cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 318 Documents
Gambaran Perkembangan Bahasa pada Anak dengan ADHD: Tinjauan Literatur Hammam, Faiz Yunsar; Zaki, Salsabilah May; Putri, Raissa Dwifandra
Flourishing Journal Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i122024p605-616

Abstract

Language ability is crucial and essential for individuals. Language is used for communication, allowing people to connect with others and build a good social environment. Language development is particularly important for early childhood as it is related to cognitive and social development. However, some children experience difficulties in understanding language, following instructions and comprehension concepts, as well as grammatical concepts, making their speech difficult to understand. This condition can be found in children with ADHD. The purpose of this article is to provide an overview of language development in children with ADHD, including the dynamics of their language development and appropriate interventions or strategies to address language development issues in children with ADHD. This article employs a literature review method. The results from the literature review analysis indicate that children with ADHD have difficulties with pragmatic language, tend to omit and alter phonemes, and exhibit minor issues in language structure. AbstrakKemampuan berbahasa merupakan hal yang krusial dan penting dimiliki pada individu. Bahasa digunakan untuk melakukan komunikasi, dapat saling berhubung dengan manusia lain sehingga dapat membentuk lingkungan sosial yang baik. Bagi anak usia dini, perkembangan kemampuan bahasa ini cukup penting karena berkaitan dengan perkembangan pada kemampuan kognitif dan juga sosialnya. Namun, terdapat kondisi dimana anak memiliki masalah dalam memahami bahasa, mengikuti petunjuk dan konsep pemahaman, dan juga konsep gramatikal yang membuat apa yang mereka tuturkan sulit untuk dipahami. Kondisi ini dapat ditemui pada anak dengan ADHD. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui gambaran perkembangan bahasa anak dengan ADHD yang terdiri dari dinamika perkembangan bahasa anak dengan ADHD serta intervensi atau strategi yang tepat dalam mengatasi masalah perkembangan bahasa pada anak dengan dengan ADHD. Penulisan artikel ini menggunakan metode literature review. Hasil yang ditemukan berdasarkan analisis literature review menyebutkan bahwa anak dengan ADHD memiliki masalah pada bahasa pragmatis mereka, gemar menghilangkan dan merubah fonem, dan ditemukannya sedikit masalah pada struktur bahasanya.
Peran Self-Efficacy dan Perceived Social Support terhadap Work-Life Balance Pekerja Wanita: Aprilia, Niken Aria Putri; Nuryanti, Sofia
Flourishing Journal Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i62025p340-351

Abstract

Today, married women workers have to play multiple roles, which is a challenge to achieve work-life balance. This research aims to determine the role of self-efficacy and perceived social support in the work-life balance of women workers. This research involved 238 respondents who were obtained by an accidental sampling method and were Indonesian female citizens who were actively working and married. This research instrument consists of the Work-Life Balance Scale, the Self-Efficacy Scale, and the Multidimensional Scale of Perceived Social Support. The research data were analyzed by the Multiple Regression Analysis technique with the assistance of SPSS 27.0. The results of the analysis show that there is a partially significant role, both from self-efficacy on work-life balance was 67.8% and the role of perceived social support on work-life balance was 54.9%. Simultaneously, the two variables also play a significant role in work-life balance by 69.7% so that the remaining 30.3% is distracted by other factors outside the scope of this research. Therefore, the implication of this research is to help provide information, especially for women workers, to build self-efficacy and perceived social support because it has a positive impact on work-life balance, so that they can improve the quality of life. AbstrakDewasa ini, pekerja wanita yang telah menikah harus menjalani peran ganda yang menjadi tantangan untuk meraih work-life balance. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran faktor internal (self-efficacy) dan faktor eksternal (perceived social support) terhadap work-life balance pekerja wanita. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 238 responden yang didapatkan dengan metode accidental sampling dan merupakan warga negara Indonesia wanita yang aktif bekerja dan sudah menikah. Instrumen penelitian ini terdiri dari Work-Life Balance Scale, Self-Efficacy Scale, dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Data penelitian dikaji menggunakan teknik Multiple Regression Analysis dengan bantuan software SPSS 27.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peran parsial yang signifikan, baik dari self-efficacy terhadap work-life balance sebesar 67.8% maupun peran perceived social support terhadap work-life balance sebesar 54.9%. Secara simultan, kedua variabel tersebut juga berperan signifikan terhadap work-life balance sebesar 69.7% sehingga 30.3% tersisa didistraksi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Oleh sebab itu, implikasi dari penelitian ini adalah membantu memberikan informasi, utamanya bagi pekerja wanita untuk membangun self-efficacy dan perceived social support karena berdampak positif terhadap work-life balance sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup.
Membangun Kompetensi Kewirausahaan melalui Pelatihan Entrepreneurial Mindset Dan Persuasive Communication Skill Pada Pembina Penyuluh Lapangan Koperasi Rahmi, Yaumul; Sulistiyorini, Diyah; Zahra, Gebi Angelina
Flourishing Journal Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i52025p249-258

