cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 318 Documents
Scoping Review: Faktor dan Dampak Efikasi Diri pada Tenaga Kesehatan Muhammad Naval; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i12025p58-68

Abstract

Self-efficacy is a common problem in nurses, due to high workload, job demands, high working hours, characterized by several factors related to self-efficacy, namely grit, resilience, burnout, organizational support, job satisfaction, behavior, and work experience. The research method used was scoping review, with PRISMA guidelines, and search for research articles from two databases, namely, scopus, and pubmed. Published research articles range from 2015-2025, with the type of scientific journal publication and English language. The results obtained 11 scientific research articles relevant to self-efficacy in health workers, especially those found in nurses in several countries. The results of the analysis found that the dynamics of existing factors are positively correlated with self-efficacy and are important as a nurse's commitment in managing a very high workload. Conversely, low self-efficacy can cause nurses to experience burnout, decreased mental health, unable to manage their work effectively, in order to increase the need for organizational support and social support is a source of increasing self-efficacy, which is included in the verbal persuasion factor given to nurses so as to increase self-efficacy in job completion. AbstrakEfikasi diri merupakan suatu permasalahan yang umum terjadi pada perawat, dikarenakan beban kerja yang tinggi, tuntutan pekerjaan, jam kerja yang tinggi, ditandai dengan beberapa faktor yang berkaitan dengan efikasi diri yaitu grit, resilience, burnout, dukungan organisasi, kepuasan kerja, perilaku, dan pengalaman kerja. Metode penelitian yang digunakan scoping review,dengan panduan PRISMA, serta penelusuran artikel penelitian dari dua database yaitu, scopus dan pubmed. Artikel penelitian yang dipublikasikan rentang tahun 2015- 2025, dengan tipe publikasi jurnal ilmiah dan berbahasa inggris. Hasil penelitian didapatkan 11 artikel penelitian ilmiah yang relevan dengan efikasi diri pada tenaga kesehatan khususnya yang ditemukan pada perawat di beberapa negara. Hasil analisis didapatkan bahwa dinamika faktor yang ada berkorelasi positif dengan efikasi diri dan penting sebagai komitmen perawat dalam mengelola beban kerja yang sangat tinggi. Sebaliknya, efikasi diri yang rendah dapat mengakibatkan perawat mengalami burnout, kesehatan mental yang menurun, tidak mampu dalam mengelola pekerjaannya dengan efektif, agar meningkat diperlukan adanya dukungan organisasi dan dukungan sosial merupakan sumber dalam meningkatkan efikasi diri, yang termasuk kedalam faktor verbal persuasion yang diberikan kepada perawat sehinga meningkatkan efikasi diri dalam penyelesaian pekerjaan.
Makna Qanun Khalwat Bagi Wanita Aceh yang Berpacaran: Studi Fenomenologi Nurmalitasari, Femmi
Flourishing Journal Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i32025p152-162

