cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285740244337
Journal Mail Official
prohealthjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro No. 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 26548232     EISSN : 2654797X     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
This journal focus includes are and scope such as epidemiology, health education and promotion, health policy and administration, environmental helath, public health nutrition, sexual and reproductive health, occupational and safety health and bisotatistics.
Articles 113 Documents
Analisis Pelaksanaan Program Pencegahan dan Penanganan Penularan Wabah Covid-19 di Universitas Bengkulu Riche Octriza Syafti; Rizma Adlia Syakurah
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.996 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v4i1.1481

Abstract

(Latar belakang) Sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia, Universitas Bengkulu (Unib) berperan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Salah satu langkah yang di tempuh yaitu dengan membentuk tim gugus tugas pencegahan dan penanganan penularan wabah Covid-19 khususnya di lingkungan Unib. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran pelaksanaan manajemen program pencegahan dan penanganan penularan wabah Covid-19 di Unib tahun 2021. (Metode) Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan participant observation. Data diperoleh dari observasi, dokumen, data cakupan literatur dan kebijakan dari Universitas Bengkulu. (Hasil) Hasil penelitian menunjukkan pada tahap inisiasi, prioritas masalah yang ditemukan adalah masih tingginya angka kejadian Covid-19 khususnya di Unib. Dalam tahap perencanaan, yang menjadi fokus program adalah melakukan sosialisasi tentang Covid-19, screening awal, advokasi terhadap pimpinan, menyusun prosedur tanggap bencana, mengkoordinasikan percepatan penanganan, dan melakukan koordinasi dengan pihak eksernal. Pada tahap pelaksanaan, dilakukan disinfektasi ruang dan gedung, menyediakan hand sanitizer, meminimalisir kerumunan, meniadakan kegiatan dies natalis, menunda pelaksanaan wisuda hingga pasca Covid-19, pertemuan perkuliahan dan lainnya dilakukan secara daring, menerapkan sistem work from home dan shift, melakukan tes swab PCR massal bagi dosen dan karyawan, dan melakukan penyemprotan disinfektan berkala dan jika ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. Monitoring dan supervisi dilakukan mulai pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Evaluasi dilakukan untuk menilai kinerja kegiatan tersebut, baik dari segi metode yang digunakan, tim kerja dan peralatan yang digunakan. (Simpulan): Program pencegahan dan penanganan penularan wabah Covid-19 di Unib telah sesuai dengan tahapan dalam manajemen proyek kesehatan, namun masih terdapay kendala internal dan eksternal. Peran tim gugus tugas Covid-19 sudah berjalan baik, dan selalu ikut andil dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Universitas Bengkulu
Analisis Manajemen Proyek Pelayanan Gizi Pada Pasien Covid-19 Di RSUD Palembang BARI Eni Nuraini; Rizma Adlia Syakurah
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.224 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v4i1.1495

Abstract

Meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia memerlukan perhatian diseluruh aspek, baik penatalaksanaan medis maupun aspek nutrisi. Sebagai salah satu rumah sakit rujukan COVID-19, pelayanan gizi pada pasien COVID-19 di RSUD Palembang BARI terdiri dari pelayanan makan pasien COVID-19 dan kegiatan asuhan gizi pada pasien COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan manajemen proyek pelayanan gizi pada pasien COVID-19 di RSUD Palembang BARI. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan participant observation dimana peneliti melakukan pengamatan objek secara langsung di lapangan dan ikut serta terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh RSUD Palembang BARI. Prioritas masalah pada penelitian ini yaitu pemberian pelayanan gizi yang optimal kepada pasien COVID-19. Tahap persiapan terdiri dari pelayanan makan pasien COVID-19, kegiatan asuhan gizi pasien, dan mengusahakan peralatan sekali pakai. Simulasi dilakukan terhadap alur pemberian makanan pasien dan prosedur pemakaian APD. Tahap supervisi dan monitoring dilaksanakan untuk membina dan mengawasi serta menilai pelaksanaan projek, meliputi manajemen budget dan manajemen risiko. Supervisi dilakukan satu kali dalam satu minggu dan monitoring dilakukan setiap bulan. Tahap evaluasi kegiatan dilakukan oleh penanggung jawab setiap akhir tahun sesuai dengan kegiatan yang telah direncanakan. Manajemen program pelayanan gizi pada pasien COVID-19 telah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Di Desa Kemambang Dwi Rahayu Rediningsih; Ita Puji Lestari
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.855 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v4i2.1507

