cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 318 Documents
Kontrol Diri dan Kesejahteraan Subjektif: Studi Korelasional pada Mahasiswa Syauki, Muhammad Azmi; Khoirunnisa, Riza Noviana
Flourishing Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i12026p17-33

Abstract

This research is motivated by the dynamics of subjective well-being among students in early adulthood, a period characterized by academic demands, social adjustments, and psychological stress that can influence their evaluations of life. This study aims to examine the relationship between self-control and subjective well-being in college students. A quantitative correlational design was used to analyze the relationship among variables. The study participants were 177 undergraduate Psychology students selected through stratified random sampling. Data collection was conducted using the Brief Self-Control Scale (BSCS) to measure self-control, as well as the Satisfaction With Life Scale (SWLS) and the Positive Affect Negative Affect Schedule (PANAS) to measure subjective well-being. Data analysis used Pearson correlation after the normality assumption test was met. The results showed a strong and significant positive relationship between self-control and subjective well-being (r = 0.699; p < 0.05). These findings indicate that students with higher levels of self-control tend to have better subjective well-being, both in terms of cognitive evaluation and affective balance. The research findings underscore the importance of self-control as a psychological factor related to students' subjective well-being. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh dinamika kesejahteraan subjektif pada mahasiswa yang berada pada fase dewasa awal. Fase dimana individu menghadapi tuntutan akademik, penyesuaian sosial, serta tekanan psikologis yang berpotensi memengaruhi evaluasi terhadap kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kontrol diri dan kesejahteraan subjektif pada mahasiswa. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Partisipan penelitian berjumlah 177 mahasiswa S1 Psikologi Universitas Negeri Surabaya yang dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Brief Self-Control Scale (BSCS) untuk mengukur kontrol diri serta Satisfaction With Life Scale (SWLS) dan Positive Affect Negative Affect Schedule (PANAS) untuk mengukur kesejahteraan subjektif. Analisis data menggunakan korelasi Pearson setelah uji asumsi normalitas terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan antara kontrol diri dan kesejahteraan subjektif (r = 0,699; p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa dengan tingkat kontrol diri yang lebih tinggi cenderung memiliki kesejahteraan subjektif yang lebih baik, baik dari aspek evaluasi kognitif maupun keseimbangan afektif. Hasil penelitian menegaskan pentingnya kontrol diri sebagai faktor psikologis yang berkaitan dengan kesejahteraan subjektif mahasiswa.
Berani Melawan Distraksi Belajar: Efikasi Diri sebagai Kunci Flow Akademik Siswa SMKN 1 Samarinda Syahadah, Zahwa Salome; Handayani, Nanik
Flourishing Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i12026p89-103

Abstract

Flow has been shown to positively influence students’ learning performance and enhance their enjoyment of academic activities. However, this remains an issue since many students still do not enjoy the learning process. One factor that influences a person’s academic flow is self-efficacy. This study aims to determine the correlation between self-efficacy and academic flow among students of SMK Negeri 1 Samarinda. This research used a quantitative correlational approach. The subjects of this study were 310 students from SMK Negeri 1 Samarinda. The sampling technique used was cluster random sampling. The data collection methods were the self-efficacy scale and the academic flow scale. The data analysis technique used was Spearman. The results of the study indicate that self-efficacy has a significant relationship with academic flow among students of SMK Negeri 1 Samarinda. This is evidenced by a p-value of 0.000 (p < 0.05) and a correlation coefficient (r) of 0.622, indicating a positive correlation between the two variables. This finding implies that higher self-efficacy is associated with higher academic flow among students of SMK Negeri 1 Samarinda, and vice versa. Furthermore, the relationship between these two variables falls within the high correlation category. AbstrakFlow akan berdampak pada performa belajar siswa dan membantu siswa menikmati aktivitas akademiknya. Namun, hal ini masih menjadi permasalahan karena banyak sekali siswa yang belum menikmati pembelajaran. Salah satu faktor yang memengaruhi flow akademik seseorang adalah efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan flow akademik pada siswa SMK Negeri 1 Samarinda. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini merupakan 310 siswa dari SMK Negeri 1 Samarinda. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan skala efikasi diri dan skala flow akademik. Teknik analisa data yang digunakan adalah Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri memiliki hubungan yang signifikan dengan flow akademik pada siswa SMK Negeri 1 Samarinda. Dibuktikan dengan nilai p = 0.000 (p < 0.05) dan nilai r hitung= 0.622, yang artinya kedua variabel memiliki hubungan yang positif dan dimaknai dengan semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi juga flow akademik pada siswa SMK Negeri 1 Samarinda, begitu pun sebaliknya. Adapun kedua variabel ini memiliki kekuatan hubungan yang tergolong dalam kategori tinggi.
Pengaruh Konsep Diri terhadap Perilaku Prososial pada Pengikut Humanies Project Utami, Farah Fadila; Suwarni, Eny; Rahmawati, Yuliana Mukti
Flourishing Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i12026p156-170

