cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 318 Documents
Peran Mindfulness dan Acceptance pada Third-Wave Cognitive Behavior Therapy: Sebuah Kajian Literatur Terbaru Salsabila, Rafif; Rahmawati, Amaylia Nur; Awalia, Rifdah Septi; Purnamasari, Desti
Flourishing Journal Vol. 5 No. 9 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i92025p483-496

Abstract

In recent years, there has been an increase in the prevalence of emotional disorders both in the world and in Indonesia. The presence of Third-Wave therapies is rapidly growing due to their effectiveness in treating various emotional disorders. Therapies such as Acceptance and Commitment Therapy (ACT) and Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT) provide space for individuals to adapt to negative feelings and thoughts without avoiding them. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) with Scopus reputable journal criteria from one to three within the last 10 years, the use of PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses), which aims to get a quality understanding based on quality-tested sources. The result is that psychological flexibility in Third-Wave refers to an individual's ability to adapt to thoughts and feelings without getting stuck in internal experiences and maladaptive behavior patterns by not trying to change or fight them. Thus, one of the main components of the Third-Wave is Psychological Flexibility. This research also shows that the impact of the Third-Wave is not only to reduce symptoms or disorders but also to improve quality of life. Individuals who can accept things as they are, manage stress and anxiety in a better way. AbstrakPada beberapa tahun terakhir, terjadinya peningkatan prevalensi gangguan emosional baik di dunia maupun di Indonesia. Hadirnya terapi gelombang ketiga (Third-Wave) yang pesat berkembangnya di karena efektifitasnya dalam menangani berbagai gangguan emosional. Terapi seperti Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dan Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT) yang dimana dalam terapi ini memberikan ruang bagi individu untuk beradaptasi dengan perasaan dan pikiran negatif tanpa menghindarinya. Metode yang digunakan merupakan Systematic Literature Review (SLR) dengan kriteria Jurnal bereputasi Scopus dari 1 sampai 3 dalam rentang waktu 10 tahun terakhir, penggunaan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) yang bertujuan agar mendapatkan pemahaman yang berkualitas berdasarkan sumber yang teruji kualitasnya. Hasil dalam penelitian ini didapatkan bahwa fleksibilitas psikologis pada Third-Wave yang mengacu pada kemampuan individu untuk beradaptasi dengan pikiran dan perasaan tanpa terjebak pada pengalaman internal dan pola perilaku yang maladaptive dengan tidak berusaha mengubah atau melawannya. Sehingga salah satu komponen utama dalam Third-Wave adalah Psychological Flexibility. Penelitian ini juga menunjukkan dampak dari Third-Wave tidak hanya mengurangi gejala atau gangguan saja tetapi juga meningkatkan kualitas hidup. Individu yang dapat menerima apa adanya, mengelola stress dan kecemasan dengan cara yang lebih baik.
Efektivitas Pelatihan Mindful Parenting terhadap Stres Pengasuhan pada Ibu Bekerja dengan Anak Usia Dini: Studi Quasi-Eksperimental Time-Series Izzah, Iffah Nurul; Nawangsari, Nur Ainy Fardana; Indrijati, Herdina
Flourishing Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i12026p118-136

Abstract

Working mothers in Indonesia often experience dual roles as wives, mothers, and professionals, which may lead to role conflict and increased parenting stress. Therefore, interventions are needed to help mothers manage such stress effectively. This study aimed to examine the effectiveness of a Mindful Parenting training program in reducing parenting stress among working mothers with early childhood-aged children. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental time-series design involving four working mothers with children aged 3–6 years. The Mindful Parenting training was conducted in three sessions following the procedures developed by the original authors. Parenting stress was measured using the Indonesian-adapted version of the Parental Stress Scale (PSS). Data were analyzed using Repeated Measures ANOVA, which indicated a significant difference across measurement times (p < .001). The partial eta squared value (η²p = .897) indicated a substantial proportion of variance in parenting stress scores across measurement times within the study sample. These findings suggest that Mindful Parenting training may contribute to reductions in parenting stress among working mothers. However, the results should be interpreted cautiously due to the small sample size and the limitations of the research design. AbstrakIbu yang bekerja di Indonesia sering menghadapi peran ganda sebagai istri, ibu, dan profesional yang berpotensi menimbulkan konflik peran dan meningkatkan stres pengasuhan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang dapat membantu ibu dalam mengelola stres tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan Mindful Parenting dalam menurunkan stres pengasuhan pada ibu bekerja yang memiliki anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental time-series yang melibatkan empat ibu bekerja dengan anak usia 3–6 tahun. Pelatihan Mindful Parenting dilaksanakan dalam tiga sesi sesuai prosedur yang dikembangkan oleh penulis aslinya. Stres pengasuhan diukur menggunakan Parental Stress Scale (PSS) versi adaptasi bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan Repeated Measures ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antarwaktu pengukuran (p < .001). Nilai partial eta squared (η²p = .897) menunjukkan proporsi variasi yang besar pada skor stres pengasuhan antarwaktu pengukuran dalam konteks sampel penelitian ini. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan Mindful Parenting berpotensi berkontribusi terhadap penurunan stres pengasuhan pada ibu bekerja. Namun demikian, hasil penelitian perlu ditafsirkan secara hati-hati mengingat keterbatasan jumlah partisipan dan desain penelitian.
Persepsi Perubahan Organisasi terhadap Stres Psikologis Pegawai Administrasi Rumah Sakit Rosmawati, Dwi; Asrowi, Ridho Hanan; Yudha, Gesit
Flourishing Journal Vol. 5 No. 10 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i102025p599-608

