Articles
151 Documents
Terapi Tawa Dan Terapi Tebak Gambar Untuk Lansia Demensia
Prawijaya, Ardianto;
Arini, Arini;
Yanti, Dessy Yulisda;
Safitri, Ririn;
Rahmi, Syifa Aulia;
Rahman, Subhannur
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 1 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63004/mcm.v2i1.358
Pendahuluan: Lansia mengalami penurunan fungsi kognitif (kecerdasan atau pikiran salah satunya demensia. Demensia merupakan suatu sindroma klinik yang meliputi hilangnya fungsi intelektual dan ingatan atau memori sedemikian berat sehingga menyebabkan terjadinya disfungsi hidup sehari-hari. Terapi tawa dapat mengajak lansia untuk mengembangkan kemampuan menstimulasi diri sendiri sehingga dapat meningkatkan kognitif. Terapi tebak gambar pada lansia merupakan terapi kognitif yang dapat mencegah menurunnya daya ingat seseorang.Tujuan: Melakukan terapi aktivitas kelompok terapi tawa dan tebak gambar untuk meningkatkan fungsi kognitif terutama masalah demensia pada lansia.Metode: Mengadakan kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok terapi tawa dan terapi tebak gambar di PPRSLU Budi Sejahtera, kegiatan ini di laksanakan 2 hari pada hari rabu dan kamis 29-30 November 2023 di PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru.Hasil: Terapi Aktivitas Kelompok ini berhasil dalam membantu meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dimana terjadi peningkatan pada lansia yang mengalami kerusakan intelektual ringan menjadi utuh, dan pada kerusakan intelektual sedang menjadi ringanSimpulan: Terapi tawa dan terapi tebak gambar dapat meningkatkan fungsi kognitif pada lansia.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Desa Sungai Rangas Tengah Melalui Pemberian Pendidikan Tentang Hipertensi
Saputri, Rina;
Holilah, Shafira Nor;
Raudhatul Jannah, Ghina;
Amanah, Nurul;
Mustaqimah, Mustaqimah;
Hakim, Ali Rakhman
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 1 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63004/mcm.v2i1.363
Pendahuluan: Hipertensi menjadi penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat. Penderita hipertensi harus meminum obat secara rutin setiap hari. Salah satu cara untuk mengendalikan kepatuhan minum obat dan kontrol kesehatan penderita hipertensi adalah dengan memaksimalkan peran Kader kesehatan. Kader kesehatan memiliki peran penting yaitu sebagai penyuluh kesehatan di desa. Kader kesehatan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup agar dapat memberikan informasi yang baik dan benar sesuai batas kemampuannya.Tujuan: Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang penyakit Hipertensi.Metode: Metode yang digunakan adalah metode diskusi kelompok serta pemberian pre-test dan post-test. Media informasi yang digunakan adalah leaflet. Kader kesehatan desa yang terlibat sebanyak 7 orang. Media leaflet berisi informasi tentang pengertian hipertensi, tipe-tipe hipertensi, gejala hipertensi, cara pencegahan penyakit hipertensi, dan faktor resiko hipertensi.Hasil: Hasil dari kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan dari kader kesehatan desa tentang penyakit Hipertensi. Hal ini dapat dilihat dari hasil pre-test dan post-test yang mengalami peningkatan pengetahuan sebanyak 7 orang kader (100%). Meningkatnya pengetahuan kader maka semakin baik dalam memudahkan kader untuk mengedukasi masyarakat setempat.Simpulan: Kesimpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan kader kesehatan desa Sungai Rangas Tengah tentang Hipertensi.
