cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747838785
Journal Mail Official
widyaningsihari89@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Gedang Anak, Ungaran Timur 50512
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE)
ISSN : 26571161     EISSN : 2657117x     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
Redaksi menerima sumbangan tulisan yang belum pernah dimuat di media lain. Naskah diketik rapi dengan spasi rangkap pada kertas kuarto. Panjang tulisan antara 8-15 halaman. Redaksi berhak melakukan perubahan sepanjang tidak mengurangi atau merubah maksud tulisan. Tulisan yang dimuat akan dikembalikan untuk dilakukan perbaikan.
Articles 243 Documents
Pijat Oksitosin pada Ibu Postpartum sebagai Upaya Meningkatkan Produksi Asi Feni Noviyani; Moneca Diah Listiyaningsih; Munasifah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3140

Abstract

Breast milk not coming out is a condition where breast milk is not produced or there is little milk production. This is due to the influence of the oxytocin hormone which is not working enough due to the lack of stimulation from the baby's sucking which activates the work of the oxytocin hormone. One of the actions that need to be taken to maximize the quality and quantity of breast milk is back massage. Problems of postpartum mothers in the Sakura Room RST dr. Asmir Salatiga lacks knowledge about how to increase breast milk production with oxytocin massage. The activities were carried out in the Sakura Room, RST. Dr. Asmir Salatiga by providing health education about oxytocin massage as an effort to increase breast milk production. During the health education, oxytocin massage demonstrations were also carried out on 20 postpartum mothers. The instrument used was a questionnaire regarding knowledge of oxytocin massage. Knowledge of postpartum mothers before health education was in the good category of 13 mothers (65%), in the sufficient category of 7 mothers (35%). After health education was carried out, there was an increase in knowledge, namely 20 mothers (100%) mothers with good knowledge about oxytocin massage as an effort to increase breast milk production.This health education activity about oxytocin massage as an effort to increase breast milk production is a means of education and discussion that can provide many benefits for postpartum mothers. Because with this activity, mothers' knowledge about oxytocin massage has increased and they can overcome the problem of inadequate breast milk production that they experience independently by doing oxytocin massage.   ABSTRAK                 ASI tidak keluar adalah kondisi tidak diproduksinya ASI atau sedikitnya produksi ASI. Hal ini disebabkan pengaruh hormon oksitosin yang kurang bekerja sebab kurangnya rangsangan isapan bayi yang mengaktifkan kerja hormon oksitosin. Salah satu tindakan yang perlu dilakukan untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas ASI, yaitu pemijatan punggung. Permasalahan ibu postpartum di Ruang Sakura RST dr. Asmir Salatiga adalah kurangnya pengetahuan tentang cara meningkatkan prouksi ASI dengan pijat oksitosin Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Ruang Sakura , RST. Dr.Asmir Salatiga dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang pijat oksitosin sebagai upaya meningkatkan produkasi ASI. Pada saat melakukan pendidikan kesehatan juga dilakukan demonstrasi gerakan pijat oksitosin pada 20 ibu postpartum. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang pengetahuan pijat oksitosin. Pengetahuan ibu postpartum sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dalam kategori baik  13 ibu ( 65%), kategori cukup 7 ibu (35%). Pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan terjadi peningkatan pengetahuan yaitu 20  ibu (100%) ibu dengan pengetahuan baik tentang pijat oksitosin sebagai upaya untuk meningkatkan produksi ASI. Kegiatan pendidikan kesehatan tentang pijat oksitosin sebagai upaya meningkatkan produksi ASI  ini menjadi sarana edukasi dan diskusi yang dapat memberikan banyak manfaat bagi ibu postpartum . Karena dengan adanya kegiatan ini pengetahuan ibu  tentang pijat oksitosin mengalami peningkatan dan dapat mengatasi masalah kurang lancarnya produksi ASI yang di alami secara mandiri dengan melakukan pijat oksitosin.
Ibm Edukasi Kesehatan Totok Wajah Dalam Upaya Mengurangi Ketidaknyamanan pada Ibu Nifas di RS X Masruroh; Dian Cahya Putri; Renny Anjelina; Bunga Asmara Nugra; Alifia Jumeisya Setyawan; Adeya Ilma Permana
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3142