Abstract

Partisipasi anggota koperasi dalam program kewirausahaan sering kali terhambat oleh kurangnya kemampuan fasilitator lapangan dalam memotivasi dan memengaruhi anggota untuk mengembangkan kemampuan mereka dan mencari peluang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas pelatihan berbasis entrepreneurial mindset dan komunikasi persuasif bagi Pembina Penyuluh Lapangan (PPL) di Koperasi Wanita Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah participatory action research dengan tiga tahap utama: analisis kebutuhan, perancangan dan pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi dan refleksi. Analisis kebutuhan dilakukan menggunakan model Organization–Task–Person (OTP) dan menunjukkan adanya kesenjangan kompetensi pada aspek pengetahuan branding, pemahaman target pasar, dan keterampilan komunikasi persuasif. Berdasarkan temuan tersebut, disusun modul pelatihan dalam empat sesi yang meliputi pemahaman strategi pendekatan, penyusunan pesan persuasif, serta praktik komunikasi langsung melalui simulasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan kesadaran peran, keterampilan menyusun strategi komunikasi yang kontekstual, serta kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan anggota koperasi. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pelatihan serupa ke dalam program pembinaan koperasi secara berkelanjutan serta perlunya sistem pendampingan untuk menjaga keberlanjutan perubahan perilaku pascapelatihan.
College student insomnia: The influence of insomnia on emotional aggression Chintya, Sheldya Kayla; Chairi, Najwa Putri; Rahmawati, Yuliana Mukti
Flourishing Journal Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i62025p333-339

Abstract

Poor sleep quality, particularly insomnia, can affect emotional regulation and increase emotional aggression. This study aims to investigate the relationship between insomnia symptoms and emotional aggression in university students. This study employed a quantitative approach, adapting the Regensburg Insomnia Scale (RIS) to assess student insomnia and the Brief Aggression Questionnaire (BAQ) to measure emotional aggression. Both instruments use Cronbach’s alpha for reliability and construct validity. This study involved 69 college students with sleeping problems, selected using a convenience sampling technique. Data were collected using an online questionnaire via Google Forms. Data analysis used correlational statistical methods to explore the role of insomnia to emotional aggression. This study found a significant contribution of insomnia to emotional aggression in college students. The results of the analysis show that the higher a person's level of insomnia, the higher the level of emotional aggression. These findings are expected to provide a further understanding of the impact of insomnia on the emotional aggression of university students, as well as a reference for the development of intervention strategies to improve sleep quality and reduce emotional aggression among university students. AbstrakKualitas tidur yang buruk, terutama insomnia, dapat memengaruhi regulasi emosi dan meningkatkan agresi emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara gejala insomnia dan agresi emosional pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan mengadaptasi Regensburg Insomnia Scale (RIS) yang mengukur insomnia dan Brief Aggression Questionnaire (BAQ) mengukur agresi emosi. Kedua alat ukur tersebut menggunakan reliabilitas Cronbach alfa dan validitas konstruk. Penelitian ini melibatkan 69 mahasiswa yang memiliki masalah tidur, yang dipilih dengan menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner online melalui Google Forms. Analisis data menggunakan metode statistik korelasional untuk mengeksplorasi peran gejala insomnia terhadap agresi emosional. Hasil dari penelitian ini menemukan adanya peran yang signifikan gejala insomnia terhadap agresi emosi mahasiswa. Individu yang memiliki tingkat insomnia yang tinggi memiliki tingkat agresi emosi yang tinggi pula. Temuan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai dampak insomnia terhadap agresi emosional mahasiswa, serta menjadi acuan pengembangan strategi intervensi untuk meningkatkan kualitas tidur dan menurunkan agresi emosional di kalangan mahasiswa.
Twitter, Rant Account and Loneliness: The Role of Self-Criticism in Loneliness Maridin, Zizi Zahra Zalyanti; Salvi, Vania Zahra Anisa; Musa, Moh Harun Ar Rosyid; Rahmawati, Yuliana Mukti
Flourishing Journal Vol. 5 No. 7 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i72025p360-367

