cover
Contact Name
Yuliani Wahyu Sardana
Contact Email
yulianiwahyusardana25@gmail.com
Phone
+6282234657237
Journal Mail Official
deteksi.jurnaltekniksipil@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lettu Suyitno No. 2 Kalirejo, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
De`Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Published by Universitas Bojonegoro
ISSN : -     EISSN : 25023152     DOI : https://doi.org/10.56071/de'teksi
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini Memiliki bidang keahlian yang terdiri dari Teknik Struktural, Teknik dan Manajemen Konstruksi, Teknik Geoteknik, Teknik Sumber Daya Air, Teknik Transportasi dan Teknik Kelautan.
Articles 137 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA PADA BETON NORMAL DENGAN UJI KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR Zainuddin; Eko Wahyudi, Agustiya
Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2019): De' Teksi- Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.014 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v4i2.211

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan yang sudah lama di kenal lama dan sangat banyak di gunakan. Beton terdiri dari bahan campuran material semen, pasir, air, kerikil dan bahan tambah. Penggunaan bahan tambah berupa serat sabut kelapa di harapkan bisa memperbaiki sifat mekanik beton khususnya beton normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi penambahan serat sabut kelapa yang meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat lentur beton. Metode pencampuran beton mengacu pada SNI-7656-2012 tentang “Tata cara pemilihan campuran untuk beton normal, Beton Berat dan Beton massa”. Pada penelitian ini Benda uji yang di gunakan dalam pengujian kuat tekan adalah mould silinder ukuran 15 x 30 cm dan Benda uji yang di gunakan untuk pengujian kuat lentur adalah Balok ukuran 15 x 60 cm. Variasi penambahan serat sabut kelapa adalah 0%, 0,25%, 0,50% dan 1% terhadap berat beton normal. Dari hasil data pengujian kuat tekan beton dapat di ketahui bahwa penambahan serat sabut kelapa dapat meningkatkan kuat tekan beton. Presentase penambahan serat sabut kelapa yang optimal adalah 1% Sebesar 12,67 MPa. Dan Dari hasil data pengujian kuat lentur beton di atas dapat di ketahui bahwa penambahan serat sabut kelapa tidak dapat meningkatkan kuat lentur beton. Presentase penambahan serat sabut kelapa yang optimal adalah 0% yaitu sebesar 19,73 MPa. Variasi 0,25% 17,42 MPa, Variasi 0,50% Memiliki nilai kuat lentur sebesar 15,69 MPa, Sedangkan variasi penambahan serat sabut kelapa 1% memiliki nilai kuat lentur sebesar 15,08MPa. Namun kekuatan beton tersebut tidak memenuhi kekuatan rencana, Karena memiliki nilai kuat lentur di bawah 20 MPa (Umur benda uji 28 hari) Hal ini Di sebabkan kurang cermatnya peneliti pada proses pengadukan material, dan kurangnya pemeliharaan terhadap material penyusun beton sehingga mempengaruhi nilai kuat tekan beton yang di rencanakan.
PERENCANAAN JALAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) PADA JALAN POROS KAPAS – SAMPANG STA 0+000 – STA 1+000 KEC. SUKOSEWU KAB.BOJONEGORO Sudirham; Desi Lestari, Berta
Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2019): De' Teksi- Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.582 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v4i2.212