Abstract

Diabetes adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting, menjadi salah satu dari empat penyakit tidak menular prioritas yang menjadi target tindak lanjut oleh pemerintah. , Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara dengan jumlah penderita tertinggi, yaitu mencapai 19,47 penderita pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko apa saja yang berhubungan dengan Diabetes melitus tipe II di Desa Kemambang Kecamatan Banyubiru kabupaten Semarang. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observational dengan pendekatan kasus kontrol. Sampel penetlitain sebanyak 48 orang terdiri dari 16 kasus dan 32 kontrol yang diambil dengan teknik simple random sampling.Analisis data menggunakan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara usia p=0,017(OR=5,622) dengan kejadian Diabetes Mellitus Tipe II, sedangkan 2 variabel lain dan tidak terdapat hubungan dengan  kejadian Diabetes Melitus Tipe II yaitu  Obesitas p=0,123 (OR=3,400)  dan jenis kelamin p=0,170(OR=0,273). Dari hasil penelitian inidapat disimpulkan bahwa kejadian Diabetes Mellitus Tipe II dapat terjadi karena faktor risiko usia. ABSTRACT Diabetes is an important public health problem, being one of the four priority non-communicable diseases targeted by the government for follow-up. , Indonesia is included in the top 10 countries with the highest number of sufferers, reaching 19.47 patients in 2021. This aims study was determine what are the risk factors that associated  to  Diabetes mellitus in Kemambang Village, Banyubiru District, Semarang Regency. The research used case control study desaign. Sample was 48 people consisting of 16 cases and 32 controls taken by simple random sampling technique. Data analysis used bivariate analysis with Chi-Square test.  The results showed that there was a relationship between age p=0.017(OR=5.622) with the incidence of Type II Diabetes Mellitus, while 2 other variables and no relationship with the incidence of Type II Diabetes Mellitus were Obesity p=0.123 (OR=3.400) and gender p =0.170(OR=0.273). From the results of this study, it can be concluded that the incidence of Type II Diabetes Mellitus can occur due to the risk factor of age.
Hubungan Insomnia dengan Fungsi Kognitif pada Siswa SMA Islam Sudirman Ambarawa Tanzila Wulandari; Trimawati Trimawati
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.344 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v4i1.1508

Abstract

Gangguan tidur insomnia sering dialami oleh seseorang yang berada di usia remaja. Berbagai dampak buruk akan dialami oleh seorang individu yang mengalami insomnia salah satunya adalah menyebabkan penurunan fungsi kogntif. Menurunnya fungsi kognitif ini akan menyebabkan terganggunya proses belajar mengajar disekolah sehingga dapat mempengaruhi prestasinya bahkan kegiatan di luar sekolah pun akan ikut terganggu. Fungsi kognitif ini sangat berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan individu didalam kelompok remaja, sehingga mengalami penurunan tentunya menjadi hal yang merugikan bagi setiap individu, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara insomnia dengan fungsi kognitif pada siswa SMA Islam Sudirman Ambarawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 78 responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner KSPBJ-IRS untuk variabel insomnia dan kuesioner MoCA-Ina untuk pengukuran variabel fungsi kognitif.Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebanyak kejadian insomnia cukup tinggi yaitu sebesar 69,2%  dan 50% siswa juga mengalami penurunan fungsi kognitif. Nilai p-value insomnia dengan fungsi kognitif pada siswa SMA Islam Sudirman Ambarawa dari analisa uji chi-square adalah sebesar 0,003 < α = 0,05 Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara insomnia degan fungsi kognitif pada Siswa SMA Islam Sudirman Ambarawa.
TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PENGGUNAAN LIP BALM UNTUK PERAWATAN BIBIR DI KALANGAN MAHASISWA FARMASI UNIVERSITAS NGUDI WALUYO Fithri Hidayah; Agitya Resti Erwiyani
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.791 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v4i1.1553

