cover
Contact Name
Ali Rakhman Hakim
Contact Email
alirakhmanhakim@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
cendekiamengabdi@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading RT.01 RW.01, Kota Banjarbaru, 70714, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Majalah Cendekia Mengabdi
ISSN : -     EISSN : 2987419X     DOI : -
Majalah Cendekia Mengabdi menerbitkan artikel hasil dari pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat, kuliah kerja nyata (KKN), PKL Komunitas, dan bina desa dari semua bidang ilmu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 151 Documents
Pengaruh Jus Nanas Dan Madu Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Masyarakat Desa Lok Baintan Luar Ardisya, Pinky Alifanda; Haryono, Ika Avrilina; Lestari, Khairina; Juliana, Marsha Dwi; Safta, Maria; Adellia, Ocvrisia; Elliza, Putri; Pratama, Rahmad; Oktavia, Regina; Najwa, Samaratul; Priadi, Priadi; Rahmawati, Rahmawati; Dano, Rebecca Nathalie; Juniawinata, Resa; Destriyani, Rizka Mariyana; Muzdalifah, Siti; Lisya, Wina El; Delany K, Anindya; Septia, Dwi
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 3 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i3.458

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi adalah kondisi tekanan darah tinggi yang abnormal dengan angka sistolik dan diastolik lebih tinggi dari 140/90 mmHg, yang diukur setidaknya pada tiga kesempatan yang berbeda. Tekanan darah yang meningkat dan berkepanjangan dapat merusak pembuluh darah di organ target seperti ginjal, jantung, otak, dan mata, sehingga hipertensi menjadi salah satu faktor utama penyebab kematian nomor satu di dunia, atau dikenal sebagai "the silent killer" (Ardiansyah, 2012). Penggunaan terapi alternatif untuk mengatasi hipertensi semakin banyak diminati karena efek samping yang minimal dibandingkan dengan obat-obatan farmakologis. Salah satu terapi alternatif yang sedang dikaji adalah penggunaan jus nanas dan madu. Nanas mengandung bromelain yang memiliki efek anti-inflamasi dan anti-koagulasi, sedangkan madu mengandung berbagai antioksidan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan: Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat terkait penatalaksanaan penyakit hipertensi dengan terapi komplementer jus nanas dan madu. Metode: Metode yang digunakan ialah dengan analisis kondisi wilayah sasaran, dilanjutkan identifikasi masalah, merencanakan intervensi dan melaksanakan implementasi dalam mengatasi masalah yang direncanakan dengan melaksanakan kegiatan berupa pre test, penyuluhan dan pemberian edukasi mengenai penyakit hipertensi, post test. Hasil: Rata-rata nilai pre-test yang didapatkan warga desa adalah 70, kemudian terjadi peningkatan pada nilai post-test dengan rata-rata 80. Simpulan: Program penyuluhan yang dilaksanakan di Desa Lokbaintan Luar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan telah menunjukkan hasil positif. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyakit hipertensi dan pengelolaannya, terlihat dari kenaikan nilai rata-rata pre-test dari 70 menjadi 80 pada post-test, menunjukkan efektivitas materi edukasi yang diberikan.
Pengedukasian Kader Kesehatan Desa Sungai Rangas Tengah Mengenai Pemberian Asi Eksklusif Dengan Manajemen Laktasi Puji Lestari, Yayuk; Hakim, Ali Rakhman; Saputri, Rina; Zulianur, Riska Ali; Maharani, Silvia Atwi
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 3 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i3.470