Abstract

Organizational changes in the healthcare sector, including digitalization and process simplification, have significantly transformed the work environment, particularly for administrative staff. This study aims to examine the effect of perceived organizational change (POC) on psychological stress among administrative employees in public hospitals in Bandar Lampung City. The study employed a quantitative approach with a cross-sectional design and involved 92 administrative employees. The POC instrument was developed based on the framework proposed by Rafferty and Griffin and demonstrated strong validity and reliability (Aiken’s V = 0.79–0.94; α = 0.934). Psychological stress was measured using the DASS-42 stress subscale (α = 0.872). Logistic regression analysis revealed that perceived organizational change significantly predicted psychological stress (p < 0.01), with the dimensions of impact of change and support for change emerging as strong predictors. These findings underscore that employees’ perceptions of clarity, support, and planning in organizational change processes play a critical role in determining their psychological well-being. The results have important implications for hospital management in ensuring that organizational change processes are implemented humanely and adaptively. AbstrakPerubahan organisasi di sektor kesehatan menuntut digitalisasi, penyederhanaan proses, dan penyesuaian SOP sehingga menimbulkan perubahan signifikan di lingkungan kerja, khususnya bagi pegawai administrasi. Penelitian ini menganalisis pengaruh persepsi perubahan organisasi dengan pendekatan Perceived Organizational Change (POC) terhadap stres psikologis pegawai administrasi rumah sakit pemerintah di Kota Bandar Lampung. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 92 pegawai administrasi. Instrumen persepsi perubahan organisasi dikembangkan berdasarkan teori Rafferty & Griffin (2006) melalui tahap expert judgement (Aiken’s V = 0,79–0,94) dan uji coba terhadap 30 responden yang menunjukkan daya beda item memadai (r = 0,412–0,762) serta reliabilitas sangat baik (α = 0,934). Stres psikologis diukur menggunakan subskala stres (14 aitem) DASS-42 dengan reliabilitas α = 0,872. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa persepsi perubahan organisasi berpengaruh signifikan terhadap stres psikologis (p < 0,01), dengan dimensi impact of change dan support for change sebagai prediktor kuat. Hasil ini menegaskan bahwa persepsi pegawai terhadap kejelasan, dukungan, dan perencanaan perubahan organisasi sangat menentukan kondisi psikologis mereka. Temuan ini memberi implikasi penting bagi manajemen rumah sakit dalam memastikan proses perubahan organisasi berlangsung humanis dan adaptif.
Peran Kematangan Emosi dan Hardiness Terhadap Penyesuaian Diri Santri SMP Tahun Pertama di Islamic Boarding School Aprillia, Shintya; Rahmi, Yaumul
Flourishing Journal Vol. 5 No. 10 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i102025p556-566