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan, sikap, dan penggunaan lip balm pada mahasiswa farmasi Universitas Ngudi Waluyo. Penelitian secara kuantitatif non eksperimental dengan jenis deskriptif analitik. Sampel yang digunakan sebanyak 83 responden yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling tipe accidental sampling. Pengambilan data secara retrospektif. Instrumen penelitian berupa kuesioner melalui google form. Analisis data dilakukan menggunakan excel dan SPSS statistik versi 26. Penelitian ini menggunakan responden berjenis kelamin perempuan. Jumlah responden sebanyak 83 yang didapatkan dari perhitungan menggunakan rumus slovin dengan taraf kepercayaan 10%. Semester I reguler: 7 (8,43%), III reguler: 7 (8,43%), V reguler: 12 (14,46%), dan VII reguler: 57 (68,67%). Usia 18-20 tahun: 22 (26,51%) dan lebih dari 20 tahun: 61 (73,49%). Tingkat pengetahuan terhadap lip balm termasuk dalam kategori baik dengan skor 83,98%. Tingkat sikap terhadap lip balm termasuk dalam kategori baik dengan skor 79,93%. Tingkat penggunaan lip balm termasuk dalam kategori cukup baik dengan skor 74,38%
Analisis Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja Konstruksi Pada Proyek Highrise Building dengan Metode Fault Tree Analysis (FTA) Nurul Dwi Andriani; Ida Wayuni; Bina Kurniawan
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.599 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v4i2.1612

Abstract

During 4 years periode from 2011 to 2014 work-related accidents always increased. In 2014 there were 105,383 work-related accidents. The work accident data is dominated by the construction sector. The aim of this study was to analyze the factors associated with work related accidents in construction. This study was conducted by qualitative study design with a case study approach using Fault Tree Analysis (FTA). The population of this study were all construction workers as many as 140 people. The main informants in this study were determined by purposive sampling, workers who had experienced work accidents in May-June 2014. Data collection techniques used in-depth interviews, observation and document review. The results showed that the factors associated with work related accidents in construction were caused by human factors, environmental factors and occupational factors. Human factors that cause work accidents were working not according to procedures, perceptions of potential hazards and low safety, lack of concentration and fatigue. Environmental factors that cause work accidents are limited safety information, unsafe work environment, lack of safety signs and limited safety facilities. Occupational factors that cause work accidents include lack of supervision. Based on this research, it can be concluded that the causes of work accidents are very complex, so there needs to be coordination in project management to optimize supervision of work safety. ABSTRAK Selama kurun waktu 4 tahun dari tahun 2011 sampai tahun 2014 kasus kecelakaan akibat kerja selalu mengalami peningkatan. Pada tahun 2014 tercatat kasus kecelakaan kerja sebanyak 105.383 kasus kecelakaan akibat kerja. Data kecelakaan kerja tersebut didominasi sector konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor penyebab kecelakaan kerja konstruksi. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode analisis kecelakaan kerja yang digunakan adalah Fault Tree Analysis (FTA). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pekerja konstruksi sebanyak 140 orang. Informan utama dalam penelitianini ditentukan dengan cara Purposive Sampling yaitu pekerja yang pernah mengalami kecelakaan kerja pada bulan Mei-Juni 2014. Teknik pengumpulan data menggunakan indeph interview, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan faktor penyebab kecelakaan kerja kontruksi disebabkan faktor manusia, faktor lingkungan dan faktor pekerjaan. Faktor manusia penyebab Kecelakaan kerja antara lain bekerja tidak sesuai prosedur, persepsi potensi bahaya dan keamanan rendah, kurang konsentrasi dan kelelahan. Faktor Lingkungan penyebab kecelakaan kerja yaitu terbatasnya informasi keselamatan, lingkungan kerja tidak aman, kurang rambu keselamatan serta terbatasnya fasilitas keselamatan. Faktor Pekerjaan penyebab kecelakaan kerja antara lain kurangnya pengawasan. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penyebab kecelakaan kerja sangat kompleks, sehingga perlu adanya koordinasi dalam manajemen proyek untuk mengoptimalkan pengawasan terhadap keselamatan kerja.
Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Ibu Rumah Tangga Dengan Angka Kejadian Diare di Kelurahan Bulakrejo Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo Nisa Nur Kusuma; Sunardi Sunardi; Nine Elissa Maharani
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.435 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v4i2.1615

