cover
Contact Name
Yana Priyana
Contact Email
mrpyana@gmail.com
Phone
+6282115575700
Journal Mail Official
info@westscience-press.com
Editorial Address
Grand Slipi Tower, level 42 Unit G-H Jl. S Parman Kav 22-24, RT. 01 RW. 04 Kel. Palmerah Kec. Palmerah Jakarta Barat 11480
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Published by Westscience Press
ISSN : 29867037     EISSN : 29856574     DOI : https://doi.org/10.58812/jpkws.v1i02
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Psikologi dan Konseling yang diterbitkan oleh West Science Press yang bertujuan untuk publikasi karya ilmiah, studi literatur, studi kasus, dan laporan hasil penelitian. JPKWS merupakan wadah bagi peneliti, staf pengajar (dosen dan guru pembimbing/Konselor) dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan khasanah keilmuan dalam bidang Psikologi dan Konseling serta ilmu-ilmu yang berkaitan. Adapun naskah yang diterbitkan pada jurnal ini adalah hasil penelitian yang fokus pada masalah persepsi, sikap, kognisi, dan perilaku manusia terutama dalam dunia pendidikan. Hal lainnya adalah penelitan pengembangan baik instrumen, program BK, bahan atau materi bimbingan, strategi atau teknik BK, model BK, media BK dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kajian keilmuan bimbingan dan konseling.
Articles 172 Documents
Pengaruh Parent Attachment terhadap Self Compassion pada Remaja Akhir yang Mengalami Broken Home Nugraha, Mustika; Darmawanti, Ira
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i03.2383

Abstract

Fenomena peningkatan angka kasus perceraian yang terjadi di Indonesia turut berdampak signifikan pada kondisi psikologis anak, khususnya di tahap remaja akhr. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh parent attachment terhadap self compassion pada remaja akhir yang mengalami broken home. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal komparatif yang melibatkan 40 remaja akhir broken home akibat perceraian orang tua berusia 18-21 tahun yang menempuh pendidikan pada salah satu Universitas di Surabaya. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan instrumen yang diadopsi dari penelitian sebelumnya dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara parent attachment terhadap self compassion (p = 0,018, p < 0,05) yang berkontribusi sebesar 13,8%, sedangkan sisanya berasal dari atau dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dengan artian, semakin tinggi parent attachment individu dengan figur orang tuanya, maka diikuti juga semakin tingginya self compassion yang dimiliki individu, dan juga sebaliknya. Peneliti selanjutnya diharapkan agar mempertimbangkan dalam menyertakan variabel lain guna memperluas dan memperdalam kajian terkait hubungan antara parent attachment dan self compassion. 
Hubungan Verbal Bullying terhadap Resiliensi pada Siswa SMA Oktaviana, Mimbar; Rubiyane, Margaretha Fitria
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i03.2407

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan verbal bullying terhadap resiliensi pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian berjumlah 122 siswa SMA Krian, yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari skala verbal bullying yang dikembangkan berdasarkan indikator yaitu mengancam, menyebarkan rumor, memberi nama julukan atau menggoda, membuat pernyataan buruk atau menghina ras, pengucilan, untuk skala resiliensi yang mencakup aspek yaitu kompetensi personal, ketenangan dalam bertindak, menerima perubahan secara positif, pengendalian diri, pengaruh spiritual. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,240 dan signifikansi 0,008 (p < 0,05). Artinya, verbal bullying semakin tinggi maka resiliensi akan menurun begitupun sebaliknya.
Hubungan Budaya Organisasi Terhadap Work Life Balance Pada Tenaga Pendidik SMKN X Budiani, Meita Santi; Najma, Dina Zukhrufi
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i03.2409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara budaya organisasi terhadap work life balance pada tenaga pendidik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan bantuan SPSS versi 0.27 for windows. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan kuisioner yang disebar kepada responden dan penelitian terdahulu pada jurnal yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji statistik deskriptif, uji normalitas dengan kolmogorov-smirnov, uji linearitas dengan deviation from linearity dan uji korelasi pearson product moment. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa adanya hubungan signifikan negatif antar dua variabel dan menunjukkan arah hubungan berlawanan. Maka, dapat dikatakan apabila variabel X meningkat, variabel Y cenderung menurun dengan kekuatan yang cukup sedang.
Studi tentang Perempuan yang Mengalami Toxic Relationship tipe Posesif Maghfiroh, Fitrania; Rahmaniah, Andini
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i03.2516

