cover
Contact Name
Ali Rakhman Hakim
Contact Email
alirakhmanhakim@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
cendekiamengabdi@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading RT.01 RW.01, Kota Banjarbaru, 70714, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Majalah Cendekia Mengabdi
ISSN : -     EISSN : 2987419X     DOI : -
Majalah Cendekia Mengabdi menerbitkan artikel hasil dari pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat, kuliah kerja nyata (KKN), PKL Komunitas, dan bina desa dari semua bidang ilmu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 151 Documents
Edukasi Penggunaan Dan Bahan Berbahaya Pada Kosmetik Di SMA Negeri 1 Amanuban Selatan Beama, Christin Aprillian; Fraga, Aurelia Da Silva S.; More, Evanisia
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.265

Abstract

Pendahuluan: Letak daerah kecamatan Amanuban Selatan merupakan lokasi dimana akses untuk mendapatkan informasi kesehatan kulit masih sangat minim terutama bagi para remaja.  Aktivitas di luar rumah yang sering dilakukan masyarakat di Kecamatan Amanuban Selatan membuat mereka sering mengabaikan tentang kesehatan kulit. Dikarenakan pemahaman informasi mengenai kosmetik masih sangat kurang, sehingga banyak masyarakat membeli produk kosmetik yang dijual bebas tanpa mengetahui kandungan dan bahaya dari kosmetik tersebut sehingga resiko terjadinya kerusakan kulit dapat terjadi.Tujuan: Meningkatkan pengetahuan terhadap penggunaan dan bahan berbahaya pada kosmetik pada Masyarakat terutama kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Amanuban Selatan. Meningkatkan peran aktif siswa-siswa SMA Negeri 1 Amanuban Selatan dalam bidang kosmetik. Meningkatkan pengetahuan mengenai dampaknya penggunaan kosmetik pada masyarakat setempat.Metode: Kegiatan yang dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut dalam bentuk penyuluhan (penyajian materi), tanya jawab dan diskusi. Khalayak sasaran pokok adalah siswa-siswi SMA Negeri 1 Amanuban Selatan. Metode ataupun pendekatan yang akan dipilih dan digunakan dalam serangkaian kegiatan ini adalah metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi.Hasil: Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan tentang keaktifan peserta dan pernyataan langsung dari para peserta menunjukkan kegiatan ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan. Acara terakhir adalah penutupan meliputi kegiatan evaluasi pengetahuan peserta, penyampaian kesimpulan, penutup dan sesi dokumentasi peserta bersama tim pelaksana.Simpulan: Peserta dapat mengingat dan menguasai konsep pengetahuan tentang penggunaan dan bahan berbahaya pada kosmetik pada Masyarakat terutama kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Amanuban Selatan. Keaktifan, kemampuan dan tanggapan peserta terhadap materi yang diberikan sangat baik, baik pada waktu penyajian materi maupun diskusi permasalahan yang dihadapi siswa-siswi.
Penyuluhan Dan Edukasi Tentang Pemanfaatan Tanaman Herbal Untuk Kesehatan Gigi Dan Gusi Di Jemaat GKII FILADELFIA FAMILY ALAK Kristyanti, Yulia; Lutsina, Novi W
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.266

