cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747838785
Journal Mail Official
widyaningsihari89@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Gedang Anak, Ungaran Timur 50512
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE)
ISSN : 26571161     EISSN : 2657117x     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
Redaksi menerima sumbangan tulisan yang belum pernah dimuat di media lain. Naskah diketik rapi dengan spasi rangkap pada kertas kuarto. Panjang tulisan antara 8-15 halaman. Redaksi berhak melakukan perubahan sepanjang tidak mengurangi atau merubah maksud tulisan. Tulisan yang dimuat akan dikembalikan untuk dilakukan perbaikan.
Articles 243 Documents
Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pengurangan Rasa Nyeri dan Kecemasan Saat Persalinan dengan Effleurage dan Endorphin Massage Pangesti, Christiani Bumi; Wahyu Dwi Agussafutri
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2620

Abstract

Mother giving birth who experience pain will feel anxious, especially when the opening process takes a long time and the baby is not born. The effleurage massage technique is anon pharmacological therapy that can help reduce pain. Endorphin massage is a light massage therapy that can stimulate the body to release endorphin compunds which can help relieve pain and create a feeling of comfort, so that it can overcaome anxiety during the birth process. The goal, after efforts to increase knowledge, is hoped that TM III pregnant women will be able to increase their knowledge in dealing with pain and anxiety during childbirth. Implementation method with lectures and demonstration. The media used are booklets and simulated patienst.The result of the evaluation by conducting a post test on pregnant women in the Pregnancy Class at the Gambirsari Health Center showed that an average of 90% pregnant women had good knowledge about how to reduce pain and anxiety during childbirth. Conclusion: The activity was carried out smooty and received a good response from the participants. Participants can learn about how to reduce pain an anxiety during labor by doing effleurage and endorphin massage.   ABSTRAK                 Ibu bersalin yang mengalami nyeri sebagian besar akan merasa cemas, apalagi proses pembukaan yang lama dan bayi tidak kunjung lahir. Teknik effleurage massage adalah salah satu terapi non farmakologis yang dapat membantu pengurangan rasa nyeri. Endorphin massage merupakan terapi pemijatan ringan yang dapat merangsang tubuh untuk melepaskan senyawa endorphin yang bisa membantu pereda rasa sakit dan menimbulkan rasa nyaman, sehingga dapat mengatasi rasa cemas pada saat proses persalinan. Tujuan setelah dilakukan upaya peningkatan pengetahuan diharapkan ibu hamil TM III diharapkan dapat  meningkatkan  pengetahuan dalam mengatasi nyeri dan kecemasan saat persalinan nanti. Metode pelaksanaan dengan ceramah dan demonstrasi. Media yang digunakan yaitu booklet dan pasien simulasi. Hasil evaluasi dengan melakukan post test kepada ibu hamil di Kelas Ibu Hamil Puskesmas Gambirsari menunjukkan hasil rata-rata 90% ibu hamil mempunyai pengetahuan yang baik tentang cara mengurangi rasa nyeri dan kecemasan saat persalinan nanti. Kesimpulan kegiatan terlaksana dengan lancar dan mendapatkan respon baik oleh peserta. Peserta dapat mengetahui tentang cara mengurangi rasa nyeri dan kecemasan saat persalinan dengan melakukan effluarage dan endorphin massage.
Edukasi Pencegahan Anemia dan Pemeriksaan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri di Kelurahan Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo Prabandari, Anggraeni Sih; Novita Sari, Ajeng; Fredericus Pramonodjati; Anastasia Indarwati Utomo; Pradita Yudi Saputro
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2621

