cover
Contact Name
Rahmat Pannyiwi
Contact Email
rahmatpannyiwi79@gmail.com
Phone
+6285298456666
Journal Mail Official
agdosiagdosi@gmail.com
Editorial Address
Komp. Nusa Harapan Permai Blok B.6 No.7 Kecamatan biringkanaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29649196     DOI : https://doi.org/10.59585/sosisabdimas
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, tidak memiliki ruang lingkup yang spesifik, Jurnal ini merupakan jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
Pendampingan Kesehatan Anak Jalanan Melalui Pemeriksaan Dan Edukasi Kesehatan Dia Rejeki Utami; Rachmat Ramli; Andi Kamal M. Sallo
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1311

Abstract

ABSTRACT Street children are a vulnerable population with a high risk of experiencing health problems due to limited access to healthcare services, unhealthy living environments, and inadequate knowledge regarding healthy behaviors. These conditions may affect their growth, development, and overall quality of life. This Community Service Program aimed to improve the health status and knowledge of street children through health examinations and health education activities. The program included basic health screenings, nutritional status assessments, education on clean and healthy living behaviors, and health counseling. A total of 35 street children in Makassar City participated in the activity. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to assess knowledge improvement. The results showed an increase in the average knowledge score from 54.3 before the intervention to 85.6 after the intervention. Several health issues were identified, including poor personal hygiene, mild respiratory infections, and undernutrition among some participants. The health assistance program effectively improved awareness regarding personal health maintenance. Similar programs should be conducted continuously with multisectoral collaboration to improve the health status of street children. Keywords: Street Children, Health Screening, Health Education, Healthy Behavior, ABSTRAK Anak jalanan merupakan kelompok rentan yang memiliki risiko tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan akibat keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan, lingkungan yang kurang sehat, serta rendahnya pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Kondisi tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas hidup anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan status kesehatan dan pengetahuan anak jalanan melalui pemeriksaan kesehatan serta edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan melalui pemeriksaan kesehatan dasar, pengukuran status gizi, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pemberian konseling kesehatan. Sasaran kegiatan adalah 35 anak jalanan yang berada di wilayah Kota Makassar. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 54,3 menjadi 85,6 setelah edukasi. Selain itu, ditemukan beberapa masalah kesehatan seperti kebersihan diri yang kurang, keluhan infeksi saluran pernapasan ringan, dan status gizi kurang pada sebagian peserta. Kegiatan pendampingan kesehatan terbukti mampu meningkatkan kesadaran anak jalanan terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri. Program serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak untuk meningkatkan derajat kesehatan anak jalanan. Kata Kunci: Anak Jalanan, Pemeriksaan Kesehatan, Edukasi Kesehatan, PHBS
Peningkatan Kesadaran Deteksi Dini dan Skrining Infeksi Menular Seksual (IMS) pada Kelompok Berisiko Tinggi di Puskesmas Tomuan Kota Pematangsiantar Kandace Sianipar
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1318

Abstract

Sexually Transmitted Infections (STIs) remain a significant public health concern due to their potential complications, including infertility, pelvic inflammatory disease, and increased risk of Human Immunodeficiency Virus (HIV) transmission. High-risk groups require regular screening and early detection efforts to prevent the spread of STIs. This Community Service Program aimed to improve knowledge, awareness, and participation among high-risk populations regarding regular STI screening and early detection. Activities included health education, individual counseling, STI screening services, and evaluation through pre-tests and post-tests. The program involved 40 participants classified as high-risk individuals within the service area of Tomuan Public Health Center. The results showed an increase in the average knowledge score from 58.4 before the intervention to 87.9 after the intervention. Furthermore, 92.5% of participants expressed willingness to undergo regular STI screening after the program. The intervention effectively improved awareness regarding the importance of early detection and regular STI screening for disease prevention and control.
PERI-CARE : Pemberdayaan Ibu Hamil Trimester III Melalui Edukasi Dan Pelatihan Pijat Perineum Untuk Mencegah Ruptur Perineum Bima Suryantara; Mia Dwi Agustina; Riyantika Riyantika
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1320

