cover
Contact Name
Andi Safitri Sacita
Contact Email
jurnalperbal@gmail.com
Phone
+6281213302660
Journal Mail Official
jurnalperbal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Lamaranginang, Kel. Wara Utara, Kota Palopo, 91913
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
ISSN : 23026944     EISSN : 25811649     DOI : https://doi.org/10.30605/perbal
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini berisi tentang lingkup ilmu-ilmu pertanian, dengan prioritas pada ilmu dan teknologi tanaman (pangan, perkebunan, hortikultura, dan kehutanan), termasuk aspek pascapanen, sosial ekonomi, maupun ketatawilayahan.
Articles 224 Documents
Pengaruh Suhu Ruang Simpan dan Fungisida Mancozeb Terhadap Viabilitas Benih Jarak Pagar (Jatropha curcas L.): Effect of Temperatures Storage and Fungiside Mancozeb To Physic Nut (Jatropha curcas L.) Seed Viability Sri Nur Qadri; Yamin, Mayasari
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 1 (2023): PERBAL: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.112 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v11i1.2276

Abstract

Rendahnya viabilitas benih merupakan masalah utama dalam budidaya tanaman jarak pagar, yang salah satu penyebabnya adalah kontaminasi cendawan pada saat penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fungisida mancozeb 80% terhadap daya simpan benih jarak pagar (Jatropha curcas L.). Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat Malang, pada bulan Agustus 2021 sampai Juni 2022. Perlakuan disusun secara faktorial dalam Rancangan Acak Kelompok (Factorial Randomized Block Design) diulang empat kali. Perlakuan terdiri atas dua faktor, faktor pertama adalah suhu penyimpanan dengan tiga level suhu yaitu (1) 23oC, (2) 18oC, dan 3) 3oC. Faktor kedua adalah fungisida mancozeb 80% dengan empat level dosis yaitu (1) 5 g/kg, (2) 10 g/kg, (3) 15 g/kg dan (4) tanpa fungisida (kontrol). Parameter yang diamati adalah : kadar air benih, daya berkecambah, panjang kecambah, panjang akar kecambah dan indeks vigor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air benih jarak pagar yang disimpan pada gudang bersuhu 3oC dan 18oC lebih rendah dibandingkan dengan yang disimpan pada gudang bersuhu 23oC. Daya berkecambah benih jarak pagar yang disimpan pada gudang bersuhu 3oC dan 18oC selama sembilan bulan masing-masing sebesar 86% dan 81% sehingga masih memenuhi standar mutu benih yang dapat diperdagangkan. Penyimpanan benih sampai sembilan bulan pada suhu 3oC dan 18oC, indeks vigornya lebih tinggi dibandingkan dengan indeks vigor benih yang disimpan pada suhu 23oC. Pemberian fungisida mancozeb 80% dosis 15g/kg menyebabkan indeks vigor benih lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan dosis 10g/kg, 5g/kg dan tanpa fungisida. Low seed viability is the main problem in the cultivation of physic nut (Jatropha curcas L.) which usually caused by fungi during storage. The aims of this study was to determine the effect of fungiside mancozeb 80% on phisic nut seeds viability during storage. The experiment was conducted at The Indonesian Sweeteners and Fiber Crops Research Institute Malang, from August 2012 to June 2013. Treatments were arranged in a Factorial Randomized Block Design with four times of replications. The main plots were three storage with different temperatures namely (1) 23oC, (2) 18oC, and 3) 3oC. As the subplot were fungicide mancozeb 80% with four different doses namely: (1) 5 g/kg, (2) 10 g/kg, (3) 15 g/kg and (4) without fungicide (control). Seed moisture content of physic nut seeds were stored in storage 3oC and 18oC temperature was lower than that were stored in the storage 20oC temperature. Germination of physic nut seeds stored at 3oC and 18oC temperature for nine months were 86% and 81% respectively which still meet the quality of Seed Trading Standards. Up to nine months of storage, the seeds were stored at a temperature of 3°C and 18oC reached higher vigor index compared with the vigor index of seeds stored at a temperature of 23oC. Fungiside mancozeb 80% dose 15g/kg led to decrease seed vigor index compared with dose 10g/kg, 5g/kg and without fungiside.
Aplikasi Pupuk Organik Cair Terhadap Hasil Tanaman Terung: Application of Liquid Organic Fertilizer on Yield of Eggplant Annisava, Aulia Rani; Dewi Febrina; Donal Devi Amdanata
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 1 (2023): PERBAL: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.067 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v11i1.2288

