cover
Contact Name
Rahmat Pannyiwi
Contact Email
rahmatpannyiwi79@gmail.com
Phone
+62852-9845-6666
Journal Mail Official
agdosiagdosi@gmail.com
Editorial Address
Komp. Nusa Harapan Permai Blok B.6 No.7 Kecamatan biringkanaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 29640849     DOI : https://doi.org/10.59585/bajik
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan (BaJIK) adalah jurnal peer-review nasional yang diterbitkan oleh Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan ini bersifat open access atau akses terbuka serta bertujuan untuk berbagi dan mempromosikan kualitas layanan masyarakat dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu orang atau memecahkan beberapa masalah kehidupan sehari-hari.
Articles 452 Documents
Hubungan Pengetahuan Kebencanaan Dengan Kemampuan Pengambilan Keputusan Saat Situasi Darurat Pada Masyarakat Marlin Eppang; Nurhaedah Nurhaedah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1465

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi akibat kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan klimatologis. Tingginya kejadian bencana menuntut masyarakat memiliki pengetahuan kebencanaan yang memadai agar mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat ketika terjadi situasi darurat. Kemampuan pengambilan keputusan menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian material. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan kebencanaan dengan kemampuan pengambilan keputusan saat situasi darurat pada masyarakat di daerah rawan bencana. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. Sampel sebanyak 200 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan kebencanaan dan skenario pengambilan keputusan saat kondisi darurat yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kebencanaan kategori baik (62,5%) dan kemampuan pengambilan keputusan kategori baik (59,0%). Hasil uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan kebencanaan dengan kemampuan pengambilan keputusan (r=0,621; p<0,001). Kesimpulan: Pengetahuan kebencanaan berhubungan secara signifikan dengan kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan saat situasi darurat. Semakin tinggi pengetahuan kebencanaan yang dimiliki masyarakat, semakin baik kemampuan mereka dalam menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi bencana.
Analisis Pengaruh Stigma Sosial Dan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Pada Pasien Tuberkulosis (TB) Di Wilayah Puskesmas Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara Yusti Saruny; Muh. Ilyas Nur; Muhammad Basyir
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1466

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, yang ditandai dengan belum optimalnya angka keberhasilan pengobatan. Kepatuhan pasien dalam mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) merupakan faktor penting dalam keberhasilan terapi, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor psikososial, di antaranya stigma sosial dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stigma sosial (stigma internal dan stigma eksternal) serta dukungan keluarga (dukungan emosional, dukungan instrumental, dan dukungan informasional) terhadap kepatuhan minum OAT pada pasien TB di Kabupaten Halmahera Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan dilaksanakan di 11 puskesmas di Kabupaten Halmahera Barat. Sampel penelitian berjumlah 75 pasien TB yang dipilih berdasarkan teknik proportionate stratified random sampling berdasarkan proporsi jumlah pasien pada masing-masing Puskesmas. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma internal berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan minum OAT, sedangkan stigma eksternal tidak berpengaruh signifikan. Dukungan emosional, dukungan instrumental, dan dukungan informasional keluarga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan minum OAT. Analisis multivariat menunjukkan bahwa dukungan emosional merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kepatuhan minum OAT (p = 0,001; OR = 40,365), diikuti oleh dukungan instrumental, dukungan informasional, dan stigma internal. Disimpulkan bahwa kepatuhan minum OAT pada pasien TB di Kabupaten Halmahera Barat lebih dipengaruhi oleh kondisi psikologis pasien dan kualitas dukungan keluarga, terutama dukungan emosional dan dukungan instrumental, dibandingkan oleh stigma eksternal.
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Diruang Rawat Inap RSUD Dr.R.M Djoelham Binjai Tahun 2023 Nur Hasanah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1472

