cover
Contact Name
Andi Safitri Sacita
Contact Email
jurnalperbal@gmail.com
Phone
+6281213302660
Journal Mail Official
jurnalperbal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Lamaranginang, Kel. Wara Utara, Kota Palopo, 91913
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
ISSN : 23026944     EISSN : 25811649     DOI : https://doi.org/10.30605/perbal
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini berisi tentang lingkup ilmu-ilmu pertanian, dengan prioritas pada ilmu dan teknologi tanaman (pangan, perkebunan, hortikultura, dan kehutanan), termasuk aspek pascapanen, sosial ekonomi, maupun ketatawilayahan.
Articles 224 Documents
Analisis Risiko Rantai Pasok pada Industri Pengolahan Sagu Basah di Desa Bunga Eja dengan Metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan House of Risk (HOR): Analysis of Supply Chain Risk in the Sago Processing Industry in Bunga Eja Village Using the Method Supply Chain Operation Reference (SCOR) and House of Risk (HOR) Sumantri, Sumantri; Dewi Nuryanti Marwati
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.3356

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi rantai pasok yang terjadi pada industri pengolahan sagu basah dengan menggunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan untuk menganalisis risiko dengan melakukan penilaian risiko rantai pasok pada industri pengolahan sagu basah dengan menggunakan metode House of Risk (HOR). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bunga Eja Kecamatan Kamanre Kabupaten Luwu pada bulan Juli – Agustus 2023. Teknik analisis data menggunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan House of Risk (HOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan belas risk event dan dua puluh satu risk agent pada risiko rantai pasok yang terjadi pada industri pengolahan sagu basah. Hasil analisis risiko rantai pasok menunjukkan bahwa terdapat empat prioritas risk agent atau sumber penyebab risiko yakni (A8) kerusakan mesin dan peralatan produksi, (A10) ketersediaan air bersih untuk proses produksi, (A3) modal usaha masih kurang, dan (A2) bahan baku mulai berkurang. The purpose of this study is to identify the supply chain that occurs in the wet sago processing industry using the Supply Chain Operation Reference (SCOR) method and to analyze risk by conducting a supply chain risk assessment in the wet sago processing industry using the House of Risk (HOR) method. This research was conducted in Bunga Eja Village, Kamanre District, Luwu Regency from July to August 2023. Data analysis techniques used the Supply Chain Operation Reference (SCOR) and House of Risk (HOR) methods. The results showed that there were nineteen risk events and twenty one risk agents in the supply chain risk that occurred in the wet sago processing industry. The results of supply chain risk analysis show that there are four priority risk agents or sources of risk, namely (A8) damage to production machinery and equipment, (A10) availability of clean water for the production process, (A3) insufficient business capital, and (A2) raw materials starting to decrease.
Analisis Pengaruh Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Kota Palopo: Analysis of the Influence of Information Technology on the Performance of Agricultural Extenders in the Palopo City Ridoan, Ridoan; Taruna S.Arzam; Naima Haruna
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 2 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i2.4752