Abstract

Pendahuluan: Greja GKII FAMILY ALAK berada di kecamatan alak NUSA TENGGARA TIMUR. Pada saat ini mempunyai jemaat sekitar 50 keluarga, di antaranya terdiri dari anak dan orang tua. Wilayah greja cukup jauh dari sarana kesehatan dan apotek, harus menempuh belasan kilo dari fasilitas kesehatan terdekat. Yang sering di alami jemaat adalah sakit gigi dan gusi. Di karenakan minim nya pengetahuan bagaimana menjaga kesehatan dan kebersihan rongga mulut. serta Minim nya pengetahuan kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut secara benar. Dan pemgetahuan tanaman herbal yang bisa di manfatkan untuk kesehatan gigi dan mulut.  Oleh karena itu, jemaat sering mengalami masalah kesehatan gigi.Tujuan: Untuk mengetahui lebih dalam mengenai pengetahuan dan tingkat pengetahuan kesehatan  gigi  dan mulut pada jemaat GKII FILADELFIA FAMILY ALAK . Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk  Meningkatkan pengetahuan   terhadap kesehatan  gigi dan gusi yang mencakup, Pemeliharaan gigi dan gusi, Mampu pemanfaatan tanaman herbal untuk kesehatan gigi dan gusi dan Mengetahui  penyakit gigi dan gusi serta cara mengatasinya.Metode:Penyuluhan kesehatan gigi dan gusi  dengan materi penyuluhan yang diberikan berupa cara menyikat gigi yang benar, cara menjaga kesehatan gigi dan gusi serta pemanfaatan tanaman  herbal untuk mengatasi sakit gigi dan gusi.Hasil:  Dari 43 orang peserta yang mengikuti Pengabdian masyarakat diperoleh kurang nya tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyakit gigi dan gusi serta cara mengatasinya.dengan tanaman herbal.Simpulan: Tingkat pengetahuan dan kesadaran kesehatan gigi jemaat GKII FILADELFIA FAMILY ALAK meningkat  setelah dilakukan penyuluhan.
Pemberdayaan Kewirausahaan Melalui Pelatihan Pembuatan Makanan Olahan Dari Daun Kelor Di Desa Penfui Timur Lutsina, Novi Winda; Kristyanti, Yulia
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.270

Abstract

Pendahuluan: Tanaman Kelor (Moringa oleifera) termasuk dalam famili Moringaceae merupakan obat yang efektif untuk malnutrisi. Kelor kaya nutrisi karena adanya berbagai fitokimia penting yang ada di daun, polong dan bijinya.Tujuan: Tujuan dari Pengabdian ini adalah memberikan motivasi kepada peserta untuk berwirausaha melalui pembuatan makanan olahan daun kelor dan mampu mengembangkan usaha tersebut bagi masyarakat Desa Penfui Timur pada umumnya dan ibu – ibu rumah tangga pada khususnya. Tujuan lainnya adalah memberikan pengetahuan kepada peserta mengenai cara mengembangkan berbagai macam variasi olahan makanan berbahan dasar daun kelor dan masyarakat yang mengikuti pelatihan ini dapat membuat produk olahan sendiri untuk menjadi produk andalan.Metode: Metode yang dilakukan adalah dengan sistem ceramah serta diskusi tanya jawab terkait dengan manfaat tanaman kelor, bagian tanaman dan kandungan berkhasiat yang terdapat pada setiap bagian tanaman kelor. Selain itu juga dipaparkan tentang jenis-jenis penyakit yang dapat dikendalikan menggunakan tanaman kelor, dalam hal ini khususnya penanganan Stunting pada anak-anak.Hasil: Tim pengabdian kepada masyarakat mendorong ibu-ibu di Desa Penfui Timur untuk memanfaatkan waktu menghasilkan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomis. Hal ini merupakan upaya untuk mewujudkan keberdayaan masyarakat dalam pembangunan dan mewujudkan peningkatan taraf hidup masyarakat. Menurunnya tingkat pengangguran berdampak terhadap naiknya pendapatan perkapita dan daya beli masyarakat, serta tumbuhnya perekonomian secara nasional. Selain itu, berdampak pula bagi peningkatan gizi ibu hamil dan anak-anak, sehingga dapat menurunkan angka stunting.Simpulan: Kegiatan yang telah dilaksanakan dalam pengabdian pada masyarakat  ini dapat disimpulkan bahwa peserta mendapatkan tambahan informasi terbaru tentang komposisi dari tanaman kelor yang dapat digunakan secara aman dan efektif. Peserta memahami dan antusias tentang cara pengolahan makanan olahan berbahan dasar daun kelor
Edukasi Dagusibu Obat Cacing Kepada Siswa Sekolah Dasar MI Pemimpin Rumah Quran Oktavia, Nur; Rengga, Maria Philomena Erika
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.274

