cover
Contact Name
Aenor Rofek
Contact Email
aenor_rofek@unars.ac.id
Phone
+6281331725275
Journal Mail Official
aenor_rofek@unars.ac.id
Editorial Address
Jalan Tembus lama no.1 kecamatan Panarukan
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
CENDEKIA PENDIDIKAN
ISSN : 29640997     EISSN : 29640997     DOI : 10.36841
Journal Cendekia memiliki focus and scope dalam Kajian dan penelitian di bidang pendidikan, kajian menejemen Sekolah, PTK (penelitian tindakan kelas), dan hasil penelitian di bidang pendidikan dan pengembangan pembelajaran di sekolah SD-SMA.`
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 164 Documents
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SOSIODRAMA SISWA KELAS X Aisah, Siti; Ulfa, Mardiana; Hidayatulla, Syarif; Hasanah, Uswatun
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i1.8124

Abstract

Kesulitan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat baca siswa kelas X dalam meningkatkan keterampilan berbicara di SMK Nurus Sholah. Penelitian ini menggunakan jenis PTK dengan pengumpulan data mengukur keterampilan berbicara dan dianalisis sesuai indikator keterampilan keberhasilan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat baca siswa berada pada kategori sedang hingga rendah. Temuan ini didasarkan pada studi yang dilakukan dalam satu siklus selama satu bulan. Rendahnya minat baca dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi, kondisi fisik, sikap, kebiasaan membaca, serta kesehatan siswa. Sementara itu, faktor eksternal mencakup keterbatasan fasilitas perpustakaan, kurangnya ketersediaan bahan bacaan yang layak, minimnya dorongan dari guru, serta keterbatasan sumber daya sekolah. Selain itu, peran keluarga yang lebih berfokus pada hasil belajar dibandingkan pembiasaan membaca, pengaruh lingkungan pergaulan, serta penggunaan teknologi seperti smartphone dan televisi yang tidak terkontrol turut berdampak pada rendahnya minat baca siswa. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pihak sekolah meningkatkan fasilitas literasi seperti penyediaan buku bacaan yang menarik dan pengelolaan perpustakaan yang memadai, serta mendorong kegiatan pembelajaran yang melibatkan dialog untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PERBENDAHARAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS ANAK USIA DINI USIA 5-6 Nurjanah, Siti; Rosyidah, Yuni Rahmawati; Harliana, Harliana
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i1.8122

