cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 318 Documents
Mengungkap Fenomena Turnover pada Generasi Y di Indonesia: Sebuah Kajian Literatur Gebi Angelina Zahra; Kukuh Setyo Pambudi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i112022p685-696

Abstract

Turnover is a phenomenon that often occurs among generation Y employees in Indonesia. This study aims to reveal the causes and impacts of turnover among generation Y in Indonesia by using the literature review method. The authors searched and evaluated scientific sources related to the research theme from various media such as journals, books, internet, etc. The results showed that turnover among generation Y in Indonesia was influenced by several factors, such as: low employee engagement, work life balance imbalance, lack of career opportunities, and high job demands. Turnover among generation Y in Indonesia also caused some negative impacts, such as: decreased productivity and work quality, increased recruitment and training costs, and loss of organizational knowledge and skills. This study provides suggestions and recommendations for managers and HR practitioners to reduce turnover among generation Y in Indonesia by increasing employee engagement, creating a harmonious work life balance, providing fair and transparent career opportunities, and adjusting job demands to the abilities and interests of employees. Abstrak Turnover merupakan fenomena yang sering terjadi pada karyawan generasi Y di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penyebab dan dampak turnover pada generasi Y di Indonesia dengan menggunakan metode literature riview. Penulis melakukan pencarian dan evaluasi sumber-sumber ilmiah yang berkaitan dengan tema penelitian dari berbagai media seperti jurnal, buku, internet, dll. Hasil penelitian menunjukkan bahwa turnover pada generasi Y di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: rendahnya employee engagement, ketidakseimbangan work life balance, kurangnya kesempatan karier, dan tingginya tuntutan pekerjaan. Turnover pada generasi Y di Indonesia juga menimbulkan beberapa dampak negatif, seperti: menurunnya produktivitas dan kualitas kerja, meningkatnya biaya rekrutmen dan pelatihan, serta hilangnya pengetahuan dan keterampilan organisasi. Penelitian ini memberikan saran dan rekomendasi bagi para manajer dan praktisi SDM untuk mengurangi turnover pada generasi Y di Indonesia dengan cara: meningkatkan employee engagement, menciptakan work life balance yang harmonis, memberikan kesempatan karier yang adil dan transparan, serta menyesuaikan tuntutan pekerjaan dengan kemampuan dan minat karyawan.
Education in a Post Covid-19: Penyesuaian Diri Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang dalam Menghadapi Pembelajaran Luring Dhiya Fauziyyah Sudirman; Fina Alfiah Wulandari; Nur Rohmah Hidayatul Qoyyimah; Femmi Nurmalitasari
Flourishing Journal Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i112022p713-726

Abstract

In this current post-Covid-19 pandemic era, one of the challenges faced in the field of education is to return engaging or offline learning to the way it was before the Covid-19 pandemic. Changes in learning policies can have both positive and negative impacts, so it is necessary to make adjustments for each individual to face these challenges. Therefore, this study aims to find out about the adjustment of psychology students who undergo engaging learning. The method used in this study is a qualitative research method with a phenomenological model. Data collection used semi-structured interviews with 3 participants who were Psychology students class of 2020, at the State University of Malang, and who were studying offline this year. The findings in the field showed that two of three participants had sufficiently adjusted to offline learning after the Covid-19 pandemic, however, the participants have not been able to see events objectively and realistically. Concurrently, another participant still showed poor self-adjustment, because she could not control her emotions well, experienced feelings of frustration, and could not see events objectively, and there were several conditions that made participants unable to learn optimally. Abstrak Di era post-pandemic Covid-19 saat ini, tantangan yang dihadapi dalam bidang pendidikan salah satunya yaitu kembalinya pembelajaran luring atau luar jaringan seperti saat sebelum pandemi Covid-19. Perubahan kebijakan pembelajaran dapat memiliki dampak positif maupun negatif, sehingga perlu adanya penyesuaian diri dari masing-masing individu untuk menghadapi tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyesuaian diri mahasiswa psikologi yang menjalani pembelajaran luring. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur dengan 3 partisipan yang merupakan mahasiswa Psikologi angkatan 2020 Universitas Negeri Malang yang menjalani perkuliahan secara luring. Hasil temuan di lapangan yaitu dua partisipan cukup menyesuaikan diri dalam pembelajaran luring usai pandemi Covid-19, namun, belum dapat melihat kejadian secara objektif dan realistis. Sedangkan, satu partisipan lainnya menunjukkan penyesuaian diri yang kurang baik, dikarenakan belum dapat mengontrol emosi dengan baik, mengalami perasaan frustasi, dan belum dapat melihat kejadian secara objektif, serta terdapat beberapa kondisi yang membuat partisipan belum dapat belajar secara maksimal.
Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan Produksi PT. Dharma Polimetal tbk. Irham Habibi Fanindra; Yudi Tri Harsono
Flourishing Journal Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i122022p727-740