Abstract

The Humanies Project, as a digital-based social community, has successfully promoted prosocial movements, particularly among individuals in early adulthood. At this developmental stage, individuals are in the process of searching for the meaning of life while also experiencing shifts in personal values that may influence behavior, including prosocial behavior. This study aims to examine the effect of self-concept on prosocial behavior among 105 followers of the Humanies Project aged 18–25 years (66 females, 39 males). The study employed a survey method using a self-concept scale and a prosocial behavior scale, both of which had undergone content validity testing (expert judgment), construct validity testing (Corrected Item-Total Correlation), and reliability testing. Data were analyzed using simple linear regression with IBM SPSS version 27. The findings show that self-concept has a significant effect on prosocial behavior (r = 0.166; p < 0.05) with a contribution of 28.5% (R² = 0.285). These results emphasize the importance of strengthening self-concept as one of the strategies to increase prosocial engagement within digital-based communities. AbstrakHumanies Project sebagai komunitas sosial berbasis media digital berhasil mensosialisasikan gerakan prososial, khususnya pada individu usia dewasa awal. Pada tahap perkembangan ini, individu tengah mencari makna hidup sekaligus mengalami perubahan nilai diri yang dapat memengaruhi perilaku, termasuk perilaku prososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsep diri terhadap perilaku prososial pada 105 pengikut Humanies Project berusia 18–25 tahun (66 perempuan, 39 laki-laki). Penelitian menggunakan metode survei dengan instrumen skala konsep diri dan skala perilaku prososial, yang telah melalui uji validitas isi (expert judgement) dan uji validitas konstruk (Corrected Item-Total Correlation), serta uji reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana menggunakan IBM SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri berpengaruh signifikan terhadap perilaku prososial (r = 0,166; p < 0,05) dengan kontribusi sebesar 28,5% (R² = 0,285). Temuan ini menegaskan bahwa pentingnya penguatan konsep diri sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan keterlibatan prososial pada komunitas berbasis digital.
Di Balik Prasangka Antaragama: Peran Dark Tetrad Traits dan Religiusitas Wimaswara, Aufa Angga; Thantowi, Haidar Buldan
Flourishing Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i12026p45-64

Abstract

According to social and personal psychology, religiosity and personality are related to attitudes towards various social groups, but there is still little research exploring how these two aspects, especially dark personality, might contribute to social attitudes. This study examined the role of religiosity and Dark Tetrad traits (narcissism, Machiavellianism, psychopathy, and sadism) on prejudice toward non-Muslim groups in Indonesia. Participants consisted of 111 Muslim students in Yogyakarta. We used a correlational research design with multiple regression analysis. The results showed that Dark Tetrad traits played a role in prejudice toward non-Muslim groups (p = 0.03 ; p<0.05), while religiosity did not (p = 0.362). The current study presented new evidence that aspects of personality contribute more to inter-religious prejudice. The implication is that it is important to understand the differences between religious groups by considering the individual factors. In addition, these findings can be used to facilitate policy integration at various community levels and support adaptive decision-making in daily life regarding diversity in Indonesia. AbstrakMenurut psikologi sosial dan psikologi kepribadian, religiusitas dan kepribadian terkait dengan sikap terhadap berbagai kelompok sosial, namun masih sedikit penelitian yang mengeksplorasi bagaimana kedua aspek tersebut, khususnya dark personality, dapat berkontribusi terhadap sikap sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran religiusitas dan dark tetrad traits (narsisme, machiavellianisme, psikopati, dan sadisme) terhadap prasangka terhadap kelompok non-Muslim di Indonesia. Partisipan terdiri dari 111 orang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan analisis regresi berganda. Hasil menunjukkan dark tetrad traits berperan terhadap prasangka terhadap kelompok non-Muslim (p = 0.03; p < 0.05), sedangkan religiusitas tidak (p = 0.362). Penelitian ini menyajikan bukti baru bahwa aspek kepribadian lebih berkontribusi terhadap prasangka antarkelompok agama di Indonesia. Implikasinya, penting untuk lebih memahami prasangka antarkelompok agama dengan memperhatikan faktor individu. Selain itu, temuan ini dapat dimanfaatkan untuk membantu integrasi kebijakan pada berbagai tingkat komunitas dan mendukung pengambilan keputusan adaptif dalam kehidupan sehari-hari terkait keberagaman di Indonesia.
Memahami Pengalaman Burnout Guru TK Inklusif: Studi Kasus pada Konteks Sekolah Inklusif Munika, Cica Aprilia; Eva, Nur
Flourishing Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i12026p214-225

