan pelayanan kebidanan yang berdampak pada pendapatan rumah sakit khusunya pada pelayanan kebidanan. Tujuan penelitian untuk mengetahui prediksi indikator pelayanan kebidanan tahun 2024-2028. Merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah kasus kebidanan tahun 2019- 2023. Sampel yang digunakan yaitu sampel jenuh. Hasil perhitungan prediksi dari delapan indikator pelayanan kebidanan tahun 2024-2028, satu indikator mengalami kenaikan pada (perdarahan sebelum persalinan dengan MAPE >50% dengan performa kategori bad forecasting ability). Lima indikator mengalami fluktuasi pada (persalinan dengan komplikasi dengan MAPE diantara 30-50% dengan performa kategori reasonable forecasting ability dan bad forecasting ability), (sectio caesarean, abortus, preeklamsia dengan MAPE diantara 10-30% dengan performa kategori good forecasting ability dan reasonable forecasting ability) dan (perdarahan sesudah persalinan dengan MAPE diantara 10-20% dengan performa kategori good forecasting ability). Satu indikator mengalami kestabilan pada (eklamsia dengan MAPE <10% dengan performa kategori excellent forecasting ability). Satu indikator mengalami penurunan pada (persalinan normal dengan MAPE >50% dengan performa kategori bad forecasting ability). Petugas pelaporan sebaiknya melakukan perhitungan indikator kebidanan agar mengetahui fluktuasi kasus kebidanan setiap tahunnya, untuk menjadi bahan evaluasi pihak manajemen dalam meningkatkan mutu rumah sakit khusunya pada pelayanan kebidanan dan meningkatkan pendapatan rumah sakit.
POLA MAKAN TIDAK TERKONTROL SEBAGAI SALAH SATU PEMICU PENYAKIT DEGENERATIF DI INDONESIA Musta’in, Musta’in; Yuniarti, Tri; Sani, Fakhrudin Nasrul; Threesilia, Egidia Angel
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3936

Abstract

Penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan penyakit jantung koroner meningkat di Indonesia. Peningkatan ini sering dikaitkan dengan pola makan tidak terkontrol, termasuk konsumsi tinggi lemak, gula, dan garam serta rendahnya asupan serat dan nutrisi penting. Penelitian ini bertujuan meninjau dan menganalisis literatur terbaru tentang pola makan tidak terkontrol sebagai pemicu penyakit degeneratif di Indonesia. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dari duapuluh jurnal terbaru. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pola makan tidak terkontrol, seperti konsumsi makanan olahan, lemak jenuh, dan gula tinggi, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan prevalensi penyakit degeneratif. Gaya hidup yang berubah dan urbanisasi memperburuk situasi ini. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi kesehatan publik dan edukasi nutrisi untuk mengurangi risiko penyakit degeneratif melalui pola makan sehat. Upaya kolaboratif antara pemerintah, penyedia layanan kesehatan, dan masyarakat diperlukan untuk mengatasi masalah ini..
PENGARUH RANGE OF MOTION EKSTERMITAS BAWAH TERHADAP PENCEGAHAN NEUROPATI SENSORIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS Sani, Fakhrudin Nasrul; Utomo, Endrat Kartiko; Arifah, Charulia Nur
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3938