Abstract

Growth spurt, lack of consumption of animal protein sources, consuming tea/coffee along with main meals and menstruation every month can be causes of anaemia in female adolescent. The incidence of anaemia in female adolescent in Sukoharjo Regency is 28.08% and it is predicted that it will continue to increase if preventive measures are not taken, one of which is by education on anaemia prevention. Therefore, hemoglobin (Hb) levels have been checked to determine the status of anaemia in female adolescent in Gedangan Village, Grogol District, Sukoharjo Regency. In addition to measuring Hb levels, education is also carried out in the form of scientific lectures and discussions. The number of participants in this activity was 23 people. Based on the results of Hb measurement, data were obtained as many as 20% suffer from anaemia and 80% are not anaemic. The knowledge level of female adolescent was increased after being educated, with the result that 82.6% had knowledge at a "good" level.   ABSTRAK                 Lonjakan pertumbuhan, kurangnya konsumsi sumber protein hewani, mengkonsumsi teh/kopi bersamaan dengan makanan utama dan menstruasi setiap bulan dapat menjadi penyebab anemia pada remaja putri. Angka kejadian anemia pada remaja putri di Kabupaten Sukoharjo sebesar 28,08% dan diperkirakan akan terus meningkat jika tidak dilakukan tindakan preventif, salah satunya dengan edukasi pencegahan anemia. Oleh karena itu, telah dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) untuk mengetahui status anemia pada remaja putri di Kelurahan Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Selain pengukuran kadar Hb, dilakukan juga edukasi dalam bentuk ceramah ilmiah dan diskusi. Jumlah partisipan dalam kegiatan ini sebanyak 23 orang. Berdasarkan hasil pengukuran Hb diperoleh data sebanyak 20% menderita anemia dan 80% tidak anemia. Tingkat pengetahuan remaja putri meningkat setelah diberikan edukasi, dengan hasil sebanyak 82,6 % memiliki pengetahuan pada tingkat “baik”.
Pembuatan Pupuk Organik Tofu Go Green dari Limbah Cair Tahu di Kelurahan Gedanganak Ungaran Timur Septi Antika; Nerischa Adisti Rahma Aulia; Kristi Ramadhani; Ryzky Dwi Mulyaningrum; Muhammad Sultan Al-Zukhruf; Sri Wahyuni
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.2623

Abstract

Environmental pollution by human activities is often found in the environment around residences that live close to industry in both the formal and informal sectors, one of which is the tofu factory. Gedanganak Village is one of the sub-districts located in West Ungaran sub-district, Semarang Regency. Gedanganak sub-district consists of several hamlets, where the residents make their living as laborers and tofu craftsmen. People who do not know how to use liquid waste from tofu factories can be overcome by providing information, education and training to process liquid waste from tofu factories into organic fertilizer to achieve food security and increase people's income in Gedanganak Village. There is a need for liquid waste processing in the tofu industry. One innovation that can be done to reduce tofu waste is by using it into Tofu Go Green products. The purpose of this empowerment is to provide empowerment regarding the use of tofu liquid waste into organic fertilizer in the Gedanganak Village Community. The methods used are education, training and demonstration The result of Community Empowerment with training in making organic fertilizer from tofu liquid waste is that the community is able to independently utilize tofu liquid waste which has not previously been utilized.   ABSTRAK                 Pencemaran lingkungan oleh aktivitas manusia kerap ditemui dilingkungan sekitar tempat tinggal yang bermukim dekat dengan industri baik sektor formal dan informal, sektor informal salah satunya adalah pabrik tahu. Kelurahan Gedanganak merupakan salah satu kelurahan yang terletak di kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Kelurahan Gedanganak terdiri dari beberapa dusun, dimana penduduknya bermata pencarian sebagai buruh dan pengrajin tahu. Masyarakat yang tidak mengetahui bagaimana pemanfaatan limbah cair pabrik tahu dapat diatasi dengan memberikan informasi,edukasi, dan pelatihan mengolah limbah cair pabrik tahu menjadi pupuk organik untuk mewujudkan ketahanan pangan dan menambah penghasilan masyarakat di Kelurahan Gedanganak. diperlukannya pengolahan limbah cair pada industi tahu tersebut, salah satu inovasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah tahu tersebut yaitu dengan memanfaatkannya menjadi produk Tofu Go Green. Tujuan dari pemberdayaan ini adalah untuk memberikan empowerment mengenai pemanfaatan limbah cair tahu menjadi pupuk organik pada Masyarakat Kelurahan Gedanganak. Metode yang digunakan adalah edukasi, pelatihan dan demonstrasi. Hasil dari Pemberdayaan Masyarakat dengan pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah cair tahu yaitu masyarakat mampu mandiri untuk memanfaatkan limbah cair tahu yang sebelumnya belum dimanfaatkan. 
Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana pada Keluarga sebagai Upaya Mengurangi Dampak Risiko berbasis Digitalisasi Sri Lestari; Yuliaji Siswanto; Kartika Dian Pertiwi
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2628

