cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747838785
Journal Mail Official
widyaningsihari89@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Gedang Anak, Ungaran Timur 50512
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE)
ISSN : 26571161     EISSN : 2657117x     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
Redaksi menerima sumbangan tulisan yang belum pernah dimuat di media lain. Naskah diketik rapi dengan spasi rangkap pada kertas kuarto. Panjang tulisan antara 8-15 halaman. Redaksi berhak melakukan perubahan sepanjang tidak mengurangi atau merubah maksud tulisan. Tulisan yang dimuat akan dikembalikan untuk dilakukan perbaikan.
Articles 243 Documents
Edukasi dan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah Putri, Risma Aliviani; Ida Sofiyanti; Isfaizah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2678

Abstract

The behavior of clean and healthy life (PHBS) is a health effort carried out because of personal awareness so that families and all members are able to help themselves in the health sector and have an active role in health activities. The importance of PHBS knowledge at school is a must for children, because they almost every day carry out activities at school.  So that with the education and implementation of PHBS in schools, they can know, train and apply a healthy lifestyle to create a clean and healthy environment, improve the teaching and learning process and students, teachers to the school environment community become healthy. The implementation of the activity was carried out at SDN Sumurrejo 01 Semarang City.  The method used is counseling which begins with opening, perception, provision of material, evaluation and conclusion. Data collection instruments are in the form of questionnaires while the media used are visual media. Children's knowledge after being given PHBS education increased from 43.24% to 68.92% with good knowledge, while knowledge was less than 28.38% to 5.40%. The correct application of PHBS in CTPS 86.49%, most children consume nutritious food 83.78%, dispose of garbage according to its correct place 90.54 and 100% of children take deworming regularly. Children’s knowledge about PHBS has increased after education and most children implement PHBS in school well.   ABSTRAK                 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya kesehatan yang dilakukan karena adanya kesadaran pribadi agar keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan kesehatan. Pentingnya pengetahuan PHBS di sekolah merupakan suatu keharusan bagi anak, karena mereka hampir setiap hari melakukan aktivitas di sekolah.  Sehingga dengan adanya edukasi dan implementasi PHBS di sekolah, mereka dapat mengetahui, melatih dan menerapkan pola hidup sehat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, meningkatkan proses belajar mengajar dan peserta didik, guru hingga masyarakat lingkungan sekolah menjadi sehat. Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di SDN Sumurrejo 01 Kota Semarang.  Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang di awali dengan pembukaan, apersepsi, pemberian materi, evaluasi dan kesimpulan. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner sedangkan media yang digunakan adalah  media visual. Pengetahuan anak sesudah  diberikan edukasi PHBS mengalami peningkatan dari 43,24% menjadi 68,92 % berpengatuan baik, sedangkan pengetahuan kurang dari 28,38% menjadi 5,40%. Penerapan PHBS pada Cuci tangan pakai sabun CTPS yang benar 86,49%, sebagian besar anak mengkonsumsi makanan bergizi 83,78%, membuang sampah sesuai tempatnya yang benar 90,54 dan 100% anak minum obat cacing secara berkala. Pengetahuan anak mengenai PHBS mengalami peningkatan setelah dilakukan edukasi dan anak-anak sebagian besar menerapkan PHBS di sekolah dengan baik.
Pemanfaatan Daun Pecut Kuda (Stachytarpheta Jamaicensis L.) sebagai Teh Herbal Antidiabetes dan Antihiperlipidemia T, Refika Nadha; Septiana Rohama Ria Hikmawati; Luluk Nur Hidayah; Nur Rahmadani; Luk Lu’ul Khumaeroh; Erwiyani, Agitya Resti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2684