Abstract

Burnout is a common issue experienced by inclusive teachers due to multidimensional workloads, continuous demands for curriculum adaptation, and the complexity of students’ needs within a single classroom, which may affect psychological well-being and teaching quality. This study aims to explore burnout among inclusive kindergarten teachers and examine the role of emotional intelligence in their mindfulness practices. This research employed a qualitative case-study design with six inclusive kindergarten teachers in Malang, Indonesia. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. The findings indicate that teachers’ experiences of burnout are related to how they recognize, manage, and make meaning of their emotional conditions in the context of mindfulness practices. Teachers demonstrated differences in applying mindfulness and dealing with emotional exhaustion, as reflected in their emotional regulation abilities, consistency in mindfulness practices, and workplace environmental support. These findings highlight the importance of developing emotional intelligence and providing institutional support as part of efforts to reduce burnout among inclusive teachers. Abstrak Burnout merupakan masalah yang banyak dialami oleh guru inklusif akibat beban kerja yang multidimensi seperti tuntutan adaptasi kurikulum yang berkelanjutan dan kompleksitas kebutuhan siswa dalam satu kelas, yang berdampak pada kesejahteraan psikologis dan kualitas pengajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman burnout pada guru TK inklusif serta peran kecerdasan emosional dalam praktik mindfulness yang mereka lakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang melibatkan enam guru TK inklusif di Malang, Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman guru dalam menghadapi burnout berkaitan dengan cara mereka mengenali, mengelola, dan memaknai kondisi emosional mereka dalam konteks praktik mindfulness. Guru menunjukkan perbedaan pengalaman dalam menerapkan mindfulness dan menghadapi kelelahan emosional. Hal ini tercermin dari kemampuan regulasi emosi, konsistensi praktik mindfulness, serta dukungan lingkungan kerja. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan kecerdasan emosional dan dukungan institusional dalam upaya mengurangi burnout pada guru inklusif.
Pengaruh Kepercayaan Politik terhadap Partisipasi Politik Masyarakat Kecamatan Sepaku dalam Pembangunan Ibu Kota Nusantara Hidayat, Muhammad Faisal; Sa'id, Mochammad
Flourishing Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i12026p195-213

Abstract

The development of the Nusantara Capital City is a national strategic project that requires active public participation, particularly from those directly affected, such as the residents of Sepaku District. However, the low level of political participation among the community remains a major issue that needs to be examined more thoroughly. This study aims to determine the influence of political trust on the political participation of the Sepaku community in the development of IKN. A correlational quantitative approach was used. The instruments applied were the Citizen Trust in Government Organizations (CTGO) scale to measure political trust and the Participatory Behaviors Scale (PBS) to assess political participation. A total of 433 respondents were selected using probability sampling with the cluster sampling method from eight villages/sub-districts. The data analysis method used was simple linear regression. The results showed a significant influence of political trust on political participation, with a significance value of 0.000 (p < 0.05) and a coefficient of determination of 0.058. This indicates that political trust contributes 5.8% to the political participation of the community. Although the contribution is relatively small, the findings affirm that trust in government plays an important role in enhancing public engagement in the development of IKN. AbstrakPembangunan Ibu Kota Nusantara merupakan proyek strategis nasional yang memerlukan partisipasi aktif masyarakat, khususnya mereka yang terdampak langsung seperti masyarakat Kecamatan Sepaku. Namun, rendahnya partisipasi politik masyarakat menjadi permasalahan utama yang perlu dikaji secara lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepercayaan politik terhadap partisipasi politik masyarakat Kecamatan Sepaku dalam pembangunan IKN. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Instrumen yang digunakan adalah skala Citizen Trust in Government Organizations (CTGO) untuk mengukur kepercayaan politik dan Participatory Behaviors Scale (PBS) untuk mengukur partisipasi politik. Sampel diambil sebanyak 433 responden menggunakan teknik probability sampling dengan jenis cluster sampling dari delapan desa/kelurahan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari kepercayaan politik terhadap partisipasi politik, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,058. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan politik berkontribusi sebesar 5,8% terhadap partisipasi politik masyarakat. Meskipun kontribusinya tergolong kecil, temuan ini menegaskan bahwa kepercayaan terhadap pemerintah memainkan peran penting dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan IKN.
Pengaruh Beban Kerja dan Dukungan Sosial terhadap Stres Kerja Pegawai di Politeknik AMI Medan Fransiska, Eka; Handayani, Irma
Flourishing Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i12026p246-259