Abstract

Aplikasi pupuk organik cair (POC) dapat meminimalisir penggunaan pupuk anorganik dan meningkatkan hasil buah terung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis, interval waktu pemberian, serta interaksi dosis dan interval waktu pemberian POC kulit pisang kepok yang terbaik pengaruhnya terhadap hasil tanaman terung. Penelitian ini dilaksanakan selama lima bulan di lahan percobaan dengan menggunakan polibag dan di Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska, Pekanbaru-Riau. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dengan enam ulangan digunakan dalam penelitian ini. Faktor pertama adalah dosis POC kulit pisang kepok (0, 250, 500, 750 ml/tanaman) dan faktor kedua adalah interval waktu pemberian POC kulit pisang kepok (tiga, enam dan sembilan hari sekali), sehingga berjumlah 72 unit percobaan. Hasil terbaik dalam meningkatkan jumlah daun dan diameter batang tanaman terung diperoleh dari perlakuan dosis POC kulit pisang kepok 500 ml/tanaman. Umur panen terung lebih cepat dengan perlakuan pemberian POC kulit pisang kepok enam hari sekali. Hasil terbaik dalam meningkatkan bobot buah terung per tanaman dan jumlah buah terung per tanaman diperoleh dari adanya interaksi pemberian POC kulit pisang kepok dosis 500 ml/tanaman dan interval waktu enam hari sekali. Disarankan menggunakan POC kulit pisang kepok dosis 500 ml/tanaman dan interval waktu pemberian enam hari sekali dalam budidaya terung secara organik. The application of liquid organic fertilizer (POC) can minimize the use of inorganic fertilizers and increase eggplant yield. This study aims to determine the dose, time interval, and the interaction between dose and time interval for POC kepok banana peel, which has the best effect on eggplant yield. This research was carried out for five months in an experimental field using polybags and at the Agronomy Laboratory of the Faculty of Agriculture and Animal Science, UIN Suska, Pekanbaru-Riau. A two-factor, completely randomized design (CRD) with six replications was used in this study. The first factor was the dose of POC kepok banana peel (0, 250, 500, 750 ml/plant), and the second factor was the time interval for giving POC kepok banana peel (every three, six and nine days) so that there were 72 experimental units. The best results in increasing the number of leaves and stem diameter of eggplant plants were obtained from the POC treatment of banana peel kepok 500 ml/plant. Eggplant harvest age is faster with the treatment of giving POC kepok banana peels every six days. The best results in increasing eggplant fruit weight per plant and the number of eggplant fruit per plant were obtained from the interaction of POC kepok banana peels with a dose of 500 ml/plant and every six days. It is recommended to use POC kepok banana peels at a dose of 500 ml/plant and a time interval of six days in organic eggplant cultivation.
Perancangan Logo dan Desain Kemasan Keripik Pisang Tanduk Arjuna di Kota Palopo: Logo and Packaging Design of Arjuna Horn Banana Chips in Palopo City Gita Srihidayati
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 1 (2023): PERBAL: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.784 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v11i1.2291

