cover
Contact Name
Aenor Rofek
Contact Email
aenor_rofek@unars.ac.id
Phone
+6281331725275
Journal Mail Official
aenor_rofek@unars.ac.id
Editorial Address
Jalan Tembus lama no.1 kecamatan Panarukan
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
CENDEKIA PENDIDIKAN
ISSN : 29640997     EISSN : 29640997     DOI : 10.36841
Journal Cendekia memiliki focus and scope dalam Kajian dan penelitian di bidang pendidikan, kajian menejemen Sekolah, PTK (penelitian tindakan kelas), dan hasil penelitian di bidang pendidikan dan pengembangan pembelajaran di sekolah SD-SMA.`
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 164 Documents
Pengembangan Media Gambar Flashcard Digital Untuk Meningkatkan Motivasi Membaca Siswa Kelas I SD Negeri 054906 Tebasan Lama Firda Monica; Seni Sehati Br.Surbakti
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8245

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi membaca siswa kelas I SD Negeri 054906 Tebasan Lama, di mana 18 dari 23 siswa (78,3%) berada pada kategori motivasi membaca rendah. Kondisi ini disebabkan penggunaan metode pembelajaran yang masih bersifat tradisional serta minimnya pemanfaatan media berbasis digital. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yang meliputi empat tahap: Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian adalah 23 siswa kelas I SD Negeri 054906 Tebasan Lama. Media dikembangkan menggunakan aplikasi Canva. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi ahli media/desain, lembar validasi ahli materi, angket respon guru, serta angket motivasi membaca siswa dalam bentuk pre-test dan post-test. Hasil penelitian mengungkapkan: (1) proses penerapan media gambar flashcard digital berjalan dengan baik melalui tahapan perencanaan, pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi; (2) media dinyatakan sangat layak dengan persentase validasi ahli media/desain 96,8%, validasi ahli materi 94,7%, dan respon guru 90% (kategori sangat praktis); (3) terdapat peningkatan motivasi membaca yang sangat signifikan dari 38,69% (kurang termotivasi) pada pre-test menjadi 93,91% (sangat termotivasi) pada post-test. Media gambar flashcard digital terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan motivasi membaca siswa. Kata kunci: Media Pembelajaran, Flashcard Digital, Motivasi Membaca, Penelitian Pengembangan (R&D), Model 4-D
INTERNALISASI NILAI-NILAI KARAKTER RELIGIUS MELALUI PEMBIASAAN AKTIVITAS KEAGAMAAN Riyan Maulana Bakir; Feriska Listrianti
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8217

Abstract

Character education plays a vital role in shaping students with noble character and a sense of responsibility. A key element of character education is the internalization of religious values, which serves as the foundation for developing positive attitudes and behaviors. Religious values do not only pertain to ritual worship but also encompass discipline, honesty, responsibility, tolerance, and social concern. This study aims to describe the process of internalizing religious values through the habituation of religious activities at SMP Negeri Satap Gerokgak. This research employs a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation. The research subjects included the principal, Religious Education teachers, religious activity supervisors, and students. This study focuses on the implementation and involvement of students in various religious activities carried out routinely and systematically. These religious activities are classified based on their schedule: daily, weekly, monthly, and annual activities. Daily religious activities include collective prayer before and after lessons, Dhuha prayer, and congregational Dhuhur prayer. Weekly, monthly, and annual activities include religious gatherings (pengajian), the commemoration of religious holidays, and religion-based extracurricular activities. The habituation of these activities is carried out consistently, involving all members of the school community. The results of the study indicate that the habituation of religious activities contributes positively to the formation of students' religious character. Students showed improvements in worship discipline, responsibility, honesty, and mutual respect among the school community. Thus, the habituation of religious activities can serve as an effective strategy in internalizing religious character values at SMP Negeri Satap Gerokgak and can be used as a reference for other schools in developing religious character education.
Integrasi Teori Belajar Sosial dalam Pembelajaran Mendalam untuk Peningkatan Penalaran Kritis Siswa Winingrum Astari; Sri Dewi Nirmala
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis Teori Belajar Sosial Bandura dalam meningkatkan penalaran kritis siswa. Fokus penelitian ini adalah menganalisis bagaimana proses modeling (atensi, retensi, reproduksi) dan efikasi diri dapat menstimulasi kemampuan analisis, evaluasi, dan sintesis siswa pada materi "Gaya di Sekitar Kita". Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 20 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi perilaku sosial, tes tertulis berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teori Bandura dalam Deep Learning secara signifikan meningkatkan profil penalaran kritis siswa. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata skor total siswa yang mencapai 14,35 dari 16,00 (Kategori Sangat Baik). Temuan kunci menunjukkan bahwa indikator Sintesis mencapai skor tertinggi (3,85), yang mengindikasikan siswa mampu merumuskan solusi kreatif atas permasalahan fisik secara mandiri. Selain itu, proses modeling terbukti memperkuat aspek Evaluasi (3,55), di mana siswa mampu menilai efektivitas strategi pemecahan masalah melalui pengamatan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lingkungan belajar yang kolaboratif dan menantang secara fisik efektif dalam membangun fondasi berpikir kritis yang mendalam melalui penguatan keyakinan diri siswa.
PENERAPAN METODE BELAJAR SOSIAL ( BANDURA ) BERBASIS BUDAYA LOKAL DALAM PEMBELAJRAN MEMBACA AWAL KELAS 1 SD Nuraeni Nuraeni; Ryan Dwi Puspita
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode belajar sosial Albert Bandura melalui pemodelan guru berbasis budaya lokal dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan kelas 1 SD, khususnya pada suku kata ga,gi, gu, ge,go. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif , menempatkan guru sebagai model hidup (live model ) dan rekan sejawat sebagai observer untuk memantau perkembangan siswa secara mendalam. Proses pembelajaran di integrasikan dengan media kartu bergambar benda-benda lokal yang akrab dalam kehidupan sehari-hari siswa, seperti gula, gelas, dan gunting. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui empat tahapan belajar sosial atensi, retensi, reproduksi motorik, dan motivasi siswa mengalami peningkatan siginifikan dalam penguasaan literasi. Penggunaan benda nyata berbasis budaya lokal terbukti mampu menjembatani pemahaman siswa dari simbol huruf yang abstrak menjadi konsep yang konkret dan mudah di ingat. Secara klasikal kemampuan membaca siswa meningkat dari kondisi awal rata-rata 60 % menjadi 95% setelah penelitian ini di lakukan. Temuan ini menegaskan bahwa pemodelan guru yang konsisten dan penggunaan media pembelajaran yang kontekstual tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis membaca tetapi juga membangkitkan motivasi serta kepercayaan diri siswa dalam belajar. Penelitian ini merekomendasikan integrasi kearifan lokal dalam strategi pemodelan sebagai solusi efektif untuk mengatasi hambatan membaca di tingkat sekolah dasar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN VIDEO ANIMASI INTERAKTIF TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPAS DI UPTD SDN 84 BARRU Nur Fitrah; Hotimah Hotimah; Rahmat Darmawan
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8269