Abstract

Adaptation among students in Islamic boarding schools is often marked by complex adjustment challenges, underscoring the importance of internal factors in supporting successful adaptation. This study examines the extent to which emotional maturity and hardiness contribute to the adjustment of first-year junior high school students living in an Islamic boarding school. A quantitative approach was employed, using multiple linear regression as the data analysis technique. A total of 127 students participated as respondents, selected through a saturated sampling technique. Data were collected using three psychological instruments: an adjustment scale, an emotional maturity scale, and a hardiness scale. The analysis revealed that emotional maturity and hardiness jointly exert a significant influence on adjustment, with F(2,124) = 41.196 and p < .001. The Adjusted R² value of .390 indicates that the two variables contribute 39% to students’ adjustment. Emotional maturity (β = .440, p < .001) contributed more than hardiness (β = .302, p < .001), with effective contributions of 25% and 14%, respectively. These findings underscore the importance of implementing programs aimed at strengthening students’ emotional maturity and hardiness to support optimal adjustment. Students are encouraged to develop emotional maturity and build resilience to adapt effectively to life in the boarding school environment. AbstrakPenyesuaian diri santri di lingkungan Islamic boarding school kerap diwarnai tantangan adaptasi yang kompleks, sehingga diperlukan faktor internal yang mampu menunjang keberhasilannya. Penelitian ini menganalisis seberapa besar kematangan emosi dan hardiness memberikan kontribusi terhadap penyesuaian diri santri SMP tahun pertama. Pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda sebagai teknik pengolahan data. Sebanyak 127 santri menjadi responden penelitian, yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga instrumen psikologis, yaitu skala penyesuaian diri, skala kematangan emosi, dan skala hardiness. Hasil analisis menunjukkan bahwa kematangan emosi dan hardiness secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap penyesuaian diri, dengan nilai F(2,124) = 41,196 dan p < 0,001. Nilai Adjusted R² sebesar .390 menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 39% terhadap penyesuaian diri. Secara parsial, kematangan emosi (β = .440, p < .001) memberikan kontribusi lebih besar dibanding hardiness (β = .302, p < .001), dengan masing-masing kontribusi efektif sebesar 25% dan 14%. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya penerapan penguatan program untuk meningkatkan kematangan emosi dan hardiness bagi santri sebagai upaya tercapainya penyesuaian diri yang baik dan santri didorong untuk mengembangkan kematangan emosi dan membangun ketahanan diri agar dapat beradaptasi dengan baik selama menjalani kehidupan di boarding school.
Stimulasi Kognitif Melalui Aroma Kopi: Strategi Non-Farmakologis untuk Meningkatkan Konsentrasi Mahasiswa Lestari, Laila Indra; Wimaswara, Aufa Angga
Flourishing Journal Vol. 5 No. 8 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i82025p410-421

Abstract

Concentration is a crucial cognitive aspect that influences undergraduate students’ academic success, and various sensory stimuli, such as aroma, may play a role in enhancing it. This study aimed to examine the effect of coffee aroma on students’ concentration. The proposed hypothesis was that coffee aroma has a significant effect on increasing concentration. The research employed an experimental design with two groups: an experimental group exposed to coffee aroma and a control group with no aroma exposure. The study participants consisted of 63 university students selected through purposive sampling. Concentration was measured using the Concentration Grid Test (CGT) based on the number of correct answers obtained. All participant data were analyzed after passing a manipulation check and statistical assumption tests. The results of the independent sample t-test showed a significant difference between the experimental group (M = 14.4, SD = 3.25) and the control group (M = 13, SD = 2.60), t(58) = 1.80, p = 0.03, d = 0.46. These findings indicate that exposure to coffee aroma can significantly improve students’ concentration. The implications of this study suggest that olfactory stimuli, such as coffee aroma, have potential as a non-pharmacological strategy to support cognitive performance in academic settings. AbstrakKonsentrasi merupakan salah satu aspek kognitif penting yang memengaruhi keberhasilan akademik mahasiswa, dan berbagai stimulus sensorik seperti aroma dapat berperan dalam meningkatkannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh aroma kopi terhadap konsentrasi mahasiswa. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa aroma kopi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan konsentrasi mahasiswa. Desain penelitian menggunakan eksperimen dengan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang terpapar aroma kopi dan kelompok kontrol yang tidak terpapar. Pengukuran konsentrasi dilakukan menggunakan Concentration Grid Test (CGT) berdasarkan jumlah jawaban benar yang diperoleh. Seluruh data partisipan dianalisis setelah melalui manipulation check dan uji asumsi statistik. Hasil analisis Independent Sample t-Test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen (M=14,4; SD=3,25) dan kelompok kontrol (M=13; SD=2,60), t (58)=1,80, p=0,03, d=0,46. Temuan ini mengindikasikan bahwa paparan aroma kopi dapat meningkatkan konsentrasi mahasiswa secara signifikan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa stimulus olfaktori seperti aroma kopi berpotensi digunakan sebagai strategi non-farmakologis untuk mendukung performa kognitif di lingkungan akademik.
Work From Café: Eksplorasi Place Attachment yang Terbentuk pada Pengunjung Kafe di Kota Malang Thahira, Azia; Sunaryo, Carissa Amelia; Belmondo, Cindy Shabrina; Nina, Damar La; Armalid, Ikhwanul Ihsan
Flourishing Journal Vol. 5 No. 9 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i92025p497-513