Abstract

Perkerasan jalan merupakan lapisan perkerasan yang terletak diantara lapisan tanah dasar dan roda kendaraan yang berfungsi memberikan pelayanan kepada sarana transportasi, diharapkan selama masa pelayanan tidak terjadi kerusakan yang berarti. Bahan dan material pembentuk lapisan perkerasan jalan adalah agregat sebagai material utama yang berpengaruh terhadap daya dukung lapisan permukaan jalan dan aspal sebagai bahan pengikat agregat agar lapisanperkerasan kedap air. Dua jenis perkerasan yang biasa digunakan yaitu perkerasan lentur yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikatnya dan perkerasan kaku yang menggunakan semen sebagai bahan pengikat agregat. Jalan darat sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Seiring perkembangan ekonomi, kesejaheraan masyarakat pun meningkat sehingga intesitas penggunaan jalan darat juga meningkat. Tingginya kendaraanyang lewat mengakibatkan turunnya tingkat pelayanan jalan yang ditandai dengan adanya kerusakan pada lapisan perkerasaan jalan.Penggunaan konstruksi perkerasan lentur di Indonesia kebanyakan mengunakan perkerasan lentur dibandingkan dengan konstruksi perkerasan kaku, karena memiliki keunggulan ekonomis. Pada dasarnya perencanaan umur perkerasaan jalan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lalu lintas yang ada. Pada umumnya didesain dalamkurun waktu anatara 10-20 tahun, sehingga diharapkan tidak akan mengalami kerusakan 5 tahun pertama.Perlu diadakan peningkatan kualitas jalan salah satunya menggunakan Perkerasan Kaku atau dikenal dengan (Rigid Pavement). Oleh karena itu dalam merencanakan suatu konstruksi perkeraaan kaku (rigid pavement) diperlukan penelitian yang kompleks dan spesifik sehingga akan diperoleh perencanaan tebal perkerasan beton semen serta tulangan berupa dowel yang mampu mendukung beban yang melintasi ruas jalan tersebut.
PERBANDINGAN KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON NORMAL DAN BETON SERAT DENGAN PENAMBAHAN SERAT BAMBU Widhiastuti, Yulis; Dwi Rianto, Hindrawan
Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2019): De' Teksi- Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.978 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v4i2.213

Abstract

Beton merupakan bahan kontruksi yang sering di gunakan di indonesia, namun bahan penyusun yang digunakan semakin terbatas. Dengan adanya perkembangan teknologi material kususnya teknologi beton. Utuk dapat memperbaiki sifat-sifat beton muncul ide salah satunya dengan menambahkan serat bambu yang diharapkan dapat memperbaiki sifat beton. Sebab bambumemiliki kenggulan yaitu dapat meningkatkan kuat lentur beton. Pada penelitian ini, objek yang diamati yakni, silinder dan dan balok. Kedua jenis benda uji ini masing-masing diberi presentase variasi serat sebesar 0,75%,1,20%,dan 1,95%. Masing-masing silinder dan balok menggunakan 3 benda uji untu silinder dan 2 benda uji untuk balok. Untuk menguji benda uji di lakukan setelah benda uji berumur 28 hari. Hasil kuat tekan silinder mengalami penurunan nilai kuat tekan dari beton normal yakni dari presentasi 0,78%,1,20% dan 1,95% muncul kuat tekan sebesar 10,73Mpa,11,84Mpa dan 11,10Mpa.sedangkan hasil kuat lentur balok mengalami kenaikan dari nilai kuat lentur normal yakni dari presentasi variasi 0,78%, 1,20% dan 1,95% muncul kuat lentur sebesar 17,41Mpa, 15,69 Mpa dan18,59Mpa dari kuat lentur normal sebesar 19,73 Mpa. Dan dari hasil pengujian kuat tekan dan kuat lentur dapat di simpul kan bahan penambahan serat bambu tidak dapan meningkatkan kuat tekan beton akan tetapi beton dengan penambahan serat bambu dapat meningkatkan hasil kuat lentur pada beton dari beton normal sebesar 0% serat bambu.
PERENCANAAN PARAPET WALL BENGAWAN SOLO DI DESA KANOR KECAMATAN KANOR KABUPATEN BOJONEGORO Nevila Rodhi, Nova; Agung Widodo, Wartono
Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2019): De' Teksi- Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.288 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v4i2.214