Abstract

Pendahuluan: Cacingan adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit cacing dalam tubuh manusia yang ditularkan melalui tanah. Penanggulangan cacingan adalah dasar utama upaya memutus rantai penularan cacingan yang dapat dimulai dengan menurunkan pravalensi cacingan pada anak balita, anak usia pra sekolah dan anak sekolah. Salah satu penanggulangan cacingan adalah Edukasi Dagusibu Obat Cacing.Tujuan: Memperkenalkan profesi Apoteker kepada siswa/i di MI Pemimpin Rumah Qur’an. Sehingga dapat menghasilkan “apoteker cilik” yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan menularkan ilmu yang diperoleh saat sosialisasi kepada teman sekolah, keluarga, serta masyarakat pada umumnya.Metode: Kegiatan Edukasi mengenai DAGUSIBU Obat Cacing siswa/i MI Pemimpin Rumah Quran dipandu oleh tim PkM PS Sarjana Farmasi UCB untuk mempelajari bagaimana mendapatkan obat cacing, cara mengonsumsi, cara menyimpan sampai dengan cara membuangnya. Alat bantu komunikasi edukasi yang digunakan adalah  powerpoint tentang DAGUSIBU Obat Cacing serta games tanya jawab seputar Obat Cacing.Hasil:  Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan siswa/I tentang profesi Apoteker dan siswa/I siswa dapat memahami, sadar serta terampil dalam menggunakan obat secara tepat dan benar ditinjau dari jawaban atas pertanyaan yang diberikan.Simpulan: Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan siswa/I tentang profesi Apoteker dan siswa/I siswa dapat memahami, sadar serta terampil dalam menggunakan obat secara tepat dan benar ditinjau dari jawaban atas pertanyaan yang diberikan.
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Kelor Sebagai Bahan Pangan Dalam Mencegah Stunting Dan Penyakit Tidak Menular Di Desa Penfui Timur Rame, Magi Melia Tanggu; Sarifudin, Barbara Azalya
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.276

Abstract

Pendahuluan: Gizi buruk menjadi salah satu masalah global yang masih terus dihadapi oleh berbagai negara termasuk Indonesia. Pemenuhan gizi yang belum tercukupi saat masih dalam kandungan ataupun ketika sudah lahir dapat menyebabkan terjadinya berbagai masalah kesehatan pada ibu maupun pada bayinya. Salah satu masalah kesehatan yang berdampak pada bayi yaitu stunting atau bertubuh pendek akibat kurang gizi kronik.Tujuan: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait manfaat tanaman kelor sebagai bahan pangan  dalam mencegah stunting dan penyakit tidak menular.Metode: Metode  yang  digunakan  adalah  metode  ceramah  dan  diskusi  tanya  jawab. Masyarakat diberi sosialisasi edukasi tentang pemanfaatan tanaman kelor sebagai bahan pangan dalam mencegah stunting dan penyakit tidak menular dengan menggunakan  media berupa Leaflet. Masyarakat juga mendapat pelayanan gratis berupa pengecekan kadar gula darah, kolesterol, asam urat dan pemeriksaan tekanan darah.Hasil:  Secara keseluruhan kegiatan sosialisasi edukasi pemanfaatan tanaman kelor sebagai bahan pangan  dalam mencegah stunting dan penyakit tidak menular dapat dikatakan baik dan berhasil, yang diukur dari empat komponen yaitu keberhasilan target jumlah peserta sosialisasi, ketercapaian tujuan sosialisasi dapat dikatakan baik (95%), ketercapaian target materi yang telah direncanakan dapat dikatakan baik (95%), dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi dapat dikatakan baik (95%).Simpulan: Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat telah mengetahui pemanfaatan tanaman kelor sebagai bahan pangan  dalam mencegah stunting dan penyakit tidak menular serta mengetahui cara praktis pengelolaan daun kelor.
Pemberian Edukasi Pada Kader Kesehatan Desa Sungai Batang Ilir Tentang Stunting Maharani, Silvia Atwi; Zulianur, Riska Ali; Lestari, Yayuk Puji; Hakim, Ali Rakhman; Saputri, Rina
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.292