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang logo dan desain kemasan keripik pisang tanduk Arjuna di Kota Palopo. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data terdiri dari observasi secara langsung penjualan keripik pisang tanduk Arjuna, wawancara kepada konsumen dan studi pustaka menggunakan literatur sebagai referensi serta penelitian terdahulu yang relevan. Metode analisis yang digunakan adalah teknik analisis komponensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden menyukai logo yang telah dirancang dan desain kemasan. Hasil penelitian diperoleh perancangan logo dan desain kemasan keripik disesuaikan dengan karakteristik produk. Pada perancangan logo, mencitrakan gambar produk yang berbahan dasar pisang tanduk dengan warna hijau. Desain kemasan dari aspek fisik kemasan berupa bahan kemasan bentuk, label berisi informasi produk yang memenuhi kriteria harapan dari konsumen untuk lebih tertarik dibandingkan desain kemasan sebelumnya. Berdasarkan aspek desain grafis kemasan menampilkan warna produk yang menggambarkan varian rasa. Keripik pisang tanduk Arjuna rasa gula aren memiliki rancangan desain kemasan berwarna cokelat tua, keripik rasa gula putih mencitrakan rasa manis yang berasal dari gula kristal dan keripik rasa balado berwarna merah yang memberikan sensasi pedas. Dengan adanya rancangan kemasan unik yang menyesuaikan visualisasi dengan tampilan logo serta tampilan desain kemasan menarik, selain berfungsi utama sebagai pelindung, diharapkan dapat membantu produk keripik pisang tanduk Arjuna untuk lebih mudah dikenal di masyarakat. The purpose of this study was to design a logo and packaging design for Arjuna horn banana chips in Palopo City. This type of research is descriptive qualitative with data collection techniques consisting of direct observation of sales of Arjuna's horn banana chips, interviews with consumers and literature study using literature as a reference and relevant previous research. The analytical method used is a componential analysis technique. The results showed that respondents liked the logo that had been designed and the packaging design. The results of the study obtained that the logo design and packaging design of chips were adjusted to the characteristics of the product. In designing the logo, image a product made from horn bananas in green. Packaging design from the physical aspect of packaging in the form of packaging materials, labels containing product information that meet the expectations of consumers to be more interested than previous packaging designs. Based on the graphic design aspect, the packaging displays product colors that describe flavor variants. Arjuna's banana horn chips brown sugar flavor has a dark brown packaging design, the white sugar flavor chips image a sweet taste that comes from crystal sugar and the red is balad flavor chips give a spicy sensation. With a unique packaging design that adapts visualization to the appearance of the logo and the appearance of an attractive packaging design, in addition to its main function as a protector, it is hoped that it can help the product of Arjuna's horn banana chips to be more easily recognized in the public.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Kacang Hijau terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Herbafarm dan Pupuk NPK: Green Beans Production and Growth Response on the Application of Herbafarm Liquid Organic Fertilizer and NPK Fertilizer Aminah, Aminah; Saida, Saida; Nuraeni, Nuraeni; Sudirman Numba; Syam, Netty; Palad, Marliana S
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 2 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i2.2311

