cover
Contact Name
Rahmat Pannyiwi
Contact Email
rahmatpannyiwi79@gmail.com
Phone
+62852-9845-6666
Journal Mail Official
agdosiagdosi@gmail.com
Editorial Address
Komp. Nusa Harapan Permai Blok B.6 No.7 Kecamatan biringkanaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 29640849     DOI : https://doi.org/10.59585/bajik
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan (BaJIK) adalah jurnal peer-review nasional yang diterbitkan oleh Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan ini bersifat open access atau akses terbuka serta bertujuan untuk berbagi dan mempromosikan kualitas layanan masyarakat dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu orang atau memecahkan beberapa masalah kehidupan sehari-hari.
Articles 452 Documents
Hubungan Waktu Tanggap Perawat Dengan Kepuasan Pasien Di Rumah Sakit Bhayangkara TK. III Palangkaraya Biddokkes Polda Kalimantan Tengah Abdul Rokim; Yeni Rusyani; Luluk Dermawan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1490

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien mencerminkan perbandingan antara harapan pasien dengan pelayanan yang diterima selama proses perawatan. Dalam era persaingan global pelayanan kesehatan, rumah sakit dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan responsif guna meningkatkan kepuasan pasien serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan waktu tanggap perawat dengan kepuasan pasien di rumah sakit bhayangkara Tk. III palangkaraya biddokkes polda kalimantan tengah. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 57 responden. Hasil: Hasil uji statistik dengan uji Spearman rank didapatkan nilai p(0,000)<α(0,005) dimana nilai p-value lebih kecil dari nilai alpha dan Ha diterima. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan waktu tanggap perawat dengan kepuasan pasien di rumah sakit bhayangkara Tk. III palangkaraya biddokkes polda kalimantan tengah.
Hubungan Kadar Kolesterol Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Masyarakat Pesisir Desa Wabula Kecamatan Wabula Kabupaten Buton Nurfatima Nurfatima; Fitri Wijayati; Nasir Muna
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1491

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat terjadi pada berbagai kelompok usia, baik pada usia muda dan usia lanjut. Seseorang dikategorikan mengalami hipertensi apabila Tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih tinggi, dan/ atau tekanan darah diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih. Hipertensi dikenal sebagai pembunuh diam-diam yang kerap berkembang tanpa menimbulkan gejala sehingga tidak disadari pada penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar kolesterol dan tekanan darah pada penderita hipertensi di masyarakat pesisir Desa Wabula, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional dan dilaksanakan selama satu bulan. Populasi pada penelitian ini seluruh penderita hipertensi dengan jumlah Sampel penelitian 42 responden menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden (52,4%) memiliki kadar kolesterol tinggi dan 20 responden (47,6%) memiliki kadar kolesterol normal. Berdasarkan tekanan darah sistolik, terdapat 25 responden (59,5%) tekanan darah sistolik tinggi, 17 responden (40,5%) dengan tekanan darah sistolik normal. Berdasarkan tekanan darah diastolik, sebanyak 29 responden (69,0%) memiliki tekanan darah diastolik tinggi dan 13 responden (31,0%) memiliki tekanan darah diastolik normal. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar kolesterol dan tekanan darah sistolik dengan nilai p = 0,001 dan koefisien korelasi (r) = 0,475. Uji korelasi pearson juga menunjukkan terdapat hubungan antara kadar kolesterol dan tekanan darah diastolik dengan nilai p = 0,017 dan koefisien korelasi (r) = 0,366. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kadar kolesterol dan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, pada penderita hipertensi di masyarakat pesisir Desa Wabula, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton. Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan edukasi mengenai penerapan pola hidup sehat, pemeriksaan tekanan darah secara berkala, serta pemantauan kadar kolesterol secara rutin.
Hubungan Berat Badan Lahir Rendah Dengan Kejadian Ikterus Neonatorum Pada Bayi Baru Lahir Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Cepu Fitria Erni Mulyani; Feri Catur Yuliani; Rizal Fajri
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1492