Abstract

Post partum is the period that begins after the birth of the placenta and ends when the uterine organs return to their pre-pregnancy state. The post partum period starts from 2 hours after the birth of the placenta until 6 weeks 42 days). During the postpartum period, a woman needs adjustments in carrying out her new activities and role as a mother. Some women can adapt to these changes well, but other women cannot adapt so they will experience anxiety with signs such as rapid mood changes, sadness, likes to cry, loss of appetite, sleep disturbances, indigestion, easily irritable, tired quickly, anxious, and feel lonely. Postpartum mothers often feel anxious because they are making many adjustments, such as increased responsibilities, the presence of new family members who have to be taken care of, chaotic sleep schedules, which puts a burden on the mother both physically and psychologically. The aim of the facial acupressure service activity is to reduce discomfort for postpartum mothers at Hospital There were 10 respondents who took part in the facial acupressure activity. Before the facial acupressure activity was carried out, we conducted interviews and it was found that respondents did not know about facial acupressure and respondents also complained of feeling tired, had headaches and anxiety. , relaxed, comfortable and no longer anxious, so it is necessary to carry out facial acupressure activities as an effort to reduce discomfort in postpartum mothers. Suggestions for hospitals to carry out health education activities for postpartum mothers continuously to increase information and knowledge for postpartum mothers.   ABSTRAK                 Postpartum merupakan masa yang dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa postpartum dimulai sejak 2 jam setelah lahirnya plasenta sampai dengan 6 minggu 42 hari. Pada masa nifas seorang perempuan  membutuhkan penyesuaian  dalam menjalani aktifitas serta peran barunya menjadi seorang ibu. Sebagian perempuan dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan tersebut dengan baik, akan tetapi sebagian perempuan lainnya tidak dapat menyesuaikan diri sehingga akan mengalami kecemasan dengan tanda – tanda seperti perubahan mood yang cepat, sedih, suka menangis, hilang nafsu makan, gangguan tidur, gangguan pencernaan, mudah tersinggung, cepat lelah, cemas, dan merasa kesepian. Ibu nifas sering merasa cemas karena banyak melakukan penyesuaian seperti tanggung jawab bertambah, kehadiran anggota keluarga baru yang harus diurus, jadwal tidur yang kacau, sehingga membebani ibu baik secara fisik maupun psikologis.Tujuan kegiatan pengabdian totok wajah  untuk mengurangi ketidaknyamanan pada ibu nifas di RS X. Ibu nifas yang mengikuti kegiatan totok wajah sebanyak 10 responden.Sebelum dilakukan kegiatan pengabdian totok wajah, kita melakukan wawancara didapatkan hasil responden belum tahu tentang totok wajah dan responden juga mengeluh merasa leelah, nyeri kepala dan cemas. Setelah dilakukan totok wajah responden mengatakan menjadi mengantuk, rileks, nyaman dan tidak cemas lagi, sehingga perlu dilakukan kegiatan totok wajah sebagai salah satu upaya untuk mengurangi ketidaknyaman pada ibu nifas. Saran bagi rumah sakit melakukan kegiatan penyuluhan Kesehatan pada ibu nifas secara kontinyu untuk menambah informasi dan pengetahuan bagi ibu nifas.
Edukasi tentang Pencegahan Stunting pada 1000 Hari Kehidupan Balita melalui Pemanfaatan Tanaman Herbal di Desa Kemetul Pujiastuti, Anasthasia; Rissa Laila Vifta; Tina Mawardika
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3143

