cover
Contact Name
-
Contact Email
kopula@unram.ac.id
Phone
+6287865122881
Journal Mail Official
kopula@unram.ac.id
Editorial Address
Jalan Majapahit No 62 Mataram Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 29878446     EISSN : 29875307     DOI : https://doi.org/10.29303/kopula
Core Subject : Education,
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan adalah suatu jurnal terbit dua kali setahun (Maret dan Oktober) yang dipublikasikan oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram. Kopula pertama diterbitkan pada tahun 2019 sebagai wadah untuk mempublikasi hasil pemikiran dan penelitian tentang Bahasa, Sastra, dan Pendidikan. Jurnal ini menerapkan sistem open access peer-reviewed journal baik untuk artikel yang berbahasa Indonesia maupun Inggris dalam versi cetak dan elektronik yang masing-masing memiliki ISSN
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2026): Maret" : 4 Documents clear
Implementasi Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Digital: Studi Kasus di SMKS Al-Ishlah Besuki Sutikno, Nonny Rulisty Putri; Siti Seituni; Namira Choirani Fajri; Inyhatul Hosniyah
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.8400

Abstract

This study aims to analyze the implementation of character education in Indonesian language learning in the digital era, with a case study at SMKS Al-Ishlah Besuki. Specifically, it investigates teachers’ strategies in integrating character values through traditional teaching methods, the challenges encountered, and the potential role of digital media in supporting effective learning. This research employed a qualitative descriptive approach with a case study design. Data were collected through classroom observation, in-depth interviews with teachers and students, and documentation analysis of teaching materials. The data were thematically analyzed through reduction, categorization, and narrative interpretation. The validity of findings was ensured through source triangulation and member checking. The results indicate that students were able to identify several character values from traditional literary texts, particularly Hikayat Abu Nawas and Rumah yang Sempit. The identified values include religious-spiritual (gratitude, patience), motivation/effort (perseverance, responsibility), and social ethics (humility, avoiding arrogance). However, students’ understanding remained mostly at the moral knowing stage, without progressing toward moral feeling or moral action. The study also highlights several challenges: the complexity of traditional literary language, students’ low reading interest, and their preference for short and visual content typical of the digital generation. To address these issues, the integration of digital media such as short videos, posters, and animations is recommended to strengthen the relevance of character values in students’ daily lives. The findings confirm that traditional literature remains a relevant medium for character education, provided it is delivered through adaptive pedagogical strategies aligned with digital-age learners.
Analisis Makna Denotasi dan Konotasi dalam Postingan Meme di Akun Instagram @dpm_untircoy Aunia, Ismi; Fahada Naina Hakim; Siti Aulia Hamidah; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.8893

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan meme sebagai bentuk komunikasi dan ekspresi sosial di media digital, khususnya di kalangan mahasiswa. Meme tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan kritik, sindiran, dan pandangan terhadap realitas kehidupan kampus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna denotasi dan konotasi dalam postingan meme akun Instagram @dpm_untircoy dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa teks dan gambar dari sepuluh meme yang diunggah pada Agustus—Oktober 2025. Teknik yang digunakan ialah teknik simak, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode padan ekstralingual menggunakan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan Hubung Banding Membeda (HBM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme-meme tersebut merepresentasikan berbagai realitas sosial mahasiswa, yakni (1) tekanan akademik, (2) budaya menunda tugas, (3) perbedaan perspektif antara mahasiswa baru dan lama, (4) kritik terhadap birokrasi kampus, serta (5) ekspresi psikologis mahasiswa. Meme menjadi sarana komunikasi visual yang mencerminkan cara berpikir, emosi, dan budaya mahasiswa di lingkungan kampus.
Analisis Wacana Kritis Berita Di Surat Kabar Waspada Berdasarkan Teori Teun A Van Dijk Panggabean, Sarma Panggabean; Lesteria Sagala; Nopri Juniarta Sitohang; Edwin Samosir; Anggilina Sirait
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.8944

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Wacana Kritis dalam Surat Kabar Waspada Berdasarkan Teori Teun A. Van Dijk”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana struktur wacana, strategi linguistik, serta representasi dan ideologi terbentuk dalam teks berita tersebut. Data penelitian diperoleh dari berita” yang dimuat dalam surat kabar Waspada, kemudian dianalisis menggunakan model analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur wacana berita meliputi: (1)  judul yang menonjolkan peristiwa kematian sebagai daya tarik utama (2) teras berita yang menegaskan unsur kejutan dan rasa empati (3) peristiwa utama yang disajikan secara kronologis dan faktual (4) latar belakang yang menggambarkan kondisi sosial dan ekonomi korban (5) konsekuensi yang menunjukkan dampak sosial dari peristiwa tersebut (6) reaksi verbal dari pihak berwenang yang memperkuat legitimasi informasi (7) komentar yang mengandung penilaian implisit terhadap situasi masyarakat desa. Dalam strategi linguistik, ditemukan bahwa (1) pilihan leksikal menonjolkan diksi tragedi dan kesedihan (2) struktur sintaksis cenderung menggunakan kalimat pasif untuk menekankan korban, bukan pelaku (3) metafora digunakan untuk membangun nuansa emosional (4) presuposisi dimunculkan untuk menegaskan asumsi tentang kondisi sosial pedesaan (5) kutipan serta atribusi menunjukkan keberpihakan media terhadap narasumber resmi. Sementara itu, aspek representasi dan ideologi dalam wacana berita terlihat melalui: (1) framing yang memusatkan perhatian pada korban sebagai simbol ketimpangan sosial (2) representasi petani sebagai kelompok rentan dalam struktur sosial (3) intertekstualitas yang mengaitkan peristiwa ini dengan kasus serupa di media lain (4) agenda setting yang memperkuat citra media sebagai penyampai realitas sosial yang kritis. Keseluruhan hasil analisis menunjukkan bahwa berita tersebut tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk konstruksi sosial dan ideologi melalui pilihan bahasa dan cara penyajian wacana.
Fonologi Kontrastif pada Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman Baehaqie, Imam; Rahayu, Ananda; Ramadhani, Naurah
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.9078

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai analisis bentuk dan perbandingan fonologi Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman sebagai dua bahasa dari rumpun yang berbeda. Analisis ini bertujuan untuk mendeskripsikan bunyi dan mendeskripsikan inventaris bunyi dan mengidentifikasi persamaan serta perbedaan fonologis kedua bahasa tersebut. Analisis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kontrastis. Data diperoleh melalui metode simak, simak bebas libat cakap, dan teknik catat terhadap berbagai sumber pustaka yang membahas fonologi Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung dan teknik lesap untuk mengidentifikasi kontras bunyi secara lebih spesifik. Hasil analisis menunjukkan bahwa Bahasa Jawa memiliki tujuh vokal, hingga tujuh deretan vokal, sedangkan Bahasa Jerman memiliki panjang-pendek, umlaut (ä, ö, ü),  deretan vokal, dan vokal tiga deret. Perbandingan ini menunjukkan bahwa adanya titik kesulitan pelafalan bagi masyarakat tutur Bahasa Jawa ketika mempelajari Bahasa Jerman.  

Page 1 of 1 | Total Record : 4