Abstract

Amid the increasingly diverse challenges of life, social media often becomes an outlet for releasing overwhelming stress. Some individuals choose platform X (formerly Twitter) due to its text-based format, which makes it easier for users to share emotional expressions in written form. This study aims to analyse the contribution of self-criticism in loneliness. The population in this study consists of active rant account users aged 18–25, selected using purposive sampling. A total of 96 participants were involved. The instruments used in this study include adaptation of the UCLA Loneliness Scale and the Forms of Self-Criticising/Attacking & Self-Reassuring Scale (FSCRS), both of which were adapted into Indonesian. The UCLA scale uses a 4-point Likert scale to measure the level of loneliness, while the FSCRS uses a 5-point Likert scale to assess levels of self-criticism. Both of the measuments using Cronbach alfa for their reliability and content validity. The result finds there is significant influence of self-criticism in loneliness. This finding is relevant particularly in understanding factors that affect individuals' mental well-being. Future research is recommended to conduct longitudinal studies to understand how the influence of self-criticism and loneliness evolves over time, and to explore the possibility of other variables influencing this relationship.
Membentuk Kompetensi Kewirausahaan melalui Pelatihan Entreprenurial Skill dan Self-efficacy pada Perempuan Penyandang Disabilitas Sulistiyorini, Diyah; Zahra, Gebi Angelina; Setyoningtias, Khasdyah Dwi Dewi
Flourishing Journal Vol. 5 No. 7 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i72025p352-359

Abstract

Women with disabilities face various barriers in developing economic independence, including limited entrepreneurial skills and low self-efficacy. This study aims to develop and evaluate an experiential learning-based training program to improve both aspects among members of the Indonesian Association of Women with Disabilities. Employing a participatory action research approach, the study was conducted in three phases: needs assessment using the Organization–Task–Person (OTP) model, participatory design and implementation of the training, and evaluation through thematic coding analysis. The results show significant improvements in participants' confidence, business planning awareness, and communication skills. Three major themes emerged: increased self-confidence, more structured entrepreneurial awareness, and improved product communication abilities. The experiential learning-based training not only enhanced participants’ knowledge but also positively influenced their attitudes and behaviors. The study concludes that contextually designed training that integrates self-efficacy and entrepreneurial skills can serve as an effective empowerment strategy for women with disabilities and is recommended for replication in similar community contexts. AbstrakPerempuan penyandang disabilitas menghadapi berbagai hambatan dalam mengembangkan kemandirian ekonomi, termasuk keterbatasan dalam entrepreneurial skill dan rendahnya self-efficacy. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi pelatihan berbasis experiential learning untuk meningkatkan dua aspek tersebut pada anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Dengan pendekatan participatory action research, kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan: analisis kebutuhan dengan model Organization–Task–Person (OTP), desain dan implementasi pelatihan secara partisipatif, serta evaluasi berbasis teknik koding tematik. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rasa percaya diri, pemahaman perencanaan usaha, serta keterampilan komunikasi produk peserta. Tiga tema utama yang muncul adalah pertumbuhan keberanian, kesadaran wirausaha yang lebih sistematis, dan keterampilan komunikasi yang aplikatif. Pelatihan berbasis pengalaman terbukti tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mengubah sikap dan perilaku peserta secara positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan kontekstual yang mengintegrasikan self-efficacy dan entrepreneurial skill dapat menjadi strategi pemberdayaan efektif bagi perempuan penyandang disabilitas dan direkomendasikan untuk direplikasi dalam konteks komunitas serupa.
Kompetisi dibalut Konflik: Studi Moderasi Kontrol Diri terhadap Prasangka Sosial dan Agresi Perguruan Silat di Banyuwangi Habibie, Alfiesyahrianta; Farhan, Zinedine Ali; Sholichatun, Yulia; Mangestuti, Retno
Flourishing Journal Vol. 5 No. 8 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i82025p401-409