Abstract

Pendahuluan: Air susu ibu merupakan makanan yang paling cocok bagi bayi yang mempunyai nilai tinggi dibanding susu formula serta ASI sangat menguntungkan ditinjau dari beberapa segi, baik segi gizi, kesehatan ekonomi maupun sosio-psikologis. Menyusui menurunkan resiko infeksi akut seperti diare, pneumonia, infeksi telinga, haemaophilus influenza, meningitis dan infeksi saluran kemih, menyusui juga melindungi bayi terhadap penyakit kronis masa depan seperti diabetes maitus tipe I, Ulseratif colitis, penurunan tekanan darah dan kolestrol serum total, kelebihan berat badan dan obesitas masa remaja dan dewasa. Tujuan: Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan mengenai Pentingnya Asi Eksklusif Menggunakan Manajemen Laktasi. Metode: Metode yang digunakan adalah metode diskusi kelompok serta pemberian pre-test dan post-test. Media informmasi yang digunakan adalah leaflet. Kader kesehatan desa yang terlibat sebanyak 7 orang. Media leaflet berisi informasi tentang manajemen laktasi yang  terdiri dari posisi dan pelekatan mulut bayi, kecukupan pemberian ASI, manfaat teknik menyusui dan fakta menyusui ( keuntungan dari menyusui). Hasil:  Hasil dari kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan dari kader kesehatan desa tentang pentingnya pemberian dan pemenuhan Asi bagi bayi usia 0 bulan sampai 2 tahun . Hal ini dapat dilihat dari hasil pre-test dan post-test yang mengalami peningkatan pengetahuan sebanyak 7orang kader (93%). Meningkatnya pengetahuan kader maka semakin baik dalam memudahkan kader untuk mengedukasi masyarakat setempat. Simpulan: Kesmpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan kader kesehatan desa Sungai Rangai Tengah mengenai Pemberian Asi Eksklusif menggunakan manajemen laktasi.
Cegah Stunting Dengan Cara Melakukan Antropometri Dari Sekarang (GATINGRAPORIRANG) Nito, Paul Joae Brett; Manto, Onieqe Ayu Dhea; Fetriyah, Umi Hanik; Munawarah, Aisyah; Pratiwi, Aisyah; Nurvela, Ain; Widia, Widia; Rahmah, Tri Ayu Aulia; Ranai, Ahmad; Kamal, Al Mustafa; Almaida, Almaida
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 3 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i3.478

Abstract

Pendahuluan: Stunting adalah masalah gizi kronis pada anak yang masih tinggi di Indonesia, mempengaruhi perkembangan fisik, mental, dan kecerdasan anak. Meskipun prevalensi menurun, upaya pencegahan tetap diperlukan untuk mencapai target kesehatan yang diharapkan. Pencegahan stunting memerlukan penanganan komprehensif dari berbagai pihak, termasuk orang tua, lingkungan, dan tenaga kesehatan. Deteksi dini melalui pengukuran antropometri, terutama berat dan tinggi badan, penting untuk pencegahan stunting. Selain itu, pendidikan kesehatan dan penyuluhan untuk ibu berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan tentang stunting dan upaya pencegahannya. Tujuan: Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu untuk memberikan Edukasi kepada siswa/i SD Negeri Sungai Lulut 8 kemudian memberikan pengetahuan secara langsung tentang Cegah Stunting Dengan Cara Melakukan Antropometri Dari Sekarang (GATINGRAPORIRANG). Metode: Metode pengumpulan data pada kegiatan edukasi berupa pemberian pengetahuan, pengukuran antropometri serta memberikan Pre-Test dan Post-Test kepada siswa/i kelas 6 SD Negeri Sungai Lulut 8 untuk mengukur tingkat pengetahuan. Hasil: Hasil dari Pelaksanaaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 29 siswa/i dalam kegiatan satu hari yang mencakup pre-test, materi, sesi tanya jawab, dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa tentang Stunting, dengan persentase pemahaman kategori Tinggi meningkat dari 34% menjadi 93% dan kategori Rendah dari 14% menjadi 0%. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang cegah stunting dengan cara melakukan antropometri. Simpulan: Pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa para peserta memahami dan mampu menerapkan Cegah Stunting Dengan Cara Melakukan Antropometri.
Program Pencegahan Penyakit Scabies Melalui PHBS Dalam Peningkatan Sanitasi Pada Pondok Pesantren Manbaul Ulum Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Fetriyah, Umi Hanik; Gaghauna, Eirine EM; Tasalim, Rian; widiantari, Ni ketut; Ramadani, Dilla Futri; Ramadani, Hamsudin; Fahmi, Muhammad; Rahmawati, Rahmawati
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 4 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i4.434