Abstract

The increasing complexity and demands of work have made job stress one of the most prevalent psychological problems experienced by employees, including those in higher education settings. This study aims to analyze the effect of workload and social support on employees’ job stress levels at Politeknik AMI Medan. This study employed a quantitative approach with a correlational design. The sampling technique used was saturated sampling, involving 60 respondents consisting of academic staff and administrative employees. Data were collected using questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The results indicate that workload has a significant positive effect on increasing job stress, while social support has a significant negative effect on reducing job stress. Simultaneously, both variables are able to explain a substantial proportion of the variance in employees’ job stress. The implications of this study emphasize the importance of implementing proportional workload management and strengthening social support in the workplace in order to create a healthier work environment and support employees’ psychological well-being. Abstrak Meningkatnya kompleksitas dan tuntutan pekerjaan menjadikan stres kerja sebagai salah satu permasalahan psikologis yang banyak dialami oleh pegawai, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan dukungan sosial terhadap tingkat stres kerja pegawai di Politeknik AMI Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh dengan jumlah responden sebanyak 60 orang yang terdiri dari tenaga pendidik dan tenaga administrasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berdampak positif signifikan terhadap peningkatan stres kerja, sedangkan dukungan sosial berdampak negatif signifikan terhadap penurunan stres kerja. Secara simultan, kedua variabel tersebut mampu menjelaskan sebagian besar variasi stres kerja pegawai. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan beban kerja yang proporsional serta penguatan dukungan sosial di lingkungan kerja guna menciptakan kondisi kerja yang lebih sehat dan mendukung kesejahteraan psikologis pegawai.
Permainan Integratif RimbaRia sebagai Stimulasi Multisensori untuk Meningkatkan Kemampuan Regulasi Emosi Anak Usia Sekolah Dasar 'Izzah, Nida Mukhlishotul; Zuhro, Luthfiatuz; Mu'ammaroh, Nurul Lail Rosyidatul
Flourishing Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i12026p182-194

Abstract

The elementary school period is a crucial phase in the development of children's emotional regulation, which directly influences learning readiness, social interaction, and long-term mental health. This study aims to test the effectiveness of the RimbaRia multisensory game in improving elementary school students' emotional regulation skills. The study used a quantitative approach with a one-group pretest–posttest pre-experimental design. The subjects consisted of 35 first-grade students at MI Sunan Giri, Malang Regency. The emotional regulation measurement instrumen used the Emotion Regulation Questionnaire for Children and Adolescents (ERQ-CA) adapted into Indonesian. The treatment, a series of RimbaRia games, was given in structured learning activities. Data were analyzed using a paired sample t-test. The results showed an increase in the average emotional regulation score from the pre-test (M = 39.0) to the post-test (M = 46.6). The statistical test showed a statistically significant difference (p < 0.05), indicating that the RimbaRia game is effective in improving elementary school children's emotional regulation skills. These findings confirm that a multisensory play-based approach can be a fun, structured, and relevant alternative social-emotional intervention in elementary education contexts. Abstrak Periode sekolah dasar merupakan masa yang tepat untuk pengembangan kemampuan regulasi emosi. Kemampuan ini penting untuk menunjang kesiapan belajar, kesiapan membangun interaksi sosial, dan kesehatan psikologis jangka Panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas permainan multisensory RimbaRia dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi siswa usia sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri dari 35 siswa kelas I di MI Sunan Giri, Kabupaten Malang. Instrumen pengukuran regulasi emosi menggunakan Emotion Regulation Questionnaire for Children and Adolescents (ERQ-CA) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Perlakuan berupa rangkaian permainan RimbaRia diberikan dalam kegiatan pembelajaran terstruktur. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor regulasi emosi dari pre-test (M = 39,0) ke post-test (M = 46,6). Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa permainan RimbaRia efektif dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi anak usia sekolah dasar. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis permainan multisensori dapat menjadi alternatif intervensi sosial-emosional yang menyenangkan, terstruktur, dan relevan dalam konteks pendidikan dasar.