Abstract

Self-defense is an effort to protect oneself from attacks, whether from other people or creatures. One such martial art from Indonesia is Pencak Silat. This skill should be used for positive purposes, such as helping others and protecting those who are vulnerable. However, some individuals still misuse it, as seen in clashes between different schools of pencak silat in Banyuwangi. These conflicts resulted in one fatality, several injuries, and damage to residents' homes and a place of worship. This study aims to test the effect of social prejudice on aggressive behavior among members of the pencak silat school, with self-control as a moderating variable. Research with a quantitative approach, with data collection carried out through purposive sampling, namely members of the pencak silat school, domiciled in Banyuwangi and aged 18-45 years, as many as 100 respondents. Data analysis used through MRA mediation regression analysis. The results of the research data found a significant value from the self-control variable on the influence of social prejudice on aggressive behavior, 0.016. So it can be concluded that self-control plays a significant role as a moderator in the influence of social prejudice on aggressive behavior, and the hypothesis is accepted. AbstrakBela diri adalah usaha untuk melindungi diri dari serangan, baik dari manusia maupun makhluk lainnya. Keterampilan bela diri seharusnya digunakan untuk hal-hal positif, seperti membantu orang lain dan melindungi yang lemah. Namun masih terjadi bentrokan antara perguruan yang berbeda di Banyuwangi yang mengakibatkan satu korban meninggal dan beberapa lainnya terluka, serta kerusakan pada rumah warga dan tempat ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh prasangka sosial terhadap perilaku agresi di kalangan anggota perguruan pencak silat, dengan kontrol diri sebagai variabel moderasi. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui purposive sampling yaitu anggota perguruan silat, domisili Banyuwangi dan berusia 18-45 tahun sebanyak 100 responden. Analisa data yang digunakan melalui MRA mediasi regresi analisis. Hasil penelitian data yang ditemukan diperoleh nilai signifikan dari variabel self-control pada pengaruh prasangka sosial terhadap perilaku agresi 0.016. Maka dapat disimpulkan bahwa self-control berperan signifikan sebagai moderator pada pengaruh prasangka sosial terhadap perilaku agresi dan hipotesi diterima.
Efektivitas Cognitive Behavior Therapy dalam Pemulihan Pasien Skizofrenia: Scoping Review Putri, Ni Komang Suasti Puspita; Herdiyanto, Yohanes K.
Flourishing Journal Vol. 5 No. 9 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i92025p514-526

Abstract

Cognitive Behavioral Therapy (CBT) is a psychotherapy approach that has been proven effective and commonly used in the treatment of schizophrenia, particularly in supporting mental recovery and improving patients' daily functioning. This study aims to examine the effectiveness of CBT in supporting the recovery process of schizophrenia patients in Indonesia. The method used is a scoping review with a systematic search conducted across Google Scholar, ResearchGate, and Garuda. A total of ten articles that met the inclusion criteria were further analyzed. The results of the review show that CBT has a positive impact on five key aspects of recovery: reduction of hallucinations, decrease in aggressive behavior, improvement in self-esteem, restructuring of maladaptive thinking patterns, and reduction of anxiety and depressive symptoms. The effectiveness of CBT is more effective when combined with supportive therapies such as muscle relaxation, drawing therapy, and social skills training. Although the findings are promising, this review also highlights the limited number of local studies and emphasizes the need for cultural adaptation in the Indonesian context. Therefore, CBT is considered a promising intervention that should be further developed by incorporating cultural values and involving families and healthcare professionals to support sustainable recovery among schizophrenia patients. AbstrakCognitive behavioral therapy (CBT) adalah pendekatan psikoterapi yang terbukti efektif dan sering digunakan dalam menangani skizofrenia, terutama untuk membantu pemulihan kondisi mental dan kemampuan fungsi sehari-hari pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas CBT dalam mendukung proses pemulihan pasien skizofrenia di Indonesia. Metode yang digunakan adalah scoping review melalui pencarian sistematis pada tiga basis data daring, yaitu Google Scholar, ResearchGate, dan Garuda. Sebanyak sepuluh artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa CBT memberikan dampak positif pada lima aspek utama pemulihan, yaitu pengurangan halusinasi, penurunan perilaku agresif, peningkatan harga diri, restrukturisasi pola pikir maladaptif, serta penurunan gejala kecemasan dan depresi. Efektivitas CBT juga meningkat ketika dikombinasikan dengan terapi pendukung seperti relaksasi otot, terapi menggambar, dan pelatihan sosial. Meskipun hasilnya menjanjikan, kajian ini juga menemukan keterbatasan dalam jumlah studi lokal dan perlunya penyesuaian terhadap konteks budaya Indonesia. Oleh karena itu, CBT dinilai sebagai intervensi yang potensial dan layak di kembangkan lebih lanjut dengan mempertimbangkan nilai budaya, serta melibatkan keluarga dan tenaga kesehatan untuk mendukung keberlanjutan proses pemulihan pasien skizofrenia.
Gambaran Self-Compassion pada Individu yang Menjalin Long-Distance Relationship Hayati, Salma; Marsha, Gladis Corinna; Fikrie
Flourishing Journal Vol. 5 No. 8 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i82025p442-461