Abstract

Qanun khalwat is a regulation made to regulate the interaction between women and men who are not mahrams, where both are not allowed to be in the same place without a mahram, which is often seen as a form of morality regulation in Acehnese society. However, data shows that adolescents or individuals in the emerging adulthood stage in Aceh continue to have dating relationships. It is recorded those adolescents with higher education or college and upper secondary education levels are known to have free sex behavior. This study aims to explore the meaning of the application of Qanun khalwat for Acehnese women involved in dating relationships. The research method used is qualitative research on phenomenological approaches. The data collection technique was carried out using semi-structured interviews. The participants in this study consisted of two students from Aceh. The results of the study show that the meaning of Qanun formed for Acehnese women who date is Qanun khalwat is positive but often creates a positive stigma in society so that it makes it uncomfortable. AbstrakQanun khalwat merupakan peraturan yang dibuat untuk mengatur interaksi antara wanita dan pria yang bukan mahram, dimana keduanya tidak diperbolehkan berada dalam satu tempat tanpa mahram, yang sering kali dipandang sebagai bentuk pengaturan moralitas dalam masyarakat Aceh. Namun, data menunjukkan bahwa remaja ataupun individu di tahap emerging adulthood di Aceh tetap menjalani hubungan pacaran. Tercatat remaja dengan jenjang pendidikan tinggi atau mahasiswa dan jenjang pendidikan menengah atas diketahui memiliki perilaku free sex. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dari penerapan qanun khalwat bagi wanita Aceh yang terlibat dalam hubungan pacaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara semi terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari dua mahasiswa yang berasal dari Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna qanun yang terbentuk bagi wanita Aceh yang berpacaran adalah qanun khalwat itu sebenarnya positif namun seringkali membuat stigma positif dimasyarakat sehingga membuat tidak nyaman.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Kepercayaan Diri pada Remaja Akhir di Jakarta Hartono, Fransisca Anggriani; Wahyudi, Antony Davin; Tju, Meriana; Priskila, Vania
Flourishing Journal Vol. 5 No. 7 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i72025p368-374

Abstract

Parental parenting has a vital role in the development of a child's personality, including in shaping adolescents' self-confidence. Self-confidence is an individual's belief in their abilities and competence in facing life's challenges. In the modern era, family dynamics and the role of parents in raising children have become increasingly complex. Changes in lifestyle, work demands, and the influence of social media often provide new challenges in parenting patterns. This research aims to determine the relationship between parenting patterns and adolescent self-confidence. This research uses a correlational quantitative approach involving 107 adolescent respondents aged 18-21 years who live in Jakarta. The results of this analysis show that there is a significant positive relationship between democratic and authoritarian parenting patterns and adolescents' self-confidence, while permissive parenting patterns do not have a significant relationship. Based on the results of this research, it is recommended that parents need to implement a democratic parenting pattern, prioritizing two-way communication, empathy, and providing consistent and flexible boundaries. AbstrakPola asuh orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan kepribadian anak, termasuk dalam membentuk kepercayaan diri remaja. Kepercayaan diri adalah keyakinan individu terhadap kemampuan dan kompetensinya dalam menghadapi tantangan hidup. Di era modern ini, dinamika keluarga dan peran orang tua dalam mengasuh anak semakin kompleks. Perubahan gaya hidup, tuntutan pekerjaan, serta pengaruh media sosial sering kali memberikan tantangan baru dalam pola pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kepercayaan diri remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional yang melibatkan 107 responden remaja berusia 18-21 tahun yang berdomisili di Jakarta. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara pola asuh demokratis dan otoriter dengan kepercayaan diri remaja secara signifikan, sementara pola asuh permisif tidak memiliki hubungan signifikan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar orangtua perlu menerapkan pola asuh demokratis, yaitu mengedepankan komunikasi dua arah, empati dan pemberian batasan yang konsisten dan fleksibel.
Dinamika Self-Disclosure dalam Pengasuhan Digital: Analisis Peran Mediasi Teknologi pada Hubungan Parent Child Long Distance Husna, Badiatul; Chusniyah, Tutut
Flourishing Journal Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i32025p163-174