GEDE CETING (Gerakan Desa Cegah Stunting) Dengan Penyuluhan Stunting Kepada Orang Tua Bayi Dan Balita Di Desa Hilir Muara Wilayah Kerja Puskesmas Kotabaru
Norhalimatussa’diah, Norhalimatussa’diah
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 1 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63004/mcm.v2i1.364
Pendahuluan: Jendela kunci terjadinya stunting adalah sejak konsepsi hingga usia dua tahun, yang biasa disebut dengan 1.000 hari pertama. Pada masa ini anak yang terkena dampak dianggap sedang dalam proses kegagalan pertumbuhan, atau stunting. Setelah usia dua tahun laju pertumbuhannya melambat, dan anak tersebut dianggap stunting. Indikator stunting adalah tinggi badan dibandingkan dengan standar acuan sehat seorang anak yang mempunyai deviasi lebih dari dua standar di bawah median tinggi badan terhadap usia dianggap stunting.Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan orang tua bayi tentang stunting.Metode: Kegiatan dilaksanakan dengan bentuk sosialisasi dan tanya jawab. Peserta dari kegiatan ini adalah ibu bayi.Hasil: Hasil peningkatan pengetahuan terlihat dari saat pre tes rata-rata nilai yang didapat yaitu 70,90 dan pada post tes rata – rata nilai yang didapat yaitu 96,40. Terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan yaitu 25,5%.Simpulan: Kesimpulan dari kegiatan ini adalah melalui kegiatan sosialisasi kepada orang tua bayi mampu meningkatkan pengetahuan tentang stunting.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Meningkatkan Pemeriksaan Ibu Hamil Di Desa Gunung Sari Kabupaten Kotabaru
Fitriyah, Susi
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 1 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63004/mcm.v2i1.365
Pendahuluan: Peran kader kesehatan dalam upaya peningkatan kesehatan ibu hamil dalam pendampingan ibu hamil diantaranya adalah membantu tugas bidan desa/ bidan Puskesmas dalam melakukan pendataan (pencatatan dan pelaporan), memberikan pendidikan kesehatan yang relevan, dan dapat membantu bidan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu hamil.Tujuan: Tujuan suatu upaya pemberdayaan pada masyarakat terutama kader kesehatan, melalui pelatihan kader dalam memperkuat program pendampingan ibu hamil di desa Gunung Sari Kabupaten Kotabaru. Metode: Menggunakan metode ceramah sebagai pengantar untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kesehatan mengenai tanda dan bahaya kehamilan.Hasil: Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan Kader Kesehatan dalam upaya meningkatkan pemeriksaan ibu hamil.Simpulan: Kesimpulan dari kegiatan adalah pengetahuan dan keterampilan Kader kesehatan mengedukasi ibu hamil dapat meningkatkan kepatuhan ibu hamil melakukan pemeriksaan secara rutin.
Pencegahan Stunting Melalui Media Informasi Di Posyandu Widuri Wilayah Puskkesmas Nusukan, Banjarsari, Surakarta
Widodo, Gunawan Pamudji;
Siswanto, Didik;
Hasbrianti, Armayanti Rindiarko;
Srini, Dwi;
Wahdah, Rismaul;
Lestari, Rizkia Putri;
Latief, Aprilianti A.
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 1 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63004/mcm.v2i1.366
Pendahuluan: Kondisi tinggi badan balita lebih pendek dibanding tinggi badan balita pada umumnya atau yang seusia disebut dengan stunting. Pencegahan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan. Upaya pencegahan stunting secara dini harus dilakukan supaya wanita usia subur yang akan mempersiapkan kehamilan hingga 1000 hari pertama kehidupan (HPK) anak berhasil dipersiapkan dengan baik. Salah satu upaya mencegah stunting yaitu melakukan edukasi kesehatan. Bentuk dari kegiatan ini adalah pelayanan informasi kesehatan berupa pembagian brosur dan penyuluhan langsung kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan informasi berupa penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui Posyandu balita, membuat media informasi berupa brosur, dan banner.Tujuan: Memberikan informasi pencegahan stunting sejak dini, meningkatkan pemahaman terkait pencegahan stunting kepada masyarakat di Posyandu Widuri wilayah kerja Puskesmas Nusukan.Metode: Metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu observasi, persiapan, pelaksanaan tindakan dan evaluasi terhadap kegiatan.Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pencegahan stunting kepada masyarakat diperoleh rata-rata hasil pre-test sebesar 59,6 dan post-test sebesar 70,8.Simpulan: Kesimpulan dari kegiatan ini adalah melalui penyuluhan kepada orang tua atau wali balita dapat meningkatkan pengetahuan terkait pencegahan stunting.