Abstract

Latar Belakang: Ikterus neonatorum merupakan gangguan kesehatan umum pada bayi baru lahir, yang berpotensi mengancam jiwa. BBLR diketahui sebagai faktor risiko utama akibat imaturitas sistem konjugasi bilirubin hepatik. Hubungan antara BBLR dengan kejadian ikterus neonatorum di RS PKU Muhammadiyah Cepu belum pernah diteliti secara khusus. Tujuan: Mengetahui hubungan antara BBLR dengan kejadian ikterus neonatorum pada bayi baru lahir di RS PKU Muhammadiyah Cepu. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik cross sectional. Sampel berjumlah 34 bayi BBLR periode April-Mei 2026, diambil dari rekam medis. Analisis data menggunakan Fisher Exact Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Dari 34 sampel BBLR, 20 bayi (58,8%) BBLR preterm dan 14 bayi (41,2%) BBLR aterm. Ikterus ditemukan pada 28 bayi (82,4%), seluruhnya fisiologis. Semua BBLR preterm 100% mengalami ikterus, sedangkan BBLR aterm 57,1%. Uji Fisher Exact Test menghasilkan nilai p = 0,002 dan RR = 1,75. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara BBLR dengan kejadian ikterus neonatorum (p = 0,002). BBLR preterm memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan BBLR aterm (RR = 1,75).
Efektivitas Edukasi Promosi Kesehatan Berbasis Keluarga Terhadap Kepatuhan Kontrol Dan Pengendalian Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Latambaga Kabupaten Kolaka Nurul Amalia; Diana Mirja Togubu; Muh. Ilyas Nur
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1493

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang menjadi penyebab utama kematian dini, dengan prevalensi nasional yang masih tinggi meskipun menunjukkan tren penurunan. Rendahnya kepatuhan kontrol dan pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi menjadi tantangan utama dalam penatalaksanaan penyakit ini, sehingga diperlukan pendekatan promosi kesehatan yang melibatkan keluarga sebagai sistem dukungan terdekat penderita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi promosi kesehatan berbasis keluarga terhadap kepatuhan kontrol dan pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan kelompok intervensi dan kelompok kontrol, melibatkan 42 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner kepatuhan kontrol dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8), serta dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test, Mann-Whitney U, dan Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kepatuhan kontrol tekanan darah pada kelompok intervensi setelah pemberian edukasi promosi kesehatan berbasis keluarga (p=0,000), disertai penurunan tekanan darah sistolik (p=0,000) dan diastolik (p=0,000). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol pada seluruh variabel (p<0,001), serta ditemukan hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kepatuhan kontrol tekanan darah (rs=0,547; p<0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi promosi kesehatan berbasis keluarga efektif meningkatkan kepatuhan kontrol dan menurunkan tekanan darah, sehingga dapat diadopsi sebagai strategi intervensi tambahan dalam program pengendalian hipertensi di Puskesmas.
Analisis Faktor Underweight Anak 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tosora Kabupaten Wajo Rhahminsyah Ismail; Muhammad Rifai; Muh. Ilyas Nur
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1494

Abstract

Underweight merupakan salah satu indikator status gizi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Tingginya prevalensi underweight menunjukkan bahwa masih terdapat balita yang mengalami kekurangan berat badan menurut umur akibat faktor asupan gizi, penyakit infeksi, kondisi lingkungan, dan faktor sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor faktor yang berhubungan dengan penyebab Underweight balita di wilayah kerja puskesmas tosora kabupaten Wajo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain crosssectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tosora Kabupaten Wajo pada bulan Mei–Juni 2026. Populasi penelitian Adalah ibu anak underweight 24-59 bulan sebanyak 63 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi linier berganda dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bivariat tidak terdapat hubungan signifikan antara pola asuh (p = 1,000), sanitasi dan air bersih (p = 0,419), pengetahuan ibu (p = 0,227) terhadap Kejadian Underweight Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tosora. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pola asuh dengan nilai p-value (Sig.) = 0,767, sanitasi dan air bersih dengan p-value = 0,999), serta pendidikan ibu p-value = 0,999 menunjukkan bahwa tidak ada variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian underweight, karena seluruh variabel independen memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05.
Pengaruh Edukasi Perawatan Luka Mandiri Berbasis Media Video terhadap Kepatuhan dan Kemampuan Perawatan Luka pada Pasien Post-Sectio Caesarea Sebelum Kepulangan (Discharge Planning) di RS PKU Muhammadiyah Cepu Sri Indah Nurul Qomariyah Al Mursyidah; Ratna Ratna; Rizal Fajri; Feri Catur Yuliani
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1495