Abstract

Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, biasanya tiga kali atau lebih sehari dalam kurun waktu tiga bulan terakir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perilaku penggunaan air yang bersih, perilaku jamban yang sehat, dan perilaku cuci tangan dengan sabun dan air yang bersih dengan angka kejadian diare ibu rumah tangga di Kelurahan Bulakrejo Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo. Jenis Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.Populasi ibu rumah tangga Kelurahan Bulakrejo Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo sebanyak 194. Sampel Penelitian 107 responden.Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kejadian diare. Analisis data univariat dan bivariat Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% atau α= 5% = 0.05. Hasil Penelitian perilaku menggunakan air yang bersih kategori baik 51.4%; Perilaku menggunakan jamban yang sehat kategori baik 55,1%; Perilaku cuci tangan menggunakan sabun dan air yang bersih kategori baik 60,7%; Kejadian diare ibu rumah tangga sebanyak 44,9%; Ada hubungan perilaku menggunakan air yang bersih dengan kejadian diare (p value 0,000); Ada hubungan perilaku jamban yang sehat dengan kejadian diare (p value 0,000); Ada hubungan cuci tangan dengan sabun dan air yang bersih dengan kejadian diare (p value 0,000). Disarankan kepada pihak instansi kesehatan untuk lebih sering memberikan penyuluhan-penyuluhan kesehatan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan metode yang mudah dipahami oleh masyarakat khususnya ibu rumah tangga sehingga dapat berperilaku sehat untuk pencegahan penyakit diare.
PENGELOLAAN MENYUSUI TIDAK EFEKTIF PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI DESA NGAGLIK ARGOMULYO SALATIGA Theresia Dewi Ekasari; eka adimayanti
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.333 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v4i1.1630

Abstract

Menyusui tidak efektif merupakan suatu kesulitan atau masalah yang dialami oleh ibu masa nifas, yang mengakibatkan ketidakpuasaan anak yang dapat mempengaruhi perkembangan otak dan gizi yang diperoleh dalam kebutuhan tubuh. Dan dalam penangananya diperlukan upaya pijat oksitosin sebagai salah satu cara meningkatkan produksi ASI.Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan menyusui tidak efektif pada ibu post sectio caesarea di desa Ngaglik Argomulyo SalatigaJenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan berupa pengkajian, analisis data, merumuskan diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam penanganan menyusui tidak efektif.Setelah di lakukan pengelolaan selama 3 hari pada ibu post sectio caesarea dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, pemeriksaan fisik observasi, dan studi dokumentasi. Didapatkan masalah menyusui tidak efektif sudah teratasi. Dengan hasil terdapat data obyektif didapatkan hasil ASI pasien sudah dapat keluar dengan lancar, pasien dan keluarga mampu mengulangi tindakan pijat oksitosin, dan brest care sesuai yang diajarkan, pasien dan keluarga sudah mengetahui tentang nutrisi yang baik untuk ibu menyusui.Berdasarkan tindakan keperawatan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan menyusui tidak efektif pada ibu post sectio caesarea sudah teratasiBagi ibu masa nifas diharapkan agar melakukan teknik pijat oksitosin dan melakukan pemberian ASI sesering mungkin tanpa dibatasi dan memperhatikan nutrisi yang ada didalam kandungan makanan, agar kebutuhan yang ada didalam tubuh terpenuhi. Kata Kunci : Menyusui Tidak Efektif
Gambaran Skala Nyeri Pada Bayi Yang Mengalami Imunisasi Natalia Devi Oktarina; Fiki Wijayanti
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.026 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v4i2.1757