Abstract

Fenomena hubungan toxic, terutama yang berkaitan dengan perilaku posesif, dapat didefinisikan sebagai hubungan merugikan ketika salah satu atau kedua pihak memiliki pola perlaku tidak sehat hingga sering kali berdampak negatif pada kesehatan mental. Meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mental dan hubungan yang sehat di Indonesia menjadi latar belakang penelitian ini untuk memahami pengalaman perempuan yang terjebak dalam hubungan toxic. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, di mana penelitian ini melibatkan wawancara semi-terstruktur terhadap empat remaja perempuan berusia 15-22 tahun yang memiliki pengalaman langsung dalam hubungan toxic. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa hubungan toxic memiliki karakteristik seperti kontrol berlebihan, perliaku posesif, dan dinamika kekuasaan. Partisipan yang menjadi sumber penelitian mengalami dampak psikologis berupa emosi negatif, perasaan kehilangan identitas, dan self-blaming yang berkepanjangan. Proses coping dan pemulihan yang dilakukan bervariasi, seperti belajar, berolahraga, dan mencari dukungan sosial. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman yang lebih baik tentang dinamika hubungan posesif dan perlunya dukungan bagi perempuan untuk mengatasi dampak negatif dari hubungan toxic, serta memberikan wawasan bagi praktisi psikologi dalam merancang intervensi yang lebih efektif.
Komparasi Tingkat Stres Akademik antara Mahasiswa Baru dan Mahasiswa Tingkat Akhir di Program Studi Psikologi Universitas Lambung Mangkurat Nafi, Yunita Intan; Kristanti Tri Febriana, Silvia; Intan Nafi, Yunita
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i03.2420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat stres akademik antara mahasiswa baru dan mahasiswa tingkat akhir di Program Studi Psikologi Universitas Lambung Mangkurat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan sampel sebanyak 160 mahasiswa, terdiri dari 80 mahasiswa baru dan 80 mahasiswa tingkat akhir. Pengumpulan data menggunakan skala stres akademik berdasarkan teori Gadzella (1991). Analisis data dilakukan dengan uji independent samples t-test. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan dengan nilai t = -2,93 dan p = 0,004, di mana mahasiswa baru memiliki tingkat stres akademik (Mean = 95,03) lebih tinggi dibandingkan mahasiswa tingkat akhir (Mean = 89,84). Temuan ini mengindikasikan perlunya program pendampingan khusus bagi mahasiswa baru untuk mengurangi stres akademik dan mendukung keberhasilan studi.
Dilema Transisi Usia: Dukungan Sosial dan Kecerdasan Emosional dalam Menghadapi Quarter Life Crisis Riza, Wina Love; Aisha, Dinda; HAMZAH, RIFA ATU NURIL
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i03.2522

Abstract

Pada tahap perkembangan emerging adulthood, individu cenderung mengalami kerentanan terhadap quarter life crisis yang dipicu oleh dinamika pencarian jati diri, ketidakjelasan tujuan hidup, serta tekanan sosial yang menyertainya. Fokus utama studi ini adalah mengungkap kontribusi dukungan sosial dan kecerdasan emosional terhadap quarter life crisis pada emerging adulthood di Karawang. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengaplikasikan analisis regresi linear berganda guna menguji keterkaitan antara variabel yang menjadi fokus penelitian. Penelitian ini melibatkan 208 partisipan yang berada pada tahap emerging adulthood, berusia antara 18 hingga 25 tahun, dan bertempat tinggal di Karawang dengan teknik samplingyaitu convenience sampling dan rumus Cohen sebagai acuan jumlah minimal sampel. Instrumen penelitian yang diterapkan adalah Quarter Life Crisis Scale, Multidimensional Scale of Perceived Social Support dan Wong and Law Emotional Intelligence Scale. Hasil menunjukkan bahwa dukungan sosial dan kecerdasan emosional berpengaruh secara negatif signifikan terhadap quarter life crisis. Kedua variabel ini memiliki kontribusi sebesar 70,5% (dukungan sosial sebesar 40,1%, kecerdasan emosional sebesar 30,4%). Dukungan sosial yang memadai dan kecerdasan emosional yang tinggi berperan sebagai faktor pelindung signifikan yang membantu individu pada fase emerging adulthoodmenghadapi tekanan, mengelola emosi, serta mengurangi risiko quarter life crisis.
Siswa dan Tekanan Sosial: Dapatkah Konformitas Memprediksi Perilaku Agresif? Muharsih, Lania; Singadimedja, Holy Greata; Asmaranti, Anggia
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i03.2529

