cover
Contact Name
Rahmat Pannyiwi
Contact Email
rahmatpannyiwi79@gmail.com
Phone
+6285298456666
Journal Mail Official
agdosiagdosi@gmail.com
Editorial Address
Komp. Nusa Harapan Permai Blok B.6 No.7 Kecamatan biringkanaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29649196     DOI : https://doi.org/10.59585/sosisabdimas
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, tidak memiliki ruang lingkup yang spesifik, Jurnal ini merupakan jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 391 Documents
Pendampingan Pola Konsumsi Makanan Sumber Yodium Dalam Pencegahan Gaky Di Wilayah Pesisir Sudirman Sudirman; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Iodine Deficiency Disorders (IDD) remain a public health problem that may affect growth, development, and quality of life, especially in areas with limited iodine intake. Limited public knowledge regarding the importance of consuming iodine-rich foods is one of the contributing factors to IDD. This community service program aimed to improve public knowledge and dietary behavior regarding iodine-rich food consumption as an effort to prevent IDD in coastal areas. The implementation methods included health education, demonstrations on selecting iodine-rich food ingredients, family mentoring, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 35 participants consisting of housewives and health cadres. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 55 to 89 in the post-test. In addition, the community began to understand the importance of using iodized salt and consuming seafood as sources of iodine. This program proved effective in improving public awareness regarding IDD prevention through iodine-rich dietary patterns. Keywords: Iodine Deficiency Disorders, Iodine, Coastal Areas, Community Nutrition, Community Service ABSTRAK Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah dengan akses konsumsi yodium yang kurang optimal. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi makanan sumber yodium menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya GAKY. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi makanan sumber yodium sebagai upaya pencegahan GAKY di wilayah pesisir. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi pemilihan bahan makanan sumber yodium, pendampingan keluarga, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 55 meningkat menjadi 89 pada post-test. Selain itu, masyarakat mulai memahami pentingnya penggunaan garam beryodium dan konsumsi makanan laut sebagai sumber yodium. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan GAKY melalui pola konsumsi makanan sumber yodium. Kata Kunci: GAKY, Yodium, Wilayah Pesisir, Gizi Masyarakat, Pengabdian Masyarakat
Edukasi Pencegahan Abses Odontogenik Sebagai Penyakit Gigi Kritis Pada Masyarakat Desa Nurhaedah Nurhaedah; Ainun Jariyah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Odontogenic abscess is a serious oral infection originating from the teeth and supporting tissues. This condition may cause severe pain, swelling, impaired oral function, and even serious complications if not properly treated. Limited public knowledge regarding oral and dental health is one of the factors increasing the risk of odontogenic abscess in rural communities. This community service program aimed to improve public knowledge and awareness regarding the prevention of odontogenic abscess through oral health education. The implementation methods included health counseling, demonstrations of proper tooth brushing techniques, simple dental examinations, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 40 rural community participants. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 54 to 88 in the post-test. In addition, participants began to understand the importance of maintaining oral hygiene and conducting regular dental check-ups. This program proved effective in increasing public awareness regarding the prevention of odontogenic abscess as a critical dental disease. Keywords: Odontogenic Abscess, Oral Health, Health Education, Rural Community, Dental Disease Prevention ABSTRAK Abses odontogenik merupakan infeksi serius pada rongga mulut yang berasal dari jaringan gigi dan jaringan pendukungnya. Penyakit ini dapat menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, gangguan fungsi mulut, bahkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik. Rendahnya pengetahuan masyarakat desa mengenai kesehatan gigi dan mulut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya abses odontogenik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan abses odontogenik melalui edukasi kesehatan gigi dan mulut. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi cara menyikat gigi yang benar, pemeriksaan kesehatan gigi sederhana, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 40 peserta masyarakat desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 54 meningkat menjadi 88 pada post-test. Selain itu, peserta mulai memahami pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan abses odontogenik sebagai penyakit gigi kritis. Kata Kunci: Abses Odontogenik, Kesehatan Gigi, Edukasi Kesehatan, Masyarakat Desa, Pencegahan Penyakit Gigi