Edukasi Tentang Pentingnya Konsumsi Makanan Bergizi Dan Suplemen Kesehatan Pencegah Stunting Sejak Dini Pada Siswa SDN Handil Bujur 1
Aldi, Muhammad;
Nasiroh;
Pebriana, Olvia Putri;
Puteri;
Carolin, Putri;
Noorhaliza;
Wineiniati, Noni;
Syifa, Umi;
Laetare, Tresy Patricia;
Martha, Dhea Yolanda;
Nabila, Putri;
Karina, Diah;
Agustin, Nur Syafa;
Ma’rifah, Nurul;
Nofrizal, Deni;
Palimbo, Adriana;
Hakim, Ali Rakhman;
Sari, Nita Wulan
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 1 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63004/mcm.v2i1.367
Pendahuluan: Stunting merupakan suatu kondisi dimana anak memiliki tinggi badan lebih pendek pada usianya. Anak sekolah sangat rentan berhadapan dengan permasalahan gizi. masalah stunting dapat dicegah secara dini dari remaja karena merupakan calon orang tua sehingga perlu diberikan pengetahuan mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi dan suplemen kesehatan untuk mencegah stunting sejak dini.Tujuan: Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentang pentingnya mengonsumsi makanan bergizi dan suplemen kesehatan untuk mencegah stunting sejak dini.Metode: Metode penyampaian materi pada kegiatan ini dalam bentuk ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Materi diberikan melalui media leaflet yang berisi tentang stunting, makanan bergizi, dan suplemen kesehatan.Hasil: Hasil kegiatan diperoleh bahwa tingkat pemahaman siswa/i SDN Handil Bujur 1 tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi dan suplemen kesehatan untuk mencegah stunting sejak dini mengalami peningkatan pemahaman dan pengetahuan.Simpulan: Dari kegiatan pemberian edukasi yang dilakukan di SDN Handil Bujur 1, dapat disimpulkan bahwa siswa dapat memahami materi yang disampaikan. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan tanya jawab antara tim pengabdian dan siswa/i pada akhir pemberian materi.
Satuan Acara Penyuluhan Pemberian Terapi Modalitas Bermain Puzzle
Irawan, Angga;
Novela, Nurwidya;
Sari, Rani Normaya;
Pradini, Santia Andira;
Kartika, Wanti
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 2 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63004/mcm.v2i2.369
Pendahuluan: Terapi modalitas bermain puzzle telah menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam mengatasi penurunan kognitif pada lansia. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil terapi modalitas bermain puzzle pada lansia di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial (PPRSLU) Budi Sejahtera Banjarbaru. Metode: Metode terapi modalitas bermain puzzle dilakukan di PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan dokumentasi. Kegiatan terapi dilakukan pada 5 Oktober 2023, dengan target peserta lansia di wisma kenanga PPRSLU. Hasil: Hasil pengabdian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami penurunan daya ingat (50%) dan konsentrasi (40%), namun terapi ini membantu mengurangi tingkat kecemasan (60%) yang mungkin dialami oleh lansia. Interaksi sosial yang cukup baik (50%) selama terapi puzzle juga menunjukkan manfaat sosial dari terapi ini. Simpulan: Dari hasil pengabdian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa, terapi modalitas bermain puzzle dapat menjadi pilihan tambahan yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas hidup lansia yang mengalami penurunan kognitif.
Optimalisasi Keselamatan Pasien Dalam Meningkatkan Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara
Wulandari, Rizki Yeni;
Elasari, Yunina;
Sari, Dina Yulia;
Septiana, Marisa;
Yugiyanti, Desita;
Subari, Ahmad
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 2 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63004/mcm.v2i2.372
Permasalahan keselamatan pasien masih menjadi masalah baik secara global maupun nasional. Beberapa upaya telah dilakukan oleh pemerintah melalui pembangunan nasional untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Dampak langsung terjadinya insiden keselamatan pasien di rumah sakit diantaranya terjadinya infeksi karena kurangnya kepatuhan perawat dalam mencuci tangan dan kejadian pasien jatuh disebabkan kurangnya pengawasan perawat pada pasien dengan risiko jatuh. Kepuasan pasien secara tidak langsung dapat menurun akibat permasalahan tersebut. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu meliputi wawancara tentang insiden keselamatan pasien dan melakukan observasi tentang kepatuhan perawat dalam mencuci tangan dan pencegahan risiko jatuh. Instrumen yang digunakan yaitu wawancara dan observasi kepada kepala ruangan, 3 ketua tim, dan 8 perawat pelaksana tentang pelaksanaan patient safety di ruang rawat inap. Seluruh perawat di ruang rawat inap hadir mengikuti sosialisasi dan berkomitmen untuk memperbaiki kualitas pelayanan melalui hand hygiene dan pencegahan risiko jatuh. Hasil sosilaisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan caring perawat tentang pentingnya keselamatan pasien sehingga dapat mewujudkan mutu dan keselamatan pasien yang lebih baik.