Abstract

Long-distance parenting has become increasingly relevant in today's digital era, particularly with the rising mobility of parents due to work, education, or other personal circumstances. This phenomenon presents significant challenges in maintaining relationships between parents and children who are often separated by considerable physical distance. In this context, self-disclosure—the process by which individuals share personal information about themselves with others—emerges as an important aspect that needs to be analyzed. This study aims to understand the dynamics of self-disclosure in digital parenting within long-distance relationships between parents and children, highlighting the mediating role of digital technology. The method employed is a qualitative approach using snowball sampling. This technique begins with selecting a few initial respondents who meet the criteria, and then they recommend other relevant individuals to be included in the study. Data were collected through in-depth interviews with respondents, consisting of parents and children engaged in long-distance parenting. This study aims to explore how technology can facilitate or hinder the self-disclosure process between them. The findings are expected to provide new insights for researchers and practitioners in psychology and education regarding the importance of effective communication in digital parenting. Abstrak Pengasuhan jarak jauh (long distance parenting) menjadi semakin relevan di era digital saat ini, terutama dengan meningkatnya mobilitas orang tua akibat pekerjaan, pendidikan atau situasi pribadi lainnya. Fenomena ini memunculkan tantangan signifikan dalam menjaga hubungan antara orang tua dan anak yang sering kali terpisah oleh jarak fisik yang jauh. Dalam konteks ini, self-disclosure atau proses di mana individu berbagi informasi pribadi tentang diri mereka kepada orang lain menjadi aspek penting yang perlu dianalisis. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika self-disclosure dalam pengasuhan digital pada hubungan jarak jauh antara orang tua dan anak dengan menyoroti peran mediasi teknologi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik snowball sampling. Teknik ini dimulai dengan memilih beberapa responden awal yang memenuhi kriteria, kemudian mereka merekomendasikan individu lain yang relevan untuk diikutsertakan dalam penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap responden yang terdiri dari orang tua dan anak yang menjalani pengasuhan jarak jauh. Penelitian ini jua bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat memfasilitasi atau menghambat proses pengungkapan diri di antara mereka. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para peneliti dan praktisi di bidang psikologi serta pendidikan tentang pentingnya komunikasi yang efektif dalam pengasuhan digital.
Systematic Literature Review: Pengaruh Virtual Leadership Terhadap Work Engagement Pada Karyawan dalam Setting Kerja Virtual Zduroikhan, Taufiq
Flourishing Journal Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i32025p140-151

Abstract

Technological developments have driven the increase in virtual work globally, but low employee work engagement is a major challenge due to suboptimal communication and virtual leadership. This study aims to analyze the effect of virtual leadership on employee work engagement in a virtual work setting through a systematic literature review approach. By utilizing two major databases, Google Scholar and Science Direct, this study identified 600 relevant scientific articles. After going through a rigorous screening process, including the elimination of duplicates and evaluation of titles and abstracts, 16 articles were selected for further analysis, and finally 4 main articles were synthesized. This study reveals that effective virtual leadership, characterized by intensive communication, mental support, training, and the use of ideal digital platforms, plays a significant role in increasing employee work engagement. However, challenges such as low employee work engagement due to suboptimal communication and the need for an adaptive leadership approach are still major obstacles. This study highlights the importance of developing a targeted virtual leadership strategy to strengthen work engagement in the digital era. AbstrakPerkembangan teknologi telah mendorong peningkatan pekerjaan virtual secara global, namun rendahnya work engagement karyawan menjadi tantangan utama akibat komunikasi dan kepemimpinan virtual yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh virtual leadership terhadap work engagement karyawan dalam pengaturan kerja virtual melalui pendekatan sistematic literature review. Dengan memanfaatkan dua basis data utama, Google Scholar dan Science Direct, penelitian ini mengidentifikasi sebanyak 600 artikel ilmiah yang relevan. Setelah melalui proses penyaringan ketat, termasuk penghapusan duplikasi dan evaluasi judul serta abstrak, 16 artikel dipilih untuk dianalisis lebih lanjut, dan akhirnya 4 artikel utama disintesiskan. Penelitian ini mengungkap bahwa virtual leadership yang efektif, ditandai oleh komunikasi intensif, dukungan mental, pelatihan, dan penggunaan platform digital yang ideal, berperan signifikan dalam meningkatkan work engagement karyawan. Namun, tantangan seperti rendahnya keterikatan kerja karyawan akibat komunikasi yang kurang optimal serta kebutuhan akan pendekatan kepemimpinan yang adaptif masih menjadi kendala utama. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengembangan strategi virtual leadership yang terarah untuk memperkuat keterlibatan kerja di era digital.
Membentuk Identitas Diri Digital di Era Media Sosial: Studi Kualitatif terhadap Guru Firdauza, Intan Ayu Lasmana; Chusniyah, Tutut
Flourishing Journal Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i52025p297-307