Pendampingan Lansia Dalam Pencegahan Risiko Jatuh Melalui Intervensi Keperawatan Gerontik Sri Ariyanti; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Falls are one of the most common health problems among older adults and may result in injuries, disabilities, decreased quality of life, and even death. Physiological changes associated with aging, balance disorders, muscle weakness, and environmental factors contribute significantly to the increased risk of falls among older adults. Fall prevention requires a comprehensive approach through assistance and gerontological nursing interventions. This Community Service Program aimed to improve the knowledge and abilities of older adults and their families in preventing fall risks through education and gerontological nursing assistance. The methods included health education, balance exercise demonstrations, fall risk identification assistance, and evaluation using pre-tests and post-tests. The program involved 30 older adults and family members. The results showed an increase in participants’ average knowledge scores from 60.3 before the intervention to 85.6 after the intervention. Participants were also able to identify fall risk factors and implement preventive measures in their home environment. This program had a positive impact on increasing awareness among older adults and their families regarding safety and fall prevention. Continuous assistance is recommended to sustain fall-prevention behaviors among older adults. Keywords: Older Adults, Fall Risk, Gerontological Nursing, Fall Prevention, Community Service. ABSTRAK Risiko jatuh merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada kelompok lanjut usia (lansia) dan dapat menyebabkan cedera, kecacatan, penurunan kualitas hidup, hingga kematian. Perubahan fisiologis akibat proses penuaan, gangguan keseimbangan, penurunan kekuatan otot, serta faktor lingkungan menjadi penyebab utama meningkatnya risiko jatuh pada lansia. Upaya pencegahan risiko jatuh memerlukan pendekatan komprehensif melalui pendampingan dan intervensi keperawatan gerontik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan lansia serta keluarga dalam mencegah risiko jatuh melalui edukasi dan pendampingan keperawatan gerontik. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi latihan keseimbangan, pendampingan identifikasi risiko jatuh, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 30 lansia dan anggota keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 60,3 menjadi 85,6 setelah intervensi. Selain itu, peserta mampu mengidentifikasi faktor risiko jatuh serta menerapkan langkah-langkah pencegahan di lingkungan rumah. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran lansia dan keluarga dalam menjaga keselamatan serta mencegah kejadian jatuh. Pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk mempertahankan perilaku pencegahan risiko jatuh pada lansia. Kata Kunci: lansia, risiko jatuh, keperawatan gerontik, pencegahan jatuh, pengabdian kepada masyarakat.
Edukasi Prinsip Dasar Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Rini Herdiani; Sutriyati Sutriyati; Eka Mustika Sari Abukasim
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Healthcare quality and patient safety are essential components in ensuring the effectiveness and success of healthcare services. Improving healthcare quality depends not only on the competence of healthcare professionals but also on the continuous implementation of quality management principles and patient safety culture. This Community Service Program aimed to enhance participants' knowledge and understanding of the fundamental principles of quality management and patient safety to improve healthcare service quality. The methods employed included educational sessions, interactive lectures, group discussions, and evaluations through pre-tests and post-tests. Participants consisted of healthcare workers, health science students, and community members involved in healthcare services. The results demonstrated an increase in participants’ understanding of healthcare quality concepts, continuous quality improvement cycles, patient safety goals, and the importance of reporting and preventing patient safety incidents. Participants actively engaged in the activities and were able to identify various risks affecting healthcare service quality. This program contributed positively to strengthening awareness and fostering a culture of quality and patient safety. Continuous educational initiatives are therefore recommended to support the delivery of safe, effective, and patient-centered healthcare services. Keywords: Quality Management, Patient Safety, Healthcare Services, Health Education ABSTRAK Mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien merupakan dua aspek penting yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan layanan kesehatan. Peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya bergantung pada kompetensi tenaga kesehatan, tetapi juga pada penerapan prinsip-prinsip manajemen mutu dan budaya keselamatan pasien secara berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai prinsip dasar manajemen mutu dan keselamatan pasien sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, ceramah interaktif, diskusi, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan tenaga kesehatan, mahasiswa kesehatan, dan masyarakat yang memiliki peran dalam pelayanan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait konsep mutu pelayanan, siklus peningkatan mutu berkelanjutan, sasaran keselamatan pasien, serta pentingnya pelaporan dan pencegahan insiden keselamatan pasien. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung dan mampu mengidentifikasi berbagai risiko yang dapat memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangun kesadaran dan budaya mutu serta keselamatan pasien. Oleh karena itu, edukasi yang berkelanjutan perlu dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang aman, efektif, dan berorientasi pada pasien. Kata Kunci: Manajemen Mutu, Keselamatan Pasien, Pelayanan Kesehatan, Edukasi Kesehatan