Abstract

Perineal rupture is one of the most common complications of vaginal delivery and may lead to pain, bleeding, infection, and decreased quality of life during the postpartum period. Limited knowledge among pregnant women regarding the prevention of perineal rupture highlights the need for appropriate education and training. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of third-trimester pregnant women through education and perineal massage training as an effort to prevent perineal rupture. The PERI CARE program was conducted in the working area of Dukuhseti Public Health Center, Pati Regency, involving 25 third-trimester pregnant women. The methods included health education sessions, demonstrations of perineal massage techniques using anatomical models, hands-on practice (re-demonstration), and evaluation through pre-test and post-test assessments. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the mean pre-test score increasing from 62.4 to 87.6 in the post-test. The proportion of participants with good knowledge increased from 20% to 88%, while those with poor knowledge decreased from 32% to 0%. Furthermore, 88% of participants were able to independently perform the perineal massage technique according to the recommended procedure. The findings indicate that education and training on perineal massage are effective in improving the knowledge and skills of third-trimester pregnant women. The PERI CARE program can serve as a promotive and preventive
Penyuluhan CERDIK Dan Deteksi Dini Hipertensi Melalui Cek Tekanan Darah Gratis Bagi Lansia Di Posyandu Lansia Kelurahan Antang Makassar Muh. Asrul Taufiq Arifuddin
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1321

Abstract

ABSTRACT Hypertension is one of the most common degenerative diseases among the elderly and remains a major public health problem due to its association with cardiovascular disease, stroke, and kidney failure. Elderly individuals often experience uncontrolled blood pressure because of limited knowledge regarding healthy lifestyles and inadequate routine health monitoring. The CERDIK program promoted by the Ministry of Health serves as a preventive approach to reduce hypertension risk factors through healthy behavior. This community service activity aimed to improve elderly knowledge regarding hypertension prevention through CERDIK education and early detection by providing free blood pressure examinations. The activity was conducted at the Elderly Posyandu in Antang Village, Makassar, involving 45 elderly participants. Methods included health education, interactive discussions, blood pressure screening, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The results demonstrated an increase in the average knowledge score from 59.6 before education to 86.8 after the intervention. Blood pressure examination revealed that 24 participants (53.3%) had hypertension, while 15 participants (33.3%) were classified as prehypertensive. The program successfully improved participants’ knowledge and awareness regarding hypertension prevention and the importance of regular blood pressure monitoring.
Edukasi Dan Implementasi Asuhan Keperawatan Pada Pasien Asma Dan Manajemen Serangan Akut Di Lingkungan Rumah Tangga Zaenal Zaenal; Rini Mustamin
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1322

Abstract

Asthma is a chronic respiratory disease characterized by airway inflammation and narrowing, causing symptoms such as shortness of breath, coughing, wheezing, and chest tightness. Acute asthma attacks may occur suddenly and require prompt and appropriate management to prevent severe complications. Lack of family knowledge regarding early signs of attacks, proper medication use, and initial home management can worsen the patient's condition. This Community Service Program aimed to improve patients’ and families’ knowledge about acute asthma attack management through nursing care education at the household level. The activities included health education, inhaler technique demonstrations, education on trigger control, and evaluation using pre-test and post-test assessments. The program involved 35 asthma patients and family members in the primary healthcare service area. The results showed an increase in participants’ knowledge scores from 55.2 before education to 86.8 after education. Participants were also able to recognize warning signs of asthma attacks and understand appropriate initial management. This educational intervention was effective in improving family preparedness in managing asthma and preventing complications at home
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Tanda Bahaya Kehamilan Di Desa Menganti, Kedung Jepara Ratna Ratna; Dwi Puji Susanti; Ulin Nafiah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1323

Abstract

Salah satu faktor utama penyebab kematian ibu adalah keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya kehamilan. Padahal, deteksi dini terhadap risiko kehamilan dapat mencegah komplikasi yang berujung pada kematian ibu maupun bayi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam mengenali dan mendeteksi secara dini tanda-tanda bahaya kehamilan di Desa Menganti, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Latar belakang kegiatan ini adalah masih tingginya angka komplikasi kehamilan yang terlambat ditangani karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengenali gejala awal kondisi berisiko. Metode kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan interaktif, dan simulasi studi kasus. Materi yang diberikan meliputi pengenalan tanda bahaya kehamilan seperti perdarahan, nyeri perut hebat, tekanan darah tinggi, gerakan janin berkurang, dan gejala preeklamsia. Pelatihan ini diikuti oleh 25 kader Posyandu yang aktif di wilayah tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan, yang dibuktikan melalui pre-test dan post-test. Kader juga menunjukkan antusiasme tinggi dan menyatakan komitmen untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan pelayanan Posyandu sehari-hari. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan kapasitas kader dalam melakukan deteksi dini tanda bahaya kehamilan, yang diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan risiko komplikasi dan kematian ibu hamil di tingkat desa. Ke depan, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkala dan disertai monitoring untuk memastikan kesinambungan dampaknya.
Pendampingan Keluarga Dalam Manajemen Nyeri Non-Farmakologi Pada Pasien Post Fraktur Di Wilayah Kerja Puskesmas Manggala Andi Ernawati Manuntungi; Dia Rejeki Utami; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1325