Abstract

The development of social media has transformed how individuals build and present their identities, including within professional contexts such as teaching. This study aims to explore how teachers construct and manage their digital identity through platforms like LinkedIn and personal social media such as Instagram and TikTok. Using a qualitative approach with a phenomenological method, this study involved three active teachers selected purposively. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using a phenomenological data analysis technique. The findings show that teachers use LinkedIn to build a formal professional image, while Instagram and TikTok serve as spaces to express more casual and personal aspects of themselves. Strategies such as privacy settings, content selection, and separating personal and professional spheres are key to adjusting their identity to the social norms of each platform. Although teachers did not feel pressured, they demonstrated strong awareness of maintaining a professional image in digital spaces. This study concludes that teachers shape their digital identity consciously, strategically, and adaptively according to the social context of each social media platform. AbstrakPerkembangan media sosial telah mengubah cara individu membangun dan menampilkan identitas diri, termasuk dalam konteks profesional seperti profesi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana guru membentuk dan mengelola identitas mereka melalui platform LinkedIn dan media sosial pribadi seperti Instagram dan TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis dan melibatkan tiga guru aktif yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan teknik analisis data fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan LinkedIn untuk membangun citra profesional yang formal, sedangkan Instagram dan TikTok dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengekspresikan sisi pribadi yang lebih santai. Strategi seperti pengaturan privasi, pemilihan konten, serta pemisahan antara kehidupan pribadi dan profesional menjadi cara utama dalam menyesuaikan identitas dengan norma sosial di masing-masing platform. Meskipun para guru tidak merasa tertekan, mereka tetap menunjukkan kesadaran tinggi dalam menjaga citra profesional di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa identitas digital guru dibentuk secara sadar, strategis, dan adaptif sesuai dengan konteks sosial dari setiap platform media sosial.
Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Stres Akademik pada Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang Rahmah, Amelia Dwi; Hidayat, Muhammad Faisal; Zahra, Yesenia Salsabila Az; Pramestiti, Yustisia; Vardia, Melly Amalia
Flourishing Journal Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i22025p103-114

Abstract

College students often experience academic stress due to the excessive pressure they are under during their studies. Providing social support can reduce the adverse effects of academic stress. The purpose of this study was to examine the relationship between academic stress and social support of students of the Faculty of Psychology, State University of Malang. The study used a correlational quantitative method. The data collection technique used, namely purposive sampling with the sample of this study amounted to 65 subjects. Data were collected through the use of PSS (Perceived Stress Scale) and MSPSS (Multidimensional Scale of Perceived Social Support) scales. The data were then analyzed by a correlation test using the Pearson product-moment technique. The results of data analysis found that the significance of p = 0.046 (p < 0.05), which states that the alternative hypothesis is accepted; the correlation test results state that there is a relationship between social support and academic stress. The correlation coefficient value of r = -0.211 states that there is a negative relationship between the two variables. this relationship states that the higher the level of social support obtained by individuals, the lower the level of academic stress experienced. AbstrakMahasiswa perguruan tinggi kerap kali mengalami stres akademik akibat tekanan berlebih yang didapatkan selama menjalani studi. Memberikan dukungan sosial dapat mengurangi dampak buruk dari stres akademik. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji hubungan terkait stres akademik dengan dukungan sosial mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu purposive sampling dengan sampel penelitian ini berjumlah 65 subjek. Data dikumpulkan melalui penggunaan skala PSS (Perceived Stress Scale) dan MSPSS (Multidimensional Scale of Perceived Social Support). Data kemudian dianalisis dengan uji korelasi menggunakan teknik pearson product moment. Hasil analisa data ditemukan bahwa signifikansi p = 0,046 ( p < 0,05) yang menyatakan bahwa hipotesis alternatif diterima, hasil uji korelasi menyatakan terdapat hubungan antara dukungan social dan stress akademik. Nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,211 menyatakan terdapat hubungan negative pada kedua variable, hubungan ini menyatakan semakin tinggi tingkat dukungan sosial yang didapatkan oleh individu, maka akan semakin rendah tingkat stres akademik yang dialami.
Hubungan Peran Ayah dengan Orientasi Masa Depan Mahasiswa Semester Akhir Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Nande, Sherafie Sharon Sanggalangi; Harsono, Yudi Tri
Flourishing Journal Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i22025p79-91