Abstract

This study aims to determine the effect of using animated videos as a learning medium on increasing English vocabulary in children aged 5–6 years at Maple Tree School. This study used a quantitative approach with an experimental design involving two groups, namely the experimental group and the control group, each consisting of 15 children. The experimental group was given treatment in the form of learning using animated videos tailored to the theme, while the control group used conventional media such as pictures and question and answer methods. The pretest results showed that the initial abilities of the two groups were relatively the same, with an average of 45.33 in the experimental group and 44.67 in the control group. After six meetings, the posttest results showed a higher increase in the experimental group with an average of 83.33 compared to the control group of 66.00. Normality and homogeneity tests showed that the data were normally distributed and homogeneous. The t-test results showed a calculated t value of 6.527 greater than the t-table of 2.048 at a significance level of 0.05, so H0 was rejected and H1 was accepted. Thus, the use of animated videos significantly improves the English vocabulary of children aged 5–6 years.
EKSISTENSI ETNIS MADURA MELALUI OTO’-OTO’ DALAM MEMBENTUK INTEGRASI SOSIAL BANGSA Sulistiyani Sulistiyani; Dewi Rosaria Indah; Apsari Fajar Prihantini
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan dampak perubahan di era globalisasi yang sangat ekspansif, di mana seringkali menjarah tradisi lokal dan begitu saja mengganti dengan budaya massa baru yang tidak memiliki akar lokalitas, karena itu budaya global bisa mengancam eksistensi tradisi budaya lokal. Namun yang terjadi dalam tradisi oto’-oto’ ini adalah sebaliknya, yaitu eksistensi tradisi budaya lokal yang diangkat kembali oleh kelompok etnis Madura di wilayah perkotaan. Meskipun demikian niscaya terdapat perubahan tata nilai dan makna yang terkandung di dalamnya, termasuk perbedaan pada prosesi penyelenggaraanya. Penelitian ini memiliki peran dan posisi yang paling strategis dan diharapkan mampu mengisi kekosongan ruang yang belum pernah mendapatkan perhatian, yaitu yang berkaitan dengan tradisi oto’-oto’ yang dijalankan oleh masyarakat Madura yang tinggal di sekitar area Surabaya. Penelitian ini berusaha memotret tradisi yang memiliki akar tradisional dimana unsur lokalitasnya sangat kuat, kemudian tradisi tersebut berlangsung di masyarakat Surabaya yang begitu kompleks. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif interpretatif dan kepustakaan. Adapun untuk memfokuskan arah penelitian yang spesifik maka dalam proposal ini dirumuskan dalam beberapa point permasalahan yaitu tentang sistem penyelenggaraan oto’-oto’ di tengah-tengah masyarakat kota Surabaya yang sangat kompleks; dan integrasi sosial masyarakat asal Madura melalui tradisi oto’-oto’. Sehingga pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil dari penelitian ini dapat dirumuskan upaya pelestarian budaya bangsa yang ditelaah secara fenomenologis dengan konstruksi sosial yang dijadikan pijakan untuk menganalisis tradisi oto’-oto’ yang berlangsung di masyarakat Surabaya pada etnis Madura.
EFEKTIFITAS STRATEGI PROJECK BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMIKIRIAN KREATIF MAHASISWA DALAM MERINTIS DUNIA USAHA Agusti Agusti; Miftahus Surur; Fathor Rakhman; Alya Rosdiana Ahmad; Aenor Rofek
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 4 No 4 (2025): Edisi: November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v4i4.8130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas strategi Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan pemikiran kreatif mahasiswa pada mata kuliah Ekonomi Kreatif di STKIP PGRI Situbondo. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik observasi, angket, dan penilaian hasil proyek usaha kreatif mahasiswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan ide-ide baru, berpikir fleksibel, dan menciptakan produk yang inovatif. Mahasiswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan termotivasi untuk merintis usaha mandiri. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi Project-Based Learning efektif digunakan untuk meningkatkan pemikiran kreatif mahasiswa dalam pembelajaran Ekonomi Kreatif di STKIP PGRI Situbondo.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR LITERASI NUMERASI DITINJAU DARI PENALARAN DAN SELF-EFFICACY MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI SEMARANGAN 1 GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA Febrianti Astutiningsih; Danuri Danuri
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i1.8146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar literasi numerasi siswa kelas V sekolah dasar ditinjau dari kemampuan penalaran dan self-efficacy matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretif untuk memahami secara mendalam pengalaman belajar siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di SD Negeri Semarangan 1 Godean Sleman Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami soal cerita, menginterpretasikan informasi numerik, serta menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh rendahnya kemampuan penalaran matematika dan self-efficacy siswa. Siswa cenderung kurang percaya diri, bergantung pada contoh yang diberikan guru, serta menghindari soal yang dianggap sulit. Selain itu, faktor pembelajaran seperti kurangnya variasi metode dan motivasi belajar juga menjadi penghambat. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan mampu meningkatkan penalaran serta self-efficacy siswa agar kemampuan literasi numerasi dapat berkembang secara optimal.
ANALISIS BAHAN AJAR BERBASIS DEEP LEARNING UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR: VALIDASI AHLI MATERI DAN AHLI MEDIA Umi Karimah; Danuri Danuri
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i1.8147