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui dosis pupuk organik cair yang terbaik serta mengetahui takaran pupuk NPK yang terbaik pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau. Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia, Makassar, yang berlangsung pada bulan September-Nopember 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, dimana faktor pertama adalah pemberian pupuk organik cair dengan 3 taraf yaitu: P1= 2,5 cc/l air; P2= 3 cc/l air; P3= 3,5 cc/l air. Faktor kedua adalah pemberian pupuk NPK dengan 3 taraf, yaitu: N1= 1,25 g/polybag (250 kg/ha); N2= 1,5 g/polybag (300 kg/ha); N3= 1,75 g/polybag (350 kg/ha). Dari kedua faktor tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi 3,5 cc/liter air berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman yaitu 62,28 cm, umur berbunga yaitu 31,63 hst, dan bobot 100 biji yaitu 6,81 g, meskipun pemberian dosis pupuk NPK tidak berpengaruh nyata pada semua parameter yang ada, namun perlakuan dosis 1,75 g/polybag (350 kg/ha) cenderung lebih baik dari perlakuan yang lainnya. Tidak terdapat interaksi antara POC dan Pupuk NPK baik pada parameter pertumbuhan maupun pada parameter produksi tanaman kacang hijau. This research purpose is identification of the response and the appropriate dose of liquid organic fertilizer and NPK fertilizer for the green beans growth and production. The research was conducted at the Green House of Agriculture Faculty Universitas Muslim Indonesia in Makassar, which took place from September to November 2022. Randomized Block Design with factorial pattern is used, where the first factor is the provision of liquid organic fertilizer with three levels, namely: P1 = 2,5 cc/liters water; P2 = 3 cc/liters water; P3 = 3,5 cc/liters water. The second factor is the provision of NPK fertilizer with 3 different levels, namely: N1 = 1.25 g/poly bag (250 kg/ha); N2 = 1.5 g/poly bag (300 kg/ha); N3 = 1.75 g/poly bag (350kg/ha). Based on those factors, 9 treatment combination with three repetitions is collected, thus 27 units of experiments are gathered. The results of the research indicated that the provision of liquid organic fertilizer with the 3.5 cc/liter concentration has significant influence on plant height, flowering age and 100 seeds weight namely 62,28 cm, 31,63 hst and 6,81 g respectively. Although the provision of NPK fertilizer has only slight impact on every indicator, treatment with 1,75 g/poly bag (350 kg/ha) concentration is better than the rest treatment on this factor. Lastly, interaction between POC (Liquid Organic Fertilizer) and NPK fertilizer on growth and production parameters have not been found.
Strategi Komunikasi dan Kinerja Penyuluhan Pertanian Lapangan di Kabupaten Pasaman: Communication Strategy and Perfomance of Field Agricultral Extension Workers in Pasaman District Martadona, Ilham; Alvindo Dermawan; Hayatun Nupus
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 2 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i2.2315

Abstract

Strategi komunikasi ialah suatu bentuk manajemen atau pun sebuah perencanaan dalam meraih tujuan. Penelitian ini bertujuan 1) Menganalisis strategi komunikasi dan kinerja penyuluhan pertanian lapangan di Kabupaten Pasaman 2) Menganalisi faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja penyuluhan pertanian lapangan di Kabupten Pasaman. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Propotional Random Sampling, metode analisis data yang digunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komunikator pada penyuluhan pertanian adalah penyuluhan pertanian lapangan, pesan yang disampaikan dalam penyuluhan pertanian adalah sesuatu yang disampaikan kepada anggota kelompok tani dalam kegiatan penyuluhan, saluran komunikasi yang digunakan yaitu saluran antar pribadi meliputi tatap muka, handphone, dan pertemuan kelompok, faktor yang mempengaruhi kinerja penyuluh pertanian lapangan di Kabupaten Pasaman. Communication strategy is a form of management or a plan in achieving goals. This study aims to 1) analyze the communication strategy and performance of field agricultural extension in Pasaman Regency 2) analyze what factors influence the performance of field agricultural extension in Pasaman Regency. The sampling method in this study used Proportional Random Sampling, data analysis methods used descriptive qualitative analysis and descriptive quantitative analysis and multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that the communicator in agricultural extension is field agricultural extension, the message conveyed in agricultural counseling is something that is conveyed to members of farmer groups in extension activities, the communication channels used are interpersonal channels including face-to-face, cellphones, and group meetings, factors influencing the performance of field agricultural extension workers in Pasaman District.
Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Produksi Jewawut di Desa Lambanan Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat: The Role of Agricultural Counselors in Increasing Jewawut Production in Lambanan Village Balanipa Subdistrict Polewali Mandar Regency West Sulawesi Province Muhammad Arhim; Nurmaranti Alim; Fitri, Fitri; Rizky Ariesty Fachrysa Halik; Asia Arifin
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.2497