Abstract

Fokus penelitian ini adalah kurangnya kemampuan peserta didik SD tentang bernalar kritis. Penelitian ini memperkirakan bahwa penyebabnya seperti metode pengajaran yang berfokus pada guru serta minimnya pemanfaatan media interaktif. Fokus pada penelitian ini yaitu menginvestigasi apakah gaya belajar mengajar berlandaskan masalah (PBL) yang dikombinasikan dengan video animasi interaktif dapat membantu siswa di UPTD SDN 84 Barru meningkatkan kemampuan menganalisis secara kritis mereka dalam Sains. Studi ini mengadopsi metode kuantitatif dengan rancangan kuasi-eksperimental yang meliputi dua kelas: kelas yang diterapkan tindakan dengan yang tidak. Untuk menilai proses pembelajaran yang sedang berlangsung, tes esai digunakan untuk mengumpulkan informasi dalam rangka menilai keterampilan analisis dan pengamatan. Hasil memperlihatkan bahwasanya rerata hasil posttest pada kelas eksperimen (82,67) meningkat daripada kelas kontrol (67,33). Secara keseluruhan, analisis statistik memperlihatkan bahwasanya penggunaan gaya PBL dengan bantuan video animasi interaktif terbukti sukses untuk mendorong keterampilan bernalar kritis para peserta didik di SD. Hasil Sig 0,000 terletak di bawah 0,05, menandakan bahwasanya penggunaan model ini terdapat pengaruh yang positif pada keterampilan bernalar kritis peserta didik. Kata kunci: Problem Based Learning, video animasi interaktif, bernalar kritis, IPAS
Pengaruh Penerapan Model Snowball Throwing Berbantuan Media Blok Pecahan Terhadap Pemahaman Konsep Operasi Hitung Pecahan Campuran Siswa Sekolah Dasar Anggun Siska Pratiwi; Wulan Sutriyani
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8343

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep operasi hitung pecahan campuran pada siswa sekolah dasar akibat pembelajaran yang bersifat konvensional serta kurang memakai media konkret. Penelitian ini mempunyai tujuan mengetahui pengaruh penerapan model snowball throwing berbantuan media blok pecahan pada pemahaman konsep operasi hitung pecahan campuran siswa kelas V SDN 3 Ngasem. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis penelitian pre-experimental melalui desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa kelas V yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji normalitas dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian diperoleh bahwa data pretest dan posttest berdistribusi normal dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,107 dan 0,157. Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan penerapan model snowball throwing berbantuan media blok pecahan terhadap pemahaman konsep siswa. Penggunaan model pembelajaran yang disandingkan dengan media konkret mampu merangsang keaktifan, motivasi, dan pemahaman konseptual siswa untuk menyelesaikan operasi hitung pecahan campuran.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA BANDUNGHARJO Nabilatus Sofi; Naili Rofiqoh
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8206