Abstract

Disaster problems in Indonesia are a special concern for the government, both central and regional. One of the areas in Semarang Regency that was affected by the disaster and has not recovered until now is Kalongan Village in East Ungaran District which was hit by a landslide in February 2022 which caused damage to the main road infrastructure connecting Ungaran-Mranggen. Even though it did not cause any casualties, this disaster had an impact on national health development from the health, resilience, environmental and socio-economic aspects. Disaster management is very important in preventing loss of life. One element of disaster management is preparedness as an action to increase life safety when a disaster occurs, especially children as the most vulnerable group. This community service activity is carried out through Disaster Preparedness Socialization to Families as an Effort to Reduce the Impact of Disaster Risk based on Digitalization. The media used in the outreach were animated videos targeting students in grades 1-3 of elementary school and disaster preparedness games for students in grades 4-5 of elementary school, a total of 132 students. Before the activity took place, students were given 10 questions as indicators of measuring knowledge before education (pretest) and after education (posttest). The results of the activity showed that there was an increase in students' knowledge in the good knowledge category as many as 61 students (46.2%). Exposure to media or sources of information, namely health promotion that is right on target, regarding disaster preparedness and emergency response with the right media can increase students' knowledge. The use of videos has been effective in increasing knowledge in the community, because in the current era videos can be played back and viewed. returned by anyone and at any time. ABSTRAK Permasalahan bencana di Indonesia menjadi salah satu perhatian khusus bagi pemerintah, baik pusat maupun daerah. Salah satu wilayah di Kabupaten Semarang yang terdampak bencana dan belum pulih hingga sekarang yaitu Desa Kalongan di Kecamatan Ungaran Timur yang terkena bencana longsor pada bulan Februari 2022 yang menyebabkan rusaknya infrastruktur jalan penghubung utama Ungaran-Mranggen. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi kejadian bencana tersebut berdampak pada pembangunan kesehatan nasional baik dari aspek kesehatan, ketahanan, lingkungan maupun sosial ekonomi. Penanggulangan bencana sangat penting dalam mencegah jatuhnya korban jiwa. Salah satu unsur penanggulangan bencana adalah kesiapsiagaan sebagai tindakan untuk meningkatkan keselamatan jiwa pada saat terjadi bencana, terutama anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana pada Keluarga sebagai Upaya Mengurangi Dampak Risiko Bencana berbasis Digitalisasi. Media yang digunakan dalam sosialisasi adalah video animasi dengan sasaran siswa kelas 1-3 SD dan games siaga bencana untuk siswa kelas 4-5 SD sejumlah 132 siswa. Sebelum kegiatan berlangsung, siswa diberikan 10 pertanyan sebagai indicator pengukuran pengetahuan sebelum edukasi (pretest) dan sesudah edukasi (posttest). Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan siswa dengan kategori pengetahuan baik sebanyak 61 siswa (46,2%). Paparan  media  atau  sumber  informasi  yaitu  promosi  kesehatan  yang  tepat sasaran,  mengenai kesiapsiagaan dan atanggap darurat bencana dengan media yang tepat dapat  membuat pengetahuan  pada siswa bertambah Penggunaan video sudah efektif dalam meningkatkan pengetahuan pada masyarakat, dikarenakan di era saat ini video bisa dibawa diputar ulang dan dilihat kembali oleh siapa saja dan kapan saja.
Optimalisasi Pemberdayaan Remaja Peduli HIV dan Napza (MAS BRIAN) Ita Puji Lestari; Dian Pertiwi, Kartika; Yuswantina, Richa
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2629

