cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 316 Documents
Supportive Organizational Environment dan Team Learning Capability sebagai Prediktor Self-Efficacy Mahasiswa Gen Z yang Berorganisasi di Kampus Radina; Meliya Ashema Mahdina; Tisya Amanda; Siti Maisyarah; Muhammad Bayu Buana Fahmi; Shanty Komalasari
Flourishing Journal Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i22026p353-365

Abstract

Generation Z students who are active in campus organizations often face dual challenges, namely balancing high academic demands with heavy organizational responsibilities. This challenging condition demands a robust sense of self-efficacy for them to cope effectively. Therefore, this study explores the determinants of self-efficacy among Generation Z students who are actively involved in student organizations. This quantitative study specifically aims to analyze and empirically test the influence of a supportive organizational environment and team learning capability on students' self-efficacy levels. Data collection was conducted through a survey using questionnaires distributed to 103 participants, who serve as board members of executive organizations at UIN Antasari Banjarmasin. The gathered data were statistically analyzed employing multiple linear regression techniques. Simultaneous testing results demonstrate that a supportive organizational environment and team learning capability collectively exert a significant impact on self-efficacy. Nevertheless, partial testing outcomes indicate that neither variable possesses a meaningful independent influence when operating alone. These findings emphasize that fostering student self-efficacy fundamentally necessitates an inseparable synergy between positive environmental support and collaborative team learning processes. Abstrak Generasi Z yang aktif berorganisasi di kampus sering kali dihadapkan pada tantangan ganda, yakni menyeimbangkan tingginya beban tuntutan akademik dengan padatnya tanggung jawab organisasional. Kondisi ini menuntut adanya keyakinan diri yang kuat agar mereka mampu bertahan. Oleh karena itu, penelitian ini mengeksplorasi determinan self-efficacy pada mahasiswa Generasi Z yang terlibat aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Studi kuantitatif ini secara khusus bertujuan untuk menganalisis dan menguji secara empiris pengaruh supportive organizational environment dan team learning capability terhadap tingkat self-efficacy mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui survei menggunakan kuesioner kepada 103 partisipan, yang merupakan pengurus organisasi eksekutif di UIN Antasari Banjarmasin. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik menggunakan teknik regresi linear berganda. Hasil pengujian secara simultan membuktikan bahwa supportive organizational environment dan team learning capability secara bersama-sama memberikan pengaruh signifikan terhadap self-efficacy. Namun demikian, hasil uji parsial mengindikasikan bahwa kedua variabel tersebut tidak memiliki pengaruh yang bermakna ketika beroperasi secara mandiri. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan self-efficacy mahasiswa sangat membutuhkan sinergi yang utuh dan tak terpisahkan antara dukungan lingkungan organisasi yang positif dengan kolaborasi belajar di dalam tim.
Differential Reinforcement of Alternative Behavior (DRA) dan Antecedent Control untuk Menurunkan Durasi Screen Time pada Anak dengan Permasalahan Perkembangan Bahasa Nila Sa’adah; Faradiba Permatahati
Flourishing Journal Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i22026p366-378