Abstract

This study aims to determine the effect of quality of work life on the productivity of PT Dharma Polimetal Tbk production employees. The hypothesis of this study is that there is an effect of work life quality on the productivity of PT Dharma Polimetal Tbk production employees. The subjects of this study are 218 production employees of PT Dharma Polimetal Tbk. This research data collection technique uses a questionnaire consisting of a scale of quality of work life and production data of PT Dharma Polimetal Tbk. The Work Life Quality Scale consists of 35 items adapted from the Quality of Work Life scale compiled by Timossi, Pedroso, Francisco, and Pilatti (2008) based on Walton's theory (in Robbins, 2002) using Confirmatory Factor Analysis (CFA) to confirm whether indicator variables can be used to confirm a factor, the work life quality scale has an RMSEA value, CFI, and TLI that fit the criteria for obtaining a fit model. Analysis of research data for hypothesis testing using simple linear regression, the results showed a significant effect of quality of work life on productivity in PT Dharma Polimetal Tbk production employees with a significance value (p) of < 0.05 and an effective contribution of 12.8%.Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap produktivitas karyawan produksi PT Dharma Polimetal Tbk. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap produktivitas karyawan produksi PT Dharma Polimetal Tbk. Subjek penelitian ini adalah 218 karyawan produksi PT Dharma Polimetal Tbk. Data penelitian diambil melalui teknik kuesioner yang mencakup skala kualitas kehidupan kerja dan data produksi PT Dharma Polimetal Tbk. Skala Kualitas Kehidupan Kerja mencakup 35 butir item yang diadaptasi dari skala Quality of Work Life oleh Timossi, Pedroso, Francisco, dan Pilatti (2008) berdasarkan teori Walton (dalam Robbins, 2002) mempergunakan CFA (Confirmatory Factor Analysis) guna mengonfirmasi apakah variable-variabel indikator dapat digunakan untuk mengkonfirmasi sebuah factor, skala kualitas kehidupan kerja memiliki nilai RMSEA, CFI, dan TLI yang sesuai dengan kriteria untuk memperoleh model fit. Analisis regresi linier sederhana dimanfaatkan untuk uji hipotesis, dan didapatkan hasil adanya pengaruh signifikan kualitas kehidupan kerja terhadap produktivitas pada karyawan produksi PT Dharma Polimetal Tbk dengan nilai signifikansi (p < 0,05 serta sumbangan efektif sejumlah 12,8%.
Fenomena Seks Pranikah pada Masa Remaja Nila Shofy Nihayah; Sevina Dwi Yulingga; Raissa Dwifandra Putri
Flourishing Journal Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i122022p741-750

Abstract

Premarital sex behavior in adolescents is driven by the condition of adolescents who still want to trymany new things. Other factors are also heavily involved in influencing this premarital sex behaviorsuch as peer influence, lack of parental supervision, easy access to pornographic content, etc. Thereare many negative impacts of this problem. As parents, educational institutions, and even theenvironment can have a positive influence on adolescents so they can avoid premarital sex behavior.This study aims to explore the phenomenon of premarital sex in adolescence. The approach taken isa literature study by systematically collecting data and reviewing several basic theories that arerelevant to the discussion. Until the results are obtained that premarital sexual behavior duringadolescence is still quite high so that more attention is needed to this problem. Many things can away to prevent teenagers from involving into this problem. A wise explanations from parents,education about premarital sex from educational institutions, high self-efficacy, and positive supportfrom the environment can be supporting factors for teenagers to avoid this behavior. AbstrakPerilaku seks pranikah pada remaja didorong oleh kondisi remaja yang masih ingin mencoba banyakhal baru. Faktor-faktor lain juga banyak terlibat dalam mempengaruhi perilaku seks pranikah iniseperti pengaruh teman sebaya, kurangnya pengawasan orang tua, mudahnya akses kontenpornografi, dll. Banyak dampak negatif dari permasalahan ini. Selayaknya orang tua, lembagapendidikan bahkan lingkungan bisa memberikan pengaruh positif pada remaja hingga bisa terhindardari perilaku seks pranikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena seks pranikahpada masa remaja. Pendekatan yang dilakukan adalah studi literatur dengan mengumpulkan datasecara sistematis dan mengkaji beberapa teori dasar yang relevan dengan pembahasan. Hinggadiperoleh hasil bahwasanya perilaku seks pranikah pada masa adolescence masih cukup tinggisehingga perlu adanya perhatian yang lebih lagi terhadap permasalahan ini. Banyak hal yang bisadilakukan guna menghindari remaja agar tidak terjerumus pada permasalahan ini. Penjelasan yangbaik dan bijak dari orang tua, edukasi tentang seks pranikah dari lembaga pendidikan, self efficacyyang tinggi, dan support positif dari lingkungan bisa menjadi faktor pendukung remaja terhindar dariperilaku tersebut.
Optimisme dan Motivasi Belajar di Masa Pandemi COVID-19: Studi pada Mahasiswa Bidikmisi Muhammad Ali Jibril; Mochammad Sa’id
Flourishing Journal Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i122022p751-759