Abstract

A long-distance relationship, also known as LDR, brings about various complex emotional challenges, such as feelings of loneliness, uncertainty, and limited physical interaction. This situation can increase the risk of stress and anxiety, especially during the uncertain period of emerging adulthood. Self-compassion, as the ability to accept oneself with kindness, becomes very important in helping individuals face these challenges without falling into excessive self-criticism or emotional isolation. This study aims to provide a comprehensive overview of self-compassion in individuals who are in long-distance relationships. The method used in this research is qualitative with a phenomenological design. Data collection uses interview and observation methods. This study employs purposive sampling as its sampling technique. The subjects in this study consist of two individuals who meet the criteria of young adults currently in a long-distance relationship. Both subjects demonstrate strong self-compassion in maintaining a long-distance relationship, reflected in their behaviours of self-kindness, common humanity, mindfulness, as well as openness and self-reflection in balancing personal needs and the relationship. AbstrakLong distance relationship atau bisa disebut LDR menimbulkan berbagai tantangan emosional yang kompleks, seperti rasa kesepian, ketidakpastian, dan terbatasnya interaksi secara fisik. Situasi ini dapat meningkatkan risiko stres dan kecemasan, terutama pada masa emerging adulthood yang penuh ketidakpastian. Self-compassion sebagai kemampuan untuk menerima diri sendiri dengan penuh kasih sayang, menjadi sangat penting untuk membantu individu menghadapi tantangan tersebut tanpa terpuruk dalam kritik diri berlebihan atau terisolasi emosional. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai self-compassion pada individu yang menjalani LDR. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain fenomenologi. Pengambilan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari dua orang dengan kriteria individu dewasa awal yang sedang menjalani long distance relationship. Kedua subjek menunjukkan self-compassion yang kuat dalam menjalani hubungan jarak jauh, tercermin dari perilaku self-kindness, common humanity, mindfulness, serta keterbukaan dan refleksi diri dalam menjaga keseimbangan kebutuhan pribadi dan hubungan.
Siap Merencanakan Karier melalui Pelatihan Perencanaan Karier pada Siswa Kelas XI MAN Sidoarjo Setyoningtias, Khasdyah dwi dewi; Fatmawiyati, Jati; Rahmi, Yaumul; Mahardiana, Lina; Nugraha, Arya Yudha; Panulung, Danang Alifian Gandang
Flourishing Journal Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i62025p325-332

Abstract

A key issue in Madrasah Aliyah (MA) and other Islamic religious schools is the lack of focus on career planning in learning activities. Therefore, this study focuses on illustrating how career planning training, especially related to the selection of further study majors, makes students more aware of the careers they will pursue. Career planning is a form of student readiness in planning their future lives after graduation. The focus of this study is to determine the impact of career planning training on students' understanding of careers and college major planning. Using experimental quantitative methods, comparing the results of pre- and post-tests using career planning instruments, followed by 108 students. The study found that there was a difference of 3.54 (significance 0.00 <0.05), meaning that this career planning training was able to provide changes in students' understanding of career plans, with 73 students in the group who slowly understood the concept of career planning in their future lives. It is hoped that this study will provide an overview that schools, students, and related parties can provide regular career training programs so that students are better prepared in planning their careers. AbstrakPermasalahan pada sekolah berbasis agama Islam, salah satunya pada tingkatan Madrasah Aliyah (MA) adalah perencanaan karier yang belum menjadi fokus dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Perencanaan karier menjadi langkah awal untuk memberikan gambaran karier dan pemilihan jurusan perkuliahan nantinya. Maka penelitian ini berfokus untuk menggambarkan bahwa dengan pelatihan perencanaan karier khususnya berkaitan dengan pemilihan jurusan studi lanjut menjadikan siswa lebih paham terhadap karier yang akan dijalaninya. Perencanaan karier merupakan bentuk dari kesiapan siswa dalam merencanakan kehidupan selanjutnya ketika telah lulus. Fokus penelitian ini mengetahui dampak pelatihan perencanaan karier siswa terhadap pemahaman karier dan perencanaan jurusan perkuliahan. Menggunakan kuantitatif eksperimental membandingkan hasil sebelum dan sesudah tes menggunakan instrumen perencanaan karier yang diikuti oleh 108 siswa. Temuan penelitian bahwa terdapat perbedaan 3,54 (signifikansi 0,00 < 0,05), artinya pelatihan perencanaan karier ini mampu memberikan perubahan pemahaman rencana karier pada siswa, dengan 73 siswa berada pada kelompok yang perlahan memahami konsep perencanaan karier dalam kehidupan yang akan datang. Besar harapan dari penelitian ini dapat memberikan gambaran bahwa sekolah, siswa maupun pihak terkait untuk memberikan program pelatihan karier secara berkala agar siswa lebih siap dalam merencanakan kariernya.