Abstract

ABSTRACT The Horse Whip Plant (Stachytarpheta jamaicensis L.) is one of the plants that needs to be developed. Horsewhip leaves (Stachytarpheta jamaicensis L.) have various types of secondary metabolites such as tannins, saponins, terpenoids, flavonoids, phenols, alkaloids, steroids and glycosides. The active compounds of the Horsewhip plant (Stachytarpheta jamaicensis L.) have antibacterial, antifungal, antidyslipidemic, antioxidant, anti-inflammatory, antidiarrheal, antihypersensitive and hepatoprotective activity. The horsewhip plant is a plant that grows wild anywhere and does not require special care and is easy to find, but its abundant health benefits for the people of Dsn are not yet known. Gedanganak Ds. Mijen District. West Ungaran to be processed into herbal tea. The target of this activity is people aged 30 years to seniors. The activity method is carried out by delivering education or material presented by the service team as well as discussions and questions and answers at the final session. The activity took place at the village hall of Mijen village which was attended by 15 people. The result of the outreach activities provided by the service team is that the public knows about the horsewhip plant (Stachytarpheta jamaicensis L.) and how to process it into herbal tea which can be used as a business opportunity. This is shown when residents can provide good and appropriate responses to discussion activities and questions and answers after being given socialization.   ABSTRAK                 Tanaman Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis L.) merupakan salah satu tanaman yang perlu dikembangkan karena memiliki khasiat bagi kesehatan. Daun pecut kuda mengandung metabolit sekunder seperti tanin, saponin, terpenoid, flavonoid, fenol, alkaloid, steroid dan glikosida yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antifungi, antidislipidemia, antioksidan dan antidiabetes. Tanaman pecut kuda merupakan tanaman yang tumbuh liar di manapun dan tanpa memerlukan perawatan khusus serta mudah ditemukan. Banyaknya tanaman pecut kuda di sekitar Dusun Gedanganak Desa Mijen Kecamatan Ungaran Barat yang tumbuh liar tetapi selama ini belum diolah dan dimanfaatkan dengan baik. Sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat berusia 30 tahun hingga lanjut usia. Metode kegiatan dilakukan dengan pemberian edukasi tentang pemanfaatan daun pecut kuda dan pengolahan dalam bentuk teh herbal serta diskusi dan tanya jawab pada sesi akhir. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Mijen yang dihadiri 15 orang. Hasil dari kegiatan sosialisasi yang diberikan oleh tim pengabdi yaitu masyarakat mengetahui pemanfaatan tanaman pecut kuda dan cara pengolahannya menjadi teh herbal yang dapat meningkatkan nilai ekonomi produk. Sosialisasi yang diberikan tentang pemanfaatan tanaman pecut kuda dan cara pembuatan teh herbal diterima baik oleh peserta terlihat dari peserta antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Perlu adanya pemanfaatan tanaman pecut kuda menjadi salah satu TOGA (Tanaman Obat Keluarga yang bermanfaat bagi kesehatan. Pembuatan dalam bentuk the herbal merupakan inovasi dalam meningkatkan nilai ekonomi tanaman pecut kuda.
Bimbingan Teknis Penelitian : Peningkatan Pelayanan Kesehatan Berbasis Riset di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan (RSPAW) Mulyasari, Indri; Faridah Aini; Sugeng Maryanto; Puji Afiatna; Esti Rahayu; Muhamad Aziz Anwar
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2691

Abstract

The Minister of Health Policy No. HK.01.07/Menkes/1458/2023 about clinical research management in hospital stated that every hospital need to build their own clinical research unit. RSPAW already has research unit but they are still lacking in research program and can not fulfill the target of this year. Health workers in RSPAW rarely participated in research activity. Based on interview, the target  in 2023 was not achieved yet by September. Research activity in RSPAW was done randomly, was not well documented, and unpublished. This course was about research activity in hospital. This course was held to increase the interest and skill of the health workers in RSPAW to fulfill the work target.  Furthermore, health services in hospital were expected based on research result. The monitoring results of the course are six proposal scripts are submitted to get funding from the hospital research unit and two articles have been published. This course can increase awareness and interest of health workers in the hospital to conduct research activity.   ABSTRAK                 Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/1458/2023 tentang penyelenggaraan penelitian klinik di rumah sakit perlu dibentuk unit penelitian klinik di rumah sakit. RSPAW telah memiliki unit penelitian, namun kegiatan penelitian masih minim dan target rencana strategis rumah sakit belum tercapai. Praktisi di RSPAW masih jarang terpapar mengenai kegiatan penelitian. Berdasarkan hasil wawancara, target publikasi penelitian tahun 2023 di RSPAW belum tercapai hingga bulan September. Kegiatan penelitian di RSPAW sifatnya masih acak dan belum terdokumentasi dengan baik serta tidka dipublikasikan. Kegiatan bimbingan teknis mengenai pelaksanaan penelitian di rumah sakit dilaksanakan untuk meningkatkan minat dan keterampilan tenaga kesehatan di RSPAW dan membantu mencapai target kinerja. Selain itu, hasil riset diharapkan dapat menjadi dasar pelayanan kesehatan rumah sakit. Pada kegiatan tindak lanjut, telah terdapat enam naskah proposal penelitian yang disusun untuk diajukan dalam mendapatkan pendanaan rumah sakit dan dua artikel penelitian telah terbit. Kegiatan bimbingan teknis penelitian dapat meningkatkan minat tenaga kesehatan di rumah sakit untuk melaksanakan penelitian.
Pelatihan Kader dengan Metode Ceramah, Demonstrasi dan Simulasi terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Lansia di Wilayah RW V Kelurahan Pudakpayung, Banyumanik Semarang Afiatna, Puji; Sugeng Maryanto; Umi Setyoningrum
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2693