Abstract

Pendahuluan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya penting dalam meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat melalui edukasi mengenai praktik hidup sehat. Riset Kesehatan Dasar 2007 menetapkan sembilan indikator PHBS, termasuk tindakan preventif seperti persalinan oleh tenaga kesehatan dan penggunaan jamban sehat. Namun, tantangan kesehatan seperti skabies, penyakit kulit menular yang disebabkan oleh parasit Sarcoptes scabiei, masih sering ditemui, terutama di komunitas dengan sanitasi buruk, termasuk pesantren. Di Pondok Pesantren Manbaul Ulum, prevalensi skabies cukup tinggi, terutama di kalangan santri baru. Pengetahuan dan perilaku kesehatan santri menjadi faktor penting dalam pencegahan skabies. Oleh karena itu, intervensi edukasi dan promosi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik higiene guna menurunkan angka kejadian skabies. Tujuan: PkM ini bertujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkan PHBS serta pengetahuan santri mengenai skabies di Pondok Pesantren Manbaul Ulum. Fokus utama adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi prevalensi skabies dan merancang intervensi promosi kesehatan yang efektif. Metode: PkM ini menggunakan metode edukasi promosi kesehatan melalui pelatihan, diskusi kelompok, dan distribusi materi cetak. Evaluasi dilakukan untuk mengukur perubahan pengetahuan dan perilaku santri. Hasil:  Hasil pre-test menunjukkan peningkatan pengetahuan santri dari rata-rata 93% menjadi 98%, mencerminkan pemahaman yang kuat mengenai pencegahan skabies. Simpulan: Peningkatan pengetahuan ini menunjukkan efektivitas program edukasi dalam meningkatkan kesadaran santri tentang pentingnya PHBS.
Pelatihan Pertolongan Pertama (P3) Untuk Mengatasi Depresi Di MAN 2 Kota Banjarmasin Tasalim, Rian; Wijaksono, M. Arif; Lembang, Ria Andini Taruk; Nurvela, Ain; Rosalina, Nadya; Puspita, Dela; Attusholikha, Imro; Asari, Arisna Sulistika; Pratiwi, Aisyah; Ilhamsyah, Ilhamsyah
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 4 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i4.446

Abstract

Pendahuluan: Gen Z, yang tumbuh di era resesi, sering merasa cemas karena perlindungan lebih yang diberikan kepada mereka. Untuk mengatasi stres dan depresi, mereka memerlukan kesadaran mental yang baik. Depresi, yang awalnya disebut melancholia oleh Hipocrates, merupakan gangguan afektif yang ditandai dengan perasaan sedih yang berkepanjangan, serta gejala psikologis, somatik, dan psikomotor lainnya. Psychological First Aid (PFA) adalah intervensi psikologis pertama yang dirancang untuk mengurangi gejala stres dan membantu pemulihan setelah peristiwa traumatis atau krisis.. Tujuan: Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu untuk memberikan Pelatihan kepada siswa kemudian memberikan pengetahuan secara langsung tentang Pelatihan Pertolongan Prtama Psikologis (P3) Untuk Mengatasi Depresi di MAN 2 Kota Banjarmasin. Metode: Metode pengumpulan data pada kegiatan Pelatihan berupa pemberian pengetahuan dan keterampilan, serta memberikan Pre-Test dan Post-Test kepada siswa anggota PMR MAN 2 Kota Banjarmasin untuk mengukur tingkat pengetahuan. Hasil: Hasil Pelatihan ini melibatkan 19 siswa dalam kegiatan satu hari yang mencakup pre-test, lima sesi materi, role play, praktek hipnotis 5 jari, sesi tanya jawab, dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa tentang P3, dengan persentase pemahaman kategori Tinggi meningkat dari 26,32% menjadi 52,63% dan kategori Rendah dari 10,53% menjadi 0%. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang pertolongan pertama psikologis untuk mengatasi depresi. Simpulan: Pada kegiatan Pelatihan ini dapat disimpulkan bahwa para peserta memahami dan mampu menerapkan Pertolongan Pertama Psikologis (P3) Untuk Mengatasi Depresi Disekolah.
Waspada Gadget Untuk Tumbuh Kembang Anak Fetriyah, Umi Hanik; Budi, Indra; Wijaksono, M. Arief; Asmadiannor, Asmadiannor; Rosalina, Nadya; Melda, Melda; Cloudia, Lorenza; Agustina, Mely; Munawarah, Munawarah; Dewi, Ni Gusti Agung Ayu Sri; Habibi, Nur Hakidah; Nataly, Onevia Berlian; Virdasari, Sweetryani
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 4 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i4.447