Abstract

Pendahuluan: Stunting adalah kondisi gagal tumbh kembang anak balita akibat dari kekurangan gizi saat mereka dalam kandungan hingga dilahirkan ke dunia atau yang dikenal sebagai 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan). Beberapa faktor yang menyebabkan stunting adalah kurang maksimalnya pemberian ASI eksklusif, pola makan ibu hamil, pola makan balita, akses ketersediaan makanan, akses sanitasi dan kesehatan lingkungan.Tujuan:  Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang Stunting.Metode:   Metode yang digunakan adalah metode diskusi kelompok serta pemberian pre-test dan post-test. Media informasi yang digunakan adalah leaflet. Kader kesehatan desa yang terlibah sebanyak 13 orang. Media leaflet berisi informasi tentang pengertian stunting, faktor penyebab stunting, ciri-ciri anak stunting, dampak stunting, dan cara pencegahan stunting.Hasil:  Hasil dari kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan dari kader kesehatan desa tentang penyakit Hipertensi. Hal ini dapat dilihat dari hasil pre-test dan post-test yang mengalami peningkatan pengetahuan sebanyak 12 orang kader (93%). Meningkatnya pengetahuan kader maka semakin baik dalam memudahkan kader untuk mengedukasi masyarakat setempat.Simpulan:   Kesimpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan kader kesehatan desa Sungai Batang Ilir tentang Stunting.
Sosialisasi Kepada Kader Kesehatan Desa Sungai Rangas Tengah Tentang Kebutuhan Nutrisi Bayi Dan Balita Zulianur, Riska Ali; Maharani, Silvia Atwi; Puji Lestari, Yayuk; Saputri, Rina; Hakim, Ali Rakhman; Hidayat, Ahmad
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 1 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i1.293

Abstract

Pendahuluan: Pemenuhan nutrisi yang optimal selama 1000 hari pertama (sejak pembuahan hingga ulang tahun ke-2) sangat penting untuk perkembangan kesehatan dan kehidupan bayi baru lahir. Nutrisi yang tidak tepat dengan kebutuhan anak sangat berpotensi menyebabkan permasalahan gizi. Zat gizi sangat diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu dalam menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses kehidupan yang secara umumnya disebut nutrisi. Masalah gizi dapat dicegah salah satunya dengan pemberian asupan yang tepat. Edukasi terhadap kader-kader kesehatan tentang deteksi tumbuh kembang bayi dan balita dan pemberian nutrisi pada bayi dan balita akan meningkatkan pengetahuan kader-kader kesehatan yang menjadi sarana penggerak dan sarana informasi bagi masyarakat, yang berguna sebagai deteksi gangguan tumbuh kembang pada balita dan meningkatnya pengetahuan dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang asupan nutrisi yang tepat guna mencegah masalah gizi. Tujuan: Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan mengenai Nutrisi bayi dan Balita.Metode: Metode yang digunakan adalah metode diskusi kelompok serta pemberian pre-test dan post-test. Media informasi yang digunakan adalah leaflet. Kader kesehatan desa yang terlibat sebanyak 7 orang. Media leaflet berisi informasi tentang pengertian nutrisi bayi, faktor penyebab masalah nutrisi, akibat kekurangan nutrisi, dan kebutuhan nutrisi sesuai usia bayi dan balita.Hasil:  Hasil dari kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan dari kader kesehatan desa tentang Nutrisi bayi dan Balita yang tepat. Hal ini dapat dilihat dari hasil pre-test dan post-test yang mengalami peningkatan pengetahuan sebanyak 7 orang kader (93%). Meningkatnya pengetahuan kader maka semakin baik dalam memudahkan kader untuk mengedukasi masyarakat setempat.Simpulan: Kesimpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan kader kesehatan desa Sungai Rangas Tengah mengenai Nutrisi Bayi dan Balita.
Edukasi Tentang Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Aik Darek Tusshaleha, Lelie Amalia; Jupriadi, Lalu; Ramdaniah, Putri; Sabarudin, Sahrul
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.294