Abstract

Neuropati perifer pada penderita diabetes melitus yang dapat menimbulkan gejala khas yaitu parastesia distal, kaki terasa dingin, nyeri seperti terbakar atau seperti tertusuk-tusuk. Salah satu dampaknya adalah penurunan sensasi sensori dan berpeluang mengalami luka di daerah kaki. Salah satu pengukuran untuk menilai gangguan sirkulasi darah keperifer adalah dilakukannya pengukuran Ankle Brachial Index (ABI). Salah satu latihan yang efektif dan dianjurkan bagi penderita DM adalah latihan range of motion (ROM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ROM terhadap pencegahan neuropati sensorik. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif desain quasi eksperiment pre post test design with control groups. Sampel penelitian adalah pasien Diabetes Melitus yang diambil secara purposive sampling, jumlah sampel yang digunakan adalah 18 responden dalam kelompok intervensi (diberikan ROM) dan 18 responden dalam kelompok kontrol (diberikan booklet tetapi tidak diberikan ROM. Pengukuran ABI dan sensitivitas kaki pemberian intervensi, kemudian diukur kembali setelah intervensi dilakukan 3 kali seminggu selama 2 minggu. Penelitian ini menggunakan uji analisis uji T dan wilcoxon test yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dengan uji shapiro wilk. Rata – rata nilai ABI pada kelompok intervensi sebelum dilakukan intervensi ROM adalah 0,82 dengan standar deviasi 0,11, dan rata – rata nilai ABI setelah dilakukan intervensi ROM adalah 0,915 dengan standar deviasi 0,14. Rata – rata nilai sensitivitas kaki pada kelompok intervensi sebelum dilakukan intervensi ROM adalah 8,00 dengan standar deviasi 2,14, dan rata – rata nilai sensitivitas kaki setelah dilakukan intervensi ROM adalah 10,33 dengan standar deviasi 1,75. Kesimpulan terdapat pengaruh ROM terhadap pencegahan sensitivitas sensorik.
FAKTOR PENYEBAB PENDING KLAIM BPJS RAWAT INAP DENGAN PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Utami, Yeni Tri; Akbar, Prima Soultoni; Amelia, Reza; Sari, Sella Yulia
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3939

Abstract

Berdasarkan hasil survei di RSUD dr. Moewardi jumlah klaim BPJS rawat inap yang mengalami pending sebanyak 4878 berkas (16,29%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab pending klaim BPJS rawat inap pada penerapan rekam medis elektronik di RSUD dr. Moewardi Surakarta. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dan Sampel yang digunakan adalah seluruh berkas klaim BPJS rawat inap yang mengalami pending tahun 2023. Metode pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Pelaksanaan klaim BPJS rawat inap telah dilaksanakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur. Faktor penyebab pending klaim diklasifikasikan menjadi 4 faktor yaitu berkas tidak lengkap sebanyak 2995 berkas (61,39 %), ketidaklengkapan berkas penunjang pasien sebanyak 1031 berkas (21,13 %), ketidaktepatan pengodean sebanyak 457 berkas (9,36 %), dan reseleksi diagnosis dan kode yang tidak sesuai dengan kriteria BPJS sebanyak 395 berkas (8,09 %). Dampak dari kasus pending klaim yaitu terjadinya cash flow rumah sakit yang terganggu dan penambahan beban kerja petugas. Upaya dalam mengatasi pending klaim dengan merevisi atau konfirmasi penyebab pending klaim kemudian menelaah kembali dan apabila diperlukan melakukan konfirmasi dengan unit terkait. Sebaiknya RSUD dr. Moewardi melakukan peningkatan koordinasi dengan unit-unit yang terkait mengenai syarat kelengkapan pengajuan klaim sehingga dapat meminimalisir terjadinya pending klaim pada bulan-bulan berikutnya.
HUBUNGAN KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS TYPHOID FEVER DENGAN PERSETUJUAN KLAIM BPJS Widyaningrum, Linda; Abi, Muhamad; Fauziah, Nimas Fadhilah; Sari, Sella Yulia
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3940

Abstract

Kode diagnosis pasien memegang peran penting sebagai acuan penentuan dari besar biaya atau tarif pelayanan kesehatan. Keakuratan kode diagnosis merupakan hal yang penting yang harus diperhatikan oleh tenaga rekam medis termasuk pada kasus Typhoid Fever. Tujuan penelitian untuk mengetahui Keakuratan Kode Diagnosis Typhoid Fever dengan Persetujuan Klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial di Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menguji hubungan antara keakuratan kode diagnosis Typhoid Fever dengan persetujuan klaim BPJS. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara. Data diolah dengan analisis uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan keakuratan kode diagnosis Typhoid Fever yang akurat sebanyak 106 dokumen (90,6%), tidak akurat sebanyak 11 dokumen (9,4%). Persetujuan klaim BPJS diperoleh hasil yang disetujui sebanyak 106 berkas klaim (90,6%) dan yang tidak disetujui sebanyak 11 berkas klaim (9,4%). Dari hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS versi 25.0 didapatkan nilai p < 0,05, yaitu p = 0,000 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak. Artinya ada hubungan antara keakuratan kode diagnosis Typhoid Fever dengan persetujuan klaim BPJS di Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo. Pengkode sebaiknya dalam melakukan pengodean memperhatikan lembar-lembar penunjang medis.