Penguatan Posyandu Melalui Kolaborasi Bidan Desa Dan Kader Kesehatan Arnita Rapang; Jean Christy Ade Putri; Helen Periselo; Tenny Tarnoto
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Integrated Health Service Posts (Posyandu) are community-based health service programs that play a significant role in improving the health status of mothers, infants, children, adolescents, and older adults. However, Posyandu implementation in many areas still faces challenges, including limited cadre capacity, low community participation, and inadequate coordination among healthcare providers. Collaboration between village midwives and community health cadres is a strategic approach to strengthening Posyandu services. This Community Service Program aimed to improve the capacity of health cadres and strengthen collaboration between village midwives and health cadres in Posyandu implementation. The methods included education, training, service simulations, cadre mentoring, and evaluations through pre-tests and post-tests. A total of 35 participants consisting of village midwives and health cadres attended the program. The results showed an increase in the average knowledge score from 61.8 before the intervention to 88.4 after the intervention. Participants also demonstrated improved skills in implementing the five-table Posyandu system, recording and reporting activities, and delivering health education to the community. Enhanced collaboration between village midwives and health cadres contributed to more effective Posyandu services. This program is expected to support the improvement of community health services through sustainable strengthening of Posyandu institutions. Keywords: Posyandu, Village Midwife, Health Cadres, Collaboration ABSTRAK Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang berperan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu, bayi, balita, remaja, dan lanjut usia. Namun, pelaksanaan Posyandu di berbagai wilayah masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kapasitas kader, rendahnya partisipasi masyarakat, serta kurang optimalnya koordinasi antar pelaksana pelayanan kesehatan. Kolaborasi antara bidan desa dan kader kesehatan menjadi strategi penting dalam memperkuat fungsi Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dan memperkuat sinergi antara bidan desa dan kader dalam penyelenggaraan Posyandu. Metode yang digunakan meliputi edukasi, pelatihan, simulasi pelayanan Posyandu, pendampingan kader, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 35 kader kesehatan dan bidan desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 61,8 menjadi 88,4 setelah pelatihan. Selain itu, terjadi peningkatan keterampilan kader dalam pelaksanaan sistem lima meja Posyandu, pencatatan dan pelaporan, serta komunikasi kesehatan kepada masyarakat. Kolaborasi yang lebih baik antara bidan desa dan kader kesehatan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan Posyandu. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan kelembagaan Posyandu yang berkelanjutan. Kata Kunci: Posyandu, Bidan Desa, Kader Kesehatan, Kolaborasi
Pendampingan Pembuatan Birth Plan kepada Ibu Hamil sebagai Upaya Menurunkan Kecemasan Menghadapi Persalinan di Lapangan Simpati Perumnas Antang Blok 1 Kota Makassar April Artinanda; Ismawati Ismawati; Zulhaedah Zulhaedah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Pregnancy is a period characterized by various physical and psychological changes, including anxiety related to childbirth. High levels of anxiety may negatively affect maternal and fetal health and influence labor outcomes. One strategy to improve childbirth preparedness is the development of a birth plan. A birth plan helps pregnant women and their families understand delivery needs, recognize danger signs, determine the place of delivery, and prepare support systems during childbirth. This Community Service Program aimed to improve pregnant women's knowledge regarding birth plans and reduce anxiety in preparation for childbirth. The program was conducted at simPATI Field, Perumnas Antang Block 1, Makassar City, through health education, birth plan assistance, interactive discussions, and evaluations using pre-tests and post-tests. A total of 30 pregnant women participated in the program. The results showed an increase in participants’ average knowledge scores from 59.7 before the intervention to 87.9 after the intervention. In addition, participants’ anxiety levels decreased from moderate to mild categories following birth plan assistance. These findings indicate that birth plan assistance is effective in improving childbirth preparedness and reducing anxiety among pregnant women. Keywords: Pregnant Women, Birth Plan, Anxiety, Childbirth ABSTRAK Kehamilan merupakan periode yang disertai berbagai perubahan fisik dan psikologis, termasuk munculnya kecemasan menjelang persalinan. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat berdampak pada kesehatan ibu dan janin serta memengaruhi proses persalinan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu ibu hamil mempersiapkan persalinan adalah melalui penyusunan birth plan atau rencana persalinan. Birth plan membantu ibu hamil dan keluarga memahami kebutuhan persalinan, mengenali tanda bahaya, menentukan tempat persalinan, serta mempersiapkan dukungan selama proses persalinan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang birth plan serta menurunkan tingkat kecemasan dalam menghadapi persalinan. Kegiatan dilaksanakan di Lapangan simPATI Perumnas Antang Blok 1 Kota Makassar dengan metode edukasi kesehatan, pendampingan penyusunan birth plan, diskusi interaktif, dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 30 ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 59,7 menjadi 87,9 setelah edukasi. Selain itu, terjadi penurunan tingkat kecemasan peserta dari kategori sedang menjadi kategori ringan setelah dilakukan pendampingan penyusunan birth plan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan birth plan efektif meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan serta membantu mengurangi kecemasan selama masa kehamilan. Kata Kunci: Ibu Hamil, Birth Plan, Kecemasan, Persalinan
Pelatihan Manajemen Mutu Pelayanan Keperawatan sebagai Upaya Peningkatan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Solehudin Solehudin; Inas Syabanasyah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quality nursing services are an essential indicator of hospital performance because they directly influence patient satisfaction. Nurses, as healthcare professionals who interact most frequently with patients, play a strategic role in ensuring high-quality healthcare services. However, challenges remain in implementing nursing quality management, including inconsistent application of service standards, ineffective therapeutic communication, and limited understanding of nursing quality indicators. This community service program aimed to improve nurses’ knowledge and competencies regarding nursing service quality management to enhance patient satisfaction in hospitals. The program was conducted through training sessions, interactive lectures, case discussions, nursing service simulations, and evaluations using pre-tests and post-tests. A total of 35 nurses from inpatient wards and other service units participated in the activity. Evaluation was carried out to assess participants’ knowledge improvement after the training. The results demonstrated an increase in participants’ average knowledge scores from 68.4 during the pre-test to 87.6 during the post-test. Participants showed improved understanding of quality management concepts, nursing quality indicators, SERVQUAL dimensions, patient safety principles, and strategies for improving patient satisfaction. The activity also enhanced participants’ awareness of the importance of a quality culture in nursing services. In conclusion, nursing service quality management training effectively improves nurses’ knowledge and understanding of quality improvement efforts and patient satisfaction enhancement. Continuous training programs are recommended to support the development of a quality culture in hospitals
Program Edukasi Penggunaan Kelambu Dan Pengendalian Nyamuk Untuk Pencegahan Malaria Marlin Eppang; Cakrawati R Cakrawati R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Malaria remains a major public health concern in several endemic regions of Indonesia. The disease is caused by Plasmodium parasites transmitted through the bites of female Anopheles mosquitoes. Malaria prevention requires active community participation through healthy lifestyle practices, the use of insecticide-treated bed nets, and mosquito breeding site control. This Community Service Program aimed to improve community knowledge and awareness regarding bed net utilization and mosquito control as malaria prevention strategies. The methods included health education, demonstrations on proper bed net use, mosquito breeding site control education, and evaluations through pre-tests and post-tests. The program involved 40 households living in malaria-risk areas. The results showed an increase in the average knowledge score from 56.8 before the intervention to 86.5 after the intervention. Furthermore, regular bed net use increased from 42.5% to 80.0% following the program. The intervention effectively improved community knowledge and preventive behaviors related to malaria control. Continuous education and multisectoral involvement are necessary to support sustainable malaria prevention efforts. Keywords: Malaria, Bed Net, Mosquito Control, Disease Prevention, Health Education. ABSTRAK Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di berbagai wilayah endemis di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Upaya pencegahan malaria memerlukan keterlibatan aktif masyarakat melalui penerapan perilaku hidup sehat, penggunaan kelambu berinsektisida, serta pengendalian tempat perindukan nyamuk. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan kelambu serta pengendalian nyamuk sebagai upaya pencegahan malaria. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi penggunaan kelambu, edukasi pemberantasan sarang nyamuk, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada 40 kepala keluarga di wilayah yang berisiko malaria. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 56,8 menjadi 86,5 setelah edukasi. Selain itu, terjadi peningkatan penggunaan kelambu secara rutin dari 42,5% menjadi 80,0% setelah kegiatan. Program ini efektif meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan malaria. Diperlukan edukasi berkelanjutan dan keterlibatan lintas sektor untuk mendukung keberhasilan program pengendalian malaria di masyarakat. Kata Kunci: Malaria, Kelambu, Nyamuk, Pencegahan Penyakit, Edukasi Kesehatan.