Abstract

Peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani merupakan salah satu peran strategis penyuluh pertanian. Dalam era digital, penyuluh pertanian juga menggunakan teknologi komunikasi seperti pesan teks, email, atau media sosial untuk berkomunikasi dengan petani. Penggunaan teknologi ini memungkinkan penyuluh untuk memberikan informasi, membagikan sumber daya, atau menjawab pertanyaan petani secara efisien dan cepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguasaan teknologi informasi, menganalisis kinerja penyuluh pertanian lapangan (PPL) serta menganalisis pengaruh penguasaan teknologi informasi terhadap kinerja penyuluh. Dalam penelitian ini populasinya adalah penyuluh pertanian yang berstatus PNS sebanyak 55 orang. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa 36.36% penyuluh pertanian menguasai perangkat keras, 58.18 penyuluh pertanian cukup menguasai perangkat keras, dan sisanya 5.45% penyuluh pertanian kurang menguasai perangkat keras komputer. Selanjutnya, 40% penyuluh pertanian menguasai perangkat lunak, 54.54% penyuluh pertanian cukup menguasai dan sebesar 5.54% penyuluh pertanian kurang menguasai perangkat lunak. Kinerja penyuluh pertanian kategori baik adalah sebesar 30.91%, kategori cukup baik sebesar 61.82%, kategori kurang baik sebesar 5.45%, dan sisanya sebesar 1.82% memiliki kinerja sangat kurang. Hasil uji regresi linear berganda mengindikasikan bahwa penguasaan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) berpengaruh terhadap kinerja penyuluh pertanian lapangan baik secara parsial maupun secara simultan. Increasing the productivity and welfare of farmers is one of the strategic roles of agricultural extension workers. In the digital era, agricultural extension workers also use communication technology such as text messages, email, or social media to communicate with farmers. The use of this technology allows extension workers to provide information, share resources, or answer farmer questions efficiently and quickly. This study aims to analyze the mastery of information technology, analyze the performance of agricultural extension workers and analyze the effect of mastery of information technology on the performance of extension workers. In this study, the population was agricultural extension workers with civil servant status as many as 55 people. Data were analyzed descriptively and multiple linear regression analysis. The results obtained in this study indicate that 36.36% of agricultural extension workers mastered hardware, 58.18 agricultural extension workers were quite proficient in hardware, and the remaining 5.45% of agricultural extension workers did not master computer hardware. Furthermore, 40% of agricultural extension workers mastered software, 54.54% of agricultural extension workers were quite proficient and 5.54% of agricultural extension workers did not master software. The performance of agricultural extension workers in the good category is 30.91%, the category is quite good is 61.82%, the category is less good is 5.45%, and the remaining 1.82% have very poor performance. The results of the multiple linear regression test indicate that mastery of hardware and software affects the performance of agricultural extension workers in the field both partially and simultaneously.
Revitalisasi Pertanian Berkelanjutan: Studi Kasus Implementasi Sistem Pembangunan Pertanian Berbasis Ekosistem di Indonesia: Evitalizing Sustainable Agriculture: A Case Study of Ecosystem-Based Agricultural Development System Implementation in Indonesia Triman Tapi; Bachtiar, Ebit Eko; Nurhayati, Nurhayati
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 2 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i2.5585

Abstract

Pendekatan pertanian berbasis ekosistem menjadi strategi utama dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia. Studi menunjukkan bahwa metode ini dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani, sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan. Namun, implementasinya menghadapi kendala, seperti kebijakan yang belum terintegrasi, insentif yang masih minim, serta rendahnya adopsi teknologi berbasis ekosistem. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan pertanian berbasis ekosistem, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta menyusun rekomendasi strategis guna memperkuat revitalisasi sektor pertanian di Indonesia. Kajian ini dilakukan dengan menganalisis berbagai literatur, termasuk jurnal ilmiah, artikel akademik, dan laporan penelitian. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan pendekatan triangulasi guna meningkatkan validitas temuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi ekologi dengan teknologi modern, seperti irigasi cerdas berbasis kecerdasan buatan dan agroforestri, berpotensi besar dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam koordinasi lintas sektor dan terbatasnya insentif bagi petani. Oleh karena itu, diperlukan akses lebih luas terhadap teknologi, insentif ekonomi hijau, peningkatan kapasitas petani, serta integrasi kebijakan pertanian berbasis ekosistem dalam pembangunan nasional guna mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. The ecosystem-based agricultural approach has become a key strategy in achieving sustainable agriculture in Indonesia. Studies indicate that this method can enhance productivity, efficiency, and farmers' well-being while maintaining environmental balance. However, its implementation faces challenges, such as a lack of integrated policies, limited incentives, and low adoption of ecosystem-based technologies. Therefore, this study aims to analyze the effectiveness of ecosystem-based agricultural policies, identify supporting and inhibiting factors in their implementation, and formulate strategic recommendations to strengthen the revitalization of the agricultural sector in Indonesia. This study is conducted through an analysis of various literature sources, including scientific journals, academic articles, and research reports. The data is analyzed descriptively using a triangulation approach to enhance the validity of the findings. The results indicate that integrating ecological systems with modern agricultural technologies, such as AI-based smart irrigation and agroforestry, has great potential to support sustainable agriculture. However, challenges remain, particularly in cross-sectoral coordination and the limited economic incentives for farmers. Therefore, broader access to technology, green economic incentives, capacity-building programs for farmers, and the integration of ecosystem-based agricultural policies into national development are essential to support food security and environmental sustainability.
Strategi Optimalisasi Pupuk NPK 16-16-16 untuk Meningkatkan Produksi Benih Tiga Varietas Alpukat dengan Teknik Sambung Pucuk: Strategy of Optimization of NPK Fertilizer 16-16-16 to Improve Seed Production of Three Avocado Varieties Using the Grafting Technique Yasinta Rohmawati; Nicky Oktav Fauziah; Agus Wartapa
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 2 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i2.5910