Abstract

The problem of adolescents is very complex, starting from the large number to the problem of TRIAD KRR (three risks faced by adolescents, namely Sexuality, HIV / AIDS and drugs), which is a potential that requires planned, systematic and structured management in order to be utilized as future development capital. As a transitional period, it is in this adolescent phase that our children experience significant physical and personality changes that have an impact on major emotional changes. Based on observations in the cognitive aspect, adolescents also begin to have an increase in their understanding of their world. This community service activity aims to optimize the role of adolescents in preventing drug abuse and HIV care. This activity is carried out with an extension participatory approach through counseling, education and mentoring methods for adolescents intended to increase the knowledge and role of adolescents about reproductive health and health risks faced. The activity was attended by 30 adolescents. The understanding of adolescents increased and adolescents are more motivated to live a healthy life.   ABSTRAK                 Permasalahan remaja merupakan hal yang sangat kompleks mulai dari jumlahnya yang cukup besar hingga permasalahan TRIAD KRR (tiga resiko yang dihadapi oleh remaja, yaitu Seksualitas, HIV/ AIDS dan Napza), dimana hal ini merupakan potensi yang memerlukan pengelolaan yang terencana, sistematis dan terstruktur agar dapat dimanfaatkan menjadi modal pembangunan ke depan. Sebagai masa peralihan, pada fase remaja inilah anak kita mengalami perubahan fisik dan kepribadian yang signifikan sehingga berdampak pada perubahan emosional yang besar. Berdasarkan pengamatan dalam aspek kognitif, remaja juga mulai memiliki peningkatan terhadap pemahaman mereka tentang dunianya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuruan untuk mengoptimalkan peran remaja dalam mencegah penyalahgunaan Napza dan peduli HIV. Kegiatan  ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif (extension participatory approach) melaui metode penyuluhan, edukasi dan pendampingan pada remaja dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan serta peran remaja tentang kesehatan reproduksi dan risiko kesehatan yang dihadapi. Kegiatan diikuti oleh sebanyak 30 remaja. Pemahaman remaja meningkat dan remaja lebih termotivasi untuk hidup sehat .
Pemberian Informasi Tentang Nyeri Haid dan Yoga untuk Mengurangi Nyeri Haid Primer di SMK Swadaya Temanggung Widayati; Windayanti, Hapsari; Masruroh; Cahyaningrum
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2631