Abstract

Kemetul Village is one of the villages located in Susukan District, Semarang Regency. Based on the results of a survey from target partners, it is known that residents of Kemetul Village have never received information about stunting, causes and dangers. Target partners have never received education about the importance of preventing stunting during the 1000 days of a toddler's life and the use of herbal plants to improve toddler nutrition. This community service program was carried out using educational methods for housewives in Kemetul Village, Susukan District, Semarang Regency. The number of participants who took part in educational activities was 30 participants consisting of housewives and several elderly people. The percentage of participants' evaluation results before being given education fell into the category of less understanding at 56.6%, quite understanding 26.6%, good understanding 16.6% and very good 0%. Participants' understanding increased after being given education, namely being included in the very good category at 53.3%, good at 43.3%, fair at 3.3% and poor at 0%. Based on the participant understanding questionnaire, it was found that after being given education there was an increase in participants' understanding of stunting by 96.6%.   ABSTRAK                 Desa Kemetul merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Berdasarkan hasil survey kepada mitra sasaran diketahui warga Desa Kemetul belum pernah mendapatkan informasi terkait stunting, penyebab dan bahayanya. Mitra sasaran belum pernah mendapatkan edukasi tentang pentingnya pencegahan stunting pada 1000 hari kehidupan Balita serta pemanfaatan tanaman herbal untuk meningkatkan gizi balita. Pelaksanaan kegiatan pengabdiaan kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode edukasi pada ibu rumah tangga di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan edukasi yaitu 30 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan beberapa lansia. Persentase hasil evaluasi peserta sebelum diberikan edukasi masuk dalam kategori kurang paham sebanyak 56,6%, cukup paham 26,6%, pemahaman yang baik 16,6% dan sangat baik 0%. Pemahaman peserta mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi yaitu termasuk dalam kategori sangat baik sebesar 53,3%, baik 43,3%, cukup 3,3% dan kurang sebanyak 0%. Berdasarkan kuesioner pemahaman peserta diketahui bahwa setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan pemahaman tentang penyakit stunting sebesar 96,6%.
Stop Bullying Melalui Edukasi, Attitude Change dan Empathy di Sekolah Ida Sofiyanti; Risma Aliviani Putri; Isfaizah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3152

Abstract

Bullying is an imbalance of power that can make others feel uncomfortable, scared, and hurt that is often done due to differences in appearance, culture, race, religion, sexual orientation and gender identity of people. Bully behavior is not only treated physically but can be in the form of words (verbal) either directly or indirectly. Schools are places where children learn, socialize, play, but schools can also be places where children experience bullying or bullying. The lack of knowledge of children about bullying makes children can accidentally bully their themes so that children become perpetrators and victims of bullying. The implementation of the activity was carried out at SDN Sumurrejo 01 Semarang City.  The method used is counseling which begins with opening, perception, provision of material, evaluation and conclusion. Data collection instruments are in the form of questionnaires while the media used are visual media. Education about bullying given to students increased their knowledge with an increase in the percentage of knowledge quite good by 36 students (46.75%), good knowledge 30 students (38.96%) and knowledge less 11 students (14.29%). Children’s knowledge about bullying behavior must be known early so as not to have a greater impact in the future because children become perpetrators or victims of bullying.    ABSTRAK Perundungan atau Bullying adalah ketidakseimbangan kekuasaan yang dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman, takut, dan sakit hati yang sering dilakukan dikarenakan adanya perbedaan pada penampilan, budaya, ras, agama, orientasi seksual dan identitas gender orang. Perilaku Bully tidak hanya perlakukan secara fisik namun bisa berupa perkataan (verbal) baik secara langsung maupun tidak langsung. Sekolah menjadi tempat anak-anak belajar, bersosialisasi, bermain, namun sekolah bisa juga menjadi tempat bagi anak-anak mengalami perundungan atau bullying. Kurangnya pengetahuan anak mengenai bullying menjadikan anak bisa saja secara tidak sengaja melakukan perundungan pada temanya sehingga anak-anak menjadi pelaku dan korban bullying. Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di SDN Sumurrejo 01 Kota Semarang.  Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang diawali dengan pembukaan, apersepsi, pemberian materi, evaluasi dan kesimpulan. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner sedangkan media yang digunakan adalah  media visual. Edukasi tentang bullying yang diberikan kepada siswa meningkatkan pengetahuan mereka dengan terjadinya kenaikan prosetase pengetahuan cukup baik sejumlah 36 siswa (46,75%), pengetahuan baik 30 siswa (38,96%) dan pengetahuan kurang 11 siswa (14,29%). Pengetahuan anak mengenai perilaku bullying harus diketahui sejak dini agar tidak memberikan dampak yang lebih besar dikemudian hari karena anak menjadi pelaku atau korban bullying.
Implementasi Pijat Bayi sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Anak Balita di Wilayah Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Siti Haryani; Ana Puji Astuti; Kartika Sari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3153

