cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 830 Documents
Analisis Model Inkuiri Terbimbing terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) Berkualitas Peserta Didik SMP Mutiara Nurul Lita Azizah; Sri Ngabekti; Sigit Saptono; Endang Susilaningsih
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dapat dibentuk melalui proses pembelajaran. Aktivitas student center berdampak pada pembelajaran yang lebih aktif sehingga dapat mengasah pengetahuan serta keterampilan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kebutuhan guru IPA untuk mewujudkan SDM berkualitas melalui model inkuiri terbimbing. Kendala yang dihadapi diharapkan dapat diketahui agar dapat ditemukan solusi. Penelitian deskriptif kualitatif ini mengambil data dari wawancara mendalam. Penelitian diperoleh dari lima SMP di Kabupaten Banyumas pada 1 Desember hingga 30 desember 2022. Sumber data peneliti ambil dari guru SMP dan peserta didik kelas tujuh. Analisis yang digunakan adalah Miles & Huberman (2014), mulai dari reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil pengolahan data berdasarkan penelitian yang dilaksanakan yaitu sebagian besar guru menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing namun pembelajaran tersebut tidak dapat mencapai target bernalar kritis, dan gotong royong peserta didik. Faktor prediksi fakta dari permasalahan tersebut adalah 1). Penerapan model pembelajaran berorentasi terhadap kualitas hasil pembelajaran dibandingkan penerapan proses pembelajaran berbasis inkuiri yang efektif, 2) Masalah merancang perangkat pembelajaran, dan 3) Pola diawali dengan menjelaskan materi, latihan soal yang terdapat dalam sumber bacaan seperti buku cetak ataupun buku LKS.
Pembelajaran Seni Tutur Takdut Dalam Upaya Pelestarian Seni Tradisi Di Universitas Pgri Palembang Nofroza Yelli; Sunarto Sunarto; Nur Sahid; Udi Utomo
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni Tutur Tadut merupakan salah satu seni tradisi yang berasal dari daerah Semende yaitu jagat besemah maupun daerah dari Ogan Komering Ulu Selatan yang berkembang masyarakat suku Semende. Seni Tutur Tadut ini bersifat dakwah dan dahulunya biasa dihadirkan dalam acara perkumpulan pengajian ibu-ibu di daerah Besemah. Hingga saat ini Seni Tutur Tadut masih terus berkembang dan mulai dihadirkan dalam acara-acara hiburan seperti acara pernikahan, dan acara aqiqah. Seni tutur biasa ditampilkan dalam acara hiburan pernikahan. Syair yang disampaikan dalam Seni Tutur Tadut ini berisikan tentang ajaran-ajaran agama islam, seperti rukun islam, rukun iman, Ahli Sufi, wujud Allah, ilmu yang tiga, usul sayang disayang, dan diri. Selain di Masyarakat, seni tutur takdut hadir dalam pembelajaran sebagai salah satu upaya pelestarian seni tutur takdut di masyarakat Sumatera Selatan. Terkait dengan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk menguraikan Pembelajaran Seni Tutur Tadut Sebagai Upaya Pelestarian seni tradisi di Universitas PGRI Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses Pembelajaran Seni Tutur Tadut Sebagai Upaya Pelestarian seni tradisi di Universitas PGRI Palembang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil dalam penelitian ini dijabarkan dalam 3 tahapan proses pembelajaran yaitu awal pembelajaran, tengah dan akhir pembelajaran. Penelitian ini memberikan pengetahuan terkait pelestarian lagu tradisi Sumatera Selatan khsususnya seni tutur takdut.
Menilai Kemandirian Belajar Mahasiswa melalui Self-Assessment Ratih Laily Nurjanah; Yan Mujiyanto; Hendi Pratama; Dwi Rukmini
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa diharapkan memiliki kemandirian dalam belajar. Hal ini perlu didukung dengan sistem penilaian yang sesuai. Penelitian ini bertujuan memaparkan respon mahasiswa terhadap proses self-assessment, memaparkan hasil self-assessment, dan menilai ketepatan self-assessment dalam menilai kemandirian siswa. Metode yang digunakan adalah studi kasus melalui observasi langsung. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa merespon positif proses self-assessment, memiliki kemandirian yang baik sesuai dengan kriteria pelajar mandiri, dan self-assessment dinilai tepat digunakan untuk menilai kemandirian siswa. Hasil ini diharapkan memotivasi pengajar untuk menerapkan self-assessment dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan kemandirian siswa dalam belajar.
Trend Pembelajaran Matematika Sekolah Rick Hunter Simanungkalit; Hardi Suyitno; Dwijanto Dwijanto; Isnarto Isnarto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika selalu berkembang seiring dengan perubahan kurikulum matematika sekolah. Pembelajaran matematika sekolah pada masa lalu yang mengadopsi kurikulum tradisional adalah pembelajaran yang berpusat pada guru. Pembelajaran matematika sekarang disesuaikan dengan kurikulum matematika sekolah sekarang yaitu kurikulum 2013 dengan pendekatan saintific. Trend pembelajaran matematika sekolah pada masa depan juga masih menggunakan kurikulum 2013 dengan pendekatan saintific dengan fokus utama adalah menciptakan siswa yang memiliki kemampuan matematis tingkat tinggi sehingga dapat berkompetisi secara global.
Inovasi Industri Olahraga pada Sanggar Senam Cloedora Pangandaran Ruman Ruman; Heny Setyawati; Nasuka Nasuka; Siti Baitul Mukaromah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga di Indonesia dari tahun ke tahun memberikan dampak yang positif bagi masyarakat, karenan olahraga dapat memberi semangat pada rakyatnya, industry olahraga mengalami peningkatan khususnya pada UMKM atau ekonomi kreatif, jika Indonesia mendapatkan prestasi pada bidang olahraga. Para pelaku industi pada bidang olahraga mengalami peningkatan pada masa new normal sehingga mereka sangat ingin berpartisipasi pada kegiatan- kegiatan olahraga, sehingga pelaku industri bisa menjual barangnya pada kegiatan olahraga tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menunjukan kegiatan olahraga senam aerobik dan senam trampoline pada sanggar, adalah sebuah inovasi yang dapat bernilai industri pada bidang olahraga sehingga olahraga senam dapat bermanfaat berdampak pada peningkatan ekonomi. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil Penelitian Inovasi Industri olahraga merupakan salah satu trategi pada bidang wirausaha yang menyediakan pelayanan jasa instruktur membuka Peluang Bisnis Olahraga Kebugaran (Fitness dan Senam) fitness dan senam yang handal dengan berbasis disiplin ilmu industri olahraga yang diperolehnya. Dengan adanya industri olahraga kitab bisa belajar tentang kewirausahan dan manajemen usahanya terutama pada sanggar senam, serta mampu bagaimana cara mendesain sanggar yang baik, mencari pelatih yang professional dan kelengkapan yang mendukung kegitan senam.
Peran Mental Imagery dalam Membangun Literasi Matematis Sebastianus Fedi; Stefanus Budi Waluya; Scolastika Mariani; Iqbal Kharisudin; Rochmad Rochmad; Amin Suyitno
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia mampu melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ada dalam pikirannya, seperti kata Rene Descartes: Cogito Ergo Sum. Segala sesuatu yang ada di dalam pikiran berbentuk bayangan, yang dikenal dengan mental imagery. Manusia menghadapi suatu masalah tergantung pada kemampuan membayangkan faktor-faktor yang berhubungan dengan masalah tersebut. Sementara itu, literasi matematika menuntut kemampuan untuk menerapkan matematika dalam memecahkan masalah sesuai dengan konteks kehidupan. Artikel ini menganalisis peran mental imagery dalam membangun literasi matematis. Metode penelitiannya adalah tinjauan literatur sistematis, terhadap buku atau artikel penelitian terdahulu, untuk menganalisis konsep mental imagery dan literasi matematis serta hubungan keduanya. Pembaca akan mendapat asupan teoretis, yang menjadi landasan ilmiah untuk mengoptimalkan peran mental imagery dalam pembelajaran matematika atau tindakan pendidikan modern.
Jejaring Difusi, Peran Dan Fungsi Opinion Leader Dan Change Agents Silvius Rejaan; Fathur Rokhman; Eko Handoyo; Cahyo Budi Utomo
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan sering diawali dengan lahirnya sebuah inovasi. Proses tahapan penyebaran informasi akan inovasi kepada masyarakat tentu membutuhkan Sumber Daya Manusia yang berkompeten agar perubahan itu bisa berjalan dengan baik. Bagaimana tahapan sejak muncul inovasi sampai perubahan memang di sadari betul bahwa tuntutan inovasi adalah wujud nyata dari sebuah proses perubahan yang dimulai dari perisapan Sumber Daya Manusia yang akan terlibat aktif di dalamnya, baik secara subjek maupun objek. Materi ini nin secara obyektif ditujukan terkait jejaring difusi melalui peran dan fungsi opini kepemimpinan dan agen perubahan dapat berjalan dengan optimal untuk menjelaskan inovasi di masyarakat
Artificial Intelligence Application dalam Pembelajaran Speaking: Persepsi dan Solusi Suciati Suciati; Abdurrahman Faridi; Januarius Mujiyanto; Yudhi Arifani
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artificial Intelligence (AI) application saat ini dimanfaatkan di berbagai bidang, termasuk pendidikan bahasa. Speaking menjadi skill yang dianggap kompleks bagi mahasiswa. Dengan memanfaatkan aplikasi AI dalam pengajaran speaking, mahasiswa diharapkan dapat lebih terbantu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persepsi, problem dan alternatif yang diharapkan mahasiswa terkait penggunaan AI dalam pembelajaran speaking. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan angket, wawancara, observasi dan dokumentasi dalam pengumpulan datanya. Data penelitian menunjukkan bahwa (1) ada 30,8% mahasiswa sangat setuju, 38,5% setuju dan 30,8% berpendapat netral terkait pentingnya AI dalam membantu pembelajaran Speaking; (2) problem atau tantangan yang dirasakan mahasiswa adalah kurangnya interaksi sosial, ketergantungan pada teknologi, kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai situasi, kurangnya umpan balik yang tepat, kurangnya emosi dalam pembelajaran, serta ketersediaan materi; (3) alternatif yang diharapkan mahasiswa dalam pembelajaran speaking dengan memanfaatkan AI adalah adanya materi yang ada di AI dengan materi yang ada di Rencana Pembelajaran Semester (RPS) atau adanya buku speaking yang memuat materi dengan pemanfaatan AI. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi kepada dosen, mahasiswa, dan peneliti selanjutnya untuk merancang metode/strategi/teknik pengajaran serta buku yang mengintegrasikan materi speaking dan aplikasi AI.
Mengeksplorasi Integrasi Pendidikan Literasi Islam dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Berdiferensiasi Siswa Sekolah Dasar Taranindya Zulhi Amalia; Januarius Mujianto; Sri Wuli Fitriati; Utami Widiati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengajar bahasa Inggris sebagai sebuah mata pelajaran merupakan tantangan besar bagi guru yang mengajar siswa usia dini seperti siswa sekolah dasar. Perubahan konsep dari posisinya sebagai muatan lokal menjadi mata pelajaran menyebabkan perlunya pembelajaran bahasa Inggris yang berbeda/berdiferensiasi mengingat peserta didik pada usia tersebut memiliki tingkat kenyamanan gaya belajar yang berbeda. Beberapa menyukai gaya audio, ada yang lebih suka visual, dan beberapa lebih memilih gaya belajar kinestetik. Kemudian kasus diferensiasi ini juga terjadi di sekolah-sekolah Islam yang perlu mengenalkan pendidikan literasi Islam dalam pembelajarannya, termasuk pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan integrasi pendidikan literasi Islam dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk siswa sekolah dasar melalui konsep pembelajaran berdiferensiasi. Sebagai bagian dari penelitian dan pengembangan, eksplorasi ini perlu dilakukan untuk membekali siswa belajar bahasa Inggris secara mandiri sesuai dengan minat dan bakatnya. Hasilnya, sumber utama pembelajaran pendidikan literasi Islam dalam pembelajaran bahasa Inggris dibagi menjadi surah-surah dalam Al Qur'an, hadis, dan teknologi dan komunikasi Islam. Untuk tingkat sekolah dasar Islam, ayat-ayat yang digunakan dalam Juz 'Amma. Sedangkan hadits difokuskan pada Hadits Arbain 1-10. Untuk media teknologi dan komunikasi, peserta didik dengan gaya belajar audio belajar bahasa Inggris melalui lagu-lagu mp3, gaya belajar visual melalui gambar-gambar, dan kinestetik melalui berbagai permainan interaktif.
Blended Learning as an Alternative Teaching Method in Facing the Globalization of Higher Education in Indonesia Aprilia Riyana Putri; Januarius Mujiyanto; Rudi Hartono; Hendi Pratama
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengajar dan belajar tidak harus selalu di ruang kelas secara tatap muka. Dengan adanya pandemi virus covid-19 yang berlangsung sekitar tahun 2020 hingga 2022 dan hampir tersebar di seluruh dunia termasuk Indonesia. Covid-19 memberikan banyak sekali dampak serta menyadarkan seluruh masyarakat bahwa belajar dan mengajar tidak harus selalu berada di ruang kelas dengan tatap muka secara langsung. Karena kondisi tersebut, rata-rata semua instansi, perusahaan dan lembaga pendidikan melakukan pekerjaan dari rumah atau disebut work from home (WFH). Di dunia pendidikan, mulai dari level tk, sd hingga perguruan tinggi mewajibkan proses pembelajaran dan segala administrasi dilakukan dari rumah. Sehingga blended learning menjadi salah satu alternatif metode pengajaran yang paling efektif yang di gunakan saat adanya pandemi covid-19 dan kondisi saat ini untuk menghadapi globalisasi dalam Pendidikan tinggi khususnya di Indonesia. Globalisasi adalah proses yang bisa tersebar di seluruh dunia dan tidak bisa dihindari yang bisa memberikan dampak positif maupun negatif, tinggal bagaimana kita menyikapinya dengan bijak pada semua lini termasuk pada dunia Pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah agar mengetahui bagaimana implementasi metode pembelajaran blended learning dalam pembelajaran dalam menghadapi globalisasi. Metode yang digunakan yaitu metode studi kepustakaan (literature) dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode blended learning dalam menghadapi globalisasi sangat tepat. Di era globalisasi, para pendidik baik dari kalangan guru maupun dosen seyogyanya menggunakan beragam metode menarik dan beradaptasi dengan semakin canggihnya teknologi seperti metode pembelajaran blended learning, agar proses pembelajaran berjalan secara optimal.