Abstract

Pemupukan pada benih alpukat di Kabupaten Kulon Progo belum memperhatikan kebutuhan dari setiap varietas yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk yang sesuai kebutuhan pada beberapa varietas alpukat yakni varietas Miki, Kendil dan Mega Gagauan sehingga diharapkan mampu meningkatkan produksi benih alpukat. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor yaitu varietas alpukat yang terdiri dari 3 taraf (VA1=Miki, VA2=Kendil dan VA3=Mega gaguan) dan dosis pupuk NPK 16:16:16 yang terdiri dari 5 taraf (DP0=0 g/tanaman, DP1= 1 g/tanaman, DP2= 2 g/tanaman, DP3= 3 g/tanaman, DP4=4 g/tanaman)  yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga total terdapat 45 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk NPK secara optimal dapat meningkatkan pertumbuhan diameter batang pada kombinasi perlakuan VA1DP0 (Miki+NPK 0 g/tanaman), VA2DP0 (Kendil+NPK 0 g/tanaman), dan VA3DP2 (Mega Gaguan+NPK 2 g/tanaman). Kemudian, tinggi batang atas dan jumlah daun pada kombinasi perlakuan V1DP2 (Miki+NPK 2 g/tanaman), V3DP3 (Mega Gaguan+NPK 3 g/tanaman), dan V2DP0 (Kendil+ NPK 0 g/tanaman). Selanjutnya, volume akar dan panjang akar pada kombinasi perlakuan VA1DP0 (Miki+NPK 0 g/tanaman), VA2DP3 (Kendil+NPK 3 g/tanaman), dan VA3DP3 (Mega Gaguan+NPK 3 g/tanaman). The fertilization of avocado seedlings in Kulon Progo has not yet taken into account the specific needs of each variety used. This study aims to determine the optimal fertilizer dosage for several avocado varieties, namely Miki, Kendil, and Mega Gagauan, with the expectation of enhancing avocado seedling production. The research method employed a Factorial Randomized Block Design (FRBD) with two factors: avocado varieties consisting of three levels (VA1 = Miki, VA2 = Kendil, and VA3 = Mega Gagauan) and NPK fertilizer doses of 16:16:16 consisting of five levels (DP0 = 0 g/plant, DP1 = 1 g/plant, DP2 = 2 g/plant, DP3 = 3 g/ plant, DP4 = 4 g/plant), repeated three times, resulting in a total of 45 experimental units. The results indicate that the optimal use of NPK fertilizer can enhance the growth of stem diameter in the combinations of treatments VA1DP0 (Miki+NPK 0 g/plant), VA2DP0 (Kendil+NPK 0 g/plant), and VA3DP2 (Mega Gagauan+NPK 2 g/plant). Furthermore, the height of the upper stem and the number of leaves were improved in the combinations of treatments V1DP2 (Miki+NPK 2 g/plant), V3DP3 (Mega Gagauan+NPK 3 g/plant), and V2DP0 (Kendil+NPK 0 g/ plant). Additionally, root volume and root length were positively affected by the combinations of treatments VA1DP0 (Miki+NPK 0 g/plant), VA2DP3 (Kendil+NPK 3 g/plant), and VA3DP3 (Mega Gagauan+NPK 3 g/plant).
Perbandingan Metode Penyuluhan dalam Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Petani (Studi Kasus Kecamatan Wonomulyo Polewali Mandar): Comparison of the Effectiveness of Extension in Enhancing Farmers' Knowledge and Skills (A Case Study in Wonomulyo District Polewali Mandar Regency) Muhdiar, Muhdiar; Abd Rahim; MK, Pratiwi
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 2 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i2.5926