Abstract

Desa Kanor berbatasan Persis dengan Sungai Bengawan Solo. Pemukinan pendunduk dan Sungai Bengawan Solo hanya dibatasi tanggul tanah yang sudah tererosi oleh arus Sungai Bengawan Solo. Sudah dapat kita ketahui ketika musim penghujan daerah kanor dan sekitarnya pasti banjir akibat Tanggul tanah tidak kuat menahan luapan Sungai Bengawan Solo. Penelitian ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan tentang perencanaan parapet wall/ ilmuTPT. Data yang digunakan adalah data tanah. Metode analisis menggunakan stabilitas gaya guling, gaya geser, dan gaya dukung tanah.Konstruksi Parapet Wall berukuran tinggi 3,50 meter, lebar Pondasi 2,90 meter dan panjang 100 meter. Untuk perhitungan stabilitas geser dan Stabilitas guling sudah dapat diketahui diperoleh nilai faktor aman yang disyaratkan yaitu 1,5 jadi Parapet Wall Desa Kanor Kecamatan Kanor dinyatakan aman.Sungai Bengawan Solo merupakan sungai terbesar di Pulau Jawa dan mengalirkan air dari daerah aliran sungai (DAS) seluas ± 16.100 km², mulai dari Pegunungan Sewu di sebelah barat – selatan Surakarta, ke laut Jawa di utara Surabaya melalui alur sepanjang ± 600 km.Berdasarkan data administrasi Pemerintahan Desa tahun 2013, jumlah penduduk Desa Kanor adalah terdiri dari 304 KK, dengan jumlah total 1.124 jiwa, dengan rincian 511 laki-laki dan 613 perempuan Tingkat kemiskinan di Desa Kanor termasuk sedang. Dari jumlah 307 KK, sejumlah 107 KK tercatat sebagai Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I; 104 KK tercatat Keluarga Sejahtera II; 86 KK tercatat Keluarga Sejahtera III; 7 KK sebagai sejahtera III plus. Jika KK golongan Pra-sejahtera digolongkan sebagai KK golongan miskin, maka terdapat 35,19 % KK Desa Kanor adalah keluarga miskin.
RENCANA PEMBANGUNAN IPAL (INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH) UNTUK MENGURANGI LIMBAH DI DESA KABUNAN KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO Mulyanti, Heri; Exta, Febri
Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2020): De' Teksi - Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.826 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v5i1.215

Abstract

Pengolahan limbah cair pabrik tahu dapat menggunakan kombinasi sistem anaerobik aerobik dengan biofilter karena limbah cair pabrik tahu dapat terurai secara biologis dengan peranan mikroorganisme. Instalasi yang dibutuhkan yaitu bak pemisah minyak, bak ekualisasi, bak anaerobik dan bak aerobik yang dilengkapi biofilter, serta bak penjernih. Bak pemisah minyak multifungsi untuk saponifikasi, bak ekualisasi dapat menurunkan kadar TSS, bak anaerobikmemiliki efisiensi sebesar 75 % dan efisiensi bak aerobik 95 %, serta bak penjernih yang dilengkapi dengan pompa sirkulasi lumpur. Dari pengolahan tersebut tidak didapatkan lumpur dan diperkirakan BOD5, COD, TSS berturut – turut sebesar 15,9 mg/L , 22,0 mg/L, 1,5 mg/L, dan pH 6,50.Pengolahan air limbah (IPAL) dari pabrik tahu di Desa Kabunan Kabupaten Bojonegoro menyarankan agar industri rumahan pabrik tahu terkait dapat mengkaji pengadaan atau pelaksanaan pembangunan IPAL untuk menangani limbah cair yang tiap hari dihasilkan dari proses produksi tahu tersebut. Perlu penelitian yang terpisah untuk tiap variasi waktu tinggal agar dapat menghindari terjadinya Carry over.
KAJIAN ULANG CONTROL STABILITAS GROUNDSILL BENDUNG GERAK SUNGAI BENGAWAN SOLO DI KABUPATEN BOJONEGORO Harjono; Putra Permana, Dimas
Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2020): De' Teksi - Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.642 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v5i1.240

Abstract

Bendungan gerak di desa Ngringinrejo kec. Kalitidu dan desa Padang kec. Trucuk adalah sebuah aset negara yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Bojonegoro. Dari kondisi tersebut, penurunan elevasi dasar (scouring) pada bagian downstream bendungan gerak Bojonegoro selain karena akibat penambangan pasir juga terjadi akibat pengaruh hidraulis. Dengan adanya pembangunan groudsill dapat mengembalikan kondisi sungai serta, menjaga bangunan Bendungan Gerak, dan mengatur arus sungai. Groundsill merupakan suatu struktur ambang melintang yang di bangun pada alur sungai yang bertujuan untuk mengurangi kecepatan arus dan meningkatkan laju pengendapan di bagian hulu struktur. Berdasarkan hal tersebut, penulis ingin menganalisis stabilitas Groundsill baik ditinjau dari keamanan terhadap bahaya gerusan, bahaya rembesan (piping), keamanan terhadap daya dukung tanah, dan kemanan terhadap bahaya geser pada saat debit banjir.Hasil yang didapatkan berdasarkan anilisis yang di lakukan adalah groundsill bendung gerak aman dari bahaya rembesan (piping) karena nilai weight creepratio hitung lebih besar daripada weight creep ratio untuk tanah berjenis pasir halus. Groundsill bendung aman dari bahaya geseran saat banjir. Groundsill tidakaman dari daya dukung tanah karena nilai tekanan lebih besar daripada daya dukung tanah. Groundsill aman dari bahaya gerusan.
PERENCANAAN TEMBOK PENAHAN TANAH STRUKTUR KANTILEVER: Studi Kasus Ruas Jalan Bakalan – Semanding Kecamatan Kapas, Bojonegoro soegyarto; Bahtiar, Kukuh
Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2020): De' Teksi - Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.842 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v5i1.242