Abstract

The phenomenon of work from café (WFC) has become a new lifestyle among young people, especially university students and freelancers in Malang City. Cafés now serve not only as places to enjoy coffee, but also as alternative public spaces for working, studying, and socializing. This study aims to explore the factors that shape place attachment, or the emotional bond formed by café visitors. A qualitative approach was employed using an exploratory case study design. Four informants were selected through purposive sampling based on their frequency of visits and duration of stay in the cafés. Data were collected through in-depth interviews and observations, then analyzed using Waxman's (2006) framework, which categorizes place attachment into two dimensions: physical and social. The findings show that the most dominant physical factors contributing to place attachment include furniture comfort, adequate lighting, and overall cleanliness. On the social side, the opportunity to linger, a sense of ownership, and feelings of safety and respect contributed most significantly. These findings highlight that both sensory experience and supportive social atmospheres strongly influence visitors’ emotional attachment and loyalty to a café. AbstrakFenomena work from café (WFC) telah menjadi gaya hidup baru di kalangan anak muda, terutama mahasiswa dan pekerja lepas di Kota Malang. Kafe tidak hanya berfungsi sebagai tempat menikmati kopi, tetapi juga sebagai ruang publik alternatif untuk bekerja, belajar, hingga bersosialisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor pembentuk place attachment yang muncul pada pengunjung kafe. Pendekatan kualitatif digunakan dengan desain studi kasus eksploratif. Sebanyak empat informan dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria frekuensi kunjungan dan durasi tinggal di kafe. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teori Waxman (2006) yang membagi place attachment ke dalam dua dimensi: fisik dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor fisik yang paling dominan membentuk place attachment adalah kenyamanan furnitur, pencahayaan yang memadai, dan kebersihan lingkungan. Sementara dari sisi sosial, kenyamanan untuk menetap lama (opportunity to linger), rasa memiliki terhadap tempat (feeling of ownership), dan rasa aman serta dihargai (trust and respect) menjadi ‘’;kontribusi terbesar. Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman indrawi dan suasana sosial mempengaruhi loyalitas dan keterikatan emosional pengunjung terhadap sebuah kafe.
Studi Psikologis: Makna Merokok pada Remaja Perempuan Rahmaningtyas, Bestila; Haq, Dinda Zahra Dhiyaul; Ramadhani, Erinna Fayza; Tiara, May Alvina Hesti; Armalid, Ikhwanul Ihsan
Flourishing Journal Vol. 5 No. 11 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i112025p648-660