Abstract

Online learning used during the pandemic is very different from learning that has been done before. This had an impact on the smoothness of learning activities during a pandemic and caused a variety of new problems, one of which was a decrease in student learning motivation. This study aims to determine the relationship between optimism and learning motivation during the COVID-19 pandemic in Bidikmisi students in the State University of Malang using a quantitative-correlational approach. The sampling technique used is quota sampling with a total of 160 subjects. The research instruments used to collect data were the Academic Motivation Scale (AMS) and Life Orientation Test-Revised (LOT-R). The results of this study are the correlation coefficient between optimism and learning motivation on the Intrinsic Motivation dimension (rxy = 0.179), on the Extrinsic Motivation dimension (rxy = 0.201), and on the Amotivation dimension (rxy = 0.256). The result shows that there is a significant positive relationship between optimism and learning motivation. Abstrak Pembelajaran daring yang digunakan ketika masa pandemi sangat berbeda dengan pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya. Hal ini berdampak pada kelancaran kegiatan belajar ketika pandemi dan menyebabkan berbagai masalah baru, salah satunya adalah menurunnya motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dan motivasi belajar di masa pandemi COVID-19 pada mahasiswa bidikmisi di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling kuota dengan jumlah subjek sebanyak 160 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Academic Motivation Scale (AMS) dan Life Orientation Test-Revised (LOT-R). Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara optimisme dan dimensi-dimensi motivasi belajar yaitu dimensi Intrinsic Motivation (rxy= 0,179), Extrinsic Motivation (rxy= 0,201) dan Amotivation (rxy= 0,256). Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara optimisme dan motivasi belajar mahasiswa di masa pandemi COVID-19. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi optimisme yang dimiliki mahasiswa, maka motivasi belajarnya akan semakin meningkat.
Big Five Theory di Media Sosial: Ditinjau dari Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) Hasan Asyhuri; Alfin Lintang El-Dzani; Danang Alifian Gandang Panulung; Azra Rega Naufal Ririchana; Khasdyah Dwi Dewi Setyoningtias
Flourishing Journal Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i122022p760-765

Abstract

The increasingly massive use of social media in society has had various impacts, one of which is the feeling of Fear of Missing Out (FOMO). FOMO is a fear that a person feels about not being involved in an experience that is considered valuable or important. The purpose of this research is to look at the relationship that arises from the intensity of social media use, feelings of FOMO and personality from the Big Five Theory perspective. The method used in this research is a literature study of five scientific publications based on predetermined criteria. The results obtained are that people with personalities with extraversion and agreeableness scores are more prone to have FOMO, neuroticism personalities are quite vulnerable, and conscientiousness and openness personalities are not correlated with FOMO. Based on these results it is known that each dimension of the big five theory has a different impact in explaining FOMO that occurs in individuals based on the level of intensity of social media use. Abstrak Penggunaan media sosial yang semakin masif di masyarakat menimbulkan berbagai dampak, salah satu dampaknya adalah perasaan Fear of Missing Out (FOMO). FOMO merupakan sebuah ketakutan yang dirasakan seseorang karena tidak terlibat didalam sebuah pengalaman yang dianggap berharga atau penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan yang muncul dari intensitas penggunaan media sosial, perasaan FOMO dan kepribadian dalam perspektif Big Five Theory. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur terhadap lima publikasi ilmiah berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil yang didapatkan adalah orang dengan kepribadian dengan skor extraversion dan agreeableness lebih rentan untuk memiliki FOMO, kepribadian neuroticism cukup rentan, dan kepribadian conscientiousness dan openness tidak berkorelasi dengan FOMO. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa masing-masing dimensi big five theory memiliki dampak berbeda-beda dalam menjelaskan FOMO yang terjadi dalam individu yang berdasarkan tingkat intensitas penggunaan media sosialnya.
Dampak Penggunaan E-learning Selama Pandemi Covid-19 Terhadap Tingginya Angka Penderita Miopi Muhammad Hazel Bayu Perkasa; Novian Arif Ramadhan; Naudiana Wihadini; Iqlima Pratiwi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i122022p766-775