Abstract

Final year students are students who are in their final semester of study and are working on their final project. In addition to completing academic assignments, final year students also have the challenge of determining careers and interests that can be referred to as future orientation. In terms of structuring the future, a father plays an important role in shaping future orientation. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between the role of the father and the future orientation of final year students of the Faculty of Psychology, State University of Malang. The scale used in this study is the father's role scale and future orientation, which is constructed and has gone through a factor analysis test to obtain evidence of validity based on structure. Hypothesis testing was conducted through correlation tests, resulting in a relationship between the father's role and the future orientation of final-year students at the Faculty of Psychology, Universitas Negeri Malang. Overall, the father's role has a relationship with future orientation, with a correlation coefficient of 0.393 and significance <0.05. Thus, the hypothesis in this study is proven and acceptable. AbstrakMahasiswa tingkat akhir adalah mahasiswa sedang berada pada semester akhir perkuliahan dan sedang mengerjakan tugas akhir. Selain menyelesaikan tugas akademik, mahasiswa tingkat akhir juga memiliki tantangan untuk menentukan karir dan minat, yang dapat disebut sebagai orientasi masa depan. Dalam hal menyusun masa depan, seorang ayah memegang peranan penting dalam menyusun orientasi masa depan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara peran ayah dengan orientasi masa depan mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Malang. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala peran ayah dan orientasi masa depan yang dikonstruk dan telah melalui uji analisis faktor untuk mendapatkan bukti validitas berdasarkan struktur. Uji hipotesis dilakukan melalui uji korelasi dengan hasil terdapat hubungan peran ayah dengan orientasi masa depan mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi. Secara keseluruhan, peran ayah memiliki hubungan dengan orientasi masa depan dengan koefisien korelasi sebesar 0.393 dan signifikansi <0.05. Dengan demikian, hipotesis dalam penelitian ini terbukti dan dapat diterima.
Efektivitas Permainan Green Generation untuk Meningkatkan Perilaku Pro Lingkungan pada Siswa Sekolah Dasar Dharmastuti, Anjarie; Noorrizki, Rakhmaditya Dewi; Nurmalitasari, Femmi; An-Nisa, Lhulu; Agusdian, Rian
Flourishing Journal Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i52025p286-296