Abstract

Pendahuluan: Anak-anak tentunya sangat senang jika memperoleh gadget dari orang tuanya. Penggunaan gadget secara berlebihan oleh anak-anak dapat berdampak negatif pada pola perilaku dan perkembangan mereka. Anak-anak yang terus-menerus menggunakan gadget cenderung mengalami ketergantungan, mengurangi waktu untuk belajar dan berinteraksi sosial, serta menghadapi risiko kesehatan seperti kerusakan jaringan saraf akibat radiasi gadget. Meskipun gadget bisa merangsang kreativitas dan kecerdasan, dampak negatifnya, termasuk menurunnya daya aktif dan kepedulian sosial anak, lebih dominan. Oleh karena itu, penting untuk membatasi waktu penggunaan gadget sesuai usia—anak di bawah 18 bulan sebaiknya tidak menggunakan gadget kecuali untuk panggilan video, anak usia 2-5 tahun maksimal 1 jam per hari dengan pengawasan, dan anak usia 6 tahun ke atas maksimal 1-2 jam per hari dengan batasan ketat—untuk memastikan tumbuh kembang yang sehat. Tujuan: Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu untuk memberikan Edukasi kepada siswa kemudian memberikan pengetahuan secara langsung tentang Waspada Gadget Untuk Tumbuh Kembang Anak di SDN Pengambangan 6 Banjarmasin. Metode: Metode pengumpulan data pada kegiatan Pelatihan berupa pemberian pengetahuan dan keterampilan, serta memberikan Pre-Test dan Post-Test kepada siswa kelas 5 dan 6 SDN Pengambangan 6 Banjarmasin untuk mengukur tingkat pengetahuan. Hasil: Hasil Pelatihan ini melibatkan 25 siswa dalam kegiatan satu hari yang mencakup pre-test, materi, sesi tanya jawab, dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang waspada gadget untuk tumbuh kembang anak, dengan persentase pemahaman kategori Tinggi meningkat dari 20% menjadi 92% dan kategori Rendah dari 20% menjadi 0%. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang Waspada Gadget Untuk Tumbuh Kembang Anak. Simpulan: Pada kegiatan Edukasi ini dapat disimpulkan bahwa para peserta memahami dan mampu menerapkan Waspada Gadget Untuk Tumbuh Kembang Anak.
Upaya Pencegahan Dan Penanganan Dispepsia Melalui Edukasi Kesehatan Pada Masyarakat Wilayah Desa Abumbun Jaya Raudhatul Jannah, Ghina; Nisa, Khairatun; Palianti, Zahra; Syahran, Dayna Maharani; Azzahra, Fifi Alayda; Angelica, Viona Febriola; Mutia, Desy; Wilujeng, Wilujeng; Septianto, Gemilang; Fakhirah, Afifah Ghina; Salam, Abdul; Angelina, Agnes Alda; Pituwati, Cesilia Isana; Sari, Atika; Handira, Belva Rizqy; Zahra, Aulia ika; Ekawati, Norliana; Raynaldi, Muhammad
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 4 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i4.452