Abstract

Learning using e-learning during the Covid-19 pandemic has made the learning system in schools online. The learning system causes the intensity of our eyes to see the screen to increase which causes an increase in the number of myopia sufferers. Myopia is one of the health problems that can cause blindness. Therefore, we wrote this article to examine the impact of using e-learning during the Covid-19 pandemic on the high number of people with myopia. This article uses the literature review method through journals that are relevant to the topic discussed. The results of this study prove that the number of myopia sufferers increased by 59.35% during the Covid-19 pandemic. The implementation of lockdown makes the learning system carried out using online e-learning methods make us stare at gadget screens beyond the capacity of our eyes which causes a reduction in the sharpness of our eyes. In addition, reduced activity outside the home leads to an increase in the number of diopters associated with the development of myopia symptoms. In patients with myopia, there is a longer axial length that adds to the effect of secondary ocular sequelae, making a person experience eye disorders that are difficult to cure. Abstrak Pembelajaran menggunakan e-learning selama pandemi Covid-19 membuat sistem belajar di sekolah menjadi online. Sistem pembelajaran tersebut menyebabkan intensitas mata kita melihat layar meningkat yang menyebabkan bertambahnya angka penderita miopi. Miopi merupakan salah satu gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan kebutaan. Maka dari itu, artikel ini kami tulis untuk mengkaji dampak penggunaan e-learning selama pandemi Covid-19 terhadap tingginya angka penderita miopi. Artikel ini menggunakan metode literature review melalui jurnal-jurnal yang relevan dengan topik yang dibahas. Hasil dari penelitian ini membuktikkan bahwa angka penderita miopi bertambah sebesar 59,35% selama pandemi Covid-19. Penerapan lockdown membuat sistem pembelajaran dilakukan menggunakan metode e-learning secara online membuat kita menatap layar gadget melebihi kapasitas mata kita yang menyebabkan berkurangnya ketajaman mata kita. Selain itu, berkurangnya aktivitas di luar rumah menyebabkan peningkatan pada jumlah dioptri yang berhubungan dengan perkembangan gejala miopia. Pada pasien dengan miopi terdapat panjang aksial yang lebih panjang sehingga menambah efek gejala sisa okuler sekunder sehingga membuat seseorang mengalami gangguan mata yang susah disembuhkan.
Systematic Review: Dampak Psikologis dari Kepemimpinan Adaptif dalam Manajemen Krisis Pramesti, Faradita Agenovindia; Chusniyah, Tutut
Flourishing Journal Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i22025p92-102

Abstract

Adaptive leadership enhances organizational resilience and employee psychological well-being in crisis management. This systematic review analyzes the psychological impact of adaptive leadership in crisis management. Adaptive leaders help organizations adopt lessons learned post-crisis. The study is based on studies published between 2020 and 2025. The method used follows the PRISMA guidelines and quality appraisal from JBI. The results show that adaptive leadership is positively associated with reduced work stress, increased motivation, and increased organizational resilience. Key contributing factors include transparent communication, emotional intelligence, and a culture of continuous learning. In addition, digital transformation and innovation play an important role in supporting adaptive leadership during a crisis. However, there are several limitations, such as the dominance of qualitative research and the lack of longitudinal studies measuring long-term psychological impacts. This study emphasizes the importance of adaptive leadership training to improve the effectiveness of crisis management. Future research needs to use a quantitative approach and expand the scope of industries to strengthen empirical evidence. AbstrakKepemimpinan adaptif memiliki peran krusial dalam manajemen krisis dengan meningkatkan ketahanan organisasi serta kesejahteraan psikologis karyawan. Tinjauan sistematis ini menganalisis dampak psikologis kepemimpinan adaptif dalam manajemen krisis. Pemimpin adaptif membantu organisasi mengadopsi pelajaran yang diperoleh pasca-krisis. Studi ini didasarkan pada studi yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Metode yang digunakan mengikuti pedoman PRISMA dan quality appraisal dari JBI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan adaptif berhubungan positif dengan penurunan stres kerja, peningkatan motivasi, dan peningkatan ketahanan organisasi. Faktor utama yang berkontribusi mencakup komunikasi transparan, kecerdasan emosional, serta budaya pembelajaran yang berkelanjutan. Selain itu, transformasi digital dan inovasi memainkan peran penting dalam mendukung kepemimpinan adaptif selama krisis. Namun, terdapat beberapa keterbatasan, seperti dominasi penelitian kualitatif dan minimnya studi longitudinal yang mengukur dampak psikologis jangka panjang. Kajian ini menekankan pentingnya pelatihan kepemimpinan adaptif untuk meningkatkan efektivitas manajemen krisis. Penelitian di masa depan perlu menggunakan pendekatan kuantitatif serta memperluas cakupan industri guna memperkuat bukti empiris.
Work Engagement Tenaga Kesehatan Gigi: Studi Kasus di Poli Gigi RS X Salsabila, Arini Isyfa; Chusniyah, Tutut
Flourishing Journal Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i22025p115-123