Abstract

Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak dalam upaya mengembangkan sektor agricultura di Indonesia. Melalui kegiatan penyuluhan, petani dapat memperoleh informasi, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dalam mengelola usaha tani secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis metode penyuluhan pertanian yang digunakan di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar; dan (2) Membuat analisis pengaruh metode penyuluhan terhadap peningkatan Ilmu pengetahuan dan keterampilan petani di wilayah tersebut. Riset ini dilakukan selama tiga bulan, mulai Januari hingga Maret 2025, dengan  lokasi penelitian di Kecamatan Wonomulyo. Sampel penelitian terdiri dari responden petani yang dipilih  menggunakan teknik proporsional sampling. Alat analisis yang digunakan adalah Uji-T. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua metode yang yang diterapkan dikecamatan Wonomulyo dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dimana Metode demplot, anjangsana, pelatihan dan Sekolah lapang (SL) menjadi metode yang memiliki kategori sangat tinggi sementara temu wicara dan studi banding memiliki kategori tinggi. Agricultural extension serves as a frontline effort in developing the agricultural sector in Indonesia. Through extension activities, farmers can acquire the information, knowledge, and skills needed to manage their farming businesses effectively. This study aims to: (1) Analyze agricultural extension methods used in Wonomulyo Subdistrict, Polewali Mandar Regency; and (2) Examine the influence of these extension methods on enhancing farmers' knowledge and skills in the region. The research was conducted over three months, from January to March 2025, in Wonomulyo Subdistrict. The study sample consisted of farmer respondents selected using proportional sampling techniques. The analytical tool used was the T-Test. The research findings indicate that all methods applied in Wonomulyo Subdistrict improved farmers' knowledge and skills. Among these, the demonstration plot, farm visits, training, and Farmers Field School (FFS) methods were categorized as having a very high impact, while discussion forums and comparative studies were categorized as having a high impact. 
Uji Invigorasi Benih Terung (Solanum melongena L.) yang Sudah dan Belum Kadaluarsa: Invigoration Test of Expired and Unexpired Eggplant Seeds (Solanum melongena L.) Fatmawati, Fatmawati; Asmuliani R
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 2 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i2.6075