Abstract

Language development problems in early childhood are often related to a lack of environmental stimulation, one of which is due to the high duration of screen time. This study aims to reduce the duration of screen time in children with language development barriers through the application of Differential Reinforcement of Alternative Behavior (DRA) and antecedent control techniques. DRA intervention is carried out by providing alternative activities such as games and direct interaction as a substitute for screen time, while antecedent control is carried out by regulating the environment and setting rules for the use of digital devices by the participants' parents. The method used is a case study with a behavioral intervention approach, involving assessment through observation, interviews, VSMS, and Binet tests to obtain a comprehensive picture of the client's condition. The intervention was carried out for 10 sessions with a duration of 60 minutes. Participants were girls aged 3 years and 9 months with language development barriers. The results showed that the implementation of DRA and antecedent control was a decrease in the duration of screen time from an average of 4 hours to 2 hours per day, followed by increased compliance with digital device use rules by participants' parents. Abstrak Permasalahan perkembangan bahasa pada anak usia dini seringkali berkaitan dengan kurangnya stimulasi lingkungan, salah satunya akibat tingginya durasi penggunaan perangkat digital. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan durasi screen time pada anak dengan hambatan perkembangan bahasa melalui penerapan teknik Differential Reinforcement of Alternative Behavior (DRA) dan antecedent control. Intervensi DRA dilakukan dengan memberikan aktivitas alternatif seperti permainan dan interaksi langsung sebagai pengganti screen time, sedangkan antecedent control dilakukan dengan mengatur lingkungan serta menetapkan aturan penggunaan perangkat digital oleh orang tua partisipan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan intervensi perilaku, melibatkan asesmen melalui observasi, wawancara, VSMS, dan tes Binet untuk memperoleh gambaran menyeluruh kondisi partisipan. Intervensi dilakukan selama 10 sesi dengan durasi 60 menit. Partisipan merupakan anak perempuan usia 3 tahun 9 bulan dengan hambatan perkembangan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode penerapan DRA dan antecedent control terjadi penurunan durasi screen time pada partisipan dari rata-rata 4 jam menjadi 2 jam per hari, diikuti dengan meningkatnya kepatuhan terhadap aturan penggunaan perangkat digital oleh orang tua partisipan.
Meta-Analisis Prediktor School Well-Being pada Siswa SMA di Indonesia Abdulloh Hadziq; M. Ali Najich; I’in Khalimatus Sa’diyah
Flourishing Journal Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i22026p379-397

Abstract

School well-being is an essential pillar for the psychological and academic development of adolescents; however, previous findings regarding the strength of its predictors remain inconsistent. This study aims to evaluate the combined effect size of predictors (internal and external) on school well-being among high school students in Indonesia, as well as to test the moderating effects of the COVID-19 pandemic period and year of publication. Using a meta-analytic approach, data were aggregated from 19 primary studies that met the inclusion criteria. The results of the quantitative synthesis indicate a significant positive correlation at a moderate level between the sum of predictors and the level of school well-being (r=0.41; p<0.000). Although very high between-study heterogeneity was identified (I² = 82.29%), moderator testing demonstrated that the pandemic period and publication year trends did not significantly moderate the strength of this correlation. The absence of these moderating effects does not necessarily indicate absolute resilience of the construct against crises, but rather suggests that the fulfillment of internal resources and external support remains an essential prerequisite consistently required across changing times. Furthermore, the Trim and Fill analysis confirmed the absence of publication bias. These findings underscore the importance of integrating social-ecological support and strengthening individual psychological resources in the formulation of comprehensive education policies. Abstrak Kesejahteraan sekolah (school well-being) merupakan pilar esensial bagi perkembangan psikologis dan akademik remaja, namun temuan terdahulu mengenai kekuatan prediktornya masih menunjukkan inkonsistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ukuran efek gabungan (combined effect size) dari prediktor (internal dan eksternal) terhadap school well-being pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat di Indonesia, serta menguji efek moderator berupa periodisasi pandemi COVID-19 dan tahun publikasi. Melalui pendekatan meta-analisis, data diagregasi dari 19 studi primer yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis kuantitatif menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan pada level moderat antara akumulasi prediktor dengan tingkat school well-being (r=0,41; p<0,000). Meskipun teridentifikasi heterogenitas antar-studi yang sangat tinggi (I2=82,29%), pengujian moderator membuktikan bahwa periodisasi pandemi dan tren waktu publikasi tidak memoderasi kekuatan korelasi tersebut secara signifikan. Ketiadaan efek moderasi ini tidak serta-merta menunjukkan ketangguhan (resilience) mutlak konstruk terhadap krisis, melainkan mengindikasikan bahwa pemenuhan sumber daya internal dan dukungan eksternal tetap menjadi prasyarat esensial yang konsisten dibutuhkan melintasi perubahan waktu. Lebih lanjut, analisis Trim and Fill mengonfirmasi tidak adanya bias publikasi. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi dukungan ekologi sosial dan penguatan sumber daya psikologis individu dalam perumusan kebijakan pendidikan yang komprehensif.
Peran Orientasi Masa Depan dalam Memediasi Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Efikasi Guru terhadap Efikasi Diri Pengambilan Keputusan Karier Maulana Arif Muhibbin; Anggraeni Swastika Sari; Danan Satriyo Wibowo; Nanda Kafila Sari; Fadhilah Ayudia
Flourishing Journal Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i22026p470-485