Abstract

Immunization by injection can have a direct effect, namely pain in children. Pain caused by immunization injections if not managed will have a negative impact on the emotional aspects of children such as crying and fear. This study aims to determine the pain scale in infants undergoing immunization. The study was conducted on 60 infants who were being given immunization injections with a sampling technique using accidental sampling. The infant pain scale was assessed using the FLACC instrument. The pain scale taken is categorized into 5, namely no pain (scale 0), mild pain (scale 1-3), moderate pain (scale 4-6), severe pain (scale 7-8) and very severe pain (scale 10). The results showed that most of the babies experienced mild pain as many as 28 babies (46.7%). Based on the results of this study, it is expected that nurses who carry out immunization actions can carry out techniques that can reduce the pain scale in infants when immunized. ABSTRAK Pemberian imunisasi melalui suntikan dapat menimbulkan efek secara langsung yaitu rasa nyeri pada anak. Nyeri yang disebabkan oleh suntikan imunisasi jika tidak dikelola akan mengakibatkan dampak negatif pada aspek emosional pada anak seperti menangis dan ketakutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui skala nyeri pada bayi yang menjalani imunisasi. Penelitian dilakukan pada 60 bayi yang sedang diberikan injeksi imunisasi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Penilaian skala nyeri bayi dilakukan dengan instrument FLACC. Skala nyeri yang diambil dikategorikkan menjadi 5 yaitu tidak nyeri (skala 0), nyeri ringan (skala 1-3), nyeri sedang (skala 4-6), nyeri berat (skala 7-8) dan nyeri sangat berat (skala 10). Hasil penelitian didapatkan data bahwa sebagian besar bayi mengalami nyeri ringan sebanyak 28 bayi (46,7%). Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan perawat yang melakukan tindakan imunisasi dapat melakukan teknik yang dapat mengurangi skala nyeri pada bayi saat dilakukan imunisasi.
Gambaran Harga Diri Remaja yang Mengalami Body Shaming Liyanovitasari; Umi Setyoningrum
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.641 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v4i2.1758

Abstract

Self-esteem is an individual's attitude based on the perception of how he appreciates and evaluates himself as a whole, which is a positive or negative attitude towards himself. Self-esteem is divided into six components, namely overall self-esteem, social competence, problem-solving abilities, intellectual abilities, selfefficacy and a sense of worth in the eyes of others. Self-esteem is part of one's self-concept that must be improved so that one's quality becomes better. Body shaming can reduce adolescent self-esteem which is influenced by one factor such as weight gain. The purpose of this study is to describe the self-esteem of adolescents who experience Body Shaming. This research is a quantitative research with a descriptive survey approach. The population of this study was 2,453 students at Ngudi Waluyo University Ungaran. The sample in this study were 96 students with proportionate random sampling technique. Measuring self-esteem using Coopersmith self-esteem questionnaire. The results showed that 53 students (55.2%) had low self-esteem, 27 students (28.1%) moderate self-esteem, and 16 students (16.7%) had high self-esteem. Most of the students' self-esteem who experienced body shaming was in the low self-esteem category of 53 students (55.2%). Students are expected to increase their selfesteem when responding to body shaming by thinking positively, realizing their strengths and abilities, and carrying out good interpersonal relationships. ABSTRAK Harga diri merupakan sikap individu berdasarkan persepsi tentang bagaimana ia menghargai dan menilai dirinya sendiri secara keseluruhan, yang berupa sikap positif atau negatif terhadap dirinya. Harga diri terbagi atas enam komponen yaitu harga diri keseluruhan, kompetensi sosial, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan intelektual, kemampuan diri dan rasa berharga di mata orang lain. Harga diri menjadian bagian dari konsep diri seseorang yang harus ditingkatkan agar kualitas seseorang menajdi lebih baik. Body shaming dapat menurunkan harga diri remaja yang dipengaruhi oleh salah satu faktor seperti kenaikan berat badan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran harga diri remaja yang mengalami Body Shaming. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey deskriptif. Populasi penelitian ini adalah 2.453 mahasiswa di Universitas Ngudi Waluyo Ungaran. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 96 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel proportionate random sampling. Alat ukur harga diri menggunakan kuesioner selfesteem coopersmith. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengalami harga diri rendah sebanyak 53 mahasiswa (55,2%), harga diri sedang 27 mahasiswa (28,1%), dan mahasiswa dengan harga diri tinggi sejumlah 16 mahasiswa (16,7%). Sebagian besar harga diri mahasiswa yang mengalami body shaming adalah kategori harga diri rendah sebesar 53 mahasiswa (55,2%). Mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan harga diri saat menyikapi body shaming dengan cara berpikir positif, menyadari kelebihan dan kemampuan yang dimiliki, serta menjalankan hubungan interpersonal dengan baik.

Page 5 of 12 | Total Record : 113