Abstract

ABSTRACT Fracture is a condition involving disruption of bone continuity that often causes pain, limited mobility, and discomfort during the recovery process. Pain management in post-fracture patients does not only rely on pharmacological therapy but also requires non-pharmacological interventions that can be independently performed by patients and families at home. Families play an important role in providing psychological support, assisting mobility, and applying simple pain management techniques. This Community Service Program aimed to improve family knowledge and skills in implementing non-pharmacological pain management for post-fracture patients in the working area of Manggala Public Health Center. The methods included health education, demonstrations of deep breathing relaxation, distraction techniques, comfortable positioning, appropriate compress techniques, and family assistance. Evaluation was conducted using pre-test and post-test knowledge assessments. The participants consisted of 35 families of post-fracture patients. The results showed an increase in participants’ knowledge scores from 54.6 before education to 87.2 after education. Participants were also able to demonstrate appropriate non-pharmacological pain management techniques. This program demonstrated that family assistance effectively improves family ability to support pain control and enhance patient comfort during post-fracture recovery. ABSTRAK Fraktur merupakan kondisi terputusnya kontinuitas tulang yang sering menimbulkan nyeri, keterbatasan aktivitas, dan gangguan kenyamanan pasien selama masa pemulihan. Pengelolaan nyeri pada pasien post fraktur tidak hanya bergantung pada terapi farmakologi, tetapi juga membutuhkan intervensi non-farmakologi yang dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien dan keluarga di rumah. Keluarga memiliki peran penting dalam memberikan dukungan psikologis, membantu mobilisasi, serta menerapkan teknik sederhana untuk mengurangi nyeri. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam melakukan manajemen nyeri non-farmakologi pada pasien post fraktur di wilayah kerja Puskesmas Manggala. Metode kegiatan dilakukan melalui edukasi kesehatan, demonstrasi teknik relaksasi napas dalam, distraksi, pengaturan posisi nyaman, kompres sesuai indikasi, serta pendampingan keluarga. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan. Sasaran kegiatan sebanyak 35 keluarga pasien post fraktur. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 54,6 sebelum edukasi menjadi 87,2 setelah edukasi. Peserta juga mampu mempraktikkan teknik manajemen nyeri non-farmakologi secara tepat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan keluarga efektif dalam meningkatkan kemampuan keluarga untuk membantu mengontrol nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien selama proses pemulihan post fraktur.
Sahabat Menopause: Pemberdayaan Perempuan Dalam Menghadapi Perubahan Fisiologis Dengan Bijak Dan Sehat Lumastari Ajeng Wijayanti; Cakrawati R Cakrawati R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Menopause is a natural physiological process experienced by women, marking the end of the reproductive period. Hormonal changes during menopause often lead to physical, psychological, and social symptoms that may reduce women's quality of life. Limited knowledge and persistent misconceptions regarding menopause frequently result in anxiety and inadequate preparation among women. Therefore, community-based health education is essential to empower women in understanding menopausal changes and adopting healthy lifestyles. Objective: To improve women's knowledge, attitudes, and preparedness in facing menopause through health education, mentoring, and healthy lifestyle promotion. Methods: This community service program was conducted at Posyandu Mawar, Antang Village, Manggala District, Makassar City, in September 2026 involving 35 women aged 40–60 years. Activities included health education sessions, interactive discussions, healthy diet counseling, relaxation exercises, physical activity demonstrations, individual consultations, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. Data were analyzed descriptively. Results: Participants' average knowledge score increased from 61.8 before the intervention to 89.4 after the program. Approximately 91.4% of participants were able to identify physiological changes during menopause, 88.6% understood non-pharmacological approaches to managing menopausal symptoms, and 94.3% reported feeling more prepared to face menopause. Participants showed high enthusiasm and active involvement throughout the activities. Conclusion: The Menopause Companion Program effectively improved women's knowledge, preparedness, and awareness regarding healthy menopause management. Community-based educational interventions can serve as an effective health promotion strategy to improve the quality of life among middle-aged and older women. Keywords: Menopause, Women Empowerment, Health Education, Health Promotion, Community Service ABSTRAK Latar Belakang: Menopause merupakan proses fisiologis alami yang dialami setiap perempuan sebagai tanda berakhirnya masa reproduksi. Perubahan hormonal yang terjadi selama masa menopause sering menimbulkan berbagai keluhan fisik, psikologis, maupun sosial yang dapat memengaruhi kualitas hidup perempuan. Kurangnya pengetahuan serta masih adanya berbagai mitos mengenai menopause menyebabkan banyak perempuan mengalami kecemasan dan kurang siap menghadapi perubahan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pemberdayaan melalui edukasi kesehatan agar perempuan mampu memahami perubahan fisiologis yang terjadi dan menerapkan gaya hidup sehat dalam menghadapi masa menopause. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesiapan perempuan dalam menghadapi menopause melalui program edukasi kesehatan, pendampingan, dan praktik hidup sehat. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Posyandu Mawar, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar pada bulan September 2026. Sasaran kegiatan adalah 35 perempuan usia 40–60 tahun. Program dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi aktivitas fisik sederhana, edukasi gizi, latihan relaksasi, konsultasi kesehatan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 61,8 sebelum edukasi menjadi 89,4 setelah edukasi. Sebanyak 91,4% peserta mampu menjelaskan perubahan fisiologis selama menopause, 88,6% memahami cara mengatasi keluhan menopause secara nonfarmakologis, dan 94,3% menyatakan lebih siap menghadapi masa menopause. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan berpartisipasi aktif selama diskusi maupun praktik. Kesimpulan: Program Sahabat Menopause efektif meningkatkan pengetahuan, kesiapan, dan kesadaran perempuan dalam menghadapi menopause secara sehat. Edukasi kesehatan berbasis komunitas dapat menjadi salah satu strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan usia premenopause dan menopause. Kata Kunci: Menopause, Pemberdayaan Perempuan, Edukasi Kesehatan, Promosi Kesehatan, Pengabdian Kepada Masyarakat
Penguatan Peran Tenaga Kesehatan Sebagai Care Provider Pada Masa Pra-Konsepsi, Kehamilan, Persalinan, Nifas, Dan Neonatus Cakrawati R Cakrawati R; Maria Septiana
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Maternal and neonatal health services remain a national priority in reducing maternal and neonatal mortality. High-quality healthcare requires competent healthcare providers who are able to deliver comprehensive and continuous care from the preconception period through pregnancy, childbirth, postpartum, and neonatal care. Strengthening healthcare workers' competencies is essential to improve the quality of maternal and neonatal healthcare services. To improve healthcare providers' knowledge, skills, and competencies regarding their role as care providers in delivering comprehensive maternal and neonatal healthcare based on the continuum of care approach. This community service program was conducted at a primary healthcare center in Indonesia in September 2026 involving 35 healthcare workers, including midwives, nurses, nutritionists, health promotion officers, and other healthcare professionals. Activities included health education, interactive discussions, case studies, simulation-based learning, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. Data were analyzed descriptively. The participants' average knowledge score increased from 68.4 before the intervention to 91.8 after the program. Approximately 94.3% of participants understood the continuum of care concept, 91.4% identified maternal risk factors appropriately, 94.3% understood safe childbirth services, 97.1% mastered essential postpartum and neonatal care, and 94.3% reported greater confidence in providing comprehensive maternal healthcare.Strengthening the role of healthcare workers as care providers effectively improved participants' competencies in delivering integrated maternal and neonatal healthcare services. Continuous professional education is recommended to enhance the quality of maternal and child healthcare services. Keywords: Care Provider, Healthcare Workers, Preconception, Pregnancy, Childbirth, Postpartum, Neonate. ABSTRAK Pelayanan kesehatan ibu dan bayi merupakan salah satu prioritas pembangunan kesehatan nasional dalam upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Pelayanan yang berkualitas memerlukan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi sebagai care provider dalam memberikan pelayanan secara komprehensif dan berkesinambungan sejak masa pra-konsepsi, kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan neonatus. Penguatan kapasitas tenaga kesehatan melalui edukasi dan peningkatan kompetensi menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman tenaga kesehatan mengenai peran care provider dalam pelayanan kesehatan maternal dan neonatal berbasis continuum of care. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di salah satu puskesmas di wilayah Indonesia pada bulan September 2026 dengan melibatkan 35 tenaga kesehatan yang terdiri atas bidan, perawat, tenaga gizi, promotor kesehatan, dan tenaga kesehatan lainnya. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi pelayanan maternal-neonatal, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan distribusi frekuensi, persentase, dan perubahan skor pengetahuan peserta. Nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 68,4 sebelum kegiatan menjadi 91,8 setelah kegiatan. Sebanyak 94,3% peserta memahami konsep continuum of care, 91,4% mampu mengidentifikasi faktor risiko pada masa pra-konsepsi dan kehamilan, 94,3% memahami pelayanan persalinan aman, 97,1% memahami pelayanan nifas dan neonatus esensial, serta 94,3% menyatakan lebih percaya diri dalam memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif. Penguatan kapasitas tenaga kesehatan sebagai care provider terbukti meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan peserta dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi secara berkesinambungan. Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Kata Kunci: Care Provider, Tenaga Kesehatan, Pra-Konsepsi, Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus
Edukasi Senam Hamil Dalam Meningkatkan Kesiapan Fisik Dan Mental Menghadapi Persalinan Cakrawati R Cakrawati R; Nur Fatimah; Rezqiqah Aulia Rahmat; Wulan Citra Sari
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Pregnancy is a physiological process accompanied by various physical and psychological changes that may affect maternal well-being and readiness for childbirth. Many pregnant women experience anxiety, lower back pain, fatigue, and lack of confidence before delivery. Pregnancy exercise is a safe, non-pharmacological intervention that can improve physical fitness, reduce discomfort, and enhance psychological preparedness. Community-based health education is therefore essential to increase maternal awareness and encourage regular participation in pregnancy exercise. This community service program aimed to improve the physical and psychological readiness of pregnant women for childbirth through health education and practical pregnancy exercise sessions. The program was conducted at a primary healthcare facility in Indonesia in September 2026 involving 30 pregnant women in the second and third trimesters. Activities included health education, interactive discussions, demonstrations, guided pregnancy exercise practice, breathing and relaxation techniques, individual consultations, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. Participants' practical skills and satisfaction were also assessed. Data were analyzed descriptively using frequencies, percentages, and mean score comparisons.: The program demonstrated positive outcomes in improving participants' knowledge and preparedness. The mean knowledge score increased from 66.8 before the intervention to 90.7 after the educational session. Participants also showed significant improvement in performing stretching exercises, pelvic floor exercises, breathing techniques, relaxation exercises, and appropriate labor positions. Psychological readiness improved as reflected by increased self-confidence, reduced anxiety, and greater motivation to perform pregnancy exercise regularly. Most participants expressed high satisfaction with the educational materials, practical sessions, and overall implementation of the program.: Health education combined with practical pregnancy exercise effectively improved the knowledge, physical preparedness, and psychological readiness of pregnant women for childbirth. Integrating pregnancy exercise education into routine antenatal care is recommended to promote maternal health, increase confidence during labor, and support safe and positive childbirth experiences.  Keywords: Pregnancy Exercise; Health Education; Maternal Health; Physical Readiness; Psychological Readiness; Childbirth Preparation; Community Service.   ABSTRAK Kehamilan merupakan proses fisiologis yang disertai berbagai perubahan fisik, psikologis, hormonal, dan sosial yang memerlukan adaptasi dari ibu hamil. Kurangnya aktivitas fisik yang sesuai selama kehamilan dapat menyebabkan penurunan kebugaran, meningkatnya keluhan muskuloskeletal, serta kecemasan menjelang persalinan. Salah satu upaya nonfarmakologis yang direkomendasikan untuk meningkatkan kesiapan ibu menghadapi persalinan adalah senam hamil. Senam hamil berperan dalam meningkatkan kekuatan otot, fleksibilitas, teknik pernapasan, relaksasi, serta kesiapan mental sehingga ibu lebih percaya diri menghadapi proses persalinan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan fisik dan mental ibu hamil melalui edukasi dan praktik senam hamil. Kegiatan dilaksanakan pada salah satu fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di Indonesia dengan melibatkan 30 ibu hamil trimester II dan III. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi, praktik senam hamil, diskusi interaktif, pendampingan peserta, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai manfaat senam hamil, perubahan fisiologis selama kehamilan, teknik pernapasan, posisi persalinan, dan latihan relaksasi. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 66,8 menjadi 90,7 setelah kegiatan. Selain itu, sebagian besar peserta menyatakan lebih percaya diri, lebih rileks, memahami teknik mengurangi nyeri selama persalinan, serta memiliki motivasi untuk melakukan senam hamil secara rutin. Antusiasme peserta selama kegiatan juga menunjukkan bahwa metode edukasi yang dipadukan dengan praktik langsung mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu hamil. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi dan praktik senam hamil merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan yang efektif dalam meningkatkan kesiapan fisik dan mental ibu hamil menghadapi persalinan. Program serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pelayanan antenatal untuk mendukung persalinan yang aman, nyaman, dan berkualitas. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Ibu Hamil, Kesiapan Persalinan, Kesehatan Maternal, Senam Hamil.