Abstract

As humans age, they experience an aging process that is characterized by an increasing number of metabolic and structural disorders, often referred to as “degenerative diseases”. Two of them are hypertension and diabetes mellitus (DM). The elderly need special attention in the form of good health services. Health services can be in the form of health education, namely education on nutritional management of DM and hypertension, followed by elderly gymnastics. Elderly Posyandu cadres are an extension of Puskesmas officers in providing health information to the elderly. Based on observations, the cadres of Ngudi Waras Elderly Posyandu RW V Pudakpayung Village, Banyumanik Semarang still lack knowledge and skills in providing education on the management of DM and hypertension to the elderly. Training activities with lecture methods on the management of DM and hypertension, demonstrations and simulations of providing education in the form of nutrition counseling and exercise were conducted to overcome these problems. The activity was conducted on 6 cadres. The Wilcoxon t-test showed that the cadres’ knowledge increased after the training with a p value of <0.05. The skills of cadres can be seen by their enthusiasm in participating in activities and practicing the given material. Lecture, demonstration, and simulation methods were proven to improve cadres’ knowledge and skills in the management of DM and hypertension   ABSTRAK                 Seiring bertambahnya usia, manusia mengalami proses penuaan yang ditandai dengan semakin banyaknya kelainan metabolisme dan struktur yang sering disebut dengan “penyakit degeneratif”. Dua di antaranya adalah hipertensi dan diabetes melitus (DM). Lansia memerlukan perhatian khusus berupa pelayanan kesehatan yang baik. Pelayanan kesehatan dapat berupa pendidikan kesehatan yaitu pendidikan penatalaksanaan gizi pada DM dan hipertensi yang dilanjutkan dengan senam lansia. Kader Posyandu Lanjut Usia merupakan perpanjangan tangan petugas Puskesmas dalam memberikan informasi kesehatan kepada lansia. Berdasarkan observasi, kader Posyandu Lansia Ngudi Waras RW V Desa Pudakpayung Banyumanik Semarang masih kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan edukasi pengelolaan DM dan hipertensi pada lansia. Kegiatan pelatihan dengan metode ceramah tentang penatalaksanaan DM dan hipertensi, demonstrasi dan simulasi pemberian edukasi berupa penyuluhan gizi dan senam dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan tersebut dilakukan terhadap 6 orang kader. Uji t Wilcoxon menunjukkan pengetahuan kader meningkat setelah diberikan pelatihan dengan nilai p<0,05. Keterampilan kader terlihat dari antusiasmenya dalam mengikuti kegiatan dan mempraktikkan materi yang diberikan. Metode ceramah, demonstrasi, dan simulasi terbukti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam penatalaksanaan DM dan hipertensi
Workshop Pembibitan dan Pembuatan Produk Herbal Jahe Merah, Kunyit dan Temulawak di Desa Sumogawe Istina Dwi Setiyaningrum; Pujiastuti, Anasthasia; Avida Noor Hidayah; Monica Dyas Meilita
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2706