Abstract

Menstruation/menstruation is the process of expelling blood from the uterus accompanied by fragments of the lining of the uterine wall in women. Dysmenorrhea is menstrual/menstrual pain in the lower abdomen caused by an increase in the hormone prostaglandin, which causes increased blood uterine contractions and vasoconstriction of blood vessels. Blood flow to the uterus increases, but oxygen is not sufficient, which ultimately causes pain. Menstrual pain can be treated either pharmacologically or non-pharmacologically. One non-pharmacological treatment is doing yoga. Women who experience diminorrhoea tend to have their activities disrupted because they experience discomfort, which will inhibit the production of endorphins. There are several young women at SMK Swadaya Temanggung who don't really know about yoga to help overcome primary menstrual pain. Therefore, the team is interested in providing counseling about yoga to reduce primary menstrual pain at SMK Swadaya Temanggung. The aim of this community service is to increase teenagers' knowledge that menstrual pain can be overcome using yoga. The stages carried out in this community service activity include five stages. In the first stage the team determined the respondents, in the second stage the team stated the time for carrying out community service activities, in the third stage the team conducted a pretest about menstrual pain, in the fourth stage the team provided counseling about menstrual pain and yoga to reduce primary menstrual pain, in the fifth stage there was an evaluation by conducting a posttest. The results obtained were that the knowledge of teenagers before the activity was carried out, namely that none of the teenagers had good knowledge, whereas after the counseling was carried out, there were 29 teenagers who had good knowledge. This shows that there is an increase in teenagers' knowledge about yoga to reduce primary hair pain.   ABSTRAK                 Menstruasi/haid merupakan proses pengeluaran darah dari uterus disertai serpihan  selaput dinding uterus pada wanita. Dismenore adalah menstruasi/haid yang mengalami nyeri di perut bagian bawah yang disebabkan oleh peningkatan  hormon prostaglandin, sehingga menyebabkan peningkatan kontraksi uterus dan vasokonstriksi pembuluh darah. Darah yang menuju uterus mengalami peningkatan, tetapi kecukupan oksigen tidak terpenuhi yang akhirnya menyebabkan nyeri. Nyeri haid dapat ditangani baik secara farmakologi ataupun non farmakologi. Salah satu pengobatan non farmakologi yaitu dengan melakukan yoga. Perempuan yang mengalami disminore cenderung aktivitasnya akan terganggu karena mengalami ketidaknyamanan, sehingga akan menghambat produksi hormon endorphin. Remaja putri di SMK Swadaya Temanggung ini ada beberapa siswi yang belum mengetahui dengan benar terkait yoga untuk membantu mengatasi nyeri haid primer. Oleh karena itu, tim tertarik untuk memberikan pemyuluhan tentang yoga untuk mengurasi nyeri haid primer di SMK Swadaya Temanggung. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja bahwa nyeri haid dapat diatasi dengan menggunakan yoga. Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian Masyarakat ini meliputi lima tahapan. Tahap satu tim menentukan respondennya, tahap kedua tim menentuka waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, tahap ketiga tim melakukan pretest tentang nyeri haid, tahap keempat tim memberikan penyuluhan tentang nyeri haid dan yoga untuk mengurangi nyeri haid primer, tahap kelima yaitu evaluasi dengan melakukan posttest. Hasil yang didapatkan bahwa pengetahuan remaja sebelum dilakukan kegiatan yaitu pengetahuan remaja tidak ada yang berpengatuan baik sedangkan setelah dilakukan penyuluhan, remaja yang berpengatahuan baik sejumlah 29 responden. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan remaja tentang yoga untuk mengurangi nyeri haid primer.
Peningkatan Kualitas Hidup Melalui Pelatihan Pengelolaan Limbah Padat Tekstil Pada Karang Taruna Desa Sekebrok dalam Mewujudkan Smart People and Economy Nisa Devi Apriliana; Dinda Puspita Ajeng Surya Ardhana; Anisya Maharani Wahyuansori; Nirmala Dewi Larasati; Ferdias Arkhan Setya; LESTARI, SRI
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2632