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh invigorasi benih terung yang sudah dan belum kadaluarsa. Penelitian berlangsung dari Agustus sampai Desember 2024 di Laboratorium Terpadu FPIP UNIPO. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari sepuluh taraf yaitu benih kadaluarsa direndam akuades (BK0), benih kadaluarsa direndam auksin 2 ml per 1000 ml air (BK1), benih kadaluarsa direndam auksin 4 ml per 1000 ml air (BK2), benih kadaluarsa direndam giberelin 2 ml per 1000 ml air (BK3), benih kadaluarsa direndam giberelin 4 ml per 1000 ml air (BK4), benih baru direndam akuades (BB0), benih baru direndam auksin 2 ml per 1000 ml air (BB1), benih baru direndam auksin 4 ml per 1000 ml air (BB2), benih baru direndam giberelin 2 ml per 1000 ml air (BB3), dan benih baru direndam giberelin 4 ml per 1000 ml air (BB4). Diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan BK1 memberikan hasil terbaik pada parameter pengamatan daya kecambah 100%, indeks kecepatan pertumbuhan 4,603, kecepatan tumbuh 1,786%, keserempakan tumbuh 100%. Perlakuan BK2 memberikan hasil terbaik pada parameter pengamatan panjang plumula 3,270 cm dan panjang kecambah 9,587 cm. Perlakuan BB1 memberikan hasil terbaik pada parameter pengamatan laju perkecambahan 8,240 hari. Perlakuan BB3 memberikan hasil terbaik pada parameter pengamatan indeks vigor 17,453%. Perlakuan BB2 memberikan hasil terbaik pada parameter pengamatan panjang radikula 9,287 cm. This research aimed to determine the effect of seed invigoration of eggplant seeds, both expired and unexpired seeds. This research used a randomized block design consisting of ten treatment levels, namely expired seeds soaked in distilled water (BK0), expired seeds soaked in 2 ml auxin per 1000 ml water (BK1), expired seeds soaked in 4 ml auxin per 1000 ml water (BK2,, expired seeds soaked in 2 ml gibberellin per 1000 ml water (BK3), expired seeds soaked in 4 ml gibberellin per 1000 ml water (BK4), new seeds soaked in distilled water (BB0), new seeds are soaked in 2 ml auxin per 1000 ml water (BB1), new seeds soaked in 4 ml auxin (BB2), new seeds soaked in 2 ml gibberellin per 1000 ml water (BB3), and new seeds are soaked in 4 ml gibberellin per 1000 ml water (BB4). Repeated three times. BK1 treatment gave the best results on the observation variable 100% germination, growth speed index 4.603, growth speed 1,786%, and simultaneity grows 100%. The BK2 treatment gave the best results for the observed variable plumule length of 3,270 cm and sprout length of 9,587 cm. BB1 treatment gave the best results on the germination rate observation variable of 8,240 days. BB3 treatment gave the best results on the vigor index observation variable of 17,453%. BB2 treatment gave the best results on the observation variable of radicle length of 9,287 cm.
Motivasi Petani Kapulaga dalam Kemitraan Agribisnis Berkelanjutan: Cardamom Farmers' Motivation in Sustainable Agribusiness Partnerships Mulyani, Sekar Inten; Jumiati, Elly; Adiwena, Muh.
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 2 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i2.6157

Abstract

Petani kapulaga mengalami masalah dalam pemasaran produknya. Satu sisi kapulaga merupakan komoditas yang bernilai ekonomi di pasar nasional maupun internasional, namun petani masih kesulitan dalam mengakses pasar dan memenuhi standar kualitas produk yang ditentukan pasar. Kemitraan petani dengan perusahaan agribisnis merupakan salah satu solusi untuk mendekatkan petani dengan pasar dan mendapat kepastian harga yang layak. Kemitraan petani dan perusahaan difasilitasi oleh kelompok tani sehingga memudahkan dalam bernegosiasi harga dengan perusahaan maupun dalam mengakses pasar. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2024 dengan melakukan survei pada 50 responden petani kapulaga yang telah bermitra dengan perusahaan. Kemitraan petani kapulaga di Banyumas  ini sudah berlangsung sejak tahun 2019 hingga sekarang dengan karakteristik yang bermitra berusia 42-50 tahun (38%), mayoritas petani sebagai mata pencaharian pokok (70%), pendapatan sebulan berkisar Rp 2.100.000,00 -Rp 3.000.000,00 dan pendidikan mayoritas SMP (30%). Secara deskriptif tingkat motivasi petani berkategori cukup (64%) dan uji korelasi menyatakan koefisien hubungan tingkat motivasi dan kemitraan agribisnis sebesar 0,56 (sedang) dengan signifikansi 0,00 (signifikan). Cardamom farmers experience problems in marketing their products. On the one hand, cardamom is a economical commodity in domesctic dan international market demand, but farmers still have difficulty in accessing the market and meeting product quality standards set by the market. Partnerships between farmers and agribusiness companies are one solution to bring farmers closer to the market and get certainty of a fair price. Partnerships between farmers and companies are facilitated by farmer groups, making it easier to negotiate prices with companies and access markets. The study was conducted in August-October 2024 by surveying 50 cardamom farmer respondents who had partnered with the company. The partnership of cardamom farmers in Banyumas has been going on since 2019 until now with the characteristics of partners aged 42-50 years (38%), main livelihood (70%), monthly income ranging from IDR 2,100,000.00 -IDR 3,000,000.00 and the majority of junior high school education (30%). Descriptively, the level of farmer motivation is categorized as sufficient (64%) and the correlation test states the coefficient of the relationship between the level of motivation and agribusiness partnership is 0.56 (moderate) with a significance of 0.00 (significant).
Karakterisasi Tanaman Jeruk (Citrus sp.) di Kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato: Characterization of Orange Plants (Citrus sp.) in Taluditi District Pohuwato Regency Erse Drawana Pertiwi; Muh. Arsyad
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 2 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i2.6185