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurangnya penggunaan bahan ajar inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji kelayakan bahan ajar SIBICA berbasis pendekatan deep learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang dibatasi pada tahap development. Subjek penelitian meliputi ahli materi, ahli media, dan siswa sekolah dasar. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi dengan skala Likert. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar SIBICA memperoleh tingkat kevalidan sangat baik, dengan persentase penilaian ahli media sebesar 83,636% dan ahli materi sebesar 92,307%. Bahan ajar ini dinilai layak digunakan karena telah memenuhi aspek kelayakan materi, media, kebahasaan, serta kualitas pembelajaran. Selain itu, bahan ajar berbasis deep learning mampu mendorong keterlibatan aktif siswa, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mengembangkan kemandirian dan keterampilan kolaboratif. Dengan demikian, bahan ajar SIBICA berbasis pendekatan deep learning berpotensi meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA KELAS IV AROFAH DI SD ISLAM MUHAMMADIYAH 1 PANJI SITUBONDO TAHUN PELAJARAN 2024/2025 Rosanda, Debby Maulidiansyah; Yulianto, Dodik Eko; Bramantha, Heldie
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8080

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mene menganalisis secara mendalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka dengan tema "Gaya Hidup Berkelanjutan" dan topik "Ecobrick, Solusi Cerdas Selamatkan Lingkungan" pada kelas IV Arofah di SD Islam Muhammadiyah 1 Panji Situbondo Tahun Pelajaran 2024/2025. Dalam konteks pendidikan nasional yang tengah mengalami transformasi melalui Kurikulum Merdeka, Projek P5 menjadi instrumen penting dalam penguatan karakter siswa dengan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru wali kelas (Bu Fitri Rahayu, S.Pd), kepala sekolah (Rahmatul Irfan Fanany), serta lima siswa perwakilan, dan dokumentasi kegiatan selama lima kali pertemuan. Proyek dilaksanakan melalui lima tahap utama: pengenalan, kontekstualisasi, pengantar aksi, aksi, dan refleksi serta tindak lanjut. Pada tahap pengenalan dan kontekstualisasi, siswa dikenalkan pada isu lingkungan dan memahami dampak kerusakan alam melalui diskusi dan eksplorasi visual. Pada tahap pengantar aksi dan aksi, siswa berlatih kerja kelompok, mengumpulkan sampah plastik, dan membuat ecobrick sebagai bentuk nyata kepedulian lingkungan. Dalam tahap refleksi, siswa menyampaikan pengalaman serta menumbuhkan motivasi untuk berperilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi proyek ini mampu meningkatkan kesadaran ekologis siswa, memperkuat nilai-nilai gotong royong dan akhlak terhadap alam, serta menumbuhkan inisiatif kolaboratif di dalam dan luar sekolah. Terlihat pula antusiasme tinggi dari siswa dan keterlibatan aktif keluarga serta komunitas sekitar dalam mendukung keberlanjutan proyek. Nilai-nilai utama dari Profil Pelajar Pancasila yaitu dimensi “Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia” serta “Gotong Royong” telah terinternalisasi secara signifikan. Hasil karya berupa ecobrick digunakan sebagai alat edukatif yang berdampak pada perubahan perilaku peserta didik dalam pengelolaan sampah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi P5 dalam bentuk proyek ecobrick tidak hanya relevan secara kurikuler tetapi juga efektif dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan secara konkret dan berkelanjutan. Rekomendasi yang diajukan adalah perlunya replikasi model proyek serupa di sekolah lain, pelatihan intensif guru untuk penyusunan dan pelaksanaan proyek kontekstual, serta integrasi hasil proyek dengan kegiatan sekolah berbasis komunitas untuk memperluas dampaknya. Abstrak ini diharapkan dapat menjadi rujukan akademik dan praktis dalam pengembangan kebijakan pendidikan karakter dan lingkungan di satuan pendidikan dasar.
PENGEMBANGAN MEDIA INOVATIF BERBANTUAN GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE (GenAI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOLABORASI PESERTA DIDIK KELAS IV PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD NEGERI JARAKAN Nur Avifah, Avrillian; Anggraini, Deri
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8198