Abstract

Smoking behavior among adolescent girls is an increasingly prevalent phenomenon influenced not only by environmental factors but also by psychosocial dynamics and the process of identity formation. This study aims to explore the meaning of smoking behavior among adolescent girls from a psychological perspective within Erikson’s developmental framework of identity versus role confusion. Using a qualitative phenomenological approach, the study involved four female participants aged 16–19 years who were active smokers in Malang City. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. The findings reveal that smoking is perceived as a form of identity exploration, a coping mechanism for emotional pressure, an effort to gain social acceptance, and an expression of autonomy, while also reflecting conflicts between societal values and peer group norms. This study is expected to provide an in-depth understanding of the psychological dynamics and value conflicts experienced by adolescent girls, thereby contributing to the development of more targeted mental health interventions. A limitation of this study is the small number of participants, which limits the representation of diverse backgrounds among adolescent girls. Therefore, future research is recommended to involve more diverse samples to enrich the understanding of this phenomenon. AbstrakPerilaku merokok pada remaja perempuan merupakan fenomena yang semakin meningkat dan dipengaruhi tidak hanya oleh faktor lingkungan, tetapi juga oleh dinamika psikososial serta proses pencarian identitas diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna perilaku merokok pada remaja perempuan dari perspektif psikologis dalam konteks teori perkembangan Erikson tahap identitas vs kebingungan peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan empat partisipan perempuan berusia 16–19 tahun yang merupakan perokok aktif di Kota Malang. Teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan metode tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merokok dimaknai sebagai bentuk pencarian jati diri, mekanisme koping terhadap tekanan emosional, upaya untuk diterima dalam lingkungan sosial, serta ekspresi kemandirian dan juga konflik antara nilai sosial masyarakat dan norma kelompok sebaya. Penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman mendalam mengenai dinamika psikologis dan konflik antara nilai masyarakat dengan norma kelompok sebaya yang dialami remaja perempuan, sehingga dapat menjadi landasan bagi pengembangan intervensi kesehatan mental yang lebih tepat sasaran. Batasan penelitian ini terletak pada jumlah partisipan yang terbatas sehingga belum merepresentasikan keragaman latar belakang remaja perempuan secara luas. Oleh karena itu, direkomendasikan bagi penelitian selanjutnya untuk melibatkan subjek yang lebih beragam untuk memperkaya pemahaman fenomena ini.
Eksplorasi Interaksi Mahasiswa Psikologi Dengan AI (Artificial Intelengence): Studi Fenomenologi Terhadap Pengembangan Berpikir Kritis dalam Konteks Pembelajaran Kumalasari, Norma Dian; Nande, Sherafie Sharon Sanggalangi; Ardini, Sherly Audhea; Avezahra, Mutia Husna
Flourishing Journal Vol. 5 No. 11 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i112025p619-637

Abstract

The development of artificial intelligence (AI) technology has yielded significant impacts and benefits, particularly within the domain of education and learning. The integration of AI influences critical thinking performance, an essential competency required by students throughout the learning process. Nonetheless, current observations indicate a growing phenomenon where students are increasingly becoming active users of AI technology as an academic aid. This study, therefore, aims to investigate in depth the Critical Thinking Performance of students from the Faculty of Psychology at the State University of Malang concerning the use of AI tools. This research adopted a qualitative phenomenological research method, employing purposive sampling for informant selection and interviews as the primary data collection technique. The findings reveal that the complexity of students' critical thinking performance is stimulated by several key factors. These factors include the level of difficulty of assigned tasks, the students' individual capacity and problem-solving skills, and the contribution of students' self-esteem during the process of completing academic tasks with AI assistance. This conclusion highlights a complex interaction among AI technology, students' personal characteristics, and the manifestation of their critical thinking abilities. AbstrakBerkembangnya teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa dampak dan manfaat signifikan, terutama dalam ranah pendidikan dan pembelajaran. Kehadiran AI ini memengaruhi performansi berpikir kritis, sebuah kemampuan esensial yang sangat dibutuhkan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Namun, fenomena menunjukkan bahwa semakin banyak mahasiswa menjadi pengguna aktif teknologi AI sebagai alat bantu akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi secara mendalam Performansi Berpikir Kritis Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang dalam konteks penggunaan alat bantu AI. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian kualitatif fenomenologi dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk pemilihan informan dan wawancara sebagai teknik utama pengumpulan data. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa kompleksitas performansi berpikir kritis mahasiswa distimulasi oleh beberapa faktor kunci. Faktor-faktor tersebut meliputi level kesulitan tugas yang harus diselesaikan, kapasitas dan keterampilan pemecahan masalah individual yang dimiliki mahasiswa, serta kontribusi self-esteem (harga diri) mahasiswa selama proses penyelesaian tugas-tugas akademik dengan bantuan AI. Temuan ini menyoroti interaksi kompleks antara teknologi AI, karakteristik personal mahasiswa, dan manifestasi kemampuan berpikir kritis mereka.
Pengaruh Metode Pembelajaran Berbasis Gamifikasi Terhadap Motivasi Belajar Siswa di Kota Tomohon Siregar, Dina Mariana; Febrianto, Rachman; Paparang, Hessel Zakharia
Flourishing Journal Vol. 5 No. 11 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i112025p661-668