Abstract

Berdasarkan potensi kekayaan varietas jeruk yang tinggi di Indonesia, jeruk merupakan tanaman pokok nasional di antara sepuluh tanaman hortikultura lainnya. Proses karakterisasi tanaman melibatkan identifikasi karakteristik utama yang menentukan jenisnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil dari karakterisasi tanaman jeruk di Kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dan kuantitatif. Pemilihan lokasi tersebut sengaja dilakukan mengingat kawasan ini lebih didominasi oleh tanaman jeruk dibandingkan kawasan lainnya. Hasil  karakterisasi yang didapatkan lima jenis yaitu jeruk bali, jeruk trigas, jeruk siam, jeruk purut, dan jeruk nipis. Tanaman jeruk yang ditemukan memiliki perbedaan  morfologi batang, daun, buah, dan biji. Based on the potential richness of high orange varieties in Indonesia, oranges are a national staple among eleven other horticulture plants. The process of characterizing a plant involves identifying key characteristics that define its type. The purpose of this study was to determine the results of the characterization of orange plants in Taluditi District, Pohuwato Regency. The research method used descriptive and quantitative methods. The selection of the location was deliberately carried out considering that this area is more dominated by orange plants than other areas. The characterization results obtained five types, namely grapefruit, trigas orange, siam orange, purut orange, and lime. The orange plants found had differences in the morphology of stems, leaves, fruits, and seeds.
Upaya Peningkatan Hasil Panen Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L.) dengan Pemberian Mikroorganisme Lokal (MOL) Kulit Pisang: Initiatives to Enhance the Yield of Broccoli (Brassica oleracea L.) with Giving Banana Peel Local Microorganism Haruna, Naima; Mudaffar, Rahmi Azizah; Kesia, Kesia; Ilyas Mattola, Paradilla; Rosnina, Rosnina
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 2 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i2.6217

Abstract

Kulit pisang, salah satu hasil samping pertanian yang sering terbuang, memiliki potensi sebagai bahan baku untuk produksi mikroorganisme lokal (MOL) yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Komposisi nutrisi MOL berbeda berdasarkan bahan sumbernya, sehingga memerlukan penentuan konsentrasi yang tepat untuk tanaman tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan konsentrasi MOL kulit pisang yang optimal untuk meningkatkan perkembangan dan produktivitas brokoli (Brassica oleracea L.). Percobaan dilakukan dari bulan Juni sampai Oktober 2024 di Lalong-Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan, yang terdiri dari enam perlakuan: k0 (0 ml = kontrol), k1 (20 ml), k2 (40 ml), k3 (60 ml), k4 (80 ml), dan k5 (100 ml), masing-masing diduplikasi tiga kali dengan tiga tanaman per unit percobaan. Data dianalisis dengan Analisis Varians (ANOVA), kemudian diikuti oleh uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Aplikasi MOL kulit pisang sangat mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun, hari berbunga, dan berat bunga. Konsentrasi maksimum (100 ml) menghasilkan hasil optimal, dengan tinggi tanaman 30,43 cm, rata-rata 19,23 daun per tanaman, pembungaan terjadi pada 88,44 hari pasca tanam, dan berat bunga 319,53 g. Banana peel, a frequently discarded agricultural by product, possesses potential as a raw material for the production of local microorganisms that can promote plant growth and development. The nutrient composition of local microorganisms differs based on the source material, requiring the determination of appropriate concentrations for particular crops. This study sought to ascertain the optimal concentration of banana peel of local microorganisms for enhancing the development and productivity of broccoli (Brassica oleracea L.). The experiment was carried out from June to October 2024 in Lalong-Luwu, South Sulawesi Province. A Randomised Block Design (RBD) was utilised, comprising six treatments: k0 (0 ml=control), k1 (20 ml), k2 (40 ml), k3 (60 ml), k4 (80 ml), and k5 (100 ml), each duplicated thrice with three plants per experimental unit. Data were analysed with Analysis of Variance (ANOVA), subsequently followed by the Honestly Significant Difference (HSD) test. The application of banana peel local microorganisms greatly influenced plant height, leaf count, days to flowering, and flower weight. The maximum concentration (100 ml) yielded optimal outcomes, with a plant height of 30.43 cm, an average of 19.23 leaves per plant, flowering occurring at 88.44 days post-planting, and a flower weight of 319.53 g.
Analisis Sifat Kimia dan Fisik pada Media Tanam Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Cocopeat: Analysis of Chemical and Physical Properties of Oil Palm Empty Fruit Bunches and Cocopeat Planting Media Maruli Sirait; Rendi Sinaga; Lubis, Habilla; Nove Halawa; Suratni Afrianti
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 2 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i2.6356