Abstract

The increasing industrial sector in Semarang Regency not only has a positive impact on job creation but can also have a negative impact on environmental conditions. The impact of the textile industry sector causes environmental pollution from liquid waste, gas waste and solid waste from the production process, which can lead to an increase in textile solid waste. Beji Sekebrok Village is one of the areas in Semarang Regency that is close to the textile industry. In the area there are still many textile waste storage warehouses in the form of rags that have not been processed properly. This is due to the low knowledge of the community, especially teenagers, in managing textile solid waste that has the potential to pollute the environment. The community service team carried out activities in Beji Village targeting teenagers who are members of the AKRAB Youth Organization. Activities are carried out through education, counseling, socialization and training related to solid waste management and the use of digital marketing. The results of educational and counseling activities obtained an increase in knowledge of adolescents in the good category by 23.34% about textile solid waste management and an increase in knowledge by 13.34% about the use of digital marketing. This activity was attended by 30 teenagers who collaborated with the local community to produce handicraft products with economic value. Products produced by teenagers in this activity include totebags, sling bags, schruncie, clothes, placemats, headbands, pillowcases, pencil cases, back drawstring bags, pouch bags, and coasters.   ABSTRAK                 Meningkatnya sektor industri yang ada di kabupaten Semarang selain memberikan dampak positif dalam membuka lapangan pekerjaan juga dapat berdampak buruk terhadap kondisi lingkungan. Dampak dari adanya sektor industri tekstil menimbulkan pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah cair, limbah gas dan limbah padat dari proses produksi. dapat menyebabkan peningkatan limbah padat tekstil. Desa Beji Sekebrok merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Semarang yang berdekatan dengan industri tekstil. Di wilayah tersebut masih banyak ditemukan gudang penyimpanan limbah tekstil berupa kain perca yang belum diolah dengan baik. Hal tersebut disebabkan karena rendahnya pengetahuan masyarakat khususnya remaja dalam pengelolaan limbah padat tekstil yang berpotensi mencemari lingkungan. Tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan kegiatan di Desa Beji dengan sasaran para remaja yang menjadi anggota Karang Taruna AKRAB. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi, penyuluhan, sosialisasi dan pelatihan terkait pengelolaan limbah padat dan pemanfaatan digital marketing. Hasil dari kegiatan edukasi dan penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan remaja dengan kategori baik sebesar 23,34% tentang pengelolaan limbah padat tekstil dan peningkatan pengetahuan sebesar 13,34% tentang pemanfaatan digital marketing. Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 remaja yang berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk menghasilkan produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomis. Produk yang dihasilkan remaja dalam kegiatan ini antara lain totebag, tas selempang, schruncie, baju, tatakan piring, bando, sarung bantal, tempat pensil, tas serut punggung, pouch bag, dan tatakan gelas.
Upaya Pemberdayaan Keluarga Melalui Family Centered Maternity Care Tentang Kesehatan Reproduksi pada Remaja di SMP Muhammadiyah 8 Surakarta Desy Widyastutik; Retno Wulandari; Megayana Yessy Maretta; Deny Eka Widyastuti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2636

Abstract

During adolescence, dynamic development occurs in an individual’s life, characterized by accelerated physical, emotional and social growth. The physical changes that occur include the process of maturation of the reproductive organs, as well as psychological changes. This results in changes in attitude and behavior, such as starting to pay attention to one’s appearance, starting to be attracted to the opposite sex, trying to attract attention and feelings of love arise which will then give rise to sexual urges. Because during adolescence they tend to have a high sexual level due to the maturation of sexual hormones and reproductive organs. During adolescence, the reproductive organs are vulnerable to infections of the reproductive tract, pregnancy and drug use. SMP Muhammadiyah 8 Surakarta can increase knowledge of adolescent reproductive health through Postnatal Family Centered Maternity Care (FCMC) education regarding reproductive health. Community service is carried out using lecture and answer questions methods   ABSTRAK Pada masa remaja terjadi perkembangan yang dinamis dalam kehidupan individu yang ditandai dengan percepatan pertumbuhan fisik, emosional, dan social. Perubahan fisik yang terjadi di antaranya timbul proses pematangan organ reproduksi selainitu juga sudah terjadi perubahan psikologi. Hal ini mengakibatkan perubahan sikap dan tingkah laku seperti mulai memperhatikan penampilan diri, mulai tertarik dengan lawan jenis, berusaha menarik perhatian dan muncul perasaan cinta yang kemudian akan timbul dorongan seksual. Karena pada masa remaja cenderung memiliki tingkat seksual yang tinggi sehubungan dengan mulai matangnya hormone seksual dan organ-organ reproduksi. Saat usia remaja di mana organ reproduksi rentan terhadap infeksi pada saluran reproduksi, kehamilan, dan penggunaan obat-obatan. SMP Muhammadiyah 8 Surakarta tersebut dapat meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja Melalui Edukasi Postnatal Family Centered Maternity Care (FCMC) Tentang kesehatan reproduksi, Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode ceramah dan janya jawab.
Upaya Peningkatan Peran Keluarga dalam Mencegah Pernikahan Usia Dini Widyawati, Sigit Ambar; Sri Wahyuni; Ita Puji Lestari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2642