Abstract

The aim of this study is to investigate how high school students' perceptions of teacher efficacy and future orientation affect their Career Decision-Making Self-Efficacy (CDMSE). In Jember, East Java, Indonesia, 265 students in the eleventh and twelfth grades participated in a quantitative survey. The Teacher Efficacy Scale, Future Orientation Scale, and CDMSE Scale were the tools utilized in this investigation. SPSS was used to examine the data. The findings showed that future orientation and CDMSE were significantly positively impacted by students' perceptions of teacher efficacy. CDMSE was also found to be significantly predicted by future orientation. Additionally, the association between students' views of teacher efficacy and CDMSE was partially mediated by future orientation, according to mediation analysis. These results demonstrate the critical role that future-oriented thinking and teacher-related assistance play in boosting students' confidence in making career decisions, implying that improving teacher effectiveness and encouraging future-oriented thinking can help students pursue their careers. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi siswa terhadap efikasi guru dan orientasi masa depan terhadap efikasi diri pengambilan keputusan karier (CDMSE) pada siswa SMA. Menggunakan metode kuantitatif melalui survei pada 265 siswa kelas XI dan XII di Jember, Jawa Timur. Alat ukur dalam penelitian  ini  adalah Skala Persepsi siswa tentang  Efikasi Guru, Skala Orientasi Masa Depan, dan Skala CDMSE. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis jalur menggunakan makro PROCESS Hayes pada SPSS. Hasil menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap efikasi guru memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap orientasi masa depan dan CDMSE. Orientasi masa depan juga secara signifikan memprediksi CDMSE. Analisis mediasi menunjukkan bahwa orientasi masa depan memediasi parsial hubungan antara persepsi efikasi guru dan CDMSE. Temuan ini menyoroti peran penting dukungan terkait guru dan orientasi masa depan siswa dalam meningkatkan kepercayaan diri pengambilan keputusan karier, menunjukkan bahwa penguatan efektivitas guru dan pemikiran berorientasi masa depan dapat mendukung pengembangan karier siswa.
Pengaruh Ruminasi terhadap Rasa Bersalah pada Relawan Bencana Banjir Sumatera Rumah Zakat Aceh Yolanda Alfianova Br Sembiring; Harri Santoso; Siti Hajar Sri Hidayati
Flourishing Journal Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i22026p398-412