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengkaji sampai mana konformitas berpengaruh terhadap perilaku agresif pada siswa di SMPN 1 Lemahabang. Metode penelitian yang digunakan dengan kuantitatif dengan desain asosiatif kausalitas. Sampel berjumlah 277 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Instrumen yang digunakan yaitu The Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ) dengan 29 aitem dan The Conformity Scale (CS) dengan 11 aitem. Untuk mengetahui pengaruh variabel konformitas terhadap perilaku agresif, data dianalisis menggunakan uji regresi sederhana dengan bantuan program SPSS versi 27.0 for Windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara konformitas terhadap perilaku agresif, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 <0,05. Adapun kontribusi pengaruh konformitas terhadap perilaku agresif adalah sebesar 8,2%. Temuan ini menunjukkan bahwa konformitas dapat meningkatkan kecenderungan perilaku agresif pada remaja, khususnya dalam konteks tekanan kelompok sosial. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat konformitas yang dimiliki individu, semakin besar pula potensi munculnya perilaku agresif.
Merogoh Kocek demi Idola: Bagaimana Kecanduan Internet dan Pemujaan Selebriti Memicu Pembelian Kompulsif NCTzen? Muharsih, Lania; Maulidia, Ananda Saadatul; Azizi, Ilham Mochamad
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i03.2531

Abstract

Pembelian merchandise Kpop secara berlebihan dapat memicu perilaku pembelian kompulsif. Dua faktor yang diyakini berkontribusi terhadap perilaku ini adalah kecanduan internet dan pemujaan terhadap selebriti. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat pengaruh kecanduan internet dan pemujaan selebriti terhadap perilaku pembelian kompulsif di kalangan NCTzen yang berdomisili di Karawang. Penelitian ini melibatkan 204 responden. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal, dan pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik non-probability sampling melalui metode snowball. Peneliti menggunakan 3 skala instrumen, mencakup Edwards Compulsive Buying Scale (ECBS), Internet Addiction Test (IAT), dan Celebrity Attitude Scale (CAS). Hasil analisis secara simultan menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa kecanduan internet dan pemujaan selebriti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku pembelian kompulsif. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat kecanduan internet dan pemujaan selebriti, semakin tinggi pula potensi individu untuk terlibat dalam perilaku pembelian kompulsif.
Hidup Berkualitas di Tengah Krisis: Peran Gratitude dan Social Support pada Well-Being Dewasa Awal Rohayati, Nita; Pertiwi, Anggun; Lestiani, Reni
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i03.2545

Abstract

Masa dewasa awal ialah periode yang rentan mengalami krisis seperempat abad, yaitu krisis kehidupan yang sering dialami oleh individu usia 18 hingga 40 tahun yang dapat berdampak pada penurunan well-being. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran gratitude dan social support terhadap well-being pada dewasa awal yang mengalami krisis kehidupan di Karawang. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kausalitas dan melibatkan 204 partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Tiga skala psikologi digunakan untuk mengumpulkan data yaitu: Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6) digunakan untuk mengukur gratitude, Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) mengukur social support dan PERMA-Profiler mengukur well-being. Analisis data menggunakan regresi linear berganda menunjukkan bahwa gratitude dan social support secara simultan berpengaruh signifikan terhadap well-being sebesar 54,2%. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa gratitude dan social support berperan terhadap peningkatan well-being dewasa awal yang mengalami krisis kehidupan. Tingginya gratitude akan dapat meningkatkan well-being, kemudian social support yang diperoleh dapat meningkatkan well-being pada dewasa awal yang mengalami krisis kehidupan.
Ketika Sempurna Menjadi Beban Mahasiswa Akhir: Peran Perfeksionisme dan Regulasi Emosi terhadap Stres Akademik di Universitas Buana Perjuangan Karawang Hanifah, Hani; Mustika, Haryanti; Sadijah, Nur Ainy
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i03.2546

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka stres akademik pada mahasiswa, terutama di tingkat akhir, yang berdampak pada kesehatan mental dan prestasi akademik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perfeksionisme dan regulasi emosi terhadap stres akademik mahasiswa tingkat akhir di Universitas Buana Perjuangan, Karawang. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain kausal dengan populasi 1,538 mahasiswa dan sampel berjumlah 283 mahasiswa yang dipilih menggunakan purposive sampling. Stres akademik diukur menggunakan Perception Academic Stress Scale (PASS), perfeksionisme dengan College Academic Perfectionism Scale (CAPS), dan regulasi emosi dengan Emotional Regulation Questionnaire (ERQ). Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui SPSS versi 26.0. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh signifikan 0,000 perfeksionisme dan regulasi emosi terhadap stres akademik, baik secara parsial maupun simultan, dengan kontribusi sebesar 33,0%. Keunikan penelitian ini terletak pada analisis simultan pengaruh perfeksionisme dan regulasi emosi terhadap stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir, yang relatif masih jarang diteliti. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi yang mendukung manajemen stres dan regulasi emosi pada mahasiswa.