Abstract

The work engagement of health workers, including dental health workers, is an important factor in maintaining the quality of service, but research shows that the level is still low due to high work demands and limited resources. This study aims to describe the level of work engagement of dental health workers at Hospital X and identify factors that influence the level of work sustainability. The results showed that social support from coworkers, physical comfort in the workplace, and a supportive work environment played a significant role in increasing the work tenure of dental health workers. However, challenges such as work stress, high workload, and interactions with uncooperative patients remain barriers to maintaining work. These findings support the Job Demands-Resources (JD-R) theory, which emphasizes the importance of a balance between job demands and job resources in maintaining work. This study suggests the need for systematic efforts to manage stress and improve social support and working conditions in order to improve the work level and well-being of dental health workers. AbstrakKeterlibatan kerja tenaga kesehatan, termasuk tenaga kesehatan gigi, merupakan faktor krusial dalam menjaga kualitas pelayanan, namun studi menunjukkan tingkatnya masih rendah akibat tuntutan kerja tinggi dan sumber daya terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat work engagement tenaga kesehatan gigi di RS X serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat keterikatan kerja tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dari rekan kerja, kenyamanan fisik di tempat kerja, dan lingkungan kerja yang mendukung berperan signifikan dalam meningkatkan keterikatan kerja tenaga kesehatan gigi. Meskipun demikian, tantangan seperti stres kerja, beban kerja yang tinggi, serta interaksi dengan pasien yang tidak kooperatif tetap menjadi hambatan dalam mempertahankan keterikatan kerja. Temuan ini mendukung teori Job Demands-Resources (JD-R), yang menekankan pentingnya keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan sumber daya kerja dalam memelihara keterikatan kerja. Penelitian ini menyarankan perlunya upaya sistematis untuk mengelola stres dan meningkatkan dukungan sosial serta kondisi kerja guna meningkatkan tingkat keterikatan kerja dan kesejahteraan tenaga kesehatan gigi.
Gambaran Self-disclosure pada Mahasiswa di Second Account Instagram Malinda Syafrina; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i22025p69-78

Abstract

Self-disclosure is an effort to introduce oneself to others with the intention of building closer relationships. In the digital era, social media platforms such as Instagram have become popular spaces for self-expression and sharing personal information, especially among university students. However, an interesting phenomenon has emerged where some students choose to use a second, more private account (often referred to as a second account) as a space for personal expression. The aim of this study is to understand the subjective experiences of students engaging in self-disclosure on their second Instagram accounts. The research focuses on uncovering the meaning, motivations, and emotions students experience when sharing and expressing themselves through these more private accounts. A qualitative approach was used, employing in-depth interviews with students who actively use second accounts. The findings reveal that second accounts are perceived as safer and more comfortable spaces for students to pour out their hearts, share their concerns, and express their emotions more honestly, even though they still maintain certain boundaries of privacy in their social media use. AbstrakSelf-disclosure atau keterbukaan diri merupakan sebuah upaya untuk mengenalkan diri sendiri kepada orang lain dengan maksud untuk lebih dekat dengan orang lain. Di era digital, media sosial seperti Instagram menjadi ruang populer untuk mengekspresikan diri dan berbagi informasi pribadi, terutama di kalangan mahasiswa. Namun, terdapat fenomena menarik di mana sebagian mahasiswa memilih menggunakan akun kedua (second account) yang lebih privat sebagai tempat untuk menyalurkan ekspresi diri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswa dalam melakukan self-disclosure di second account Instagram. Penelitian ini difokuskan untuk mengungkap makna, motivasi, serta perasaan yang dialami mahasiswa ketika mereka membagikan dan mengekspresikan diri melalui akun yang lebih tertutup. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada mahasiswa yang aktif menggunakan second account. Hasil penelitian menunjukkan bahwa second account menjadi ruang yang dirasa lebih aman dan nyaman bagi mahasiswa untuk mencurahkan isi hati, berbagi keresahan, serta mengekspresikan emosi secara lebih jujur, meskipun mereka tetap menjaga batas privasi dalam bermedia sosial.