Abstract

Terdapat banyak manfaat pembangunan tembok penahan tanah di wilayah Bojonegoro.Salah satu fungsinya yaitu untuk menstabilkan area tanah di sekitar bahu jalan agar tidak terjadilongsor ataupun penurunan tanah akibat faktor alam (hujan dan banjir) maupun faktor tekananbeban dari atas jalan. contoh yang terjadi dapat kita lihat di jalan raya desa bakalan kecamatan kapas. Jalan beraspal yang sudah diperbaiki mudah sekali rusak kembali. Kerusakan dimulai dari bagian tepi jalan hingga merembet ke tengah jalan. Akibatnya permukaan jalan jadi tidak rata lagi dan berbahaya bagi para penggunanya. Tembok penahan tanah adalah suatu struktur konstruksi yang dibangun untuk menahan tanah yang mempunyai kemiringan, dinding penahan tanah digunakan untuk menahan tekanan tanah lateral yang ditimbulkan oleh tanah urugan atau tanah asli yang labil akibat kondisi topografinya. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk mengatasi masalah longsornya tanah dan mengurangi resiko kerusakan jalan dari akibat tersebut. Perhitungan tekanan tanah dihitung dengan menggunakan Teori Rankine serta perhitungan stabilitas terhadap keruntuhan kapasitas dukung tanah dihitung berdasarkan persamaan Terzhagi berdasarkan data-data karakteristik (c dan Ø ). Hasil perencanaan dinding penahan tipe kantilever dengan menggunakan data tanah hasil uji laboratorium pada salah satu lokasi di wilayah Bojonegoro dengan Tinggi Tembok Penahan Tanah 2,5 m, lebar alas (L) 1,75 stabil terhadap gaya guling 0,29 ( Aman ), geser 2,10 ( Aman ) , dan keruntuhan daya dukung tanahnya dihitung dengan Metode Terzaghi adalah 4,75 > 1,80 Ok.
PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN ACCELERATOR ADMIXTURE TERHADAP KUAT TEKAN BETON Zainudin; Nurkholis, Muhamad
Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2020): De' Teksi - Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.628 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v5i1.243

Abstract

Semakin berkembangnya pembangunan nasional yang terus menerus mengalami peningkatan dan tidak lepas dari tuntutan dari kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas infrastruktur yang semakin maju dan serba cepat. Untuk mempercepat pengeringan beton bisa menggunakan bahan tambah jenis Accelerating Admixture yang berfungsi untuk mempercepat pengikatan dan peningkatkan mutu dan kekuatan awal beton, mempercepat pengerasan,menambah kuat tekan, penghematan, atau untuk tujuan lain seperti penghematan energi, biaya, dan waktu, misalnya pada pekerjaan jalan rigid yang semula boleh dilalui kendaraan pada umur 28 hari. Penulis menggunaan bahan tambah jenis Accelerating Admixture bermerk AMCA B+ yang diharapkan dapat mempercepat pekerjaan dan pengeringan jalan tersebut. Dari hasil kuat tekan beton dengan variasi penambahan Accelerator Admixture pada umur 7 hari menghasilkan nilai kuat tekan rata-rata yaitu variasi 0% = 14,34 Mpa, 1% = 15,54 Mpa, 2% = 16,84 Mpa, dan 2,5% = 11,56 Mpa. Sedangkan, pada umur 28 hari menghasilkan nilai kuat tekan beton rata-rata yaitu variasi 0% = 22,30 Mpa, 1% = 23,96 Mpa, 2% = 26,09 Mpa, dan 2,5% = 18,22 Mpa. Dari hasil tersebut nilai kuat tekan beton tertinggi terdapat pada variasi penambahan Accelerator Admiture 2% pada umur 7 hari dengan nilai rata-rata sebesar 16,84 Mpa dan padaumur 28 hari dengan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 26,09 Mpa
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH SERBUK KACA SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON Mushtofa; Purnomo, Juli
Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2020): De' Teksi - Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.88 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v5i1.244