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan peningkatan tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg dalam dua kali pengukuran setiap 5 menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang. Hipertensi merupakan faktor penting sebagai pemicu penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke dan penyakit kardiovaskular lainnya, yang menjadi penyebab banyak kematian di seluruh dunia. Berdasarkan data dari dinas kesehatan Nusa Tenggara Barat tahun 2022, diketahui bahwa hipertensi menempati urutan ke-2 sebagai penyakit terbanyak yang terdapat di puskesmas di wilayah NTB. Pengetahuan adalah hasil seseorang mengenali suatu benda melalui indranya yaitu pendengaran, penciuman, penglihatan, penciuman dan peraba. Kegiatan ini dilakukan di UPTD Puskesmas Aik Darek.Tujuan: Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang Hipertensi pada Pasien Hipertensi.Metode: Pengukuran pengetahuan dilakukan 2 kali yaitu data sebelum dilakukan edukasi dan data setelah dilakukan edukasi menggunakan kuisioner.Hasil: Pengetahuan responden tentang hipertensi sebelum pemberian edukasi pada pasien hipertensi di Puskesmas Aik Darek, dari 40 responden tersebut sebagian besar masuk dalam kategori kurang dengan  persentase 55%, dan setelah diberikan edukasi mengalami peningkatan pengetahuan dan masuk dalam kategori baik dengan persentase 52,5%.Simpulan: Kesimpulan diperoleh bahwa terdapat perbedaan pengetahuan pasien sebelum dan sesudah diberikan edukasi, dimana pengetahuan pasien menjadi meningkat setelah diberikan edukasi.
Penyuluhan Kesehatan Kepada Masyarakat Mengenai Hipertensi Dan Pentingnya Imunisasi Dasar Di Wilayah Kerja BLUD Puskesmas Pahandut Palangka Raya Putra S, Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna; Lestarisa, Trilianty; Widiarti, Astri; Rahmadina, Aprillia; Kahayansyah, Rizky; Melanie, Fransiska; Purba, Agnes Tiffany; Erwin, Nurul Hikmah
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.295

Abstract

Pendahuluan: Masih banyaknya masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat, menjadi suatu hal yang harus diperhatikan. Masih rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan menjadi perhatian. Perilaku masyarakat yang seperti itu akan berdampak pada status kesehatan mereka dan juga keluarga mereka. Kegiatan pencegahan menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan. Salah satu kegiatan pencegahan dapat dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat berupa penyuluhan. Hal ini dilakukan agar pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam menghindari faktor risiko suatu masalah kesehatan dapat meningkat.Tujuan: Tujuan penyuluhan kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan serta informasi terkait dengan hipertensi dan pentingnya pemberian imunisasi dasar.Metode: Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dibagi menjadi 2 tahap kegiatan, penyuluhan pertama menyampaikan mengenai hipertensi dan penyuluhan kedua mengenai pentingnya pemberian imunisasi dasar. Semua tahap kegiatan penyuluhan dilakukan di wilayah kerja BLUD Puskesmas Pahandut Palangka Raya yang mencakup posyandu lansia dan posyandu balita.Hasil: Masyarakat memahami pengetahuan ataupun informasi yang diberikan selama kegiatan penyuluhan mengenai masalah kesehatan tersebut serta dapat menerapkan perilaku pencegahannya serta masyarakat memahami pentingnya mendapatkan imunisasi dasar.Simpulan: Pemberian penyuluhan ini dapat menjadi salah satu upaya dalam mencegah munculnya masalah kesehatan terkait dan meningkatkan taraf kesehatan dari masyarakat.
Peningkatan Pengetahuan Kader Kesehatan Terhadap Penyakit Diabetes Melitus Di Desa Kalampayan Tengah, Kabupaten Banjar Forestryana, Dyera; Rusida, Esty Restiana; Arsyad, Muhammad
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.296

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan merupakan hal yang sangat diinginkan setiap manusia, karena dengan sehat setiap orang dapat melakukan aktivitas dengan lancar tanpa gangguan, dapat melakukan suatu pekerjaan, dan atau beberapa pekerjaan secara maksimal. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perbaikan sosial ekonomi berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan usia harapan hidup. Dewasa ini manusia melalaikan pentingnya menjaga kesehatan khususnya secara jasmani. Dilain pihak kurangnya pengetahuan dan pemahaman akan pentingnya kesehatan.Tujuan: Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui kader posyandu.Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat ini melibatkan secara langsung partisipasi mitra dalam hal ini masyarakat yang dijadikan Kader Kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini melakukan transfer skill serta knowledge yang dimiliki ke mitra. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan dan pelatihan.Hasil:  Hasil kegiatan menunjukkan adanya Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dalam hal pencegahan penyakit Diabetes Melitus.Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terhadap kader kesehatan di desa Kalampayan Tengah Kabupaten Banjar telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader terhadap upaya pencegahan Diabetes Melitus di masyarakat melalui edukasi/penyuluhan dan pelatihan.

Page 5 of 16 | Total Record : 151