Abstract

Penyuluhan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan dalam suasana hubungan tatap muka antara dua orang, yang satu karena keahliannya membantu yang lain untuk mampu mengatasi kesulitan yang dihadapinya. Untuk dapat melakukan penyuluhan secara lebih terarah, penyuluh dituntut untuk benar-benar menguasai keterampilan dan pengetahuan dalam melaksanakan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran penyuluh pertanian dalam peningkatan produksi jewawut dan kinerja penyuluh pertanian di Desa Lambanan Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja atau purposive dengan pertimbangan bahwa di Kecamatan Balanipa merupakan salah satu daerah sentra produksi jewawut di Kabupaten Polewali Mandar. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Sampling Jenuh atau biasa disebut juga sensus. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dengan melakukan observasi, menggunakan kuesioner, melakukan wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, maka ada tiga peran penyuluh dalam peningkatkan produksi tanaman jewawut di Desa Lambanan Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar yaitu sebagai edukator, supervisor dan pengevaluasi. Dari tiga indikator tersebut semuanya berada pada kategori tinggi. Sedangkan ada tiga tahap penilaian kinerja penyuluh dalam penelitian yaitu tahap persiapan berada pada kategori sangat baik, tahap pelaksanaan berada pada kategori sangat baik dan tahap evaluasi berada pada kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa dalam peningkakan produksi jewawut di Desa Lambanan tentunya peran dan kinerja penyuluh sangat berpengaruh dalam peningkatkan produksi jewawut. Counseling is the process of providing assistance in a face-to-face interaction between two individuals, where one's expertise helps the other overcome difficulties. In order to conduct counseling effectively, counselors are required to possess a thorough mastery of skills and knowledge in counseling. This research aims to determine the role of agricultural counselors in increasing jewawut production and the performance of agricultural counselors in Lambanan Village, Balanipa Subdistrict, Polewali Mandar Regency. The research location was intentionally selected based on the consideration that Balanipa Subdistrict is one of the main jewawut production centers in Polewali Mandar Regency. The sampling technique used in this study was saturated sampling, also known as a census. Descriptive analysis was employed for data analysis, involving observation, questionnaire administration, interviews, literature review, and documentation. Based on the research findings, there are three roles of counselors in enhancing jewawut crop production in Lambanan Village, Balanipa Subdistrict, Polewali Mandar Regency, namely as educators, supervisors, and evaluators. All three indicators fall into the high category. Additionally, the assessment of counselor performance consists of three stages: the preparation stage is rated as very good, the implementation stage is rated as very good, and the evaluation stage is rated as good. These results indicate that the role and performance of counselors significantly influence the increase in jewawut production in Lambanan Village.
Kondisi Vegetatif Tanaman Sagu (Metroxylon Spp) Saat Fase Masak Tebang di Kabupaten Luwu Timur: Vegetative Conditions of Sago (Metroxylon spp.) Plants During Falling Phase in East Luwu District Prasetyo, Rian; Muhammad Hasjim Bintoro Djoefrie; Sudradjat, Sudradjat
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 2 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i2.2590