Abstract

Pendahuluan: Dispepsia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sangat sering ditemui dalam kehidupan sehari‐hari. Dispepsia adalah keluhan kesehatan yang berhubungan dengan makan atau keluhan yang berhubungan dengan gangguan saluran cerna. Gejala dispepsia ditandai dengan adanya nyeri epigastrik, rasa penuh pada bagian epigastrik dan rasa cepat kenyang, mual dan muntah. Tujuan: Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Abumbun Jaya terkait dispepsia serta upaya pencegahan dan penanganannya. Metode: Metode yang digunakan adalah diskusi kelompok serta penyampaian materi. Media informasi yang digunakan adalah leaflet dan poster. Masyarakat desa yang terlibat sebanyak 28 orang. Media  leaflet dan poster berisi  informasi  tentang  pengertian dispepsia,  penyebab dispepsia,  tanda dan gejala  dispepsia serta cara pencegahan  dan penanganan dispepsia baik secara farmakologi maupun non farmakologi (herbal). Hasil: Pelaksanaan kegiatan PKM ini berjalan dengan lancar dan sukses melalui pemberian materi yang diberikan sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi yang tepat. Harapannya dengan pemberian informasi yang tepat dapat meningkatkan kesadaran dan motivasi seseorang untuk melakukan hal yang tepat atau benar, terutama yang berkaitan dengan pola hidup sehat untuk penanganan dan pencegahan dispepsia. Simpulan: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berjalan dengan lancar, yang dibuktikan dengan aktifnya warga desa Abumbum Jaya dalam bertanya dan menjawab pertanyaan. Dengan adanya kegiatan ini pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan dispepsia menjadi meningkat.
Upaya Peningkatan Kepuasan Pasien Di Ruang Penyakit Dalam Pria RSUD Pringsewu Kurnia, Desti; Yeni Wulandarai, Rizki; Elasari, Yunina
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 4 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i4.464

Abstract

Pendahuluan:  Kepuasan pasien merupakan  inti dari pemasaran yang berorientasi kepada pasien. pelayanan yang memuaskan dan berkualitas akan membentuk loyalitas pasien selain itu kepuasan pasien  merupakan  salah satu indikator mutu pelayanan. Pelayanan yang diberikan oleh perawat diruangan bisa mempengaruhi kepuasan pasien di ruangan. Efek selanjutnya akan berlanjut pada proses terbentuknya citra pelayanan kesehatan yang meningkat. Serta indikator mutu akan pelayanan kepuasan pasien. Tujuan: Tujuannya menjelaskan upaya Peningkatan Kepuasan di Ruang Penyakit Dalam Pria Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu. Metode: Metode yang dilakukan adalah wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Didapatkan masalah manajemen keperawatan yang ditemukan adalah belum optimalnya kepuasan pasien di Ruang Penyakit Dalam Pria di Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu. Hasil:  Implementasi dilakukan pada tanggal pada tanggal 15 Febuari 2024 sampai dengan 20 Febuari 2024 dengan hasil terdapat kuesioner penilaian kepuasan pasien dan sosialisasi kepada 4 perawat di Ruang Penyakit Dalam Pria, dan sebagian perawat diruangan sudah mendapatkan sosialisasi tentang kepuasan pasien. Simpulan: Diharapkan Kepala Bidang, Kepala Ruangan dan seluruh perawat diruangan berkomitmen dalam upaya peningkatan kepuasan pasien di Ruang Penyakit Dalam Rumah sakit Umum Pringsewu. Sehingga Mutu pelyanan kepuasan pasien di Rumah Sakit Pringsewu dapat meningkat.
Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelaksanaan Pre Dan Post Conference Di Ruang Anak RSUD Pringsewu Nur Anggraini, Silvia; Yeni Wulandari, Rizki; Elasari, Yunina
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 4 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i4.466