Abstract

Latar Belakang :Komunikasi terapeutik merupakan tanggung jawab moral bagi perawat. Apabila tidak terbentuknya komunikasi yang baik antara perawat dan pasien atau keluarga pasien maka tidak akan terciptanya hubungan saling percaya antara perawat dengan pasien. Keadaan ini akan membuat perawatan yang diberikan tidak diterima dengan optimal dan angka ketidakpuasan pasien terhadap layanan keperawatan akan meningkat. Selanjutnya, hal tersebut akan berdampak pada keinginan pasien atau keluarga untuk menggunakan layanan secara berulang. Hal ini akan mempengaruhi kepuasan pasien dan jumlah kunjungan pasien ke rumah sakit tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingat kepuasan pasien diruang rawat inap RSUD Dr. R.M Djoelham Binjai tahun 2023. Metode : Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain analitik Cross sectional. Pada penelitian ini populasinya pasien yang sedang rawat inap RSUD Dr.R.M Djoelham Binjai sebanyak 43 oran. pengambilan sampel dilakukan secara acidental sampling Hasil :Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square didapat ada Hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan Tingkat kepuasan pasien diruang rawat inap RSUD Dr.R.M Djoelham Binjai tahun 2023 dengan jumlah 43 orang dengan derajat kemaknaan (α) = 0,05 dan df = 4 diperoleh hasil perhitungan yaitu Sig (2-tailed) 0.000 < (α) = 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya ada Hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan Tingkat kepuasan pasien diruang rawat inap RSUD Dr.R.M Djoelham Binjai tahun 2023.
Identifikasi Mycobacterium Tuberculosis pada Pengobatan Pasien Rawat Jalan dengan Keluhan Batuk Persisten di Klinik Yudisman Cimahi Anisa Insani Rahesti Kurnia; Rida Emelia
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1475

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium Tuberculosis and is still a significant global health challenge, especially in Indonesia which ranks second in the world in terms of Tuberculosis (TB) caseload. Cimahi city, as a densely populated urban area, has high risk of transmission due to limited population mobility and air quality. The main clinical symptom that is often ignored is a persistent cough for two weeks or more, which should be an importants indicator for immediate laboratory identification to pevent further transmission. This study aims to identify the presence of Mycobacterium Tuberculosis in outpatients with complaints of persistent cough at the Yudisman Cimahi Clinic and evaluate the effectiveness of treatment. The research method used was retrospective descriptive by analyzing the medical record of 30 patients in the period March-June 2025 who has completed 6 months of treatment. The results showed that Tuberculosis (TB) infection was dominated by men (56,7%) and the productive adult age group 26-45 years (46,7%). The high number in this group is associated with lifestyle factors such as smoking and the intensity of air contact in public spaces. The diagnosis is made using a dual method, namely the Rapid Molecular Test (TCM) which has high sensitivity in detecting bacterial DNA fragments, as well as microscopic examination of acid-fast bacteria (BTA) to confirm the patient’s potential for transmission. All research samples received pharmacotherapy intervention using fixed doses of Anti-Tuberculosis Drugs (OAT) through two phases of treatment, namely an intensive phase for 2 months and a continuation phase for 4 months. The final results of the treatment showed an excellent success rate with 70% of oatients desclared “Cure” and 30% of patients declared “Complete Treatment”. This success proves rhe effectiveness and vital role of Drug Ingestion Monitors (PMO) in preventing the occurrence of drug resistance or MDR-TB.
Hubungan Pola Konsumsi Garam Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Pesisir Supriadin; Imam Fajlurrahman; Arif Rahman; Anas Kiki Anugrah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1476