Abstract

Mitigating global warming disasters caused by climate change can be achieved through pro-environmental behavior. Developing such behavior from an early age is considered more effective. However, teaching disaster-related topics to children must be done carefully to avoid fear and confusion. One alternative solution is using educational game media with a disaster theme. This study aimed to design and test the effectiveness of an educational game themed around global warming, as well as to analyze elementary school students’ perceptions of its use. This study used a quantitative pre-experimental approach. The subjects of this study were 90 students of SDN Kotalama. The results of the expert validity test of the material in the game showed that 97.5% of the data was used without revision. Hypothesis analysis with the Paired Samples Test showed that this educational game was effective because there was a significant increase in knowledge from pretest to posttest. All research subjects (100%) felt that their knowledge of global warming had increased and were increasingly motivated to protect the environment. It can be concluded that this educational game media is effective in increasing knowledge of global warming disasters and increasing student motivation related to pro-environmental behavior. AbstrakMitigasi bencana pemanasan global akibat perubahan iklim dapat dilakukan dengan perilaku pro lingkungan. Pembentukan perilaku pro lingkungan sejak dini dinilai akan lebih efektif. Pengajaran materi kebencanaan pada anak-anak harus dilakukan dengan strategi yang tepat agar tidak menimbulkan rasa takut dan bingung. Media permainan edukatif bertema bencana menjadi salah satu alternatif solusi yang dapat diterapkan. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan menguji keefektifan permainan edukatif bertema pemanasan global, serta menganalisis persepsi siswa SD terhadap penggunaan permainan edukatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif praeksperimen. Subjek penelitian ini adalah siswa SDN Kotalama sebanyak 90 siswa. Hasil uji validitas ahli terhadap materi dalam permainan menunjukkan 97,5% data terpakai tanpa revisi. Analisis hipotesis dengan Paired Samples Test menunjukkan permainan edukatif ini efektif karena terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan dari pretest ke posttest. Seluruh subjek penelitian (100%) merasakan bahwa pengetahuannya tentang pemanasan global menjadi meningkat dan semakin termotivasi untuk menjaga lingkungan. Dapat disimpulkan bahwa media permainan edukatif ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan akan bencana pemanasan global dan meningkatkan motivasi siswa terkait perilaku pro lingkungan.
Scoping Review: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Suami Istri Ibrahim, Abdul Rahman; Chusniyah, Tutut
Flourishing Journal Vol. 5 No. 7 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i72025p375-388

Abstract

Marital satisfaction is an important indicator in assessing the quality of the relationship between spouses and contributes to psychological well-being and family stability. With the evolving dynamics of society and culture, studies on the determinants of marital satisfaction have become increasingly complex and require a systematic approach. This study aims to identify and map various factors influencing marital satisfaction through a scoping review method. The approach follows the PRISMA-ScR guidelines and employs the PEOS framework (Population, Exposure, Outcome, Study Design) to establish article selection criteria. Data were collected from two main databases, namely Google Scholar and PopCites.id, using relevant keywords and involving 10 empirical articles published between 2019 and 2024. The findings indicate that marital satisfaction is influenced by a combination of psychological, interpersonal, and sociocultural factors, such as emotion regulation, religiosity, communication, marital symbolism, gender norms, and psychological well-being. This review also highlights the variation in findings based on different cultural and social contexts. Therefore, understanding marital satisfaction must take into account specific local dynamics and adopt a multidisciplinary approach to ensure that developed interventions are more effective and applicable. AbstrakKepuasan pernikahan merupakan indikator penting dalam menilai kualitas relasi pasangan suami istri serta berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis dan stabilitas keluarga. Seiring perkembangan dinamika sosial dan budaya, studi mengenai determinan kepuasan pernikahan menjadi semakin kompleks dan membutuhkan pendekatan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan berbagai faktor yang memengaruhi kepuasan pernikahan melalui metode scoping review. Pendekatan ini mengikuti panduan PRISMA-ScR dengan menggunakan kerangka PEOS (Population, Exposure, Outcome, Study Design) untuk menyusun kriteria seleksi artikel. Data dikumpulkan dari dua basis data utama, yakni Google Scholar dan PopCites.id, dengan kata kunci yang relevan, dan melibatkan 10 artikel empiris terbitan 2019–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepuasan pernikahan dipengaruhi oleh kombinasi faktor psikologis, interpersonal, dan sosiokultural, seperti regulasi emosi, religiusitas, komunikasi, simbol pernikahan, norma gender, dan kesejahteraan psikologis. Tinjauan ini juga menyoroti adanya variasi temuan berdasarkan konteks budaya dan sosial yang berbeda. Oleh karena itu, pemahaman terhadap kepuasan pernikahan harus mempertimbangkan dinamika lokal yang spesifik dan pendekatan multidisipliner agar intervensi yang dikembangkan dapat lebih efektif dan aplikatif.