Abstract

Rapid development of digitalization in education necessitates the implementation of innovative learning strategies that can enhance students’ active engagement and support the achievement of optimal learning outcomes. One approach considered relevant in this context is gamification-based learning, which is designed to create a more interactive, engaging, and motivating learning environment. This study aims to empirically examine the effect of gamification learning methods on the learning motivation of senior high school students in Tomohon City. The study employed a quantitative approach with a correlational survey design and simple regression analysis. The research population consisted of senior high school students in Tomohon City, with a sample of 169 respondents. The research instruments included Likert-scale questionnaires measuring learning motivation and gamification-based learning, with response options ranging from 1 to 5. Data analysis was conducted using SPSS version 24. The results indicate that gamification-based learning methods influence students’ learning motivation. The Kolmogorov–Smirnov normality test showed p = .02 (< 0.05), while the R² value of 0.091 indicates that gamification accounts for 9.1% of the variance in learning motivation. These findings suggest that gamification has the potential to serve as an alternative learning strategy in the digital era, although further development is needed to achieve greater effectiveness. AbstrakPerkembangan digitalisasi pendidikan menuntut penerapan strategi pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa serta mendukung pencapaian hasil belajar yang optimal. Salah satu pendekatan yang dinilai relevan dalam konteks tersebut adalah pembelajaran berbasis gamifikasi, yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menarik, dan memotivasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik pengaruh metode pembelajaran gamifikasi terhadap motivasi belajar siswa SMA di Kota Tomohon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survey korelasional dan teknik analisis regresi sederhana. Populasi penelitian mencakup siswa SMA di Kota Tomohon, dengan sampel sebanyak 169 responden. Instrumen penelitian berupa skala Likert motivasi belajar dan pembelajaran gamifikasi dengan rentang skor 1–5. Analisis data dilakukan menggunakan aplikasi SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran gamifikasi berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Uji normalitas Kolmogorov–Smirnov menunjukkan nilai p = .02 (< 0,05), sedangkan nilai R² sebesar 0,091 mengindikasikan bahwa gamifikasi berkontribusi sebesar 9,1% terhadap variasi motivasi belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa gamifikasi berpotensi menjadi alternatif strategi pembelajaran di era digital, meskipun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitasnya.
First to Be Judged, Last to Resist: Rejection Sensitivity and Assertiveness Challenges of Firstborn Daughters in Indonesia’s High-Stakes Workplaces Gomargana, Chrysan
Flourishing Journal Vol. 5 No. 10 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i102025p567-577

Abstract

This study investigates how rejection sensitivity (RS) predicts assertiveness difficulties among firstborn daughters in Indonesia’s high-pressure workplaces, and how workplace context moderates this relationship. A total of 268 participants (M = 27.6, SD = 4.1) completed measures of RS (Adult Rejection Sensitivity Questionnaire; α = .87), assertiveness difficulty (Functional Assertiveness Scale; α = .81), and workplace pressure (α = .84 - .86). Moderated regression analysis indicated that RS significantly predicted assertiveness difficulty (B = 0.49, SE = 0.07, t(264) = 6.98, p < .001). The RS × workplace pressure interaction was also significant (B = 0.22, SE = 0.08, t(264) = 2.75, p = .006). Simple slopes analyses revealed that the RS–assertiveness link was stronger under high workplace pressure. Findings suggest that compliance behaviors may emerge as adaptive self-silencing shaped by RS, cultural expectations, and organizational climate, underscoring the importance of fostering psychological safety and structured voice opportunities in organizations. AbstrakPenelitian ini mengkaji bagaimana sensitivitas penolakan (RS) memprediksi kesulitan asertivitas di kalangan anak perempuan sulung di tempat kerja yang bertekanan tinggi di Indonesia, serta bagaimana konteks tempat kerja memoderasi hubungan ini. Sebanyak 268 peserta (M = 27.6, SD = 4.1) mengisi instrumen pengukuran RS (Adult Rejection Sensitivity Questionnaire; α = .87), kesulitan asertivitas (Functional Assertiveness Scale; α = .81), dan tekanan tempat kerja (α = .84/.86). Analisis regresi dimoderasi menunjukkan bahwa RS secara signifikan memprediksi kesulitan asertivitas (B = 0.49, SE = 0.07, t(264) = 6.98, p < 0.001). Interaksi antara RS dan tekanan tempat kerja juga signifikan (B = 0.22, SE = 0.08, t(264) = 2.75, p = 0.006). Analisis lereng sederhana menunjukkan bahwa hubungan antara RS dan asertivitas lebih kuat di bawah tekanan tempat kerja yang tinggi. Temuan ini menyarankan bahwa perilaku kepatuhan mungkin muncul sebagai penekanan diri yang adaptif yang dibentuk oleh RS, ekspektasi budaya, dan iklim organisasi, menyoroti pentingnya memupuk keamanan psikologis dan peluang suara yang terstruktur dalam organisasi.