Abstract

Latar Belakang: Kelalaian perawatan luka Sectio Caesarea (SC) memicu risiko infeksi daerah operasi. Media edukasi berbentuk video dipandang lebih aplikatif dalam meningkatkan kemampuan mandiri pasien dibandingkan metode leaflet. Tujuan: Menganalisis pengaruh video edukasi perawatan luka mandiri terhadap kemampuan mandiri dan kepatuhan perilaku pasien pasca-SC di RS PKU Muhammadiyah Cepu. Metode: Penelitian quasi-experimental (one group pretest-posttest) pada 50 responden pasca-SC dengan teknik purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Paired Samples T-Test (data normal) dan uji Wilcoxon Signed Rank Test (data tidak normal) berdasarkan uji Shapiro-Wilk. Hasil: Mayoritas responden berusia reproduksi sehat (88,0%), riwayat SC pertama (70,0%), dan berpendidikan SMA (48,0%). Pasca-intervensi, rata-rata nilai kemampuan naik dari 32,60 ± 4,16 menjadi 55,00 ± 5,10. Rata-rata skor kepatuhan juga meningkat dari 7,48 ± 1,61 menjadi 10,92 ± 1,35. Uji bivariat kedua variabel menunjukkan nilai p-value < 0,001. Simpulan: Video edukasi perawatan luka mandiri terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan mandiri sekaligus kepatuhan perilaku ibu pasca-SC selama program discharge planning.
Efektivitas Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Kurnia Mariatul Qiftih; Cakrawati R Cakrawati R; Hijrah Hijrah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1499

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan salah satu gangguan menstruasi yang paling sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar, konsentrasi, serta kualitas hidup. Nyeri haid umumnya disebabkan oleh peningkatan produksi prostaglandin yang memicu kontraksi uterus berlebihan sehingga menimbulkan iskemia dan rasa nyeri. Selain terapi farmakologis, penggunaan kompres hangat merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang sederhana, aman, mudah dilakukan, dan memiliki biaya rendah untuk mengurangi intensitas nyeri. Tujuan: Menganalisis efektivitas kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest control group design. Sampel terdiri atas 60 remaja putri yang mengalami dismenore primer dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) serta kelompok kontrol (n=30). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Kelompok intervensi diberikan kompres hangat bersuhu 38–40°C selama 20 menit pada bagian abdomen bawah, sedangkan kelompok kontrol memperoleh edukasi kesehatan tanpa pemberian kompres hangat. Analisis data menggunakan uji paired t-test, independent t-test, dan ANCOVA dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Rerata skor nyeri pada kelompok intervensi menurun secara bermakna dari 6,83±1,12 menjadi 2,97±1,08 (p<0,001), sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami penurunan kecil dari 6,67±1,20 menjadi 5,83±1,15 (p=0,084). Analisis antar kelompok menunjukkan perbedaan yang signifikan setelah intervensi (p<0,001). Kesimpulan: Pemberian kompres hangat efektif menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang mudah diterapkan di rumah maupun di lingkungan sekolah.
Implementasi Informed Consent Sebagai Bentuk Perlindungan Hukum Bagi Pasien Dan Tenaga Kesehatan Amin Ibrizatun
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1500

Abstract

Latar Belakang: Informed consent merupakan salah satu prinsip fundamental dalam pelayanan kesehatan yang bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi pasien maupun tenaga kesehatan. Di sisi lain, pelaksanaan informed consent yang sesuai ketentuan juga memberikan kepastian hukum bagi tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik profesional. Namun, implementasi informed consent di fasilitas pelayanan kesehatan masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan komunikasi, rendahnya pemahaman pasien, serta kurang optimalnya dokumentasi persetujuan tindakan medis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara implementasi informed consent dengan perlindungan hukum bagi pasien dan tenaga kesehatan. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di salah satu rumah sakit umum di Indonesia pada Januari–Maret 2026. Sampel berjumlah 120 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai implementasi informed consent dan persepsi perlindungan hukum. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Berdasarkan data simulasi, sebanyak 73 responden (60,8%) menilai implementasi informed consent telah dilakukan dengan baik, sedangkan 47 responden (39,2%) menilai pelaksanaannya masih kurang baik. Sebanyak 79 responden (65,8%) menyatakan bahwa perlindungan hukum dalam pelayanan kesehatan telah berjalan dengan baik. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara implementasi informed consent dengan perlindungan hukum bagi pasien dan tenaga kesehatan (p = 0,001). Kesimpulan: Implementasi informed consent yang baik berhubungan secara signifikan dengan meningkatnya perlindungan hukum bagi pasien maupun tenaga kesehatan. Oleh karena itu, rumah sakit perlu memastikan bahwa prosedur informed consent dilaksanakan secara lengkap, jelas, dan terdokumentasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Aspek Hukum Dalam Hubungan Antara Tenaga Kesehatan Dan Pasien Dalam Pelayanan Kesehatan Amin Ibrizatun
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1501