Abstract

Sagu merupakan salah satu bahan pangan alternatif untuk mendukung konsumsi pangan di masa depan. Kabupaten Luwu Timur merupakan daerah yang cocok untuk pertumbuhan tanaman sagu. Aspek sagu dari beberapa lokasi memiliki karakteristik masing-masing, terutama pada saat panen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan tanaman sagu pada saat panen di Kabupaten Luwu Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi di lapangan dan wawancara dengan petani setempat. Bahan yang digunakan adalah dua aksesi sagu di tiga lokasi, yaitu Kecamatan Wotu, Kalaena, dan Mangkutana. Penelitian dilakukan terhadap variabel tinggi tanaman, diameter batang, lingkar batang, tebal kulit batang, panjang daun, luas daun, panjang tangkai daun, lebar tangkai daun, dan bentuk tajuk. Berdasarkan hasil penelitian, karakter morfologi sagu di Kabupaten Luwu Timur pada saat matang panen memiliki tinggi tanaman berkisar antara 8,7-12,6 m dan jumlah anak daun 8-21 helai. Permukaan batang Aksesi Uwwu memiliki bekas daun dan tertutup lumut sehingga terkesan tidak mulus sedangkan Aksesi Battang masih memiliki tampilan yang mulus karena tidak ada bekas daun dan lumut yang tumbuh, tangkai daun dan rachis yang paling besar terdapat pada Aksesi Battang Wotu. Tajuk Aksesi Uwwu pada saat masak panen lebih lebar dibandingkan dengan Aksesi Battang, namun anak daun Aksesi Battang lebih banyak. Sago is one of the alternative food staples for supporting future food consumption. East Luwu Regency is a suitable area for sago plant growth. Sago aspects from several locations have their characteristics, especially during the harvesting point. The intention of this study was to determine Sago plant growth during the harvesting phase in East Luwu Regency. The research method used was observation in the field and interviews with local farmers. Materials used were two sago accessions in three locations, as Wotu, Kalaena, and Mangkutana districts. The research was conducted on variables of plant height, stem diameter, stem ring, skin thickness, leaf length, leaf area, petiole length, petiole width, and canopy shape. Based on the research, sago morphological characters in East Luwu Regency at harvest maturity have plant heights ranging from 8.7-12.6 m and 8-21 leaflets. The stem surface of Uwwu Accession has leaf marks and is covered with moss so it seems unsmooth while Battang Accession still has a smooth appearance because no leaf marks and moss are growing, the largest petiole and rachis are found in Battang Wotu Accession. The canopy of the Uwwu Accession at harvest maturity is wider than the Battang Accession, but the leaflets of the Battang Accession are more numerous.
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica rapa) dengan Sistem Hidroponik dalam Ember Pemeliharaan Ikan Lele (Clarias): Growth and Production of Pakcoy (Brassica rapa) Plants with Hydroponic Systems in Catfish Rearing Buckets (Clarias) M. Darmawan; A. Khairun Mutia; Tuti Handayani Arifin
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 2 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i2.2613

Abstract

Pakcoy adalah salah satu jenis sayuran mengandung vitamin dan mineral yang tinggi. Selain itu tanaman pakcoy juga memiliki zat besi yang tinggi. Namun kegagalan untuk memperoleh hasil tanaman pakcoy masing sangat sering mengalami kegagalan, hal ini disebabkan beberapa faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah ketersediaan unsur hara untuk mendukung pertumbuhan pada tanaman pakcoy. Salah satu teknik yang dapat meningkatkan kualitas dan produksi pakcoy adalah dengan menggunakan teknik hidroponik. Teknik ini memungkinkan dapat memadukan antara budidaya ikan dan budidaya tanaman secara bersamaan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari beberapa perlakuan yaitu I0 : kontrol (tidak ada ikan lele); I1 : Ikan lele sebanyak 10 ekor/ember; I2 : Ikan lele sebanyak 20 ekor/ember dan I3 : Ikan lele sebanyak 30 ekor/ember. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kepadatan ikan lele memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy. Perlakuan I3 dengan kepadatan 30 ekor per ember merupakan perlakuan yang terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Pakcoy is one type of vegetable containing high vitamins and minerals. In addition, pakcoy plants also have high iron. However, failure to obtain the results of each pakcoy plant is very often a failure, this is due to several factors. One of the influencing factors is the availability of nutrients to support growth in pakcoy plants. One technique that can improve the quality and production of pakcoy is to use hydroponic techniques. This technique allows combining fish farming and plant farming simultaneously. This study used a Group Randomized Design consisting of several treatments, namely I0: control (no catfish); I1 : Catfish as many as 10 heads / bucket; I2 : Catfish as many as 20 heads/bucket and I3: Catfish as many as 30 heads/bucket. The results showed that catfish density treatment had an influence on the growth of pakcoy plants. I3 treatment with a density of 30 heads per bucket is the best treatment compared to other treatments.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bayam (Amaranthus) Terhadap Pemberian Kompos Limbah Batang Jagung: Response of Growth and Production of Spinach (Amaranthus sp.) to the Application of Corn Stalk Waste Compost Tuti Handayani Arifin; M. Darmawan; A. Khairun Mutia
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 2 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i2.2614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos limbah batang jagung dan dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bayam di Desa Iloheluma, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango yang dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Maret 2021. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari beberapa perlakuan yaitu K0 : kontrol (tanpa perlakuan); K1 : 0,75 kg/bedengan; K2 1,5 kg/bedengan dan K3 : 3 kg/bedengan. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan kompos limbah batang jagung memberikan pengaruh yang berbeda nyata dibandingkan dengan kontrol pada variabel pengamatan tinggi tanaman bobot panen, panjang akar dan bobot akar serta perlakuan K3 yaitu dosis 3 kg/bedengan merupakan perlakuan yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. This study aims to determine the effect of composting corn stalk waste and the best dosage on the growth and production of spinach plants in Iloheluma Village, Tilongkabila District, Bone Bolango Regency which was carried out from February to March 2021. This study used a Group Randomized Design consisting of several treatments, namely K0 : control (without treatment); K1 : 0.75 kg/beds; K2 1.5 kg/beds and K3: 3 kg/beds. The results of the analysis of variance showed that the treatment of corn stalk waste compost had a significantly different effect compared to the control on the observation variables of plant height, harvest weight, root length and root weight and the P3 treatment, namely a dose of 3 kg/beds, was the best treatment compared to the other treatments.
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Tempe di Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi : Financial Feasibility Analysis of Tempe-Making Business in South Wangi-wangi District Wakatobi Regency Ramayanti, Susi; Marsuki Iswadi; Abdi, Abdi
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 2 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i2.2626