Abstract

Stunting is a problem that needs special attention. The result of stunting can cause growth and development to be inhibited. One of the efforts to reduce the incidence of stunting is baby massage. The purpose of this activity is to provide an overview of the baby massage procedure. The method used is to provide health counselling with a demonstration method of baby massage procedures. The target of this activity is mothers who have toddlers. The stages carried out include providing material about baby massage followed by a demonstration of baby massage. At the evaluation stage, participants demonstrated the baby massage that had been taught. The result of this activity was that 90% of the participants could explain and demonstrate the baby massage procedur ABSTRAK                 Stunting merupakan masalah yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Akibat stunting dapat menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan menjadi terhambat. Salah satu upaya untuk menurunkan kejadian stunting adalah dengan pijat bayi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan gambaran tenatng prosedur pijat bayi. Metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan kesehatan dengan metode demonstrasi prosedur pijat bayi. Sasaran pada kegiatan ini adalah ibu yang mempunyai balita. Tahapan yang dilakukan meliputi pemberian materi tentang pijat bayi dilanjutkan demonstrasi pijat bayi. Pada tahap evaluasi dilakukan dengan peserta mendemonstrasikan kembali pijat bayi yang telah diajarkan. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta 90% dapat menjelaskan dan mendemonstrasikan kembali tentang prosedur pijat bayi  
Akupresure Meningkatkan Nafsu Makan Upaya Pengentasan Stunting Balita 13 – 59 Bulan Sari, Kartika; Siti Haryani; Ana Puji Astuti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3162

Abstract

The toddler years are a period of basic growth which influences subsequent development, including development in language, creativity, social and emotional intelligence. Malnutrition problems can affect brain development which ultimately causes a decline in the quality of human resources. (Nurwijayanti, 2017). Eating problems in children can also be overcome by non-pharmacological methods, including herbal medicine or herbal drinks, massage, acupuncture and acupressure. Acupressure is carried out by pressing using fingers or a blunt object on the body's meridian points or energy flow lines so that it is relatively easier and can be more specific for overcoming feeding difficulties in toddlers because it can improve blood circulation in the spleen and digestion (Widowati, 2022). The aim of this activity is to provide health education about stunting, a balanced diet and train mothers to do acupressure. The implementation of this PKM program is carried out using a participatory approach method. The results of this activity are that mothers understand more about the meaning, causes and characteristics of stunted children, how to prepare a balanced diet for stunted children and mothers are able to do acupressure to increase their children's appetite. The conclusion is that holding this PKM activity is very effective and useful in increasing the knowledge and understanding of young women about acupressure which is useful for increasing appetite as an effort to reduce stunting in toddlers 13 - 59 months.   ABSTRAK                 Masa balita menjadi masa pertumbuhan dasar yang berpengaruh terhadap perkembangan selanjutnya, di antaranya adalah perkembangan dalam berbahasa, berkreasi, bersosial dan kecerdasan emosional. Permasalahan gizi yang kurang terpenuhi dapat mempengaruhi perkembangan otak yang pada akhirnya menyebabkan penurunan kualitas sumber daya manusia. (Nurwijayanti, 2017). Masalah makan pada anak juga dapat diatasi dengan cara non farmakologi antara lain dengan jamu atau minuman herbal, pijat, akupunktur dan akupresur. Akupresur dilakukan dengan penekanan menggunakan jari atau benda tumpul pada titik meridian tubuh atau garis aliran energi sehingga relatif lebih mudah dan dapat lebih spesifik untuk mengatasi kesulitan makan pada balita karena dapat memperlancar peredaran darah pada limpa dan pencernaan (Wahyu, 2022). Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang stunting, menu makanan yang seimbang dan melatih ibu melakukan akupresure. Pelaksanaan program PKM ini dilaksanakan dengan metode pendekatan partisipatif . Adapun hasil dari kegiatan ini adalah ibu menjadi lebih paham tentang pengertian, penyebab dan ciri-ciri anak stunting, cara menyiapkan menu makanan yang seimbang untuk anak stunting serta ibu mampu untuk melakukan akupresure untuk meningkatkan nafsu makan pada anak-anak nya. Kesimpulan penyelenggaraan kegiatan PKM ini sangat efektif dan bermanfaat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja putri tentang akupresure bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan sebagai upaya pengentasan stunting balita 13 – 59 bulan.
Upaya Peningkatan Kesadaran Gizi Ibu Nifas Melalui Pendidikan Kesehatan pada Ibu Post Partum Siswati; Heni Hirawati Pranoto
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3170

Abstract

The postpartum period is considered a safe period because the baby and placenta have been born. However, health problems are still frequently encountered, including less than optimal breast milk production, less smooth milk production, and the healing process of perineal suture wounds and caesarean section suture wounds will take a long time. The timing of breast milk production and wound healing is closely related to postpartum mothers' nutritional needs and knowledge about maternal nutrition during the postpartum period. Efforts to provide health education to postpartum mothers regarding nutrition for postpartum mothers aim to speed up the healing process of perineal wounds and postpartum caesarean wounds and increase breast milk production in postpartum mothers. In connection with this problem, this community service program provides a solution to increase postpartum mothers' knowledge about postpartum mothers' nutrition. This activity was carried out on post partum mothers who were being treated in Shofa Room I, PKU Muhammadiyah Hospital, Temanggung Regency. This activity was carried out on 10 post partum mothers, both those who gave birth normally and those who gave birth via Sectio Caesarea (SC). Starting with assessing the knowledge of post-partum mothers with a pre-test related to post-partum mother nutrition, then providing health education/counseling about post-partum mother nutrition and then conducting a post-test. The results of this community service show an increase in postpartum mothers' knowledge about postpartum mothers' nutrition, from previously an average score of 67 after being given counseling to 99. This shows a significant increase in knowledge among postpartum mothers after being given health education. ABSTRAK Masa nifas dianggap sebagai masa yang aman karena bayi dan plasenta sudah lahir. Namun, masih sering ditemui masalah kesehatan diantaranya produksi ASI kurang optimal, pengeluaran ASI kurang lancar, proses penyembuhan luka jahitan perineum dan luka jahitan sectio caesaria akan berlangsung lama. Waktu pengeluaran ASI dan penyembuhan luka ini berkaitan erat dengan  pemenuhan gizi dan pengetahuan ibu post partum tentang gizi ibu pada masa nifas. Upaya pemberian pendidikan kesehatan kepada ibu post partum tentang gizi ibu nifas bertujuan untuk mempercepat proses penyembuhan luka perineum dan luka post sectio caesaria serta meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Berkaitan dengan masalah tersebut, program pengabdian masyarakat ini memberikan solusi untuk meningkatkan pengetahuan ibu post partum tentang gizi ibu nifas. Kegiatan ini dilakukan pada ibu post partum yang dirawat di Ruang Shofa I Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini dilakukan pada 10 ibu post partum baik yang bersalin secara normal maupun yang bersalin secara  Sectio Caesaria (SC). Diawali dengan penilaian pengetahuan ibu post partum dengan pre test yang berkaitan dengan gizi ibu nifas kemudian memberikan pendidikan kesehatan/ penyuluhan tentang gizi ibu nifas lalu dilakukan post test. Hasil dari pengabdian masyarakat  ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu post partum tentang gizi ibu nifas, yang sebelumnya nilai rata- rata 67 setelah diberikan penyuluhan menjadi 99. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan signifikan pada ibu nifas setelah diberikan pendidikan kesehatan.
Optimalisasi Tumbuh Kembang Bayi dengan Stimulasi melalui Pijat Bayi Cahyaningrum; Hardyani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3176