Abstract

Rumination is a tendency to engage in repetitive thinking focused on negative experiences, while guilty feeling is an unpleasant emotion arising from self-evaluation related to violations of personal moral standards. In the context of disaster volunteers, both are likely to increase due to situational pressure, exposure to victims’ suffering, and the demands of rapid and complex decision-making. This study aims to investigate the influence of rumination on feelings of guilt among Rumah Zakat Aceh volunteers involved in both the emergency response and post-disaster phases. This study employed a quantitative approach with a correlational method. A total of 105 volunteers were selected using purposive sampling. The instruments used were the rumination scale and the guilt scale, and the data were analyzed using multiple regression analysis. The results showed that rumination was significantly associated with guilt and contributed 33.6% to its variance, with both variables generally falling within the moderate category. Specifically, the brooding dimension had a significant effect on guilt, contributing 28.6%, while the reflection and depression-related dimensions were not significant. These findings indicate that maladaptive rumination, particularly brooding characterized by passive and repetitive focus on negative self-aspects, plays a more dominant role in predicting guilt among disaster volunteers. Abstrak Ruminasi merupakan kecenderungan berpikir berulang yang berfokus pada pengalaman negatif, sedangkan rasa bersalah adalah emosi tidak menyenangkan yang muncul akibat evaluasi diri terhadap pelanggaran standar moral. Dalam konteks relawan bencana, kedua hal ini berpotensi meningkat akibat tekanan situasional, paparan penderitaan korban, serta tuntutan pengambilan keputusan yang cepat dan kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ruminasi terhadap rasa bersalah pada relawan Rumah Zakat Aceh yang terlibat dalam fase tanggap darurat dan pasca-bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 105 relawan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala Ruminasi dan Skala Rasa Bersalah, dengan analisis data menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruminasi berhubungan signifikan dengan rasa bersalah dan memberikan pengaruh sebesar 33,6%, sementara secara umum tingkat ruminasi dan rasa bersalah berada pada kategori sedang. Dimensi brooding berpengaruh signifikan terhadap rasa bersalah sebesar 28,6%, sedangkan dimensi reflection dan depression-related tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, sehingga mengindikasikan bahwa kecenderungan berpikir pasif, berulang, dan berfokus pada aspek negatif diri memiliki peran yang lebih dominan dalam memunculkan rasa bersalah pada relawan.
Pengaruh pembelajaran VAK terhadap personal safety skills pada individu dengan tunagrahita sedang dan berat di Panti Rawat X Flowrench Tabitha Lembong; Itsna Gamannda; Patresia Theodora Simbolon; Willy Tasdin
Flourishing Journal Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i22026p413-430

Abstract

Individuals with intellectual disabilities are a population vulnerable to violence and violations of bodily boundaries due to limitations in intellectual functioning and adaptive behavior. Their limited ability to recognize dangerous situations, refuse unwanted actions, and report threatening experiences highlights the importance of developing personal safety skills. This study aimed to improve personal safety skills among individuals with moderate and severe intellectual disabilities through a Visual, Auditory, and Kinesthetic (VAK)-based intervention using the Body Safety Song. A quantitative method with a one-group pretest-posttest design was employed, involving six individuals with moderate and severe intellectual disabilities residing at Residential Care Facility X. Data were collected using the What If Situation Test (WIST-III-R), which assesses the aspects of recognize, resist, and report. The results showed that the mean pretest score of 18.83 increased to 33.50 at posttest, indicating an improvement in personal safety skills following the intervention. These findings suggest that a VAK-based intervention delivered through song media is effective in supporting the development of self-protection skills among individuals with intellectual disabilities. Abstrak Individu dengan tunagrahita merupakan kelompok yang rentan mengalami kekerasan dan pelanggaran batas tubuh akibat keterbatasan fungsi intelektual serta perilaku adaptif. Rendahnya kemampuan mengenali situasi berbahaya, menolak perlakuan yang tidak diinginkan, dan melaporkan pengalaman yang mengancam menunjukkan pentingnya pengembangan personal safety skills. Penelitian ini bertujuan meningkatkan personal safety skills pada individu tunagrahita sedang dan berat melalui intervensi berbasis Visual, Auditory, Kinesthetic (VAK) menggunakan lagu Body Safety Song. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest yang melibatkan partisipan di Panti Rawat X. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest yang melibatkan enam individu dengan tunagrahita sedang dan berat di Panti Rawat X. Pengukuran dilakukan menggunakan What If Situation Test (WIST-III-R) yang mencakup aspek recognize, resist, dan report. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest sebesar 18,83 meningkat menjadi 33,50 pada posttest, yang mengindikasikan adanya peningkatan personal safety skills setelah pemberian intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis VAK melalui media lagu efektif mendukung pengembangan keterampilan perlindungan diri pada individu tunagrahita.