Abstract

Pelayanan keperawatan di Indonesia saat ini masih dalam suatu proses profesionalisasi. Salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan asuhan keperawatan yang bermutu dan professional dengan menerapkan pre conference dan post conference sebagai komunikasi antar perawat. Hasil Pre survey  di Ruang Anak RSUD Pringsewu Penerapan pre conference dan post conference belum berjalan dengan optimal sesuai dengan SOP rumah sakit. Tujuan penulisan Karya ilmiah ini untuk melakukan Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelaksanaan Pre dan post conference Di Ruang Anak RSUD Pringsewu. Penulisan karya ilmiah akhir ini dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui prose wawancara, observasi dan pengkajian di Ruang Anak RSUD Pringsewu.Pengkajian dilakukan pada 13 orang perawat yang berdinas di Ruang Anak RSUD Pringsewu. Pengkajian yang dilakukan yaitu mengenai data umum dan masalah yang berhubungan dengan manajemen keperawatan di Ruangan Melati yang berkaitan dengan fungsi pengarahan (pre dan post conference). Pengkajian tanggal 15 Mei 2024 dilakukan dengan Wawancara dan observasi. Perencanaan kegiatan dilakukan pada 10 dan 11 Juni 2024 dengan melakukan  Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelaksanaan Pre dan post conference Di Ruang Anak RSUD Pringsewu. Hasil penerapan dilakukan dengan Implementasi dan evaluasi diruangan dengan hasil telah tersedia media leaflet, Meningkatnya pemahaman perawat tentang pre dan post conference melalui sosialisasi dan sudah tersedianya SOP pre dan post conference di Ruang Anak RSUD Pringsewu. diharapkan perawat diruangan dapat terus menerapkan  SOP pre dan post conference dan memberikan sosialisasi kepada perawat lain sesuai dengan yang dipraktekkan mahasiswa dalam melaksanakan managemen keperawatan.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Perawat Dalam Pencegahan Risiko Jatuh Di Ruang Rawat Inap Anak RSUD Pringsewu Lampung Alxenia, Salsabila; Wulandari, Rizki Yeni; Elasari, Yunina; Kurniawan, Moh. Heri
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 4 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i4.472

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi kejadian jatuh terjadi pada anak laki-laki 26,54%, pada kelompok usia 1–5 tahun 46%, pada anak yang berisiko tinggi terjatuh 73% dengan status mobilitas normal 44% , dan tidak ada riwayat jatuh sebelumnya 69% yang dirawat dirumah sakit.Salah satu dampak yang merugikan dalam resiko jatuh adalah dampak cidera fisik.Tujuan:Mengetahui upaya peningkatan pengetahuan perawat dalam pencegahan risiko jatuh di ruang rawat inap anak RSUD Pringsewu Lampung.Metode: Penulisan karya ilmiah ini dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui proses wawancara, observasi dan pengkajian di ruang Anak RSUD Pringsewu pada tanggal 21 Mei 2024 ditemukan belum optimalnya pengkajian resiko jatuh, dan masih banyak handrail tidak terpasang.Hasil: Hasil Evaluasi  yang dilakukan didapatkan hasil terjadi peningkatan pengetahuan klien dari 53 % menjadi 83%. Masalah managemen keperawatan teratasi perawat telah memahami terkait pentingnya pelaksanaan resiko jatuh dengan baik sesuai standar operasional Prosedur.Simpulan: Penulisan karya ilmiah ini diharapakan bisa menambah pengetahuan perawat dalam melakukan pengkajian awal resiko jatuh. Saran dalam penelitian ini untuk lebih memahami terkait resiko jatuh dengan membaca Standar operasional prosedur yang sudah tersedia diruangan dengan cara meningkatkan pelaksanaan identifikasi resiko jatuh.

Page 9 of 16 | Total Record : 151