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara peran orang tua dan hasil belajar siswa sekolah dasar di Desa Bandungharjo. Metode yang dipakai adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional untuk menganalisis tingkat keterkaitan antarvariabel. Penelitian ini melibatkan 72 siswa sebagai responden. Data diperoleh melalui angket untuk menilai keterlibatan orang tua dalam mendampingi kegiatan belajar, serta dokumentasi untuk mendapatkan data hasil belajar siswa siswa. Selanjutnya, data dianalisis memakai uji korelasi Pearson dengan bantuan software Jamovi. Hasil analisis memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara peran orang tua dan hasil belajar siswa, dengan nilai signifikansi 0,05. Koefisien korelasi sebesar 0,800 menunjukkan keterkaitan yang kuat antara kedua variabel, sedangkan koefisien determinasi sebesar 0,640 mengindikasikan bahwasanya peran orang tua memberikan kontribusi sebesar 64% terhadap hasil belajar siswa. Temuan dapat diartikan bahwa semakin optimal keterlibatan orang tua dalam proses belajar anak, maka semakin meningkat pula hasil belajar siswa. Oleh sebab itu, keterlibatan orang tua perlu terus ditingkatkan dalam membantu proses pembelajaran anak.
Pengembangan LKPD Berbasis Permainan Edukatif untuk Mendukung Literasi Sains Siswa Kelas IV UPT SPF SDN Kompleks IKIP 1 Kota Makassar Imam Fatwa; Hotimah Hotimah; Rahmat Darmawan
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8270

Abstract

Siswa seringkali tidak memiliki pemahaman yang mendalam tentang konsep ilmiah saat belajar di sekolah dasar. Hal ini karena tidak ada media pendidikan yang kreatif dan menarik. Penelitian ini berkonsentrasi pada pembuatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang menggabungkan unsur permainan edukatif untuk meningkatkan literasi sains siswa kelas IV di SDN Kompleks IKIP 1 Kota Makassar. Menggunakan metodologi Research and Development (R&D) bersama dengan kerangka pengembangan Alessi & Trollip, produk ini disusun dalam tiga tahap sistematis: perencanaan, perancangan, dan pengembangan akhir. Para ahli menilai kualitas media ini. Produk tersebut sangat layak untuk digunakan dengan skor validitas 86% dan 76% dari ahli materi dan media. Dampak positifnya semakin terlihat pada tahap uji coba terbatas. Rata-rata respon siswa 88,3% menunjukkan bahwa media ini membantu siswa berpartisipasi secara aktif dan memahami pelajaran IPA. Hasilnya, LKPD berbasis gim ini adalah alat pembelajaran yang bermanfaat yang tidak hanya bermanfaat bagi pengajar tetapi juga dapat membuat kelas menjadi lebih menyenangkan bagi siswa.
Peningkatan Literasi Sains Melalui Eksperimen Pencampuran Warna Pada Kelompok A Sps Kemuning 1 Niki Dian Wardana; Mochammad Maulana Trianggono; Eka Olivia Dewi
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8310

Abstract

Penelitian ini menggunakan aktivitas pencampuran warna sebagai sarana untuk meningkatkan literasi sains di SPS Kemuning 1. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research/CAR) yang terdiri dari dua siklus sebagaimana dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Tahapan ini meliputi empat langkah: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 20 siswa di siklus 1, hanya 8 yang mencapai tingkat perkembangan sesuai harapan (BSH) dan 4 mencapai tingkat perkembangan sangat baik (BSB) dalam hal literasi sains. Sehingga, Hasil siklus pertama tidak berhasil secara optimal. Dengan demikian, peningkatan 10 anak yang mencapai kategori perkembangan sesuai harapan (BSH) dan 9 anak yang termasuk dalam kategori perkembangan sangat baik (BSB) dari 20 anak, tingkat keberhasilan meningkat dari 75% menjadi 95% setelah dilakukan perubahan pembelajaran pada siklus 2. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan yang melibatkan pencampuran warna dapat membantu anak menjadi lebih memahami sains. Jadi, disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran yang mencakup eksperimen pencampuran warna dengan cat air efektif dalam meningkatkan literasi sains pada anak usia dini.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI SISWA SEKOLAH DASAR Rini Fuji Lestari; Naili Rofiqoh
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8212

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji pengaruh dari pola asuh orang tua terhadap kepercayaan diri siswa sekolah dasar yang dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Falah Mindahan kelas III, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif jenis kausal komparatif dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket pola asuh orang tua dan angket kepercayaan diri yang telah diuji validitas serta reliabilitas. Pengujian hipotesis menggunakan model regresi linear sederhan serta ganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan diri siswa dengan nilai signifikansi 0,036 < 0,05. Secara statistik, pola asuh merepresentasikan 16,4%, sedangkan 83,6% dipengaruhi faktor lain. Secara parsial, pola asuh demokratis berpengaruh signifikan positif terhadap kepercayaan diri siswa, sedangkan pola asuh otoriter dan permisif tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pola asuh demokratis menjadi pola asuh yang ideal dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa sekolah dasar.