Abstract

Sumogawe Village has a lot of unused land that has not been used for farming. Residents of Sumogawe Village use their yard to Medicinal Plants (TOGA). Utilization of TOGA has not been carried out optimally and the large number of unused land is the main problem in Sumogawe Village. These conditions are the background for implementing community service in Sumogawe Village. The implementation of the service was carried out offline targeting the Millennial Farmers Group (KTM) and the Women Farmers Group (KWT) of Sumogawe Village. The service activity consists of 2 activities, the first is counseling about the breeding and planting of TOGA plants consisting of red ginger (Zingiber officinale var. rubrum), turmeric (Curcuma domestica Val.) and ginger (Curcuma xanthorrhiza Roxb). In this activity, the implementing team collaborated with the Getasan Agricultural Extension Center (BPP). The second activity was a workshop on making herbal products made from red ginger, turmeric and ginger combined with fresh cow's milk from the livestock of Sumogawe Village residents. The output resulting from community service activities is a 500 m2 demonstration plot planted with red ginger, turmeric and ginger with a total of 60 kg of seeds. Another output is increasing the knowledge and skills of the Sumogawe Village community by 96% regarding the use of TOGA plants into herbal products of instant red ginger powder, instant turmeric powder and ginger gummy candy.   ABSTRAK                 Desa Sumogawe memiliki banyak lahan tidur yang belum dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Warga Desa Sumogawe memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Pemanfaatan TOGA belum dilakukan secara maksimal serta banyaknya lahan tidur menjadi masalah utama di Desa Sumogawe. Kondisi tersebut menjadi latar belakang pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sumogawe. Pelaksanaan pengabdian dilakukan secara offline dengan sasaran Kelompok Tani Milenial (KTM) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sumogawe. Kegiatan pengabdian terdiri dari 2 kegiatan, yang pertama penyuluhan tentang pembibitan dan penanaman tanaman TOGA yang terdiri dari jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum), kunyit (Curcuma domestica Val.) dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb). Pada kegiatan ini tim pelaksana bekerja sama dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Getasan. Kegiatan yang kedua yaitu workshop pembuatan produk herbal berbahan dasar jahe merah, kunyit dan temulawak yang dikombinasi dengan susu sapi segar hasil ternak warga Desa Sumogawe. Output yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu adanya lahan percontohan seluas 500 m2 yang ditanami jahe merah, kunyit dan temulawak dengan total bibit 60 kg. Output yang lain yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Sumogawe sebesar 96% tentang pemanfaatan tanaman TOGA menjadi produk herbal serbuk instan jahe merah, serbuk instan kunyit dan gummy candy temulawak.
Pencegahan Resistensi Antibiotik Kolaborasi dengan Siswa Kesehatan di Kabupaten Semarang Dyahariesti, Niken; Richa Yuswantina
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2714

Abstract

The resistance to antibiotics poses a serious problem, especially due to their misuse in society, which is a major contributor to antibiotic resistance. As antibiotic resistance escalates, the discovery of new drugs to combat resistant bacteria must increase as well. However, the rate of newdrug discovery does not directly correlate with the surge in antibiotic resistance. Given the significance of this issue, immediate measures to combat antibiotic resistance by engaging the community, especially those competent in the healthcare field, are crucial. Collaboration with health students is expected to enhance public trust and adherence to proper antibiotic use. Health students from SMK Islam Sudirman in Semarang Regency and SMK Tunas Bangsa in Semarang Regency, totaling 70 students, have joined forces. The success indicator for this program lies in the increased understanding of antibiotic resistance among students, demonstrated by a noticeable improvement in pre-test and post-test scores. The enthusiasm of health students regarding antibiotics is evident in the multitude of questions they ask. These questions often relate to occurrences in their surroundings, indicating their concern for antibiotic resistance in their environment. This collaboration aims for students to serve as an extension in preventing the widespread issue of antibiotic resistance.   ABSTRAK                 Resistensi merupakan masalah yang serius terutama untuk penggunaan antibiotik. Penggunaan yang salah  dimasyarakat merupakan pemicu utama dalam kejadian resistensi antibiotik. Semakin meningkatnya resistensi antibiotik, maka harus diimbangi juga penemuan obat baru untuk bakteri yang mengalami resistensi, tetapi dalam rangka penemuan obat baru tidak  berbanding lurus dengan pelonjakan resistensi antibiotik. Pentingnya masalah ini maka harus segera diadakan tindakan penanggulangan resistensi antibiotik dengan merangkul masyarakat khususnya yang kompeten di bidang kesehatan. Kolaborasi dengan siswa kesehatan, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk lebih patuh dalam menggunakan antibiotik. Siswa kesehatan yang berkolaborasi adalah SMK Islam Sudirman Kabupaten Semarang dan SMK Tunas Bangsa Kabupaten Semarang dengan jumlah 70 siswa. Indikator keberhasilan program ini adalah tingkat pemahaman siswa terkait resistensi antibiotik meningkat, hal ini ditunjukkan dengan nilai pretest dan postes yang mengalami  peningkatan. Antusias siswa kesehatan  terkait antibiotik sangat terlihat dengan banyaknya pertanyaan  yang ditanyakan. Pertanyaan yang ditanyakan merupakan kejadian yang terjadi disekitar mereka, hal ini menandakan bahwa mereka peduli dengan lingkungan sekitar mereka terkait resistensi antibiotik. Dari hasil kolaborasi ini diharapkan para siswa dapat sebagai perpanjangan tangan untuk mencegah resistensi antibiotik  semakin luas.  
Pelatihan Massage Kebugaran, Kesehatan, dan Kecantikan untuk Menciptakan Peluang Kerja pada Ibu-Ibu Pkk di Desa Pringsari Nilawati, Ika; Wahyu Kristiningrum; Risma Aliviani Putri
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.2720