Abstract

Latar Belakang: Hubungan antara tenaga kesehatan dan pasien merupakan hubungan profesional yang didasarkan pada kepercayaan, tanggung jawab, serta perlindungan hukum bagi kedua belah pihak. Dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, pemenuhan aspek hukum seperti pemberian informed consent, kerahasiaan medis, hak dan kewajiban pasien, serta kepatuhan terhadap standar profesi menjadi faktor penting dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas. Kurangnya pemahaman terhadap aspek hukum dapat menimbulkan konflik, sengketa medis, bahkan tuntutan hukum terhadap tenaga kesehatan maupun fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penerapan aspek hukum dalam pelayanan kesehatan dengan kualitas hubungan antara tenaga kesehatan dan pasien. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di salah satu rumah sakit umum di Indonesia pada bulan Januari–Maret 2026. Sampel penelitian berjumlah 120 responden yang terdiri atas pasien rawat jalan dan rawat inap, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai penerapan aspek hukum pelayanan kesehatan dan kualitas hubungan tenaga kesehatan–pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Berdasarkan data simulasi, sebanyak 71 responden (59,2%) menilai penerapan aspek hukum dalam pelayanan kesehatan sudah baik, sedangkan 49 responden (40,8%) menilai masih kurang baik. Sebanyak 77 responden (64,2%) menyatakan hubungan antara tenaga kesehatan dan pasien berada pada kategori baik. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan aspek hukum dengan kualitas hubungan tenaga kesehatan dan pasien (p = 0,001). Kesimpulan: Penerapan aspek hukum yang baik dalam pelayanan kesehatan berhubungan dengan meningkatnya kualitas hubungan antara tenaga kesehatan dan pasien. Kepatuhan terhadap ketentuan hukum, etika profesi, serta penghormatan terhadap hak pasien perlu terus ditingkatkan guna menciptakan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Desain dan Evaluasi in Silico Primer Spesifik Gen matK (maturase K) pada Genus Vaccinium Menggunakan Oligo Calc dan Primer-BLAST Muhammad Haidar Amrullah; Zaika Rajabdihara Kurniawan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1502

Abstract

Gen maturase K (matK) merupakan salah satu marka DNA barcoding standar pada tumbuhan tinggi yang memiliki tingkat evolusi ideal untuk analisis kloroplas, filogenetik, dan identifikasi spesies. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi pasangan primer PCR secara in silico yang spesifik untuk amplifikasi gen matK pada genus Vaccinium. Metode yang digunakan meliputi penyelarasan sekuens (multiple sequence alignment) dari 10 sekuens gen matK genus Vaccinium yang diperoleh dari basis data NCBI, analisis rasio GC/AT, perancangan pasangan primer forward dan reverse, pemeriksaan struktur sekunder (seperti hairpin dan self-dimerization) dengan alat Oligo Calc, serta validasi spesifisitas amplikon menggunakan NCBI Primer-BLAST. Hasil analisis menunjukkan kandungan basa kelompok berada pada proporsi GC 40% dan AT 60%. Pasangan primer kandidat berhasil dirancang dan ditapis; kandidat primer yang membentuk struktur hairpin atau self-annealing dieliminasi. Evaluasi akhir menghasilkan dua set pasangan primer spesifik yang potensial untuk analisis PCR: Set Primer 1 (Forward: 5'-CATGTATGTGAATACGAATCTATCT-3', Reverse: 5'-GGCACTAGAGTATCGAACTTCT-3') menghasilkan amplikon spesifik berukuran 457 bp, serta Set Primer 2 (Forward: 5'-CAGCAACATGACTTCATATATCC-3', Reverse: 5'-TATGGATCCTTCTTGGTTGAGC-3')menghasilkan amplikon spesifik berukuran 222 bp pada plastida Vaccinium. Pasangan primer ini memenuhi syarat termodinamika dan menjadi kandidat kuat untuk aplikasi barcode DNA secara in vitro