Abstract

Infancy is a golden period of growth and development, so optimal quality of growth and development is very important. Baby massage has various benefits such as increasing the frequency of breastfeeding, increasing the baby's weight, making the baby more relaxed, making sleep deeper and longer and can even increase immunity. baby's body. Furthermore, when parents massage their babies independently, at the same time the parents also provide auditory stimulation (hearing, by inviting the baby to talk while being massaged), visual stimulation (sight, by making eye contact while massaging) and so on. so that the bond between parent and baby becomes stronger. Based on this situation, we carried out community service activities about the importance of knowing baby massage and its various benefits, targeting parents who have babies aged 0-12 months. It is hoped that this activity can become a forum. in increasing parents' knowledge and skills in carrying out baby massage independently at home. After the service was carried out, all respondents or 10 (100%) answered correctly about the meaning of baby massage, the benefits of baby massage and when is the right time to do a baby massage, 10 respondents (100%) answered correctly about when massage can be done, 9 respondents (85.7%) answered correctly about contraindications for infant massage. Respondents understood baby massage techniques and began to do and practice them independently at home with video guidance on baby massage techniques provided by the community service team.   ABSTRAK                 Masa bayi adalah masa keemasan dalam pertumbuhan dan perkembangan, sehingga kualitas tumbuh kembang yang optimal sangatlah penting.. Pijat bayi memiliki berbagai manfaat seperti meningkatkan frekuensi menyusu, meningkatkan berat badan bayi, membuat bayi lebih relaks, membuat tidur lebih lelap dan lama bahkan dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Lebih jauh lagi, ketika orang tua memijat bayinya secara mandiri, pada saat yang sama orang tua juga melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak bayi bicara saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan kontak mata saat memijat) dan lain-lain, sehingga ikatan (bonding) antara orang tua dan bayi semakin erat. Berdasarkan situasi tersebut, maka kami melakukan kegiatan pengabdian masyarakat tentang pentingnya mengenal pijat bayi beserta beragam manfaatnya dengan sasaran orang tua yang memiliki bayi usia 0-12 bulan. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat menjadi wadah. dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam melakukan pijat bayi secara mandiri di rumah. Setelah di lakukan pengabdian, Seluruh responden atau  10 (100%) menjawab dengan benar tentang pengertian pijat bayi manfaat pijat bayidan  kapan waktu yang tepat untuk dilakukan pijat bayi sebanyak 10 responden (100%) menjawab dengan benar tentang kapan pemijatan dapat dilakukan, sebanyak 9 responden (85,7%) menjawab dengan benar tentang kontraindikasi dari pijat bayi. Respasponden memahami teknik pijat bayi dan mulai melakukan dan mempraktekkan secara mandiri di rumah dengan panduan video teknik pijat bayi yang diberikan tim pengabdian
Pelatihan Pembuatan Repellant Spray Batang Serai sebagai Upaya dalam Mencegah DBD (Demam Berdarah Dengue) di Dasawisma Kelurahan Srondol Wetan Mardiyanti, Devi; Willi Wahyu Timur
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3177

Abstract

Dengue virus infection caused by the bite of the Aedes Aegypti mosquito can cause dengue hemorrhagic fever (DHF) and is a deadly disease. Dengue fever is included in the extraordinary event category, with an increase of 857 cases per year. One of the main health problems in Indonesia is dengue hemorrhagic fever (DHF) which is caused by the dengue virus and carried by the Aedes aegypty mosquito. It is nothing new that using anti-mosquito products containing synthetic insecticides is people's main choice to avoid mosquito bites. This product is widely sold on the market and is used in various ways, such as burning, spraying, or applying, even if it requires electricity. The use of synthetic insecticides is associated with environmental and health hazards. As a result, it is considered important to switch to natural ingredients which are much safer. Lemongrass (Cymbopogon citratus) is a plant that has the ability to ward off mosquitoes. The aim of this service is to provide education about dengue fever, the benefits of lemongrass, and provide skills to the community to turn lemongrass into an anti-mosquito spray which is useful for preventing dengue fever and improving the economy of the surrounding community. The data collection method in this service was carried out using the pre and posttest method with a total of 41 participants. The results obtained in this service showed that there was an influence on the level of knowledge before and after the socialization, where the average respondent experienced an increase of 87.8% after being given knowledge about how to prevent dengue fever, the benefits of lemongrass, as well as training in making repellent spray as an effort to prevent dengue fever. From this collaboration, it is hoped that residents can act as an extension of their efforts to prevent the increasingly widespread prevalence of dengue fever.     ABSTRAK                 Infeksi virus dengue yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti dapat menyebabkan demam berdarah dengue (DBD) dan merupakan penyakit mematikan. Penyakit DBD masuk dalam kategori kejadian luar biasa, dengan peningkatan sebesar 857 kasus per tahun. Salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia adalah demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue dan dibawa oleh nyamuk Aedes aegypty. Bukan hal baru bahwa menggunakan produk anti nyamuk yang mengandung insektisida sintetik adalah pilihan utama masyarakat untuk menghindari gigitan nyamuk. Produk ini banyak dijual di pasar dan digunakan dengan berbagai cara, seperti dibakar, disemprot, atau dioleskan, bahkan jika memerlukan listrik. Penggunaan insektisida sintetik dikaitkan dengan bahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Akibatnya, dianggap penting untuk beralih ke bahan alami yang jauh lebih aman. Serai (Cymbopogon citratus) adalah salah satu tanaman yang memiliki kemampuan untuk menangkal nyamuk. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi tentang DBD, manfaat serai, dan memberikan keterampilan kepada masyarakat untuk mengubah serai menjadi spray anti nyamuk yang bermanfaat untuk mencegah DBD dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Metode pengambilan data dalam pengabdian ini dilakukan dengan metode pre dan postest dengan total peserta sebanyak 41 orang. Hasil yang diperoleh dalam pengabdian ini bahwa ada pengaruh pada tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukannya sosialisasi dimana rata-rata responden mengalami peningkatan sebesar 87,8% setelah diberikan pengetahuan tentang cara pencegahan DBD, manfaat serai, serta pelatihan pembuatan repellant spray sebagai upaya mencegah DBD. Dari kolaborasi ini diharapkan warga dapat sebagai perpanjangan tangan untuk mencegah prevalensi DBD yang semakin meluas.
Pendidikan Produktif, Aktif, Terampil Pada Pengasuh Panti Asuhan Manarur Mabrur dengan Pijat Bayi Bela Catur Sakti Rahayu; Diah Ayu Ningsih; Aprillia, Rika; Yeni Susanti; Sovia Puspita Anggraeni; Rini Susanti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3184