Abstract

Massage is a natural science of society that is developing rapidly, this is a result of the enormous benefits of massage itself on human physical and psychological well-being. Massage is a form of body care using both hands on the palms and fingers. Massage in Indonesia is better known as massage which was originally intended as body therapy which eventually developed to achieve greater body beauty. Massage can provide benefits in the form of relaxation, reducing pain, repairing body organs, and maintaining fitness. The aim of this community service activity is to provide knowledge and competence to Pringsari Village PKK women regarding massage, fitness, health and beauty to improve and create new job opportunities. The target to be achieved in this community service is increasing knowledge, competence and creating new job opportunities for PKK women in Pringsari Village. The method for this activity is in the form of training for PKK women in Pringsari Village by providing theoretical material, basic knowledge and direct practice. This Community Service Method involves presenting material, questions and answers, discussions. Training is carried out twice in theory and practice, this is done so that participants do not just understand the theory. Based on the results of community service activities, data was obtained with a good percentage of 56.52%, fair 17.39%, poor 73.91%. The conclusion of this service activity was that PKK mothers in Pringsari village experienced increased knowledge and additional soft skills regarding massage, fitness, health and beauty.   ABSTRAK                 Massage merupakan suatu ilmu alami masyarakat yang berkembang dengan pesat, hal itu merupakan akibat dari manfaat massage itu sendiri yang begitu besar terhadap fisik dan psikologis manusia. Massage adalah salah satu perawatan tubuh dengan menggunakan kedua tangan pada bagian telapak tangan maupun jari-jari tangan. Massage di Indonesia lebih dikenal dengan pijat yang pada awalnya bertujuan sebagai theurapetic tubuh yang akhirnya berkembang untuk lebih mencapai kecantikan tubuh. Dengan massage dapat memberikan manfaat berupa relaksasi, mengurangi nyeri, memperbaiki organ tubuh, dan memelihara kebugaran. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan, kompetensi ibu-ibu PKK Desa Pringsari tentang massage kebugaran, kesehatan, kecantikan untuk meningkatan dan menciptakan peluang kerja baru. Target yang ingin dicapai dalam pengabdian kepada masyarkat ini adalah meningkatan pengetahuan, kompetensi, dan menciptakan peluang kerja baru bagi ibu-ibu PKK Desa Pringsari. Metode dalam kegiatan ini berupa pelatihan kepada ibu-ibu PKK Desa Pringsari dengan cara memberikan materi teori, pengetahuan dasar, dan praktek secara langsung. Metode Pengabdian kepada Masyarakat ini dengan pemaparan materi, tanya jawab, diskusi, Pelatihan dilaksanakan sebanyak 2 kali secara teori dan praktek, hal ini dilakukan agar peserta tidak hanya sekedar memahami teorinya saja. Berdasarkan hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat diperoleh data dengan persentase baik 56,52%, cukup 17,39%, kurang 73,91%. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada bahwa ibu-ibu PKK di desa Pringsari mengalami peningkatan pengetahuan dan penambahan kemampuan soft skill tentang massage kebugaran, Kesehatan, dan kecantikan. 
Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Melalui Peningkatan Pemahaman Intervensi Pencegahan Depresi Wulansari; Fiktina Vifri Ismiriyam; Mukhamad Mustain
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3080