Abstract

The phenomenon of early marriage is part of a social phenomenon that must be taken seriously because it greatly influences the lives of teenagers entering adulthood. Child marriage causes early pregnancy and childbirth, which is associated with high mortality rates and abnormal conditions for the mother because the girl's body is not yet fully mature for childbirth. The problem with partners is that so far there has never been any counseling regarding the role of the family in preventing early marriage. Marriages are generally carried out by adults regardless of profession, ethnicity, rich or poor, and so on. Child marriage causes early pregnancy and childbirth, which is associated with high mortality rates and abnormal conditions for the mother because the girl's body is not yet fully mature for childbirth.As a result of the service activities, the participants have knowledge of what early marriage is, the laws governing early marriage. Apart from that, they also know the factors that make teenagers vulnerable to early marriage, the impact of early marriage in adolescence, and the efforts that can be made to prevent early marriage. Health education provides and increases knowledge which can then influence attitudes and behavior to maintain and improve public health. Suggestions for the next service activity are to invite a larger number of participants and involve community leaders in the activity, considering that the role of community leaders is very large in the occurrence of early marriage. The mother's knowledge and understanding increased after carrying out this community service activity. Increasing knowledge through a participatory approach (extension participatory approach) through counseling methods, education about preventing early marriage. This method is proven to increase mothers' knowledge and understanding.   ABSTRAK                 Fenomena pernikahan dini merupakan bagian dari fenomena sosial yang harus disikapi secara serius karena sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak remaja yang memasuki umur dewasa. Perkawinan usia anak menyebabkan kehamilan dan persalinan dini, yang berhubungan dengan angka kematian yang tinggi dan keadaan tidak normal bagi ibu karena tubuh anak perempuan belum sepenuhnya matang untuk melahirkan. Permasalahan mitra adalah selama ini belum pernah dilakukan penyuluhan terkait peran keluarga dalam mencegah terjadinya pernikahan dini. Perkawinan pada umumnya dilakukan oleh orang dewasa dengan tidak memandang profesi, suku bangsa, kaya atau miskin, dan sebagainya. Perkawinan usia anak menyebabkan kehamilan dan persalinan dini, yang berhubungan dengan angka kematian yang tinggi dan keadaan tidak normal bagi ibu karena tubuh anak perempuan belum sepenuhnya matang untuk melahirkan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian, para peserta memiliki pengetahuan apa itu pernikahan dini, undang-undang yang mengatur pernikahan dini. Selain itu, mereka juga mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan remaja rentan untuk melakukan pernikahan dini, dampak dari pernikahan dini di usia remaja, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah pernikahan dini. Penyuluhan kesehatan memberikan dan meningkatkan pengetahuan yang selanjutnya dapat mempengaruhi sikap dan perilaku memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Saran untuk kegiatan pengabdian berikutnya adalah jumlah peserta yang diundang lebih banyak lagi dan melibatkan tokoh masyarakat dalam kegiatan tersebut, mengingat peran tokoh masyarakat sangat besar terhadap tejadinya pernikahan dini. Pengetahuan dan pemahaman ibu meningkat setelah dilaksanakana kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Peningkatan pengetahuam melalui metode pendekatan partisipatif (extension participatory approach) melalui metode penyuluhan, edukasi tentang pencegahan pernikahan dini. Metode ini terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu.
Edukasi Tentang Minum Jahe untuk Mengatasi Nyeri Menstrusi Remaja Putri Rini Susanti; Sari, Kartika; Jatmiko Susilo
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2644