Penerapan Prinsip DAGUSIBU Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Penggunaan Obat Yang Rasional Sara Surya; Lailiana Garna Nurhidayati; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Irrational drug use remains a significant public health problem that may lead to treatment failure, adverse drug reactions, antimicrobial resistance, and increased healthcare costs. One strategy to promote rational drug use is the implementation of the DAGUSIBU principle (Get, Use, Store, and Dispose of Medicines Properly). This Community Service Program aimed to improve community knowledge and awareness regarding proper medication management through DAGUSIBU education. The activities included health education sessions, demonstrations on medication use, education on proper storage and disposal of medicines, and evaluations using pre-tests and post-tests. A total of 40 community members participated in the program. The results showed an increase in the average knowledge score from 60.2 before the intervention to 88.7 after the intervention. Furthermore, participants demonstrated improved understanding of how to obtain, use, store, and dispose of medicines correctly. The program was effective in increasing community awareness regarding rational drug use. Continuous DAGUSIBU education is needed to support improved public health outcomes. Keywords: DAGUSIBU, Rational Drug Use, Health Education, Medication Management, Community. ABSTRAK Penggunaan obat yang tidak rasional masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, seperti kegagalan terapi, efek samping obat, resistensi antimikroba, dan pemborosan biaya kesehatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penggunaan obat yang rasional adalah melalui penerapan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan obat yang tepat melalui edukasi DAGUSIBU. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan, demonstrasi penggunaan obat, edukasi penyimpanan dan pembuangan obat, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 40 orang masyarakat yang berada di wilayah sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 60,2 menjadi 88,7 setelah edukasi. Terjadi peningkatan pemahaman masyarakat mengenai cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat yang benar. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat yang rasional. Edukasi DAGUSIBU perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kata Kunci: DAGUSIBU, penggunaan obat rasional, edukasi kesehatan, pengelolaan obat, masyarakat.
Edukasi Promosi Kesehatan Sebagai Upaya Preventif Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Asriani Hijrah; Endam Apulina Br Sembiring
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Health promotion is an important strategy in preventive efforts to improve community quality of life. Limited public knowledge regarding healthy lifestyles remains a challenge in achieving optimal health status. This community service program aimed to improve community knowledge and awareness regarding healthy living behaviors through health promotion education. Activities included health counseling, interactive discussions, demonstrations of healthy behaviors, and evaluations using pre-tests and post-tests. A total of 40 community members participated in the program. The results showed an increase in the average knowledge score from 62.3 before the intervention to 90.1 after education. Furthermore, participants demonstrated improved understanding of balanced nutrition, physical activity, environmental sanitation, and disease prevention. Health promotion education proved effective in increasing public awareness and supporting better quality of life. Continuous educational activities are needed to maintain sustainable healthy behaviors. Keywords: Health Promotion, Health Education, Preventive Efforts, Quality Of Life, Community. ABSTRAK Promosi kesehatan merupakan salah satu strategi penting dalam upaya preventif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai perilaku hidup sehat masih menjadi tantangan dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai perilaku hidup sehat melalui edukasi promosi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi perilaku hidup sehat, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 40 orang masyarakat yang berada di wilayah sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 62,3 sebelum intervensi menjadi 90,1 setelah edukasi. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman mengenai gizi seimbang, aktivitas fisik, sanitasi lingkungan, dan pencegahan penyakit. Edukasi promosi kesehatan terbukti efektif meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas hidup. Kegiatan edukasi yang berkelanjutan diperlukan untuk mempertahankan perilaku hidup sehat masyarakat. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Edukasi Kesehatan, Preventif, Kualitas Hidup, Masyarakat.