Penerapan Resiko Jatuh Terhadap Pengetahuan Perawat Dalam Pelaksanaan Manajemen Patient Safety
Handayani, Maya;
Wulandari, Rizki Yeni;
Elasari, Yunina;
Kusuma, Anggi
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 2 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63004/mcm.v2i2.373
Pendahuluan: Jumlah laporan insiden berdasarkan jenis Rumah sakit umum atau Rumah sakit khusus di Indonesia yaitu Rumah sakit umum 96,67% dan Rumah sakit khusus 33,3%. kurangnya kesadaran perawat akan proses belajar mengenai keselamatan pasien dapat diakibatkan karena sulitnya perawat untuk mengakses teori-teori baru mengenai keselamatan pasien terutama pencegahan risiko jatuh. Tujuan: untuk mengetahui Penerapan patient safety/ resiko jatuh terhadap pengetahuan perawat dalam pelaksanaan manajemen patient safety Di Ruang Alamanda RSU Hi. M. Yusuf Kotabumi. Metode: Metode pengumpulan data karya ilmiah ini dengan Cara yang digunakan dalam mengumpulkan penyusunan penulisan yaitu : Pengumpulan data dengan Tanya jawab Bersama Perawat dan Kepala Ruangan., Study Literature dengan melihat fenomena dan kaitan dengan Pelaksanaan Patient Safety pada Pasien dalam Melaksanakan Manajemen Asuhan keperawatan. Dan Observasi/pengamatan dalam melakukan tindakan manajemen keperawatan. Hasil: Hasil Pengkajian pada Fungsi Patient Care delivery Perawat belum memperhatikan keselamatan pasien dengan mematuhi 6 point sasaran keselamatan pasien, seperti belum adanya Papan nama kategori resiko jatuh pada pasien, dan Belum adanya media penyuluhan tentang resiko jatuh kepada pasien, dan dilakukan implementasi yaitu Menyediakan dan membuat Papan nama kategori resiko jatuh pada pasien, Membuah media penyuluhan tentang resiko jatuh kepada pasien dan Melakukan sosialisasi , Hasil kegiatan Papan nama pasien resiko jatuh telah terpasang , Media penyuluhan resiko jatuh telah dibuat dan Kegiatan sosialisasi berjalan dengan baik dan pengetahuan perawat meningkat. Simpulan: Meningkatkan pelayanan rumah sakit dengan memperhatikan Manajemen patient safety hal ini bertujuan Untuk menilai kualitas pelayanan keperawatan dan mengurangi resiko jatuh pada pasien.
Penerapan Pre Dan Post Conference Di Ruang Alamanda Rumah Sakit HI M Yusuf Kotabumi
Suhendra, Aan;
Wulandari, Rizki Yeni;
Surmiasih, Surmiasih;
Nugroho, Tri Adi
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 2 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63004/mcm.v2i2.374
Pendahuluan: Fungsi manajemen keperawatan yang membentuk suatu siklus proses manajemen Dan Pre dan post Conference merupakan bagian dari fungsi directing. Pelaksanaan pre dan post Conference di Indonesia masih perlu diperbaiki atau ditingkatkan kualitasnya. Menurut hasil observasi yang sudah dilakukan oleh penulis, penerapan pre dan post Conference di ruang Alamanda RSU Hi M Yusuf Kotabumi sudah terlaksana namun belum sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Dalam pelaksanaan pre Conference, tidak semua ketua tim (katim) melaksanakan pre Conference. Tujuan: untuk melakukan Penerapan Pre dan post Conference Di Ruang Alamanda RSU Hi. M. Yusuf Kotabumi. Metode: Metode pengumpulan data ini dengan Cara yang digunakan dalam mengumpulkan penyusunan penulisan yaitu : Pengumpulan data dengan Tanya jawab Bersama Perawat dan Kepala Ruangan., Study Literature dengan melihat fenomena dan kaitan dengan Pelaksanaan Pre dan post Conference pada Pasien dalam Melaksanakan Manajemen Asuhan keperawatan. Dan Observasi/pengamatan dalam melakukan tindakan manajemen keperawatan. Hasil: Hasil observasi pada Fungsi Pengarahan Pelaksanaan Pre dan Post Conference belum berjalan dengan optimal sesuai SOP rumah sakit, dan dilakukan implementasi yaitu Membuat Media Edukasi Leaflet dan Melakukan Sosialisasi kepada perawat tentang pre dan post Conference, Hasil kegiatan Media edukasi leaflet untuk perawat sudah tersedia di ruangan Alamanda dan Kegiatan sosialisasi berjalan dengan baik dan pemahaman meningkat setelah diberikan edukasi terkait pre dan post Conference. Simpulan: Laporan ini dapat dijadikan sebagai acuan dasar keterlibatan dan tolok ukur kepala ruangan serta staf keperawatan lainnya dalam mengoptimalkan pelaksanaan pre dan post Conference pada Pasien untuk meningkatkan keselamatan pasien.