Abstract

Babies/toddlers (ages 0-5 years) are a golden and critical period because during this period there is rapid growth and development which peaks at the age of 24 months. The problems that arise in this orphanage are that some babies often have difficulty sleeping, have difficulty eating, often cry, which are factors that can influence growth and development during the golden age. Caregivers find it difficult to do baby massage due to limited knowledge. The aim of this community service is to increase caregivers' knowledge about baby massage which can overcome partners' problems, namely partners not providing a maximum role during the golden age period. This activity began with 5 PKM-PM team students and 12 caregivers using active learning methods with small group discussions. The implementation of the community service student creativity program (PKM-PM) activities carried out by us as Ngudi Waluyo University students, namely providing baby massage training to caregivers at the Manarur Mabrur Orphanage which was carried out in July-November 2023 has been carried out completely (100%) . From this activity, it was found that there was an increase in caregivers' knowledge after carrying out infant massage health education. The result of this community service activity is an increase in caregivers' knowledge after carrying out infant massage health education so that caregivers become productive, active and skilled. It is hoped that the results of this PKM-PM can become a reference for orphanage caregivers so that they can carry out baby massage consistently at the Manarul Mabrur Orphanage using the media of baby massage guidebooks and video tutorials that have been made by the team and it is hoped that partners can support this activity so that this activity can still be implemented on a scheduled basis.   ABSTRAK                 Bayi/balita (usia 0-5 tahun) merupakan periode emas sekaligus kritis karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat yang puncaknya pada usia 24 bulan. Permasalahan yang muncul pada panti asuhan ini yaitu beberapa bayi sering mengalami kesulitan tidur, susah makan, sering menangis, dimana hal ini menjadi faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada masa golden age. Para pengasuh merasa kesulitan untuk melakukan pijat bayi dikarenakan keterbatasan pengetahuan Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahun pengasuh tentang pijat bayi yang dapat mengatasi permasalahan mitra yaitu mitra kurang memberikan peran yang maksimal dalam masa golden age. Kegiatan ini diawali dengan 5 mahasiswa tim PKM-PM dan 12 pengasuh melalui metode pembelajaran active learning dengan small group discussion. Pelaksanaan kegiatan program kreativitas mahasiswa pengabdian kepada masyarakat (PKM-PM) yang dilakukan kami selaku mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo yaitu dalam memberikan pelatihan pijat bayi kepada pengasuh di Panti Asuhan Manarur Mabrur yang dilaksanakan pada bulan Juli-November 2023 sudah dilaksanakan dengan sepenuhnya (100%). Dari kegiatan tersebut didapatkan ada peningkatan pengetahuan pengasuh setelah dilakukan pendidikan kesehatan pijat bayi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan pengasuh setelah dilakukan pendidikan kesehatan pijat bayi sehingga pengasuh menjadi produktif, aktif, dan terampil. Diharapkan dari hasil PKM-PM ini bisa menjadi referensi bagi pengasuh panti supaya dapat melakukan pijat bayi secara konsisten di Panti Asuhan Manarul Mabrur dengan menggunakan media buku panduan pijat bayi dan video tutorial yang telah dibuatkan oleh tim dan diharapkan mitra dapat mendukung kegiatan tersebut sehingga kegiatan tersebut tetap dapat dilaksanakan secara terjadwal.