Abstract

Teknologi beton telah berkembang sejak ditemukannya beton prategang pada beberapa dekade lalu yang diikuti oleh berbagai penelitian untuk meningkatkan kinerja bahan bangunan. Penelitian tersebut dilakukan dengan memperhatikan pemilihan material pembentuk beton sampai pada substitusi material lainnya, dengan memperhatikan adanya limbah kaca baik yang berasal dari industri ataupun pembongkaran bangunan dan dari rumah tangga dalam jumlah besar,berkemungkinan dimanfaatkan sekaligus sebagai alternatif solusi permasalahan lingkungan yang dapat diakibatkan oleh limbah kaca. Serbuk kaca diharapkan berfungsi sebagai filler karena memiliki potensi sebagai material pozzolan. Perencanaan campuran beton menggunakan Metode SNI 7656-2012 yang dimodifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberi solusi bagi permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh limbah kaca. Dan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penambahan limbah serbuk kaca terhadap kuat tekan tekan beton. Prosentase campuaran serbuk kaca yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 0%, 5%, 7,5%, 10% dan 12,5% dari berat semen (agregat halus) menggunakan analisa regresi linear dengan SPSS. Diperoleh hasil analisa berpengaruh karena hasil signikansi output spss (tabel coefficients) sebesar 0,021 < 0,05 & nilai T hitung 2,630 > T tabel yg menunjukan nilai sebesar 2,16037. Artinya ada pengaruh dari variasi penambahan ini sehingga variasi ini tidak bisa digunakan dalam jumlah banyak, dan variasi penambahan maksimal sebesar 5%. Benda uji yang digunakan adalah berbentuk silinder, mutu beton yang direncanakan 25 MPa yang di uji pada umur 28 hari dengan terlebih dahulu dilakukan perawatan sebelum pengujian. Penelitian ini menguji beton dengan benda uji silinder untuk uji kuat tekan (diameter 15cm x 30cm). Sebanyak 30 sampel dari terdiri dari 5 variasi sebanyak 6 sampel. Dari penelitian ini diperoleh hasil kuat tekan beton yang tertinggi terdapat pada prosentase 5% yaitu sebesar 13,4915 MPa. Dan terendah terdapat pada prosentase 12,5% yaitu sebesar 12,175 MPa. Penambahan serbuk kaca berpengaruh terhadap kuat tekan beton. Berat jenis untuk semua variasi penggunaan serbuk kaca termasuk beton normal. Beton dengan nilai kuat tekan tertinggi dicapai pada komposisi serbuk kaca 5% edangkan nilai kuat tekan terendah di dapat pada komposisi kaca 12,5%.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH LOGAM SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON Widhiastuti, Yulis
Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2020): De' Teksi - Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.527 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v5i1.245

Abstract

Beton sebagai suatu campuran yang terdiri dari agregat halus, agregat kasar dan semen yang dicampur menjadi satu dengan air membentuk suatu massa yang mirip batuan. Agregat yang digunakan sebagai material penyusunan beton merupakan sumber daya alam yang mengalami penyusutan atau penurunan jumlah volume dibumi saat ini. Hal tersebut menyebabkan bumi mengalami kerusakan. Sehingga perlu adanya pemanfaatan bahan lain untuk dijadikan pengganti agregat beton. Limbah logam dapat dijadikan sebagai bahan pengganti agregat halus. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penmbahan limbah logam terhadap berat jenis dan kuat tekan beton. komposisi campuran limbah logam yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebesar 0%, 5%, 25%, dan 50% dari berat agregat halus. Benda uji yang digunakan adalah berbentuk silinder , mutu beton yang direncanakan adalah 20 Mpa yang diuji pada umur 28 hari dengan terlebih dahulu dilakukan perawatan sebelum pengujian. Penelitian ini menguji beton dengan benda uji silinder untuk uji kuat tekan (diameter 150 mm dan tinggi 300 mm) sebanyak 24 sampel dan terdiri dari 4 variasi dan masing-masing sebanyak 6 sampel. Dari penelitian diperoleh bahwa kuat tekan beton yang tertinggi pada campuran limbah logam sebesar 0% yaitu sebesar 8,91 Mpa dan setiap variasinya mengalami penurunan kuat tekan. Penggantian limbah logam sebesar 0%, 5%, dan 25% merupakan campuran yang memiliki berat jenis sesuai beton normal yaitu anatara 2300-2400 kg/m3.

Page 6 of 14 | Total Record : 137