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan kolaborasi peserta didik kelas IV SD Negeri Jarakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, serta terbatasnya penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi yang mampu memfasilitasi interaksi dan kerja sama antarpeserta didik secara aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan media inovatif berbantuan Generative Artificial Intelligence (GenAI) berbasis Augmented Reality (AR) yang layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi peserta didik kelas IV SD Negeri Jarakan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Research and Development (R&D) dengan menggunakan model 4D yang terdiri atas empat tahapan, yaitu Define, Design, Development, dan Disseminate. Produk yang dikembangkan berupa media konkret berbasis Augmented Reality (AR) yang dapat dipindai menggunakan platform Assamblr Edu, dilengkapi dengan Booklet panduan penggunaan. Kelayakan produk dinilai oleh ahli materi dan ahli media, kepraktisan dinilai melalui angket respons guru dan peserta didik, sedangkan keefektifan diukur menggunakan rubrik observasi kemampuan kolaborasi pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) media inovatif dinyatakan sangat layak dengan persentase skor ahli materi 98,75% dan ahli media 93,75%, rata-rata 96,25%; (2) media dinyatakan sangat praktis dengan skor kepraktisan guru 97,5% dan peserta didik 98%, rata-rata 97,75%; (3) media dinyatakan efektif meningkatkan kemampuan kolaborasi peserta didik, ditunjukkan dengan rata-rata skor kelas eksperimen sebesar 55,96 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 49,65, dengan nilai signifikansi uji Independent Sample T-Test sebesar 0,001 (< 0,05) sehingga H1 diterima. Dengan demikian, media inovatif berbantuan Generative Artificial Intelligence (GenAI) berbasis Augmented Reality (AR) terbukti layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi peserta didik kelas IV SD.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS I PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SDN 3 PATOKAN SITUBONDO Tallo, Vebi Magi; Dewi, Ratih Kesuma; Syarifah, Mufarrahatus
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8082

Abstract

Pembelajaran pendidikan pancasila merupakan mata pelajaran dasar yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat indonesia oleh karena pancasila merupakan dasar ataupun pondasi dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu hal yang terpenting dalam pennerapann pendidikan pancasila adalah di sekolah dasar. Dengan menggunakan metode Discovery Learning” pembelajaran penndidikan pancasila lebih mudah dipahami oleh siswa khususnnya di SDN 3 Patokan tepatnya di kelas I dimana pembelajaran konvensional atau cara lama tidak mengalami perubahan yang signifikan hal ini dilihat dari nilai rata – rata tes dimana masih banyak siswa yang mendapat nilai rata – rata dibawah kkm sebesar 70. hal ini berbanding terbalik ketika diterapkannya model pembelajaran Discovery Learning dimana siswa mendapat nilai diatas rata – rata dengan jumlah yang banyak. Dengan hasil tersebut membuktikan bahwa model pembelajaran Discovery Learning memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembelajaran pendidikan pancasila
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI KEGIATAN MERONCE DENGAN MEDIA DAUN TEMBAKAU DI SPS KEMUNING 37 LAMPEJI MUMBULSARI Himah, Faikatul; Ashadi, Firman; Dewi, Eka Olivia
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8213

Abstract

Upaya mengembangkan kemampuan motorik halus pada anak usia 4–5 tahun memerlukan kegiatan yang memberikan pengalaman langsung melalui koordinasi gerakan yang terarah. Penelitian ini memanfaatkan aktivitas meronce dengan bahan daun tembakau sebagai media untuk melihat perubahan capaian keterampilan tersebut dalam konteks pembelajaran di kelas. Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pola siklus yang melibatkan tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, yang dilaksanakan pada 12 anak kelompok A di SPS Kemuning 37 Lampeji Mumbulsari. Data dikumpulkan melalui observasi selama kegiatan berlangsung serta dokumentasi sebagai pendukung, kemudian dianalisis menggunakan persentase untuk melihat kecenderungan perubahan. Hasil yang diperoleh memperlihatkan adanya pergeseran capaian kemampuan anak secara bertahap dari kondisi awal ke tahap akhir tindakan, yang ditandai dengan meningkatnya ketepatan gerakan, kerapian hasil, serta kemampuan menyelesaikan aktivitas tanpa ketergantungan penuh pada bantuan guru. Penggunaan bahan alami dalam kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual sehingga mendorong keterlibatan dan fokus anak selama proses berlangsung. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas manipulatif yang dikombinasikan dengan media berbasis lingkungan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung perkembangan motorik halus anak usia dini.