Abstract

Understanding of depression prevention intervention is one of the efforts that can be done as an effort to prevent depression. Understanding Depression prevention interventions can be applied to the elderly. By understanding depression prevention interventions, the elderly able to make their own efforts to prevent depression. There, the elderly a group that is very vulnerable to experiencing depression. To be able to implement the intervention well, understanding is needed from education, knowledge and training on the intervention. The ultimate goal of understanding interventions to prevent depression in the elderly is to prevent depression so as to achieve a good quality of life. Actions are carried out through stages from counseling to training by paying attention to the stages of knowledge and skills transfer The results of this activity from a total of 64 elderly participants, at the end of the session or evaluation stage the level of knowledge was found to be sufficient knowledge at 17 (26.6%) and good at 47 (73.4%). At the level of quality of life in the value range 3-4. Where 3 was 30 (46.9%), and 4 was 34 (53.1%). Conclusion, this activity was successfully carried out and its objectives were achieved. Suggestions that can be made for activities with the elderly are to involve younger families or close family members. This is related to the elderly's cognitive abilities which can decline and also the family as a support system.   ABSTRAK Pemahaman Intervensi pencegahan depresi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan sebagai Upaya untuk mencegah terjadinya depresi. Pemahaman Intervensi pencegahan depresi dapat diterapkan pada lansia. Dengan pemahaman intervensi pencegahan depresi para lansia mampu melakukan Upaya mendiri dalam mencegah depresi. Yang mana, Lansia merupakan satu kelompok yang sangat rentan mengalami depresi.  Untuk dapat diterapkan intervensi dengan baik diperlukan pemahaman yang didapatkan dari edukasi pengetahuan hingga pelatihan dari intervensi intervensi tersebut. Tujuan akhir dari dengan pemahaman intervesi pecegahan depresi pada lansia adalah  dapat dicegahnya depresi sehingga tercapainya kualitas hidup yang baik. Tindakan yang dilakukan melalui tahapan dari penyuluhan hingga pelatihan dengan memperhatikan tahapan transfer pengetahuan dan keterampilan Hasil dari kegiatan ini dari total peserta yaitu 64 lansia, pada akhir sesi atau tahap evaluasi tingkat pengetahuan didapatkan menjadi pengetahuan cukup sebesar 17 (26,6%) dan baik 47 (73,4%). Pada tingkat kualitas hidup pada rentang nilai 3-4. Dimana 3 sebanyak 30 (46,9%), dan nilai 4 sebanyak 34 (53,1%). Sehingga kesimpulannya, kegiatan ini berhasil terlaksana dan tercapai tujuannya. Saran yang dapat dilakukan untuk kegiatan dengan lansia adalah melibatkan keluarga yang usianya lebih muda atau keluarga terdekat. Hal ini terkait kemampuan kognitif lansia yang dapat turun dan juga keluarga sebagai support system.
Edukasi Manfaat KMC (Kangaroo Mother Care) untuk Perawatan Bayi Sehari-Hari Wahyu Dwi Agussafutri; Christiani Bumi Pangesti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3131

Abstract

The initiation of bonding attachment between mother and baby in Low Birth Weight (LBW) Babies is delayed, this is due to the separation between mother and LBW baby during incubator care. Therefore, treatment is needed as an alternative to dealing with LBW problems, one of  alternativfe is the Kangaroo Mother Care (KMC) method. The KMC method improves the emotional relationship between mother and baby (bounding attachment), prevents hypothermia, stabilizes body temperature, heart rate and breathing rate of the baby, increases growth and body weight, reduces stress on the baby and mother and increases the mother's breast milk production. The aim of this community service is that after carrying out KMC (Kangaroo Mother Care) education for daily baby care, it is hoped that mothers with babies will be able to apply KMC. The method for implementing this community service is by providing health education and demonstrations regarding KMC. After conducting health education regarding KMC in the working area of ​​the Gambirsari Community Health Center, mothers with babies and toddlers can practice KMC and use KMC as an alternative in daily baby care. The conclusion of this activity is that KMC is effective for daily baby care and mothers are able to apply it for daily baby care.   ABSTRAK                 Inisiasi pembentukan ikatan (bounding attachment) antara ibu dan bayi pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) menjadi tertunda, hal ini dikarenakan pemisahan antara ibu dan bayi BBLR selama dilakukan perawatan inkubator. Oleh karena itu dibutuhkan perawatan yang menjadi alternatif untuk menangani masalah BBLR, salah satunya adalah dengan cara Kangaroo Mother Care (KMC). Metode KMC meningkatkan hubungan emosi ibu dan bayi (bounding attachment), mencegah terjadinya hipotermi, menstabilkan suhu tubuh, laju denyut jantung dan pernafasan bayi, meningkatkan pertumbuhan dan berat badan, mengurangi stress pada bayi dan ibu dan meningkatkan produksi ASI ibu. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah setelah dilakukan Edukasi KMC (Kangaroo Mother Care) untuk perawatan bayi sehari-hari diharapkan ibu-ibu yang mempunyai bayi dapat menerapkan KMC. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah dengan cara memberikan pendidikan kesehatan dan demonstrasi mengenai KMC. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan mengenai KMC di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari ibu-ibu yang mempunyai bayi dan balita dapat mempraktikkan KMC dan menjadikan KMC sebagai alternatif dalam perawatan bayi sehari-hari. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah KMC efektif untuk perawatan bayi sehari-hari dan ibu-ibu mampu untuk menerapkan untuk perawatan bayi sehari-hari
Screening dan Manajemen Stres sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Mental Remaja Liyanovitasari; Puji Lestari; Umi Setyoningrum
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3137