Abstract

Usaha pembuatan tempe sangat berperan penting dalam menyediakan lapangan kerja dan kesempatan kerja dalam upayah mendorong perkembangan daerah dan pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial usaha pembuatan tempe di Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi dan untuk mengetahui kelayakan pada usaha pembuatan tempe apabila terjadi perubahan penurunan harga jual dan kenaikan biaya operasional di Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 3 unit usaha pembuatan tempe. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan metode sensus, sehingga jumlah populasi dijadikan sebagai sampel dan responden pemberi informasi. Kelayakan finansial usaha pembuatan tempe dapat diuji dengan menggunakan analisis kelayakan berupa metode Net Present Value, Net B/C Rasio, Internal Rate of Return. Hasil penelitian ini diperoleh nilai NPV sebesar Rp 31.182.355. Net B/C 1,18, dan IRR 27%, usaha ini layak diusahakan secara finansial. Selain itu berdasarkan perhitungan analisis kelayakan terhadap penurunan harga jual dan peningkatan biaya operasional usaha tempe di Kecamatan Wangi-wangi Selatan layak untuk dijalankan ketika terjadi penurunan harga jual sebesar 5% dan peningkatan biaya operasional sebesar 5%. Keadaan ini menunjukan bahwa usaha tempe di Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi tetap layak untuk dijalankan. The business of making tempeh plays an important role in providing employment and employment opportunities in an effort to encourage regional and rural development. This study aims to determine the financial feasibility of a tempe-making business in South Wangi-Wangi District, Wakatobi Regency and to determine the feasibility of a tempe-making business if there is a decrease in selling prices and an increase in operating costs in South Wangi-Wangi District, Wakatobi Regency. The population in this study were 3 tempe production business units. The sampling technique in this study was to use the census method, so that the total population was used as the sample and the respondents provided information. The financial feasibility of tempe making business can be tested using a feasibility analysis in the form of Net Present Value, Net B/C Ratio, and Internal Rate of Return methods. The results of this study obtained an NPV value of IDR 31,182,355. Net B/C 1.18, and IRR 27%, this business is financially feasible. In addition, based on the calculation of the feasibility analysis of decreasing selling prices and increasing operational costs of the tempeh business in South Wangi-wangi District, it is feasible to run when there is a 5% decrease in selling prices and an increase in operational costs of 5%. This situation shows that the tempeh business in Wangi-wangi Southern District, Wakatobi Regency is still feasible to run.

Page 4 of 23 | Total Record : 224