Abstract

Menstrual pain is painful in nature, felt in the lower abdomen, down to the waist and thighs, can be accompanied by nausea and even vomiting, and even headaches (Haryono, 2016). Dysmenorrhea is menstrual cramps or menstrual pain that occurs mainly in the lower abdomen, but can spread to the lower back, waist, pelvis, upper thighs and calves (Sinaga, 2017). Dysmenorrhea is a disorder of the menstrual cycle characterized by pain (Made, 2014). The incidence of dysmenorrhea in adolescents in Asia is 74.5%. In Hispanic adolescent girls, the prevalence of dysmenorrhea is 85%, while the incidence rate in Indonesia is 55% (Setyowati, 2018).Non-pharmacological treatment of menstrual pain that can be used as an alternative choice in the treatment of primary dimenorrhea is: warm compresses, exercise, diet management, cutaneous massage, heat therapy, relaxation and herbs. (Setyowati, 2018).The rhizome of ginger, Zingiber officinale R. has traditionally been used to reduce inflammatory symptoms. Treatment of primary dysmenorrhea in female students with ginger for 5 days has a significant effect on reducing the intensity and duration of pain (Rahnama et al, 2012), and research by Chen et al, (2016) shows that oral ginger can be an effective treatment for menstrual pain. The findings of Lakhan et al, (2015) show that Zingiberaceae extract is a clinically effective hypoalgesic agent and shows a better safety profile than non-steroidal anti-inflammatory drugs. Various benefits of consuming ginger regularly: relieve menstrual pain, lower glucose and cholesterol, strengthen the immune system, ward off bacterial and viral infections, the gingerol content in ginger is believed to inhibit bacterial infections. such as shigella, E.coli, etc., relieve muscle pain, and overcome digestive problems.   ABSTRAK                 Nyeri menstruasi sifatnya nyeri, terasa di bagian perut bagian bawah, sampai  ke pinggang dan paha, bisa disertai mual bahkan muntah, bahkan sampai dengan nyeri kepala (Haryono, 2016). Dismenorea adalah kram menstruasi atau nyeri menstruasi yang terjadi terutama pada perut bagian bawah, tetapi dapat menyebar hingga ke punggung bagian bawah, pinggang, panggul, paha atas, hingga betis ( Sinaga, 2017). Dismenorea adalah gangguan pada siklus menstruasi yang ditandai dengan nyeri (Made, 2014) Angka kejadian dismenorea pada remaja di Asia adalah 74.5%. Pada remaja putri hispanic prevalensi dismenore sebesar 85%, sedangkan angka kejadian di Indonesia alah 55% (Setyowati, 2018).Penanganan nyeri menstruasi secara non farmakologis yang dapat digunakan sebagai alternatif pilihan dalam pengobatan dimenore primer adalah: kompres hangat, olahraga, pengaturan diet, masase kutaneus,  terapi panas,  relaksasi dan herbal. (Setyowati, 2018).  Rimpang jahe, Zingiber officinale R. secara tradisional telah digunakan untuk mengurangi gejala inflamasi. Pengobatan dismenore primer pada mahasiswi dengan mengkonsumsi jahe kemasan serbuk yang diseduh dengan air panas dan dikonsumsi sehari 1 kali pagi dan sore selama 5 hari berpengaruh signifikan terhadap penurunan intensitas dan durasi nyeri (Rahnama et al, 2012), dan  Penelitian Chen et al, (2016) bahwa jahe oral dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk nyeri menstruasi. Temuan Lakhan et al, (2015) menunjukkan bahwa ekstrak Zingiberaceae  merupakan agen hipoalgesik yang efektif secara klinis dan menunjukkan profil keamanan yang lebih baik daripada obat antiinflamasi nonsteroid. Berbagai manfaat mengkonsumsi jahe secara rutin : meredakan nyeri haid, menurunkan glukosa dan kolesterol, memperkuat sistem imun, menangkal infeksi bakteri dan virus, kandungan gingerol dalam jahe dipercaya bisa menghambat infeksi bakteri. seperti shigella, E.coli, dan lain-lain, meredakan sakit otot, dan mengatasi masalah pencernaan salah.