Abstract

Adolescence is a transition phase from childhood to adulthood. This transition process causes stress both physically and mentally for teenagers. Long-term stress can also affect adolescents' adaptation, giving rise to behavior such as attempting suicide (8.5%), sadness and despair (29%), drinking alcohol (45%), and using marijuana/drugs (22%). Progressive muscle relaxation is a technique for dealing with stress by tensing and relaxing the muscles to relax the muscles, relieve pain, anxiety, anxiety, increase comfort and concentration. This activity aims to increase teenagers' knowledge and skills in carrying out progressive muscle relaxation. Community service activities were carried out on Tuesday 5 March 2024. The target of this service program was students at the Sudirman Islamic Vocational School, Ungaran, attended by 40 students. The methods used in this activity are discussion, lecture, question and answer, demonstration and re-demonstration. Educational media are powerpoints, leaflets and videos of progressive muscle relaxation exercises. This activity was carried out in three stages, including the first stage of preparation by obtaining permission to go to the school, preparing media, conducting a pre-test, and conducting stress screening on students. The second stage of implementation is the delivery of educational material on the concept of stress and a demonstration of progressive muscle relaxation. The third stage is evaluation by conducting a post test on students. The measurement results showed that students' knowledge before being given stress management education increased from 2.6 to 5.8. In addition, students' ability in progressive muscle relaxation increased from 3.2 to 6.2. It is hoped that students can carry out progressive muscle relaxation independently so that stress can be overcome and can improve students' mental health.   ABSTRAK                 Remaja merupakan fase transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Proses transisi ini menyebabkan stres baik secara fisik maupun mental remaja. Stres jangka panjang juga dapat mempengaruhi adaptasi remaja sehingga menimbulkan perilaku seperti percobaan bunuh diri (8,5%), sedih dan putus asa (29%), minum alkohol (45%), dan menggunakan ganja/narkoba (22%). Relaksasi otot progresif sebagai teknik mengatasi stres dengan menegangkan dan melemaskan otot untuk membuat otot menjadi rileks, meredakan nyeri, kecemasan, ansietas, meningkatkan kenyamanan dan konsentrasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja melakukan relaksasi otot progresif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada hari Selasa 5 Maret 2024. Sasaran program pengabdian ini yaitu siswa SMK Islam Sudirman Ungaran diikuti oleh 40 siswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu diskusi, ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan re-demonstrasi. Media edukasi adalah powerpoint, leaflet, dan video latihan relaksasi otot progresif. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap mencakup tahap pertama persiapan dengan melakukan perijinan ke sekolah, menyiapkan media, melakukan pre test, dan melakukan screening stres pada siswa. Tahap kedua pelaksanaan yaitu penyampaian materi edukasi konsep stres dan demonstrasi relaksasi otot progresif. Tahap ketiga adalah evaluasi dengan melakukan post test pada siswa. Hasil pengukuran bahwa pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi manajemen stres meningkat dari 2,6 menjadi 5,8. Selain itu kemampuan siswa dalam relaksasi otot progresif meningkat dari 3,2 menjadi 6,2. Diharapkan bagi siswa untuk dapat melakukan relaksasi otot progresif dengan mandiri agar stres dapat teratasi dan dapat meningkatkan kesehatan mental siswa.