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, stroke, serta penyakit ginjal. Kejadian hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang tidak dapat dimodifikasi maupun faktor gaya hidup. Pola konsumsi garam yang berlebihan dan aktivitas fisik yang rendah merupakan faktor perilaku yang berpotensi meningkatkan risiko hipertensi. Masyarakat pesisir memiliki karakteristik sosial, budaya, dan pola konsumsi yang beragam, termasuk kebiasaan mengonsumsi makanan yang diawetkan atau diolah dengan kandungan garam tinggi. Oleh karena itu, identifikasi hubungan pola konsumsi garam dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi penting dilakukan sebagai dasar upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi di masyarakat pesisir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola konsumsi garam dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada masyarakat pesisir di salah satu wilayah pesisir Indonesia. Populasi penelitian adalah masyarakat dewasa yang tinggal di wilayah pesisir. Sampel penelitian berjumlah 120 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data pola konsumsi garam dikumpulkan menggunakan kuesioner frekuensi konsumsi makanan tinggi garam dan kebiasaan penambahan garam atau penyedap. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Tekanan darah diukur menggunakan tensimeter sesuai prosedur standar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Berdasarkan data simulasi, sebanyak 67 responden (55,8%) memiliki pola konsumsi garam tinggi dan 53 responden (44,2%) memiliki pola konsumsi garam rendah. Sebanyak 64 responden (53,3%) memiliki aktivitas fisik rendah, sedangkan 56 responden (46,7%) memiliki aktivitas fisik sedang atau tinggi. Sebanyak 54 responden (45,0%) mengalami hipertensi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi garam dengan kejadian hipertensi (p = 0,003) dan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (p = 0,012). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi garam dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir. Upaya pencegahan hipertensi perlu diarahkan pada pengurangan konsumsi garam dan peningkatan aktivitas fisik secara teratur melalui edukasi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Dampak Dukungan Keluarga Terhadap Pengendalian Tekanan Darah Pada Pasien Stroke Rawat Jalan Supriadin; Imam Fajlurrahman; Zulkarnain Zulkarnain; Amirul Kadafi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1477

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan gangguan fungsi neurologis dan membutuhkan perawatan jangka panjang. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama stroke dan juga dapat menjadi masalah yang berkelanjutan setelah pasien mengalami stroke. Pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan membutuhkan kepatuhan terhadap pengobatan, pola hidup sehat, pemeriksaan tekanan darah secara rutin, dan dukungan keluarga. Keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien menjalankan pengobatan dan mempertahankan perilaku kesehatan. Dukungan keluarga yang baik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pasien dalam mengendalikan tekanan darah dan mencegah terjadinya stroke berulang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada pasien stroke yang menjalani rawat jalan di salah satu fasilitas pelayanan kesehatan. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner yang mencakup dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan. Pengendalian tekanan darah dinilai berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah dan status tekanan darah pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Berdasarkan data simulasi, sebanyak 62 responden (62,0%) memperoleh dukungan keluarga baik dan 38 responden (38,0%) memperoleh dukungan keluarga kurang. Sebanyak 57 responden (57,0%) memiliki tekanan darah terkendali dan 43 responden (43,0%) memiliki tekanan darah tidak terkendali. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasien dengan dukungan keluarga baik lebih banyak memiliki tekanan darah terkendali dibandingkan pasien dengan dukungan keluarga kurang. Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan (p = 0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan. Dukungan keluarga perlu diperkuat sebagai bagian dari intervensi keperawatan dan program pengelolaan pasien stroke untuk membantu meningkatkan kepatuhan pengobatan dan pengendalian faktor risiko.
Pengembangan Pendidikan Seksualitas Komprehensif Berbasis Biologis, Psikososial, Dan Moral Untuk Meningkatkan Ketahanan Remaja Terhadap Perilaku Seks Berisiko Cakrawati R Cakrawati R; Rezqiqah Aulia Rahmat; Natalia Debi Subani
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1479

Abstract

Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, sosial, dan moral yang dapat memengaruhi sikap seksual serta kemampuan mengambil keputusan. Keterbatasan akses terhadap pendidikan seksualitas yang komprehensif dan berbasis informasi ilmiah dapat menyebabkan kesalahpahaman, sikap yang kurang tepat, dan kerentanan terhadap perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan dan sikap seksual remaja sebagai dasar pengembangan pendidikan seksualitas komprehensif yang mengintegrasikan aspek biologis, psikososial, dan moral. Penelitian menggunakan desain survei kuantitatif potong lintang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup pengetahuan biologis, aspek psikososial, nilai moral, serta sikap terhadap seksualitas dan perilaku seksual berisiko. Penelitian melibatkan kurang dari 100 responden remaja; atau sebanyak 80 responden. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan bahwa 38,8% responden memiliki pengetahuan tinggi, 43,7% memiliki pengetahuan sedang, dan 17,5% memiliki pengetahuan rendah. Pada variabel sikap, sebanyak 62,5% responden menunjukkan sikap positif terhadap perilaku seksual yang bertanggung jawab, sedangkan 37,5% menunjukkan sikap kurang positif. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif antara pengetahuan dan sikap terhadap seksualitas yang bertanggung jawab (p < 0,05). Temuan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan seksualitas komprehensif tidak seharusnya hanya berfokus pada aspek biologis, tetapi juga perlu mengintegrasikan keterampilan psikososial, nilai moral, pengambilan keputusan, komunikasi, dan penghargaan terhadap batasan diri. Pendekatan tersebut berpotensi meningkatkan kemampuan remaja dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kesehatan.
Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang Pencegahan Infeksi Dengan Kepatuhan Hand Hygine Di Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya Daniel Girando; Ratna Ratna; Luluk Dermawan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1487