Abstract

Ketersediaan media tanam yang ramah lingkungan dan berbasis limbah organik menjadi isu penting dalam mendukung praktik pertanian berkelanjutan di tengah menurunnya kualitas tanah dan meningkatnya penggunaan bahan kimia dalam budidaya pertanian. Salah satu upaya yang dapat diflakukan adalah memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan sebagai media tanam alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat kimia dan fisik dari dua jenis bahan organik, yaitu tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan cocopeat, untuk mengetahui kelayakannya sebagai media tanam alternatif. Metode yang digunakan meliputi analisis laboratorium terhadap parameter kimia seperti kandungan karbon organik (C-organik), nitrogen total (N-total), fosfat (P₂O₅), kalium (K₂O), kalsium oksida (CaO), magnesium oksida (MgO), serta unsur mikro seperti seng (Zn) dan tembaga (Cu). Selain itu, dilakukan pengujian parameter fisik seperti kadar air dan porositas, serta kandungan logam berat timbal (Pb) untuk menilai aspek keamanan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TKKS memiliki kandungan unsur hara makro yang tinggi, yaitu C-organik 28,47%, N-total 1,52%, P₂O₅ 1,49%, dan K₂O 10,90%, yang sangat potensial dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Di sisi lain, cocopeat memiliki keunggulan pada karakteristik fisik, seperti kadar air dan porositas yang tinggi, serta kandungan C-organik sebesar 24,55% dan N-total 0,63%. Analisis logam berat menunjukkan bahwa kedua media tidak mengandung Pb sehingga aman digunakan. Berdasarkan hasil tersebut, TKKS dan cocopeat dapat direkomendasikan sebagai media tanam alternatif yang tidak hanya bernilai agronomis, tetapi juga berkontribusi dalam pengurangan limbah organik dan pencemaran lingkungan, sekaligus mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan. The availability of environmentally friendly growing media based on organic waste has become a critical issue in supporting sustainable agricultural practices, especially amid declining soil quality and increasing use of chemical inputs in crop cultivation. One potential strategy to address this challenge is the utilization of agricultural and plantation waste as an alternative growing medium. This study aims to analyze the chemical and physical properties of two types of organic materials—oil palm empty fruit bunches (EFB) and cocopeat—to evaluate their suitability as alternative growing media. The method employed includes laboratory analysis of chemical parameters such as organic carbon (C-organic), total nitrogen (N-total), phosphate (P₂O₅), potassium (K₂O), calcium oxide (CaO), magnesium oxide (MgO), and micronutrients such as zinc (Zn) and copper (Cu). In addition, physical parameters such as moisture content and porosity, as well as the presence of heavy metal lead (Pb), were examined to assess environmental safety. The results showed that EFB contains high levels of macronutrients, with 28.47% C-organic, 1.52% N-total, 1.49% P₂O₅, and 10.90% K₂O, indicating its strong potential to support plant growth. On the other hand, cocopeat exhibited superior physical properties, including high moisture content and porosity, along with 24.55% C-organic and 0.63% N-total. Heavy metal analysis revealed that both media were free from Pb contamination, making them safe for use. Based on these findings, EFB and cocopeat are recommended as alternative growing media that are not only agronomically beneficial but also contribute to reducing organic waste and environmental pollution, thereby supporting the advancement of sustainable agriculture.