Abstract

Latar Belakang: HAIs merupakan infeksi yang terjadi pada pasien selama proses perawatan di fasilitas kesehatan dan tidak ditemukan atau tidak dalam masa inkubasi saat pasien masuk. Meskipun hand hygiene telah lama direkomendasikan sebagai tindakan utama pencegahan infeksi, tingkat kepatuhan tenaga kesehatan, khususnya perawat, masih belum mencapai standar yang diharapkan. Penelitian ini memiliki urgensi yang tinggi untuk dilakukan karena tidak hanya bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan perawat, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan keselamatan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat tentang pencegahan infeksi dengan kepatuhan hand hygine di rumah sakit bhayangkara palangkaraya. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Total Sampling. Populasi pada penelitian ini adalah perawat yang berdinas di ruang ICU, Bangsal Perawatan, VIP di rumah sakit bhayangkara palangkaraya sebanyak 36 perawat. Sampel dalam penelitian ini adalah 36 responden. Hasil: Hasil uji statistik dengan uji Spearman rank didapatkan nilai p(0,001)<α(0,05) dimana nilai p-value lebih kecil dari nilai alpha dan Ha diterima. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan perawat tentang pencegahan infeksi dengan kepatuhan hand hygine di rumah sakit bhayangkara palangkaraya.
Hubungan Motivasi Perawat Dengan Tingkat Keaktifan Kegiatan Prolanis Di Klinik Cantik Sehat Heriani Aninda Wangi Sundawi; Yeni Rusyani; Luluk Dermawan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1488

Abstract

Latar Belakang: Keberhasilan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya motivasi perawat dalam memberikan pelayanan, edukasi, dan pendampingan kepada peserta program. Tujuan: Mengetahui hubungan motivasi perawat dengan tingkat keaktifan kegiatan Prolanis di Klinik Cantik Sehat Heriani. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 25 perawat yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner motivasi perawat dan keaktifan Prolanis. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki motivasi tinggi sebanyak 15 orang (60%), motivasi sedang 8 orang (32%), dan motivasi rendah 2 orang (8%). Tingkat keaktifan Prolanis menunjukkan 17 responden (68%) aktif dan 8 responden (32%) kurang aktif. Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p-value = 0,003 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara motivasi perawat dengan tingkat keaktifan kegiatan Prolanis. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara motivasi perawat dan tingkat keaktifan kegiatan Prolanis. Semakin tinggi motivasi perawat, semakin tinggi keaktifan dalam pelaksanaan Prolanis.
Hubungan Lama Penggunaan Ventilator Dengan Kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) Di Intensive Care Unit Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya Mia Ari Andayani; Feri Catur Yuliani; Bunari Bunari
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1489

Abstract

Latar Belakang : Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan salah satu infeksi nosokomial yang sering terjadi pada pasien yang menggunakan ventilator mekanik di Intensive Care Unit (ICU). Lama penggunaan ventilator merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat meningkatkan kejadian VAP. Semakin lama penggunaan ventilator mekanik, semakin besar risiko terjadinya kolonisasi bakteri pada saluran napas sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan ventilator dengan kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) di Intensive Care Unit Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya. Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien ICU kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian : Sebagian besar responden menggunakan ventilator selama ≥48 jam sebanyak 20 responden (66,7%), tidak mengalami VAP sebanyak 17 responden (56,7%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,004 (p<0,05), sehingga menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan ventilator dengan kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan ventilator dengan kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) di Intensive Care Unit Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya.